[Freelance] Long Time (Chapter 4)

[PIC] Long Time

Author: Raraelf95

Main cast : Kang Eunki (RI) , Lee Taemin (SHINee), Byun Baekhyun (EXO-K)

Support cast : Lee Jieun a.k.a IU , Park Chanyeol (EXO-K), Seo Minri (OC)

Genre : Romance , sad , comedy (?)

Rating : T                

Length : Series

previous chapter >> [chap. 1] [chap. 2] [chap.3]

 

Oppa aku di sini” panggil seorang gadis berambut coklat ikal yang berada di meja nomor 5. Baekhyun yang melihat nya langsung berjalan ke meja itu. Dulu ia suka sekali ke tempat ini  dengan gadis ini. Setiap pulang sekolah mereka sering pergi ke café ini hanya untuk memakan es krim.

“Maaf ya aku telat” ucap nya sambil tersenyum kecil. Baekhyun memanggil pelayan untuk memesan pesanan nya, kali ini ia tidak memesan es krim yang dulu ia makan bersama gadis ini.

“Kapan kau sampai?”

“Dua hari yang lalu… ahh iya bagaimana keadaan Oppa?”

“Ya seperti ini… baik-baik saja.”

Pesanan mereka berdua datang. Entah kenapa suasana canggung berada di antara mereka. Mungkin karena mereka sudah lama bertemu atau kecanggungan mereka di akibat kan kejadian 3 tahun yang lalu.

 

*Flashback*

“Minri selamat ya sudah satu tahun bersama Senior Byun… sungguh kamu sangat beruntung bisa mendapatkan orang yang keren di sekolah SMP mu. Aku sungguh iri.”

“Biasa saja… lagi pula aku tidak punya perasaan apa-apa dengan nya.” ucap gadis bernama Minri lalu ia menyeruputi minuman nya.

Mwo?? Tidak punya perasaan apa-apa? Bagaimana bisa kalau tidak ada perasaan apa-apa bisa berjalan selama satu tahun.”

Minri tidak mempedulikan ucapan teman nya ini, ia melanjutkan meminum-minuman nya. Saat melihat ke arah teman nya lagi, ia melihat wajah ekspresi teman nya yang seperti ketakutan. Gadis itu menoleh ke belakang dan menemukan sosok lelaki itu, Byun Baekhyun. Kekasih Minri.

Oppa?”

Baekhyun menjatuhkan bunga yang ia bawa untuk kekasih nya itu. Ia menatap kesal gadis itu lalu keluar dari café itu. Minri mengejar lelaki itu. Dengan susah payah ia berlari dan meneriaki lelaki itu.

Akhir nya Baekhyun berhenti berjalan. Hati nya sungguh sakit. Bagaimana ia tidak sakit kalau ternyata selama satu tahun ini ia berhubungan dengan gadis itu tapi ternyata gadis yang ia sukai tidak mempunyai perasaan apa-apa terhadap diri nya. Pantas ia merasa ada yang aneh dengan gadis ini selama mereka berhubungan.

Minri mengatur nafas nya dan menghampiri lelaki itu.

“Apa maksud ucapan mu tadi? Kau bilang tidak ada perasaan apa-apa?” kesal Baekhyun. “Itulah yang ingin aku jelaskan, dan mungkin seharus nya dari dulu aku mau menjelaskan nya.”

“Dari dulu?”

Minri mengajak lelaki itu untuk membicarakan hal ini ke tempat yang tepat. Bukan di jalanan seperti ini. Akhirnya mereka menemukan tempat yang cocok yaitu di bawah rindang pohon. Minri memberi kaleng minuman untuk lelaki itu.

“Sebelum nya aku sangat senang sekali dan tidak menyangka waktu itu kalau Oppa suka pada ku. Tadi nya ku pikir kalau Oppa menyukai Kang Eunki, masih ingat gadis tomboi itu kan?”

