You Should Be Mine [Chapter 5]

fanfiction 14

Title : You Should Be Mine [Chapter 5]

Author: J.A.Y/@Yupitamrd

Genre: Romance, school life

Length: Chapter

Main Cast:

  1. EXO-K Kai
  2. EXO-K Baekhyun
  3. Jung Ahyeon (OC)
  4. Han Ji Eul (OC)
  5. EXO-M Luhan
  6. EXO-M Kris
  7. Shin Seorin (OC)

Support Cast:

  1. EXO-K Chanyeol
  2. EXO-K Sehun

Rating: PG-17 +

Length: 4,680 word

Disclaimer : FF ini milik saya! Dilarang keras mengcopy paste/plagiat FF ini. Ini FF pertama yang author buat. Jadi mungkin jika ada kekurangan tolong tinggalkan komentar agar author bisa mengkoreksi letak kesalahan nya dimana aja. FF ini juga sudah pernah diterbitkan di www.saykoreanfanfiction.wordpress.com www.readfanfiction.wordpress.com www.kpopsotoybanget.wordpress.com  dan di page Facebook https://www.facebook.com/EXOFanFiction?ref=ts&fref=ts Terimakasih~ :D

 

[Preview]

“tapi aku masih mencintai Baekhyun” ucap Seorin.

“jika kau masih seperti ini kau akan membuat semuanya semakin berantakan shin seorin” tegas Kris.

“sebenarnya kau berpihak kepada siapa?”

“aku tidak berpihak kepada siapapun”

“ucapan mu seperti mendorong ku agar menjauh dari Baekhyun”

“ini demi kebaikan semuanya” ucap Kris.

“aku akan mengambil apa yang seharusnya ku miliki. Termasuk baekhyun. Aku juga tidak peduli dengan yeojachingunya itu. ”

Seorin sudah benar-benar mabuk. Ia bahkan sudah menjatuhkan kepalanya diatas meja bar. Kepalanya terasa sangat berat. Kris hanya menghela nafas berat melihat Seorin seperti ini.

Kris kembali menuang wine nya lagi dan meneguknya “ini karena aku peduli padamu Shin Seorin”

[Preview End]

Kris mencari ponselnya di sakunya. Ia ingin menghubungi Baekhyun tapi sepertinya ia lupa menaruh ponselnya. Kris baru teringat jika ia tidak membawa ponselnya hari ini. Ahkirnya ia memutuskan untuk mencari Kai. Tapi jika ia pergi mencari Kai maka Seorin akan sendirian disini. Kris tidak tega meninggalkan Seorin sendiri disini walaupun hanya sebentar. Tempat ini terlalu bahaya.

Mau tak mau ia harus membawa seorin mencari Kai.

“kita akan mencari Kai dulu” ujar Kris pelan.

“umm… untuk apa??” ujar Seorin. Bahkan ia berbicara dengan mata yang tertutup.

Kris tidak mengindahkan pertanyaan Seorin. Ia mulai memapah sebelah tangan seorin. Seorin hanya mengikuti arah Kris membawanya.

“dimana anak itu?” gumam Kris.

Kris harus bekerja ekstra malam ini. Menemukan Kai ditempat seperti ini tidaklah mudah. Belum lagi ia yang harus membopoh Seorin dalam keadaan mabuk berat. Lama Kris mencari ahkirnya ia menemukan keberadaan Kai. Kris segera menghampiri Kai. Tapi?

Kris melihat Kai yang sedang mengecup bibir Ahyeon berkali-kali. Tapi kenapa Ahyeon tidak melawan. Kris memutuskan menghampiri kai lebih dekat.

“dia kenapa?” ujar Kris.

Setelah Kris mendekat ia mengerti kenapa Ahyeon tidak melakukan perlawanan saat Kai mencium bibirnya. Ahyeon sepertinya juga sedang mabuk. Ia bersender pada bahu Kai. Kai benar-benar sangat pintar memanfaatkan keadaan.

Kai mendengar ada yang sedang berbicara dengannya. Ia langsung menghentikan ‘acara’ nya dengan Ahyeon. Kai heran melihat kedatangan Kris bersama Seorin.

“kenapa ada dia?” tanya Kai.

“kau saja belum menjawab pertanyaan ku. Bisa kau bantu aku dulu” ucap Kris.

Kai bangun dari duduknya. Ia berpindah kesebelah kiri Ahyeon memberikan ruang untuk Kris dan Seorin. Kris langsung mendudukan Seorin ke sofa yang diduduki Kai tadi.  Kemudian Kris duduk disebelah Seorin.

Kai ingin melanjutkan ‘aktifitasnya’ yang terhenti tadi. Tapi baru saat Kai menarik dagu Ahyeon lebih dekat, Kris sudah menghalanginya lebih dulu.

“hentikan dulu” ucap Kris. Dengan terpaksa kai menghentikan aktifitas yang ingin ia lanjutkan.

“apa dia mabuk berat” ucap Kris. Melihat banyak botol-botol yang ada di depannya sekarang semakin memperkuat pikirannya bahwa Ahyeon sedang mabuk.

“hyung kau benar-benar mengganggu” ucap Kai.

“yaa! kau apakan dia” ucap Kris.

“aku hanya melakukan yang ingin ku lakukan” ucap Kai santai.

“kau menciumnya saat dia mabuk?” ucap Kris.

“wae?? Lagi pula ia juga tidak melawan”

“yaa! pabo. Jelas saja ia tidak melawan. Ia saja tidak sadar kalau kau menciumnya”

“urus saja orang yang ada disebelahmu?”

“mana ponsel mu?? aku ingin menghubungi Baekhyun tadi tapi aku lupa tidak membawa ponsel. Sepertinya harus aku yang mengantar Seorin pulang”

“Baekhyun??” ucap Kai. Mendengar itu ide cemerlang muncul diotaknya.

