[Freelance] Trap (I Love You) [Chapter 1]

Trap2

TRAP

(I Love You)

 

Author :

RiskaKAIIka

Kai+ika A.K.A Riska normalita @RiskaKAIIka

 

Judul : Trap (I love you) Chap 1

 

Genre : Sad Romance , NC

 

Blog : -riskakaiika.wordpress.com-

 

Length :  Twoshot

 

PG : 21

 

Sudut pandang : cast dan Author

 

Main Cast :

          Oh Sehun (EXO-K)

          Kim Jihyun (OC)

          Oh Luhan (Xi Luhan EXO-M)

 

 

 

NB :

 

Annyeong!!!! Minka dateng!!! Bawa ff oneshot dan pakek cast favorid minka yaitu Sehun, jika kalian udah baca ff yang judulnya I LOVE YOU yang castnya Sehun juga *itu ff gagal :’(* istilahnya remixnya ff i love you tapi ini minka sedikit bedakan dan ini NC 21 jadi minka yang baca ini harus udah di atas 18 tahun yaa dan ini ff NC pertama minka jadi maaf kalau gak sesuai harapan.

okk kita cekidot aja yaa ^^ . ohh ada typo menjalar,

SELAMAT MEMBACA

 

 

 

 

 

 

 

Backsong :

Girls Day – Expectation

Juniel – Bad man

2ne1 – I love you

BoA – Disturbance

 

 

 

-Jihyun-

Mencintaimu? Itu hal yang sulit. Entah harus di lihat dari sisi baik mu, buruk mu tapi jujur aku menginginkan mu apa adanya. Meski yang kurasakan hanya rasa sakit tapi cinta ini selalu ada dan berkembang untuk mu

 

-Sehun-

Aku tak perduli jika kau memilih ia dan semua orang mengatakan kalian serasi. Aku tak akan pernah mau. Kau milik ku, hanya milikku, cukup ia ambil yang lain jangan kau.

 

-Luhan-

Kita tak akan pernah bersatu dalam ketulusan meski ada jalan untuk kita bersama. Selama kau masih melihatnya dengan tatapan itu, aku tak akan pernah bisa menggapai hati mu. Bisahkah aku egios untuk mendapatkan mu?

 

 

 

 

 

 

 

 

Pov Jihyun

 

 

Tubuh ku terasa letih bahkan untuk berjalan saja harus aku kuatkan. Sunggu tugas kuliah beberapa hari ini membuat ku harus merelakan waktu yang seharusnya ku pakai buat bersantai meski hanya 5 menit. Belum lagi bos ku yang selalu cerewet dan minta segalanya dari ku, seperti ibu untuknya harus mengurus semua keperluannya.

Aku Kim Jihyun, umur ku 22 tahun. hidup ku bisa di bilang lumayan, entah kata lumayan itu harus di artikan baik atau buruk biar kalian saja yang menilainya. Sewaktu kecil aku tinggal di panti asuhan dan di pugut oleh keluarga dari teman TK ku yang adalah musuh bebuyutan ku. Mereka mengangkat ku dan memperkerjakan ku sebagai teman dan asisten anak sematawayangnya. Anaknya itu bernama Oh sehun, entah aku harus bilang ia namja menyedihkan, brengsek, baik dan semacamnya. Ia egois, menyebalkan, sok dingin, angkuh, sombong dan yaa brengsek. Tapi terkadang ia baik, perhatian, dan membuat ku … ok jujur aku menyukainya dari kecil karna ia TAMPAN!!!, ia frist Love ku dan aku masih menyukainya tapi tak ada yang tau.

Tak lama Hp ku berdering, ku lihat orang yang baru aku ceritakan ini mengirim sms pada ku. Aku harus menghela nafas ku dulu. Yaa ini jam 12 malam dan aku belum pulang. Untung ia meminjam kan mobilnya yang ke5(?) pada ku, jika tidak aku pulang naik angkot dan ia akan memarahi ku habis-habisan.

