[Freelance] I CHOOSE TO LOVE YOU (PART 5 : RUN)

I CHOOSE TO LOVE YOU

NO BASHING, NO SILENT READER, NO PLAGIATOR.

 

Cast : GO MBLAQ / Jung Byung He

           Ok Taecyeon

OC   : Kwon Yuri / Kim Yuri

           Kim Junsu , Lee Joon

Rating : PG-15

Genre : Romance

Author : Vinna Karnawiredja

 

You better run run run run

Change your thoughts

finally, the moment has come

Bark what you gotta say

What do you keep barking about?

I gotta love it and I gotta love my haters man

You just talk in the front, fake storytellers

You don‘t wanna come through with me just sayin

You don’t know me – before it’s too late run away

Oh you better run far from me

(MBLAQ-Run)

 

Byung hee merencanakan untuk mengadakan liburan gratis bagi para murid di sekolah musik, liburan sekaligus belajar. Ia telah meminjamkan villa milik keluarganya sebagai tempat untuk menginap. Villa itu terletak di kaki gunung. Villa dengan halaman yang amat luas, dan dikelilingi oleh hutan2 lindung yang sangat indah dan menakjubkan. Saat rombongan tiba disana mereka semua tampak takjub melihat pemandangan itu. Anak2 datang duluan dengan menggunakan bis dan di sambut oleh penjaga villa disana. Sedangkan pemiliknya masih dalam perjalanan menuju kesana.  byung hee sedang berada di rest area untuk membeli beberapa minuman ringan untuk semua orang. Dengan mudah ia memasukan semua ke dalam bagasi mobilnya, setelah ia masuk ke dalam mobil, ia melihat harmonikanya yang sudah using dan disana terdapat gambar setangkai bunga daisy dan juga inisial LY, di samping harmonika itu ada fotonya dan yuri yang pernah diambil oleh ibunya sebelum hari keberangkatannya ke amerika 15 tahun yang lalu. Byung hee mengambil benda-benda itu dan memandangnya lama sekali. Matanya terlihat berkaca-kaca. Ia tidak tahu sampai kapan ia harus menyembunyikannya. Kemudian ia memasukan kedua benda tersebut ke dalam laci mobilnya, dan melaju dengan kecepatan standar menuju villanya.

 

Acara camping berjalan dengan meriah, anak2 merasa sangat gembira. Mereka bermain, belajar musik di alam terbuka. Dan bersenang-senang untuk menghilangkan kepenatan. Mereka menjelajahi hutan dan menemukan jenis2 tanaman langka yang belum pernah mereka semua lihat sebelumnya, mereka berenang di air terjun yang airnya sangat jernih, dan bermain  musik di halaman villa yang luas. Tak terasa malam ini adalah malam terakhir mereka menginap sebelum kembali keesokan pagimya, dan malam ini mereka sedang membuat barbeque di halaman depan villa. Kepala sekolah sangat berterimakash pada byung hee karena menggagas acara ini.

 

“ini benar2 liburan yang sempurna. Jeongmal kamsahamnida sajangnim” kata kepala sekolah

 

“aku juga benar2 berterimakasih karena kalian semua bisa bersenang-senang disini”

 

“anak-anak apa kalian senang?” Tanya yuri pada anak2 yang kurang lebih berjumlah 50 orang itu

 

“ne…kami sangat senang” jawab mereka serempak, yang dijawab dengan senyuman oleh yuri, byung hee maupun kepala sekolah. Sementara guru yang lain membuat barbeque, anak2 memamerkan keterampilan bernyayi mereka lalu terakhir yuri bermain gitar yang diiringi oleh suara merdu byung hee.

 

I still want to love you, who changed in one morning

I can’t change my heart (I feel so sad I can’t stop cry)

My lips speak you, my tears remember you who left

I want to love you but It doesn’t work, like an idiot

(Just once) Look at me(Only for you) I’ll give you my heart

Do you really not see me

Me, who wants you and wants you,

I can’t even love My heart hurts this much

I’ll hold your hand tightly like this to show you my feelings

I only want to look at you, I want to give you all my love

I want to put you in my embrace

I’ll look forward to you smiling at me,

who can change your changed feelings

Even in my dreams

(GO Mblaq-Even In My Dream)

 

Yuri tak menyangka kalau suara byung hee ternyata sangat merdu. Dan semua orang bertepuk tangan setelah mereka selesai bermain.

Saat itu salah satu guru yang sedang membuat barbeque menghampiri mereka

 

“bagaimana ini kita tidak punya saus untuk barbeque?”

