You Should Be Mine [Chapter 11]

fanfiction 21

 

Title : You Should Be Mine [Chapter 11]

Author: J.A.Y

Genre: Romance, school life

Main Cast:
1. EXO-K Kai
2. EXO-K Baekhyun
3. Jung Ahyeon (OC)
4. Shin Seorin (OC)

Support Cast:
1. EXO-M Luhan
2. Han Ji Eul (OC)

Rating: PG-17

Length: 4,821 word

Disclaimer : FF ini milik saya! Dilarang keras mengcopy paste/plagiat FF ini. Ini FF pertama yang author buat. Jadi mungkin jika ada kekurangan tolong tinggalkan komentar agar author bisa mengkoreksi letak kesalahan nya dimana aja.

Bagi yang belum baca part sebelumnya bisa lihat disini 

[Chapter 1] [Chapter 2] [Chapter 3] [Chapter 4] [Chapter 5] [Chapter 6] [Chapter 6/FAILED] [Chapter 7] [Chapter 8] [Chapter 9] [Chapter 10]

Happy Reading ^^

***********

You clearly are there, you still remain there just the same
I remember the pictures that I forgot all this time, small tremblings gush out of my body
It’s a bit sad that I can’t go back to those times
How much did you change while the clock’s springs were turning
I turned the last page that is written about you
But I have no courage to read it, I will erase the sad words
Our story is not be over
Because we will meet again

[Preview]

“dia cantik” ucap salah satu anak itu.

“tentu saja” ucap Baekhyun.

“aku mau bermain dengannya” ucap anak itu yang sudah ingin berlari menghampiri Ahyeon.

“yaa! tidak boleh. Bermainlah dengan ku” ucap Baekhyun yang langsung menarik tubuh anak kecil itu.

“tidak mau” ucap anak kecil itu sambil menjulurkan lidahnya kearah Baekhyun.

Baekhyun melongos melihat anak itu. Anak-anak ini benar-benar nakal. Ia lalu segera berdiri dan mengambil bola yang ada ditangan anak kecil yang satunya.

“hey dengar kan hyung. Kalian bermainlah dengan ku dengan ini. Tiga lawan satu. Jika kalian menang kalian boleh bermain dengan noona itu” tantang Baekhyun.

Ahyeon yang mendengar itu hanya mendengus kesal. Bagaimana Baekhyun bisa mengajari anak sekecil itu dengan taruhan konyol yang dibuatnya. Taruhan macam apa itu. Apa ia tidak ingat berapa usia nya sekarang? Sifat nya sekarang bahkan hampir setara dengan usia anak berumur 13 tahun.

“baiklah” ucap salah satu anak itu.

[Preview End]

Nyonya Jung hanya menggeram kesal didalam kamar Ahyeon. Ia baru saja selesai menaruh segala keperluan yang akan Ahyeon gunakan besok malam. Tapi tiba-tiba saja Ahyeon mengabarinya bahwa ia akan pulang terlambat karena tambahan pelajaran di kelas nya. Namun bukan itu yang sebenarnya membuatnya kesal. Ia kesal karena putrinya sekarang sudah berani membohonginya.

*Flashback

Sebelum pulang kerumah tadi nyonya Jung tanpa sengaja lewat didepan sekolah Ahyeon. Tepat saat kedatangan nya, ia melihat murid-murid Cheungdam High School sudah saling berhamburan keluar gerbang sekolah. Nyonya Jung memperhatikan satu persatu murid yang Cheungdam, berharap kalau Ahyeon berada diantaranya.

Nyonya jung berfikir ada baiknya jika ia sekalian mengajak putrinya pulang bersama. Sampai hingga keadaan sekolah yang mulai sepi nyonya Jung masih saja belum menemukan Ahyeon. Semenit kemudian nyonya Jung menerima pesan singkat dari anaknya.

Eomma,,, aku akan pulang terlambat hari ini. Lee Songsaenim mengadakan pelajaran tambahan dikelas ku.

Ia ahkirnya memutuskan untuk turun dari mobilnya dan bertanya pada salah satu siswa yang melintas didepannya.

“chogio bisakah aku bertanya?” tanya nyonya Jung.

“ne, tentu saja”

“apa semua siswa disini sudah diperbolehkan pulang?”

“ne, kami semua sudah diperbolehkan pulang”

“apa ada pelajaran tambahan untuk kelas khusus disini?”

“umm,, ku fikir tidak ada. Hari ini tidak ada kelas tambahan apapun untuk kelas khusus”

“ahh, begitu ya, kalau begitu gamshamnida”

“ne, cheonmayo”

Murid tadi pun berlalu dari hadapan nyonya Jung.

‘sejak kapan kau belajar berbohong Jung Ahyeon’ batinnya.

*flashback End

Sementara itu….

“yaaaa!! Lihat! Kalian bertiga kalah hahaha” ucap Baekhyun kegirangan.

Setelah 30 menit bermain dengan tiga anak kecil yang menjadi lawan permainannya ahkirnya Baekhyun berhasil memenangkan permainan ini. Skor dimenangkan Baekhyun dengan 2-1. Tentu saja permainan ini sangat mudah bagi Baekhyun. Mengingat lawannya yang seperti kurcaci-kurcaci kecil, ia tidak perlu membuang tenaga nya terlalu banyak.