“chankaman.. disini ada Ahyeon dan Seorin yang sedang mabuk. Bagaimana jika kita sedikit bermain-main dengan ini?”

“apa maksud mu??” tanya Kris heran.

Kai segera mencari ponselnya yang ada disaku celananya. Ia mencoba menghubungi Luhan.

Ttuuttt… Ttuuuttt…

Nada tersambung mulai terdengar.

Sementara itu…

“Luhan… Mmmhh…” Ji Eul mendesah di sela-sela ciuman panasnya. Tangannya kini berpindah meremas rambut belakang Luhan. Sementara tangan namja itu bergerak-gerak di punggung Ji Eul, memeluknya erat.

Ji eul mulai kehabisan napas. Seakan mengerti kesulitan ji eul menggapai oksigen, luhan mendorong tubuh ji eul lembut ke atas ranjang, tanpa melepaskan tautan bibir mereka.

Ji Eul semakin mengeratkan pelukan mereka. Kali ini, dia tidak peduli dengan kebutuhan bernapasnya. Intensitas kenikmatan dari ciuman Luhan meningkat detik demi detik. Membuatnya gila dan tidak bisa lepas. Hanya mengikuti kemana tubuh Luhan membawanya.

Luhan melepaskan pertautan bibirnya. Ia menatap Ji Eul intens. Bibir Ji Eul yang merah semakin mempercantik dirinya dimata Luhan.

“jangan menatap ku seperti itu” ujar Ji Eul.

“kau cantik” puji Luhan.

Luhan lagi-lagi menyambar bibir Ji Eul. Tangan kanan Luhan dijadikan tumpuan badannya agar tidak sepenuhnya menindih Ji Eul, sementara tangan kirinya diselipkan di pinggul kiri Ji Eul. Luhan menjelajahi mulut Ji Eul lebih dalam.

Sebelah tangan kiri Luhan mulai naik keatas. Luhan mencoba membuka kancing baju Ji Eul. Ji Eul masih belum sadar jika Luhan sedang mencoba membuka baju nya sekarang. Luhan berhasil membuka 3 kancing kemeja Ji Eul.

Namun di sela-sela aktifitasnya terdengar suara ponsel berdering berkali-kali. Berkali-kali juga Luhan tidak menghiraukan suara ponselnya.

Ji Eul merasa terganggu dengan suara itu. Ia mendorong pelan luhan. Luhan nampak kecewa dengan yang dilakukan Ji Eul.

“angkat lah dulu, suaranya begitu mengganggu” ucap Ji Eul.

Luhan bangkit dan melihat siapa yang menelfon malam-malam begini.

‘hahhh~ lagi-lagi Kai’ batin Luhan.

“kau lihat.. tidak seharusnya kita memperdulikan ini”

Luhan menolak panggilan dari Kai. Ia lalu mulai menindih tubuh Ji Eul lagi.

“Nah,,, sampai dimana kita tadi?” ucap Luhan sambil mengeluarkan smirk nya. Baru saja Luhan ingin menyambar bibir milik Ji Eul kini gantian ponsel Ji Eul yang berbunyi. Kali ini bukan sebuah panggilan melainkan pesan singkat. Luhan bangkit dari atas Ji Eul.

“sebaiknya kita sama-sama mematikan benda ini” ujar Ji Eul sambil memegang ponselnya. Tapi sebelumnya ia melihat pesan yang ada didalamnya.

From: 010-1142546647

Subject: —–

Aku tau kalian sedang melakukan sesuatu. Maaf jika aku mengganggu kalian. Tapi Ahyeon sedang mabuk di sebelah ku dan ada Seorin juga. Jika kalian berdua tidak mau tertinggal kejadian menarik katakan pada Luhan hyung untuk datang ke tempat biasa. –Kai-

Ji Eul mengkerutkan keningnya.

“ada apa?” tanya Luhan.

“lihat lah ini” ucap Ji Eul.

“apa lagi yang akan dilakukan anak itu” ucap Luhan.

“apa kai akan melakukan sesuatu?” tanya Ji Eul.

Luhan bangkit dan meraih kunci mobilnya “kita harus kesana”.

“haahhh~” Ji Eul menghela nafasnya berat.

“kenapa harus disaat seperti ini” gerutu Ji Eul. Ji Eul lalu merapikan rambut dan bajunya asal.

================

“ini.. tolong fotokan” ucap Kai seraya memberikan ponselnya ke Kris.

“untuk apa memfotonya??” tanya Kris heran.

“sudah lah hyung foto saja”

Kris lalu mulai memfoto. Ia memfoto Seorin yang sedang bersender dibahu kiri Kai dan Kai membuat posisi seperti ia ingin mencium Seorin.

“ini” ucap Kris seraya memberikan ponsel Kai.

“ahh~ gomawo. Bisa kau bantu aku menjauhkan dia” ucap Kai.

Kris lalu menggeser pelan kepala Seorin agar menjauh dari bahu Kai. Kai lalu melihat hasil foto jepretan Kris. Lalu ia menyeringai.

“apa rencanamu kali ini?” tanya Kris.

“jika ku beritahu bukan kejutan lagi namanya” ucap Kris.

Kai lalu mengirim foto itu kepada Baekhyun dan dibawah foto bertuliskan

Bisa aku memilikinya juga??? Kekeke~ datanglah kesini. Ia sedang mabuk berat. Jika kau tidak datang berarti kau sudah tidak peduli padanya.

Setelah mengirim foto itu pada baekhyun Kai lalu menelfon Sehun dan Chanyeol. Kai mengundang semuanya untuk datang ke club malam ini.

“ini akan menarik” gumamnya.

Disisi lain….

Baekhyun mencengkram stir mobilnya kuat-kuat. Amarahnya telah memuncak saat ini. Baekhyun menambah lagi kecepatan mobilnya. Ia menyalip setiap mobil yang ada didepannya. Yang ia pikirkan adalah segera sampai di club itu agar ia bisa menghabisi Kai hari ini juga.

