[Freelance] TRAP (I Love You) [Chapter 2 END]

Trap2

TRAP

(I Love You)

 

Author :

RiskaKAIIka

 Kai+ika A.K.A Riska normalita @RiskaKAIIka

 

Judul : Trap (I love you) Chap 2 End

 

Genre :  Drama , Sad Romance , NC

 

Blog : -riskakaiika.wordpress.com-

 

Length :  Twoshot

 

PG : 21

 

Sudut pandang : cast dan Author

 

Main Cast :

          Oh Sehun (EXO-K)

          Kim Jihyun (OC)

          Oh Luhan (Xi Luhan EXO-M)

 

 

 

NB :

 

Annyeong!!!! Minka dateng!!! Bawa ff oneshot dan pakek cast favorid minka yaitu Sehun, jika kalian udah baca ff yang judulnya I LOVE YOU yang castnya Sehun juga *itu ff gagal :’(* istilahnya remixnya ff i love you tapi ini minka sedikit bedakan dan ini NC 21 jadi minka yang baca ini harus udah di atas 18 tahun yaa dan ini ff NC pertama minka jadi maaf kalau gak sesuai harapan.

okk kita cekidot aja yaa ^^ . ohh ada typo menjalar,

SELAMAT MEMBACA

 

 

 [Trap (I Love You) Chapter 1]

 

 

 

 

Backsong :

Juniel – Bad man

After school – Dressing room

Davichi – Be warmed

GD – missing you

 

 

 

-Jihyun-

Mencintaimu? Itu hal yang sulit. Entah harus di lihat dari sisi baik mu, buruk mu tapi jujur aku menginginkan mu apa adanya. Meski yang kurasakan hanya rasa sakit tapi cinta ini selalu ada dan berkembang untuk mu

 

-Sehun-

Aku tak perduli jika kau memilih ia dan semua orang mengatakan kalian serasi. Aku tak akan pernah mau. Kau milik ku, hanya milikku, cukup ia ambil yang lain jangan kau.

 

-Luhan-

Kita tak akan pernah bersatu dalam ketulusan meski ada jalan untuk kita bersama. Selama kau masih melihatnya dengan tatapan itu, aku tak akan pernah bisa menggapai hati mu. Bisahkah aku egios untuk mendapatkan mu?

 

 

 

 

Pov Jihyun

 

 

 

“apa lagi mau mu Oh Sehun?”

Ku tatap ia yang tengah melihat ku sangat tajam. Ia tengah santai duduk di sofa bak seorang pangeran, ia memang seorang pangeran PANGERAN IBLIS!. Ku lihat semua pelayan berwajah sedih, mereka melihat ku saja tak berani.

“jangan libat kan mereka”

Kini ia mengalihkan pandangannya dari ku, lalu mengambil sebuah map dan memperlihatkan isi tulisan di sana.

SURAT PEMBERHENTIAN SEMENTARA KIM JIHYUN

Aku terbelalak, surat apa itu?? Kenapa tak ada yang memberi tahu ku?. Ku lihat wajahnya marah dan ia kembali melihat 15 pelayannya yang tengah pasrah di pecat.

“jadi apa keputusan mu?”

Ia mulai memberikan ku pertanyaan yang mudah, tapi sulit untuk ku jawab karena banyak pertimbangan.

“aku tidak suka menunggu kim jihyun”

Salah satu pelayan melirik ku dan menatap ku dalam, seperti mengatakan “jika anda tidak mau juga tidak masalah, kami telah pasrah di PHK”

Aku menutup mata ku, aku pernah berada di posisi mereka saat aku kecil, eomma menjadi penjual kimchi di restoran kecil dan di pecat. Itu bukan salahnya, dan sekarang aku harus memberikan pengalaman itu pada mereka?? Tidak, aku tak boleh egois.

“aku, aku mau berkerja lagi, meski tanpa istirahat sekali pun tapi kau jangan melibatkan mereka”

Sehun menatap ku dingin,  aku sedikit miris dengan keadaan ku ini. Ada yang bilang aku ini Cinderella, tidak ! mereka salah.

Krekkkk

Sekali tarikan kertas itu terbelah dua, dan ia membuangnya tepat di depan ku. Aku seperti di lecehkan.

“entah apa yang kau bilang pada namja itu, aku tak peduli kau tetap bekerja dengan ku”

“apa maksud mu?”

“kau berbohong Kim Jihyun, kau bilang tugas mu menumpuk dan mengerjakannya sendiri. Tapi aku dengar dari Chanyeol ia membantu mu, apa kalian diam-diam berpacaran?”

Aku kecewa, ia tak percaya pada ku?? Luhan oppa baru kemarin malam mengajukan diri pada ku membantu pekerjaan yang membuat saraf ku hampir putus dan aku minta ia hanya menyelesaikan 3 tugas ku saja lebihnya aku kerjakan sendiri. Dan aku juga tak sempat memberi tahukannya.

