You Should Be Mine [Chapter 14]

fanfiction 21

Title : You Should Be Mine [Chapter 14]

Author: J.A.Y

Genre: Romance, school life

Main Cast:
1. EXO-K Kai
2. EXO-K Baekhyun
3. Jung Ahyeon (OC)
4. Shin Seorin (OC)

Support Cast:
1. EXO-K Sehun
2. Nam Hyesung (OC)
3. Shin Seorin (OC)

Rating: PG-16

Length: 4,458 word

Disclaimer : FF ini milik saya! Dilarang keras mengcopy paste/plagiat FF ini. Ini FF pertama yang author buat. Jadi mungkin jika ada kekurangan tolong tinggalkan komentar agar author bisa mengkoreksi letak kesalahan nya dimana aja.  Terimakasih~ 😀

Bagi yang belum baca part sebelumnya bisa lihat disini

[Chapter 13]

Happy Reading ^^

***********

You clearly are there, you still remain there just the same
I remember the pictures that I forgot all this time, small tremblings gush out of my body
It’s a bit sad that I can’t go back to those times
How much did you change while the clock’s springs were turning
I turned the last page that is written about you
But I have no courage to read it, I will erase the sad words
Our story is not be over
Because we will meet again

[Preview]

“benar juga. Oh iya! Bagaimana dengan perjodohan mu” tanya Ji Eul dengan antusias.

“jangan ingatkan aku tentang itu, aku malas membicarakannya” ucap Ahyeon malas.

“apa dia tampan? Dia tinggi? Putih?”

“dia namja menyebalkan, namja yang selalu berbuat sesuka hatinya, otaknya sangat pervert, dan suka mengatur segalanya” ucap Ahyeon.

“…..” Ji Eul menganga mendengarnya,

“dan satu lagi, pagi hari yang seharusnya kurasakan begitu menyenangkan berubah menjadi gelap karena dirinya”

“mwo? Bagaimana bisa?”

“kau tidak akan percaya jika aku menceritakannya, dan jangan pernah memaksa ku untuk menyebut namanya” ucap Ahyeon.

Ji Eul memandang Ahyeon dengan alis yang terangkat. Apa seburuk itu laki-laki yang dijodohkan dengan Ahyeon? Ahyeon sendiri bahkan sudah tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini. Pasti masih banyak kejutan lain yang sedang menunggu didepannya.

I just want to run away from his mind so that he can not find of me again

[Preview End]

=================================

At Devon Energy Corporation, Oklahoma City, Amerika

“seharusnya kau tidak perlu jauh-jauh kesini, ini hanya masalah kecil” ucap anna

“ku rasa jika dikerjakan bersama-sama akan lebih cepat selesai” ucap nyonya Jung.

“Devon sudah normal kembali, kau tidak perlu sekhawatir ini”

“aku tidak enak jika masalah ini hanya dibebankan kepadamu, bagaimana pun juga diriku harus ikut andil kan?”

Anna adalah adik ipar nyonya Jung. Usia mereka sama sekarang. Selama 7 tahun terahkir ini ialah yang mengurusi segala hal yang berbau tentang perusahaan ini. Devon adalah milik ayah Ahyeon, hanya saja adiknya-lah yang memegang semua kendali disini. Semua sudah setuju dengan aturan ini termasuk nyonya Jung. Tidak mungkin ia yang menjalankan segala operasional disini. Jarak Korea dan Amerika tidak memerlukan waktu yang sedikit.

Sebenarnya saat itu, setelah suaminya meninggal ia memiliki pikiran untuk pindah ke Amerika. Tapi tidak semudah itu, ia juga harus mengurus hal lain di Korea. Putrinya juga tidak mau dipindahkan ke Amerika. Ahkirnya dengan mengambil jalan tengah, nyonya Jung memutuskan untuk tetap menetap di Korea sambil menjalankan bisnis hotelnya dan segala kendali untuk Devon ia serahkan kepada Anna.

“kemarin kami baru saja menandatangani kontrak kerja sama dengan Enron”

“Enron??” tanya nyonya Jung.

“Devon baru saja menutupi hutang mereka sebanyak $38 juta” jawab Anna.

“astaga, bagaimana mereka bisa memiliki hutang sebanyak itu”

“kudengar perusahaan mereka hampir saja bangkrut”

“kau menutupi semuanya??”

“eumm, dan sekarang Devon sudah memiliki semua dari aset mereka sekarang”

“kenapa kau membeli aset mereka? perusahaan itu bukankah hampir bangkrut. Lalu apa untungnya untuk kita? Jika kita menjual kembali aset mereka ini tidak ada gunanya. Karena harga saham mereka sudah terlalu jauh dibawah rata-rata”

“bukan itu sebenarnya tujuan ku “

“lalu??”

“kita akan menjadikan Enron sebagai mesin penggerak untuk Devon”

“kau yakin?”

“sumber daya mereka jauh lebih bagus daripada yang Devon miliki, analoginya seperti seorang dokter yang menyelamatkan pasiennya di ruang operasi. Dengan ini kita sudah menyelamatkan mereka dari kebangkrutan. Tentu saja mereka harus membayar sebagai balas jasa untuk Devon”

“kita memanfaatkan mereka?”

