First Snow In December (Chapter 1)

PicsArt_1368979262706

Cast : Song Jongki

          Kim So eun as Kim Yoo Jin

         Jung Ill woo as Kevin Jung

Other Cast : Lee Sung Ki

Rating : PG-17

Genre : Romance, Friendship

Author : Vinna Karnawiredja

December, 2008

     Hari ini salju pertama turun, yoo jin memandang langit dan mengadahkan tangannya ke atas, sehingga setiap butiran salju jatuh ke telapak tangannya.  Ia melihat butiran salju yang semakin lama semakin menumpuk di genggaman tangannya. Saat tumpukan salju itu semakin tebal yoo jin membuangnya. Kemudian ia mengadahkan tangannya kembali dan  mengulang hal itu lagi. ia merasa bosan karena orang yang ditunggunya belum juga tiba. Hari ini ia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada sahabat baiknya. Sahabat yang telah ia kenal lebih dari 5 tahun yang lalu.

    Tak lama kemudian ia mendengar suara seseorang memanggilnya

“yah putri malu kenapa memanggilku keluar di cuaca dingin seperti ini?”

Yoo jin langsung mengenali suara itu, tidak ada seorang pun di dunia ini kecuali jongki yang memanggilnya putri malu. Yoo jin berbalik dan menatap sahabatnya itu dengan tatapan marah, atau lebih tepatnya pura-pura marah

“sudah kubilang ratusan kali jangan panggil aku putri malu” yoo jin menjitak kepala sahabatanya itu,sehingga membuat jongki kesakitan dan memegangi kepalanya.

“aaaauu…kau tahu ini menyakitkan” jongki menatap mata yoo jin dengan pandangan menyelidik “Tapi sebenarnya kenapa kau memanggilku malam ini? Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan? ah jangan jangan kau dimarahi dosen lagi karena ketahuan mencontek saat ujian”

Kali ini yoo jin menendang kaki jongki sehingga membuat pria itu berteriak untuk kedua kalinya.

“aaauu…yaa sudah kubilang ini menyakitkan”  ia jatuh terduduk dan memegangi kakinya yang terasa sakit akibat ulah yoo jin. Ia melihat yoo jin mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri. Jongki pun kemudian menerima uluran tangan yoo jin dan berdiri di depan gadis itu.

“kau ini tak bisa aku ajak bicara serius” wajah yoo jin cemberut, ia melipat kedua tangannya.

aigo…apa kau marah?” tanya jongki

Yoo jin tak bergeming ia membuang muka dan tak menjawab pertanyaan jongki

“baiklah aku mengerti, aku tak akan bercanda lagi. Sekarang katakan kenapa kau memanggilku kemari?”

kali ini yoo jin berbalik menatap mata sahabatnya itu. “aku ingin menikmati salju pertama denganmu. Makanya aku memanggilmu keluar”

mendengar jawaban yoo jin, jongki pun sontak tertawa terbahak-bahak “kau menyuruhku keluar malam-malam , menendangku 2 kali,dan menyuruhku untuk serius. Hanya karena ingin menikmati salju pertama bersamaku?” jongki tertawa lagi dan kali ini lebih puas. Tapi tiba-tiba tawanya langsung lenyap saat ia mendengar perkataan yoo jin

“aku menyukaimu” kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut yoo jin, ia pun tak menyangka darimana keberanian yang tiba-tiba itu muncul. Ia melihat jongki berhenti tertawa dan memandangnya terkejut. “aku tidak tahu sejak kapan perasaanku padamu lebih dari sekedar sahabat. Ini terjadi begitu saja” yoo jin menunduk, jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya. Ia menunggu reaksi jongki setelah mendengar pengakuan nya.

Satu menit, dua menit, tak ada reaksi atau jawaban apapun dari jongki.  Yoo jin kemudian menatap pria itu “kenapa kau diam saja?” tanyanya.

Perlahan jongki berjalan mendekatinya, kemudian ia memegang pundak yoo jin dan menatap mata gadis itu “yoo jin ah ,  Aku tidak bisa jatuh cinta padamu. Lebih baik kita bersahabat seperti ini. Kau tahu kan kalau kau adalah sahabat terpenting dalam hidupku, dan aku tak ingin kehilangan sahabat seperti dirimu”

——

December  2010

     Yoo jin menggebrak meja di hadapannya saat ia baru saja datang ke kafe tempatnya membuat janji dengan jongki. Jongki yang tadi terlihat asik memainkan ponselnya pun terkejut

yaa…kau membuat jantungku copot. Ada apa lagi kali ini?” tanya jongki

Yoo jin terlihat kesal, wajahnya merah dan telihat menakutkan  “ini semua gara-gara kau lagi” kali ini yoo jin mengambil minuman jongki dan meminumnya hingga habis sehingga membuat jongki pasrah karena minuman yang dipesannya habis dalam hitungan detik oleh sahabat baiknya itu.