“aku tak sempat memberi tahukan mu Sehun, Luhan oppa hanya mengerjakan 3 tugas ku lebihnya kau kerjakan sendiri!!”

“he jadi kau lebih sempat bersamanya ketimbang sedikit membantu ku, hanya sedikit jihyun SEDIKIT!!!”

Brakkk

Ia melempar Hp yang ia pengang, semua pelayan panik dan segera keluar dari ruangan itu. Aku hanya bisa memegang telinga ku karena ketakutan.

“tidak kah kau mengerti?? Sedikit?? Kau tau kan sedikit itu apa Kim Jihyun JAWAB AKU???”

Aku terkaget mendengar teriakannya, ia marah. Sangat marah, kenapa ia semarah ini pada ku? Apa salah ku.

“apa salah ku? Apa salah ku hingga kau semarah ini?”

Ia mengerang frustasi, ia menutup matanya dan memengang kepalanya lalu kembali menatap ku. Jujur aku takut padanya sekarang, ia menyeramkan. Tanpa aku sadari aku meneteskan air mata ku.

 

“salah mu … hanya …”

Pov Sehun

 

 

 

“apa salah ku? Apa salah ku hingga kau semarah ini?”

Aku mengerang frustasi, kepala ku pusing. Aku juga bingung kenapa aku semarah ini, aku cemburu pada Luhan. Ia mulai ingin mendominasi Jihyun ku, aku tak terima sudah ku peringatkan ia agar tak menyentuh gadis ini, ia milik ku

“salah mu … hanya ….”

Ku lihat ia meneteskan air mata. Oh tidah! Ini sudah kelewatan, aku mendekatinya dan menariknya pergi. Ia berusaha melepaskan pegangannya hingga aku mengengam erat tangannya sampai ia merintih sakit.

Sehun… sakit …”

Aku tak perduli, ia harus tau apa yang harus aku rasakan saat ini, sakit Jihyun sangat sakit. Kulihat dari arah lain eomma menatap ku bersama Do Joon ajjushi, aku tak perduli apa tanggapan mereka tentang ini. Yang terpenting hanya Jihyun seorang.

Setelah sampai di arpatemen aku langsung menariknya kekamar dan melemparnya di atas tempat tidur, ia terlihat ketakutan. Ku tindih tubuhnya dan ku buka baju ku.

“salah mu … membuat ku cemburu setengah mati”

Ia terbelalak, aku tau ia terkejut, ia pasti tak menyangka kalimat ini bisa ku lontarkan. Sebelum ia banyak bertanya ku bekap mulutnya dengan mulutku, dan kuat ia mendesah sejadi-jadinya.

 

 

 

 

 

Flashback

 

 

 

 

“tuan muda, anda di tunggu nyonya , tuan Luhan dan nona Jihyun di meja makan”

Aku terdiam, bengis rasanya mendengar nama dua orang itu, Luhan dan Jihyun. Eomma lebih mementingkan mereka ketimbang aku, jadi untuk apa aku makan bersama mereka. Aku terus menatap jendela yang memberi ku pemandangan salju jatuh dan suasana malam yang menambah kesan dingin di diri ku, lalu ku lihat ia yang menatap ku khawatir.

“aku tak mau”

Sojun ajjuma hanya menghela nafas lalu menunduk #bow setelah itu ia menutup pintu kamar ku, ku alihkan pandang pada visual yang sudah 1 jam ku lihat ini.

Aku tak seperti bocah 13 tahun pada umumnya yang bisa bersenang-senang dan tertawa. Aku di kekang, di suruh bersikap sempurna seperti saudara kembar ku Luhan. Ia tak bercela, ia pintar dalam segala hal termasuk menjilat eomma dan appa. Aku tau ia berpura-pura, di depan mereka ia perhatian pada ku tapi di saat tak ada siapa pun yang mengawasi kami, ia bisa mengangap ku patung yang menghiasi kuburan sekali pun. Aku benci padanya, ia selalu di utama kan ketimbang apa pun, aku hanya di anggap pembawa masalah, aku lakukan semua kenakalan ku di sekolah agar rasa sakit ini hilang.

Krek

Ku lirik pintu yang perlahan terbuka, terlihat visual cantik bagai boneka barbie baby. rambutnya panjangnya, pipi yang cabi , bibir yang mungil , dan mata besar yang sedang menatap ku khawatir. Ku buang pandangan ku darinya, aku juga membencinya bahkan melebihi Luhan, aku juga bingung semenjak kejadian itu aku senang membuatnya marah. Tapi sekarang aku sedang tak mood menggangunya.

