[Freelance] Long Time (Chapter 6)

[PIC] Long Time 2

Author: Raraelf95

Main cast : Kang Eunki (RI) , Lee Taemin (SHINee), Byun Baekhyun (EXO-K)

Support cast : Lee Jieun a.k.a IU , Park Chanyeol (EXO-K), Seo Minri (OC)

Genre : Romance , sad , comedy (?)

Rating : T

Length : Series

 

Sinar matahari masuk ke sela-sela ventilasi dan membuat seseorang yang tengah tertidur di atas ranjang merasa terganggu akan sinar tersebut. Ia mulai mengerjap-ngerjapkan mata nya dan lama-kelamaan mata nya mulai terbuka. Ia menemukan satu sosok sedang tertidur di pinggir ranjang nya. Ia tersenyum saat tahu siapa sosok itu. Ia mengelus-elus pelan surai rambut gadis itu agar tidak membangunkan nya.

“Euggh” eluh gadis itu, tangan nya langsung menjauh dari gadis itu. “Kau sudah bangun? Kenapa tidak pulang hah?” tanya lelaki itu dan gadis itu tersenyum lalu menguap kecil. Ia menggerak-gerakkan badan untuk merenggangkan diri.

“Aku sangat khawatir kamu sendirian disini. Lagian paman dan bibi Lee sedang di luar kota, aku tidak mungkin meninggalkan mu. “

“Benarkah kau mengkhawatirkan ku?”

“Tentu saja… kau itu teman ku. Aku pasti sangat khawatir, apalagi saat Jieun bilang kamu kecelakaan. Aku sangat khawatir sekali. Ini minumlah!!” jawab gadis itu. Lelaki itu tersenyum miris lalu menimum air putih yang di berikan gadis itu.

Benar juga apa yang ia katakan? Tentu saja ia khawatirkan diri nya sebagai teman bukan lebih. Sungguh sebenarnya sampai detik ini ia masih mengharapkan gadis yang ada bersama nya sekarang ini.

“Taemin-ah kamu kenapa?”

“Ah aku hanya ingin pergi keluar, apa boleh? Aku tidak betah disini” ucap nya setelah tersadar dari lamunan nya. Gadis itu mengangguk dan ia menyuruh Taemin agar tetap disini karena gadis itu ingin mengambil kursi roda.

Gadis itu bernama Kang Eunki, ia setiap hari pasti datang untuk menemani dan menjaga taman nya yang abis mengalami kecelakaan. Bukan hanya Taemin yang ia urusi melainkan Lee Jieun juga. Tapi sekarang Jieun sudah tidak ada di rumah sakit karena keadaan nya sudah membaik selama seminggu lebih gadis itu di rawat di rumah sakit. Sementara Taemin ia masih harus di rumah sakit beberapa hari lagi.

Mendengar kedua teman nya yang mengalami kecelakaan ia langsung pergi ke rumah sakit untuk memastikan. Padahal pada waktu itu ia sedang mengerjakan tugas dengan senior Byun.

Semenjak itu juga tugas nya jadi terbengkalai ya walaupun sedikit lagi tugas nya sudah rampung dan itu ia kerjakan sendiri. Itu karena saat ia meminta bantuan dengan senior Byun pasti lelaki itu sedang sibuk atau ada pakerjaan lain. Dengan terpaksa ia mengerjakan nya sendiri.

“Apa Jieun sudah pulih?” tanya Taemin yang tengah duduk di kursi roda, “eunki? Kang eunki kau mendengar ku?” lanjut nya karena tidak ada respon dari gadis itu ia menoleh kebelakang dan benar saja, gadis itu sedang melamun. Ia menyentuh tangan gadis itu yang berada di pegangan kursi roda itu dan gadis itu langsung terbangun dari lamunan nya.

“Kamu tadi berbicara?” tanya gadis itu dan Taemin memasang wajah kesal nya, “hey kenapa wajah mu seperti itu hah? Apa aku telah melakukan kesalahan?” tanya lagi gadis itu. “Kamu masih mengatakan kenapa aku marah? Hey kamu itu sedang mendorong ku dan kamu malah melamun? Hah! Apa kamu ingin aku tidak cepat sembuh hah?” kesal Taemin dan sebenar nya itu tidak benar karena ia hanya berpura-pura.