“kau putus lagi?” tanya jongki, yoo jin mengangguk “karena alasan yang sama?” tanya jongki lagi,  yoo jin mengangguk.

“aku tak mengerti kenapa tak ada seorang pun yang bisa menerima persahabatan diantara kita. Kenapa mereka harus marah-marah seperti itu.

Mengatakan aku selingkuh lah, aku terlalu memperhatikanmu dibandiang dia lah. Kepalaku benar-benar pusing” yoo jin menjelaskan panjang lebar.

“jadi dia mengatakan kau selingkuh denganku? Lucu sekali”  jongki tertawa

“semua orang mengatakan tak ada persahabatan diantara pria dan wanita. Apa itu masuk akal? Mereka tidak mengerti persahabatan kita” yoo jin mendesah

“sudahlah, kau cari pria lain saja. Yang jelas ia harus bisa mengerti dan menerimamu apa adanya. Karena aku tak akan membiarkanmu bersama dengan pria brengsek.  Kau juga tahu kan kalau aku sudah putus dengan kekasihku satu minggu yang lalu. Dan alasannya…”

“karena aku” yoo jin memotong ucapan jongki yang kemudian di benarkan jongki.

“dia menyuruhku memilih antara kau dan dia. Tentu saja aku memilihmu. Kau tahu kenapa? Karena aku tak bisa kehilangan sahabat terbaikku”

Yoo jin tampak berpikir “kau tahu ini sudah kali ke 5 aku putus dengan kekasihku karena alasan yang sama?”

“lalu? Aku juga sudah putus 4 kali dengan alasan yang sama. Tidak berbeda jauhkan?“ jongki menanggapi santai pernyataan yoo jin,ia masih terlihat asik mengutak atik ponselnya.

“kau ini pria, kau bisa menikah di atas usia 30 tahun. Tapi aku? Tahun depan adalah ulang tahunku ke 24. Aku ingin menikah saat usiaku 25 tahun. Tapi sekarang aku bahkan tidak memiliki kekasih“ yoo jin menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan “kurasa aku tak  bisa seperti ini terus“

Jongki pun langsung berhenti mengutak-atik ponselnya dan memandang yoo jin dengan pandangan menyelidik “jangan bilang kau akan mengakhiri persahabatan kita“

“dasar bodoh, setelah aku memutuskan 5 orang pria karena dirimu. Kau pikir aku akan mengakhiri persahabatan kita?“ yoo jin terlihat kesal karena jongki tak bisa menebak jalan pikirannya,

“lalu apa yang akan kau lakukan?“ tanya jongki

Yoo jin tampak sedikit berpikir, apakah ia harusmengatakan apa yang dipikirkannya atau tidak. Ia tampak sedikit ragu sebelum akhirnya berkata “jika sampai usiaku 25 tahun belum ada seorang pria pun yang bisa menerima persahabatan kita. Begitupun juga sebaliknya denganmu, jika tak ada seorang wanita pun yang menerima aku sebagai sahabatmu. Bagaimana jika kita menikah saja?“

Jongki tampak terkejut setelah mendengar ucapan yoo jin, demi tuhan kenapa ia membahas masalah ini lagi. Apakah yoo jin tak bisa mengerti apa yang dikatakannya 2 tahun yang lalu?

“yoo jin ah….“

“aku tahu, kau pasti akan bilang kalau kau tidak bisa jatuh cinta padaku“ yoo jin memotong ucapan jongki. Sudah 2 tahun berlalu sejak jongki menolaknya, tapi ia masih belum bisa merubah hatinya. Mantan-mantan kekasihnya selama ini, tidak bisa menggantikan tempat jongki di hatinya. Yoo jin juga bingung kenapa ia bisa seperti ini? Dia pikir 2 tahun bisa merubah hati jongki untuk bisa menyukainya, tapi ternyata tak ada bedanya dengan  2 tahun yang lalu.

