You Should Be Mine [Chapter 18]

fanfiction 25

Title : You Should Be Mine [Chapter 18]

Author: J.A.Y

Genre: Romance, school life

Main Cast:
1. EXO-K Kai
2. EXO-K Baekhyun
3. Jung Ahyeon (OC)

Support Cast:
1. EXO-K Suho/ Kim Joonmyeon
2. EXO-K Chanyeol
3. EXO-M Xiumin/Kim Min Seok
4. Han Ji Eul (OC)
5. Shin Seorin (OC)

Rating: PG-16

Length: 6,046 word

Disclaimer : FF ini milik saya! Dilarang keras mengcopy paste/plagiat FF ini. Ini FF pertama yang author buat. Jadi mungkin jika ada kekurangan tolong tinggalkan komentar agar author bisa mengkoreksi letak kesalahan nya dimana aja. FF ini juga sudah pernah diterbitkan di www.saykoreanfanfiction.wordpress.com  www.readfanfiction.wordpress.com www.kpopsotoybanget.wordpress.com  www.highschoolfanfiction.wordpress.com  dan di page Facebook https://www.facebook.com/EXOFanFiction?ref=ts&fref=ts Terimakasih~ 😀

Chapter sebelumnya [Chapter 17]

 

Happy Reading ^^

 

***********

You clearly are there, you still remain there just the same
I remember the pictures that I forgot all this time, small tremblings gush out of my body
It’s a bit sad that I can’t go back to those times
How much did you change while the clock’s springs were turning
I turned the last page that is written about you
But I have no courage to read it, I will erase the sad words
Our story is not be over
Because we will meet again

[Preview]

“kalau begitu tunggulah aku didekat halte nanti, arasseo?” ucap Baekhyun.

“emm, ara”

Dari arah lain Kai datang bersama Kris dan langsung mencari meja yang kosong. Hanya ada satu meja yang kosong, yaitu disudut kantin dan mejanya bersebelahan dengan meja Ahyeon dan Baekhyun. Kris melihat ekspresi wajah Kai yang tiba-tiba berubah dingin. Pasti karena pemandangan itu. Tapi mau bagaimana lagi? Satu-satu meja yang kosong hanya terletak disana.

“ayo”

“aku tidak lapar”

“mwo? Kau bilang tadi kau lapar?”

“kau saja yang makan hyung”, Kai langsung pergi meninggalkan Kris di tengah kantin.

Kris melihat punggung Kai yang semakin menjauh, “siapa suruh kalian menyukai yeoja yang sama”

[Preview End]

At The Ritz-Carlton Seoul Hotel

“ini bayaran mu”, nyonya Jung menyerahkan amplop coklat yang berisi cek kosong kepada Min Seok.

Min Seok menerima amplop itu dan membuka isi nya, “kenapa kosong presdir?”

“kau isi sendiri dengan nominal yang kau ingin kan”

“terima kasih presdir”, Min Seok kembali memasukkan cek itu kedalam amplop.

“mungkin suatu saat aku akan membutuhkan bantuan mu lagi”, nyonya Jung berdiri diikuti dengan Min Seok.

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan pintu, Min Seok dan nyonya Jung menoleh kearah sekertaris yang berdiri di balik pintu.

“permisi presdir, seseorang wanita bernama Kim Jaesil ingin bertemu dengan anda”

“suruh dia masuk” perintah nyonya Jung.

“baik presdir”, sekertarisnya sedikit membungkuk sebelum ahkirnya ia benar-benar menghilang dari balik pintu. Tanpa menunggu lama wanita bernama Kim Jaesil masuk kedalam ruangannya.

“aku permisi dulu presdir” pamit Min Seok. Karena urusannya sudah selesai, Min Seok harus segera pergi dari ruangan ini. Min Seok membungkuk hormat saat melewati nyonya Kim.

“duduklah” ucap nyonya Jung.

Wanita itu tersenyum sambil melangkahkan kakinya menuju sofa tamu berwarna coklat pastel. Ia mendudukan dirinya pelan sambil memangku tas bermerk nya.

“kau pulang lebih cepat dari perkiraan”

“ne, lebih cepat dari yang ku bayangkan”

“aku kesini karena ini”, nyonya Kim mengeluarkan katalog dari dalam tasnya,

“lihatlah, kau pasti akan suka”

Nyonya Jung mengambil katalog itu dan melihat setiap lembaran halamannya.

“umm, tidakkah ini terlalu terburu-buru”

“memang tidak. Tapi aku suka jika mempersiapkannya dari awal”

Nyonya Jung membolak-balikkan halaman katalog itu, “aku belum memberitau Ahyeon” ucapnya sambil mengalihkan perhatiannya kearah nyonya Kim.

“aku juga belum memberitahu Jongin, kita beri saja mereka kejutan”

“aku tidak yakin jika ini benar”

“kau sudah benar, bukankah memang ini tujuan kita. Kita kan melaksanakannya saat Jongin sudah lulus”

“ne, kuharap begitu”

=============================

At Cheongdam High School

“kau tidak papa?” tanya Ahyeon. Melihat wajah Ji Eul yang semakin pucat semakin membuatnya khawatir.

“tidak papa, kau duluan saja”

“kita berjalan sama-sama saja, lagipula Baekhyun oppa menyuruhku untuk menunggu di halte”

Ahyeon membantu Ji Eul berdiri. Ia memegangi lengan kanan Ji Eul sambil membantunya berjalan. Berjaga-jaga jika Ji Eul tiba-tiba terjatuh tidak sadarkan diri. Dari dalam hatinya ia merutuki sunbaenya itu, Luhan. Apa dia tidak tau jika Ji Eul sedang sakit? Orang itu malah tidak masuk sekolah tanpa keterangan yang jelas.

“Baekhyun oppa bilang Luhan sunbae tidak masuk hari ini” ucap Ahyeon membuka pembicaraan.

“aku tau”, Ji Eul bicara sekenanya.

Ahyeon belum tau yang sebenarnya terjadi. Jika saja yeoja itu tau, mungkin ia tidak akan berani mengungkit-ungkit tentang Luhan di depan Ji Eul. Sambil menuntun Ji Eul , mereka berdua menuju pintu gerbang sekolah yang sudah terbuka 8 menit yang lalu.

Dari arah jauh, Kai menghampiri Ahyeon dan Ji Eul dengan ekspresi yang sangat dingin. Ahyeon tidak tau jika Kai sedang menghampiri didepannya. Matanya terfokus pada lengan Ji Eul yang ia pegang. Rasanya semakin panas. Ji Eul pasti benar-benar sakit. Ji Eul hanya mengernyit bingung melihat Kai yang berjalan mendekat. Tatapan laki-laki itu begitu tajam melihat Ahyeon.

Ahyeon menoleh saat Ji Eul yang tiba-tiba menghentikan langkahnya, “kenapa?”

“dia menuju kearahmu” ucap Ji Eul.

“siapa?”, Ahyeon dengan ragu-ragu menoleh kan kepalanya kedepan.

Dan bingo! Tubuhnya tiba-tiba terasa begitu tegang ketika melihat Kai yang semakin dekat menghampirinya. Ia menoleh kebelakang memastikan bahwa bukan dirinyalah yang menjadi tujuan Kai berjalan semakin dekat. Tapi dibelakangnya kosong. Tidak ada siapapun.