Eunki berjongkok di samping Taemin. Ia menyenggol-nyenggol lengan lelaki itu tapi Taemin hanya diam dengan melihat ke arah yang lain. Taemin tersenyum kecil malah kalau bisa ia ingin tertawa sekeras-keras nya mengetahui tingkah gadis itu.

“Lee… Tae… min? Apa yang kamu tertawakan hah?”

Mata Taemin membulat mendengar suara horror itu. Ia tidak bisa mengunggapkan kata-kata saat  ia melihat Eunki ada di depan nya dan bahkan ia membayangkan kalau gadis ini tengah memegangi samurai untuk nya. Sangat susah sekali ia menelan air ludah nya saat membayangkan hal itu.

“Kamu menertawai ku hah?” suara nya dengan nada tinggi. Eunki sangat beruntung sudah berada di luar area gedung rumah sakit , sekarang ia berada di taman di area rumah sakit. Ia memukul kecil tubuh lelaki itu dan lelaki itu meringis kesakitan.

Hya!!! aku ini adalah pasien!! Kamu tidak boleh memukuli pasien!!!”

“Apa? Pasien? Hah! Kamu itu pasien yang menyebalkan!! Masih sempat-sempat nya kamu mengerjai ku. “ Eunki duduk jauh di bangku yang ada di taman itu dan meninggalkan Taemin yang duduk di kursi roda. Eunki membuang wajah nya. Taemin langsung menghampiri Eunki.

“Maaf… maafkan aku. ya? Maaf ya?” sesal Taemin tapi Eunki hanya diam dan tidak berbicara apapun. “Hya, aku hanya bercanda… kenapa kamu sekarang sangat sensitif sekali sih sama kaya Jieun. “

Lalu terdengar suara kekehan yang ternyata itu suara kekehan dari gadis itu. Gadis itu tertawa geli sambil melihat ke arah Taemin. Taemin yang melihat nya langsung tersenyum kecil, ternyata gadis itu hanya mengerjai nya.

“Hah lihat itu? Aku bisa mengerjai mu juga, “ tawa nya, “bagaimana? Apa akting ku bagus?” lanjut nya. “Iya… iya akting mu sungguh bagus. Dasar kamu itu!!” respon Taemin sambil mengacak-acak rambut teman nya.

“Ah iya… aku lupa mengatakan nya. Kemarin saat bertemu dengan Seo Minri, ia mengatakan akan menikah. Ia mengundang kamu, aku dan juga Jieun. “

“Seo Minri? Gadis itu ingin menikah? Dengan lelaki itu?”

“Bukan… tetapi dengan lelaki lain. Ia sudah menceritakan nya semua nya, semua nya tanpa satu  yang terlewatkan. Sudah terlambat ia mengatakan nya karena itu tidak mungkin. “

Raut wajah gadis itu berubah sendu dan Taemin tahu apa serta siapa yang gadis itu maksud. Siapa lagi kalau bukan Byun Baekhyun. Ia sangat heran kenapa gadis ini masih menyimpan perasaan kepada lelaki itu, walaupun gadis itu mengatakan kalau ia sudah tidak memiliki perasaan apa-apa lagi dengan lelaki itu tapi Taemin tahu. Taemin sangat tahu kalau Eunki menyimpan perasaan nya dengan rapih dan membuat orang lain tidak ada yang mengetahui nya.

 

“Tidak ku sangka kau masih menyukai nya. “

“Apa maksud mu?”

“Kau dengan lelaki itu… kau masih menyukai nya? Kang Eunki, lihat aku… hey lihat aku!!!” ucap Taemin lalu ia mengambil kepala Eunki agar gadis itu melihat ke arah nya, “jawab aku… kau masih menyukai nya kan?”

“Kau itu bicara apa sih?” respon eunki dan ia langsung berdiri, “masalah ini… masalah ini sudah aku jawab bukan? Aku tidak menyukai nya. “ Eunki berbohong, ia tahu. Ia tahu sikap gadis ini kalau sedang berbohong. Mata nya bergetar dan pandangan nya tidak fokus melihat nya tadi.