“kurang lebih seperti itu, ini perjanjian yang sangat menguntungkan untuk kita”

“bagaimana dengan aset mereka?”

“aku akan berusaha menaikan saham nya dulu, jika ini berhasil aku akan menyerahkannya lagi kepada mereka, dengan syarat 1 aset seharga 20 tahun kontrak kerjasama dengan kita”

“aku mengerti sekarang, tapi bagaimana kau bisa mendapatkan aset mereka dengan mudah?”

“sesama orang yang lahir di Negara yang sama tentu harus saling membantu kan??”

“maksud mu?”

“pemiliknya berasala dari Negara yang sama seperti kita, namanya Byun Myoongjae, dia pemilik Enron. Mereka tidak punya pilihan lain, Devon akan membantu menutupi semuanya dengan syarat semua aset itu jatuh ketangan kita. Tentu saja mereka tidak mau kehilangan perusahaan mereka yang berharga itu. Untuk itu mereka menandatangani perjanjiannya”

Tok tok tok

Ditengah perbincangan mereka di ruang rapat sekertarisnya mengetuk pintu dengan membawa sebuah paket.

“ada paket untuk anda” ucap sekertarisnya.

“darimana?”

“dari Korea, atas nama Kim Minseok”

“ohh, benarkah. Berikan padaku?”

Sekertarisnya berjalan dan memberikan paket itu.

“kau boleh pergi” perintah nyonya Jung.

Setelah sekertarisnya pergi, ia segera membuka paket itu. Nyonya Jung tidak memberikan komentar apapun tentang isi paket nya itu. Berlembar-lembar foto yang didapatkannya. Anna penasaran dengan foto itu. Ia lalu mencuri sedikit pandangannya kearah foto itu. Tidak ada yang spesial, hanya dua orang remaja yang sedang berdiri didepan sebuah pintu.

“ada masalah?” tanya Anna.

“sedikit”, nyonya Jung menaruh foto itu diatas meja. Ia lalu mengeluarkan ponsel dari dalam tas hijau tuanya. Anna masih penasaran dengan foto itu. Ia lalu mengambil selembar foto itu dan memperhatikan nya baik-baik.

“ohh, bukankah ini Ahyeon? Dia sudah besar sekarang” ucap Anna dengan sedikit terkejut.

Nyonya Jung tidak menanggapi ucapan Anna. Ia hanya sedang berusaha menghubungi seseorang dari balik sambungan telfonnya.

“lalu apa masalahnya dengan ini?” tanya Anna.

Nyonya Jung menurunkan ponselnya dari telinga kanannya, “masalahnya ada pada dirinya sendiri”

“apa? Apa salahnya dengan ini? tunggu,,, apa laki-laki ini pacarnya??”

“aku rasa mereka masih berhubungan”

“lalu? Biarkan saja mereka”

“Ahyeon sudah ku jodohkan Anna”

“what? This is of modern era Jaeyeon-a. She was young, let her make his choice” ucap Anna.

“ini yang terbaik untuk Ahyeon”

“dengan siapa kau menjodohkannya”

“putra keluarga Kim. Namanya Kim Jongin. Mereka rekan bisnis ku”

“aku harap kau tidak menyesal” ucap Anna.

===================================

At Cheungdam High School

Bel sekolah sudah berbunyi beberapa saat yang lalu. Seorin baru baru keluar dari dalam kelasnya. Tanpa sengaja, ia bertemu Baekhyun yang juga baru keluar dari kelas. Pandangan mereka bertemu satu sama lain. Tapi Baekhyun membuang pandangannya lebih dulu kearah lain dan mengabaikan Seorin. Apa kedatangannya adalah sebuah kesalahan?

Dan kau ingin mengambil sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain? Sadarlah Seorin. Dia bukan milik mu lagi sekarang.

Mungkin Kris benar. Ia sudah memikirkan ini baik-baik sejak kemarin.

‘Aku mencintainya dengan caraku sendiri, walaupun itu membuatku sakit sekalipun’

Seorin tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya. Kata-kata Kris saat itu benar-benar membuat pengaruh yang besar pada prinsip yang ia pegang selama ini ‘hanya ingin mengambil kembali apa yang seharusnya kumiliki’. Namun semua itu seakan tidak ada artinya lagi sekarang.

‘apa aku harus membuka hatiku untuknya?’

Ditempat lain,,,,

Ahyeon masih berkeliling mencari satu persatu buku yang ia perlukan. Tugas dari Han songsaenim terasa akan membuat kepalanya akan meledak seketika. Belum lagi dengan tugas yang lain. Inikah yang dinamakan kehidupan seorang pelajar? Karena tugas itu, kini ia harus menyita waktunya disini.

Tunggu dulu,,, bukankah ini bagus. Bel sekolah sudah berbunyi 30 menit yang lalu. Jika ia lebih meluangkan waktunya diluar rumah, kemungkinan besar ia tidak akan bertemu dengan Kai. Ahhh!! Mengingat nama itu membuat kepalanya terasa berdenyut.