“Jung Ahyeon”

Ahyeon menoleh saat Kai sudah berdiri didepannya dan Ji Eul. Tatapannya tidak kalah dingin dari Kai. Apa Kai gila? Untuk apa menghampirinya?

“tunggu lah di apartemen, aku akan mengikuti jam tambahan disini”

Ji Eul mengangkat alisnya saat mendengar kalimat namja itu. Ia melihat kearah Ahyeon dan Kai secara bergantian. Ada hubungan apa mereka?

Sedangkan Ahyeon, gadis itu semakin mengkerutkan dahinya dan memberi tatapan yang seolah-olah mengartikan ‘apa-yang-kau-bicarakan!’. Kai tersenyum miring dan mendekatkan dirinya kearah Ahyeon. Laki-laki itu lalu membisikan sesuatu di telinga kiri yeoja itu.

“jika kau kabur, kau akan mendapat balasan dari ku”, Kai menjauhkan tubuhnya sambil memberikan smirk nya.Kemudian namja itu berjalan melewati Ahyeon dan Ji Eul yang masih berdiam diri ditempat.

Ji Eul menggoyangkan pelan lengan Ahyeon, “apa maksudnya? Kalian dekat?”

Ahyeon memejamkan matanya sebentar sambil menghirup oksigen dalam-dalam. Kemudian ia tersenyum kepada Ji Eul dan memegang kedua pundak gadis itu.

“tidak papa. Aku juga tidak mengerti maksudnya. Jangan difikirkan”

Ahyeon menurunkan lengannya dari pundak Ji Eul dan mengajaknya berjalan bersama lagi. Ji Eul masih merasa sesuatu yang aneh diantara Kai dan Ahyeon. Pasti ada yang sedang disembunyikan Ahyeon darinya. Bukankah ini aneh? Untuk apa Kai meminta Ahyeon menunggu di apartemen?

Tidak terasa karena memikirkan itu, Ahyeon sudah mengantarnya sampai didepan pintu gerbang sekolah.

“kau menunggu jemputan mu disini?” tanya Ahyeon.

“ne, aku menunggu disini. Kau pergilah, Baekhyun sunbae pasti sudah menunggu”

“baiklah”, Ahyeon tersenyum kearah Ji Eul dan pergi meninggalkannya.

=========================

Suasana didalam bioskop begitu tegang dan mencekam. Hawa dingin semakin menusuk kedalam setiap kulit yang masih bernafas. Entah sudah berapa kali ia menutup mata dan menahan nafasnya di tempat itu. Teriakan demi teriakan silih berganti dengan jeritan-jeritan suara manusia yang begitu tersiksa. Ia ingin pergi dari tempat itu dan menghirup udara bebas diluar.

Ahyeon terus meremas tangan Baekhyun setiap kali suara jeritan itu terdengar. Bukannya menenangkan gadisnya, ia justru tersenyum-senyum layaknya orang biasa. Sambil tetap memakan popcorn dan meminum sodanya Baekhyun tetap bersikap seolah-olah film itu bagaikan kartun spongebob yang setiap hari libur ia tonton.

Ahyeon mencubit tangan Baekhyun sampai namja itu meringis pelan dan menggeser tubuhnya sedikit menjauh dari Ahyeon.

“aku mau pulang!”

“tunggu sebentar lagi ne, ini sedang seru”

“aku tidak mau disini”, Ahyeon mulai mengeluh sambil menarik-narik ujung lengan blazernya.

“tunggu dulu chagi, aku janji sebentar lagi”

Wajah Ahyeon merenggut kesal. Ia melipat tangannya diperut dan membuang wajahnya dari Baekhyun. Jika tau seperti ini lebih baik ia tidak menuruti keinginan namja ini.

Sampai lampu bioskop menyala kembali dan film berahkir, Ahyeon masih tetap di posisinya seperti itu. Semua penonton berdiri tak terkecuali Baekhyun. Namja itu merenggangkan tubuhnya pelan. Ahyeon masih duduk dengan wajah terlipat dan pandangannya tetap lurus kearah layar.

“lain kali kita nonton yang seperti ini lagi ne” ucap Baekhyun.

Gadis itu beranjak dari duduknya dan memandang Baekhyun tajam, “tidak. Aku tidak mau. Ini yang terahkir”, Ahyeon pergi duluan meninggalkan Baekhyun yang masih kebingungan.

“dia kenapa??”

-At Ahyeon’s Apartemen-

Kai menaruh tasnya didalam kamar sambil melepas blazer sekolahnya. Namja itu berjalan kearah cermin besar didepannya. Sambil memperhatikan pantulan wajahnya didepan cermin, ia melepas satu per satu kancing kemeja seragamnya.

“aku tampan”

Kai terkekeh pelan melihat pantulan dirinya dicermin. Ia sangat bangga dengan pemberian Tuhan yang diberikan kepadanya. Warna kulit yang eksotis, garis rahang yang begitu padat, double eyelid yang sempurna, hidung yang mancung, bibir yang seksi dan yang terahkir,,, ia melihat kearah perutnya dengan abs yang hampir terbentuk sempurna.

“I’m sexy man”

Ia kembali menarik sudut bibirnya saat melepas kemejanya dan membuangnya keatas tempat tidur. Baiklah, sepertinya sudah cukup untuk membanggakan dirinya. Ia melepas belt celananya dan hampir menurunkan resleting celananya. Tapi tangan namja itu terhenti saat ia merasa ada sesuatu yang aneh disini. Kai melihat kesekelilingnya dan memastikan apakah perasaannya ini memang benar.

Sepi

Kenapa apartemen ini sangat sepi?

“Ahyeon-a”

Tidak ada sahutan yang terdengar. Mungkin yeoja itu sedang tidur dikamarnya. Kai melihat jam dindingnya yang sudah menunjukan pukul 5 sore. Seharusnya ia sudah bersiap-siap akan menemui eommanya dengan Ahyeon. Baiklah, mungkin lebih baik ia membangunkan Ahyeon terlebih dahulu.

Kai berjalan kearah pintu dan membukanya sedikit. Tunggu,, ia tau ada yang salah dengan dirinya. Kai melihat kearahnya sendiri dan menepuk dahinya pelan. Namja itu kembali menutup pintu nya lagi dan berjalan menuju lemari pakaian. Hampir saja Kai lupa. Jika Ahyeon melihatnya dalam keadaan seperti ini, pasti yeoja itu akan berteriak lagi didepannya. Kai membuka lemari pakaiannya dan mengambil kaos hitam berkerah putih yang ada ditumpukan paling atas. Tidak lupa ia juga mengganti celana seragamnya.

Setelah rapi, Kai keluar dari kamarnya dan menutup pintunya. Ia berjalan dan berhenti tepat didepan pintu kamar yeoja itu.

Tok tok tok

“Ahyeon-a boleh aku masuk?”

Hening. Karena tidak ada yang menjawab, Kai anggap itu sebagai persetujuan. Kai membuka pintu sambil mengkerutkan keningnya. Kamar Ahyeon kosong. Namja itu menoleh kearah pintu kamar mandi dan berfikir. Mungkin Ahyeon ada didalamnya. Kai berjalan mendekat dan hendak memastikan dengan caranya.