“Sehun nyonya Oh menunggu mu”

Suara lembut itu hampir menghipnotis ku kalau saja aku tak mencerna kalimat yang ia sampaikan pada ku. Ia melangkah lagi dan tepat di samping sofa yang ku duduki.

“kau sedang liat apa?”

Ku lirik sedikit, ia terlihat penasaran dengan wajah polosnya itu. Aku terpaku menatap wajahnya, tapi lamunanku membuyar saat ia mengarahkan matanya pada ku.

“kau belum makan kan Sehun ayo turun”

Ia hampir meraih tangan ku jika tidak ku tepis dengan keras, wajahnya terkejut. Tatapannya menunjukan ketakutan, kebingungan, rasa ragu , dan merasa bersalah.

“jangan sok perhatian dengan ku anak pungut, pergi!!”

Deg

Buliran lembut, bening dan tak berwarna itu perlahan mengalir dari pelipis matanya. Sakit, dada ku jauh lebih sakit dari kejadian eomma memngabulkan keinginan Luhan mengunjungi ayah ke Prancis dan mengurung ku di rumah karena nilai ku yang jelek di tambah aduan guru-guru.

“seharusnya kau tak mengatakan itu”

“…”

“aku memang anak pungut, tapi kau salah beranggapan jika aku ini adalah bagian dari keluarga hangat ini”

Aku menatapnya bingung, saat ia mau melangkah menuju pintu ku tarik ia. Kini jarakwajah kami hanya 5 cm saja, kini kulihat wajah nya yang mengenaskan. Air mata membuat matanya bengkak dan pipinya lembab.

“apa maksud mu?”

Suara ku memang pelan, tapi jiwa ku ingin berteriak. Entah mengapa gadis ini sukses membuat ku melupakan ke tidakadilan ke dua orang tua ku, kini ia menatap ku dengan tatapan kebencian sambil bergerak berusaha melepaskan pelukan ku.

“jawab dulu, apa maksud mu tadi?”

“aku ini bukan saudara mu atau apa pun! ”

“jadi untuk apa kau di sini?”

“lepaskan aku dulu!”

Ku turuti perkataannya, tapi ku tarik ia duduk di sofa ku tadi. Ia terlihat bingung, aku mengambil tisu di atas meja belajar ku dan mendekatinya dan berjongkok tepat di hadapannya. Ia terlihat takut dengan mengarahkan kedua tangannya di depan dadanya, tapi aku memenang tangannya dan menurunkannya pelan. Lalu ku usap air mata yang masih mengalir itu, ia menatap ku dengan wajah yang terkejut dan bertanya-tanya. Setelah selesai aku mengambil kursi kecil dan duduk di hadapannya.

“sekarang ceritakan”

Ia terlihat berpikir dengan wajah gelisah, dan menatap ku takut. Lalu menutup matanya dan menghela nafas.

“sebenarnya aku di larang untuk menceritakannya pada siapa-pun termasuk pada kalian saudara kembar”

“apa yang terjadi?”

“aku … aku anak pungut yang sudah di lama nyonya Oh ambil”

Aku mengerutkan kening ku.

“aku adalah anak pembantu yang pernah menjalin hubungan gelap dengan nyonya oh” 

Aku terbelalak, tubuh ku melemas rasanya ingin tumbang.

“tapi appa ku menikah dengan wanita lain yaitu dengan eomma ku, lalu eomma ku meninggal karna melahirkan ku sedangkan appa ia meninggalkan karna penyakit yang sudah lama ia pendam, jadi nyonya oh mengambil ku. Aku tak mau di anggap anak, jujur aku benci appa dan nyonya oh karena membuat eomma ku menderita karna rasa cemburu … ”

“tau dari mana kau?”

“kau tak perlu tau, yang pasti ini sumber sangat terpercaya”

Aku menghela nafas berat, dan mengerang frustasi. Gadis ini, entah aku harus membencinya atau kasihan padanya. Lihat ia beranjak dari sofa dan berhenti tepat di belakang ku.

“tenang saja tuan muda Oh sehun, aku tak akan pernah menyentuh harta mu sedikit pun atau berharap setinggi apa pun, aku hanya menjalankan amanah appa lalu pergi dari hidup mu”

Saat ia ingin melangkah pergi, tubuh ku bergerak tanpa perintah otak ku. Aku himpitkan ia di dinding, terkejut dan kembali meminta melepaskan ku.

“aku …”

“aku sangat …”

Tenggorokan ku rasanya tercekat karna suatu hal, lalu ku lirik bibirnya. Aku terhipnotis dan akhirnya

Chu~

Ia terbelalak, aku rasa dadanya bergerak turun naik lebih cepat, nafasnya menderu cepat. Aku merasa teripnotis oleh aroma tubuhnya. Aku kehilangan kendali, tangan ku memegang lehernya, dan menggerakkan perlahan bibir ku. Ia memukul ku, dan menendang ku hingga bibir kami berpisah.