==============

Luhan dan Ji Eul telah sampai di klub. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat Ahyeon yang sedang tertidur di bahu kai. Bahkan Kai juga berkali kali mencium puncak kepala Ahyeon, pipinya dan bahkan bibirnya. Bukan hanya itu, mereka juga melihat Seorin yang sedang tertidur pulas didekat Kris.

Kai menyadari kedatangan Luhan dan Ji Eul.

“kalian sudah datang?” ucap Kai.

“apa yang kau lakukan dengan Ahyeon?” tanya Ji Eul.

“hahh~ kenapa setiap orang selalu menanyakan hal yang sama kepada ku” ucap Kai.

“kau memanfaatkannya” ucap Luhan.

“tidak.. lagipula dia juga tidak menolak”

“kau benar-benar” Ji Eul sudah tidak tahan dengan ini. Ia segera menghampiri Kai dan ingin memberi pelajaran. Namun segera ditahan oleh Luhan.

Seorin perlahan mulai sadar. Ia meringis pelan dan memegangi kepalanya.

“kenapa kalian semua bisa disini?” tanya Seorin sambil mencoba memperbaiki posisi duduknya.

Semua mata melihat kearah Seorin yang sudah sadar. Seorin merasa heran. Kenapa semua orang melihatnya dengan pandangan seperti itu.

“kau sudah bangun?” ucap Kris.

“kenapa aku masih disini” ucap Seorin sambil mengedarkan pandangannya. Suara music yang masih terdengar jelas ditelinganya menandakan dirinya masih berada di club. Ia memincingkan pandangannya saat melihat Ahyeon yang sedang bersandar kepada Kai.

“kenapa dia juga disini??” tanya Seorin.

“dia mabuk berat sama seperti dirimu” ucap Kris.

Setelah kedatangan Luhan dan Ji Eul datanglah Sehun dan Chanyeol. Ekspresi mereka tidak jauh berbeda dengan yang di ekspresikan Luhan dan Ji Eul tadi.

“apa yang terjadi?” tanya Chanyeol.

“eoh?? Kalian sudah datang. Duduklah dan pesan minuman yang kalian suka”

“Kai, ada apa sebenarnya” ucap Sehun.

Kai hanya tersenyum simpul menanggapinya “sayangnya dia belum datang”

“dia???” tanya Chanyeol.

“jangan bilang kau….” perkataan chanyeol terhenti.

“KAI!!!!”

Mereka semua menoleh kearah suara yang memanggil nama Kai. Baekhyun telah sampai. Mereka semua yang melihat merasa terkejut. Baekhyun langsung menghampiri Kai. Baru saja Baekhyun ingin menarik Kai namun di hentikan oleh Chanyeol.

“tenanglah Baekhyun”

Baekhyun semakin terkejut melihat ada Ahyeon yang bersandar pada Kai. Amarahnya semakin memuncak.

“kau apakan dia!!” ucap Baekhyun. Baekhyun sudah mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“dia siapa?? Seorin atau Ahyeon??” ledek Kai.

“apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Seorin. Seorin tidak tau apa-apa tentang ini. Ia baru saja bangun dan kepalanya masih terasa sakit.

“lepas!” Baekhyun berhasil melepas genggaman Chanyeol di bahunya.

Baekhyun lalu menarik kai menjauh dari Ahyeon. Baekhyun membawa Kai keluar dari club. Ahyeon yang tadinya sedang bersender di bahu Kai secara otomatis terbangun karena Kai yang tiba-tiba bangkit dari duduknya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya. Kepalanya terasa berputar.

Ji Eul yang melihat Ahyeon terbangun langsung menghampirinya.

“kau sudah bangun??” tanya Ji Eul dengan nada khawatir.

“kepalaku” ucap Ahyeon sambil memegangi kepalanya.

“kau pasti merasa pusing. Berapa banyak yang kau minum eoh??!!” ucap Ji Eul.

Ahyeon melihat kesekelilingnya “kenapa kau bisa disini?”

“yaaa!!! Ada apa dengan mu?? Bagaimana kau bisa disini bersama Kai?”

“Kai??” Ahyeon memegangi kepalanya. Ia mencoba mengingat-ngingat kejadian sebelumnya.

“dimana dia? Bukankah tadi aku bersamanya??” tanya Ahyeon.

“kenapa kau malah mencarinya. Kau tau apa yang ia lakukan kepadamu!!”

Ahyeon menggeleng pelan. Ia bingung kenapa Ji Eul tiba-tiba saja marah kepadanya.

“ahh~ percuma saja. aku yakin saat ini kau belum sadar 100%. Setelah kau mengingat semuanya kau berhutang menceritakannya kepadaku. Arraso??” ucap Ji Eul.

“apa ada yang terjadi??” tanya Ahyeon.

“sebaiknya kita keluar dan melihat apa yang terjadi?”

Ji Eul lalu mengajak Ahyeon berdiri. Ahyeon menyampirkan tasnya. Ia lalu mulai mengikuti Ji Eul. Ji Eul masih memegangi sebelah tangan Ahyeon takut-takut jika yeoja itu terjatuh karena efek alkohol yang masih mempengaruhi kepalanya.

Sesampainya diluar….

“bajingan kau!!! berani-beraninya kau menyentuhnya!!!” ucap Baekhyun.

BUKKK..

Baekhyun meninju wajah Kai berkali-kali. Kali ini Kai tidak tinggal diam. Ia mendorong Baekhyun ke tanah. Kai menduduki perut Baekhyun dan meninju baekhyun berkali-kali. Ia bahkan sudah tidak peduli terhadap pandangan orang yang melihat kejadian ini.

BUKK

“kau yang bajingan!” ucap Kai. Ia mencengkram kerah Baekhyun kuat-kuat. Kai lalu melayangkan pukulannya berkali-kali kearah Baekhyun.