Tok tok tok

“Ahyeon, kau didalam?”

Sepi. Baiklah, ini mulai sedikit terlihat aneh. Tidak ada jawaban lagi untuknya. Kai menempelkan daun telinganya di pintu kamar mandi. Ia juga tidak mendengar suara apapun didalam. Tangannya meraih gagang pintu dan membukanya sedikit, hanya sedikit. Ia ragu jika Ahyeon benar-benar ada didalam kamar mandi.

“Ahyeon, ini aku”

Lagi dan lagi, Kai tidak mendengar jawaban dari yeoja itu. Sampai ahkirnya Kai benar-benar membuka penuh pintu kamar mandi. Kosong.

Kai menghela nafasnya kasar sambil melihat kesekitarnya. Tunggu,,, ia baru sadar jika tidak ada tas sekolah milik Ahyeon disini. Kai keluar kamar dan melihat kearah rak sepatu. Sepatu milik Ahyeon belum bertengger manis di rak itu. Kai berdecak kesal sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ahyeon. Ia sudah bilang kepada gadis itu tadi siang agar tetap menunggunya didalam apartemen.

Untuk kesekian kalinya sambungan telfonnya selalu dialihkan oleh operator. Kai tidak bisa hanya berdiam diri sambil menuggu gadis itu pulang, ia harus mencarinya. Kai kembali kekamarnya dan mengambil kunci mobilnya.

=========================

Ini sudah kesekian kalinya Baekhyun melirik kearah Ahyeon. Sejak dibioskop dan didalam mobil, Ahyeon tidak bicara sama sekali. Gadis itu tetap menutup bibirnya rapat-rapat. Mungkin ini sedikit keterlaluan baginya karena Ahyeon terus mengacuhkannya sejak tadi.

“kau sedang marah pada ku?” tanya Baekhyun pelan. Ahyeon tetap tidak mau bersuara. Ia lebih suka memberikan jawaban lewat tatapan matanya yang terpantul di pintu lift.

Ting

Pintu lift terbuka. Ahyeon berjalan lebih dulu dari Baekhyun yang masih berdiam diri dibelakangnya. Baru 3 langkah yang ia ambil saat keluar dari pintu lift, tiba-tiba saja Ahyeon memutuskan untuk berhenti. Matanya sedikit membulat saat melihat Kai yang baru saja menutup pintu apartemennya.

Baekhyun

Baekhyun masih berada didalam lift. Ini tidak boleh terjadi. Baekhyun dan Kai tidak boleh saling bertemu. Baru Ahyeon akan membalikkan tubuhnya, namun bahunya sudah ditahan oleh Baekhyun.

“katakan jika aku punya salah. Kau terus mengacuhkan ku saat di bioskop tadi” ucap Baekhyun sambil memblokir jalan Ahyeon.

Baiklah. Sekarang Baekhyun sudah berada di depannya. Gadis itu terus memutar otaknya mengenai situasi ini. Matanya menatap lurus kearah Kai yang juga melihatnya. Jangan sampai Baekhyun melihat Kai disana. Ia berjaga-jaga dengan kemungkinan yang akan Kai lakukan. Tidak mudah menebak hal apa yang akan dilakukan pria itu apalagi disaat seperti ini.

“aku minta maaf Ahyeon-a”

Ahyeon masih belum mau membuka mulutnya. Ia sibuk memberi perhatiannya kearah Kai yang masih berdiri di depan pintu apartemennya. Gadis itu terus memberi tanda kecil lewat tangannya agar Kai segera masuk lagi kedalam apartemennya. Ia terus mengibas-ibaskan tangannya di sisi kanan roknya. Tapi Kai tak kunjung mau menanggapinya. Apa Kai sengaja melakukannya? Hahh! Ahyeon benci terjebak disituasi seperti ini.

Baekhyun menghela nafasnya, saat Ahyeon masih belum mau mengeluarkan suaranya. Ia memegang kedua bahu Ahyeon dan menatapnya dalam. Baekhyun berusaha memberi tau rasa penyesalannya lewat kedua matanya. Tapi ketika menatap Ahyeon, ia merasa Ahyeon sedang tidak melihatnya. Matanya memang menatap lurus kearahanya, tapi,,, entahlah Baekhyun meragukan pandangan itu.

“siapa yang kau li-“ ucap Baekhyun sambil menoleh kebelakang dirinya.

Sedetik kemudian namja itu membulatkan matanya saat ada benda halus yang menempel dibibirnya. Diluar dugaannya, dengan cepat Ahyeon menarik tengkuk Baekhyun dan langsung menciumnya. Baekhyun membulatkan matanya karena terkejut yang dilakukan Ahyeon.

Percayalah, Ahyeon tidak benar-benar mau melakukannya di tempat terbuka seperti ini. Dengan sendirinya tangannya bergerak menahan kepala Baekhyun agar tidak benar-benar melihat kearah belakangnya. Anggap saja gadis itu sudah gila karena perbuatannya. Tapi keadaan yang memaksanya melakukan ini. Setidaknya dengan ini ia bisa menahan posisi Baekhyun agar tetap membelakangi Kai.

Bukan hanya Baekhyun saja yang merasa terkejut. Tapi namja yang berdiri di belakangnya juga merasa terkejut.

Kai

Ia meremas ponselnya kuat. Ahyeon mencium Baekhyun tepat didepan matanya. Ia tidak habis pikir bagaimana Ahyeon bisa melakukan hal gila seperti itu. Hatinya berubah menjadi panas. Ingin rasanya Kai menarik paksa Ahyeon dan menyeretnya kedalam apartemen.

Tangan lainnya mengepal kuat berusaha menahan sesuatu yang akan meledak-ledak didalam tubuhnya. Pandangannya begitu dingin kearah Ahyeon. Mereka berdua masih saling melempar tatapan tajam. Kedua mata Ahyeon masih tetap terbuka. Tatapan matanya masih berusaha mengusir Kai dari tempat itu.

Baekhyun memejamkan matanya perlahan saat Ahyeon mulai menggerakkan bibirnya. Ia tersenyum kecil didalam ciumannya. Ini pertama kalinya Ahyeon yang melakukannya duluan. Baiklah, mungkin ini cara lain gadis itu mengungkapkan jawabannya. Setidaknya Baekhyun mengganggap Ahyeon sudah tidak marah lagi kepadanya. Perlahan tangan Baekhyun naik memeluk pinggang Ahyeon dan membalas perbuatan gadisnya.

Kai merasa jengah dengan pemandangan didepannya. Ia membalikkan badannya dan kembali masuk kedalam apartemen. Hati dan kepalanya begitu panas melihat orang ia sukai mencium orang selain dirinya.

Aku orang yang pertama yang bertemu dengannya

Aku orang pertama yang menghiburnya ketika sedih

Aku orang pertama yang melihat air matanya

Hanya aku yang boleh memilikinya,

Hanya aku, bukan Baekhyun

=================================

Ponselnya terus berdering diatas meja kaca. Seorin terus memandangi ponselnya dari jauh. Ia tidak tau harus mengangkat panggilan itu atau tidak. Sudah 10 kali Joonmyeon menghubunginya. Ia tau Joonmyeon tidak akan berhenti menelfonnya sampai ia mau mengangkat telfonnya.