Ia mengeluarkan ponsel dari dalam saku blazer nya. Ada 2 pesan yang masuk.

From: Baekhyun oppa
Subject: I’m waiting!
Kau dimana?? Aku sudah menunggu mu disini!

Ahyeon mengangkat alisnya saat membaca pesan itu. Apa ia melupakan sesuatu hari ini? Ahyeon berusaha mengingat-ingat sesuatu yang berhubungan dengan Baekhyun. Ah! Percuma saja ia mengingat-ingat dalam keadaan seperti ini. Baru saja ia akan membalas pesan dari Baekhyun, tapi laki-laki itu sudah menghubunginya lebih dulu.

“yeob-“

“kau dimana??”

“aku? Aku diperpustakaan. Wae?”

“aku sudah menunggu lama disini”

“dimana?”

“di depan apartemen mu”

“MWO!” teriak Ahyeon, matanya membulat dan ia sangat terkejut saat mendengar Baekhyun ada didepan apartemennya sekarang. Ohh! Baekhyun tau password apartemennya. Bagaimana jika pria itu masuk kedalam dan menemukan Kai ada didalamnya.

“bukankah hari ini aku sudah janji, kita akan menonton film bersama di apartemen mu”

“a,, ak,,, aku. Ah tidak jadi. Jangan di apartemen ku. Kita menonton ditempat lain saja. Bagaimana??”

“aku sudah sampai disini, kaki ku sudah lama berdiri disini”

“jeongmal? Apartemenku sangat berantakan hari ini. Bagaimana jika menonton ditempat lain saja eum??”

“dirumahku?” tawar Baekhyun.

“baiklah. Aku akan kerumah mu sekarang. Kita bertemu disana, bye oppa”

Pip

Ahyeon segera pergi secepat yang ia bisa. Ia harap Baekhyun juga sudah pergi dari apartemennya. Bagaimana ia bisa lupa? Ahyeon setengah berlari dengan membawa 3 buku besar ditangannya. Tidak peduli dengan tugas Han songsaenim. Ia bisa kerjakan itu nanti malam. Ia harus membuat Baekhyun menjauh dulu dari area apartemennya. Ia mengeluarkan ponselnya lagi dari dalam saku.

To: Baekhyun oppa
Subject:-
Kita taruhan. Siapa yang paling lama datang, ia harus mentraktir es krim strawberry sepuasnya :p

Ahyeon yakin Baekhyun tidak mau kalah jika taruhannya seperti itu. Namja itu begitu menggilai apapun yang berbau strawberry khususnya.

========================

Baekhyun terkekeh membaca pesan dari Ahyeon. Ia lalu pergi dari tempatnya. Mau bagaimana pun Baekhyun pasti pemenangnya. Namja itu membawa mobil sekarang sedangkan Ahyeon?? Jika bukan taksi mungkin gadis itu akan menaiki bus di halte dekat sekolahnya. Baekhyun menekan tombol lift dan menunggu sampai lift itu membawanya sampai ke lantai dasar.

Ting

Pintu lift terbuka. Baekhyun mengadahkan pandangannya kedepan. Alisnya langsung berkerut saat melihat Kai yang ada didepannya. Kai dengan santainya memasuki lift dengan wajah yang tanpa ekspresi sedikit pun.

Menyapa saja tidak. Hey?? Untuk apa Kai menyapa Baekhyun. Mereka sedang bermusuhan sekarang. Baekhyun segera keluar dari dalam lift. Kai nampak tidak peduli dengan kemunculan Baekhyun. Satu hal yang menjadi pertanyaan di kepala Baekhyun sekarang ‘untuk apa dia disini?’

Kai tersenyum miring saat pintu lift sudah tertutup. Ia tau tujuan Baekhyun datang ke kawasan ini. Apalagi kalau bukan menemui Ahyeon. Ia melihat jam tangannya, sudah hampir sore. Ahyeon pasti sudah pulang sekarang. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dangan gadis itu. Padahal baru tadi pagi mereka saling bertemu, tapi Kai sudah sangat merindukannya.

At Baekhyun’s Home,,,

Ahyeon buru-buru keluar setelah ia membayar tagihan taksinya. Ia melihat mobil Baekhyun yang sudah terpakir di halaman rumah lewat celah-celah pagar. Ahyeon menghela nafas lega. Ahkirnya namja itu sudah tiba duluan disini. Ahyeon lalu menekan bel dan tidak lama setelah itu seorang wanita paruh baya membuka pintu untuknya.

“nona Ahyeon, silahkan masuk”

“Baekhyun oppa sudah pulangkan ahjumma?”

“baru saja. Tuan muda sekarang ada dikamarnya”

“baiklah, kalau begitu aku akan langsung kekamarnya”

Ahyeon lalu segera menaiki anak tangga satu persatu. Kamar Baekhyun memang terletak dilantai dua. Setelah sampai didepan kamar Baekhyun Ahyeon berhenti sebentar. Ia fikir membuat kejutan kecil untuk namja itu sepertinya akan menarik. Ahyeon membuka kamar Baekhyun tanpa mengetuknya terlebih dulu.