 

 “kalau begitu biar aku yang membelinya?” kata yuri

 

“aku akan menemanimu, bukankah menggunakan mobil akan lebih cepat?” kata byung hee

 

“ah tidak perlu merepotkanmu”

 

“ini sama sekali tak merepotkan. Kajja”

 

“Baiklah anak2 songsenim akan segera kembali ya, kalian lanjutkan saja bernyanyi” kata yuri pada murid-muridnya

 

“songsengnim, tidakkah anda membawa payung kurasa akan turun hujan” kata salah seorang muridnya

 

Yuri lalu menengadahkan pandangannya ke atas, dan memang awan agak sedikit gelap daripada malam2 sebelumnya dan berkata

 

“tidak perlu, songsenim akan kembali sebelum hujan turun, kalau seandainya turun hujan, kalian harus cepat2 masuk ke dalam ya jangan sampai sakit. arraso”

 

“ne songsengnim…” jawabnya

 

Perjalanan dari villa menuju mini market memang agak sedikit jauh, entah kenapa mereka terlihat canggung satu sama lain. Untuk menghilangkan kecanggungan byung hee mengajak yuri berbicara

 

“apa taec sudah menghubungimu?” Tanya byung hee

 

“ne…dia meneleponku setiap hari, menanyakan kabarku, aku sudah makan atau belum, dan yang pasti dia selalu bilang. ‘jangan melirik pria lain’ hahaha”

 

“dia memang masih agak kekanankan. Tapi hatinya baik”

 

“kalian saudara, tapi bertolak belakang. Taec sangat ceria dan kekanakan sedang kau sangat dewasa dan kadang terlihat serius”

 

“mungkin karena dulu aku sempat kehilangan keluargaku dan tinggal d ipanti asuhan”

 

“jadi kau pernah tinggal di panti asuhan?” tanya yuri terkejut

 

“emmm…selama 6 tahun sebelum aku bertemu kembali dengan orang tuaku. Taec tidak pernah menceritakannya padamu?”

 

“tidak…dia hanya bilang kalau ia mempunyai hyung yang sangat luar biasa, dan ia sangat menyayanginya”

 

“benarkah ia pernah bilang seperti itu padamu?”

 

“benar, ia bilang hyungnya selalu menolongnya jika ada teman yang jahat padanya. Bagi taec kau adalah pahlawannya”

 

Raut wajah byung hee seketika berubah menjadi sedih, ia tak bisa membayangkan bagaimana jika taec tahu kalau ia juga mencintai wanita yang sama dengannya. Mungkinkah hubungan baik mereka akan langsung pecah. Tiba2 saja hujan turun dengan deras setelah mereka sampai di depan mini market

 

“bagaimana ini hujan sudah turun” kata yuri

 

“kau tunggu di mobil. Biar aku saja yang membeli sausnya”

 

“tapi kau akan kehujanan”

 

“tak apa, hanya sedikit. Apa kau mau membeli sesuatu?”

 

“tidak…aku akan menunggu disini”

 

“oya kalau kau bosan setel saja musiknya, aku menaruh beberapa cd di dalam laci”

 

“baiklah”

 

Setelah itu byung hee pun keluar dan berlari ke dalam mini market, sedangkan yuri menunggu di mobil. Untuk menghilangkan bosan Ia ingin mendengarkan musik. Kemudian ia mencari2 cd.

 

“cd nya berada di laci sebelah mana ya” katanya sambil mencari-cari

 

Kemudian ia melihat ada 2  buah laci disana. Dan ia membuka laci yang atas, dan mengeluarkan koleksi cd di dalamnya. Saat ia sedang mencari2 ia melihat ada sebuah foto jatuh ke bawah. Kemudian ia memungut foto tersebut, dan seketika itu juga ia terkejut tak percaya. Dalam foto itu, ia melihat dirinya sendiri saat berusia 8 tahun, dan di sebelahnya ada seorang anak lelaki berusia 10 tahun. Anak lelaki yang sama seperti yang ada di foto di kantor byung hee yg ia lihat beberapa hari yang lalu. Ya anak kecil itu adalah byung hee. Ia benar2 tak percaya, pikirannya kembali ke masa 15 tahun yang lalu, saat GO akan pamit padanya.

 

***flashback on***

 

“GO oppa…jaga dirimu baik2 ya”

 

“kau juga yuri, aku harap operasimu akan berjalan lancar”

 

Yuri mengangguk dan keduanya pun menangis, melihat hal itu eomma GO pun menghampiri mereka berdua dan mengambil kamera dari dalam tasnya

 

“kalian lihatlah kemari, eomma akan mengambil foto kalian berdua untuk kenang2an”

 

***flashback off***

 

Yuri benar2 syok melihatnya. Mungkinkah byung hee adalah go oppa yang selama ini ia tunggu. Dengan terburu-buru ia memasukan kembali cd yang dipegangya tadi ke dalam laci, tetapi cd itu tidak mau masuk ke laci seperti ada yang menghalanginya, kemudian yuri pun berniat mengambil benda apa yang menjadi penghalang itu, dan wajahnya tak kalah terkejut saat ia melihat harmonika tua yang terdapat gambar bunga daisy dan inisial nama LY di bawahnya. Ini adalah harmonika milik go oppa yang pernah ia gambar dulu. “mungkinkah…tidak mungkin, ini tidak mungkin” ucapnya. Wajah yuri pucat, ia diam membisu masih syok dengan apa yang ia temukan di dalam mobil byung hee. Tak lama kemudian byung hee keluar dari mini market dan berlari masuk ke dalam mobilnya.