Seorin memang pernah berkata bahwa ia akan belajar mencintai Joonmyeon, tapi hatinya belum siap untuk melakukan itu. Selama ini ia tidak pernah memaksakan dirinya untuk mencintai orang lain. Dan sekarang ia harus melakukannya. Ia hanya takut jika ini akan sia-sia. Ia hanya takut jika hatinya tidak bisa berpaling dari Baekhyun. Ia hanya takut jika keputusannya hanya akan menyakiti pihak lain termasuk dirinya sendiri.

Dengan ragu ia meraih poselnya dan menjawab panggilan Joonmyeon.

apa aku mengganggu?

“tidak”

baiklah

“bagaimana kabarmu?”, ini pertama kalinya Seorin bertanya tentang kabar pria itu. Selama ini selalu Joonmyeon yang bertanya kabarnya lebih dulu tanpa Seorin bertanya balik tentang kabar Joonmyeon.

aku baik. Bagaimana dengan mu?

“sama seperti kemarin. Aku baik”

“…..”

Keheningan menyelimuti keduanya. Baik Joonmyeon atau Seorin, mereka tidak tau hal apa yang akan dibicarakan. Seorin menunggu Joonmyeon untuk berbicara lebih dulu dengannya. Tapi Joonmyeon tetap diam. Apa Joonmyeon juga sedang berfikir seperti dirinya?

“apa yang sedang oppa lakukan?” tanya Seorin.

Dari balik telfon, Joonmyeon tersenyum arti mendengar Seorin bertanya kepadanya, “aku hanya sedang bersantai sebelum tidur. Lalu apa yang kau lakukan?

“aku baru saja tiba dirumah”

bagaimana dengan sekolahmu?

“baik. Pekerjaanmu?”

baik

Joonmyeon memegang tengkuknya sambil berfikir. Tidak biasanya ia kehilangan kata-kata seperti ini. Sebelumnya ia juga tidak pernah merasa secanggung ini jika menghubungi gadis itu, “apa kau tidak mau bercerita sesuatu?

“aku tidak tau harus bercerita apa”

Seorin-a

Terdengar suara helaan nafas di seberang telfon, “aku harap kau bisa membuka hatimu untukku

“aku akan berusaha” ucap Seorin cepat, “bantu aku untuk menyukaimu oppa”

Joonmyeon terhenyak ditempatnya, ia tidak pernah membayangkan Seorin akan mengatakan ini. Sebelumnya gadis itu selalu berkata ‘Aku tidak bisa melakukannya’. Tapi hari ini jawaban gadis itu berbeda. Joonmyeon lega mendengarnya. Itu artinya Seorin sudah mulai bisa menerimanya.

aku akan melakukannya” ucap Joonmyeon.

aku akan membuat mu agar menyukai diriku seorang

Seorin tersenyum kecil mendengarnya. Ia harap ini awal yang baik. Awalnya bersama Joonmyeon.

===========================

Ahyeon menarik wajahnya menjauh saat Baekhyun mulai menikmati ciumannya. Lalu apa? Ahyeon juga tidak mau melakukan ini didepan Kai. Ia tau Kai begitu menyukainya. Ahyeon tau rasanya. Ia juga pernah melihat Baekhyun berciuman dengan Seorin didepan matanya. Dan itu cukup membuat hatinya terasa sakit. Tapi situasinya sekarang berbeda. Sangat berbeda.

Ahyeon melepas tangan Baekhyun yang melingkar dipinggangnya, “ini sudah sore, pulanglah dan istirahat”

“kau sudah tidak marah padaku?”

Ahyeon menggeleng pelan, “aku tidak marah”

Baekhyun melingkarkan tanganya lagi di pinggang yeoja itu, “kau tidak mau meneruskan yang tadi?” ucapnya sambil tersenyum jahil.

“aku lelah oppa”

Baekhyun menghela nafasnya pelan dan melepaskan tangannya, “yasudah, istirahatlah”

Ahyeon sedikit berjinjit dan mencium sekilas pipi Baekhyun “sampai besok” ucapnya sambil tersenyum manis.

Baekhyun tersenyum kecil dan mengelus puncak kepala Ahyeon, “kalau begitu aku pulang”

Ahyeon membalas senyumannya dan mengangguk kecil. Kemudian pandangannya mengikuti punggung Baekhyun yang memasuki lift. Tepat saat pintu lift itu tertutup, senyumnya memudar. Ahyeon menghela nafasnya lega. Baiklah sekarang masalahnya hanya tinggal satu lagi, Kai.

Kai tersenyum miring saat mendengar suara pintu terbuka, “acara mu sudah selesai?”.

Ia beranjak dari duduknya dan menatap Ahyeon yang masih berdiri didepan pintu dengan dingin.

“aku akan bersiap, bukankah kita akan kerumah mu”, Ahyeon kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar. Baru ia akan meraih gagang pintu, ia terkejut ketika tangannya langsung ditarik kasar oleh Kai.

Kai langsung mendorong tubuh Ahyeon bersandar ke pintu dengan kasar. Rahangnya terlihat begitu keras dan tatapannya begitu tajam bercampur dingin kearahnya.

“berpisahlah dari Baekhyun” ucap Kai datar dan tidak bernada sama sekali.

Ahyeon jengah dengan tatapan seperti itu. Ia menarik tangannya kasar dari cengkraman Kai. Ia lelah jika ada orang yang menyuruhnya berpisah dengan Baekhyun. Pertama eommanya dan sekarang Kai. Kenapa semua menyuruhnya untuk berpisah dari Baekhyun.

“memangnya kau siapa berhak mengatur ku” ucap nya tidak kalah dingin dari Kai, “kau bukan ayah dan ibuku, kau juga bukan kakak dan adikku, kau bukan saudaraku, kau bahkan bukan pacarku. Lalu kau siapa?”

“kita terikat tanpa status apapun. Kau mengerti maksud ku? Jadi jangan campuri segala kehidupan pribadi ku lagi”

Ahyeon membalikkan tubuhnya dan masuk kedalam kamar. Sedangkan Kai masih berdiri mematung di depan pintunya. Ia terhenyak ditempatnya mendengar kalimat yang diucapkan Ahyeon. Kenapa dengan dirinya? Bukankah tadi ia ingin melampiaskan amarahnya lewat gadis itu.

Dibalik pintu Ahyeon memijat keningnya yang mulai terasa pusing. Bekas cengkraman Kai masih terlihat jelas di pergelangan tangannya.

‘apa ucapanku terlalu kasar?’

Sekarang jadi ia yang berfikir. Ahyeon memejamkan matanya sebentar sambil memegang tengkuknya. Tidak. Sejauh ini ia benar. Kai bukan siapa-siapanya. Jadi laki-laki itu tidak berhak mengatur dirinya.

===================================

At Jongin’s Home

“jadi bagaimana dengan Jongin? Anak itu tidak membuat mu repot kan?” tanya nyonya Kim.

“tidak, dia lebih banyak membantuku” ucap Ahyeon tersenyum sambil melanjutkan aktifitasnya memotong wortel.

Nyonya Kim berjalan mendekati Ahyeon, “aku ingin sekali mendengar mu memanggil ku dengan sebutan eomma”

“ne?”