Plakk

“kau sama saja dengan ibu mu”

Ia berlari dan lenyap dari balik pintu, aku terduduk di lantai. Di indra perasa ku terdapat percikan rasa manis dan hangat tapi di dada ku ngilu yang tak dapat di gambarkan. Semenjak kejadian itu, gadis itu selalu memenuhi pikiran dan menutup akal sehat ku.

Aku menginginkannya…

 

 

 

 

Flashback end

 

 

 

 

 

 

 

Pov Author

 

 

Suara desahan terdengar nyaring dan bergemah di suatu tempat. Apartemen mewah beraksitektur moderen klasik itu terlihat gelap, suara semakin jelas terdengar di dalam kamar dan juga suara erangan putus asa. Dan terdengar jeritan kesakitan, memohon pada satu nama yang di sebut.

“Seh … sehun … ahhh ahhkk”

Suara itu menjadi musik yang terdengar pada malam ini. Iya itu Jihyun dan Sehun, mereka melakukan hubungan yang tak seharusnya mereka lakukan. Mereka bukan sepasang suami istri atau pun kekasih yang di mabuk asmara. Hanya sekedar ‘Asisten dan Bos’, tapi tanpa mereka sadari jauh di lubuk hati mereka, ada rasa saling menyayangi dan membutuhkan yang besar. Yaa rasa itu dapat di ungkapkan dengan 1 kata yaitu Cinta.

“ohhh ahhkk ahhkk Seh… Sehun …”

“ehmm”

Jihyun mencapai punyaknya sudah dua kali di aktifitas penyatuan mereka. Tapi pria yang tengah bergerak di atas tubuhnya seolah tak peduli dan terus mempermainkannya. Gadis itu tak bisa di biarkannya diam, ia ingin terus di sebut namanya oleh bibir mungil gadis ini. di angkatnya kepalanya dari leher gadis itu, ia melihat wajah gadis itu memerah, berkeringat, dan menahan apa yang ia rasakan sekarang. Sehun tersenyum simpul dan menambah kecepatannya, karena ia merasa sesuatu akan datang dan menyesesaikan kegiatan mereka malam ini.

“akkhhh Sehun sakit aku mohon akkhhh”

Sehun tau gadisnya kesakitan, Sehun tau gadis nya letih , Sehun tau itu. Tapi kini instingnya menguasainya. Ia tak ingin berhenti sebelum apa yang gadis ini rasakan ia rasakan juga.

“sabar Honey”

Suaranya berat dan serak, ia ciumi singkat bibir yang sudah merah dan membengkak karna ulahnya. Ia kembali menstabilkan geraknnya, dan berfokus pada rasa nyeri di bawa sana. Ia tak pernah menuntut Jihyun yang melayaninya sedikit pun, asalkan gadis itu mendesah ia sudah sangat cukup senang. Sekarang waktunya tiba, sekali hentakkan Sehun merasakannya. Mereka mendesah dengan suara yang berbeda, hingga Sehun ambruk di atas tubuh gadis itu. Nafas mereka memburu, karna mereka hampir kehabisan oksigen. Sehun pun beralih ke tepi tubuh gadisnya yang kini melemah karna lelah. Sehun? Tidak, ia seorang pria. Ia menatap dalam Jihyun yang meutup matanya sambil mengatur nafasnya.

“tidurlah …”

Kini suara Sehun melembut, ia berbisik tepat di telinga Jihyun. Gadis itu membuka mata, matanya masih menyesuaikan pandangannya.

“tapi … tautannya?”

“aku ingin tetap seperti ini, boleh kan?”

Sehun selalu bersikap manis ketika mereka bercinta, tapi jika pagi tiba ia akan kembali menjadi Sehun dingin dan iblis, hingga membuat Jihyun kesal dan sakit hati.

“i … iya”

“Jihyun?”

“ne … hmpp”

Sehun terlena dengan bibir yang bengkak itu, Jihyun tak bisa menolak. Ia tau itu tak mungkin. Tidak masalah ia melakukan hunbungan ini, selagi ia masih meminum obat yang tidak membuatnya hamil saat melakukan nya.

“cukup …”

Jihyun tau gerakan Sehun sudah kelewatan, ia sangat lelah untuk melanjutkannya. Sehun menatap teduh gadis pujaannya.

“maaf”

Jihyun mendongak menatap wajah Sehun karna ia terkejut. Tak lama Sehun memeluknya, dan mempererat. Jihyun tak pernah mendengar permintaan maaf dari bibir namja tampan ini.

