[Freelance] Long Time (Chapter 8-END)

[PIC] Long Time 2

Author: Raraelf95

Main cast : Kang Eunki (RI) , Lee Taemin (SHINee), Byun Baekhyun (EXO-K)

Support cast : Lee Jieun a.k.a IU , Park Chanyeol (EXO-K)

Genre : Romance , sad , comedy (?)

Rating : T

Length : Series

previous chapter >>[chap. 4][chap. 5][chap. 6][chap. 7]

 

Hujan mengguyur kota Seoul dengan lebat nya, orang-orang pejalan kaki mempercepat langkah nya dan meneduh di halte atau tempat yang kering. Eunki terjebak dalam hujan ini, ia lupa membawa payung karena ia terburu-buru. Ia ingin menemui Seo Minri, gadis itu mengundang diri nya untuk makan bersama. Mengingat hubungan mereka sudah membaik jadi nya Eunki menerima tawaran itu.

“Ah di seberang sana restoran nya. Tapi bagaimana aku ke sana nya? Hujan tidak berhenti” ucap nya kepada diri sendiri. Rambut dan sweater nya basah karena guyuran hujan itu. Ia mengambil saputangan yang ada di tas nya untuk mengeringkan diri. Lalu ia merasa ada yang menarik-narik ujung sweater nya.

Eunki menoleh ke samping, lebih tepat nya agak lebih rendah lagi. Ada anak lelaki kecil yang menarik-narik ujung sweater nya. “Noonanoona mau bantu aku enggak?” ucap nya dan mata anak itu berkaca-kaca. Eunki mengedarkan pandangan nya tapi sayang nya hanya dia seorang yang ada di halte itu.

“Noona?” panggil anak lelaki kecil itu.

“Ne? Ada apa adik kecil? Sedang apa kamu disini?” tanya Eunki dengan ramah, ia pun tidak lupa merendahkan diri nya dengan menjongkokkan diri nya.

“Eomma ku ada di sana, tapi aku tidak berani menyebrang jalan. Kata eomma kalau mau menyebrang jalan harus ada yang nemani aku menyebrang. “

Eunki tersenyum mendengar ucapan anak lelaki kecil ini, “Uhm Noona bisa saja menyebrangkan mu… kebetulan aku juga ingin menyebrang, “ ucap Eunki sambil menunjuk ke sebrang jalan, “tapi aku enggak bawa payung” lanjut nya dan gadis itu memasang wajah sedih nya.

“Aku ada payung!!!” seru anak itu sambil memberikan payung yang ada di tangan anak itu. “Ahh kamu yang terbaik!!” senang Eunki lalu ia mengacak-acak rambut anak itu, “baiklah kamu pegang tangan ku ya?”

Eunki berjalan kea rah tempat agar mereka bisa menyebrang, tidak lupa memperhatikan lampu penyebrangan juga. Lampu sudah berwarna hijau dengan segera mereka berdua melangkah cepat sebelum warna berubah menjadi merah lagi.

Gadis itu benar-benar mengenggam erat tangan anak kecil itu dan menjaga agar dia tidak terkena air hujan, walaupun sebenar nya diri nya sebelah kanan nya basah terkena siraman air hujan.

 

“Adik kecil bagaimana bisa kamu berpisah dengan eomma mu huh?”

“Eomma menyuruh ku tunggu di halte tapi ini sudah terlalu lama… aku takut di sana.”

“Ah tenanglah Noona akan mengantarkan mu, memang eomma mu….”

“Eomma!!!” seru anak itu lalu keluar dari payung menghambur ke seorang wanita yang masih terlihat muda. Melihat itu Eunki langsung berjalan kea rah mereka.

“Youngji? Kenapa bisa di sini?” tanya wanita itu. “Tentu saja menyusul eomma… eomma kenapa lama sekali? Youngji kan takut di sana!!” omel anak itu dan eomma nya tersenyum tipis. “Jeongmal? Ah mianhae sayang… lalu sama siapa kamu bisa sampai sini?” anak kecil itu menunjuk kea rah Eunki berdiri, Eunki yang melihat nya menundukkan sedikit kepala nya lalu melihat kea rah wanita itu lagi.

“Tadi dia meminta ku untuk menyebrangkan nya dan sangat kebetulan aku juga ingin menyebrang” cerita Eunki. “Terima kasih agashi sudah mau menolong anak ku. Baiklah kalau begitu kami pergi dulu” ucap wanita itu.