“aku pikir kau sudah mengerti, tapi kenapa kau malah mengeluarkan ide gila seperti itu?“ tanya jongki.

Tiba-tiba saja yoo jin menjadi tersinggung. Ide gila? Apa maksudnya? Yoo jin sama sekali tak bisa mengerti jalan pikiran sahabatnya itu. Kenapa jongki tak bisa mencintainya? Apakah ia terlalu banyak kekurangan di mata pria itu? Apakah ia tidak sebanding dengannya? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus muncul di benak yoo jin selama 2 tahun ini.

“ide gila? Apakah menikahiku adalah sebuah ide gila? apa aku serendah itu dimatamu” mata yoo jin sudah memerah ia bahkan tidak sadar sebutir air mata jatuh dari kelopak matanya.

“bukan itu maksudku,dimataku kau adalah wanita sempurna. Bahkan terlalu sempurna”

“lalu kenapa kau tidak bisa menyukaiku?”  tanya yoo jin

Jongki tidak menjawab, ia hanya memalingkan wajahnya. Tak berani menatap mata gadis itu. Dan hal itu malah membuat yoo jin semakin kesal.

“baiklah aku mengerti,kau tak ingin mengatakan alasan apapun padaku. Itu artinya tebakanku benar. Aku memang seseorang yang tak sebanding denganmu. karena aku hanya gadis yatim piatu yang tak jelas asal usulnya. Tapi kau, walaupun kau yatim piatu tapi kau masih memiliki seorang kakak yang menyayangimu, kau adalah calon dokter dan adik dari pemilik rumah sakit besar. Ah bukankah rumah sakit itu adalah warisan orangtuamu? Berarti suatu hari kau juga akan memilikinya. Bukankah kita sangat berbeda. Aku pergi“ yoo jin beranjak dari kursinya dan hendak keluar, tepat saat itu jongki memegang tangannya dan menahannya. Mau tidak mau yoo jin pun berbalik dan memandangnya. Ia terkejut karena melihat wajah jongki yang sudah memerah karena menahan kekesalannya.

“aku tak pernah berpikir seperti itu tentangmu, dan kurasa kau pasti juga tahu, kita sudah 10 tahun saling mengenal dan kurasa kau sudah tahu luar dalam tentangku“

Yoo jin menghempaskan tangannya sehingga ia bisa melepaskan genggaman tangan jongki, kini wajahnya sudah penuh dengan airmata “benar, aku tahu kau tak pernah berpikir seperti itu tentangku. Tapi aku benar-benar tidak tahu kenapa kau tidak bisa menyukaiku.  2 tahun ini aku selalu mencari alasan itu. Apa kekuranganku? Kenapa kau menolakku? Tapi aku tak pernah bisa menjawab pertanyaan itu“ yoo jin membalikkan badannya hendak pergi, tepat saat itu jongki mengatakan jawaban yang ingin ia dengar sejak 2 tahun yang lalu.

“jika aku memilikimu. Maka aku akan kehilanganmu“

Yoo jin berbalik kembali menghadap jongki. Wajahnya seperti mengatakan apa maksudnya ini? Seolah bisa membaca pikiran yoo jin,jongki pun melanjutkan

“kakakku mengatakan kalau memiliki adalah awal dari kehilangan. Mungkin aku telihat seperti orang bodoh, tapi aku percaya dengan kata-kata itu karena kakakku mengalaminya sendiri. Ia selalu kehilangan orang yang dicintainya setelah ia memilikinya. Dan itu sudah 2 kali terjadi, akibatnya dia menelantarkan kehidupan pribadinya dan menjadi seorang workaholik. Aku tidak ingin seperti dia. Maka dari itu aku tidak bisa mencintaimu, karena aku tak ingin kehilanganmu. Aku tak sanggup jika aku kehilanganmu yoo jin ah. Apa kaumengerti sekarang?“

Yoo jin tidak percaya, kalau alasan jongki menolaknya  selama ini hanya karena tidak ingin kehilangannya ? apakah ini masuk akal? apakah sahabatnya itu sepengecut ini? Yoo jin termenung dalam lamunannya sendiri. Beribu pertanyaaan memenuhi pikirannya.

“aku mengerti sekarang. Aku tak percaya kau sepengecut ini“

“benar aku memang pengecut, aku tak memiliki keberanian untuk memilikimu“

“aku mengerti. Jongki yaa mulai detik ini, aku akan mengubur perasaanku padamu. Aku hanya akan menganggap kau sebagai sahabatku. Suatu saat nanti jika kau jatuh cinta padaku itu semua sudah terlambat“.