Nyonya Kim tersenyum sambil meyematkan helaian rambut Ahyeon dibalik daun telinga, “tidak papa jika kau belum siap”

Ahyeon masih melihat nyonya Kim dengan pandangan bingung. Nyonya Kim hanya terkekeh pelan, “lanjutkanlah”

Ahyeon tersadar dengan aktifitasnya yang sempat terhenti. Ia kemudian melanjutkan kegiatannya memotong wortel sambil tetap memikirkan perkataan nyonya Kim.

“aku berharap bisa memiliki anak perempuan cantik seperti mu” ucap nyonya Kim sambil tersenyum kecil.

Ahyeon tersenyum kearah nyonya Kim yang sedang memotong brokoli, “apa Jongin oppa tidak memiliki saudara lain?”

“tidak, dia anak satu-satunya. Padahal dulu kami berharap Jongin terlahir sebagai anak perempuan”, nyonya Kim tertawa kecil kearahnya.

“Jongin adalah anak yang begitu berambisi dengan sesuatu. Ia harus mendapatkan hal ia inginkan. Kau tau? Saat sekolah dasar dulu Jongin pernah mendorong temannya saat sedang lomba lari. Ia benar-benar ingin mendapatkan gelar sebagai juara pertama, tapi yang didapatkannya adalah diskualifikasi dari juri”

Ahyeon memandang tidak percaya kearah nyonya Kim. Pantas saja, andai saja nyonya Kim tau. Ambisi Kai mendapatkan Ahyeon benar-benar sangat kuat. Namja itu bahkan hampir saja memperkosanya malam itu.

“ia akan mendapatkan keinginannya dengan jalannya sendiri. Ia tidak pernah mengeluh dan meminta bantuan sedikit pun dari kami”

“benarkah?”

“ne, appanya sudah mengajarkan Jongin seperti itu dari kecil”

Ahyeon tersenyum kecil sambil melihat potongan wortelnya.

“saat kecil Jongin pernah hampir di culik dan sejak hari itu kami memberi pengawalan yang sangat ketat terhadapnya. Sampai suatu hari ia diam-diam pergi dari rumah tanpa sepengetahuan siapapun. Dan kau tau? Kami menemukannya disekitar tempat pemakaman ayahmu”

Ahyeon melihat raut wajah nyonya Kim yang sedikit khawatir mengingat kejadian itu.

“Jongin tidak suka dikekang, seharusnya kami tidak memberi pengawalan yang sangat ketat saat itu”

Ahyeon mengelus pundak nyonya Kim pelan, “Jongin oppa mungkin belum berfikir jika ia memiliki orang tua yang begitu khawatir dengan keadaannya”

Nyonya Kim tersenyum manis menanggapi Ahyeon, “kau mau mendengar cerita yang lainnya?”

Ahyeon mengangguk kecil tanda ia setuju. Ia tidak tau kenapa, tapi mendengar kehidupan masa lalu namja itu membuatnya merasa tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam.

“Jongin sangat membenci daun bawang dan bawang bombay. Jika kau memberikannya yang belum diolah dia pasti akan berteriak-teriak, hahaha”

“lalu apa kesukaannya?”

“ohh~ itu mudah, dia menyukai ayam. Janis makanan apapun ia suka asalkan ada ayam didalamnya”

Nyonya Kim membuka tutupan panci dan kepulan asap kecil langsung menguap di udara. Wanita itu memasukan potongan wortel kedalam masakannya dan menambahkan sedikit garam dan bumbu-bumbu lainnya, mengaduknya sebentar lalu menutupnya lagi.

“sebentar lagi ini matang. Biar ahjumma yang menyelesaikan sisanya”

“tidak papa ahjumma, aku ingin disini sampai masakannya matang”

“ini tinggal sedikit lagi, kau keataslah menemui Jongin”

Ahyeon tersenyum manis didepan wanita itu. Nyonya Kim membantu melepas apron masak Ahyeon dan meletakkannya di samping meja yang kosong.

“jika sudah matang, ahjumma akan memberi tau”

Ahyeon mengangguk sambil menggenggam kedua tangan nyonya Kim, “terima kasih ahjumma”

==============================

Jam tangannya sudah menunjukkan pukul 7 malam. Kai menghela nafasnya seraya melihat tenangnya air kolam renangnya dibawah sana. Ia membalikkan badan dan menyenderkan punggungnya pada pagar besi pembatas.

Memangnya kau siapa berhak mengatur ku

Kau bukan ayah dan ibuku, kau juga bukan kakak dan adikku, kau bukan saudaraku, kau bahkan bukan pacarku. Lalu kau siapa?

Kita terikat tanpa status apapun. Kau mengerti maksud ku? Jadi jangan campuri segala kehidupan pribadi ku lagi

Kai melamunkan kata-kata itu sejak tadi. Ia memandang lantai putih pasir kamarnya tanpa rasa bosan. Kalimat itu selalu mengganggu pikirannya. Ahyeon benar, ia bukan siapa-siapa gadis itu. Mereka sudah dijodohkan dan Kai tidak suka melihat Ahyeon yang setiap hari selalu dekat dengan Baekhyun. Mungkin yang lain memandang biasa Ahyeon dan Baekhyun karena mereka sudah memiliki hubungan khusus. Tapi Kai? Seharusnya orang-orang tau kalau Ahyeon sudah dijodohkan dengannya. Kai juga ingin dipandang seperti orang-orang memandang Baekhyun.

Ahyeon menarik nafas nya dalam sebelum ia mengetuk pintu kamar Kai. Saat perjalanan kesini Kai tidak berbicara apapun dengannya. Biasanya laki-laki itu akan bertanya sesuatu kepadanya walaupun itu tidak penting sekalipun.

Tok tok tok

Ahyeon meraih gagang pintu dan membukanya pelan. Gadis itu menyembulkan sedikit kepalanya kedalam kamar pria itu. Dilihatnya Kai yang sedang berdiri di teras balkon dengan tatapan datar kearahnya.

“boleh aku masuk?” tanyanya pelan.

“masuklah” ucap Kai. Namja itu kembali membalikkan tubuhnya membelakangi Ahyeon.

Ahyeon menghampiri pria itu dan berdiri disebelahnya. Ternyata benar perkataan nyonya Kim. Pemandangan disini sangat indah. Bulan muncul dengan indahnya malam ini. Semilir angin berhembus pelan membawa sedikit helaian rambut panjangnya. Sinar lampu kota yang terlihat kecil dari atas sini semakin melengkapi indahnya pemandangan.

Ahyeon sesekali mencuri pandang kearah pria yang disebelahnya. Sejauh ini Kai masih belum mengeluarkan suaranya. Ahyeon berfikir apakah harus ia yang lebih dulu membuka percakapan?

“eomma mu banyak bercerita tentang dirimu”

“benarkah?” ucap Kai sekenanya.

Ahyeon menghela nafasnya dan memikirkan hal lain, “eomma mu juga bercerita saat kau kabur dari rumah dulu”

“aku sudah lupa tentang itu”, sejauh ini namja itu masih bersikap datar kearahnya.

“aku juga baru tau kalau kau membenci daun bawang” ucap Ahyeon pelan.

Kai menoleh kearahnya. Namja itu berdeham kecil dan melihat kearah lampu kota, “a,,,aku,,, sudah mulai menyukainya”

Ahyeon mengangkat alisnya dan tersenyum jahil, “benarkah?”