Kim jihyun

Ini sudah jam berapa? Dasar pabo

Pulang sekarang jika tidak aku yang akan menyeret mu

Dan jika kau pulang langsung ke arpatemen ku

Jangan banyak alasan

Lihat??? Ia arogan kan??. Dasar namja gila!. Aku pun mempercepat jalan ku menuju mobil dan pergi. Jika ia marah, ia akan mengomel meski tak berteriak tapi itu sudah membuat ku sakit hati.

Mobil pun masuk ke parkiran, setelah itu aku berlari kecil menuju ke lobi. Saat aku akan naik ke lift dari jauh aku melihat seseorang yang cukup membuat ku terbelalak. Untung saja ketika ia akan menoleh ke arah ku pintu lift terbuka dan aku masuk.

Syukurlah …

Aku pun menghela nafas, dan menekan tombol menuju lantai 4. Yaa kamar Sehun di lantai 4, ia sendiaran selama 2 tahun di sana. Hanya aku yang tau nomor kombinasinya jadi aku bebas keluar masuk di sana. Lalu pikiran ku melayang ke orang yang aku lihat di lobi.

“Luhan oppa …”

Jika ia tau aku ke sini dengan jam yang tak seharusnya, ia pasti bertanya-tanya. Luhan oppa adalah sahabat bahkan seperti keluarga untuk Sehun. Tapi selama aku berada di dekat Sehun ia tak pernah mengangap Luhan ke duannya, meski sifat dingginya ia tunjukan ke semua orang tanpa kecuali.

Ting

Lamunan ku berakhir, aku segera menuju arpatemennya. Saat aku sampai ku segera menekan tombol kombinasinya. Setelah ku buka ruangan itu malah gelap. Bagus, ia menyuruh ke sini sedangkan ia tak ada. Ia pasti menyuruh ku membersikan arpateman super luasnya ini.

“di mana orang itu?”

Aku pun mencarinya di beberapa ruangan, tapi ia tak ada. Saat aku tiba di kamarnya ia tetap tak ada di sana, malah kasurnya masih tertata rapi tak ada kusut sedikit pun. aku menghela nafas, aku pun berniat untuk menyalakan ruangan. Ketika berbalik

“Kyaaa!!! hmmppp”

 

 

 

 

 

 

 

 

Pov Author

 

Jeritan Jihyun tertahan, ia merasa benda lembut dan basah menyentuh bibirnya. Ia dapat melihat tatapan mata tajam sang pemilik bibir. Lalu bibir itu tak hanya menempel tapi bergerak membuat tubuh Jihyun bergetar. Ia dapat merasakan sebelah tangan sang pemilik bergerak, yang awalnya berada di pinggangnya kini turun ke arah sensitif ke wanitaannya. Jihyun mengelinjang dan membulatkan mata saat ke wanitaannya di sentuh dan di permainkan.

Kini bibir sang pemilik beralih ke lehernya, saat itu juga ia mendesah sangat erotis hingga orang yang di depannya merasa tak sanggup untuk menahan tak menyerangnya. Jihyun menggengam lengan baju sang pembuat ulah dengan erat.

“uuh Se…hun berhen … hentikan!”

“kau tau aku kan nona kim”

Namja yang bernama Sehun itu akhirnya menghentikan semua kegiatannya. Jihyun pun bernafas lega, tapi sayang hanya sesaat. Sehun kini mendoronya menuju ke kasur dan langsung menindihnya, menggunakan ke dua tangannya untuk tak membuat nafas gadisnya tercekat terlalu jauh.

“hmmpp … hmmptt”

Decapan itu terdengar menggemah, membuat sehun kehilangan kendalinya. Tangan kanannya pun menyelinap masuk ke dalam kaos Jihyun dan meremas benda sintal itu cukup kuat membuat perut Jihyun otomatis maju ke depan. Sehun membuka matanya dan melihat sepasang kelopak mata yang menutup erat. Rasa bangga mulai merajainya dan ia akan membuat hal yang lebih jauh lagi.