“op- YAAAA!!”, Ahyeon langsung menganga dengan mata yang membulat.

Dan detik itu juga Ahyeon menutup lagi pintu itu dengan keras.

BLAMM!!

Ia merutuki dirinya sendiri setelah apa yang ia lihat barusan. Ia memegang dadanya dan merasakan detak jantungnya yang berdetak dengan cepat. Apa tadi yang ia lihat? Baekhyun, tanpa mengenakan pakaiannya sedang menurunkan celana seragamnya dan ia melihat celana boxer pendek berwarna biru tua dengan motif bintang-bintang berwarna putih.

‘aisshh! Pabbo! Pabbi! Pabbo!’

“kau tidak mau masuk” ucap Baekhyun dari belakang.

Gadis itu sedikit tekejut melihat Baekhyun yang sudah berdiri di ambang pintu.

“kau sudah selesai kan?” tanya Ahyeon ragu-ragu.

“wae? kau melihatnya ya tadi?” tanya Baekhyun dengan tatapan mengimiditasinya.

“ANIYA!” teriak Ahyeon, ia menundukan kepalanya dengan wajah yang mulai memerah.

Baekhyun tersenyum jahil didepan yeoja itu “kalau kau mau, aku akan menunjukannya” ucapnya sambil menarik tangan Ahyeon.
Gadis itu sangat terkejut, ia langsung menahan tarikan tangan Baekhyun,

“mmm,,,me,, menunjukan,,, apa”

“bukankah kau mau melihatnya?” tanya Baekhyun.

“aaa,,apa?”

Dengan cepat Baekhyun menarik tangan Ahyeon masuk kedalam kamarnya. Namja itu langsung menutup pintu dan tersenyum miring kearah Ahyeon. Ia perlahan memojokkan Ahyeon di pintu kamarnya. Ahyeon bingung apa yang mau dilakukan Baekhyun. Ia hanya semakin memeluk rapat buku-buku yang ada ditangannya. Ahyeon merasa wajah Baekhyun yang semakin dekat dengan wajahnya. Bahkan terpaan nafas Baekhyun mulai terasa hangat di pipi nya. Ia hanya semakin menunduk dan memejamkan matanya rapat-rapat.

30 detik

1 menit

2 menit

Tidak ada apa-apa yang terjadi. Ahyeon sedikit membuka matanya untuk melihat keadaan. Dan sekarang ia hanya menganga melihat Baekhyun yang sudah duduk manis didepan layar TV flat screen sebesar 40 inch miliknya.

Baekhyun menoleh kearahnya dengan senyum tanpa dosa “kau masih mau berdiri disitu, bukankah kau mau melihat ini”

“aku mau pulang” ucap Ahyeon datar.

Baekhyun mulai beranjak dari duduknya “ya ya ya! Kau kan baru datang”, Baekhyun berjalan mendekati Ahyeon dan membawa gadis itu untuk duduk bersamanya, “kita tonton dulu ne”

Ahyeon mendengus kearah lain. Jadi yang mau diperlihatkan kepadanya bukan lah sesuatu yang ada di bayangannya. Itu hanya sebuah film keluaran terbaru milik Baekhyun.

“tapi kenapa kau menutup matamu tadi eum?,,, apa yang sedang kau fikirkan” ucap Baekhyun dengan jahil.

“ttt,,tidak ada” ucap Ahyeon.

“benarkah?? biar ku tebak kau pasti memikirkan kalau aku-“

“jangan berfikiran yang tidak-tidak”

“tapi kau memikirkannya kan?? Iyakan??”

“apa? memikirkan apa??”

Baekhyun masih menatapnya dengan jahil. Seakan memaksakan Ahyeon untuk mengatakan hal yang difirannya sekarang.

“haa~ sudahlah. Sebenarnya kita ingin menonton film atau membahas hal yang tidak penting seperti ini” ucap Ahyeon.

Baekhyun terkekeh pelan. Ia sangat suka jika memojokkan Ahyeon seperti ini.

Cara gadis itu mengelak membuat Baekhyun semakin gemas melihatnya, “ara ara, kau semakin lucu jika sedang marah” ucap Baekhyun seraya mencium pipi Ahyeon sekilas.

======================

At Ahyeon’s Apartemen

‘199509’

Kai menekan password apartemen Ahyeon dengan sangat lancar, tanpa kendala sedikit pun. Setelah pintu terbuka ia segera masuk dan melepas sepatunya. Ia mengalaskan kakinya dengan sandal rumah yang sudah tersedia di rak sepatu dekat pintu.

Kai menolehkan kepalanya ke ruang tengah dan dapur. Tidak ada siapapun disana. Ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 16.30 KST. Apartemen ini sangat sepi. Apa Ahyeon belum pulang?

Kai berjalan kearah kamar Ahyeon dan membuka pintunya. Ia tidak juga melihat gadis itu disana. Sepertinya Ahyeon memang belum pulang. Kai mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi gadis itu. Tapi telfonnya langsung di tolak oleh Ahyeon. Kai mencoba menelfonnya lagi, tapi hasilnya tetap sama. Panggilannya selalu di tolak oleh Ahyeon.