“kau lihat kan? Aku menang” teriak Baekhyun dari kejauhan kepada Ahyeon.

Ahyeon hanya terkekeh melihat Baekhyun. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku Baekhyun yang kekanak-kanakan.

Ahyeon segera menghampiri Baekhyun bersama tiga anak kecil lainnya. Tidak lebih tepatnya Ahyeon menghampiri ketiga anak kecil tersebut. Ia lalu mensejajarkan tinggi nya dengan ketiga anak itu.

“tidak papa kalian sudah berusaha” ucap Ahyeon sambil mengacak-ngacak pelan rambut salah satu anak itu.

Baekhyun yang melihat itu merasa iri karena Ahyeon lebih memperhatikan ketiga anak itu daripada dirinya.

“yaa! mana ucapan selamat untuk ku?” ucap Baekhyun.

Ahyeon berpura-pura tidak mendengar. Ia justru sibuk mengajak bercanda anak-anak itu sambil mencubit pipi salah satu dari mereka.

“aigooo~ kau lucu sekali, siapa nama mu?” tanya Ahyeon.

“Choneun Yang Jongmin imnida” ucap anak dengan nada yang benar-benar membuat Ahyeon semakin gemas.

“aigooo!! Neomu kyeopta” ucap Ahyeon sambil mencubit kedua pipi Jongmin.

Baekhyun merasa sangat terbaikan oleh Ahyeon. Ia pun berbalik dan pergi ketempat duduk yang tadi ia duduki bersama Ahyeon. See? Sangat kenak-kanakan.

Ahyeon merasa Baekhyun sudah tidak lagi dibelakangnya sekarang. Ia melihat kebelakang dan sudah mendapati Baekhyun yang tengah memunggunginya sekarang. Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Apa ia membuat Baekhyun cemburu?

Ahyeon kemudian berdiri dan akan menghampiri Baekhyun. Tapi salah satu dari ketiga anak itu menahan tangan Ahyeon.

“noona ingin kemana?”

Ahyeon tersenyum mendengar itu “noona akan pergi ke ahjussi yang sedang duduk disana” ucapnya sambil menunjuk dimana Baekhyun berada.

“biarkan saja ahjussi itu bermain sendiri, noona bermainlah bersama kami”

Ahyeon benar-benar tidak tahan melihat tingkah mereka yang begitu menggemaskan. Jika Baekhyun tidak cemburu seperti itu mungkin ia akan lebih memilih bersama ketiga anak ini sekarang.

“nanti ya, setelah noona mengurusi ahjussi itu” ucap Ahyeon sambil tersenyum kearah mereka.

Mendengar nya ketiga anak itu langsung memurungkan wajah mereka bersamaan. Ahyeon benar-benar tidak tega melihat nya.

“aigoo, jangan seperti itu, kapan-kapan noona akan kemari lagi dan bermain bersama kalian?” ucap Ahyeon.

“benarkah?”

Ahyeon pun mengangguk mengiyakan ketiga anak itu.

“sekarang apa noona boleh menghampiri ahjussi itu disana?”

“ne” ucap mereka bersamaan.

Ahyeon pun langsung menghampiri Baekhyun. Ia lalu duduk disamping Baekhyun yang masih memakai wajah datarnya.

“oppa..”

Tidak ada respon dari Baekhyun. Ahyeon menghela nafasnya. Hanya ada satu cara yang bisa membuat hati Baekhyun menjadi lunak kembali.

“oohh! Bukankah itu penjual es krim” ucap Ahyeon dengan antusias.

“kurasa akan enak jika membeli yang rasa strawberry… oppa kau mau??”

Baekhyun hanya melirik sekilas ke Ahyeon. Sedangkan yang dilirik hanya menaikkan kedua bahunya. Gadis itu lalu bangkit dari duduknya. Ia yakin Baekhyun juga sangat ingin es krim itu.

“baiklah jika tidak mau, aku akan membelinya sendiri” ucap Ahyeon yang mulai menghampiri penjual es krim tersebut.

Sebenarnya didalam hati Baekhyun ia juga menginginkan es krim itu. Baru saja Ahyeon berada 5 langkah dari tempatnya, tiba-tiba…

“aku mau satu” ucap Baekhyun.

Ahyeon pun hanya tersenyum simpul di diposisinya. Benar dugaannya, hanya dengan ini ia berhasil menaklukan Baekhyun kembali. Namja itu pasti akan luluh dengan segala sesuatu yang berbau strawberry.

‘berhasil’ batinnya.

Ahyeon lalu mulai menghampiri penjual es krim tersebut. Ia langsung memesan dua es krim dengan rasa strawberry. Setelah membayarnya ia segera menghampiri Baekhyun dengan dua es krim di kedua tangannya.

“igeo” ucap Ahyeon seraya memberikan es krim yang ada di tangan kanan nya kepada Baekhyun.

Baekhyun mengulurkan tangannya dengan ragu-ragu. Ahyeon yang melihatnya sangat tidak sabaran. Ia lalu mendekatkan es krim ke tangan Baekhyun sampai pria itu menggenggamnya.

“aku tau kau ingin,,, tidak usah malu-malu seperti itu” ucap Ahyeon.
Baekhyun lalu mulai memakan es krim itu sambil melihat kearah lain. Ahyeon mengamati Baekhyun lekat-lekat sambil memakan es krim nya. Apa dia masih marah?