“eomma mu bilang kau akan berteriak jika ada yang memberikan mu daun bawang mentah”

“a,,, aku ini namja. Mana mungkin aku seperti itu”

Tanpa diketahui pria itu, Ahyeon sudah membawa helaian daun bawang kedalam kamarnya. Gadis itu menyembunyikan daun bawang itu di balik punggungnya. Dengan jari tangannya, Ahyeon membuka helaian daun itu agar aromanya bisa tercium jelas oleh Kai. Gadis itu masih menunggu reaksi Kai dengan senyum jahilnya.

Kai mulai mengkerutkan keningnya saat ia mulai mencium bau-bau aneh yang terasa familiar. Ahyeon menahan senyumnya ketika melihat reaksi namja itu. Dari balik punggunya, Ahyeon terus membuka helaian daun bawang lainnya yang belum terbuka.

“kau mencium bau sesuatu?” tanya Kai.

Baiklah mungkin ini cukup untuk menjahili pria itu.

“apa karena ini”

“YAAAA!!”, Kai membulatkan matanya kearah benda hijau yang dipegang Ahyeon. Ia dengan reflek menepis tangan Ahyeon dan membuat daun bawang itu jatuh dilantai.

Ahyeon memungut daun bawang itu dan mendekatkannya kearah Kai, “tadi kau bilang, kau mulai menyukainya”, dengan senyum jahilnya Ahyeon memojokkan posisi Kai di pagar besi pembatas.

“JJ,,JA,, JAUHKAN!”

“waeyo?? Ini bagus untuk kesehatan”, Ahyeon semakin mendekatkan daun bawang itu kearah Kai.

“kau gila! Kau mau membunuhku!”

“hahahaha. Kau aneh. Ini tidak beracun”

“aku bilang jauhkan! Atau aku,,,”, Kai melihat sekitarnya. Tidak ada apapun yang bisa ia pakai untuk melindungi dirinya.

“atau apa?? Aku masih punya ini sebagai senjata ku hahahaha”

Kai semakin merapatkan tubuhnya dengan pagar pembatas, raut wajahnya terlihat ketakutan. Gadis itu terlihat senang dengan ini. Kai yang selalu terlihat dingin ternyata takut dengan daun bawang. Astaga, baru Ahyeon sadari ternyata mengerjai namja itu benar-benar menyenangkan.

“ini. Kau tidak mau memegangnya seperti ini”, Ahyeon menggerak-gerakan daun bawang dan membuat beberapa helaian daunnya jatuh di lantai.

“aku akan membalas mu nanti”

“dengan apa? aku masih punya ini”, Ahyeon semakin mendekatkan daun bawang itu.

“YA! YA! YA! JAUHKAN!”, Kai menepis kasar tangan Ahyeon dan membuat daun bawang itu terlempar jauh ke sudut lantai. Selagi Ahyeon memungut daun itu, Kai segera melarikan diri teras balkon.

“YA! Kau mau kemana?”, dengan cepat Ahyeon menghalangi Kai didepan pintu.

Kai terkejut melihatnya, Ahyeon begitu cepat berlari dan menghalangi jalannya.

“jangan main-main dengan benda itu. Aku tidak suka, cepat buang!”

“shireo! Ini menyenangkan”

Ahyeon melangkah maju dan membuat Kai otomatis semakin memundurkan dirinya. Kai menatap was-was kearah daun bawang yang dipegang Ahyeon. Berjaga-jaga jika saja Ahyeon dengan tiba-tiba melempar daun itu kearahnya. Kai sudah semakin terpojokkan oleh Ahyeon.

“ayo pegang, jika kau memegangnya langsung aku akan menghentikan ini”

Ahyeon semakin mendekatkan daun bawang itu ke wajahnya, sungguh Kai sangat membenci ini. Ia benci dengan bau daun bawang yang sudah menyengat masuk kedalam indra penciumannya dari tadi.

Kai melihat kebelakang dan berusaha mengambil bantal tidurnya. Bukan untuk melempar bantal itu kearah Ahyeon, ia hanya menggunakannya sebagai perlindungan untuk dirinya. Tapi sepertinya cara Kai salah, ia justru kehilangan keseimbangannya dan,,,

“ayo pe-YAAAA!!”

Brukk

Kai tanpa sengaja menarik tangan Ahyeon kearahnya. Keduanya sama-sama terjatuh diatas tempat tidur dengan posisi Ahyeon yang menindih Kai dibawahnya. Jarak mereka berdua terlalu dekat. Bahkan karena terlalu dekat, Kai bisa merasakan hembusan nafas hangat Ahyeon di dagunya. Detak jantungnya berpacu 10 kali lebih cepat dari biasanya. Namja itu masih memegang erat pergelangan tangan Ahyeon.

Ahyeon masih terpaku dengan pemandangan didepannya. Lekukan wajah Kai benar-benar mampu mengunci perhatian gadis itu. Ia tidak bisa bernafas seperti biasanya. Entah apa yang ia rasakan, detak jantungnya berdetak sangat cepat.

Wajahnya mulai terasa panas. Mungkin saat ini pipinya sudah memerah.
Sejauh ini masih tidak apa-apa. Kai bisa melihat wajah Ahyeon yang sedekat ini dan tersenyum miring. Ahyeon mulai menyadari kesalahannya. Ia mengadahkan kepalanya dan melihat Kai yang sedang memberikan smirk andalannya.

‘Ini salah’

Baru Ahyeon akan bangun tapi dengan cepat Kai langsung mendorongnya dan merubah posisi. Gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya saat melihat Kai yang sudah ada diatasnya. Senyum Kai terlihat mengerikan dan itu cukup membuatnya harus menahan nafas. Pergelangan tangannya semakin di cengkram kuat oleh Kai, sangat mustahil untuk menggerakannya.

“kau mau bermain-main dengan ku eum?” ucap Kai.

“bisa kau menjauh sedikit. Kau membuatku sesak”

“kau takut? Tangan mu sudah tidak memegang senjata kebanggaan mu lagi”

Ahyeon melihat kearah tangan kanannya. Kai benar. Ia sudah tidak lagi memegang senjatanya. Ugghh~ Daun bawang itu pasti terjatuh saat Kai menarik tangannya.

“aku akan membuat ini menjadi seimbang”

Ahyeon segera menutup matanya rapat-rapat ketika Kai mendekatkan wajah kearahnya. Ia tidak berani melihat kearah namja yang ada diatasnya.

1 detik

3 detik

5 detik

7 detik

Tidak terjadi apapun dengan dirinya. Sebenarnya apa yang dilakukan Kai terhadapnya? Ia tidak merasa laki-laki itu bergerak sedikit pun. Apa Kai sudah pergi? Tidak mungkin. Ia masih bisa merasakan tangan Kai di pergelangan tangannya. Ahyeon membuka matanya sedikit untuk melihat yang terjadi.

“kau fikir aku akan mencium mu?”

Kai gila! Orang lain pun jika melihat ini pasti berfikir Kai akan menciumnya. Bagaimana tidak? Jarak wajah mereka mungkin hanya tersisa 3 cm sekarang. Sedikit saja Ahyeon memberikan pergerakan, pasti secara otomatis akan membuat bibir nya tertempel sempurna di bibir namja itu. Mata mereka saling bertatapan dan saling mengunci pandangan lawan jenisnya. Sampai kapan mereka akan seperti ini?