“aku bertindak semau ku … kau tau kan aku tak suka jika orang lain yang menyentuk semua barang-barang ku, apa lagi kau”

Kekanak-kanakan, itu yang Jihyun pikirkan setelah mendengar pengakuan sehun tadi. Ia tersenyum di balik dada sempurna Sehun. Mereka melupakan pertengkaran mereka yang hebat tadi siang hingga Sehun menyeretnya ke mobil dan membawa menuju arpatemen dan lihatlah ini lah mereka yang sudah selesai dengan aktifitasnya. Setelah berdiam diri tanpa berbicara apa pun, lalu terdengar lah suara dengkuran kecil pertanda mereka sudah tertidur dalam pelukan hangat mereka. Tapi jihyun tak akan pernah lupa perkataan Sehun tadi siang, cemburu?? Apa maksudnya?, ia terlalu lelah buat berpikir saat ini.

 

 

 

 

 

 

 

Pov Luhan

 

 

 

Sudah, sudah berkali-kali aku mengalah, sudah cukup. Tadi siang aku melihat Sehun mencium Jihyun, aku tau mereka telah melakukan itu. Yaa hubungan suami istri . dan bodohnya aku hanya diam, ingin ku bunuh Sehun saat itu. Tapi jika tidak aku akan kehilangan semuannya termasuk Jihyun.

“AAHHRRRKKK”

Aku berteriak frustasi. aku tau, Mereka mempunyai perasaan yang sama tapi itu tidak mengurangi rasa benci ku dan semakin ingin merebut Jihyun. Gadis itu, gadis itu membuat ku gila. Ia lah yang pertama kali tersenyum setulus itu pada ku dulu, aku juga membencinya dan ingin memanfaatkannya agar eomma memberikan kasih sayang dan semua hal indah untuk ku semenjak appa dan eomma bercerai. Tapi yang terjadi berbeda, ketiak aku menguping pembicaraan Sehun dan ia di kamar lalu melihat gadis itu di cium oleh Sehun, untuk pertama kalinya kebencian ku terhadap Sehun mencul berkali lipat.

 

 

 

 

Flashback

 

 

 

Aku Shock, aku tak menyangka itu semua terjadi. Jadi gadis ini??, tidak aku tak mau mengasihaninya cuman karna nasipnya yang naas. Ku teruskan mengintip di balik cela pintu di kamar Sehun. Aku terbelak, ia kini menghimpit Jihyun. Tangan ku mengepal, entah mengapa dada ku sakit melihatnya.

“aku …”

“aku sangat …”

Aku membulatkan mata ku, tangan ku semakin terkepal. aku marah??. Apa aku cemburu?? Tidak gadis itu bukan siapa-siapa untuk ku.

Plakk

Sehun di tampar, aku terkejut. Sehun tak pernah di perlakukan seperti ini pada siap pun dan gadis ini dengan beraninya menamparnya cukup keras.

“kau sama saja dengan ibu mu”

Jihyun mencoba keluar, aku segera bersembunyi di gorden besar. Jihyun menangis, gadis itu tak pernah menangis sekali pun meski Sehun menjahilinya, tapi kini ia menagis. Lalu ku lihat Sehun terduduk di lantai memengang dadanya dan berteriak.

Rasakan … rasa sakit ku.

Lalu aku berjalan menuju kamar dengan hati yang berkecamuk. rasa sakit, bingung, dan ada rasa kecewa dan marah. Apa yang terjadi pada ku?.

“hiks hiks …”

Suara tangisan?, ku cari itu di mana. Ternyata benar, tepat di bawah jendela dan menutup dirinya dengan gorden besar itu. Aku buka tirainya, ia terkejut melihat ku, dan berdiri dengan wajah ketakutan.

Deg

Wajahnya penuh dengan air mata, sakit melihatnya seperti ini. ia mengucapkan kata maaf pada ku serta memangil ku dengan sebutan yang biasa ia pangil di depan nama ku “Tuan muda Luhan”. Saat ia ingin pergi ku tarik tangannya dan memeluknya, ada rasa hangat yang berkali lipat dari pelukan eomma.

“jangan pangil ku tuan muda lagi, pangil saja dengan nama ku, sama seperti kau memangil sehun”

Ia terdiam, lalu lepaskan pelukan ku dan menghapus air matanya.

“apa yang terjadi?”

Aku tak ingin ia tau, jika aku melihat drama tragis yang di perankan Sehun dan dirinya.

“ah?? An … ani tuan mu … aduhh maksud ku Luhan”

Ia terlihat berusaha tersenyum untuk menutupi semuanya.

“benarkan?”

“ne, kalau begitu aku pamit ke kamar”

“iya …”

Ia melewati ku, aku merasa marah ketika ia pergi lalu

“Jihyun…”

“ne Luhan?”