“aaiiisshh!! Kenapa tidak mau mengangkat telfon dari ku” gerutu Kai, ia memasukan ponselnya lagi kedalam saku dengan kasar.

Kai melihat sekeliling nya. Kamar Ahyeon benar-benar sangat feminim. Perpaduan cat berwarna peach dan merah muda yang lebih mendominasi di kamar ini. Kai berjalan mengelilingi satu persatu sudut kamar itu.

Memperhatikan tiap detailnya tanpa ada yang terlewat sedikit pun. Selagi berada disini tidak ada salahnya ia melihat-lihat sedikit kamar ini. Lagipula tidak ada yang melarangnya. Ia berhak melihat-lihat kamar ini.

Kai menghampiri meja belajar gadis itu. Buku-bukunya tertata sangat rapi ditempatnya. Berbeda dengan meja belajarnya dirumah, sangat berantakan. Kai mendudukan dirinya di kursi belajar Ahyeon. Jarinya menelusuri tiap buku yang terpajang, hingga ahkirnya jari telunjuknya berhenti pada sebuah buku ‘Arts and Photography Books’

Seulas senyum ia ciptakan saat melihat judul buku itu. Dari judulnya saja Kai sudah tau isi buku itu. Kai mengambil buku itu dan menaruhnya diatas meja. Ia membuka halaman pertama yang dipenuhi foto-foto Ahyeon saat berumur 3 bulan.

‘waktu bayi pun dia cantik’

Kedua iris hitam itu sangat memperhatikan dengan baik foto-foto itu. Kai seperti tidak mau melewatkan nya satu pun. Terkadang ia tersenyum kecil saat melihat ekspresi Ahyeon yang begitu lucu dimatanya. Sampai ahkirnya iris matanya menangkap sesuatu yang menarik baginya. Kai melihat foto Ahyeon yang sedang ada di pangkuan seorang pria paruh baya. Kai memperkirakan usia pria itu berumur 29-33 tahun.

Tapi bukan itu yang membuat Kai merasa tertarik. Wajah pria itu sangat familiar untuknya. Ia seperti pernah melihat pria itu. Kai memutar ingatannya dan berusaha mengenali wajah pria itu. Dimana ia pernah melihatnya? Ia yakin sirinya pernah bertemu secara langsung dengan orang itu.

Karena tidak kunjung mengingatnya Kai merasa frustasi. Ia ahkirnya mengabaikan foto itu. Mungkin nanti jika Ahyeon pulang ia akan menanyakannya secara langsung kepada gadis itu. Kai membuka lagi halaman kedua buku itu. Kali ini isinya penuh dengan foto-foto saat Ahyeon mulai belajar jalan. Sesekali namja itu terkekeh pelan mengamati foto itu.

Satu per satu halaman itu di buka oleh Kai. Sekarang Kai sampai di tengah-tengah halaman. Ia nampak terlihat sangat tertarik dengan foto yang sedang ia lihat. Kai mengeluarkan foto itu dari dalam album dan memperhatikan nya lagi.

“astaga!! Kemana giginya hahahaha”, namja itu tertawa keras saat melihat foto Ahyeon yang berusia sekitar 5 tahun sedang tersenyum riang dengan satu giginya yang hilang di rahang bawah. Matanya gadis itu yang terlihat hanya segaris dengan satu gigi nya yang sudah tanggal di bagian bawah benar-benar membuat Kai sulit untuk menghentikan rasa geli diperutnya.

Kai mengeluarkan dompet nya dan memasukan foto itu kedalamnya. Ia merasa tertarik untuk menyimpan foto itu sebagai koleksi pribadinya. Kai membalik lagi halaman demi halaman. Sampai tanpa sadar ia sudah sampai di halaman terahkir album itu.

“hanya ini?”, Kai lalu beranjak dari duduknya dan mengembalikan album itu ke tempat semula.

Ia lalu keluar dari kamar Ahyeon dan melangkahkan kakinya kekamar tamu. Untuk sementara kamar itu akan menjadi kamar pribadinya selama tinggal disini. Laki-laki itu membuka lemari pakaiannya dan tersenyum puas. Ternyata sebelumnya Han ahjumma sudah membantu merapikan pakaiannya disini. Ia lalu mengambil handuknya dan akan bergegas untuk mandi.

=====================

Mobil Baekhyun berhenti didepan bangunan gedung yang tingginya kira-kira 20 lantai. Ia hanya mengantar Ahyeon sampai didepan halaman gudung apartemennya saja.

“gomawo sudah mengantar ku” ucap Ahyeon, ia melepas sabuk pengamannya dan akan membuka pintu mobil.

“Ahyeon-a” panggil Baekhyun pelan sambil menahan lengan gadis itu.

“eumm?” Ahyeon berbalik dengan kedua alisnya yang terangkat.

“apa kau suka melihat Kai disekitar sini?” tanya Baekhyun.