“Kang Eunki?” tanya Baekhyun. “Ahh Kang Eunki gadis yang suka bersama mu itu?” lanjut nya. Minri mengangguk. “Ne… kalian sangat dekat dan ku kira kalian ada hubungan apa-apa. Maka nya waktu itu….”

“Apa karena gadis itu kau merasa tidak nyaman? Aku dan dia tidak mempunyai hubungan apa-apa” potong Baekhyun.

”Tadi nya… tapi aku sendiri juga hanya menganggap oppa hanyalah sebatas Senior dan Junior itu saja. Apa Oppa tidak menyadari kalau Kang Eunki menyukai mu? Mungkin karena Oppa baik dengan siapa saja sehingga membuat Eunki salah sangka dan Oppa tidak menyadari nya. Aku benar-benar jahat mengambil orang yang ia suka. Walaupun ia bilang tidak apa-apa tapi aku benar-benar sangat menyesal.” Jelas Minri, ia meneteskan bulir-bulir air mata.

Oppa… gadis yang benar-benar menyukai mu adalah Kang Eunki. Bukan aku. aku sudah menghubungi Eunki tapi aku dan dia benar-benar lost contact.”

“Apa kau mengatakan ini semua karena untuk pergi ke Amerika? Apa ini salam perpisahan dari mu?”

Minri mengembuskan nafas panjang dan ia sangat bingung sendiri menjelaskan semua ini. Apa penjelasan nya belum ke tebak juga atau paling tidak di cerna. Saat ini ia seperti melihat Kang Eunki yang sedang ia kasih penjelasan. Yah memang teman kecil nya itu sedikit agak lamban kalau di beri penjelasan.

Tapi ini beda cerita. Yang ada di hadapan nya adalah seorang Byun Baekhyun, siswa yang di kenal jenius di SMP nya dulu. Akan tetapi, kenapa ia tidak bisa mencerna perkataan diri nya? Benarkah lelaki yang ada di hadapan nya saat ini adalah Byun Baekhyun?

“Hey! Kenapa kamu menatap ku seperti itu? Bukan nya menjawab pertanyaan ku malah menatap ku seperti itu?”

“Apa benar kau itu Byun Baekhyun? Atau kau itu Park Chanyeol yang menyamar sebagai Byun Baekhyun?” ucap Minri yang tidak percaya kalau di depan nya adalah Byun Baekhyun.

“Tentu saja aku Byun Baekhyun. Bukan si ‘tiang’ itu.”

“Bisa saja… tinggi kalian juga mungkin berbeda beberapa centimeter. Satu lagi masalah ini tidak ada hubungan nya dengan ke pergian ku belajar di Amerika.”

Baekhyun melihat Minri terlihat kesal. Mungkin di akibatkan ia kaget dengan dua berita yang ia dapat sekaligus mengenai gadis yang ada di depan nya ini maka nya ia tidak bisa mencerna ucapan Minri. Berita pertama ia mendengar kalau Seo Minri akan melanjutkan belajar di Amerika dan yang kedua ia mendapat pernyataan kalau gadis ini tidak menyukai nya.

Tunggu sebentar!! Tidak menyukai nya? dan yang menyukai diri nya adalah Kang Eunki? Berarti selama ini ia menyukai orang yang salah? Tapi kenapa gadis ini tidak memberitahu nya dari awal saat ia dulu menyatakan cinta? Itulah pertanyaan yang ada di pikiran nya saat ini. ia baru sadar akan ucapan Minri. Ia menatap Minri yang sedang meminum minuman yang ia beli tadi.

“Kang Eunki… gadis itu sekolah dimana sekarang?” pertanyaan Baekhyun membuat refleks Minri melihat ke arah lelaki itu. “Maaf aku tidak tahu… aku benar-benar lost contact dengan nya dan seperti nya ia juga pindah rumah.” ucap Minri.

