[Freelance] First Snow In December (Chapter 8)

20130405131522

Cast :Song Jongki

        Kim So eun as Kim Yoo Jin

        Jung Ill woo as Kevin Jung

Other Cast : Lee Seung Ki

                  Song Seung Hun 

Rating : PG-17

Genre : Romance, Friendship

Author : Vinna Karnawiredja

NO BASHING, NO SILENT READER, NO PLAGIATOR

 

            Dengan secepat kilat, Jongki dan Seungki melajukan mobilnya ke tempat yang mungkin didatangi Kevin. Pertama-tama Seungki menuju kantor Kevin tapi ia tak dapat menemukan Kevin disana. Kemudian ia mencari ke apartemen Kevin dan hasilnya sama. Sementara itu Jongki pergi ke apartemen Yoo Jin tapi ia juga tak dapat menemukan Kevin. Akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk mencari Kevin ke rumah yang baru dibangunnya untuk Yoo Jin.

 

             Tak lama mereka berdua pun bertemu di depan pintu gerbang. Sesaat  Jongki tertegun saat melihat rumah itu, ia dapat melihat ketulusan dan cinta dari design rumahnya. Jongki sadar seberapa besarnya cinta Kevin untuk Yoo Jin. 

            “Jongki ssi ada apa?” tanya Seungki tiba-tiba dan membuat Jongki sadar dari lamunanya. 

            “tidak apa. ayo kita masuk” sahutnya pelan

Seungki dan Jongki pun berjalan menuju gerbang rumah. Mereka terkejut saat melihat gerbang rumah dalam keadaan terbuka. Saat itu mereka saling berpandangan dan langsung berlari ke dalam rumah.

 

     Seperti dugaan mereka pintu depan pun dalam keadaan tidak terkunci. Mereka pun melangkah masuk ke dalam sambil berteriak memanggil nama Kevin. Mereka berpencar dan mencari ke seluruh ruangan di dalam rumah itu. Saat seungki membuka pintu kamar mandi yang terletak di dalam kamar utama, ia sangat terkejut karena menemukan Kevin yang sudah tak berdaya dan bersimbah darah di dalam bath up. Perlahan –lahan Seungki mengeluarkan tubuh Kevin dari dalam bathup dan memeriksa nafasnya. dia masih bernapas, tapi keadaannya sungguh membuat hati Seungki miris. Wajahnya yang pucat, tubuhnya yang basah kuyup, dan darah yang banyak mengalir keluar dari pergelangan tangannya. Seungki tak habis pikir kenapa sahabatnya melakukan hal bodoh seperti ini hanya karena seorang wanita.

             “Kevin ah, Kevin ah…apa kau bisa mendengarku?” 

Tak ada jawaban dari Kevin, dan itu membuat Seungki panik, kemudian ia berteriak memanggil Jongki

             “JONGKIssi…KEVIN ADA DISINI. CEPATKEMARI…CEPAT”

 

     Jongki yang sedang mencari di belakang rumah pun terkejut mendengar teriakan Seungki yang berasal dari kamar utama. Kemudian dengan secepat kilat ia menuju kamar. Dan Jongki sangat terkejut sekaligus syok melihat kevin dalam keadaan sekarat disana. Jongki melihat air di bath up yang sudah berwarna merah, dan banyak darah segar yang berceceran di lantai kamar mandi. Ia dapat melihat kalau Kevin mencoba membunuh dirinya sendiri dengan memotong urat nadi di tangannya. Wajahnya pucat seperti mayat. Demi Tuhan kenapa Kevin melakukan hal bodoh seperti ini? sebesar itukah rasa cintanya untuk Yoo Jin? Beribu pertanyaan berkecamuk di pikirannya.  

 

     Seungki menopang tubuh Kevin di pangkuannya dan menangis melihat keadaan sahabat baiknya itu. Dengan insting dokternya, Jongki kemudian memeriksa Kevin yang ternyata masih hidup itu. Kondisinya memang sudah sangat kritis, tapi tak ada salahnya untuk mencoba menyelamatkannya selama ia masih bernapa, walau Jongki tahu kalau kemungkinan Kevin selamat hampir tidak ada. ia kemudian menghela napas dan berkata

            “Dia masih hidup.Seungki ssi cepat panggil ambulan. Kita harus bisa menyelamatkannya.”

Seungki pun mengangguk,dan ia mencoba untuk bangkit. Tapi tangan Kevin menahannya. Mereka berdua pun terkejut. Kevin membuka matanya dan memandang mereka berdua dengan tatapan lemah. Kemudian ia bicara dengan sisa tenaga yang ia miliki.

            “jangan lakukan. ini adalah pilihanku” ucapnya

             Seungki menangis “apa kau gila? Apa kau sudah tidak waras?” teriaknya.