‘apa dia masih marah?’

Ahhh biarlah. Ahyeon tidak perlu repot-repot memikirkan itu. Ia lalu mulai menghabiskan es krim nya sendiri.

Tanpa mereka berdua sadari sepasang mata telah mengawasi mereka berdua saat ini. Pemilik mata itu lalu mulai mengeluarkan kamera dari dalam tas nya. Ia lalu mulai memfokuskan objek yang ada didepannya.

Klikk..

‘sempurna’

Ia lalu melihat hasil bidikannya dan tersenyum sinis “kurasa tidak cukup jika hanya satu gambar”

Kemudian ia mulai mengambil beberapa gambar lagi dengan kamerannya. Sementara yang menjadi objek nya masih saja belum menyadari jika ada seseorang yang mengawasi mereka.

=======================

At Kyobo Bookstore, Jongno-gu

Sehun memperhatikan baik-baik dua buku yang sedang ia pegang. Sebelah kanannya sudah memegang buku dari penulis novel terkenal Nicholas Spark yang berjudul The Best of Me dan sebelah kirinya sudah memegang buku dari penulis terkenal Shin Kyung Sook yang berjudul Please Look After Mom. Ia menimang-nimang buku mana yang akan ia beli terlebih dahulu.

“ku rasa yang disebelah kanan mu itu bagus” ucap Hyesung.

Entah sudah dari kapan yeoja itu berdiri disebelah Sehun sampai ia sendiri pun tidak menyadari kedatangan gadis itu.

Sehun menoleh terkejut kearah Hyesung “ss..se..Sejak kapan kau disini?”

“tidak lama.. Kau suka kemari juga??”

“ne.. Aku hanya sedang bosan. Jadi aku datang ke toko buku ini”

“jika kau bosan kau membaca buku?? Wahhh~ pantas saja kau genius”

“kau pernah membaca ini” ucap sehun sambil mengarahkan buku yang ada disebelah kanannya.

“tentu.. ini novel favorite pertama ku” ucap Hyesung bangga.

“apa ceritanya bagus??”

“emm, novel itu baru di produksi tahun 2011, tapi jika kau membacanya kau akan menyukainya”

“kau mau menceritakannya sedikit?” tanya Sehun.

Hyesung mengangguk semangat kepada Sehun.

“Setiap orang ingin percaya pada cinta tanpa akhir. Meskipun mereka memiliki latar belakang yang saling bertolak belakang, cinta mereka tampaknya mengalahkan kenyataan hidup. Meski telah menjalani kehidupan yang berbeda selama puluhan tahun. Mereka tidak bisa melupakan cinta pertama yang selamanya telah mengubah hidup mereka. Mereka dipaksa untuk menghadapi kenangan yang menyakitkan. Dua mantan kekasih ini akhirnya menemukan kebenaran tak terbantahkan tentang pilihan yang telah mereka buat. Dan saat mereka menghabiskan suatu akhir pekan bersama, mereka mempertanyakan, dapatkah cinta benar-benar menulis ulang masa lalu?” ucap Hyesung panjang lebar.

Sehun yang melihat nya berdecak kagum. Hyesung benar-benar mengagumkan dan mempesona. Tidak salah jika ia menyukai Hyesung dari dulu. Andai saja ia bisa memberitahu perasaannya jika ia menyukai gadis itu sekarang. Tapi Sehun segera membuang pikirannya itu jauh-jauh.

‘tidak sekarang Oh Sehun,, kau harus ingat tentang ujian kelulusan mu!’

“Sehun… Oh Sehun…” ucap Hyesung sambil melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Sehun.

Sehun tersadar dari lamunannya “ne.. wae??”

“kau tidak mendengarku?”

Dengan cepat Sehun mengangguk. Padahal ia juga tidak terlalu mengerti dengan yang dibicarakan Hyesung.

“ne.. aku sangat mendengarnya. Kurasa aku akan membeli buku ini. Gomawo” ucap Sehun yang kembali menaruh buku yang ada ditangan kirinya kedalam rak pajangan.

Hyesung tersenyum kecil. Begitu juga dengan Sehun. Sehun rasa mulai saat ini ia sudah mulai terbuka dengan Hyesung. Untuk apa ia menutupi perasaannya saat ini. Ini adalah saat-saat terahkir ia bisa melihat Hyesung setiap saat sebelum ahkirnya mereka lulus dan menjalani kehidupan masing-masing. Yahh,,, Setidak nya hanya untuk saat ini ia akan memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik mungkin.

============================

Ahyeon sudah selesai dengan urusan es krimnya sejak 3 menit yang lalu. Namun lain hal nya dengan Baekhyun. Ia yang melihatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Kapan laki-laki itu akan menghabiskan es krim nya?

“oppa..”

“emm” Baekhyun hanya berdeham pelan sambil terus memakan es krim itu kedalam mulutnya.

“ini sudah sore,,, kapan kita pulang”

“setelah aku menghabiskan ini” ucap Baekhyun dengan nada yang santai.

Ahyeon hanya bisa menunggu sambil menghela nafas nya dalam-dalam. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh taman untuk mengusir rasa kebosanan yang hampir membunuhnya saat ini. Sejak tadi Baekhyun tidak berbicara apapun padanya. Apa ia sedang balas dendam?

“sudah selesai,,, ayo pulang” ucap Baekhyun yang langsung beranjak dari duduk nya.