“k,,kenapa bertanya seperti itu, tentu saja tidak” bohong Ahyeon

“aku bertemu dengannya tadi siang didepan lift”

“bertemu dengannya??”

“ne, aku berpapasan dengan nya saat dilantai dasar”

“mungkin ia hanya mengunjungi temannya di sekitar sini”

“ku fikir juga seperti itu”

Ahyeon masih melihat Baekhyun dengan was-was. Baekhyun sudah bertemu dengan Kai disini. Bagaimana jika ia sampai tau kalau Kai ada didalam apartemennya?

“apa masih ada yang ingin kau tanyakan?” tanya Ahyeon

“ahh, tidak ada” ucap Baekhyun dengan senyum ramahnya.

“kalau gitu aku pergi”, Ahyeon mencium sekilas pipi Baekhyun dan segera keluar dari mobil Baekhyun.

Baekhyun hanya menggeleng-geleng kan kepalanya sambil tersenyum kecil. Tapi sebenarnya ia masih penasaran dengan pertemuannya dengan Kai tadi siang. Baekhyun hampir mengetahui semua teman Kai, karena mereka dulu pernah dekat. Dan Baekhyun juga tau, Kai tidak punya teman yang rumahnya disekitar sini. Tidak mau mengambil pusing tentang ini. Mungkin saja benar yang dikatakan Ahyeon. Kai hanya mengunjungi temannya yang tidak ia ketahui sebelumnya.

Ahyeon masih memikirkan kata-kata Baekhyun tadi. Namja itu bertemu dengan Kai disini. Ia harus mengajukan protes kepada eommanya nanti. Dengan mudah eommanya mengijinkan Kai tinggal bersamanya. Berada didalam satu atap yang sama. Ahyeon menyibakkan poninya keatas. Ia belum mengerjakan tugas dari Han songsaenim sama sekali. Kenapa tadi ia tidak meminta bantuan Baekhyun untuk mengajarinya sekalian. Sepertinya malam ini ia harus bekerja ekstra untuk itu.

Ahyeon dengan lesunya masuk kedalam apartemennya. Tepat dengan kedatangannya, Kai baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai celana santai selutut nya tanpa mengenakan pakaian sehelai pun untuk menutupi bagian tubuh atasnya. Rambut pria itu terlihat setengah basah dan sangat berantakan dengan handuk kecil yang ada ditangannya. Kai menggunakan handuk itu untuk mengeringkan rambutnya. Ia tersenyum miring setelahnya.

“YAAAA!!!” teriak Ahyeon sambil membuang pandangannya kearah lain. Ia dengan cepat menutupi setengah pandangannya dengan buku yang ada ditangannya. Kai bingung melihat Ahyeon yang tiba-tiba berteriak.

“aku bisa gilaaaa!!” gerutu gadis itu sambil menuju kamarnya tanpa melihat Kai.

BLAMM!!

Ahyeon membanting pintu kamarnya dengan sangat keras. Kai sedikit berjengkat melihatnya. Ia hanya menaikan bahunya melihat Ahyeon seperti itu. Ia melihat dirinya sendiri dan tidak ada yang salah dengan dirinya. Bukankah seharusnya Ahyeon merasa tertarik kepadanya? Selama ini tidak ada wanita mana pun yang menolak pemandangan seperti ini.
Dikamarnya, Ahyeon mulai memijat keningnya yang mulai terasa pusing. Belum ada sehari tinggal dengan Kai, tapi rasanya ia sudah hampir di buat gila oleh namja itu.

“sabarlah Jung Ahyeon. Hanya dua minggu dia disini. Setelah itu kau akan bebas darinya” ucapnya dengan pantulan dirinya di cermin.

Ahyeon menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Setidaknya hal seperti itu bisa membuat hatinya menjadi tenang walau sementara. Yahhh -sementara-

Ahyeon menoleh saat melihat pintu kamarnya yang mulai terbuka,

“Ahyeon-a kau sudah makan?” ucap Kai yang ada diambang pintu.

Awalnya ia ingin berteriak lagi kepada namja itu karena membuka pintu kamarnya dengan sembarangan. Tapi hari ini Ahyeon terlalu lelah untuk melakukan itu.

Dengan tenangnya, ia memejamkan matanya sebentar sebelum ahkirnya ia memberikan senyum manis nan memaksakan miliknya kepada Kai, “bisakah kau mengetuk pintunya dulu Kai oppa”

“eoh, kau sudah mulai memanggil ku oppa??” ucap Kai senang.

Ahyeon tidak sadar dengan apa yang ia katakan barusan. Gadis itu langsung membuang senyumnya jauh-jauh. Ia justru bingung sendiri. Kenapa ia memanggil Kai dengan sebutan ‘oppa’??

“aniya! Kau hanya salah dengar” elaknya.

“aku mendengar dengan jelas tadi”,Kai mulai tersenyum jahil kearah Ahyeon.

“haisshh! Aku lelah. Bisakah kau membiarkan ku sendiri?”

“apa kau sedang membuat alasan untuk menyangkal pembicaraan ini?”