            “Kevin ssi dengar ini bukan apa yang diinginkan oleh Yoo Jin. Kenapa kau melakukan hal sebodoh ini” timpal Jongki

            Kevin tersenyum lemah “aku hanya ingin Yoo Jin tetap hidup. Jongki ssi berjanjilah padaku kalau kau akan menyelamatkannya. Berikan jantungku pada Yoo Jin dan selamatkan dia”

Jongki dan Seungki pun semakin miris mendengarnya. Airmata sudah membasahi wajah mereka. Hening beberapa saat sampai akhirnya Jongki terpaksa mengangguk. Ia tak menyangka kalau cinta Kevin begitu besar untuk Yoo Jin sampai ia rela mengorbankan dirinya sendiri

             “terimakasih Jongki ssi. Setelah kepergianku kau harus bisa menjaganya, dan membuatnya bahagia. Yoo Jin mencintaimu, dan aku yakin dia bisa bahagia bersamamu” 

            “tidak Kevin ssi  kau salah. Yoo Jin mencintaimu. Dia sudah menolakku, dan dia bilang pria yang sekarang ada di hatinya adalah kau bukan aku. Tapi kenapa kau meninggalkan Yoo Jin dengan cara seperti ini? apa kau pikir dia akan bahagia kalau mengetahui kau berkorban untuknnya? apa yang harus aku jawab jika dia bertanya tentangmu padaku?”

            Kevin tersenyum. Apa yang dikatakan Jongki membuatnya tidak pernah menyesal karena mengorbankan dirinya untuk Yoo Jin. Setidaknya ia tahu kalau yoo jin mencintainya. Kemudian ia menatap Jongki dan berbicara dengan kata-kata yang hampir tak terdengar

            “jangan katakan padanya kalau aku yang mendonorkan jantungku. Katakan saja kalau aku kembali ke Kanada dan membatalkan pernikahan. katakan padanya kalau aku tak akan pernah kembali padanya, karena aku sudah lelah. Biarlah dia mengira aku pria brengsek. Apa kau mengerti”

            Seungki menjadi sedikit emosi setelah mendengar hal itu “Kevin ah…kau benar-benar sudah gila. Bahkan setelah kau banyak berkorban kau malah ingin Yoo Jin menganggapmu pria brengsek. kau benar-benar bodoh”

            Kevin melihat sahabatnya itu dan tersenyum “maafkan aku Seungki ah. Aku memang sahabatmu yang bodoh, aku bahkan tidak bisa menepati janjiku untuk menjadi pendamping pria saat kau menikah nanti. Maaf”

Seungki semakin tenggelam dalam tangisannya begitupula Jongki. 

Tiba-tiba tubuh Kevin kejang-kejang dan membuat mereka berdua panik. kemudian Kevin menutup matanya dan pergi dengan tenang.

            “Kevin ah…Kevin ah …sadarlah kumahan sadarlah” Jongki memeriksa denyut nadi, nafas, dan juga detak jantung Kevin. Tapi tidak ada tanda-tanda kalau Kevin masih hidup. Jongki kemudian melihat Seungki dan menggeleng lemah.

Seungki yang sadar kalau sahabat baiknya itu telahpergi untuk selamanya langsung lemas. Seluruh aliran darahnya serasa beku, Kemudian ia menari-narik tubuh kevin sambil berteriak

             “KEVIN ah…KAUTIDAK BOLEH MATI SEPERTI INI…TIDAK BOLEH…KUMOHON BUKA MATAMU. KEVIN ah…TIDAAAK”

 

 

***

 

 

            Kevin berdiri di depan pintu gerbang rumah yang ia bangun untuk Yoo Jin. Atap rumah itu sudah tertutupi salju, begitupun juga dengan halaman dan sebuah ayunan yang ada disitu. Semua menjadi serba putih karena tumpukan salju. Kevin melihat jam ditangannya ia melihat waktu menunjukan pukul 7 pagi. Udara saat itu mencapai minus 4 derajat celcius. Kemudian kevin mengambil ponsel di saku celananya dan memencet angka 2. Terdengar suara sambungan telepon, dan beberapa detik kemudian suara seorang pria terdengar menjawab telepon

            “yeobuseo”

             “Seungki ah. Apa kau sedang sibuk?”

            “tidak, aku baru akan berangkat ke kantor. Tapi kenapa kau meneleponku jam segini? Padahal kita bisa bertemu di kantor”

             “aku mungkin tidak bisa masuk kerja hari ini”

            “ah aku mengerti, pasti kau sedang menunggu Yoo Jin di rumah sakit”

            “kau benar, aku harus menunggu Yoo Jin saat ini”

            “baiklah aku mengerti. tapi apa yang ingin kau katakan padaku?”

            “Seungki ah, berjanjilah kalau kau akan hidup dengan baik”

            “kau ini bicara apa? Aneh sekali”

            “bukankah kau akan menikah dalam waktu dekat? Kau harus bahagia”
“yaa…apa kau sedang sakit?”

             “tidak. Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?”

            “baiklah, aku akan bahagia. Kau puas”

            “puas sekali…oh ya aku juga ingin minta maaf jika aku pernah menyakitimu”

            “kurasa kau benar-benar sudah gila.”