Ahyeon mengadahkan pandangannya kearah Baekhyun dengan tatapan datarnya “oppa bercanda?”

Baekhyun mengeryit. Bukankah tadi yeoja ini yang mengajaknya pulang?? Sekarang Baekhyun akan memenuhi permintaan yeoja itu sebentar lagi. Apanya yang bisa di sebut bercanda??

“kau ingin pulang kan tadi??”

“tapi tidak dengan keadaan mu seperti itu”

Baekhyun memeriksa dirinya sendiri. Tidak ada yang salah dengannya.

“aku kenapa?”

“ada itu di dekat bibir mu”

“itu??”

“es krim mu? Sisa es krim mu”

Baekhyun tersenyum mengeluarkan smirk nya. Ia lalu segera membungkukkan wajahnya kearah Ahyeon.

Klikkk..

Ahyeon sontak melihat kearah samping kanannya. Ia menangkap ada kilatan blitz kamera dari sisi kanannya. Tapi tidak ada seorang pun disana. Kedua alisnya menyatu. Apa ada yang sedang mengikutinya sekarang??

Laki-laki di balik semak itu menyeringai melihat hasil bidikan kameranya yang begitu sempurna. Ia lalu mulai memasukkan kembali kameranya kedalam tas. Sudah cukup untuk hari ini. Gambar yang ia ambil juga sudah banyak. Saat nya untuk pergi dan menunjukkan hasil pekerjaan nya kepada bos nya.

“bersihkan untuk ku” ucap Baekhyun.

Bukannya menjawab Ahyeon justru mendorong Baekhyun kebelakang agar menjauhinya. Ia lalu mulai menghampiri dimana sumber cahaya tadi berasal. Baekhyun bingung dengan yang dilakukan Ahyeon. Kemana Ahyeon akan pergi? Ahkirnya dengan rasa penasaran Baekhyun juga mengikuti Ahyeon dibelakangnya.

“wae?” tanya Baekhyun.

“seperti ada yang mengikuti kita kesini??”

Baekhyun melihat-lihat sekitarnya. Tidak ada siapapun kecuali anak-anak kecil yang sedang bermain.

“sudah lah, mungkin hanya perasaan mu” ucap Baekhyun yang masih berada dibelakang Ahyeon.

Otaknya menolak perkataan Baekhyun barusan. Tidak mungkin ini hanya perasaannya. Yang tadi itu nyata. Ia melihat ada kilatan dari cahaya kamera disini. Ia yakin ada yang mengikutinya sampai kesini. Ahyeon menyerah. Ia juga tidak menemukan seorang pun yang mencurigakan disini.

“ahyeon-a..” panggil Baekhyun.

Ahyeon membalik tubuhnya berhadapan dengan Baekhyun “apa?”

“kau belum membersihkan ini” tunjuk Baekhyun kearah bibir plum miliknya.

“ini..” Ahyeon memberikan tissue miliknya kepada Baekhyun dan berjalan mendahului.

Baekhyun mendengus kesal. Kenapa memberinya tissue? Ia tidak membutuhkan tissue ini. Apa Ahyeon tidak mengerti maksud nya? Ia sudah memberi kode kepada Ahyeon. Entah yeoja itu yang polos atau memang ia sengaja untuk pura-pura tidak mengerti.

“yaa!! tunggu aku..” teriak Baekhyun yang melihat Ahyeon berjalan jauh didepannya.

===============================

Seorin menggeliat pelan diatas tempat tidurnya. Gadis itu menguap seraya merentangkan tangannya keatas. Sudah berapa lama ia tertidur? Ia melirik jam dinding nya yang sudah menunjukan pukul 05.30 pm KST. Seorin lalu mendudukkan diri dan menyibakan selimut berwarna baby blue milik nya. Ia mengambil ikat rambut yang ada dimeja kecil dan mengikat rambutnya tinggi-tinggi.

Ddrrrtt….dddrrttt….

Ponsel diatas mejanya bergetar menandakan ada pesan masuk.

From: Kai
Subject:-
Bisakah kita bertemu malam ini? Ada hal penting yang harus ku bicarakan.

Seorin meletakan kembali ponselnya diatas tempat tidur. Dirinya bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Mungkin dengan berendam air hangat bisa membuat tubuhnya rileks kembali.

Di lain sisi….

Baekhyun telah sampai mengantar Ahyeon sampai didepan rumah gadis itu. Tadinya saat di bus Ahyeon menyuruh Baekhyun untuk tidak usah mengantarnya sampai kesini. Tapi laki-laki itu tetap bersikeras ingin mengantarnya sampai dirumah.

“gomawo” ucap Ahyeon.

“hanya itu??”

“umm,,, memangnya apalagi?”

“kau lupa dengan yang ditaman tadi,,, aku masih marah” ucap Baekhyun sambil melipat tangannya.

Ahyeon menghela nafas nya. Ia tau Baekhyun sedang mempermainkannya sekarang. Mungkin ini yang harus dilakukan. Mau tidak mau ini adalah senjata terahkir miliknya.

“pejamkan mata mu” ucap Ahyeon.

Dengan senang hati Baekhyun memejamkan matanya. Hingga sedetik kemudian ia merasa ada benda halus yang menyentuh kulit pipinya. Tidak lama. Hanya 2 detik ia merasa kan itu sampai ahkirnya ia tidak merasakan apapun lagi di pipinya.