“ani, aku benar-benar lelah sekarang. Bisakah kau keluar”

“mandilah dulu, setelah itu kita makan bersama. Baru kau bisa istirahat” ucap

Kai lembut lalu ia menutup pintunya memberika Ahyeon waktu pribadi untuknya.

Ahyeon menghela nafas nya pelan “bahkan ia terlihat seperti eomma sekarang”

==================================

Sehun dengan ragu-ragu ingin menekan bel didepannya, “lakukanlah Oh Sehun!” ucapnya sendiri.

Sehun lalu menekan bel rumah itu sebanyak dua kali. Beberapa menit kemudian sang pemilik rumah dari dalam rumah. Hyesung sedikit terkejut melihat Sehun yang ada didepan rumahnya sekarang.

“Annyeong” sapa Sehun

“ne, annyeong”

“kau ada waktu malam ini?”

“ne?”

“aku ingin mengajak mu jalan-jalan malam ini. Kau ada waktu?”

Dengan tangan yang terkepal Sehun berusaha terlihat setengang mungkin dihadapan Hyesung.

“tunggu sebentar aku akan mengganti baju”

7 menit kemudian Hyesung keluar dari rumahnya dan menemui Sehun, “lama menunggu?”

“ani” ucap namja itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sehun lalu membuka pintu mobilnya untuk Hyesung. Setelah Hyesung masuk, 30 detik kemudian Sehun sudah mendudukan dirinya di kursi pemudi.

“kita akan kemana?”

“ketaman dekat sini” ucap namja itu sambil tersenyum.

Hanya membutuhkan waktu 10 menit Sehun sudah membawa Hyesung sampai ketaman dekat rumahnya. Ia bertekad akan mengungkapkan perasaannya malam ini kepada gadis itu malam ini juga. Keduanya mendudukan dirinya diatas bangku ditengah-tengah taman. Sehun bukanlah tipe orang yang terlalu betele-tele.

“Hyesung-a” panggilnya pelan

Hyesung menoleh kearahnya dengan tersenyum lembut, “wae?”

Sehun menggapai tangan Hyesung dan menggenggamnya erat-erat. Pemuda itu lalu menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan, “nan neol saranghae?”

Hyesung mematung ditempatnya. Antara terkejut, senang, dan khawatir semuanya menjadi satu dalam dirinya. Rasa terkejut karena Sehun tiba-tiba mengatakan itu dihadapannya sekarang, rasa senang karena ahkirnya Sehun juga menyukainya dan rasa khawatir jika ini hanyalah mimpi.

===============================

At Ahyeon’s apartemen,,,,,

Jam dindingnya sudah menunjukan waktu tengah malam, Kai masih belum bisa memejamkan matanya sekarang. Ia selalu memiringkan tubuhnya kekiri dan kekanan berkali-kali untuk mendapatkan posisi tidur yang pas untuknya. Ia lalu mendudukan dirinya dan menyibakkan selimut yang menutupi dirinya. Mungkin segelas susu bisa membuat nya lebih mudah tidur malam ini. Kai lalu keluar dari dalam kamarnya dan menuju dapur.

Sampai didapur ia langsung membuka kulkas lalu mengambil sekotak susu dan menuangkannya kedalam gelas. Setelah itu ia memasukkan kotak susu itu kedalam kulkas dan menutupnya kembali. Kai lalu berjalan kembali kedalam kamarnya dengan segelas susu ditangannya. Saat ingin membuka pintu kamarnya, ia berbalik dan melihat pintu kamar Ahyeon yang tertutup rapat.

‘apa dia sudah tidur?’, Kai lalu membalikkan langkahnya menuju kamar Ahyeon dan membuka pintunya dengan perlahan, sangat pelan sampai tidak ada suara sedikitpun yang keluar.

Kai tersenyum saat melihat Ahyeon yang tertidur di meja belajarnya. Ia lalu masuk dan menaruh segelas susunya diatas meja kecil disamping tempat tidur gadis itu. Kai menghampiri Ahyeon dan melepas pensil yang masih digenggam gadis itu. Dengan perlahan Kai mengangkat tubuh Ahyeon dan membawanya keatas tempat tidur. Kai melakukannya dengan sangat lembut. Ia tidak mau membangunkan Ahyeon dan membuatnya terkejut.

Kai lalu membaringkan tubuh Ahyeon dan menarik selimut sampai menutupi leher yeoja itu. Namja itu lalu memberikan ciuman singkatnya di kening Ahyeon sebagai ucapan selamat tidur darinya. Kai memperhatikan wajah lelap Ahyeon yang begitu damai. Awalnya Kai merasa ini seperti mimpi indah untuk nya. Bahkan karena terlalu indah Kai tidak mau membuka matanya untuk mengahkiri mimpi ini. Ia selalu berfikir dirinya seperti namja yang paling beruntung didunia ini.

Dulu ia sangat gigih untuk mengejar gadis ini. Tapi sekarang? Tuhan seakan membantunya untuk mempermudah jalannya agar bisa memiliki Ahyeon. Kai berjanji ia tidak akan menyia-nyiakan Ahyeon apapun yang terjadi.

