[Freelance] I CHOOSE TO LOVE YOU (PART 4 : GUILTY)

page(1)

 

Cast : GO MBLAQ / Jung Byung He

           Ok Taecyeon

OC   : Kwon Yuri / Kim Yuri

           Kim Junsu , Lee Joon

Rating : PG-15

Genre : Romance

Author : Vinna Karnawiredja

 

 

I wanna give you all the things you never had

Don’t try to tell me how he treats you isn’t bad

I need you back in my life

I never wanted just to be the other guy

I never wanted to live a lie

 

If it’s wrong to tell the truth

What am I supposed to do

All I want to do is speak my mind

If it’s wrong to do what’s right

I’m prepared to testify

If loving you with all my heart’s a crime

Then I’m guilty

(Blue_Guilty)

 

Keesokan harinya disaat sedang sarapan taec menanyakan tentang kelakuan aneh byung hee kemarin

 

“hyung sebenarnya kemarin kau kenapa? Pergi begitu saja dan pulang sudah tak sadarkan diri? Apa kau marah padaku? Atau aku membuat kesalahan?” Tanya taec

 

“miane…aku tak marah padamu, dan kau juga tidak membuat kesalahan apapapun hanya saja kemarin aku ada sedikit masalah”

 

“masalah?apa kau mau menceritakannya padaku?”

 

“anniya ini masalah pribadi” tolak byung hee

 

“arraso…tapi hyung kenapa kemarin kau ada di tempat kerja yuri?”

 

“ah…i…itu se…sebenarnya aku sedang mensurvey sekolah2 musik, karena aku akan menyumbangkan beberapa alat music, dan kebetulan saat sedang melihat-lihat aku mendengar suara piano yang indah. Aku penasaran dan akhirnya aku kesana. Aku sama sekali tidak tau kalau itu adalah tempat kerja kekasihmu”

 

Taec sebenarnya agak curiga mendengar penjelasan byung hee, tapi ia mencoba untuk berfikir dan mempercayai hyungnya yang amat ia sayangi itu

 

“oh begitu rupunya, ternyata hyung baik sekali mau menyumbangkan alat2 musik” kata taec akhirnya.

 

Byunghee sebenarnya sangat tidak enak karena berbohong pada taec, tapi ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya pada taec karena ia tidak tau apa yang akan terjadi jika semuanya terbongkar. Akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya mengenai yuri pada taec

 

“sudah berapa lama kau dan yuri berpacaran?” Tanya byung hee

 

“kurasa hampir 5 tahun. Saat semester 2 kami kuliah. Wae?”

 

“tidak apa hanya aku agak terkejut yuri menerimamu”

 

“ya..hyung kau jangan meremehkan aku. Begini2 banyak wanita yang antri ingin menjadi pacarku”

 

“benarkah? Berarti kau tipe pria yang setia kalau begitu, karena masih bertahan dengan yuri”

 

“karena untuk mendapatkan hatinya itu sangat sulit. Aku butuh banyak perjuangan”

 

“benarkah? Apa yang sudah kau lakukan?”

 

“sebenarnya dulu yuri selalu menolakku, tapi aku pantang menyerah dan terus mengejarnya, sampai pada suatu hari entah karena ia sudah marah atau muak padaku karena selalu mengejarnya akhirnya dia bilang kalau dia sedang menunggu seseorang, cinta pertamanya. Ia bilang ia sudah hampir 10 tahun menunggunya jadi dia tak ingin bersama pria lain. Dan akan tetap menunggunya . dan yang lebih parah ia bahkan tidak tau wajah pria itu, karena pria itu pergi di hari saat ia operasi mata”

 

Deg…ged…jantung byung hee seketika berdegup kencang. ‘benarkah yuri menunggunya sampai 10 tahun?’ pikirnya

 

“lalu bagaimana kau akhirnya bisa mengubah pikiran yuri dan akhirnya ia menerimamu?”

 

“aku meyakinkannya kalau aku juga pantas untuk bersamanya, dan pantas mendapatkan kesempatan untuk bersamanya pula. Jadi aku bilang padanya kalau untuk menerimaku. Dan jika suatu hari pria itu datang, jika dia masih mencintainya maka aku akan mengalah. Tapi sebelum pria itu datang aku akan membuat yuri mencintaiku. Dan dia setuju”

 

byung hee semakin terkejut mendengar apa yang dikatakan taec. Bahkan mereka membuat sebuah perjanjian saat mereka memutuskan untuk bersama. Bagaimana jika taec tau bahwa pria yang dimaksud adalah hyung nya sendiri.