“Ya sama-sama… ah iya payung mu?” ucap nya yang baru menyadari kalau payung itu bukan milik nya. “Noona pakai saja payung nya!!” seru anak itu dan dia kembali menyebrangi jalanan tadi. Sesampai nya di sebrang anak itu melambaikan tangan nya dan dib alas oleh Eunki.

Gadis itu menghela nafas lalu berjalan ke restoran itu. Sebelum masuk ia ke restoran itu ia melipat payung itu dan membawa nya masuk ke dalam. Mata nya mengedarkan pandangan mencari keberadaan teman nya.

 

Gotcha!

Ia melihat teman nya duduk di depan panggung yang ada di restoran ini. Ia bersama suami nya dan juga seorang namja, Eunki tidak tahu siapa namja itu karena namja itu duduk membelakangi nya. Dengan segera gadis itu melangkahkan kaki nya menuju Minri, pasti teman nya itu menunggu diri nya dari tadi. Mereka bertemu pada jam 6 tapi dia baru datang jam 6.15 akibat hujan yang turun lebat itu.

“Ahh maaf… maaf aku baru da…. “ ucapan nya terhenti karena terkejut siapa namja duduk berhadapan dengan teman nya itu. Mata nya dan mata namja itu bertemu. “Aigoo!! Eunki-ah apa kamu habis jatuh dari kolam? Lihat lah kamu basah kuyup” ucap Minri sambil ikut mengeringkan tubuh gadis itu dengan saputangan milik nya. “Apa? Jatuh dari kolam? Memang tidak ada yang lain apa? Seperti menerjang badai atau apa gitu, huh!” kesal Eunki dan ia duduk di samping namja itu karena hanya kursi itu yang kosong.

Di lihat namja itu membuka jaket nya dan memakaikan nya ke Eunki tapi gadis itu menolak. “Aku tidak apa-apa Senior Byun” tolak nya. “Tidak tidak… kamu harus memakai nya” titah namja itu dan akhir nya Eunki memakai nya.

“Aku sudah memesan chocolate panas untuk mu” ucap suami Minri. “Aigoo suami ku ini baik sekali… gomawo ne yeobo” jawab Minri.

Kedua orang itu mendeham. “Minri-ah anggap saja kami berdua makhluk transparan. ”

Lalu terdengar kekehan dari kedua pasangan suami istri itu.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Baekhyun sangat senang bertemu dengan gadis itu lagi dan terlebih lagi saat ini gadis itu sudah ada di samping nya. Dia sedang menikmati makanan yang tersedia di restoran ini. Andai saja saat ini ia hanya berdua bersama nya, sungguh senang Baekhyun saat ini. Namun sayang nya mereka tidak hanya berdua melainkan ada Seo Minri dan suami nya.

Lelaki itu sempat-sempat nya melirik gadis yang ada di samping nya itu. Ia sungguh masih belum bisa melupakan gadis di samping nya ini. Minri melihat nya, melihat kalau Baekhyun tengah curi pandangan ke Eunki.

Minri terkekeh melihat nya, ia pun mendeham. “Ahh lihat kalian seperti nya cocok sekali ya” goda nya dan mendengar itu mereka semua melihat ke arah Minri tak terkecuali Eunki yang sedang menikmati makanan nya.

Grep

Baekhyun tertangkap basah oleh Kang Eunki karena lelaki itu melirik sedikit diri nya. Alhasil Eunki tersedak karena lelaki itu. Baekhyun langsung memberikan segelas air untuk gadis itu.

“Gwenchanna?” panic Baekhyun. Eunki mengangguk, “Ne gwenchanna” ucap nya pelan.

Minri lagi-lagi terkekeh di dalam hati nya melihat tingkah mereka berdua. Ahh mereka berdua benar-benar… kenapa tidak bilang saja kalau masih menyimpan rasa? Uhmm apa aku bantu saja ya… ya sekalian untuk menebus kesalahan ku. Batin Minri dengan mengembangkan senyuman kemenangan nya.

“Eunki-ah daripada kamu sendirian di rumah lebih baik ikut aku jalan-jalan malam gimana?” tanya Minri. “Apa? Uhm tapi aku harus….”