Srettt

Sekian kalinya kaos yang di pakai Jihyun robek saat melakukan aktifitas ini, dan saat itu juga sehun menggigit bibir Jihyun gemas membuat membuka peluang sehun menjelajahi isi mulutnya . Jihyun tak sanggup melawan, ia tau Sehun seperti apa. Meski Jihyun meronta dan memukul lelaki yang tengah menjamahinya ini tetap tak akan mau berhenti malah ia akan seperti orang yang kelaparan bahkan kerasukan.

“i miss you”

Suara pelan dan serak itu sempat mengalihkan perhatian jihyun pada suara decapan dan desahan tertahan. Jihyun tak tau pasti dengan apa yang di dengarnya benar atau tidak yang pasti ia tersipu sekarang. tanpa ia sadari Sehun kini telah mencopot baju dan celananya membuat hawa dingin di tubuhnya mulai terasa.

Sehun pun mengarahkan tubuh mungil gadis juhyun di tengah kasur lalu menjamahnya kembali. Seperti seorang serigala ia menyantap hidangan yang sudah ia idamkan sejak lama. Gadis itu meringis dan sedikit mendesah ketika dadanya di pilin gemas serta peruntnya di jilat.

“aku menginginkan mu lagi”

Sehun benar, lagi. Ia sudah 3x melakukan hubungan yang seharusnya di wajibkan bagi suami istri. Tapi mereka bukan suami istri atau pun sepasang kekasih. Tapi Sehun tak mau menyentuh, menjamah, dan mendengar desahan gadis lain selain Jihyun seorang. Ia seperti mabuk, terhipnotis dan menjadi setan jika melihat, mendengar, dan merasakan tubuh gadis ini.

Sehun pun melihat wajah jihyun yang kini memerah dan penuh keringat, bahkan rambutnya yang tadi di kuncir kuda kini terurai indah menambah pemandangan yang mengagumkan buat sehun, apa lagi tubuh gadis itu yang hanya memakai pakaian dalam menambah kerasnya ia malam ini.

Gadis itu memandang sehun dengan buram. Tak ada peneranga yang pasti, hanya sinar bulan yang menjadi penerang dalam kegiatan malam mereka yang akan panjang ini. dengan lembut sehun mengangkat dan mengubah posisi Jihyun yang berbaring kini duduk. Sehun mengerang dan Jihyun mendesah pelan saat gesekan cukup keras mereka rasakan di bawah mereka. Sehun melumat bibir Jihyun kasar seperti ingin menggambil sesuatu didalam mulut munggil gadisnya.

“uhhkk hhmm ahhhkk”

Sehun menggigit cukup keras, ia sudah tak sadar lagi. Ia ingin menuju ke inti kegiatan ini, yaa penyatuan tubuh mereka. Kini Sehun meraba punggung Jihyun yang basah mencari pengait bra.

Tekk

Sehun lalu membuangnya ke lantai dan mengarahkan tangan kirinya ke benda yang kini tak berbungkus apa pun itu. di pilinnya nippel jihyun cukup kuat membuat Jihyun yang masih meladeni Sehun dalam ciuman melonjak membuat pertemuang alat vital mereka terasa nyata. Malam ini berbeda, sangat berbeda dari sebelumnya.

“se … sehun … hun .. sakit”

Saat ia melihat wajah gadisnya yang sudah mulai merespon apa yang ia inginkan. Ia tersenyum simpul dan mengarahkan wajahnya ke depan benda sintal yang dalam waktu sedetik ia lihat sudah sangat membuatnya bernafsu.

“akkhh sa aahh saa kitt”

Tangan sebelahnya memelin dengan seksama, kadang nippel jihyun di remasnya benda sintal itu dan hingga bergantian. Setelah puas dengan benda sintal itu sehun pun membaringkan tubuh Jihyun yang terlihat melemas. Ia menahan lengan baju sehun yang sudah kusut karna di remasnya.