Baekhyun membuka mata dan melihat wajah Ahyeon yang sudah memerah.

“ini sudah hampir gelap,,, masuklah” ucap Baekhyun sambil mengusap pelan puncak kepala Ahyeon.

Ahyeon mengangguk pelan “hati-hati di jalan”

Baekhyun menurunkan tangannya dari puncak kepala gadis itu. Sampai ahkirnya gadis itu membalikkan tubuhnya dan masuk kedalam rumah besar yang ada di depannya.

=======================

Seorin baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang berada di atas kepalanya. Ia berjalan menghampiri tempat tidur dimana ponselnya tergeletak disana.

To : Kai
Subject:-
Kita bertemu di tempat biasa

Gadis itu lalu melempar ponselnya keatas tempat tidurnya. Ia berjalan kearah lemari pakaian miliknya yang terletak di sudut ruangan.

At Hannam-dong, Yongsan-gu, Seoul

Suara gemericik lonceng berbunyi menandakan ada pengunjung baru yang datang. Matanya mengedar ke segala arah. Ia mencari orang yang sudah menunggu nya. Hingga sampai ahkirnya mata nya menangkap objek yang sudah tidak asing lagi dimatanya.

Seorin berjalan mendekat kearah Kai yang tengan mengaduk minumannya.

“menunggu lama??” ucap Seorin.

“sekitar 15 menit,,,” ucap Kai yang kemudian mulai meminum Frappe miliknya.

Kai melempar pandangannya ke sisi kaca yang tembus pandang disebelahnya. Ia bisa melihat jelas bagaimana mobil-mobil dan kendaraan lain yang berlalu lalang disana. Seorang pelayan wanita berjalan menghampiri Seorin dan Kai. Ia memberikan buku menu untuk Seorin.

“silahkan” ucap nya ramah.

“aku pesan marocchino satu” ucap Seorin seraya memberikan buku menu itu lagi kepada si pelayan.

“silahkan tunggu sebentar” ucap pelayan itu.

Pelayan itu lalu melenggangkan kaki nya pergi dari tempat Seorin dan Kai duduk.

“bukankah ada yang harus kau bicarakan?” tanya Seorin kearah Kai yang masih melihat kearah jalanan.

Kai mengalihkan pandangannya dari jalanan. Ia lalu kembali mengaduk-aduk minumannya itu.

“besok malam aku akan bertemu dengannya” ucap Kai malas.

“nuguya?”

“yeoja yang akan di jodohkan dengan ku”

“besok malam?? Lalu bagaimana dengan pesta Kris? Kau tidak datang?”

“aku akan datang terlambat kesana, kau masih ingin aku menjadi pasangan mu?”

Seorin berfikir sejenak. Secara langsung ia sudah tidak membutuhkan Kai lagi sekarang. Baekhyun sudah tau semuanya. Sudah tidak ada hal yang harus di tutupi lagi sekarang.

“aku-“

“maaf, ini pesanan anda” ucap pelayan tadi yang memotong pembicaraan Seorin.

“ahh ne” sahut Seorin.

Kembali ke pembicaraan awal “aku sudah bercerita semua nya kepada Baekhyun”

“mwo!??”

“aku merubah rencana ku, mian Kai sepertinya aku tidak bisa menjanjikan Ahyeon untuk mu”

Kai menghela nafasnya kasar. Kalau ia tau ahkirnya akan seperti ini, ia akan bertindak duluan tanpa harus menunggu Seorin. Sekarang apa yang harus ia lakukan?? Membawa Ahyeon lari bersamanya? Oh yang benar saja. Bahkan gadis itu sudah tidak ingin bertemu Kai lagi.

“lalu bagaimana?”

“Baekhyun masih membutuhkan waktu untuk berfikir”

“Aissshhh!! ku rasa aku akan meledak sekarang!” gerutu Kai sambil menarik rambut nya sendiri.

Seorin prihatin melihat keadaan Kai didepannya. Bagaimana pun ia juga pernah merasakan hal yang akan Kai rasakan sebentar lagi. Terjepit diantara keinginan dan waktu.

Take it from me, Fate doesn’t care most of the time
You often meet your fate on the road you take to avoid it
Happiness, , , its just an illusion of Fate,
A heavenly sleight of hand designed to make you believe in fairy tales
But there’s no happily ever after
You’ll only find happy endings in books

==========================

Ahyeon baru saja melepaskan semua kelelahan di tubuhnya dengan berendam air hangat dikamar mandi. Bau wangi dari lilin aromaterapinya memenuhi ruangan itu. Wangi jasmine yang menenangkan pikirannya dan membuat sekelilingnya menjadi tenang. Sesekali ia menciptakan senyum di wajahnya.

Byun Baekhyun. Siapa lagi kalau bukan namja itu yang membuatnya seperti ini. Entah apa yang membuatnya bisa mencintai pria itu. Wajah dan sifat nya saja bahkan kekanak-kanakan. Kebanyakan yeoja akan lebih menyukai namja yang bisa bersikap lebih dewasa darinya. Tapi lain hal nya dengan Ahyeon.

Baekhyun memang tampan dan baik. Tapi bukan itu yang membuat dirinya menyukai pria itu. Ia juga tidak tau itu apa, tapi yang pasti Baekhyun bisa memberikan kenyamanan untuk dirinya. Dan Ahyeon menyukai hal yang satu itu.