“Tidak ada kata penolakan Kang Eunki… kamu harus mau!” potong Minri, “ayolah, ku mohon lagi pula besok aku sudah tidak di Seoul lagi” rayu Minri dan akhir nya Eunki menyetujui nya. Minri langsung mengembangkan senyuman yang penuh arti dan tidak bisa di baca oleh mereka semua.

Selesai makan mereka langsung keluar dari restoran dan hujan sudah berhenti. Minri sangat mensyukuri hal ini, ia pun berpikir bagaimana bisa hanya meninggalkan mereka berdua saja. Ia pun mengingat sesuatu.

“Ahh bagaimana ini? Aku kan membawa mobil yang hanya 2 penumpang? Oia oppa ke sini naik apa?” ini lah yang ia rencanakan. “Motor” jawab Baekhyun dan ia melihat Eunki Minri saling menatap satu sama lain.

Apa yang sebenar nya yang ingin kamu rencanakan hah? Batin Eunki.

“Baiklah kalau begitu kamu Eunki bareng Baekhyun oppa ya… kita akan keliling kota Seoul!!! Kajja!!!” ucap Minri dengan penuh semangat.

Minri dan suami nya jalan terlebih dahulu sementara Baekhyun dengan Eunki berada di belakang mereka. Eunki sangat gugup sekali, bahkan ia tidak berpegangan ke Baekhyun. “Eunki-ah berpeganganlah!!” perintah Baekhyun. Tapi Eunki tidak mendengar nya, ia masih di posisi nya. Baekhyun mendesah kesal, ia pun mengerjai Eunki dengan menaikkan sedikit kecepatan nya.

Eunki terpenjat dan reflex memeluk Baekhyun dengan erat sangat erat. Ia menaruh kepala nya di punggung Baekhyun dan memejamkan mata nya karena takut. Baekhyun senang tapi sekaligus merasa bersalah. Karena sekarang Eunki tubuh nya bergetar ketakutan. Baekhyun pun menurunkan kecepatan nya.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

*Di dalam mobil*

Jaejin bingung dengan istri nya. Sedari tadi istri nya tersenyum dan ia yakin semyuman nya itu mempunyai arti. “Kamu ini kenapa senang sekali uhm?” tanya Jaejin. Minri menoleh, “Apa?” kaget wanita itu. “Kamu kenapa senang sekali sayang?” tanya Jaejin lagi.

“Ah itu,” Minri terkekeh, “aku merencanakan untuk mereka berdua. Ku harap yeobo mau membantu ku. “

Jaejin menggaruk-garukkan kepala nya yang sebenar nya tidak terasa gatal mengetahui rencana istri nya itu. Ia menuruti saja dan menjalankan mobil nya dengan mempercepat sedikit kecepatan nya.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Baekhyun masih di belakang tapi karena banyak nya kendaraan yang berlalu lalang mala mini. Pada akhir nya ia kehilangan jejak mobil Minri. Ia mendesis kesal dan menepikan motor nya.

“Kenapa? Kenapa kita berhenti?” bingung Eunki tapi Baekhyun tidak menjawab, ia sibuk merogoh sesuatu di dalam kantong celana panjang nya. Lalu sebuah ponsel sudah ada di tangan lelaki itu. Di lihat ia menekan nomer seseorang.

 

Maaf nomer yang Anda hubungi….

 

“Akhh kenapa dengan dia sih??” kesal Baekhyun dan Eunki hanya menatap bingung lelaki yang ada di depan nya. lagi-lagi Baekhyun tampak kesal. “Hey… hey” ucap Eunki sambil mengetuk-ngetuk punggung Baekhyun dengan satu jari nya.

Baekhyun pun menoleh dan menampakkan wajah kesal nya. “Uhm kenapa kita berhenti? Memang Minri ada di sekitar sini?” tanya nya dengan hati-hati takut nya ada kata-kata yang akan menyinggung karena lelaki itu sedang kesal.

“Itulah masalah nya, ”

Itulah masalah nya? maksud nya? batin Eunki.

“seperti nya aku kehilangan jejak mobil nya. Aku sudah telfon tapi ponsel nya tidak aktif. “

“MWOYA???!!” pekik Eunki dan membuat Baekhyun tergelonjak kaget, ia pun menutup kuping nya. “Ahh maaf… maafkan aku Senior” sesal Eunki. “Aish kamu itu maka nya liat-liat dulu sebelum berteriak!!” kesal Baekhyun.