“ak aku …”

“kita selesaikan”

Ia pun mengangkat kaki Jihyun sedikit dan menarik Underware Jihyun yang sudah sangat basah karna ulah Sehun. Dan ia segera menunduk kepalanya dan dan mencium aroma kewanitaan yang sangat ia rindukan. Sudah 1 bulan ia tak menciumnya Ia pun melakukan hal yang ingin ia lakukan. Jihyun? Ia berteriak, mengeram, dan mendongrakkan perutnya sesekali. Sehun yang tau kalau Jihyun sangat sensitih dengan sentuhan menahan ke2 kaki gadis itu yang akan segera menutup celanya jika ia lengah.

Sehun menjilat, menghisap dan memainkan mainannya. Ia seperti tuli saat Jihyun memohon berhenti dan berteriak hingga sudah 2x cairan bening itu keluar Sehun seperti tak puas untuk meminumnya. Ketika cairan itu keluar untuk ke 3x nya ia pun berhenti dan mensejajarkan wajah mereka. Rambut sehun dan menampilannya tak sebaik tadi tapi itu sudah sangat cukup membuat sisi ke wanitaan Jihyun menginginkan sentuhan yang lebih.

“mendesahlah

“SEHUN!!!!”

Jihyun memekik ketiak ia rasa ada yang menusuk kewanitaannya sedikit kasar. Tak lama dua jari Sehun yang kini bersarang  di dalam dirinya bergerak dan mengebor perutnya secara magis . Jihyun bergetar dalam pelukan Sehun yang hanya bisa melihat ekpresi menderita gadisnya antara rasa sakit dan nikmat. Lalu ia menjamah mainan favoritnya, yaa benda sintal yang juga ikut bergerak sedikit gelisah.

“Se … se .. hun .. ouhh”

“hmm?”

Ternyataan klimaks nya sampai, ia memekik erotis membuat Sehun menghentikan kegiatannya dan menatap mimik wajah gadisnya. Jihyun merasa pandangannya gelap, ia tak bisa terlalu mendengar sekarang hanya rasa sisa nikmat yang menjalar dirinya, hanya melihat Sehun yang menjilat jarinya yang basah sambil menatapnya tajam. Tak lama sehun membuka semua pakainnya secara tak sabar lalu kembali menindihnya.

“kita selesaikan”

Sehun menggesek dirinya di dinding ke wanitaan Jihyun membuat gadis itu mendesah sangat erotis. Bahkan meminta sesuatu yang ia sendiri tak pernah mau memintanya ke Sehun. Namja ini seperti tau cara membuat Jihyun tunduk padanya.

“Jebal … jebal Sehun!!”

“apa yang kau ingin kan? Katakan?”

“la … lanjut … lanjutkan …”

Sehun tersenyum evil penuh kemenangan. Jika keadaan sadar, jihyun tak akan pernah mau mengatakan hal paling menjijikan dan sangat nista itu. Sehun kembali melumat bibir yang sudah bengkak dan memerah, ia melumatnya dan memasukan lidahnya ke dalam mulut Jihyun. Suasaana malam yang sejuk kini menjadi panas karna kegiatan mereka.

“Ahkkk mmppkk”

Air mata sukses lolos dari tepi mata Jihyun yang terpejam. Sehun sadar akan hal itu dan melembutkan ciumannya membuat gadis itu terlena. Lama membuat gadisnya melupan sakit dan perihnya ia segera menyesaikannya. Sekali hentakan, mereka pun menyatu sempurna. Jihyun menangis dalam ciuman romantis mereka, Sehun mulai merasa sakit di dadanya.

Aku membuat ia menagis

Sehun berusaha meyakinkan dirinya bahwa jihyun baik-baik saja. Setelah merasa Jihyun membaik ia pun melepaskan ciuman dan mengarahkan bibirnya ke telinga gadis itu. Dengan mafas yang terengah-rengah ia membisikkan perkataan yang membuat Jihyun seperti tersadar dari mimpi. Mereka saling menatap, Jihyun pun memberi isyarat yang sudah mereka sepakati. Sehun awalnya bergerak pelan dan jihyun mati-matian menahan sakit. Akhirnya Sehun bergerak cepat, membuat rasa perih dan nikmat itu sulit di prediksi Jihyun. Gerakan itu kembali menyiptakan suara-suara erotis yang membuat siapa pun mendengarnya nya akan merasakan hal yang sama.