Chu~

Jihyun terbelalak, aku melihat matanya yang membesar. Lalu mata kirinya meneteskan air mata, ku lepaskan ciuman itu lembut, lalu bersujud di depannya.

“maaf, atas sifat dingin ku selama ini”

Ia sangat terkejut, ku ngenggam tangannya erat. Ia segera mengangkat tubuh ku untuk berdiri meski susah.

“kamu tidak melakukan apa pun kesalahan dengan saya bagi… begitu pun … Sehun, kalian memang pantas melakukan hal ini pada ku jadi aku sangat maklum”

Ia tersenyum sangat tulus, tak pernah aku dapatkan senyuman seperti ini. semua orang memakai topeng untuk mendekati ku, tapi gadis ini! ia polos atau apa??. Ia pun meninggalkan ku yang masih terpaku.

Kau meluluhkan hati ku yang seperti batu ini.

 

 

Flashback end

 

 

 

 

 

 

 

Pov Jihyun

 

 

 

Aku terbangun dari tidur ku. Aku baru sadar kalau aku tak mengenakan pakaian. Iya aku melakukan lagi, sudah 4x ia meniduri ku. Aku juga bingung mau saja memberikan semuanya pada Sehun aku menghela nafas dan menarik Selimut itu untuk mengambil handuk di tepi ranjang. Ku lihat ada kertas, dan ada tulisan Sehun di sana

Jika kau sudah bangun

Aku sudah siapkan sarapan

Jangan lupa habiskan

Tanpa sadar aku tersenyum, ia memang selalu membuatkan ku sarapan jika kami ada di rumah berdua. Aku pun mandi dan mencari baju, lalu tanpa sadar aku melihat kancing, lucu sekali di bawah jass kantornya. Aku tersadar, ini bukan kancing ku dan … Sehun tak mungkin punya kancing berbentuk bunga.

Ia bersama wanita lain?

Hati ku tiba-tiba sakit. Rasanya sesak dan perih, apa yang terjadi pada ku??. Jihyun jangan bilang kau masih menyukai namja brengsek itu. Aku terduduk sambil menatap kancing itu, tidak! Tidak! Tidak!!! Sehun tolong jangan permainkan aku!.

 

 

 

 

Pov Sehun

 

 

 

“kenapa eomma datang? Dan kenapa ada gadis ini?”

Aku memandang risih Eunjin gadis yang dulu di jodohkan appa pada Luhan, tapi Eunjin menolak dan Luhan juga. Malah gadis ini mengatakan kalau ia menyukai ku. Jangan terlalu berharap nona Lee.

“Eunjin tolong keluar sebentar”

“iya tante”

Ia pun keluar, kini aku menatap bingung eomma. Ia tak biasa mengunjungi ku, tentu yang ia urus hanya Luhan saja.

“kau terlihat sangat over protectif dengan Jihyun, malah semakin menjadi”

Aku terkejut, kenapa ia membahan Jihyun??, perasaan ku mulai tak enak.

“iya, memang ada apa?”

“untuk sekarang,lupakan gadis itu dan fokus lah ke perusahaan”

“apa maksud eomma?”

“kontrak gadis itu dengn kita sudah hampir habis, dan eomma memberi beasiswa kepadanya melanjutkan S1 di Inggris bersama Luhan jadi kau …”

“TIDAK!!! Siapa yang memperbolehkan ia pergi??”

“dengar Sehun!! Eomma bisa saja mengusirnya keluar dari rumah dan memindahkannya ke suatu tempat tanpa siapa pun tau”

Aku tersentak, ada apa ini?? kenapa seperti ini??. perusahaan?? Bukannya pewarisnya Luhan bukan aku, aku hanya menjalankannya selama 2 tahun saja.

“bukannya Luhan pewarisnya?? Bukan aku!”

“appa yang menyuruh eomma kalau kau pewarisnya”

“jika aku menolak”

“gadis itu taruhannya”

“EOMMA!!!”

“dengar! Eomma tau kalian sedang memperebutkan gadis yang sebenarnya hanya untuk merawat dan menemani kalian di masa kecil saja, tapi eomma salah! Ia menghancurkan kalian sedalam ini”

“tidak !! aku tidak setuju!!”

“jika kau menolak, kau akan dapati Kim Jihyun sudah tak ada di hidup mu lagi”

Wanita paruh baya itu pun pergi, aku memengang kepala ku frustasi, apa ini?? tidak jihyun aku tak mau kehilangan ia !!! aku tak mau!!. Aku pun pergi menuju pintu untuk menysul eomma tapi ada yang menahan ku. Gadis sial ini mau apa.

“kau sama dengan Luhan, terobsesi padanya”

Aku memandangnya penuh selidik, wajanya sedih. Aku tak perduli, jika ia jihyun sudah ku serang ia.

“apa maksud mu?”