Berfikir tentang Baekhyun. Astaga! Ahyeon melupakan sesuatu. Sesuatu yang harus dibicarakan tentang masa depan hubungannya. Perjodohan. Ia lupa bercerita tentang itu kepada Baekhyun. Ahyeon merutuki dirinya sendiri karena bisa melupakan hal sepenting itu.

Gadis itu langsung berdiri dari bath up dan buru-buru membilas dirinya dengan air. Baiklah 1 jam ia selesai melakukan ritual kebiasaannya itu. Setelah rapih berpakaian ia lalu mulai mencari ponselnya di dalam tas.

Tok tok tok

“Ahyeon kau didalam” ujar nyonya Jung dari luar.

“ne.. masuklah eomma”

Nyonya Jung membuka pintu kamar putrinya. Ia melihat Ahyeon yang sedang mengeluarkan semua isi tas sekolahnya di atas tempat tidur.

“dapat” ucap Ahyeon.

“kau sedang apa?” tanya nyonya Jung.

“aniyo,,, ini bukan apa-apa” ucap Ahyeon.

Ia sadar jika eommanya sedang melihat nya sekarang. Bukankah sangat tidak sopan jika berbicara dengan orang yang lebih tua tanpa menatap matanya. Sedangkan daritadi dirinya hanya terpaku pada ponselnya. Ahyeon menaikan pandangannya melihat wajah eommanya.

“eomma waeyo??” tanya Ahyeon.

“kau masih berhubungan dengannya??”

Dahi nya mengeryit. Siapa yang dimaksud eommanya?

“orang ini” ujar nyonya Jung seraya mendekat kearah Ahyeon.

Nyonya Jung memberikan amplop coklat kepada Ahyeon. Dan bisa dipastikan 100 % saat Ahyeon melihat nya, gadis itu pasti akan langsung terkejut.

Ahyeon mulai membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya. Matanya membulat sempurna saat melihat isi dari amplop itu. Bagaimana mungkin? Ditangannya saat ini banyak sekali foto-foto dirinya bersama Baekhyun saat ditaman tadi. Tidak ada satupun yang terlewatkan. Termasuk saat Baekhyun yang sedang membungkukan tubuhnya kerarah nya. Bohong jika Ahyeon tidak merasa terkejut sekarang.

“bukankah eomma sudah pernah katakan dulu? Ahkiri hubungan mu dengan nya” ucap nyonya Jung.

Ahyeon tidak bisa berkata apapun saat ini. Apa ia sudah tertangkap basah sekarang? Eommanya mengetahui semua nya. Termasuk saat ia berbohong tadi siang. Jadi yang dilihat oleh saat di taman adi itu nyata? Eomma nya bahkan menyuruh orang untuk mengikutinya sampai ketaman.

“eomma harap sebelum pertemuan besok malam hubungan kalian sudah berahkir” ucap nyonya Jung.

Ahyeon masih terpaku ditempatnya. Matanya masih mengarah ke foto-foto yang ada di genggamannya. Rasanya ia ingin melawan sekarang. Tapi itu akan langsung membuat dirinya menyandang status anak durhaka. Ahyeon benci ini. Ia benci merasa dalam keadaan ini. Terjebak didalam perjodohan konyol yang sebentar lagi akan menyiksa hidupnya.

Sebenarnya apa yang membuat perjodohan ini terjadi? Hanya karena sebuah relasi dari dua keluarga yang saling mengenal dan perusahaan mereka yang sudah menyatu?? Bukankah ini lucu. Bahkan sepertinya eommanya sendiri tengah mempermainkan hidupnya sekarang.

“besok kau akan bertemu dengan Jongin,,, eomma yakin dia anak yang baik untuk mu” ucap nyonya Jung.

Nyonya Jung mengusap puncak kepala Ahyeon pelan dan mengecupnya singkat “eomma menyayangi mu sayang,,, eomma harap kau bisa menerimanya nanti”

Menyayangi??? Apa tidak ada yang salah dengan kata itu? Ahyeon berharap ia tidak salah dengar barusan. Apa nya yang bisa disebut menyayangi?

Nyonya Jung mulai berjalan meninggalkan putrinya yang masih terdiam. Hanya suara dari detak jarum jam yang lebih mendominasi ruangan bernuansa merah muda itu sekarang. Nyonya Jung merasa sudah cukup apa yang harus disampaikan kepada Ahyeon saat ini.

Sebelum menutup pintu nyonya Jung sempat menatap putrinya sebentar

“tadi ada tukang pos yang mengantar undangan untuk mu, eomma minta kau tidak datang keacara itu besok malam”

Selesai dengan ucapannya, nyonya Jung segera berbalik dan menutup pintu kamar Ahyeon rapat-rapat.

Blam…

Bersamaan dengan itu, Ahyeon meremas kuat foto yang ada ditangannya. Menangis?? Ya, mungkin itu yang akan dilakukan yeoja itu sekarang. Lagipula siapa yang akan peduli lagi sekarang? Tidak ada. Perjodohan, perusahaan, Jongin. Ahyeon sudah tidak peduli lagi sekarang. Dan lagi siapa itu Jongin??