“ji … jhyun”

Sehun mencium bibir gadisnya singkat lalu turun ke leher dan dadanya yang sedari tadi menjadi pemandangan indah buat Sehun, lalu tangan kiri Sehun meremas bokong Jihyun membuat gadis itu cepat mendapatkan klimak. Jihyun sendiri tak bisa berbuat banyak, ia hanya mendesah, dan memandang Sehun yang kini menenggelamkan kepala ke lehernya.

“aku menginginkan mu … lebih dari ini”

Samar-samar di telinga Jihyun bahkan tak terdengar sama sekali karna kenikmatan yang sangat mendominasi apa yang ia rasakan. Bagian bawah Sehun rasakan sangat berkedut membuatnya nyaris sulit dan kehilangan nafasnya, hingg tak lama Jihyun memekik dan melengkukan punggunya, cairan itu pun mebasahi bagian tubuh Sehun. Ia tersenyum saat Jihyun mencapai klimak, ia pun semakin mempercepat geraknnya hingga ia merasa ia semakin megeras dan penuh.

“Seh ,, hentikan!”

Sehun tak perduli ia mempercepat gerakannya  membuat Jihyun melonjak dan mengerang merasakn kesakitan di bawah sana. Sehun ingin fokus pada hal yang ingin ia rasakan, dapatkan dan sebagian tujuannya tercapai. Hingga satu hentakkan keras mengakhiri semuannya, cairan Sehun pun memenuhi rahim Jihyun, gadis itu pun terbaring lemas, sangat lemas.

“kau milikku”

Sehun pun mengecup singkat keningg gadisnya yang penuh percikan keringat, lalu mengambil selimut dan menelimuti tubuh mereka. Sehun merasa tak ada alasan untuk tak mengatakan gadis ini selalu membuatnya bernafsu tinggi jika bermain denggannya. Jihyun sempat meringis ketika Sehun melepaskan tautan mereka.

“good night … my woman”

 

 

 

 

 

Pov Sehun

 

 

Cahaya matahari dengan perlahan menyentuh kelopak mata ku yang terpejam. Uhh sudah pagi kah ini?, aku membuka mata ku dan melihat jendela kamar ku yang tirainya belum di tutup. Bagus lah jadi aku tak perlu repot-repot membukanya, ku rasa ada yang sedikit bergerak di dada ku. Ooh iya, Jihyun. Aku melihatnya yang masih tertidur pulas, ia manis sekali jika sedang tertidur dan sampai-sampai aku tak sadar jika sekarang aku sudah senyum-senyum tak jelas ketika melihatnya. Ku cium bibirnya, ku tempelkan tampa bergerak. Percuma aku cium begini ia juga tak akan bangun, gadis ini seperti kebo yang sulit bangun dan gampang tidur.

“aku merindukan mu”

Yaa, ia ngemambil cuti dua bulan untuk tugasnya yang mulai menggunung. Sebenarnya aku sangat mengerti kesulitannya tapi, jujur aku tak bisa jika sehari tak melihatnya. Untung saja kami 1 kampus dan aku berusaha curi-curi pandang dan mencari tau apa yang ia kerjakan. Tapi liburnya ini sekaligus harus membuat ku frustasi karna ia semakin dekat dengan namja itu. Sial! Seharusnya tak ku beri ijin ia libur, tapi jika tidak ia pasti kesulitan karna ulah ku.

Aku pun bangun dari tempat tidur dan memakai celana. Ku lihat jam menunjukan pukul 6 pagi, ia harus siap-siap jam 8 dan aku jam 10. Tidak bisa kah sehari saja aku bersama gadis ini lebih lama?. Ku lihat bajunya berserakan di lantai bersama baju ku, mengenaskan memang. Bajunya robek, pengait branya lepas dan celananya kusut. Apa aku sebegitu nafsunya?. Aku tertawa kecil, lalu pemandangan ku tertuju pada bidadari yang masih tertidur pulas. Aku ada inisiatif gila,

Ku ambil kemeja putih ku dan mendekatinya. Wajah ku terasa panas, liurku susah di telan dan bagian bawah sangat sesak. Aku tak pernah melihat ia full neked di pagi hari, posisi kamu seperti flim vampire. Yaa posisi aku seperti akan menghisap darah jihyun, aku menunuduk dan melakukan apa yang aku inginkan.