 

“bagaimana jika suatu hari pria itu datang?” Tanya byung hee

 

“sekarang aku sudah percaya diri, aku yakin yuri sudah mencintaiku hyung. Aku kan tampan, baik hati dan juga kaya raya, mana mungkin yuri tak mau memilihku hehe, lagipula  Karena ini sudah 5 tahun berlalu. Berarti sudah 15 tahun pria itu pergi. Aku percaya diri” kata taec narsis sambil tersenyum lebar dan menghabiskan sarapannya.

 

Byung hee masih menyimpan rahasia itu rapat2. Taec dan bahkan yuri sendiri tidak ia beritahu. Hatinya masih bingung sekaligus sedih. Ia menyuruh lee joon untuk menyelidiki aktivitas apa saja yang dilakukan yuri setiap hari. Ia ingin tahu apakah yuri masih seperti dulu atau tidak. Dan dari semua laporan lee joon padanya ia tahu kalau yuri tidak pernah berubah. Hatinya masih sebaik dulu, ia juga masih menyukai bunga daisy. Dan ia juga suka membantu anak2 cacat di rumah penampungan. Jiwa sosialnya sangat tinggi. Sebulan. Dua bulan sudah berlalu. Dan ia masih bersikap wajar dihadapan taec maupun yuri. Walaupun kadang ada sikapnya yang membuat mereka aneh atau bahkan sedikit curiga. Suatu siang di musim panas, matahari amat terik menyengat kulit. Byung hee sedang berjalan di sepanjang pertokoaan. Saat melihat papan nama ‘music station’ ia masuk ke dalamnya. Sebuah toko yang menjual berbagai jenis alat music. Ia melihat sekeliling, ada piano, gitar, bass, biola, dan masih banyak lainnya. Setelah melihat ke sudut ruangan akhirnya ia menemukan apa yang ia cari. Harmonika. Perlahan-lahan ia mendekati di mana harmonika2 tsb dipajang. Walau jumlahnya tak sebanyak alat music yang lain tapi byung hee merasa senang. Kemudian tangannya mengambil sebuah harmonika yang membuatnya tertarik karena bentuknya yang unik. Tapi saaat hendak mengambilnya, ada tangan lain yang juga ingin mengambil harmonika tsb. Seketika itu juga ia berbalik ke samping dan melihat yuri disana. Mereka pun sama2 terkejut.

 

“annyonghaseyo sajangnim” sapa yuri

 

“ah ne annyonghaseo” jawab byung hee gugup karena masih terkejut

 

“apa anda menyukai harmonika?”

 

“ne aku sangat menyukai harmonika. Apa kau juga menyukainya?”

 

“benar, karena ini adalah alat music pertama yang aku pelajari”

 

“begitukah…”

 

“aku tak menyangka kita memiliki hoby yang sama”

 

“kau pasti sangat pandai bermain harmonika?”

 

“ah tidak juga. Mungkin anda lebih pintar memainkannya di banding aku”

 

“kim yuri ssi…bagaimana kalo kita makan siang bersama. Biar aku meneraktirmu”

 

“baiklah dengan senang hati sajangnim”

 

Akhirnya mereka pun makan di restoran yang cukup berkelas dan mereka makan sambil berbincang-bincang

 

“oya sejak kapan kau menyukai harmonika?”Tanya byung hee

 

“sejak aku kecil. Seseorang mengajarkan padaku, dan saat itu aku langsung meyukainya”

 

“apa orang itu orang penting untukmu?”

 

“dia adalah cinta pertamaku”

 

“Lalu dimana dia sekarang?”

 

“entahlah…aku bahkan sudah terlalu lelah untuk menunggunya kembali. Lagipula disampingku sudah ada taecyeon. Orang yang selalu membuatku tertawa dan selalu ada saat aku kesepian”

 

Entah kenapa mendengar perkataan yuri, byung hee amat sakit sekali. Baginya yuri adalah segalanya. Bahkan perasaan ia untuk yuri tak berubah sampai saat ini, tapi sekarang yuri bahkan sudah ingin melupakannya

 

Beberapa minggu kemudian byung hee mendapat kabar dari taec kalau tempat kerja yuri akan segera bangkrut karena kekurangan dana. Bagaimana tidak, sebagian siswa disana bukanlah keluarga yang kaya, bahkan sebagian lagi adalah anak dari buruh pabrik ataupun penjual sayur di pasar. Maka dari itu bayaran yang di terima dengan biaya operasional yang di keluarkan tidak seimbang. Untuk membantu mengatasi semua kemelut ini, akhirnya byung hee memutuskan untuk membeli sekolah music tersebut. Sehingga sekolah itu dapat di selamatkan dari kebangkrutan. Sejak menjadi pemilik sekolah itu byung hee dan yuri pun semakin sering bertemu. Dan mereka menjadi teman dekat. Taec sedikit cemburu melihat hal itu bahkan kadang  ia suka mencandai hyungnya agar jangan dekat2 dengan pacarnya, tentu saja hanya sekedar bercanda.