“Apa karena aku? Ya karena aku tidak menyukai lelaki itu, maka nya kau menyimpan nya?” Lagi-lagi Eunki hanya diam, ia tidak tahu apa yang harus ia jawab, “apa kau sadar apa yang lakukan? Kau itu hanya membuat aku berharap… berharap kalau aku mempunyai kesempatan untuk memiliki mu. “ Taemin sudah di ambang kesabaran nya, ia sudah tidak bisa menyimpan perasaan nya ini. Bibir nya bergetar dan dirasakan mata nya ingin menumpahkan sesuatu. Tapi ia tahan. Ia tidak boleh menangis di hadapan seorang wanita, apalagi wanita yang sangat ia cintai.

“Jangan seperti ini… jangan seperti ini Kang Eunki, jangan membuat aku susah untuk melepaskan mu. Kalau kau masih menyukai nya… kejarlah lelaki itu lagi. Tapi ingat! Kalau ia berbuat macam-macam, jangan pernah menghalangi ku untuk mematahkan tangan dan kaki nya!!”

Eunki kembali melihat nya dan ia tersenyum. Ia tersenyum? Kenapa? Taemin bingung dengan senyuman gadis itu . “Ah udara nya sudah mulai dingin… ayo kita masuk sebelum kau berbicara yang aneh-aneh lagi, “ Taemin menahan tangan Eunki dan menatap kesal ke arah gadis itu.

“Apa kau pikir aku akan tertipu lagi dengan wajah kesal mu itu? Hah tidak bisa… sudahlah ayo kita masuk “ lanjut Eunki.

Taemin membiarkan diri nya di dorong oleh Eunki tanpa membela diri atas ucapan yang di ucapkan gadis itu untuk nya. Ia harus mengendalikan nya semua.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Tiga hari kemudian

“Sampai kapan kamu akan terus berdiri di cermin itu? Kamu itu sangat cantik Kang Eunki” ucap seorang wanita dengan gaun pengantin nya, ia memegangi bahu gadis yang sedang menatap diri nya sendiri di cermin. Gadis bernama Kang Eunki itu menghela nafas, “Hah kamu itu kenapa menyuruh aku menjadi pendamping pengantin wanita? Lihat… aku terlihat aneh” keluh Eunki.

Minri tersenyum kecil, “Kata siapa kamu tidak cantik? Ayo kita buktikan di luar sana! Ayo bersiap-siap!!” seru Minri dan Eunki mengeluh tapi ia harus bersikap biasa saja, ini adalah acara pernikahan teman nya. ia tidak mau merusak nya karena tingkah nya.

“Hey aku yang menikah kenapa kamu yang nervous?” kekeh Minri. Ya teman nya ini benar, kenapa ia yang menjadi nervous padahal teman nya yang ingin menikah. Hari ini adalah hari pernikahan teman lama nya, Seo Minri dan gadis itu meminta Eunki untuk menjadi pendamping pengantin wanita. Awal nya ia menolak tapi dengan segala bujuk rayu yang di luncurkan oleh Minri, akhir nya ia bisa membuat gadis itu menjadi pendamping diri nya menuju altar.

Pintu terbuka dan Eunki memasuki ruangan pernikahan di belakang Minri sambil memegangi buntut gaun pengantin Minri. Banyak sekali yang datang di acara yang suci ini. Mata orang-orang tertuju kepada mereka berdua. Eunki berusaha menetralkan diri menenangkan perasaan nya. Terlihat Taemin dan Jieun duduk di bangku bagian belakang, mereka melambaikan tangan ke Minri dan juga Eunki.

‘Apa? Taemin duduk bersama Jieun? Lalu siapa yang jadi pendamping pengantin Pria?’ batin gadis itu dan ia langsung mengintip dari balik tubuh tinggi Minri. Mata nya membulat melihat siapa yang ada di samping calon suami Minri. Mungkin kalau Taemin tidak mengalami kecelakaan tidak akan di gantikan oleh lelaki itu.

Eunki melepas pegangan gaun Minri saat teman nya sudah berada di atas altar. Lelaki itu tersenyum kepada nya tapi senyuman nya sangat beda. Ini adalah senyuman dulu lelaki itu, dingin dan hanya sekilas. Tapi Eunki membalas nya dengan senyuman terbaik nya lalu ia berdiri di sebelah lelaki itu.

Mata lelaki itu di rasa selalu melirik ke arah diri nya. Ia bukan percaya diri tapi gadis itu sekali memergoki lelaki itu melirik ke arah diri nya. Di pandangi seperti itu membuat jantung gadis itu berdetak sangat cepat.

