[Freelance] Baby, Dont Cry (Good bye)

Baby dont cry2

Baby, Dont Cry

(Good bye)

 

Author :

RiskaKAIIka

Kai+ika A.K.A Riska normalita @RiskaKAIIka

 

Judul : Baby Dont Cry (Good bye)

 

Genre : Sad Romance

 

Blog : -riskakaiika.blogspot.com-

 

Length :  Drabble

 

PG : 13+

 

Main Cast :

Park Chanyeol (EXO-K) dan Jung Ahjung (OC)

 

NB :

Annyeong!!!! Minka dateng bawa genre ff yang bikin kesel ngegantung yaitu Drabble, yaa kek only promise datang tiba-tiba dan cast yang di bayangin adalah Chanye oppa :’D hehehe kali ini minka turutin keinginnan minka pakek chanye oppa jadi castnya :’D okk kalian nikmati aja yaa ;’)

Selamat membaca :’) dan mian kalau ada typo.

 

 

 

 

 

 

EXO – Baby Dont Cry

B.A.P – Good bye

Super Junior – Daydream

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hati ku terasa sakit melihatnya seperti ini, ada rasa bersalah dan menyesal telah mengatakannya. Tapi jika aku tak mengatakannya sama saja aku menghancurkannya. Kulihat punggung lemahnya yang sedikit bergetar karna menahan isakan tangis yang sudah pecah dari tadi. Ia pasti menganggap ku tak tau jika ia menangis, aku tau ahjung, apa gunannya kita bersama selama 3 tahun eoh?

Ku dekatkan sedikit jarak ku dengannya, tapi dengan cepat ia sedikit menjauh kan tubuhnya. Sofa yang empuk kini terasa seperti kerikil yang membuat ku taknyaman, ayolah Ahjung jangan membuat ku tersiksa seperti ini. akhirnya dengan kesal aku peluk ia, ia berusaha sedikit meronta tapi sayang aku mempererat pelukan ku, ia memukul tangan ku yang tepat berada di pingganya. Mungkin karna leleh sudah memukul tangan ku selama 2 menit ia berhenti.

“uljima … chagia (jangan menangis sayang)”

Ia menghampus air matanya, lalu menggerakan tubuhnya untuk menjauh. Sama seperi tadi aku tak akan membiarkannya pergi. Ia pun mencoba membalikan badannya, dan kulihat wajanya dan matanya. Sekejap membuat dada ku seperti di hantam batu sangat keras,

“lepaskan aku park chanyeol!”

Katanya dengan nada yang sedikit membentak.

“aniyo (tidak)”

“Jeoleul boja!! Palli! (lepaskan aku cepat)”

“andwe … (tidak mau)”

“jebal park chanyeol …(aku mohon)”

Ia kembali menagis, Tidak … aku membuatnya menagis lagi. Ku peluk ia erat dan mendaratkan bibir ku di pipinya, aku merasa tak pantas lagi mengecup bibir cantiknya itu. Gadis ku yang paling aku cintai. Maaf kan aku …

“jeb … bal…”

Katanya masih tetap memohon pada ku, pertahanan ku runtuh. Ku renggangkan pelukan ku. Saat ia ingin pergi ku tahan pelan tangannya. Ia menatap ku dengan sinis, tatapan itu sukses membuat nyaliku kecut untuk menatapnya, tapi aku harus bisa karna ini lah akibat perbuatan ku yang pengecut.

“…  eodiganeungeoya? (mau kemana?)”

“wae?”

“biacara dengan ku sebentar”

“bukankah urusan kita sudah selesai”

“tapi ..”

“cukup! Kita sudah tak ada hubungan lagi, kau bisa tenang pergi ke london dan belajar di sana tanpa ganguan dari ku, kau juga bisa mencari pengganti ku di sana”

Saat ia ingin pergi ku tarik ia paksa, kesabaran ku hampir habis. Ku tatap ia dengan kemarahan, aku benci kata-kata itu aku sangat membencinya.

“jangan berkata yang tidak-tidak Jung Ahjung!”

Untuk pertama kalinya aku memangilnya dengan marga nya, karna dari awal bertemu aku tidak suka memangil dengan marga. Karan itu tak sopan dan terlalu formal, karan aku jatuh cintanya dari pandangan pertama. Aku benci hubungan yang terlalu formil.

“mwo?? (apa?) bukan perkataan ku itu benar park Chanyeol, kau pasti akan menemukan penganti ku di sana!”

“ dan Jika ini alasan mu memutuskan ku?? Kenapa tak dari awal saja kau takberhubungan apa pun dengan ku!!”

Aku terbelalak, tidak! Ini terlalu jauh! Bukan ini yang kuharapkan.

“cukup! Cukup! Jung Ahjung!”

“jangan egois park chanyeol!! Kau bilang kita putus tapi kenapa?? Kenapa kau datang dan … bersikap seperti ini!”