BUKK

Chanyeol dan Luhan menghentikan Kai. Mereka menarik Kai menjauh dari atas Baekhyun sedangkan Kris dan Sehun membantu Baekhyun berdiri. Kai terlihat memberontak saat Chanyeol dan Luhan menahannya.

“kau terpancing Byun Baekhyun!!… Kau marah karena foto itu hah!!.. Kau marah aku menyentuh Seorin!” ucap Kai.

“foto apa yang kau maksud??” tanya Seorin.

Tidak ada yang merespon seorin.

“yaa! foto apa yang kau maksud kai!!” ucap Seorin.

Kai lalu menarik tangannya dari cengkraman Luhan dan Chanyeol. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan menunjukan foto dirinya dan Seorin yang sedang ingin berciuman. Seorin membelalakan matanya. Ia tidak percaya yang ada difoto itu adalah dirinya.

“apa yang kau lakukan kepada ku!”

“tidak ada.. aku hanya ingin melihat reaksinya” ucap Kai sambil mengusap darah disudut bibirnya dengan punggung tangannya.

“hah!! Pukulannya ternyata lebih keras dari pada waktu itu” ledek Kai.

Baekhyun semakin mengepalkan tangannya. Jadi ini semua adalah jebakan Kai. Kai berjalan mendekat kearah Baekhyun. Ia lalu membersihkan jaket yang dipakai Baekhyun. Kai lalu memajukan wajahnya dan berbisik tepat ditelinga Baekhyun.

“reaksimu sungguh bagus hyung. Lihatlah kebelakang dia melihat semuanya” bisik Kai.

DEG

Entah kenapa Baekhyun merasa pacuan jantungnya semakin cepat. Ia bahkan tidak berani menoleh kebelakang. Baekhyun melirik sinis kearah kai. Kai menjauhkan tubuhnya dari Baekhyun.

“kau tidak rela jika Seorin ku sentuh bahkan kau juga tidak rela jika Ahyeon ku sentuh juga. Haa~”ucap Kai.

“tapi kenapa hari ini pukulanmu lebih sakit dari waktu itu ya? Apa kau lebih marah jika aku menyentuh Seorin” ledek Kai.

Baekhyun semakin tidak tahan dengan kelakuan Kai. Ia mendorong Kai sampai terjatuh. Baekhyun mulai meninju Kai tanpa ampun. Ia mengeluarkan semua rasa marah yang sudah ia pendam dari tadi. Kali ini Kai benar-benar keterlaluan.

Ahyeon yang sudah ada dibelakang Baekhyun dari tadi tidak bisa tinggal diam begitu saja.

“Hentikan!!!” ucap Ahyeon yang sambil berlari kearah Baekhyun. Ahyeon menarik Baekhyun kebelakang agar bisa menjauhi Kai.

“lepas!” tanpa Baekhyun sadari ia bahkan sudah mendorong Ahyeon sampai terjatuh. Baekhyun bermaksud agar Ahyeon melepas tangannya dari lengan Baekhyun. Akan tetapi Baekhyun tidak bisa mengendalikan tenaganya. Ia terlalu kuat mendorong Ahyeon ke belakang sehingga ahyeon ikut terjatuh.

“ahh!” rintih Ahyeon. Baekhyun reflek menoleh kearah Ahyeon. Semua pandangan langsung tertuju kepada Ahyeon dan Baekhyun. Terlebih lagi Seorin. Ia kaget dengan yang dilakukan Baekhyun.

“ahyeon” teriak Ji Eul. Ji Eul lalu menghampiri ahyeon dengan cepat. Sedangkan Baekhyun masih berdiri di tempatnya. Ia tidak percaya jika ia telah mendorong Ahyeon.

“neo gwenchana” ucap Ji Eul.

Sehun membantu Kai berdiri. Kai mengusap ujung bibirnya dengan punggung tangannya. Ia lalu menghampiri Ahyeon.

“kau tidak papa” ucap Kai. Kai lalu membantu Ahyeon berdiri.

“omo! Tanganmu?” ucap Ji Eul. Ji eul melihat tangan Ahyeon yang berdarah.

Melihat tangan Ahyeon yang berdarah Baekhyun segera menghampiri Ahyeon. Namun dengan cepat Kai menghalanginya.

“semuanya sudah jelas. Kau hanya akan menyakitinya” ucap Kai.

Kai lalu berbalik kearah Ahyeon. Ia lalu membuka jaketnya dan menyampirkannya ke bahu Ahyeon. Kai lalu membawa Ahyeon pergi. Saat kai membawanya pergi, Ahyeon sempat menoleh kearah Baekhyun dengan tatapan kecewanya. Ahyeon berharap yang sekarang membawanya pergi adalah seorang Byun Baekhyun.

Seorin menghampiri Baekhyun yang masih berdiri ditempatnya. Ia lalu menyentuh pundak baekhyun. Sejujurnya didalam hati Seorin ia sangat berterima kasih kepada Kai. Karena secara tidak langsung Kai telah membantunya memisahkan Ahyeon dan Baekhyun.

‘gomawo’ batin Seorin.

================

Apartemen Kai……

Kai sedang mengobati luka Ahyeon dengan serius. Bahkan Karena terlalu ia selalu mengabaikan pertanyaan Ahyeon yang melintas di pendengarannya.

“yaa! jawab aku?” ucap Ahyeon sambil menarik tangannya yang sedang diobati oleh kai.

Kai lalu menarik lagi tangan Ahyeon “bisakah kau diam sedikit? Ini tidak akan selesai jika kau selalu menarik tangan mu”

“jawab dulu pertanyaan ku. Kau sudah merencanakan ini dari awal kan??”

“……” kai diam. Ia masih saja tidak berniat menjawab semua pertanyaan Ahyeon sebelum ia menyelesaikan pekerjaannya.

“aku sudah lelah dengan semuanya. Ku rasa ia memang tidak bisa melupakan Seorin” ucap Ahyeon lirih.