Suatu hari taec mendapat telepon dari orangtuanya di amerika. Dan menyuruh ia untuk mengurus bisnis disana, agar dia bisa mengurus perusahaan sebaik byung hee. Makanya siang itu yuri dan byung hee mengantar taec ke bandara

 

“ah..kenapa appa tidak menyuruh hyung saja yang kesana. Kenapa harus aku?” keluh taec

 

“kalau aku yang kesana, dan mengurusnya lalu kapan kau akan belajar?”

 

“tapi kan aku tidak sepintar dirimu hyung”

 

“kau jangan bicara seperti itu. Aku yakin kau pasti bisa melakukannya” kata yuri

 

“chagiya…aku senang sekali karena kau selalu memberiku semangat. Nanti aku akan bawakan banyak oleh2 untukmu”

 

“tidak perlu, kau kembali dengan selamat saja itu sudah cukup untukku”

 

“chagiya…aku benar2 terharu, aku tidak salah karena telah memilihmu”

 

“ya..sudahlah pesawatnya sudah mau berangkat cepatlah masuk” kata yuri

 

“ne…hyung kau jaga yuri untukku ya. Jangan macam2 padanya”

 

“ya…cepat sana pergi” kata byung hee

 

“arraso…yuri ah, aku pergi. Jaga dirimu baik2 ya” kata taec

 

“emm…kau juga hati2 ya, jangan ceroboh seperti biasa”

 

“aku tau, kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa” kata taec

 

Kemudian ia mengecup singkat bibir yuri sebelum pergi. Dan pemandangan itu membuat byung hee cemburu, Walau ia berusaha untuk tidak memperlihatkannya.

 

Sekembali dari bandara byung hee mengajak yuri ke kantornya, karena ia akan menyerahkan proposal rencana untuk camping dengan sekolah music beberapa hari ini.

 

“masuklah” ajak byung hee setelah meraka sampai di kantornya.

 

Yuri melangkah perlahan-lahan ke ruangan kantor yang sangat luas itu. Ia bisa melihat sebuah meja kerja di tengah ruangan, dan ada papan nama byung hee disana, disana pula tertulis jabatannya sebagai direktur utama, di belakang meja itu ada rak buku besar dan terdapat banyak buku disana. Di depan meja kerja itu ia melihat beberapa sofa dan sebuah meja yang biasa digunakan seorang direktur bila menjamu tamunya. Dan yuri duduk di sofa itu.

 

“kau tunggu disana sebentar, aku akan segera kembali dan mengambil proposalnya”

 

Sambil menunggu byung hee, yuri berjalan-jalan melihat sekeliling ruangan. Disana ia melihat vas bunga dengan bunga daisy sebagai hiasannya. “ternyata ia suka bunga daisy juga” pikir yuri.

 

Kemudian ia melihat beberapa buah foto yg di pajang di atas meja. Disana ia melihat foto 2 orang anak lelaki, yang satu tampak lebih muda dari yang lainnya, dan background di foto itu adalah patung liberty. Perlahan-lahan ia melihat foto itu dan tersenyum. Yuri tau kalau anak yang lebih kecil itu adalah taec karena wajahnya tidak jauh berbeda. Sedang yang satu lagi pasti byung hee. Dan di  foto satu lagi ia bisa melihat foto sebuah keluarga. Taec, byung hee dan kedua orang tua mereka. Saat sedang melihat foto2 itu byung hee pun masuk.

 

“apa yang kau lakukan?” tanyanya

 

‘ah…mianeyo, aku hanya melihat foto saja. Ternyata sejak kecil sampai sekarang kau dan taec tak pernah berubah”

 

“ne…banyak yang bilang seperti itu. Oya ini dia proposal acara camping yang akan diadakan besok lusa” kata byung hee sambil menyerahkan sebuah proposal pada yuri

 

“aku akan mengaturnya bersama beberapa guru yang lain”

 

“aku sudah menyuruh orang untuk membersihkan villa disana”

 

“baiklah, ini pasti akan menjadi liburan yang menyenangkan bagi mereka. Karena mereka tidak pernah berlibur sebelumnya. Benar2 beruntung karena kau yang membeli sekolah music kami”

 

“itu karena aku tidak ingin anak2 tersebut kehilangan bakat mereka”

 

“baiklah kalau begitu aku pamit dulu. Sampai jumpa esok lusa” kata yuri pamit

 

“ne sampai nanti”

 

 

***TBC***

5 responses to “[Freelance] I CHOOSE TO LOVE YOU (PART 4 : GUILTY)

  1. lebih setuju Yuri sama taecyeon aja di banding dg Go
    tapi Tae ke america brarti ini kesempatan buat Go dekati yuri ANDWAEEE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s