“kalian berdua tergila-gila pada gadis yang bukan sederajat dengan kalian”

Hati ku semakin panas mendengarnya

“diam kau, apa tau nya kau cinta heh?”

“tentu aku mengetahuinya, jika tidak aku tak mungkin merendahkan diri ku pada mu dan nyonya oh”

“aku tak perduli”

Lalu dasi ku tariknya dan ia menyium ku tepat di bibir, aku terbelalak dan melepaska ciumannya.

“apa yang kau lakukan???”

“aku mencintai mu oh sehun!”

“tapi aku mencintai Kim jihyun! Jadi maaf”

Aku pun meninggakannya dan pergi, saat melewati lift aku melihat dua otrang yang aku kenal. aku terbelalak aku segera menuju lift itu tapi lift itu tertutup.

“SIAL!!!”

 

 

 

 

 

 

Pov Jihyun

 

 

tentu aku mengetahuinya, jika tidak aku tak mungkin merendahkan diri ku pada mu dan nyonya Oh”

Suara itu cukup membuat ku mengalihkan pandangan, aku segera bersembunyi ketika melihat Sehun berbicara dengan Eunjin mantan tunangan Luhan oppa. Mereka terlihat cocok, lalu kulihat kancing yang di miliki Eunjin sama dengan yang kulihat di kamar Sehun.

“aku tak perduli”

Aku terbelalak sempurna, mata ku memanas, bibir ku kaku, ada rasa nyeri di sana. Aku tidak bisa memungkiri lagi, aku sangat cemburu dan sakit hati. Tuhan katakan ini hanya ilusi. Tak lama pandangan ku gelap, ada yang menutup mata ku.

“ayo kita pulang …”

Suara Luhan oppa membuat ku sedikit tenang, ku pikir ada seseorang yang akan mencelakai ku. Ia pun menarik ku pelan menuju lift. Ia menatap ku sendu, lalu ia mendekatkan wajahnya.

“kau ingin menangis?”

Aku hanya diam, aku tidak tau mau jawab apa, semua pikiran ku tertuju pada 1 hal yaitu ciuman Sehun dan Eunjin. Lalu ia memelukku,

“menangis lah”

Tanpa basa-basi aku menangis, aku sakit, hatiku sakit. Ia hanya mempermainkan ku selama ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pov Sehun

 

 

 

Aku sudah cari dimana-mana Jihyun, tapi ia tidak ada. Aku sudah menelfonnya, awalnya ia tak mengangkat pangilan ku lalu nomornya tak aktif malah tak terdaftar di korea. Aku hampir gila. Apa ini ulah eomma?? Dan Luhan ia juga ikut-ikut menghilang. Aku pun kembali ke arpatemen berharap ia ada di sana sedang tertidur, tapi yang ku dapati ia tak ada. Bahkan sarapan yang ku buat ia tak menyentuhnya sedikit pun. Aku terduduk.

“KAU DI MANA JIHYUN!!!”

 

 

 

 

 

 

 

Pov Author

 

 

 

Jihyun menatap kosong tiket pesawatnya. Ia seperti zombie, ia merasa dirinya melayang dan kosong. Ia terlalu sakit hati dengan kenyataan yang terjadi. Apa lagi nyonya Oh dengan terang-terangan tak menyetujui hubungan Jihyun dan Sehun.

“kau sudah siap?”

Di lihatnya namja yang berjongkok sambi tersenyum manis padanya. Ia juga berusaha tersenyum meski sakit. Ia menganguk dan berusaha seceria dulu.

“aku sudah menyiapkan semua perlengkapan mu di sana, eomma tak menyangka kau mau pergi ke sana secepat ini”

Jihyun terdiam, ia mengingat lagi kejadian kemarin. Ia sudah menandatangani pemutusan kontrak dan hubungan dengan keluarga Oh jadi tak ada alasan ia untuk kembali. Apa lagi bertemu namja yang membuatnya sakit hati.

“aku akan mengunjungi mu, meski secara diam-diam”

Luhan, ia di larang bertemu Jihyun. Sebenarnya nyonya Oh kasihan pada Jihyun karna ia tau berada di posisi Jihyun sangat sulit karna mereka sesama wanita. Tapi ia juga tak mau melihat anak-anaknya seperti ini.

“tidak perlu oppa, aku juga di Roma akan baik-baik saja”

Ia membohongi Sehun dan Luhan, bukan di Roma buka juga di Inggris. Ia akan pergi ke Phoenix untuk menenangkan diri. Ini usulan dari nyonya Oh, ia sengaja beli 2 tiket untuk mengelabui Luhan. Lalu dengan gerakan cepat Luhan mendekap dan mencium bibir Jihyun singkat.