Ia kembali terisak, kali ini ia menangis dan berteriak. Ia memukul ku, mendorong ku agar aku pergi darinya. Ia melempar ku dengan semua barang yang ada di dekatnya. Aku tau ia sangat mencintai ku, aku tau ia sangat percaya pada ku, aku tau ia sangat setia, aku tau ia sangat mengharap ku. Karna pikiran sederhananya yang sangat kuat itu lah membuat ia menjadi seperti ini.

“Geogi!!!! (Pergi)”

Ia hampir tertimpa keramik lumanyan besar, karna ia berhenti tepat di bawah rak keramik di di belakangnya. Segera ku tarik ia, dan tangan kiri ku kugunakan sebagai penghalang kepanya. Benar yang kutakut kan, benda itu jatuh di tempatnya lalu pecah setelah itu serpihannya turun ke arah kami. Tangan kiri ku sempat tergotes sedikit, membuat ia tebelalak.

“neomu pabo!! (kau bodoh) kenapa kau … melindungi ku”

“dengar kan aku Ahjung …”

Ku pengangi lembut pipinya, kutatap matanya. Lalu ku cium bibirnya dengan lembut, aku pasti akan merindukan bibir ini, rindu segalanya dari gadis mungil ini. semuanya! Aku tak rela! Sangat tak rela! Harus melepaskannya.

“deul eo bwa (dengarkan aku)”

“n … ne …”

Aku tersenyum, ia akhirnya mau mendengarkan ku.

“saranghaeo … jongmal saranghaeo (sangat mencinta mu)”

Ia terbelalak,

“aku sudah bilangkan, kita putus bukan karna aku tidak mencintai mu lagi … tapi … tapi aku tak mau mengikat mu dengan ketidak pastian, aku akan di london selama 10 tahun dan mungkin tak akan pernah pulang ke korea, dan kau? Aku tak mau selalu bilang ‘aku akan pulang bersabarlah’ aku benci memberi harapan yang belum pasti”

Ia menatap ku dengan nanar,

“jadi … aku putus kan kita sudahi hubungan ini”

“ …”

Ia terdiam sambil menunduk, aku tau ia tak akan terima dengan alasan yang tak masuk akal ini. tapi ini jauh lebih baik ketimbang ia tau apa yang terjadi.

“ahjung? Kau mau mengerti kan?”

“lepaskan aku …”

“ahjung jawab aku!”

“apa yang harus aku jawab? Bilang ‘ne (iya)’ dan ‘arrasaeo (aku mengerti)’ itu munafik!”

“mianhae (maafkan aku)”

“aku akan memaafkan mu, jika kau mau melakukan 1 hal”

“mwo?”

“jangan pernah menghubungi ku dan lupakan aku , kalau perlu selamanya”

Aku terkejut, kenapa jadi seperti ini?? Sudahlah itu jauh lebih baik.

“baiklah, tapi asal kau tau … melupakan seseorang yang sangat ku cintai sulit Jung Ahjung”

“jangan egois park chanyeol”

Ku peluk ia, ku cium keningnya. Seerat mungkin, sebisa mungkin ku hirup aroma tubuhnya, sebisa mungkin ku dengar ia bernafas , dan sebisa mungkin merasakan terakhir kali memeluknya.

Maaf kan aku Ahjung, aku sangat pengecut. Pecundang yang membuat gadisnya menagis dan hancur seperti ini. kau tau aku hampir gila memikirkan ini selama 3 bulan, dan sangat berusaha menutupi semuanya dari mu yaitu agar kau tetap tersenyum dan menjadi Jung Ahjung yang sangat aku cintai. Tapi apa daya, pada akhirnya aku harus mengatakan putus meski memberikan alasan tak masuk akal dan berbohong. Ini semua Demi kau tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi dan alasan kenapa aku akan pergi bahkan selamanya. Aku akan Mengobati penyakit lukemia ini, yang akan merenggut nyawa ku, jika sembuh tapi dokter bilang kemungkinan sebuh sangat tipis, jadi jika suatu saat kau tau alasan sebanarnya . aku harap kau mngerti,

 

 

Sarangae …

 

 

-END-

 

 

 

 

 

Mian gaje banget yaa 😥 sebenarnya ending di otak minka jauh lebih gaje lagi tapi biar lebih hmmm mewek lagi yaa begini lah endingnya 😥 waaah gak rela sebenarnya ini abang kesayangan minka T____T. Okk hampir 1 tahun minka jadi Author Gomao *bow yang udah mengikuti minka debut ff jaman prince frognya Luhan ampe sekarang :’) GOMAO!! XD okk kek biasa minka minta komentar , kritik dan sarang :’)

Ook tunggu ff minka yang selanjutnya yaa ;’) Ook PAI PAI :’D

10 responses to “[Freelance] Baby, Dont Cry (Good bye)

  1. Ih? Apa-apaan ini! Pendek sekali… Mau yang panjang!!! Panjang~ O_O
    Gak mau tau! XD buat yang panjang yaaa *kibarin bendera semangat buat authornya*

Leave a Reply to marshayaqila Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s