Yoo jin melangkah pergi keluar dari kafe itu. Airmata sudah memenuhi wajahnya. Sementara itu jongki masih terdiam ditempatnya. Mencerna kata-kata yang baru saja yoo jin ucapkan. Haruskah ia mengejar gadis itu? Apa ia tak akan menyesal dengan keputusannya saat ini? Yoo jin benar, ia memang seorang pengecut. Ia bahkan tak punya keberanian untuk mengejar gadis itu

    Yoo jin terus berjalan, langkah kakinya menuntunnya entah kemana. Ia menangis karena merasa kesal, ia bahkan tak peduli dengan pandangan aneh orang-orang disekitarnya. Tak lama kemudian ia menemukan sebuah taman bermain, dan duduk di salah satu ayunan ditaman itu. Ia bahkan tak sadar kalau ada seseorang yang duduk di ayunan disebelahnya.Yoo jin menangis, kali ini ia menangis dengan kencang. mengeluarkan semua kekesalan di hatinya.

     Sekitar 10 menit kemudian yoo jin pun berhenti menangis, ia melihat seseorang menyodorkan sebuah saputangan padanya. yoo jin berbalik dan melihat seorang pria duduk di ayunan disebelahnya

“siapa kau?“ taya yoo jin

Pria itu tersenyum danmemperlihatkan sederet gigi putihnya yang sempurna. Yoo jin sedikit terpana melihat senyuman menawan pria itu “hapuslah dulu airmatamu. Kau tahu wajahmu benar-benar terlihat kacau”

Yoo jin mengambil saputangan itu dan menghapus sisa airmata yang ada di wajahnya.

“sejak kapan kau ada disana?” tanyanya

“kau bahkan tidak sadar? sebelum kau datang kemari, aku  sudah duduk di ayunan ini”

“benarkah? Jadi semenjak tadi kau melihatku menangis?” Pria itu mengangguk “aigo…sungguh memalukan“ yoo jin menundukan kepalanya, ia merasa sangat malu karena menangis di hadapan pria yang tidak ia kenal.

“aku mengerti kalau kau sedang sedih, jadi aku hanya membiarkanmu menangis. Ibuku bilang obat paling mujarab untuk menghilangkan kesedihan di dalam hati adalah dengan menangis, dan membaginya bersama orang lain. Kalau kau tidak keberatan kau bisa membagi kesedihanmu denganku“

Entah kenapa yoo jin merasa senang mendengar perkataan pria asing yang belum dikenalnya itu. Tapi mana mungkin dia membicarakan masalahnya pada orang yang baru dikenalnya

“aku bahkan tidak mengenalmu. Aku juga tidak tahu kau orang baik atau bukan“

“kalau begitu bagaimana kalau kita berkenalan. Aku pastikan kalau aku tidak punya niat jahat padamu, aku bersumpah atas nama ibuku“ pria itu membentuk huruf V dengan jarinya. Kemudian ia mengulurkan tangannya pada yoo jin  “namaku kevin jung“

Yoo jin terlihat ragu sebelum mengulurkan tangannya, tapi beberapa detik kemudian ia pun menerima uluran tangan kevin “namaku kim yoo jin“ ia melihat kevin tersenyum dan mengangguk “tapi kenapa namamu seperti orang barat?“

“aku besar di ottawa kanada. Jadi aku lebih sering menggunakan nama baratku, lagi pula aku juga lebih senang dipanggil kevin“

“apa aku boleh tahu nama koreamu? Itu pun jika kau tidak keberatan“

“jung ill woo…apa menurutmu terdengar aneh?“

“tidak…kurasa itu nama yang bagus“

“terimakasih“ kevin tersenyum, kemudian ia melihat jam tangannya “aku masih punya waktu“ katanya pada dirinya sendiri. Kemudian ia pun menatap yoo jin “yoo jin ssi, aku akan menceritakan sebuah kisah padamu. Apa kau mau mendengarnya?“

“tentu…ceritakanlah padaku“

Wajah kevin pun mendadak serius, kemudian ia memulai ceritanya sambil menatap yoo jin. “suatu hari ada seorang pengembang real estate yang sedang menawarkan rumah pada seorang pembeli. Lalu dia berkata pada si pembeli ‘rumah ini memiliki beberapa keuntungan dan kerugian’  lalu si pembeli bertanya ‘oh ya? Saya ingin tahu dulu apa kerugiannya’  kemudian sang pengembang menjawab‘ di sebelah timur rumah ini ada tempat pembuangan sampah, di sebelah baratnya ada pabrik cuka, lalu disebelah selatannya ada pabrik karet, dan disebelah timurnya ada tempat penampungan limbah pabrik’  kemudian sang pembeli pun merasa heran dan bertanya lagi ‘lalu apa keuntungannya?’ kau tahu apa yang dijawab oleh pengembang itu?” tanya kevin.