Baekhyun benar-benar bodoh. Ia salah orang selama ini. Ia mengira orang yang suka menaruh bekal dan surat-surat itu adalah Seo Minri. Ia sendiri sampai saat ini juga tidak menyinggung masalah itu karena ia keburu yakin bahwa orang itu adalah Seo Minri bukan Kang Eunki yang suka membuntuti nya. Ia seperti membuang waktu nya, waktu yang ia luangkan untuk Seo Minri seharus nya untuk Kang Eunki. Dan bukan hanya itu saja, ia bahkan tidak mendapat balasan apapun dari Seo Minri. Bagus kalau gadis itu membalas cinta nya tapi ternyata gadis itu tidak membalas cinta nya sebagai kekasih bukan Senior.

*Flashback Off*

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Hari ini Kang Eunki tidak ada mata kuliah jadi ia bangun agak siang. Tapi ternyata ia tidak bisa tidur nyenyak seperti ia bayangkan. Kakak nya mengetuk-ngetuk pintu nya dan itu sangat membuat ia kesal.

“Minhyuk sudahlah adik mu itu lagi tidur… kau itu suka iseng sekali dengan adik mu. Dia itu sedang kecapean, jadi biarkan saja” Ucap eomma. “Biarkan eomma… aku saja yang Namja bangun lebih awal. Lah dia Yeoja masa jam 11 belum bangun. Kelewatan banget dia.” Kesal Minhyuk.

Klekek

Pintu terbuka dan menampakkan sosok gadis dengan wajah yang masih terkantuk-kantuk, rambut yang agak sedikit berantakan di tambah masih ada bekas air liur di sudut bibir dan juga di pipi. (-_-“)

Ish!!! Kau itu Yeoja apaan sih? Jorok!!!” jijik Minhyuk. “Apa??!! Kenapa mengetuk pintu ku?” kesal Eunki. Eomma nya hanya menggeleng-geleng kepala nya lalu ia berjalan menuju dapur karena ia harus menyiapkan makanan untuk tamu Appa mereka berdua dan membiarkan mereka berdua beradu mulut.

“Kau itu wanita beneran atau jadi-jadian sih? Bukan nya bangun membantu Eomma di dapur malah masih asik-asikan tidur. Apa kau tidak tahu hah eomma dari pagi buta berjalan ke pasar untuk beli bahan makanan untuk tamu Appa yang kemarin tadi nya mau datang tapi tidak jadi. Dasar pemalas!!”

“Loh bukan nya tamu Appa datang nya kemarin?”

“Dasar, kuping apa gagang pintu sih? Kan sudah ku bilang tadi kalau kemarin itu mereka tidak jadi datang. Mereka akan datang hari ini. Cepat bergegas mandi dan membantu bereskan rumah!”

Eunki masih belum paham. Tapi yang satu pasti ia harus bergegas mandi sebelum mendapat amukan lagi dari kakak nya itu.

Setelah mandi dan juga tidak lupa membereskan kamar nya, ia langsung terjun ke bawah membantu eomma nya. Tapi ternyata terlambat. Semua nya sudah di kerjakan oleh eomma dan kakak nya. Melihat Eunki yang seperti bersalah, eomma nya menyuruh Eunki membeli es krim untuk makanan penutup nanti. Eunki langsung mengambil uang yang ada di tangan eomma nya lalu langsung berangkat.

Ia melaju kan sepeda nya menuju supermarket. Saat di jalan ia mendapatkan panggilan dari Jieun.

“Ya Jieun… aku? Hmm lagi mau ke supermarket… kenapa?”

“Bisa kita keluar makan es krim? Aku sedang bosan di rumah.”

“Makan es krim? Aku saja mau ke supermarket buat beli es krim… Jieun nanti ku sambung lagi. Oppa ku menelpon ku. Bye.”

Eunki mengalihkan panggilan nya dan menerima panggilan kakak nya.

“Dimana kamu sekarang?”

“Ya lagi di jalan mau ke supermarket!!” ketus Eunki, “kenapa emang nya?”

“Tidak perlu membeli nya,  Appa sudah membeli makanan penutup.”

“Ohhhh oke… ahh Oppa aku mau keluar bareng Lee Jieun, sebentar doang kok.”