Kai melihat meja belajar Ahyeon yang begitu berantakan. Dengan buku-buku tebal yang saling terbuka sampai menutupi seluruh permukaan meja belajarnya. Kai hanya membantu merapikan sedikit buku-buku itu. Ia menumpuk satu per satu buku itu dengan rapihnya. Ia juga memasukan kembali segala alat tulis yang berserakan kedalam tempat pensil gadis itu.

Kai membuka laci kecil untuk menaruh penggaris panjang Ahyeon didalamnya. Saat akan menaruh penggaris itu, dahinya mengeryit ketika melihat kain hitam yang ada didalam laci itu. Entah apa yang ada dipikirannya, tangannya justu mengeluarkan kain itu dari dalam laci kecil Ahyeon. benda itu seperti tidak asing dimatanya. Kai melebarkan kain yang terlipat itu dengan tangannya. Ia terhenyak ditempatnya saat melihat bahwa yang ada ditangannya ternyata adalah sebuah saputangan yang sangat ia kenali.

‘ini??’

Kai tidak percaya dengan yang ada ditangannya sekarang. Ia melihat kearah Ahyeon yang sedang tertidur lelap. Kenapa Ahyeon bisa memiliki benda ini? Sapu tangan ini adalah sapu tangan yang sama persis dengan miliknya. Kai sangat ingat ia pernah memberikannya kepada gadis kecil yang ia temui saat di pemakaman waktu itu. Bordiran huruf KJI yang ada disapu tangan itu adalah simbol dari namanya. Neneknya sengaja membuatkan sepasang yang sama untuknya, agar Kai bisa memberikan yang satu lagi untuk orang yang sangat disayanginya.

Kai mendekat kearah Ahyeon dengan rasa keraguan di hatinya ‘apa benar kau adalah gadis itu?’

7 tahun yang lalu, sejak hari itu Kai selalu membayangkan gadis itu. Gadis kecil yang menarik perhatiannya untuk pertama kali. Sejak hari itu setiap pulang sekolah ia selalu menyempatkan diri datang ketempat dimana ia bisa bertemu gadis itu. Kai selalu menunggu nya sampai matahari hampir tenggelam di ufuk barat. Sampai ahkirnya ia lelah untuk selalu menunggu gadis itu dan memutuskan untuk tidak lagi datang ketempat itu.

Apa benar Ahyeon dan gadis itu adalah orang yang sama? Jika benar berarti Kai sudah pernah bertemu dengan Ahyeon sebelumnya. Sebuah pertemuan yang tidak disengaja. Mereka sudah saling bertemu 7 tahun yang lalu dan sekarang mereka bertemu kembali. Memang aneh dan sedikit berlebihan.

Tapi inilah kenyataannya, Kai semakin yakin bahwa Ahyeon hanya untuk dirinya seorang. Ia mengerti kenapa ia selalu merasa berambisi untuk selalu mendapatkan gadis itu, ia juga mengerti kenapa ia selalu merasa merasa tertarik dengan gadis itu.

TBC

Hahahaha 😀 Maaf ya sebelumnya aku kasih password sebelumnya. Soalnya  aku nggak sempet ngedit edit. Ngetiknya aja buru-buru semalem dan langsung ngepost jam 11 malem. Makanya masih acak-acakan banget. Tapi ini udah aku betulin sedikit kok -sedikit- 😀

133 responses to “You Should Be Mine [Chapter 14]

  1. Kalo baekhyun tau marah ngak ya ?
    Ini mah kaenya jodoh -_-
    Hahaha
    Ijin baca lebih lanjut ya thor

  2. Wahahaha kerennnn!!! Cuman kayaknya ahyeon salah ambil tindakan deh, seharusnya dia harus bilang tntang perjodohan itu supaya baekhyun gasmpai slah paham nantinya, apalagi klo baekhyun mergokin kai dn ahyoen 1 apartemen soalnya kan baekhyun tau password apartemen aehyeon.. Huhu itu bakal buat skait hati banget 😦

  3. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo·

  4. Akhirnyaaaaaaa kesampean juga angan2 ku hahaahaaa tp kenapa y enegh duluan Kai akhhh cba klo Ahyeon lan seruuuu wkwkwkkwkwkw tp gpp sgni ajj udh leren bnget ahahhaha
    Heiiii sehunnnn chuukakeeee d trma psti kannn hahahahahah
    Dn tunggu slah luhan gmn????
    Konfliknya beragam yh dunia sempit smua sling berhubungan …semoga ajja add hal baiknya

  5. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog·

  6. Apa kai emg udh jodohnya sma ahyeon? Setelah mereka ketemu 7 tahun yg lalu? huft gila dibuat penasaran sma endingnya nih gk sabar mau tau endingnya hehee, lanjut ya thor, sumpah yaa ini klo dibikin drama mungkin akau bakal nonton berkali” karna suka bgt sma alur sudut pandang latar tokoh, udh dehh keren pokonya(y)

  7. akhirnya kai tau kl ahyeon ank kecil yg wkt itu pernah ktm sm dy…wah,pst kai makin gk mau nyerah buat dptin ahyeon…trus baek gmn ya?!?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s