Lelaki itu turun dari motor nya dan duduk di atas trotoar tapi sebelum itu ia tidak lupa membuka helm nya terlebih dahulu. Baekhyun mencoba menelfon lagi tapi masih seperti yang tadi, nomer nya tidak dapat di hubungi.

“Belum bisa juga?” Eunki ikut turun dari motor Baekhyun dan duduk di sebelah lelaki itu. Baekhyun menggeleng pelan. “Ahh benar-benar gadis itu!!” kesal nya.

Mereka berdua sudah masuk ke rencana Minri yaitu biarkan-mereka-berdua.

Hari sudah malam dan saat ini mereka berada di kedai di pinggir jalan. Menikmati daging panggang dan sedikit minuman. Ada sisi senang juga di hati Baekhyun. Ia bisa berdua dengan Eunki, gadis yang menghantui pikiran nya. Keheningan menyelimuti mereka, tidak ada yang berbicara terlebih dahulu.

“Aku akan mencoba menelfon nya” ucap Eunki dan gadis itu merogoh ke dalam tas nya untuk mengambil ponsel nya. Ia baru akan memencet nomer Minri tapi baterai ponsel nya low alias sudah mati ponsel nya. “Apa-apaan ini? yah!! Baterai ku habis!!!” keluh nya lalu ia meneguk minuman nya.

“Senior benar sudah lelah? Pasti masih bisa kan membawa motor nya?”

Baekhyun menunda makanan yang akan ia lahap dan menatap tajam gadis di depan nya. Ia menaruh sumpit nya di atas meja. “Wae? Kalau mau pulang yaudah naik bis saja… aku ini benar lelah Kang Eunki. Memang nya aku juga mau berada di keadaan seperti ini? hah?” ucap dingin Baekhyun.

Baru kali ini ia mendengar ucapan Baekhyun sedingin ini. Eunki sangat terkejut dan ia menyadari pasti lelaki ini marah kepada nya. marah? Tapi marah karena apa?

“Senior marah dengan ku?” tanya Eunki dengan nada sedang. “Marah? Hah! Untuk apa aku marah!!” Baekhyun berusaha menyembunyikan kekesalan nya kepada gadis itu tapi seperti nya ia menonjolkan dan Eunki makin yakin kalau lelaki yang ada di depan nya sedang marah dengan nya.

Di lihat Baekhyun meminum minuman nya lagi lalu meneguk nya sampai habis. “Kenapa harus berbohong seperti itu uhm? Kalau tidak menyukai nya bilang saja… walau akan sakit tapi itu masih mending daripada kalau kamu itu bilang sudah berpacaran dengan lelaki bernama Lee Taemin itu. “

Srakk

Seketika itu juga tubuh Eunki membeku dan menatap lurus ke lelaki yang ada di depan nya. mulut nya serasa tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Bagaimana… bagaimana bisa… dia tahu? batin Eunki.

Baekhyun menghembus nafas berat lalu ia menoleh kea rah lain dan mengangkat tangan kanan nya, “Bibi, semua ini berapa?” ucap nya kepada Bibi yang memiliki kedai ini.”Semua nya 12 won tuan” jawab bibi itu dan Baekhyun mengambil uang nya di dalam dompet nya.

“Ahjumma ini uang nya… ahh iya apa di sekitar sini ada tempat penginapan atau sauna?”

“Tempat sauna ada di depan sana, tidak jauh kok. “

“Baiklah terima kasih banyak ya Ahjumma. “

Baekhyun menaruh lagi dompet nya di saku celana nya dan melihat kea rah gadis itu. Gadis itu terlihat diam dan masih menatap diri nya. Baekhyun menggaruk dahi nya dan mendesis kesal.

“Ayo aku antar… tapi hanya sampai halte bus” ucap Baekhyun sambil berjalan menuju kea rah motor nya. menyadari lelaki itu sudah tidak ada di depan nya, Eunki langsung bergegas menyusul.

“Ini pakai helm nya. “

Perkataan Baekhyun masih terdengar dingin di telinga Eunki. Apa dia benar-benar marah dengan ku masalah ini? masalah aku berbohong? Batin gadis itu.

Dengan perlahan gadis itu menaiki jok motor Baekhyun dan kali ini ia berpegangan tapi hanya memegang ujung jaket yang Baekhyun kenakan. Pikiran gadis itu melayang-layang menemukan jawaban apa yang tadi ia pertanyakan kepada diri nya sendiri. Bahkan gadis itu tidak menyadari kalau mereka sudah sampai di halte bus. Ia menyadari saat motor ini berhenti.