“Ya… ya… ya seterah kamu aja. Tapi jam 3 nanti jangan lupa pulang dan bantu eomma, mengerti?”

“Siap Komandan.”

Eunki mematikan panggilannya lalu menelpon Jieun lagi untuk bertemu di taman dekat rumah nya. Dari sana mereka bersama-sama pergi ke cafe menggunakan sepeda. Akhir nya Eunki sampai di taman dekat rumah Jieun dan ternyata Jieun sudah ada dengan itu mereka langsung ke cafe itu.

“Hey sebenar nya apa yang terjadi dengan mu dan Taemin? Dan kenapa ponsel mu kemarin tidak aktif?” tanya Jieun sambil mengayuh sepeda nya. Ia sangat khawatir dengan Eunki dan setelah sudah melihat wajah nya saat ini yang terlihat baik-baik saja, ia merasa lega. Akan tetapi, ia masih penasaran apa yang sebenarnya terjadi.

“Sehabis memberikan tugas ke Prof. Kim, Taemin mengajakku bicara dan yang kamu ucapkan itu benar.”

Jieun memberhentikan sepeda nya, “Yang aku ucapkan? Yang mana?” Eunki juga ikut memberhentikan sepeda nya dan melihat ke belakang. “Hmm itu… yang kata nya Taemin menyukai ku” ucap Eunki dengan pelan dan malu.

Mwoya???!!! Jadi itu benar?” kaget Jieun dan ia tertawa, ia berjalan ke samping Eunki dan Eunki sangat kesal melihat teman nya tertawa. “Hahaha maaf… maaf… terus kamu jawab apa?”

“Siang itu aku tidak membalas nya, aku shock dan aku lari. Maka nya aku izin pulang. Pas malam nya aku menyalakan ponsel ku dan banyak sekali panggilan dan pesan dari kamu dan Taemin. Taemin mengajak ku ketemuan di taman dekat rumah jam 7 malam sementara itu aku membuka ponsel ku jam 11 malam.”

“Huaaah benarkah? Berarti 4 jam lebih ia menunggu mu? Terus… terus… ia masih menunggu di sana?” Jieun makin penasaran dan Eunki mengiyakan pertanyaan teman nya itu. “Di sana aku memberikan jawaban kalau aku itu lebih nyaman menjadi seorang sahabat daripada kekasih.”

“Bagus sekali pilihan mu… ya walaupun aku merasa kasian dengan lelaki itu. Tapi itu pilihan yang bagus. Memang mencari kekasih itu sulit tapi mencari sahabat yang benar-benar bersahabat dengan kita itu LEBIH SULIT” kata Jieun dengan nada penekanan di kata ‘lebih sulit’.

Tidak mau kulit mereka lama-lama di bawah terik matahari, mereka melanjutkan perjalanan mereka ke cafe.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Bukan nya itu Senior Byun?” ucap Jieun kepada seorang gadis di samping nya. Gadis itu mengikuti arah jari Jieun dan menemukan sosok orang yang di maksud Jieun bersama seorang perempuan. “Apa dia kekasih nya? Setahu ku Senior Byun tidak punya kekasih.”

“Tahu dari mana? Sok tahu kamu… ayo duduk di sana saja” ucap gadis bernama Eunki. Ia benar-benar tidak menyangka akan bertemu mereka. Jieun masih saja melihat tempat Senior Byun duduki.

“Hey kenapa masih menatap nya? Mata mu nanti lepas loh” ledek Eunki, Jieun menatap sebal teman nya itu. Ia memasang wajah kecewa. Sikap Jieun sekarang mirip dengan diri nya yang dulu. Selalu hanya bisa menatap punggung lelaki itu dan jarang sekali melihat wajah nya. Berharap lelaki itu menyadari keberadaan nya di banyak pengagum dia.

Jieun melambai-lambaikan tangan nya di depan wajah teman nya itu dan Eunki langsung menyadari nya. “Ishhh kau itu suka sekali melamun… melamunin siapa? Lee Taemin?”