“terkadang aku berfikir untuk mengahkiri saja semuanya. Melepas orang itu mungkin jalan yang terbaik” ucap Ahyeon.

“selesai..” ucap Kai. Setelah selesai memperban tangan Ahyeon ia kembali merapikan kotak P3K miliknya.

“gomawo” ucap Ahyeon sambil melihat tangannya yang terperban rapih oleh Kai.

“aku sengaja melakukannya” ucap Kai.

Ahyeon menoleh kearah Kai.

“apa cara ku salah?” tanya Kai.

Ahyeon mengangguk “sangat salah”.

“tapi? Jika tidak seperti ini kau tidak akan bisa melihat semua nya” ucap Kai.

“aku tau” ucap Ahyeon.

“lepaskan dia dan buka hatimu untuk yang lain?” ucap Kai.

Ahyeon menatap lekat manik hitam milik Kai. Jauh dipikirannya ia berfikir seribu kali dengan yang Kai katakan. ‘bukankah semuanya sudah jelas Jung Ahyeon? Baekhyun lebih berpihak kepada seorin ketimbang dirimu sendiri?’.

Tapi hati dan pikirannya tidak bisa berjalan dijalan yang sama. Secara logika memang sudah seharusnya Ahyeon melepas Baekhyun. Tapi hatinya,,, Entah kenapa melepaskan seorang Byun Baekhyun adalah hal terberat yang harus dilakukan bagi seorang Jung Ahyeon.

Ahyeon menatap wajah Kai lekat-lekat. Tangannya perlahan terulur menyentuh sudut bibir Kai yang lebam akibat pukulan Baekhyun.

“apa dia memukulmu terlalu keras?” ucap Ahyeon lembut.

Tangan Kai terangkat menyentuh tangan Ahyeon. Ahyeon terhenyak saat Kai menyentuh tangannya. Rasanya berbeda ketika Baekhyun yang menyentuhnya.

“aku menyukaimu Jung Ahyeon” ucap Kai pelan.

“tinggalkan Baekhyun dan aku akan menggantikannya dihatimu” sambung Kai.

Ahyeon masih mencerna perkataan Kai barusan. Namun di detik berikutnya tanpa persetujuan dari Ahyeon dengan cepat Kai menempelkan bibirnya di bibir Ahyeon. Ahyeon membelalakan matanya kaget.

Awalnya Kai hanya menempelkan bibirnya saja. Menunggu reaksi apa yang akan diberikan oleh yeoja yang ada dihadapannya saat ini. Diam… Ahyeon merasa otaknya terlalu lamban untuk mencerna apa yang dilakukan Kai saat ini. Apa ini karena pengaruh alkohol yang masih mempengaruhi pikirannya??. Kai seperti membuat waktu yang berjalan disekitarnya menjadi terhenti. Jantungnya serasa berdetak lebih cepat.

Merasa Ahyeon tidak melawannya, Kai mulai menggerakan bibirnya. Melumatnya lembut dan penuh perasaan. Sementara itu, Kai merasakan hal lain yang amat sangat menyiksanya. Kai merasa tubuhnya seakan bersinkronasi penuh nafsu untuk menyerang gadis polos di depan matanya itu.

‘jadi seperti ini rasanya menjadi seorang Byun Baekhyun’ batin Kai.

Kai semakin memejamkan matanya. Tangannya terulur meraih pinggang Ahyeon. Membawa dirinya lebih dekat dengan yeoja itu. Kai tidak akan menyisakan sedikit ruang antara dirinya dan Ahyeon saat ini. Perlahan tangan Kai mulai naik. Meraba dengan seduktif punggung Ahyeon yang sedikit terbuka karena gaun yang ia kenakan malam ini. Kai semakin dan semakin  memperdalam ciumannya.

Ia mulai menahan tengkuk belakang Ahyeon. Sulit bagi Kai saat ini untuk menahan sesuatu yang sudah bergejolak di tubuhnya dari tadi. Kai harus berusaha keras menahan setiap pergerakannya agar tidak membangunkan sesuatu yang ada di dalam tubuhnya karena sebuah ciuman.

Lama-kelamaan Ahyeon merasakan ada sesuatu yang berbeda. Rasanya berbeda ketika Baekhyun yang menciumnya. Ciuman Kai terasa lembut, hangat dan basah. Percaya atau tidak ahyeon benar-benar sulit mendiskripsikan perasaannya saat ini. Pergerakan yang diberikan Kai seakan mematikan seluruh saraf yang bekerja di otaknya.

‘apa yang ku lakukan??’ batinnya. Kesadarannya telah kembali. Bagaimana seorang Jung Ahyeon dapat terbawa suasana karena kai yang menciumnya. Hampir saja ia membalas ciuman dari Kai.

Setelah merasa otaknya dapat berjalan lagi Ahyeon langsung menjauh kan tubuh Kai. Ahyeon masih merasakan dengan jelas bibirnya yang masih basah karena Kai. Kai sadar dengan yang dilakukannya. Ia langsung membenarkan posisi duduknya.

Canggung..

Itulah yang dirasakan keduanya.

“maafkan aku… aku terlalu terbawa suasana” ucap Kai sambil memegang tengkuknya sendiri.

Ahyeon mencoba menormalkan detak jantungnya kembali. Mencoba mengatur nafasnya yang sempat berantakan tidak karuan.

Pipi keduanya terasa panas. Semburat merah muncul di wajah keduanya. Ahyeon merasa suasana ini terlalu memalukan.

Ddrrrttt….dddrrrtt…

Tiba-tiba ponsel Ahyeon bergetar di atas meja. Memecahkan suasana canggung diantara mereka.

Baekhyun oppa is calling

Kai melihat jelas tulisan yang terpampang jelas di ponsel Ahyeon. Ahyeon masih mendiamkan ponselnya yang berdering diatas meja. Kai melihat kearah Ahyeon. Menebak-menebak apakah Ahyeon akan mengangkatnya atau tidak.