Terdengar suara tepuk tangan yang di tujukan untuk pasangan pengantin baru yang sudah resmi. Minri sangat terlihat senang dan bahagia. Semua berkumpul di halaman depan. Ini adalah acara pelemparan bunga. Wanita-wanita yang masih lajang sangat antusias, semua nya ikut kecuali Kang Eunki. Gadis itu malah berdiri di belakang kerumunan wanita-wanita itu.

“Ah tidak ku sangka teman ku yang tomboi bisa anggun juga hari ini. “

Eunki menoleh dan ia kaget Taemin sudah ada di samping nya dengan kursi roda nya. Ia tersenyum menyeringai melihat diri nya dan memandang dari ujung kaki hingga kepala. Sementara Eunki, gadis itu menatap sebal teman nya itu. Ia memukul bahu teman nya itu dan lelaki itu meringis kesakitan.

“Hey aku ini masih sakit tahu!!” kesal Taemin. “Lagian kamu menatap ku seperti itu. Aku tahu pasti anehkan melihat ku memakai pakaian ini?” lesu Eunki. Taemin tertawa kecil tapi dapat di dengar oleh Eunki, “Aneh dari mana nya? Ya memang aku saja kaget kamu mau memakai pakaian itu… tapi jujur loh kalau kamu itu hari ini sangat cantik dan manis. Pria normal pun pasti mengatakan hal yang sama. “

Perkataan Taemin membuat Eunki tersipu malu. Mungkin di rasa wajah diri nya sudah semerah tomat. Ia memandang arah lain untuk menutupi wajah nya memerah itu. Di lihat Minri sedang meancang-ancang untuk melemparkan buket bunga yang ia pegang. Ia melempar nya cukup jauh dan di tangkap oleh Eunki yang berada di sana dengan refleks. Ia mendongakkan kepala ke arah wanita-wanita tadi yang mengerumuni Minri melihat ke arah diri nya.

“Ah kata nya kamu enggak minat mengambil bunga itu?” kesal Jieun sambil berjalan ke arah Eunki dan Taemin berada. “Baiklah kalau begitu ini” ucap Eunki tapi Jieun hanya diam dan tidak mengambil buket bunga itu.

“Eunki itu punya mu… kalau kau memberikan nya berarti kamu memberikan jodoh mu untuk teman mu” ucap seseorang dari belakang yang ternyata adalah Seo Minri. “Itu benar!!” sahut Jieun. Eunki mengelus-elus tangan kiri nya dan ia tidak tahu menahu semua ini. “Semoga kamu mendapatkan jodoh yang baik ya” ucap Minri dan Taemin yang mendengar langsung mendeham.

Ketiga wanita itu menatap ke arah Taemin yang terduduk di kursi roda nya. “Apa? Kenapa kalian melihat ku seperti itu?” mereka bertiga hanya diam lalu beberapa detik kemudian mereka bertiga tertawa lepas.

“Minri-ah!!” sebuah suara telah membuat mereka berhenti tertawa. “Oh oppa, ada apa?” tanya Minri dan yang memanggil Minri adalah Byun Baekhyun. “Maafkan aku, aku harus ke bandara sekarang.”

“Bandara? Oppa kamu mau pergi?”

Aniya… aku ingin menjemput seseorang, ah tapi nanti malam aku janji akan datang ke pesta mu. “

“Baiklah tapi janji ya harus datang atau aku akan marah pada mu” ucap Minri dengan ekspresi kesal nya. “Iya aku janji, baiklah aku pergi!!”

Ia melihat nya, lelaki itu melihat kalau ada Eunki di sana. Tapi kenapa lelaki itu seperti tidak menganggap diri nya ada di sini? Ada yang aneh dengan lelaki itu.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Malam ini tamu yang datang adalah kebayakan teman-teman Minri dan suami nya. Mereka mengadakan nya di sebuah taman. Garden party. Mereka ingin semua undangan merasa nyaman dan santai. Semua nya sedang menikmati hidangan yang telah di sediakan dan juga alunan musik telah membuat suasana tidak terlalu kaku.

Kedua pasangan pengantin itu berjalan kesana-kemari menyambut para tamu yang baru saja datang. Mereka melemparkan senyuman ke semua undangan yang hadir.