Mereka berdua turun di halte. Baekhyun tidak meninggalkan Eunki sendirian di halte ini, walaupun ia kesal dengan gadis itu tapi tetap saja ia tidak mau gadis ini mengalami sesuatu yang buruk. Eunki duduk di bangku tunggu dan Baekhyun berdiri agak sedikit jauh dari tempat Eunki duduk.

20 menit mereka menunggu di halte itu dan akhir nya bus terakhir pun datang. Dengan segera Eunki bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah bus tanpa melihat ke Baekhyun untuk mengucapkan apapun. Yah dari tadi, ah tidak lebih tepat nya saat Baekhyun berbicara kalau lelaki itu tahu apa yang sebenarnya terjadi antara diri nya dan Taemin hanyalah kebohongan diri nya.

Gadis itu sudah masuk ke dalam bus dan ia duduk di bangku paling belakang. Lagi-lagi gadis itu tidak menoleh kea rah Baekhyun. Wajah nya terlihat senduh dan air mata yang ia  tahan akhir nya jatuh juga, tentu nya saat bus ini jalan dan lelaki itu tidak bisa melihat diri nya tengah menangis.

Ia teringat dengan ucapan Lee Taemin saat lelaki itu masih di rumah sakit.

“Jangan seperti ini… jangan seperti ini Kang Eunki, jangan membuat aku susah untuk melepaskan mu. Kalau kau masih menyukai nya… kejarlah lelaki itu lagi. Tapi ingat!  Kalau ia berbuat macam-macam, jangan pernah menghalangi ku untuk mematahkan tangan dan kaki nya!!”

Mengingat perkataan itu membuat ia tertawa kecil tentu sambil menitikkan air mata nya dan menghapus air mata nya. Benarkah aku menyukai nya? benarkah? Batin Eunki lalu dengan reflex ia bangkit dari duduk nya dan berjalan ke depan supir.

“Ahjusshi tolong berhentikan bus ini!! Ahjusshi!!”

Bus ini berhenti dan gadis ini turun dari bus itu. Lalu gadis itu membungkukkan sedikit badan nya. setelah bus ini berjalan ia mengembalikan posisi nya. Eunki dengan segera berlari kea rah halte itu lagi. jarak tempat ia di turunkan dengan tempat halte tadi lumayan jauh. Ia berlari dan berlari tanpa berhenti. Saat lari, lagi-lagi gadis itu bertanya-tanya kepada diri nya sendiri.

Benarkah aku masih menyukai nya? benarkah itu? Itulah yang ia bertanyaan nya lalu beberapa detik kemudian ia berbicara kepada diri nya sendiri. Benar… aku menyukai nya. aku masih menyukai dia. Jawab nya dengan mantap.

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Baekhyun sedang terduduk di bangku halte dengan wajah nya yang ia tutupi dengan kedua telapak tangan nya. Ia menitikkan air mata nya. Ia kesal dengan diri nya sendiri, ia kesal karena kenapa diri nya tidak bisa mengontrol emosi nya. Emosi yang di maksud bukanlah ia marah-marah ke gadis itu. Melainkan berbicara dingin ke gadis itu.

Lihat apa yang telah ia perbuat? Ia telah membuat gadis yang ia sukai seperti raga tanpa roh. Gadis itu berjalan saja melewati nya tadi saat ingin naik ke bus tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Untung halte ini sepi dan tidak ada yang melihat diri nya tengah menangis.

Setelah diri nya sudah agak membaik ia mengapus air mata nya dan berjalan ke motor nya. Tidak baik ia mengendarai motor dengan keadaan lelah fisik dan batin ini ke tempat sauna itu. Tapi sekarang ia sudah agak membaik jadi nya ia bisa ke tempat sauna itu.

Baru saja akan memakai helm nya ia melihat lurus ke depan jalan melihat seseorang tengah berlari. Sosok itu semakin dekat dan dapat terlihat jelas siapa sosok itu. Kang Eunki. Seseorang yang sedang berlari kea rah diri nya adalah Kang Eunki. Baekhyun melihat dengan tatapan tidak percaya kalau yang sedang berlari itu Kang Eunki. Untuk memastikan nya ia mengerjap-ngerjapkan mata nya dan mencubit diri nya, ia meringis kesakitan. Itu berarti diri nya tidak bermimpi.