            Kevin tertawa, dan Seungki dapat mendengarnya “kau benar sahabatmu ini memang sudah gila. Kalau begitu aku tutup dulu”

 

             Kevin menutup teleponnya dan memasukan ponselnya kembali ke dalam saku. Kemudian kevin melangkah memasuki rumah dan mengingat saat ia membawa Yoo Jin ke rumah itu beberapa hari yang lalu. ia ingat tawa dan senyum Yoo Jin saat itu, ia ingat bagaimana ekspresi wajahnya yang terkejut saat ia mengatakan kalau rumah ini sengaja ia bangun untuknya, ia juga ingat saat ia melamar Yoo Jin di ruang tengah. Tapi sekarang wanita yang ia cintai itu tengah berjuang melawan maut, hidupnya kini hanya ditopang oleh alat-alat medis yang menyakitkan dan menyiksa itu. Hatinya sakit, sakit sekali.Ssebutir airmata membasahi wajahnya, kemudian ia mengusap butiran airmata itu dengan tangannya.

 

            Kevin berjalan menuju dapur. Ia tampak memandang sekeliling, sampai akhirnya pandangannya berhenti pada sebuah benda yang dicarinya. Dengan perlahan-lahan ia mengambil benda itu kemudian membawa benda itu bersamanya. Ia terus melangkah masuk ke dalam. Kali ini ia masuk ke kamar utama yang menghadap sungai. Selama beberapa detik ia berdiri di hadapan jendela dan menatap sungai yang airnya telah membeku itu. “Jika aku masuk kedalam sungai itu mungkin kematianku tidak akan terlalu menyakitkan, tetapi apa jantungku akan baik-baik saja? Tidak, mungkin jantungku akan membeku dan tidak bisa di donorkan untuk Yoo Jin” katanya pada dirinya sendiri.

 

            Ia tahu dirinya sudah gila. Ia sudah berpikir tentang hal ini semalaman saat menemani Yoo Jin di ruang ICU. Melihat gadis itu lemah ta kberdaya dan tinggal menunggu hari untuk pergi membuat hatinya amat sangat terluka. Yoo Jin masih terlalu muda untuk menerima ini, ia masih memiliki banyak impian yang belum diraihnya. Kevin tahu itu. Dan ia juga tahu kalau gadis itu masih memiliki sedikit perasaan untuk sahabat baiknya. Yah mungkinakan lebih baik bagi Yoo Jin untuk bersama Jongki daripada bersamanya. Ia percaya kalau Jongki pasti akan membahagiakan Yoo Jin. Kevin cukup merasa puas dan bahagia karena ia akan selalu disamping Yoo Jin dan menjadi bagian dalam diri gadis itu , karena yoo jin akan menggunakan jantungnya selama sisa hidupnya. Ya ia sudah puas hanya dengan hal itu, ia tak akan menyesal dengan keputusannya

 

            Kevin menarik nafas dan menghembuskannya. Kemudian ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan membuka shower air dengan maksimal. Ia masuk ke dalam bathup dan duduk disana. Seluruh tubuhnya menjadi basah kuyup. Perlahan-lahan ia menutup matanya dan memotong nadinya dengan pisau yang dibawanya. Darah segar langsung mengalir membasahi lantai kamar mandi dan juga bathup. Kevin merasakan sakit yang luar biasa, tubuhnya menjadi lemah dan seluruh tenaga yang ia miliki seolah-olah langsung menghilang. Kemudian sebelum kesadarannya hilang  ia dapat mendengar langkah kaki beberapa orang yang mulai mendekat, ia juga dapat mendengar suara seseorang yang memanggil namanya.

 

 

***

12 responses to “[Freelance] First Snow In December (Chapter 8)

  1. Sedih bnget baca.y ,… ;(
    gemana reaksi yojin lau tau yg donorin jntung.y adalah kevin..?pasti sdih banget …
    Chapter 7 nya mana yahh ??
    Tetap smangat buat ff.y …

  2. Part Ĭηĭ juga sedih bangettt…. (-̩̩̩⌣́_⌣̀-̩̩̩)

    Kevin bener2 mencintai yojin dengan tulus….
    Aknkah pengorbanannya_bener2 terjadi atau kevin masih ϐïśª di selamatkan????

    Lalu bagaiman reaksi yojin_jika memng kevin bener2 menjadi pendonornya….

    Next partnya di tunggu… 🙂

  3. sungguh…pengorbanan kevin buat ku terharu.
    memang…cinta bisa membuat semuax mnjadi mungkin bahkan menjadi gila sekali pun.
    nah…skrg gmina ama songki dan yoo jin????
    penasaran bgt ma next partnya.
    makasie yaa chingu…
    keep fighting…

  4. mwoya?? kevin oppa bnr2 bunuh diri???
    gak nyangka bgt sma perjuangan kevin oppa…
    😥 😥
    dya rela berkorban buat yeojanya…
    hikshikshiks…
    terharu bgt…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s