Tahan oh Sehun

 

 

 

 

 

 

Aroma coklat begitu menggoda ku. Siapa yang membuat coklat panas?, iya aku tinggal sendirian di rumah kok bisa. Ku buka mata ku dan kurasan kasur empuk yang berbeda dengan selama ini tempat aku tidur. Aroma teh hijau begitu terasa di ruangan ini, sejak kapan aku memakai pewangi ruangan?. Dan ku lirik sediki warna ruangan ini dan menutup mata ku lagi.

“sejak kapan kamar ku warna abu-abu?”

Tunggu dulu

Aku tersentak hingga terduduk. Ini bukan kamar ku?? Jadi aku di mana??. Lalu ku dengar sedikit kegaduhan di luar kamar, tapi kamar ini seperti tak asing buat ku. Aku segera keluar dan menelusuri beberapa perabotan. Membuat ku semakin familiar dengan rumah ini, tapi rumah siapa??.

“kau sudah bangun?”

Suara yang benar-benar ku kenal. ku putar cepat tubuh ku ke belakang, pemandangan yang sangat aneh di mata ku. Pria berwajah datar, bermata tajam tengah mengenakan celemek kuning bergambar pikacu serta memengang spatula.

“Sehun?”

“apa?”

“ini … arpatemen baru mu?”

Ia lalu mendekati ku dan mengetok kepala ku dengan spatula.

“appo!”

“perasaan aku tak memukul mu dengan batu seberat 1000 ton kemarin malam”

“ke … kemarin malam??”

“lihat baju mu”

Ku lihat pakaian yang ku kenakan. Aku mengenakan kemeja putih tang besar tapi hanya menutupi sebaian paha ku saja. Lalu ku tatap ia dengan mata membesar, KAMI MELAKUKANNYA???

“ki … kita … apa??”

“ya kita melakukannya”

“SEHUN!!! INI SUDAH KE 3XNYA???”

“memang kenapa?”

Aku hanya terdiam, ia memang PANGERAN IBLIS!!!. Lalu ia menarikku menuju dapur, keadaan arpatemen ini memang berbeda sudah 1 bulan aku tak ke sini. Apa ia merenofasinya. Ia mengarahkan ku ke kursi, segera ku duduk dan ku tarik sedikit ujung kemeja agar paha ku tak terespos habis.

“bagaimana jika aku … hamil?”

“menikah dengan ku”

“heh??”

“itu adalah darah danging ku”

“ta … pi”

“mwo?? Cepat habiskan nasi goreng ini”

Ia meletakkan nasi goreng porsi yang jumbo pada ku.

“kau kira aku kingkong atau apa??”

“hmm mungkin gajah yang kurusan”

“gila”

“habiskan!”

“mana mungkin pabo!!”

“jika tidak, aku tak akan mengijinkan mu keluar dari sini”

“mwo??”

“jadi habiskan”

 

 

 

 

 

 

 

“ne oppa aku ke sana”

Ku tutup telfon dan mengemasi barang-barang ku, untung Sehun masih menyimpan pakaian ku di kamarnya yang sudah lama tertinggal. Hubungan kami memang terlihat jauh ya?, aku tersentak ketika melihat ia tepat di belakang ku.

“Luhan?”

Wajahnya sangat dingin, ia benci sekali pada kembarannya itu. Entah apa, aku saja di larangnnya menceritakan tentang Luhan oppa sedikit pun. aku mengganguk, ia masih menatap ku dingin.

“kalian semakin akrab”

Terdengar nada tak suka di sana, apa sebenci itu kah ia dengan Luhan oppa?. Saat aku ingin melewatinya ia menarikku lalu menyium bibir ku, lumatan kecil yang sudah cukup membuat ku terlena.

“awas … jika kalian ada hubungan …”

 

 

 

.