“Seo Minri!!” panggil seorang lelaki jangkung dan Minri tersenyum melihat lelaki itu. Lelaki itu memberi selamat ke Minri dan tentu nya dengan suami nya. “Yeobo, kenalkan ini Park Chanyeol. Dia teman senior Byun Baekhyun. “ Kedua lelaki itu tersenyum satu sama lain.

“Oia lalu dimana Byun Baekhyun? Apa dia tidak bersama mu?” tanya suami Minri dan Minri pun mengiayakan. “Oh itu, dia… dia sedang bersama seseorang jadi aku tidak bersama nya. ”

Dengan seseorang? Apa dengan Eunki? Batin Minri.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Mata nya menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Dada nya mendadak sesak. Sesak di saat lelaki itu membawa diri nya terbang hingga menembus awan dan diri nya sudah merasa senang di bawa terbang oleh nya, tapi lelaki itu malah menghempaskan jatuh ke bumi lagi. Ia merasa terluka untuk kedua kali nya.

Aigoo siapa lagi sih yang di bawa senior Byun?” kesal Jieun yang melihat senior Byun nya itu bersama wanita lagi. Mereka berdua bergandengan sangat mesra masuk ke dalam acara pesta. “Ahh benar-benar senior Byun itu!!” gerutu Jieun lagi.

Eunki menggeleng-gelengkan kepala nya, “Kamu itu kenapa sih? Mungkin saja dia itu kekasih nya bukan?”

Jieun melihat ke arah teman nya itu dengan tatapan kesal tapi malah itu membuat Eunki terkekeh kecil, wajah Jieun yang ngambek sangatlah lucu. Jieun yang menyadari nya langsung mempercepat langkah nya meninggalkan Eunki yang memanggil-manggil nama nya.

 

“Dia kekasih ku, nama nya Hwang Jihyun. Bagaimana cantik bukan kekasih ku?” pernyataan Baekhyun yang mengatakan kalau wanita tadi adalah kekasih nya di dengar juga oleh dua gadis itu, Kang Eunki dan Lee Jieun. Jieun saat ini seperti ingin mengeluarkan bulir-bulir air dari mata nya. Ia merasa sakit sekali hati nya melihat seseorang yang ia sukai sangat sangat sangat suka itu bersama wanita lain dan lebih cantik dari diri nya dan bahkan mengatakan kalau dia itu kekasih nya.

Eunki menyenggol lengan teman nya tapi Jieun masih saja diam. Eunki menghela nafas panjang dan menarik tangan Jieun.

“Minri-ah!!” panggil Eunki dan membuat ke empat orang itu menoleh ke arah diri nya serta Jieun. “Hey jangan kamu tekuk itu wajah mu… tidak bagus menampakkan wajah seperti itu di pasangan pengantin baru” bisik Eunki dan Jieun mengangguk, gadis itu tersenyum sebagus mungkin di hadapan teman Kang Eunki.

“Loh kenapa kalian datang hanya berdua? Dimana Taemin?” tanya Minri. “Taemin masih sakit dan aku tidak bisa membawa nya kesini” jawab Eunki. “Hmm sayang sekali dia tidak bisa datang, jarang sekali aku bisa dekat dengan nya lagi” ucap Minri dengan nada kecewa nya.

“Memang siapa Taemin yang kamu maksud itu? Apa dia kekasih mu Eunki-ssi?” tanya suami Minri, Baekhyun masih ada di sana ia ingin mendengar nya. Sementara Eunki ia bingung harus menjawab apa.

“Bukan suamiku, Taemin itu bisa di bilang tameng untuk Eunki. Apapun yang membuat Eunki sakit pasti Taemin akan menghajar siapa saja yang membuat Eunki sakit, ya walaupun sebenarnya Eunki sendiri bisa mengatasi nya dan aku tidak akur dengan nya waktu kami sekolah” jelas Minri.

“Ah masa? Yang aku lihat kalau mereka bertemu pasti saja beradu mulut. Ughh!! Itu membuat ku sakit kepala” keluh Jieun. “Hey kalian berdua aku bertaruh kalau Taemin besok pagi akan datang menemui kalian satu per satu” ucap Eunki dengan nada di buat agak menyeramkan.