Ahyeon mulai meraih ponselnya. Sejujurnya ia juga ragu. Bukankah Baekhyun sudah tidak peduli lagi?. Tapi hatinya mengatakan untuk menjawab panggilan dari baekhyun. Setelah beberapa saat Ahyeon memutuskan untuk menerima telfon dari Baekhyun. Kai memutar bola matanya nya kesal.

‘kenapa kau mengangkatnya’ batinnya.

“yeob…” ucap Ahyeon yang terhenti.

Kai mengambil paksa ponsel yang sedang digenggam oleh Ahyeon. Sementara diseberang sana Baekhyun belum mengetahui jika sekarang ponsel Ahyeon sedang ditangan Kai.

“kau dimana??” ucap Baekhyun.

“apa pedulimu??” ucap Kai sarkatis.

Baekhyun heran kenapa bukan suara Ahyeon yang terdengar. Ia melihat lagi kelayar ponselnya dan memastikan bahwa ia menghubungi orang yang benar.

“Kai??” ucap Baekhyun ragu-ragu.

“bukankah kau sudah tidak peduli lagi padanya? Untuk apa kau menghubunginya” ucap Kai.

Ahyeon tidak tahan dengan yang dilakukan Kai. Ia merasa Kai sudah masuk kedalam kehidupannya terlalu jauh. Ahyeon mencoba mengambil ponselnya lagi. Namun Kai menghalanginya.

“kembalikan” ucap Ahyeon.

Baekhyun dapat mendengar suara ahyeon dengan jelas.

“yaa! kembalikan ponselnya. Aku ingin bicara padanya” ucap Baekhyun kepada Kai.

“bicaralah dengan ku. Nanti akan kusampaikan pesan mu padanya” ucap Kai datar.

“kau ingin menghalangi ku” ucap Baekhyun.

“jika iya apa yang bisa kau lakukan? Hanya diam dan melihatnya pergi dengan namja lain?” sindir Kai.

Tidak ada balasan dari Baekhyun.

Dapat Kai rasakan kemenangan sekarang ada ditangannya. Langkahnya mendapatkan Ahyeon semakin dekat. Kai menyeringai puas karena ia bisa menemukan titik kelemahan Baekhyun.

“kenapa kau diam hyung?” ucap Kai lagi.

“kau sedang mencoba memancing amarah ku sekarang” ucap Baekhyun.

“dan sepertinya kau termakan pancingan ku” ucap Kai.

“apa maumu??” ucap Baekhyun.

“kembalilah ke Seorin dan lepaskan Ahyeon untuk ku. Mudah kan??” ucap Kai sambil tersenyum puas kearah Ahyeon. Ahyeon hanya bisa melempari Kai dengan tatapan yang mengatakan ‘apa-yang-kau-katakan!!’

“tidak akan!” ucap Baekhyun.

“kau masih bersih keras akan mempertahankannya. Baiklah. Jangan salahkan aku jika aku akan mengambilnya paksa dari mu” ucap Kai.

Kai lalu memutuskan sambungan telfonnya. Ia lalu mengembalikan ponsel itu kepada pemiliknya.

“kau puas??” ucap Ahyeon datar.

“belum.. selama kau belum jadi milikku aku tidak akan puas” ucap Kai

“kau fikir aku mainan yang bisa kalian oper kesiapa saja” ucap Ahyeon.

Kai hanya menatap datar kearah Ahyeon.

“kau sudah sangat keterlaluan Kai. Aku tau maksud mu baik. Tapi kau sudah sangat keterlaluan” ucap Ahyeon yang seraya berdiri.

“kau sudah mencampuri kehidupanku terlalu jauh dan aku mohon… hentikan sampai disini” ucap Ahyeon lagi.

Ahyeon lalu melangkahkan kakinya pergi. Kai mengeraskan rahangnya. Cukup sampai disini ia bisa menahannya. Kenapa Ahyeon tidak bisa membaca pikirannya? Untuk apa kembali kepada Baekhyun jika jelas-jelas Kai bisa memberikan lebih kepada Ahyeon.

‘apa harus kulakukan sekarang’ batin Kai. Tangannya terkepal kuat.

Baru saja Ahyeon akan membuka pintu apartemen milik Kai sebuah tangan kekar sudah menariknya kebelakang. Tarikannya membuat secara otomatis tubuh Ahyeon berbalik. Ahyeon terkejut melihat perubahan sikap Kai yang drastis. Rahang Kai yang menegeras pertanda ia sedang menahan amarahnya saat ini.

Ahyeon bergidik ngeri melihat ekspresi wajah Kai. Tatapan matanya begitu tajam. Kai segera mendorong tubuh Ahyeon kebelakang. Bisa Ahyeon rasakan dinginnya tembok menembus kulit punggungnya. Efek dorongan Kai membuat kepalanya mejadi sedikit pusing sekarang.

“aa..aa..apa yang mau kau la..lakukan?” ucap Ahyeon terbata-bata. Bisa kai dengar cara bicara Ahyeon saat ini. Nadanya terlihat ketakutan.

Kai mengunci tubuh Ahyeon dengan kedua tangannya. Ia lalu memajukan wajahnya dan berbisik tepat ditelinga Ahyeon.

“kau tau?? Saat ini hanya ada kita berdua di ruangan ini” ucap Kai. Ahyeon menggeliat, bisikan Kai mengeluakan efek desahan yang menggelitik bagian belakang telinganya.

“dengan pakaian mu malam ini kau semakin menggodaku nona Jung” bisik Kai seduktif. Ia mencoba menggoda yeoja yang ada didepannya.

Tatapannya yang tadinya berada disebelah wajah Ahyeon perlahan mulai turun menelusuri garis wajah yeoja itu.  Terus turun hingga menatap leher yeoja itu.

“kau begitu menggoda baby” ucap Kai. Ahyeon hanya bisa menahan nafasnya saat merasakan deruan nafas Kai yang menerpa lehernya. Hangat..