Eunki membulatkan mata nya lalu ketawa, “Ihh siapa juga yang lagi mikirin cowok yang kepedean gitu.”

Jieun ikut tertawa mendengar ucapan Eunki, “Ahh iya mana pelayan nya sih dari tadi enggak ada yang lewat. Aku pesan langsung di kasir dulu ya” Ucap Jieun, “oh iya kamu pesan apa?” lanjut nya.

“Aku minuman aja, enggak mau es krim.”

“Oke tunggu sebentar.”

Sambil menunggu Jieun memesan pesanan mereka, Eunki lebih baik memainkan ponsel nya daripada melihat pasangan itu. Kalau di bilang sakit, ia masih sakit tapi sakit nya tidak terlalu sesakit dulu. Itu karena Eunki sudah mulai melupakan lelaki itu.

Sementara itu Jieun yang masih penasaran siapa perempuan yang bersama Senior Byun itu. Ia berjalan mendekat ke arah meja mereka berdua dengan perlahan dan mempertajam telinga nya. Perempuan itu mengeluarkan sesuatu dan seperti nya sebuah undangan yang ia keluarkan dari tas nya.

“Undangan apa ini?” tanya Senior Byun, perempuan itu tersenyum dan menyerahkan undangan itu ke Senior Byun. “Ini undangan pernikahan ku… 2 minggu lagi aku akan menikah. Ahh iya tolong oppa kasih Kang Eunki ya undangan ini. Takut nya aku tidak bertemu dengan nya.”

‘Kang Eunki? Maksud nya Kang Eunki yang di sana? Kalau benar tapi tadi kenapa ia tidak mengenal nya?’ pikir Jieun. Ia yang sedang berperang dengan pikiran nya tanpa di sadari ia terjatuh tepat di depan meja mereka berdua.

“Nona kau tidak apa-apa?” tanya perempuan bersama Senior Byun tadi. Sementara Senior Byun yang melihat wajah gadis itu terlihat shock. “Oppa kenapa diam saja, bantu aku bangunin nya.”

“Baiklah.”

“Argh kaki ku!!!” ringis Jieun, Eunki mendengar suara Jieun dan ia terkejut sekali melihat teman nya itu terjatuh dan yang paling buat shock kenapa harus di dekat meja ‘mereka’? Ia membuang pikiran itu dan berlari ke arah Jieun terjatuh.

“Jieun-ah gwenchanna?” tanya Eunki, ia langsung mengambil tangan kanan Jieun yang di pegang oleh perempuan itu, “biar dia yang aku bawa.”

Hya!! Kang Eunki pelan-pelan!!” gerutu Jieun. “Ahh iya maaf… maaf” ucap Eunki. Eunki membawa Jieun keluar cafe dan duduk di pinggiran jalan. Ia meluruskan kaki Jieun dan memijat kaki nya.

Hya!! Pelan-pelan… sakit tahu.” Kesal Jieun. “Ini aku  udah pelan… lagian kenapa bisa terkilir seperti ini sih?” sahut Eunki. “Ya mana ku tahu… tiba-tiba kaki ku keram. Apa jangan-jangan karena naik sepeda ya? Aku kan sudah lama enggak menaiki nya.” Jawab Jieun.

Eunki mengangkat bahu nya. Eunki melihat senior Byun dan perempuan yang di ketahui bernama Seo Minri itu sudah keluar dari cafe lalu perempuan itu menghampiri tempat Jieun dan Eunki duduk tanpa di temani lelaki itu. Karena lelaki itu pergi dengan motor nya. “Nona kau baik-baik saja?” tanya nya.

“Dia baik-baik saja dan dia terkilir bukan karena mu” ketus Eunki. “Hya! Kau itu bicara jangan ketus dong! Dia kan berbicara baik-baik.”

“Tidak masalah… aku sudah terbiasa. Ahh iya aku mau bicara dengan mu sebentar, bisa?”