Kedua gadis itu melemparkan pandangan kearah lain dan beralasan untuk berpindah tempat, tak terkecuali Jieun. Ia bilang ingin mengambil minuman. Tinggallah Eunki di tempat nya karena lelaki itu sudah entah pergi kemana.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Diri nya tidak berada di pesta itu. Ia saat ini sedang sendiri karena tidak ada satu pun ia kenal hanya Minri saja. Sedangkan teman baik nya bersama kekasih baru nya. Tadi nya tempat ini sangatlah tenang tapi ia mendengar sesuatu, sebuah suara yang tengah bergerutu karena suatu hal. Ia mendekati sumber suara itu lalu saat sudah tahu siapa yang sedang bergerutu itu, ia membulatkan mata nya.

“Dasar bodoh!!! Senior Byun bodoh!!!” gerutu gadis itu sambil menendang-nendang ke tanah  dan berjalan ke arah danau, tempat ia berada. “Ahh apa lelaki itu tidak peka sama sekali apa??” dilihat gadis itu ingin menendang sebuah kaleng masuk ke dalam danau tapi sangat tidak tepat ia menendang nya. Gadis itu jatuh tersungkur dan ia meringis kesakitan, ia mengerang sambil memegangi kaki nya.

Panik. Ia langsung berjalan ke arah gadis itu.

Gwenchana?” tanya nya kepada gadis itu tapi ia hanya diam, malah tambah kesakitan. Tanpa di beri izin, ia langsung menggendong gadis itu melewati kerumunan para tamu yang datang dan membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian. Gadis itu adalah Lee Jieun sedangkan yang sedang menggendong nya adalah Park chanyeol. Lelaki jangkung itu mencari taksi dan membawa nya ke klinik terdekat.

Eunki dan Baekhyun melihat nya, melihat teman mereka dan langsung berjalan keluar. Wanita yang bersama Baekhyun ia tinggal di pesta. Eunki berdiri di pinggir jalan menunggu taksi tapi taksi belum muncul juga. Suara klakson membuat ia menoleh dan sangat kaget sekali.

“Ayo cepat naik!!” ajak baekhyun, ia ingin menolak tapi taksi tidak kunjung muncul. Ia langsung masuk ke dalam mobil yang di kendarai Baekhyun. “Kamu tahu kemana mereka pergi?” tanya Eunki dengan wajah panik nya.

“Tadi yang ku dengar kalau perempuan yang lagi di gendong itu meringis kesakitan. Kita cari di klinik terdekat, tadi aku sempat melihat ada klinik dekat sini” ucap Baekhyun dengan tatapan mata nya lurus ke depan jalan. Sementara Eunki ia melihat keluar jendela yang suasana nya sudah gelap.

“Apa sih yang di lakuin lelaki jangkung itu sampai Jieun kesakitan seperti itu” ucap pelan Eunki agar Baekhyun yang ada di samping nya tidak mendengar nya, tapi ternyata gadis itu salah. Baekhyun mendengar nya, mendengar sangat jelas.

“Chanyeol bukan orang seperti itu, walaupun dia agak keliatan banyak tingkah tapi ia bukan orang seperti itu. Seseorang yang suka menyakiti apalagi wanita” respon lelaki itu yang tadi mendengar gumgaman perempuan di samping nya.

Eunki melirik ke arah Baekhyun. Lelaki itu masih fokus dengan menyetir nya. Apa tadi dia mendengar nya? aigoo bodoh nya aku ini!! rutuk nya sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan nya lalu gadis itu juga menundukkan kepala nya karena ia tidak berani menatap lelaki itu.

Di rasa mobil melaju perlahan, ternyata mereka sudah sampai di klinik yang tadi Baekhyun katakan. “Kita cari di klinik ini dulu” ucap nya sambil membuka sabuk pengaman nya. Eunki langsung turun dari mobil dan mencari teman nya.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

“Tenang saja, luka nya tidak terlalu parah. Hmm tapi apa nona pernah mengalami kecelakaan?” tanya dokter kepada gadis yang sedang terbaring di ranjang pasien. “Iya pernah, aku mengalami kecelakaan motor dan kaki yang ini mengalami luka” jawab gadis itu sambil menunjukkan kaki kiri nya.

Dokter itu mengangguk, “Pantas, ada sedikit retak di tulang nya. Nona harus hati-hati lagi atau kaki nona akan di operasi” jelas sang dokter lalu pergi keluar dari ruangan itu meninggalkan gadis itu dengan lelaki jangkung yang berada di samping nya.