“Akh!”

Ahyeon memekik saat Kai menggigit lehernya. Menjilatnya lembut, dan sesekali menghisapnya kuat. Meninggalkan bercak merah kebiruan. Kai tersenyum puas dalam hati saat mendengar desahan demi desahan yang keluar dari mulut Ahyeon. Sexy.

Kai menjauhkan wajahnya dari leher Ahyeon untuk menatap yeoja itu dengan senyuman smirknya sebentar, sebelum dia kembali melanjutkan aksinya. Demi apapun! Ahyeon ingin segera menjauhkan tubuh Kai dari hadapannya. Ia berdoa dalam hatinya agar ada yang bisa menyelamatkannya sebelum Kai melakukan sesuatu dirinya.

Senyuman muncul lagi menghiasi wajah Kai yang tampan. Dia memandangi Ahyeon lama sekali, sampai entah apa yang merasuki tubuhnya hingga perlahan dia mendekatkan bibirnya ke bibir Ahyeon, mencium bibir gadis itu dengan sangat lembut. Kai masih dapat menahan nafsu nya untuk saat ini.

Kai melepaskan ciumannya dengan Ahyeon. Tidak bagus jika ia melakukannya ditempat ini. Kai lalu menarik paksa tangan Ahyeon menuju kamarnya. Sesampainya dikamar Kai, Kai langasung melepaskan cengkramannya dari tangan Ahyeon. Ahyeon hanya dapat memegangi lengannya yang telah di cengkram oleh Kai begitu kuat. Kai menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Ahyeon hanya melongos yang dilakukan Kai.

“k..kk..kenapa kau menutup pintunya?” ucap Ahyeon.

Kai mengeluarkan smirk evilnya. Ia berjalan maju kearah Ahyeon sambil membuka kaosnya dan melemparnya kesudut ruangan. Ahyeon yang merasa ketakutan secara otomatis membuat kakinya melangkah mundur kebelakang.

“ke..kenapa kau melepas bajumu” ucap Ahyeon.

Ahyeon tertegun melihat pemandangan didepannya. Dapat ia lihat jelas dengann warna kulit Kai yang seksi dengan abs nya yang hampir sempurna terbentuk. Dengan rambut Kai yang sedikit berantakan semakin menambah nilai keseksian dari seorang Kai.

“bukankah kau akan menyukai ini” ucap Kai.

Kai semakin mendekatkan langkahnya. Ahyeon yang semakin mundur kebelakang tanpa ia sadari kaki nya telah terpojok oleh tempat tidur milik Kai yang ukurannya bisa dibilang cukup besar.

Kai mendorong pelan tubuh Ahyeon keatas tempat tidurnya. Walaupun hanya dorongan yang terbilang cukup pelan tapi itu membuat dampak yang besar untuk Ahyeon. Ahyeon tidak bisa menjaga keseimbangannya tubuhnya sehingga ia terduduk diatas tempat tidur Kai.

Kai menyeringai puas melihat yeoja yang tidak berdaya ada didepannya.

“jangan takut baby, aku akan melakukannya dengan pelan” ucap Kai dengan nafas beratnya.

Perilaku Kai yang didepannya semakin membuat Ahyeon sulit untuk menelan ludahnya sendiri. Tubuhnya terasa panas dan perlahan keringat dipelipisnya mulai turun membasahi dahinya. Kai mulai merangkak naik keatas tempat tidurnya. Sedangkan Ahyeon hanya bisa terus memundurkan tubuhnya kebelakang.

Dengan sigap Kai menarik sebelah tangan Ahyeon sehingga membuat pemiliknya tertarik kearahnya. Ahyeon sangat terkejut. Ia bahkan tidak akan bisa memprediksi hal apa yang akan terjadi padanya setelah ini.

‘aku harus kabur’ batinnya.

Ahyeon berusaha mengumpulkan keberaniannya saat ini. Dengan sigap ia langsung menggigit tangan Kai yang sedang mencengkram tangannya.

“AKHH!!” teriak Kai.

Ahyeon langsung mendorong tubuh Kai kebelakang. Baru saja Ahyeon akan beranjak berdiri tapi sepertinya tindakan Kai lebih cepat dari dirinya. Kai langsung menarik tangan Ahyeon lagi dan menghempaskan Ahyeon ketempat tidurnya. Kai langsung bergerak cepat. Ia langsung menindih tubuh Ahyeon dan menguncinya.

“jadi kau suka menggigit ya.. baiklah jika itu mau mu baby” ucap Kai dengan seringaiannya.

Dengan cepat Kai mengunci bibir mungil Ahyeon. Tangan Kai memeluk tubuh gadis itu, begitu erat. Hingga Ahyeon sama sekali tidak diberi kesempatan untuk bergerak sedikitpun. Kai terus melumat bibir Ahyeon, tidak lama karena bibir nakal pria itu sudah mulai berani menggigit bibir bawah Ahyeon, membuat Ahyeon mendesah dan secara otomatis membuka bibirnya.

Lidah Kai langsung masuk, bergerilya menjejali setiap rongga mulut Ahyeon, satu sudut pun tak dilewatkan olehnya. Ketakutan Ahyeon yang tadi membesar perlahan-lahan mereda berkat sentuhan ‘mematikan’ Kai di tubuhnya.

‘sial!!’ maki Ahyeon dalam hati untuk dirinya sendiri.

Ciuman Kai terus turun hingga ke leher Ahyeon. Kai berniat akan menambah jumlah tanda kepemilikannya di leher Ahyeon.

“AKH!“ Ahyeon menjerit karena Kai menggigit lehernya sangat keras.

Kai tersenyum menang—smirk— pada Ahyeon. Mulutnya kemudian beralih kearah telinga Ahyeon, menghembuskan napasnya beberapa kali di cuping telinga hingga membuat tubuh ahyeon menggelinjang entah untuk yang keberapa kali di malam itu.