Ia sama sekali tidak mengenal pria yang bernama Jongin itu. Jika Ahyeon tidak bisa membatalkan perjodohan ini secara langsung mungkin pria itu bisa membatalkannya. Jika mau tidak mau Ahyeon harus bisa memaksanya. Memaksa namja itu agar pihak nya mau membatalkan perjodohan menjijikan ini.

===================================

At Cheungdam High School

Luhan dan Ji Eul tengah menghabiskan waktu bersama mereka di perpustakaan. Entah sejak kapan keduanya mulai menyukai tempat ini saat pagi hari. Sepi. Tidak ada murid lain yang datang kesini saat pagi hari seperti ini.

Sebuah perasaan mengganjal aneh di pikirannya. Sejak kemarin Luhan sengaja menyembunyikan masalah ini. Hanya dirinya yang tau. Memberitau masalahnya sekarang hanya akan membuat Ji Eul merasa sedih. Tapi,,,, Luhan tidak bisa jika harus menyembunyikan masalah ini sendiri. Ia butuh seseorang untuk membagi masalahnya bersama.

“chagi-a”

Ji Eul hanya berdeham pelan merespon Luhan. Dirinya terlalu terpaku dengan buku novel yang sedang ia baca. Luhan menghela nafasnya. Sepertinya bukan saat nya ia harus menceritakan masalah ini kepada Ji Eul.

“astaga aku kasiahan sekali dengan si pemeran tokoh wanita disini” ucap Ji Eul.

“memang ada apa dengannya?”

“lihat,,, Romeo save me, I’ve been feeling so alone. I keep waiting for you, but you never come. Is this in my head? I don’t know what to think” Ji Eul membaca sebagian cerita dari novel yang ia baca.

Luhan mengangkat alisnya. Ia baru sadar jika Ji Eul membaca novel yang semuanya tulisannya bukan huruf hangul yang sering ia lihat. Sejak kapan yeojanya suka membaca novel dengan bahasa seperti itu??

“kau dari tadi membaca itu??” tanya Luhan.

“tidakkah ini sangat dramatis,,, aku sangat bisa merasakan bagaimana jadi seorang Juliet”

Luhan memijat keningnya sebentar. Sepertinya Ji Eul sudah mulai terbawa suasana di dalam novel itu.

“sudah takdirnya Romeo meninggalkan Juliet dengan cara seperti itu” ucap Luhan santai.

Ji Eul menoleh kearah Luhan yang sedang menyenderkan tubuhnya di kursi

“jika aku Juliet dan kau Romeo,,, apa kau akan melakukan hal yang sama seperti yang ada dicerita??”

Luhan menatap horror kearah Ji Eul “ke,,,kenapa,,, kau bertanya seperti itu??”

“aku hanya ingin tau” ucap Ji Eul.

‘tentu saja tidak, tapi jika,,,’

“lalu menurut mu apa aku akan seperti itu??” tanya Luhan balik.

Ji Eul menggeleng pelan “tidak”

“bagus,, jangan bertanya pertanyaan bodoh seperti tadi kepada ku”

“tapi Juliet akan selalu menanti sampai Romeonya datang” ucap Ji Eul seraya melanjutkan bacaannya novelnya.

Luhan hanya menghela nafas mendengar perkataan Ji Eul.

The only thing more unthink able than leaving was staying
the only thing more impossible than staying was leaving.

=======================

Kai berjalan lebih cepat dari biasanya. Ia sangat terburu-buru saat ini. Entah apa yang mau ia lakukan setelah bertemu dengan tujuannya. Namja itu semakin mempercepat langkah kaki nya saat melihat orang yang akan ia temui baru datang memasuki kelas.

“Ahyeon-a” teria Kai.

Ahyeon menghentikan langkah kakinya. Ia terkejut saat menoleh kearah orang yang memanggil nama nya.

‘untuk apa dia disini’

Ahyeon melihat sekelilingnya. Ia harap Baekhyun tidak ada disekitar sini. Khawatir jika Baekhyun muncul diwaktu yang bersamaan. Entah kenapa Ahyeon merasa jika ia sedang berhadapan dengan dua namja itu selalu saja ada kejadian buruk yang terjadi.

Kai berhenti tepat dihadapan Ahyeon “aku ingin bicara sesuatu”

“ini sudah hampir masuk sunbae”

“jangan memanggilku dengan sebutan sunbae lagi”

“wae?? Bukankah kau memang sunbae ku disini”

“itu akan membuat kita berdua seperti orang yang tidak saling kenal”

“bukankah memang seperti itu kenyataannya??” ucap Ahyeon sedatar mungkin.

Kai mengeraskan rahangnya. Sudah cukup untuk berbasa-basi sekarang. Kai lalu menarik tangan Ahyeon pergi dari tempatnya sekarang. Ia membawa Ahyeon kedalam kelas yang sudah tidak terpakai lagi. Kelas yang letaknya disudut lantai 2 dari gedung sekolah ini. Tentu saja Ahyeon memberontak. Kai menutup pintu kelas itu agar tidak ada seorang pun yang masuk. Dengan cepat Ahyeon langsung menggigit tangan Kai.

“akhh!!” Kai melepaskan cengkramannya dari Ahyeon.

Begitu cengkraman Kai terlepas dari nya, ia segera melarikan diri. Namun dengan cepat Kai menarik tubuh Ahyeon kembali. Ia mendorong tubuh yeoja itu ke sudut kelas. Kai mengunci tubuh Ahyeon dengan tangan kirinya.