“Saranghae”

Ia terkejut, meski sesaat saja. Lalu jihyun pergi dengan senyuman palsunya. Ia berharap tak ada lagi pria di hidupnya. Jika boleh jujur hanya Oh Sehun yang ia cintai di dunia ini, sampai kapan pun.

 

 

 

 

-END-

 

 

 

 

Akhirnya selesai ff berat ini!!! #minumairsatugentong. Okk minka minta maaf pas di chap 1 di awal hubungan Sehun dengan Luhan minka tulis teman, itu salah ketik jadi #bow. Mian gak ada Squel, aduhhh puyeng kepala minka kalau lanjutinnya apa lagi ff lain banyak yang belum kelar Jadi maaf :’(. Minka makasih buat yang mau susah-susah buat minta pw chap 1 :’D minka kesanjung banget. Soalnya minka ngersain juga dulu :’) . okk tunggu ff minka yang selanjutnya :’D pai pai XD

48 responses to “[Freelance] TRAP (I Love You) [Chapter 2 END]

  1. what the nothing sequel ???
    kalo gak ada sequel harusnya part ini tuntasin thor, nanggung ceritanya :’)
    oke dh thor aku tunggu ff yg lainnya :))

  2. Padahal aku ngarep bgt ada sequel jd tau hubungan lanjutan jihyun sama sehun, mereka itu cocok bgt tp sayangnya dilarang hubungannya gak seru kan

  3. Whaat….!!!bikin sequel dong gak asiik nih cuma setengah jalan..lanjut…eh makasih ya namanya jihyun itu nama korea saya..

  4. Hah? Kok gak ada sequel sih?
    Gak asik gak asik…

    Pdahal kan ff nya daebak banget..
    Gaya penulisannya jga daebak..
    (ya udah.., siapa tau authornya brubah pikiran..)

    keep write yah thor..

  5. ceritanya suka banget.. apalagi ini tema yg aku suka ^^
    walaupun kalau kata aku sih karakter luhanya kurang greget sedikit 😛 .. tp semuanya bagus.. oh iyh ada beberapa kata yg sedikit baku kali yh.. hehe maaf kalau aku kritik 😛

    kenapa aku comment lg,waktu aku liat ternyata comment aku engga ada maaf yah 😦
    Keep writing !! ^^

  6. kren thor….>,<
    jjang…..
    pkok'y wjib sequel, sequel, sequel….
    oh ya thor q mau mnta pw yg part 1 dong…?
    sol'y ff ini q lgsung bca yg part 2…

  7. Aduh author yang hebat sekali,bisakah dilanjutkan ?:”
    Udah terhipnotis sama ff ini huhu
    Bisakah sehun bertemu jihyun lg?jeballl ㅠㅠ
    Daebak :333

  8. Helo.
    Author, mau kritik tata bahasanya boleh ya 🙂
    Abis tanda kutip itu huruf besar, misal: “Apa yang terjadi?!”
    Dan tanda baca harus dibubuhkan didalem tanda kutip. Misal:
    “Salah mu … membuat ku cemburu setengah mati.”
    Dan itu pola penulisannya kok center ya? Kalau bisa sih mendingan kayak penulisan paragraf aja, soalnya bentuknya jadi kayak puisi dan syair kalo gitu, bukan cerita.
    Dan ekspresi adegan kayak tampar menampar itu kalau mau ditulis pake tanda seru.
    Misal:
    Plak!
    Dan angka itu kalo suku katanya cuma dua, misal sa-tu, du-a jangan ditulis pake angka, tapi pake tulisan, tapi kalau udah lebih misalnya se-pu-luh, du-a-be-las baru deh pake angka 🙂
    Hehe…
    Kalo masalah cerita sih gimana selera kan ya, jadi gak akan dikomen banget…
    Good luck in writing! Coba nulis FF normal juga ya hehe 😀

  9. author, Q suka bnget ceritanya kereeen. klo boleh minta paswordnya donk bcoz part 1 gk bsa kbca. jg bebrapa cerita yg lainya. sblumnya makasih bnget. ada kelanjutannya ???

  10. hoooooooo aigooo kasian banget jihyunnnnn aishhhh cinta emnag ngebinggungin 🙂
    kenapa ga ada sequelll huwaaaa gantunggg nihh 🙂

  11. pusing bacanya -,- sebenernya ide buat ceritanya bagus tapi sayang cara penulisannya rada berantakan jadi kadang suka susah paham sama apa yg mau disampein. endingnya juga ngegantung. hmm lebih banyak belajar nulis aja thor, biar ide yg bagus ga kebuang sia-sia 😉 keep writing~

  12. After going over a number of the blog posts on your web page, I seriously appreciate your technique of blogging.
    I saved as a favorite it to my bookmark webpage list and will be
    checking back soon. Please check out my website too and
    tell me what you think.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s