“Ahh~ henti.. kan”

“Salah sendiri. Kau menggigit tanganku. Sekarang rasakan pembalasanku, Nona Jung” bisik Kai, lalu kedua tangannya mulai bergerak dibahu Ahyeon, bersiap untuk menurunkan tali gaun biru tua Ahyeon yang entah kenapa sangat ingin Kai musnahkan sejak tadi.

Sambil menurunkan tali gaun milik Ahyeon Kai langsung melumat bibir Ahyeon ganas. Ahyeon masih berusaha menjaga jarak tubuhnya dengan Kai. Ia sedikit menahan tubuh Kai yang berada diatas nya dengan tangannya yang diletakan didada bidang milik Kai.

Tangan Ahyeon bergerak menjalar ke bahu Kai menciptakan sensasi tersendiri bagi Kai. Masih dengan maksud yang sama, Ahyeon berusaha menjauhkan tubuh Kai dari atasnya.

Ia berusaha mendorong bahu namja itu. Ahyeon merasa ciuman Kai telah menghabisi oksigen yang berada didalam tubuhnya. Mengerti akan maksud Ahyeon Kai pun melepaskan kembali pertautan bibirnya dari yeoja yang berada dibawahnya.

Bibir Kai kembali bergerak. Dimulai dari pelipis, tulang pipi, dan berahkir di leher Ahyeon. Ahyeon meremas bahu Kai kuat, matanya terpejam erat berusaha mengendalikan dirinya yang hampir gila karena sentuhan pemuda itu.

Kai menggigit leher Ahyeon, membuat lebih banyak tanda kepemilikan di tubuhnya. Seolah-olah jika saja bisa, ia ingin mengatakan secara tak langsung bahwa yeoja yang berada di bawahnya adalah hanya miliknya.

“kau hanya milikku malam ini Jung Ahyeon” ucap Kai.

TBC……

Wkwkwkwk :D lagi serius yaa??? maaf bagian bawahnya jadi kayak gini? Otak aku kayaknya udah mulai error gara-gara Kai XD

136 responses to “You Should Be Mine [Chapter 5]

  1. waaaah kai benar2gila masa mau lakuin t
    iti ke ahyeon gimana nasib baekhyun
    lanjut bc chap selanjutnya penasaran

  2. Kaiiiiii kamu licik sekali beb /lanjutkan/
    itu Kai kayaknya hoby banget yah ganggu kegiatan Luhan sama Ji eul hahahaha.

    oh chidakkkkkk! Kai apa yang kamu lakukan? plisss jangan khilaf bang, ingat aku istrimu #plak.
    jangan blg Kai akan ngelakuin ‘itu’ sama Ahyeon.

  3. si Baekhyun jangan Php donk !! kasihan kan si ahyeon !! gua mah i dont care ama si seorin ^^
    bagian akhir cuma bisa bol nafas keluarkan !!! haaah ~~ #kyak orang nglahirin aja dh

  4. anjiir, saat ada tulisan tbc gue langsung narik napas dalam dalam haha. itu kai beneran mau ngelakuin anu? tahan nafsumu baby wkwk

  5. AKHHHH BAEKHYUN MANAA
    😭😭😭😭😭😭😭 THORRR BAEKHYUN MANA 😭😭😭😭😭😭 KAI KOK JAHAT THORR
    ADUH NGAK TEGAA
    KOK KAI SAMA SEORIN JADI PHOO SIH ???

  6. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo·

  7. Akhhhhhhj Kaiii jngan jahat sma ahyeon…..
    Klo Ahyeon benci km gmn nahhhhh hayoooooo pleaseeeeeeee
    Wlpun aq suka Couple Kai Ahyeon tp cara kai slah wlpun aq suka sishhh alurnya heheheheheh #senyumevile wkwkwkwkwkkw
    Ayoooooooo mslah itu add d Baekhyunnnnn dy hrus mau milih

  8. Astaga ne jidat sah nekuk aze bacanya..eh malah tbc..

    Seru abis,kai cwo bgt..wlo pin hrs berantem ma baekhyun gpp dah yang penting bs dapetin ahyeon…keren suka ma perjuangan kai meski hrs norak n licik hahhaha..

    Semangat kai..aq mendukungmu..

    Hahahha

    Next yak..

  9. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog·

  10. kai norakkk…ampunn dehh !!
    authorr nim ralat..ternyata ini the first time i read this story…
    cast dulu sama2 sehh makanya otak radak bingung hahahah..
    thiss so awesome..
    jinjjjjaaaa daebak

  11. Bangqe adeganya terlagu vulgar :3,ini yg buat terlalu kbwa nafsu keknya,sbel bnget, walaupun gw suka baca FF tapi gw bnci ada adegan yg kek gtu,dri awal sih mnarik tapi smpek sni oh ya ampun

  12. Kai licih bgt ya ampoon, kenapa kai sma seorin jdi pho deh? Sebel sndri kkk
    kasian tauu baekhyun jdi dimanfaatin gtu dipancing” gtu sma kai yg egois sndri maunya enk doang/?*curhat.. intinya shi ceritanya makin menggila atau jgn” authornya nih yaa yg menggila”in kai/? Hehee candaa, lanjut ya thor>>>

  13. kai licik yaa kasian baekhyun dimanfaatin dipancing” sma kai yg egois mau enaknya doang/? Hehee.. pokonya kai sma seorin tuh kya pho ya jahat bgt, okelah lanjut ya thor>>>

  14. disini kai terliat jahat tapi baekhyun terlalu egois gak tegas milih yang mana jadi dukung kai meskipun caranya salah

  15. waaaah kai benar2gila masa mau lakuin
    itu ke ahyeon gimana nasib baekhyun
    lanjut baca chap selanjutnya penasaran

  16. heol!!mrk msh anak SMA kan?!*geleng2*
    kai kerasukan sepertinya..wkwkwkwk…smoga gk trjadi yg tdk di inginkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s