“kenapa kau suka sekali menggigit eum??”

“apa yang mau kau lakukan”

Seluruh tubuhnya mulai gemetar sekarang. Apa yang akan dilakukan Kai sekarang? Bayang-bayang malam yang mengerikan itu mulai terlintas kembali di pikirannya. Apa kai akan melakukan hal sama kepada nya??

Tatapan mata Kai begitu menakutkan sekarang. Melihatnya saja Ahyeon tidak berani. Kedua tangannya dengan kuat meremas ujung rok pendeknya. Kai mengangkat dagu Ahyeon agar mata kedua nya bisa bertemu. Ahyeon menelan saliva nya dengan susah payah.

“aku akan di jodohkan” ucap Kai lembut.

“itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan ku” ucap Ahyeon.

Kai memperlihatkan kan smirk badboy miliknya didepan wajah Ahyeon.

“aku ingin memberi tanda terahkir ku”

“mwo!! Tanda ap-mmmph”

Belum selesai menyelesaikan perkataannya Kai sudah lebih dulu membungkam bibir Ahyeon dengan ciumannya. Namja itu mulai menggerakan bibirnya. Melumatnya lembut dan tergesa-gesa. Kai merasakan hal lain yang amat sangat menyiksanya. Ini terahkir kalinya ia bisa merasakan bibir Ahyeon seperti ini. Tidak peduli dengan pemberontakan yang Ahyeon lakukan saat ini.

Kai semakin memejamkan matanya. Tangannya terulur meraih pinggang Ahyeon. Membawa dirinya lebih dekat dengan yeoja itu. Kai tidak akan menyisakan sedikit ruang antara dirinya dan Ahyeon saat ini.

Ahyeon masih berusaha mendorong Kai agar menjauh. Pandangannya mulai kabur akibat genangan yang mulai menumpuk di kedua pelupuk matanya. Harus kah ia merasakan hal ini lagi?? Kai masih terus memberikan ciuman yang menuntut kepada Ahyeon. Ia masih terus melumat walaupun lawan mainnya masih saja enggan membuka mulutnya.

Dengan lembut tangan Kai mulai membuka kancing blazer yang dipakai Ahyeon. Setelah terbuka Kai langsung membuka kancing kemeja seragam gadis itu dari bawah. Memasukan tangannya dan mengusap-usapkan dengan lembut perut Ahyeon.

Ahyeon merasa tangan Kai yang hangat menyentuh perutnya. Hingga ahkirnya Ahyeon sudah tidak bisa menahannya lagi. Gadis itu mendesah kecil disela-sela ciuman panasnya. Sentuhan Kai memberikan sensasi tersendiri di tubuhnya. Lidah Kai langsung menerobos masuk, bergerilya menjejali setiap rongga mulut Ahyeon.

Kai tau Ahyeon sedang menangis sekarang. Ia merasa pipi kirinya yang basah. Kai melepaskan ciumannya. Keduanya saling mencari oksigen masing-masing. Mata Ahyeon masih terpejam sangat rapat. Bukan karena menikmati, tapi karena ia takut.

Kai menghapus jejak basah dipipi Ahyeon dengan lembut. Perlahan gadis itu mulai membuka matanya sedikit-demi sedikit. Pemandangannya sekarang berubah 180 derajat dari yang tadi. Kai bersikap sangat lembut. Namja itu bahkan sedang mengancingi kemeja dan blazernya satu per satu. Tidak ada unsur kekerasan sama sekali didalamnya.

“aku tidak tau apa yang membuat ku begitu terpikat oleh diri mu Jung Ahyeon. Kau sudah jelas-jelas adalah milik teman ku dan aku sudah secara terang-terangan menghianatinya” ucap Kai lirih.

Kai mulai mengecup kening Ahyeon dengan lembut. Tanpa sadar Ahyeon justru memejamkan matanya menikmati bibir Kai yang menempel dikeningnya. Ahyeon seperti merasakan kesedihan dari namja itu. Padahal ia juga tidak tau masalah apa yang tengah di alami Kai.

“maaf jika aku menakuti mu”

Kai mengecup sekilas bibir Ahyeon. Hanya sebuah kecupan singkat. Setelah itu Kai membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi. Ahyeon hanya terdiam menatap punggung lebar milik Kai yang semakin menjauh. Kenapa?? Kenapa rasanya ia tidak ingin namja itu pergi?

 

It always is harder to be left behind than to be the one to go…

 

 

TBC

109 responses to “You Should Be Mine [Chapter 11]

  1. Itu sehun juga suka sama hyesunh eh tapi??? Hhhmmm mungkin mau pacaran kalo udah lulus kali yaaa

    Duhh kai ada aja deh cara berpisahnya
    Padahan dia kan dijodohinnya sama ahyeon
    Padri seneng banget deh kalo tau

  2. mmm…mgkin aq aneh,tp aq lbh suka ahyeon ma kai…entah knp kai lbh kliatan bnr2 suka ma ahyeon ktmbang baek yg srg kali bimbang…kl mmg dy msh pgn sm seorin,lepasin ahyeon spy bs bhgia sm namja lain…ktmbng ngguin perasaan baek yg gk pasti…malah jd nyakitin bnyk pihak *sok puitis,hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s