Yoo jin pun menggeleng.

Kemudian kevin menatap jahil pada yoo jin dan berkata “ pengembang itu kemudian menjawab ‘ keuntungannya, anda akan selalutahu dari arah mana angin bertiup’ “

Mendengar jawaban kevin sontak saja  membuat yoo jin tertawa terbahak-bahak. Ia tertawa sangat puas. Dan kevin pun tersenyum karena ceritanya berhasil membuat gadis yang tadi menangis ini menjadi tertawa. “akhirnya kau tertawa. Kau terlihat lebih manis saat tertawa”

Beberapa detik kemudian yoo jin pun berhenti tertawa dan menatap kevin “kevin ssi terimakasih karena telah menghiburku“

——–

15 responses to “First Snow In December (Chapter 1)

  1. wkwkwkwkkk.. itu jayus bgt tebak2annya ilwoo.. hhe. eh namanya kevin ya? hhe, maaf ga biasa kalo ga pke nama asli.
    wahh.. ada ff kim so eun di sini. salam kenal.. aku reader baru 🙂

  2. Ff,a seru chingu pa lgi cast,a kim so eun,,,,
    oa blh gk mnta nma sso,a jgn dgnti,,,
    krsa bca nma org lain mskipun cast,a sso,,,,
    bnr2 pngcut joongki n alsan,a gk msuk akal bnget,,,
    buat joongki nysel y chingu dh nlak sso ampk sgtu,a,,,,,

  3. Ff.y keren…
    Penge nimpuk kpala.y jongki ..wkwkwk.. Keras kpala banget,, ya udah jangan salahin sso lau dy gak cinta lg ma qm…
    Pengen.y kimsoeun pake nama.y ajja daripada yojin,soal.y agak susah mmbayangkn krakter.y … Tpii gak pa2 deh,,tetap bgus kok … Kyak.y sso udah mulai suka tuh ma ill woo ,. Hmmm…

  4. ternyata setelah di bc….crtnta ok jg nih…
    Q sk cr penyampaian crt, ide crt and main castnya cewenya…hehehe…
    Good job deh buat author…
    Gomawo…

  5. Wahhh…. Jongki oppa_kenap Ĵåϑΐ mempunyai pemikiran Ϋά̲̣̥ηġ picik seperti itu…. U.U
    Kan kasian Sso eunni ηγά̲̣̥…. 😦

    Nahlhooo…… Udah ªԃª Ilwo oppa aka kevin nih…. 🙂

    * Annyeong…. Reader bar u nih….
    Suka banget kalo ªԃª FF dengan main cast Sso eunni… :).

    Okeyyy lanjut bca next part… ^^

  6. joong ki kayaknya juga suka sama so eun cuman karena alasan itu joong ki jadi memilih jadi sahabatnya ..
    dia gak mau ngambil resiko …
    author FF nya menarik …daebaaakkkkk

  7. Jongki ssi kenapa pengecut sekali?? Itu sudah resiko hidup bukan,,setiap awal pasti ada akhir etah itu pahit atau manis tergantung cara kamu memandang kehilangan itu sendiri… Kesia yoojin v,v)

    ilwoo: haha lucu lucu lucu,,awal aku seriuus bgt dengan cerita.a ternyata akhir.a dluar dugaan 😀

  8. Jongki bnar” mengambl kputsn yg pengecut,
    ntar dia pst menyesal. .
    Untk yoojin, mati 1 tmbuh 1000 😀 mank bkan 1000 sih,
    v kevin dah lbh dri ckup kn 😀
    next 🙂

  9. Wkwkwk,, daebak
    👍
    Lucu bgt cra kevin nge hibur yoo jin,,
    Brhrp klo ksah mreka happy ending,,
    Walaupun rasanya ksian ma song jong ki klo itu trjdi 😀

Leave a Reply to choyuumie Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s