 

 

“Jihyun?”

Luhan oppa membuyarkan lamunanku, ia terlihat bingung lalu mengecek suhu tubuhku dengan tangannya.

“apa kau sakit?”

Ia terlihat khawatir, ini lah hidup. Tak selamanya kita menderita, jika tuhan mencintakan adanya iblis maka di situ terciptalah malaikat.

“ani, wae oppa?”

“kau dari tadi bengong terus? Ada apa hah?”

Aku terdiam, sebenarnya aku kepikiran dengan perkataan Sehun tadi pagi. Tak mungkin kan aku ceritakan. Tentang aku tidur dengan Sehun tak pernah seseorang pun yang ku beri tau. Mianhae oppa …

“ani aku hanya memikirkan cuti ku yang terlalu lama, nyonya oh akan memarahi ku”

Ia tersenyum manis pada ku, andai Sehun seperti ini. tunggu! Apa yang aku pikirkan??

“tidak mungkin, eomma tak akan sekejam itu tapi aku tak yakin Sehun tahan, ia manja sekali”

Aku tertawa garing. Ia masih mengangap Sehun baby?? Jika ia tau Sehun sudah meniduri ku sebanyak 3x entah apa yang ia nanti katakan.

“aku akan berusaha memberi tahunya”

“beruntung sekali Sehun mendapatkan asisten seperti mu”

Aku sedikit tersipu, tapi memangkan asisten tugasnya menahan marah dan terus bersabar.

“jika kau punya pacar, apa kau akan berhenti?”

Aku sedikit bingung, pertanyaan yang wajar tapi jika keluar dari mulut laki-laki cantik ini terasa aneh.

“hmm Sehun … aku juga belum tau”

Dan jika ia tau Luhan oppa tau Sehun melarang ku menjalin hubungan dengan semua pria tanpa kecuali ia, Luhan oppa pasti curiga.

“oh”

Drrrtttt

Ku buka Sms dari kantor, aku terbelalak.

Nona Kim

Tuan muda Oh Sehun tidak mau punya

Asisten sementara

Ia malah mengancam memecat semua kariawan

Jika anda berhenti.

Waahh ini tidak benar ia pasti salah menduga jika aku berhenti, siapa yang bilang begitu. Aku menatap Luhan oppa sebentar dan memasukan Hp ku ke saku ku.

“oppa?”

“hmm … wae Jihyun?”

“aku ada urusan dengan Sehun jadi aku harus pergi”

“sudah ku bilang, ia sangat manja”

Ia terkekeh pelan, membuat ku sedikit tidak enak. Luhan oppa yang membantu ku menyelesaikan setengah pekerjaan ku sedangkan aku? ia meminta ku menemaninya belajar bersama di perpustakaan dan aku sekarang pergi. Aku gak tega,

“tapi oppa, gak apa nih ninggalin oppa sendirian?”

“loh kenapa begitu? Jelas gak ada masalah kan?”

Aku gak tega, nih cowo terlalu baik. Lalu aku memberikan salam padanya dan pergi, sempat terlhat sekilas tatapan yang sedih entah aku salah liat atau apa. Tapi ia terlihat rapuh,

 

 

 

 

 

 

Pov Luhan

 

 

Sehun kembali membuat ulah, aku hanya bisa bersabar dengan tingkah anehnya. Aku dengar dari kariawan ia benar-benar Over terhadap Jihyun, aku khawatir pada Jihyun yang hampir di kekang oleh Sehun tapi anehnya ia tak terlihat dan terdengar terusik oleh tingkah kekanak-kanakan Sehun. Dan sekarang ia terlihat mengawatirkan Sehun,

“tapi oppa, gak apa nih ninggalin oppa sendirian?”

Aku tau dari kata-kata kalau ia hanya tak tega dan kasihan pada ku.

“loh kenapa begitu? Jelas gak ada masalah kan?”

Ia terlihat tak enak hati, aku berusaha tersenyum padanya meski hati ku marah. Ia pun pergi meninggalkan ku. Aku benar-benar sakit melihatnya seperti ini, aku mencintainya. Tapi ia tak pernah sadar akan lah itu,

Drrrttt

“kau bilang apa dengan eomma??”