Eunki melihat ke atas ke arah perempuan itu, “Ya bicara aja” nada nya masih terdengar ketus. “Kalian sudah saling kenal?” tanya Lee Jieun yang sedari tadi bingung sendiri. “Dia teman ku dari kecil, nama nya Seo Minri. Kata nya mau bicarakan? Bicaralah” ucap Eunki.

“Aku hanya ingin berbicara berdua dengan mu, ada yang ingin aku jelaskan.”

Kalau Jieun tidak terkilir mungkin ia tadi langsung kabur dari tempat itu, ia malas bertemu dengan perempuan itu.

“Kalian bicara saja… aku akan tunggu disini.”

“Baiklah tapi aku mau kamu pulang sama Lee Taemin, oke?? Nanti aku akan telfon dia.” Jieun mengiyakan nya, ia tidak bisa menolak nya. Beberapa menit mereke menunggu Lee taemin di halte bus yang terdekat. Eunki yang membopong Jieun ke halte bus sementara Minri menunggu sepeda milik Kang Eunki dan teman nya itu.

“Nanti jangan cerita kalau aku akan pergi sama perempuan bernama Seo Minri itu… dan jangan tanya alasan nya” ucap Eunki yang buru-buru mengatakan jangan menanyakan alasan nya karena ia melihat kalau Jieun akan mengataka sesuatu. Jieun mengerucutkan bibir nya menatap sebal teman nya. Kang Eunki tidak pernah bercerita sebelum nya kalau ia mempunyai teman dari kecil nya itu ternyata kekasih Senior Byun.

Tak lama kemudian sosok Lee Taemin datang dengan motor gede nya. Jieun yang baru pertama kali melihat nya tidak mempercayai nya. “Hya! Jangan menatap ku seperti itu! Nanti kau malah naksirr dengan ku… nanti Kang eunki bisa sakit hati” pede nya lalu lelaki itu mengedipkan mata nya kiri nya ke arah Eunki. Jieun menggeleng-gelengkan kepala nya, “Ih siapa juga yang naksir… kepedean banget! Lagian nih ya aku bengong sama kamu yang bawa motor gede seperti ini. Dapat dari mana?”

Eunki yang mendengar nya terkekeh.

“Eh kau Kang Eunki jangan tertawa… enggak ada yang lucu” kesal Taemin, ia menuruni dari motor nya karena dari tadi ia ada di atas motor. “Motor itu hadiah ulang tahun ku dari Appa, memang kau pikir aku… ahh jadi kau punya memikiran yang sama dengan gadis tengil ini, kalau aku mencuri motor ini hah? Enak saja” kesal nya lanjut.

Aniya… hanya saja kau tidak cocok memakai nya. Mungkin kalau Senior Byun yang memakai nya dia tampak keren” sahut Jieun, Eunki merutuki teman nya ini yang menyebut kan nama Byun Baekhyun dan mendengar itu Taemin berubah ekspresi nya.

“Maksud mu Byun Baekhyun? Apa kalian abis bertemu dengan nya?” tanya Taemin dan Jieun mengangguk. Lalu Taemin menatap Kang Eunki yang tengah menatap arah lain. “Ne kami tadi bertemu dan dia sedang bersama seorang perempuan… kalau tidak salah nama nya….”

“Lee Jieun!!!” pekik Eunki. “Wae? Kenapa meneriaki ku??” Jieun melihat ke arah Eunki dan menemukan wajah Eunki yang sedang kesal dan akhir nya ia tersadar ia telah mengatakan apa yang seharusnya ia tidak katakan, “omona” lirih nya dan ia sangat menyesal sekali telah bicara terlalu banyak.

TBC

 

4 responses to “[Freelance] Long Time (Chapter 4)

  1. jieun ember banget thor mulutnya.. udah dibilangin jgn ngomong” malah ngomong ama taemin… ekekekeke
    yg ini kok cepet banget ya? kependekan
    nextnya dipanjangin y thor… gomawo 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s