Gomawo Senior sudah mau mengantarku” ucap gadis bernama Lee Jieun dan melihat gadis itu ingin bangun dari tidur nya, Chanyeol membantu gadis itu bangun. Jieun melihat ke arah Chanyeol dan ia tersenyum, entah kenapa jantung nya merasa berdetak kencang melihat senyuman gadis di depan nya.

“Senior? Senior Park?” Jieun melambai-lambaikan tangan nya di depan wajah lelaki itu. Melihat sebuah tangan bergerak kesana-kemari di wajah nya, lelaki itu tersadar. Ia menjauhkan tangan nya di tubuh gadis itu.

Terdengar suara pintu terbuka menampakkan seorang gadis dengan seorang lelaki yang berjalan di belakang nya. Gadis itu memeluk Jieun dan sedikit menitikkan air mata. “Ah kamu itu membuat ku khawatir” ucap gadis itu di pelukan Jieun, “apa yang sakit? Tadi ada yang bilang kalau kamu meringis kesakitan… apa ada yang terluka?” ucap nya lagi setelah melepaskan pelukan mereka.

Jieun menggeleng, “Hanya luka ku yang bekas kecelakaan itu terluka lagi, itu kesalahan ku jangan menyalahkan senior Park” ucap Jieun yang seakan membaca pikiran diri nya yang akan bertanya kepada lelaki jangkung yang berdiri tidak jauh dari nya.

“Sebenar nya apa yang terjadi?” tanya Baekhyun. “Dia tersandung saat menendang benda-benda yang ada di depan nya” cerita Chanyeol dan dapat di dengar oleh Eunki. Eunki langsung menatap teman nya yang berada di atas ranjang, “Kenapa menendang-nendang?”

Jieun hanya diam tapi Eunki bisa tahu apa yang Jieun pikirkan. “Apa kamu sudah boleh pulang?” tanya Eunki. “Seperti nya boleh, soal nya tadi dokter bilang kalau dia baik-baik saja. Hmm atau mungkin aku akan tanya ke dokter itu lagi?”

Selesai dengan kalimat nya Chanyeol melesat keluar, meninggalkan mereka bertiga berada di ruangan itu. Hening. Mereka bertiga hanya diam, tidak ada percakapan satu pun di antara mereka. Ahh lebih baik aku tadi ikut Chanyeol, batin Baekhyun.

“Senior Byun” seseorang memanggil nya dan ia berharap itu dia yang memanggil nya. Tapi ternyata bukan. Gadis yang terduduk di ranjanglah yang memanggil nya.

“Apa? Ada apa?”

“Maafkan aku sebelum nya kalau aku lancang… “ ucapan gadis itu seperti menggantung dan Baekhyun masih menunggu, sementara gadis yang satu nya sudah tahu apa yang ingin teman nya ini katakan. “dia… ah bukan tapi wanita itu… wanita yang datang bersama senior. Apa dia kekasih mu?” Jieun sangat berani mengatakan hal ini dan Eunki sangat kaget mendengar nya.

Baekhyun tersenyum. Ini pertama kali nya Senior nya tersenyum ke dia. Terakhir bertemu senior nya, lelaki ini merasa kesal dengan nya. “Dia kekasih ku, memang ada apa?”

“Benarkah?” tanya nya lirih dan bahkan dapat terlihat jelas kalau ia ingin menangis. “dia benar kekasih mu?” tanya nya lagi dan kali ini bulir-bulir itu meluncur dari mata nya.

Gadis bodoh ini… sangat berani dia, batin Eunki sambil melihat Jieun lalu ke lelaki itu, mata nya dengan mata lelaki itu bertemu. Jieun tidak menyadari dengan apa yang tengah terjadi sekarang ini.

“Mungkin sudah terlambat untuk mengatakannya… tapi aku tidak bisa menyimpan nya,” ucapan Jieun membuat dua mahluk itu melihat lagi ke arah nya, “aku menyukai senior Byun.”

 

 

TBC

4 responses to “[Freelance] Long Time (Chapter 6)

  1. itu baekhyun maksudnya apa coba? mo bales perbuatannya eunki yg ngaku” pacaran ama taemin ya?
    apa mo nyari tau perasaan eunri yg sesungguhnya ama dia gmn?
    btw jieun nekad banget ya, berani nyatain perasaannya bt baekhyun… he8
    anyway thanks thor dah dipublish cepet… nextnya lebih cepet dong dr yg ini 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s