“aku sangat ingin sekali menghilangkan bekas Baekhyun dibibir mu,,,”

Kai menempelkan dahi nya ke dahi Ahyeon. Hidung mereka bahkan sudah saling bersentuhan. Namja itu juga sudah mulai memejamkan matanya. Tinggal sedikit lagi,,,,

“anak-anak ayo- OMONA!”

Kai menoleh kebelakang dan melihat eommanya berdiri di ambang pintu dengan ekspresi terkejut. Ahyeon menaikkan kepalanya sedikit untuk melihat. Namja itu dengan cepat berdiri dan membuka pemandangannya yang sebelumnya tertutup oleh badan Kai. Ahyeon terkejut dan membulatkan mata. Ia buru-buru membenarkan posisinya dan berdiri disamping Kai.

“eehh~ apa eomma mengganggu kalian?” tanya nyonya Kim pelan.

Kai berdeham dan memegang tengkuknya, sementara gadis disebelahnya hanya menunduk malu dan menyembunyikan wajah merahnya.

“e,,eomma, waeyo?”

“tidak papa chagi, makan malamnya sudah siap dibawah”

“ne”

“kalian bisa melanjutkannya nanti setelah makan” goda nyonya Kim

“eomma”

*ruang makan*

Ahyeon dan keluarga Kim makan seperti layaknya yang orang umum lakukan. Diam dan tidak ada yang berbicara. Kecuali gurauan kecil yang mengisi di sela-sela waktu. Ahyeon duduk disamping Kai dan nyonya Kim duduk di depan mereka berdua, sementara tuan Kim duduk di tempat yang biasa diduduki oleh kepala keluarga jika sedang diruang makan. Sesekali Ahyeon dilempari pertanyaan-pertanyaan kecil oleh tuan Kim dan nyonya Kim bertanya tentang perkembangan hubungan mereka kepada Kai.

“jadi apakah kalian sudah berpacaran?” tanya nyonya Kim.

Semua melihat kearah Kai dan menunggu jawaban dari namja itu.

“ne” ucap Kai.

Ahyeon yang baru memasukkan sesendok kuah sup kedalam mulutnya hampir saja tersedak karena jawaban namja itu. Ia meraih gelasnya dan meneguk airnya sedikit.

“sudah sejauh mana?” tanya nyonya Kim lagi.

Baiklah, mungkin harus Ahyeon sendiri yang meluruskan ini sendiri. Ia tidak bisa membiarkan Kai yang menjawab setiap pertanyaan nyonya Kim.

“ahh~ kami hanya-“

“menurut eomma sejauh mana? Eomma sudah melihatnya kan tadi diatas? Sejauh itulah hubungan kami. Iya kan baby?”, Kai tersenyum bagaikan senyuman malaikat, sangat manis. Tapi tatapannya matanya tetap memaksakan jawaban ‘iya’ dari gadis itu.

“melihat apa?” tanya tuan Kim.

“tidak papa yeobo. Mereka masih muda, wajar jika seperti itu” jawab nyonya Kim.

Ahyeon tidak jadi menjawab karena pertanyaan Kai teralihkan oleh appanya. Namja itu selalu bicara dengan kehendaknya sendiri. Sejujurnya didalam hati, gadis itu sudah menggeram kesal. Ia tidak tau bisa menahan nya sampai kapan. Ahyeon selalu mengingat keberadaannya disini. Menjaga imagenya lebih penting sekarang.

“eomma, aku ingin bertanya” ucap Kai kepada eommanya.

“tanya saja chagi”

“apa tujuan eomma menjodohkan ku dengan Ahyeon?”

Ahyeon menghentikan aktivitas makannya. Ia berhenti menyendokkan nasi ke sedok makannya. Dirinya diam dan memandang namja itu. Bertanya-tanya, apa maksudnya Kai bertanya seperti itu sekarang.

Nyonya Kim tersenyum Kai dan Ahyeon, “apalagi kalau bukan menikah”

Ahyeon menatap tidak percaya kearah wanita itu, “ne??”

“iya, menikah. Mengenai kapan, itu terserah kalian”

Kai tersenyum bangga dengan dirinya sendiri. Suatu saat ikatannya ini akan memiliki status yang jelas dengan yeoja itu. Terbukti sudah, Ahyeon akan menjadi miliknya nanti. Hanya dirinya.

“tapi-“

“terima kasih eomma, aku tau ahkirnya akan seperti itu”

Lagi-lagi Kai menyela perkataannya. Kapan Ahyeon bisa mengeluarkan pedapatnya?

“sebenarnya eomma belum bisa memberitahukan ini, tapi karena kalian sudah memancing eomma, eomma akan memberitau kan kepada kalian”

Ahyeon masih menunggu perkataan nyonya Kim. Perasaannya berubah menjadi tidak enak.

“setelah Jongin lulus, kalian akan bertunangan”

Ahyeon terhenyak di tempatnya. Apa tadi? Bertunangan? Tidak mungkin. Eommanya belum memberitahunya tentang ini. Mungkin setelah makan malam ini selesai ia harus menghubungi eommanya dan meminta penjelasan tentang ini.

“tapi itu baru rencana awal. Bisa saja rencana itu di percepat dan di perlambat. Atau mungkin bisa dibatalkan”

“jangan dibatalkan eomma” sergah Kai.

Ahyeon tersenyum palsu kearah Kai, “haha, apa yang kau bicarakan?”

“kenapa baby? Kau mau jika rencana nya di percepat??” ucap Kai sambil merangkul Ahyeon.

“apa? Tidak bukan itu mak-”

“ahh~ tidak usah malu-malu. Atau kau langsung kita menikah?”

“huh? Tidak, bukan itu,,”, Ahyeon menjadi salah tingkah di depan keluarga Kim.

“hahaha, anak muda zaman sekarang” ucap tuan Kim sambil tersenyum mendengar perkataan anaknya.

“aku siap jika harus menikah. Besok juga tidak papa”

“ya!” ucap Ahyeon sambil mencubit perut Kai. Namja itu melepaskan rangkulannya dan pura-pura merintih kesakitan.

Tuan dan nyonya Kim tertawa pelan melihat mereka berdua.

=================================

Baekhyun menyandarkan kepalanya di tempat tidur Chanyeol. Sementara pemiliknya sibuk melihat sesuatu di laptopnya. Baekhyun membolak-balikkan halaman novel dengan bosan. Tidak ada yang menyenangkan.

Sepulangnya ia mengantar Ahyeon, dirinya langsung pulang hanya sekedar mandi dan berganti baju. Setelahnya ia bermain kesini dan menumpang makan malam di rumah ini. Keluarga Chanyeol sudah terbiasa dengan kehadiran Baekhyun. Bagi Baekhyun mereka adalah keluarga kedua untuknya.

Baekhyun melihat Chanyeol yang terlihat serius di lapotopnya. Ia penasaran dan menghampiri pria itu di meja belajar nya.

“apa yang kau lihat?”

“tidak ada. Aku hanya sedang melihat universitas terbaik di London”

Baekhyun mengernyit dahinya, “kau mau kesana”

“hanya rencana awal ku”

“kau akan pergi ke London?”