Suaranya terdengar marah, aku tersenyum evil tanpa aku sadari.

“memang harus begitukan? Kau butuh asisten pengganti Sehun”

“kau lancang!! Hanya Juhyun yang jadi asisten ku dan tak ada yang berhak memberhentikannya meski sementara”

“kau benar-benar membuat hidup Jihyun susah Sehun”

“aku tak perduli”

Tut … tut …

Ku ngenggam erat Hp ku, ia terus mendominasi Jihyun membuat ku muak dan iri padanya. Dan kenapa?? Eomma juga mengijinkan mereka bersama?? Ini membuata ku gila GILA!!

 

 

 

 

 

 

 

To be continued….

 

 

 

 

 

Mian gaje kek gini,  dan mian membawa kalian dalam kenistaan #plakkk okk ada yang mau lanjut Chap selanjutnya?? Komentar dong ;’). Okk minka pamit pai pai

36 responses to “[Freelance] Trap (I Love You) [Chapter 1]

  1. Lanjuttt!! Lanjuuutttt!!!
    Harussss thor! Kalo enggak dilanjut, aku demo nih didepan rumah author ! >,<
    Sehunn mengganass 😀 DANGER! DANGER!! kekeke~

  2. ya thor kenapa sih harus TBC………………………..adehhhh padahal lagi seru-serunya nih thorr,……….kasian banget sih abang luhan udah bang sama aku ajah ok banggggggggggggggg ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  3. lanjut thor harus lanjut musti wajib pokoknya!!!!! yaampun sehun nyebelin ih disini, jambak nih-_-(?) oiyaa kalo aku boleh sedikit komentar ada beberapa kalimat yg ngga baku hihi tapi overall semua bagus kok thor!!! lanjut yaa jgn lama2^_^

  4. thor bahasanya lebih baik baku. aku agak gak enak bacanya pas denger kata cowo dan dialog pas Jihyun mau pamit ke Luhan. Tapi aku suka thor sama karakter Sehun disini ngegemesi >w<
    keep writing !

  5. Hallooo Saeng ini eonie ryeo uci
    #kgknanya we 😛
    Tansks y udh ngasih Pw ff ini

    oy eonie udh follow twitt km , d folback y hihiii
    #maksa

    ff nya kurang HOT hahaa
    py d sini aq suka karakter sehun
    pokoknya eonie tunggu lanjutannya ya yg chapter 3 nya
    OKai.

  6. Fanfic nya bagus min tapi bahasa nya agak sedikit ngga ngerti . kadang baasa baku kadang bahasa gaul .. Hehe .trus kalo boleh saran enter nya jangan kebanyakan . kalo bisa besok dipanjangin ceritanya bnyakin skinship luhan sama jihyun biar sehunnya envi .:-P . Fighting min maaf klo cerewet

  7. aigooo sehun baby protective bgt.hha
    makanya cpetan klaim tuh jihyun sblum digasak(?) lulu baby :p
    keren banget 😀
    aku suka karakter sehun-nya :*

  8. wah daebak. di sini rasa iri nya luhan jd ngbuat dia kliatan antagonis ya. jihyun nya trlalu polos, sehun udh bgtu msh jg ga sadar prasaan sehun ke dia. heuh!!

  9. Duuuh.. Thehun ku sayang jangan terlalu kasar nak -_- abang kamu aja ga terlalu kasar mainnya (?) *cipokLuhan 😀 hahaha bagus thor 😀

  10. Authornim..
    overall sih bagus, tapi lebih bagus lagi kalo bahasanya diperhalus
    Misal : ” Tapi oppa, gak apa nih ninggalin oppa sendirian? ” menjadi ” Oppa, apa kau baik – baik saja sendiri disini? ”
    Kan bacanya lebih nyaman gitu 🙂

    Mian kalo cerewet, ini cuma pendapat saya 🙂
    Keep writing authornim, ditunggu next chaptnya ^o^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s