 

“ah…hujannya benar2 deras, yuri ah…aku sudah membeli sausnya dan aku juga membeli beberapa permen dan snack, anak2 pasti suka” kata byung hee, kemudian ia melihat wajah yuri yang pucat.

Dan ia aneh melihat yuri tak berkata sepatah katapun.

 

“yuri ah..kwenchana? apa kau sakit? Tanyanya

 

Dengan perlahan-lahan yuri memperlihatkan benda yang dia pegang sejak tadi. Dan byung hee tak kalah shocknya, ia lupa kalau ia menaruh benda itu di dalam laci mobinya.

 

“yuri…ah..itu itu…”

 

“apakah kau go oppa? Apakah kau go oppa yang aku tunggu selama ini?” yuri tak kuat menahan airmatanya lagi, baginya semua ini seperti mimpi. Ia sulit untuk mempercayainya

 

“kenapa kau tak pernah memberitahuku? Kenapa selama ini kau membohongiku? Apa bagimu aku hanya sepenggal masa lalu yang sudah tak penting?”

 

“bukan seperti itu yuri…aku tak pernah melupakanmu. Aku….”

 

“kau tau sudah berapa tahun aku menunggumu untuk menjemputku? Tapi sekalipun kau tak pernah muncul. Kau tahu betapa aku ingin melihat wajahmu? Setiap hari aku selalu membayangkannya. Bahkan mirae eomma tidak memiliki fotomu. Tapi kenapa bahkan saat kau bertemu aku kau malah menyembunyikannya. aku benar2 membencimu oppa” yuri lalu keluar dari mobil dan berlari menuju kawasan hutan, ia tak peduli betapa derasnya hujan malam itu. Baginya apa yang ia lihat tadi benar2 sangat menyakitkan. Go kemudian mengejar yuri, ia ingin menjelaskan pada yuri alasan kenapa ia menyembunyikan semua ini. Byung hee terus memanggil2 yuri, tapi yuri masih saja terus berlari

 

“yuri ah…yuri ah, kumohon berhenti, biar aku jelaskan semuanya padamu” teriak byung hee

 

Tapi yuri tak menghiraukannya ia terus saja berlari. Tapi byung hee berlari lebih cepat dari yuri, dan tak berapa lama ia berhasil memegang lengan yuri dan mengehentikannya

 

“yuri ah…kumohon dengarkan aku dulu. Biar aku menjelaskan padamu kenapa aku menyembunyikan kenyataan ini darimu”

 

“anniya…aku tak mau mendengar apa2. Aku benci oppa…aku benciii…” teriak yuri sambil memukul tubuh byung hee dengan tangannya. Tapi karena tanah yang ia injak basah dan licin, yuri pun tak dapat menahan keseimbanganya. Dan ia terjatuh ke dalam sebuah lubang yang  ditutupi oleh semak2, lubang itu dibuat oleh pemburu untuk menjebak hewan buruannya. Byung hee berusaha menyelamatkan yuri tapi karena tanah terlalu licin karena hujan, alhasil ia pun malah ikut terjatuh ke dalam lubang. Mereka jatuh dengan posisi byung hee menindih tubuh yuri. Yuri kemudian mendorong tubuh byung hee menjauh dari diriniya. Yuri melihat sekeliling dan berkata

 

“apa yang terjadi?tempat apa ini?”

 

“kurasa ini adalah jebakan yang dibuat oleh pemburu untuk hewan di hutan ini”

 

“mwo??? Aniya aku harus keluar dari sini? Kata yuri. kemudian ia pun mencoba berdiri tapi kakinya terkilir

 

“aarrgggh” teriaknya saat ia tak berhasil berdiri. Byung hee yang melihatnya buru2 menghampiri yuri dan memeriksa pergelangan kakinya

 

“yuri ah…kwenchana??” tanyanya

 

“jangan sentuh aku, pergilah….aku benci oppa…aku benci go oppa” teriak yuri

Ia kemudian memukul mukul tubuh byung hee dengan tangannya, byung hee tidak melawan ataupun menjauh, ia malah memeluk yuri dengan erat

 

 “yuri ah…mianata…jeongmal mianata”

 

“lepaskan aku…lepaskan…hikhikhik” yuri terus memberontak, tapi tenaga byung hee jauh lebih besar dari tenaganya, sehingga akhirnya ia pun menyerah dan menangis dalam pelukan pria yang selama ini ia tunggu.

 

“yuri ah…mianata…aku memang pria yang jahat,benar2 jahat”

 

 

***TBC***

5 responses to “[Freelance] I CHOOSE TO LOVE YOU (PART 5 : RUN)

  1. yuri sudh tau trus gmna nasib nya tae yg ada di america???
    cibta yg rumit bikin pusing pala sukijan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s