Chanyeol menghela nafasnya, “ku rasa iya”

Baekhyun kembali duduk di tepi tempat tidur, “jika kau pergi, aku pasti merasa kesepian disini”

Chanyeol menghampiri Baekhyun dan merangkul bahunya, “kalau begitu ikutlah dengan ku”

“tsk! Kau fikir itu mudah. Aku tidak bisa pergi”

“kenapa?”

“ada Ahyeon yang selalu membuat ku tertahan disini” canda Baekhyun.

Chanyeol menatap datar ke Baekhyun. Ia melepas rangkulannya dan kembali duduk di kursi belajarnya, “aku tidak tau bagaimana hidupmu jika tidak ada dia”

“pasti akan berantakan” ucap Baekhyun.

“kau benar-benar mencintainya ya?”

“sangat” ucap Baekhyun merasa bangga.

“aisshh! Kau dulu tidak seperti ini”

“aku berubah?”

“emm, setidaknya kau berubah kembali menjadi Baekhyun yang ku kenal”

“lalu dulu kau mengenalku sebagai Baekhyun yang mana?”

“bukan itu maksud ku. Kau tidak seperti ini dulu. Hidupmu sangat gelap dan penuh dengan dunia malam sama seperti Kai. Kau mabuk,selalu membolos, berkencan dengan banyak gadis, berkelahi di club, balapan motor, dan,,,, apalagi? Aku lupa”

“Yaa!! Kenapa kau begitu mengingatnya?”

“tentu saja. Jika kau mabuk lalu siapa yang selalu membawa mu pulang?”

Baekhyun tersenyum lebar kepada Chanyeol, “gomawo Yeol”

Baekhyun merebahkan tubuhnya ke kasur. Ia menjadikan tangannya sebagai alas bantalnya. Baekhyun memandang jauh langit kamar Chanyeol, “aku beruntung bertemu dengannya di taman itu”

Chanyeol menggeleng pasrah melihat Baekhyun, “Baekki, apa kau dan Kai tidak bisa berbaikan seperti dulu?”

Baekhyun bangun dari tidurnya dan menatap datar ke Chanyeol, “tidak”

“kau tau kan Kai memang seperti itu dari dulu”

“aku tau, tapi aku tidak bisa memaafkannya”

“kau harus mencobanya”

“aku tidak bisa Yeol. Kau tau malam itu, jika aku tidak datang mungkin mereka berdua sudah,,,”

Chanyeol mengangkat alisnya menunggu Baekhyun.

Baekhyun menghela nafasnya kasar, “sudah lah. Aku tidak ingin membicarakannya”

Chanyeol menghampiri Baekhyun lagi. Ia tau Baekhyun sedang menutupi sesuatu darinya. Namja itu memegang pundak kanan Baekhyun dan menepuknya pelan, “kau tidak ingin bercerita?”

Baekhyun diam sejenak dan memandang lantai kamar Chanyeol. Ia berfikir akan menceritakannya atau tidak. Chanyeol menurunkan tangannya dari pundak Baekhyun. Ia tidak ingin memaksa Baekhyun jika laki-laki itu memang tidak mau bercerita.

“tidak papa Baekki, aku-”

“Kai hampir memperkosa Ahyeon malam itu” sergah Baekhyun.

Chanyeol membulatkan matanya tidak percaya. Ia terkejut mendengar Baekhyun. Baekhyun menoleh ke Chanyeol dengan wajah pasrahnya.

“itu sebab nya aku belum bisa memaafkannya” ucap Baekhyun.

 

 

TBC

Apa ini sudah panjaaaaaannngggg?? Diantara semua chapter YSBM cuma chapter ini loh yang sampe 6000 kata. Biasanya satu chapter aku cuma targetin 5000 an kata. Hihihiyy 😀

110 responses to “You Should Be Mine [Chapter 18]

  1. Ahahahahaaa gak bisa berhenti ngakak aku nya pas ngebayangin Kai dengan wajah parno nya… Ahyeon nggak kalah iseng sama Kai..

  2. Aku ga coment coz kuota’a darurat tp sekarang aku ingin coment
    sungguh aku kasian sama baekhyun,sedih bgt
    dia udah cinta bgt sama ahyeon
    tp
    entahlah akan seperti apa kalo tau ahyeon d jodohkan ama kai…
    sedih kelesssss

  3. ahhhh jd suka sama tingkahnya kai ke ahyeon 🙂
    greget bnget sama kai 😀
    next chap 🙂
    hwaiting 🙂

  4. ih.. dikit lagi padahal.
    aku suka moment nya ahyeon berdua kai. aku jadi senyum” sendiri bacanya.
    thor. buat moment mereka lagi. yg romatis ya.

  5. Sumpah kai nya nyebelin banget. eomma nya ahyeon juga egois. kenapa sih eomma nya ahyeon gak suka sama baekhyun

    Kasian banget baekhyun nya klo entar dia putus sama ahyeon apalagi klo ahyeon nikah sama kai

  6. ribet! kalo baekhyun bimbang udahlah ahyeon sm kai aja. toh mereka kan sebenarnya udah ditakdirkan bersatu, azz ngomong apa ini haha

  7. eh eehh, aku msih ga bisa ngebayangin gimana jadinya baekhyun saat tau ttg perjodohan ahyeon dan kai. apalagi abis obrolan baekhyun chanyeol barusan..huhuhuuu T.T

  8. Kai bener2 sayang sama ahyeon ya, ahyeon udh ngomong sesadis itu jga dia mash bsa bercanda ama ahyeon omgehhhh

    Gak kebayang gmna kalo baekhyun tw ahyeon mw nikah sama kai #aduuhhh

  9. Yaelah eommanya kai somplak. anaknya mesum begitu bukannya dimarahin malah didukung -_- ckck pantesan.

    tapi sempat ngakak pas kai ketakutan sama daun bawang :v

  10. ‘Im sexy man’ waktu di depan cermin ^^ tapi di depan ahyeon yang megang daun bawanh ‘aaahh ~~~ Jauhkan !!’ >< Ketawa ketiwi jadinya

  11. Kai mesum amet ya trs kae anak kecil
    Aduh liat baekhyun begini rasanya pengen tendang kai jauh2 kasian kai

  12. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo·

  13. Dikasih panjanggg seru nyaaaaa
    Wlpun ahyeon msh blm nsa nerima kai tp gpp seiring jlnnya wktu wkwkkwwkw
    Apalgi ortu mrka udh pny renvcana asik kan cma tnggal baekyun ajj
    Heiiii seorin heheheh mau nerima jungmeon akhirnya pda pnya psngam kcuali luhan yhhhh

  14. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog·

  15. Knp deh mamanya ahyeon bersikeras bgt buat ahyeon sma kai nikah udh sampe milih” biat tunangan mereka lahh ih gk suka maksa gtu.. dan ahyeon sma kai udh mulai deket? Sedangkan baekhyun sma ahyeon udh mulai renggang hubungannya(?) dan seorin udh mulai mau sma joonmyeon.. semoga mereka semua gk menyesal yah sma jalan hidupnya msg”.. lanjut dehh>>

  16. kai udah benar2 cinta sm ahyeon, aku merasa sekarang ahyeon seperti baekhyun dulu yg dilema antara masa lalu ama masa depan #Apaini

Leave a Reply to bert Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s