Gadis itu berhenti berlari dan jarak mereka berdua adalah 5 meter. Dalam jarak seperti ini, baekhyun dapat melihat gadis itu sedang mengatur nafas nya yang tersendat-sendat tapi masih melihat kea rah Baekhyun. Sekarang giliran Baekhyun yang membeku karena gadis ini kembali berlari dan tiba-tiba memeluk nya.

Jantung Baekhyun seakan berhenti saat ini, nafas nya juga ikut tidak teratur dan mata lelaki ini membulat sempurna. Gadis itu makin memperat pelukan nya.

“Maaf… maafkan aku… maaf” ucap gadis itu berulang-ulang dan Baekhyun dapat merasakan kalau gadis ini tengah menangis. Tangan Baekhyun mencoba bergerak ke arah punggung gadis itu dan ia membalas pelukan gadis itu.

“Bodoh… dasar gadis bodoh!! Kenapa malah turun dari bus itu hah? Itukan bus terakhir” ucap Baekhyun yang agak sedikit kesal tapi ia sejujur nya bukan kesal melainkan senang. Senang gadis itu kembali ke diri nya.

Eunki melepas pelukan nya, begitu juga dengan Baekhyun. Gadis itu benar-benar menangis di dalam pelukan nya, mata nya berkaca-kaca dan sedikit membengkak. “Aku yang bodoh ini datang untuk memastikan” gadis itu berbicara dengan nada bergetar.

“Memastikan? Memastikan apa?” tanya Baekhyun karena ia tidak mengerti ucapan gadis itu.

“Memastikan apa aku benar masih… masih me… menyukai mu. “ saat mengucapkan kata ‘menyukai mu’ terdengar pelan sekali tapi Baekhyun bisa mendengar nya. Baekhyun tersenyum senang mendengar ungkapan dari gadis ini. “Nado Saranghaeyo Eunki-ya” ucap Baekhyun.

“Aku tahu… aku tahu kalau senior sekarang sudah punya kekasih. Tapi…” ucapan nya terhenti dan mendongakkan kepala nya, “apa… apa yang tadi… senior katakan?”

“Nado Saranghae Eunki-ya” ucap nya ulang dan ia melihat Baekhyun tersenyum tulus. Eunki membuka mulut nya tapi tidak terlalu lebar dan mata nya membulat sempurna. “Dia… wanita itu bukan kekasih ku. Dia sepupu ku dari keluarga eomma ku” lanjut Baekhyun.

Eunki menatap tidak percaya lelaki yang ada di depan nya. Ia merasa wajah nya saat ini memerah. Ia menyatakan nya terlebih dahulu. Ini pertama kali nya ia yang menyatakan nya. Eunki langsung membalikkan badan nya dan menutup wajah nya.

“Kita impas sekarang” ucap Baekhyun dan membuat Eunki kembali membalikkan badan nya lalu Baekhyun memeluk gadis itu lagi. “Aku telah berbuat kesalahan dan tidak akan membiarkan mu lari lagi. Need long time for i a got you. ”

Aku memulai kehidupan cinta ku dengan orang yang aku cintai sejak dulu dan tanpa ku pungkiri kalau aku memang menyukai nya. menyukai lelaki yang sudah bersama ku. (Eunki)

Mulai hari ini gadis ini tidak akan bisa lari kemana-mana hahaha karena dia sudah ku ikat. Ku ikat dengan sebuah pernikahan. Yah pernikahan, aku sudah bilang ke kedua orang tua ku. (Baekhyun)

 

Yah mereka berdua memulai kehidupan nya. begitu juga dengan Chanyeol, ia tidak menyerah mendapatkan Jieun dan akhir nya gadis itu luluh juga dengan nya. Lalu bagaimana dengan Taemin? Apa itu yang kalian pertanyakan?

Sungguh malang nasib Taemin ini, ia sangat terpukul dengan berita kalau gadis yang ia sukai akan menikah dan ia memutuskan untuk pindah ke jepang dengan alasan ia harus bersama orangtua nya karena diri nya masih belum sembuh total.

 

THE END

7 responses to “[Freelance] Long Time (Chapter 8-END)

  1. Aigoo taemin~a jgn sedih gthu… Udh sini ma aqhuu ajhaa… Cup
    tp endingnya daebakk thor… Next 😉 🙂 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s