You Should Be Mine [Chapter 19]

fanfiction 25

Title : You Should Be Mine [Chapter 19]

Author: J.A.Y

Genre: Romance, school life
Main Cast:
1. EXO-K Kai
2. EXO-K Baekhyun
3. Jung Ahyeon (OC)

Support Cast:
1. EXO-K Chanyeol
2. EXO-M Tao/Huang Zi Tao
3. EXO-K Sehun
4. EXO-M Kris
5. Han Ji Eul (OC)
6. Shin Seorin (OC)

Rating: PG-16 +

Length: 5,950 word

Disclaimer : FF ini milik saya! Dilarang keras mengcopy paste/plagiat FF ini. Ini FF pertama yang author buat. Jadi mungkin jika ada kekurangan tolong tinggalkan komentar agar author bisa mengkoreksi letak kesalahan nya dimana aja. FF ini juga sudah pernah diterbitkan di www.saykoreanfanfiction.wordpress.com www.readfanfiction.wordpress.com www.kpopsotoybanget.wordpress.com www.highschoolfanfiction.wordpress.com  dan di page Facebook https://www.facebook.com/EXOFanFiction?ref=ts&fref=ts Terimakasih~ 😀

Sebelumnya>> [Chapter 18]

Happy Reading ^^

***********

You clearly are there, you still remain there just the same
I remember the pictures that I forgot all this time, small tremblings gush out of my body
It’s a bit sad that I can’t go back to those times
How much did you change while the clock’s springs were turning
I turned the last page that is written about you
But I have no courage to read it, I will erase the sad words
Our story is not be over
Because we will meet again

[Preview]

Chanyeol menggeleng pasrah melihat Baekhyun, “Baekki, apa kau dan Kai tidak bisa berbaikan seperti dulu?”

Baekhyun bangun dari tidurnya dan menatap datar ke Chanyeol, “tidak”

“kau tau kan Kai memang seperti itu dari dulu”

“aku tau, tapi aku tidak bisa memaafkannya”

“kau harus mencobanya”

“aku tidak bisa Yeol. Kau tau malam itu, jika aku tidak datang mungkin mereka berdua sudah,,,”

Chanyeol mengangkat alisnya menunggu Baekhyun.
Baekhyun menghela nafasnya kasar, “sudah lah. Aku tidak ingin membicarakannya”

Chanyeol menghampiri Baekhyun lagi. Ia tau Baekhyun sedang menutupi sesuatu darinya. Namja itu memegang pundak kanan Baekhyun dan menepuknya pelan, “kau tidak ingin bercerita?”

Baekhyun diam sejenak dan memandang lantai kamar Chanyeol. Ia berfikir akan menceritakannya atau tidak. Chanyeol menurunkan tangannya dari pundak Baekhyun. Ia tidak ingin memaksa Baekhyun jika laki-laki itu memang tidak mau bercerita.

“tidak papa Baekki, aku-”

“Kai hampir memperkosa Ahyeon malam itu” sergah Baekhyun.

Chanyeol membulatkan matanya tidak percaya. Ia terkejut mendengar

Baekhyun. Baekhyun menoleh ke Chanyeol dengan wajah pasrahnya.

“itu sebab nya aku belum bisa memaafkannya” ucap Baekhyun.

[Preview End]

Ini sudah kesekian kalinya Kai selalu tersenyum seperti itu di dekat Ahyeon. Ahyeon bingung melihat Kai. Rahang pria itu tidak ada lelah-lelahnya sejak tadi. Setelah acara makan malam selesai keduanya berpamitan pulang karena sudah malam. Sebenarnya mereka masih bisa lebih lama disana. Hanya saja Ahyeon yang selalu membujuk Kai agar segera mengantar nya pulang. Mau tidak mau Kai harus menuruti kemauan nya.

Ting

Pintu lift terbuka. Ahyeon segera keluar mendahului pria itu. Terus terang, ia masih merasa kesal karena sikap Kai tadi. Itu sangat membuat dirinya seperti kehilangan harga diri di depan keluarga Kim. Ahh, masalah apa tadi? Pernikahan? Ahyeon merasa kepalanya berdenyut setiap mengingat kata itu.

Ahyeon membuka pintu apartemennya dan ingin secepatnya bisa membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Hari ini terasa berjalan begitu lama untuknya.

“kau lelah?” tanya Kai di belakangnya.

Ahyeon menoleh ke belakang dan menatapi pria itu tajam, “kenapa kau ikut kemari?”

“tempat ku disini” ucap Kai yang langsung masuk melewati Ahyeon.

“YAA! Kembalilah kerumah mu. Tempat mu disana bukan disini”

Kai membalikkan tubuhnya dan tersenyum miring, “haa~ Kau lupa? Kau itu calon istri ku. Aku tidak bisa membiarkan calon istriku tinggal sendirian disini”

“a,,,apa??”

Kai tidak merespon Ahyeon lagi. Ia justru mengacuhkan gadis itu didepan pintu dan masuk kedalam kamarnya.

-You Should Be Mine-

Baekhyun menunggu pesanannya sambil melihat bunga-bunga cantik yang terpajang di teras toko. Bunga mawar, bunga lily, bunga tulip, bunga petunia, geranium, anemone, baby breath, gardenia, dan masih banyak yang lain. Tapi ia hanya memilih untuk membeli bunga mawar dengan campuran bunga baby breath.

Tidak lama sang penjual toko keluar dengan bunga pesanannya yang sudah terbungkus rapi oleh plastik dan juga pita. Setelah Baekhyun membayar, namja itu kemudian menaruh bunga itu di kursi belakang mobilnya.

Di perjalanan Baekhyun selalu tersenyum sendiri kearah jalanan. Membicarakan Ahyeon dengan Chanyeol membuat nya merindukan gadis itu lagi. Ia melirik jam kecil yang terpajang di dashboard mobilnya, pukul 8 malam. Ia yakin Ahyeon belum tidur sekarang. Baekhyun berencana akan membuat kejutan kecil untuk gadis itu.

-You Should Be Mine-

Kai mengganti saluran tv berkali-kali. Tidak ada acara yang bagus untuk di lihat malam ini. Namja itu menguap pelan karena terlalu bosan. Harus ada yang ia lakukan malam ini selain menonton acara tv yang membosankan.

Ahyeon keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Kai menoleh kearahnya, tapi ia sedang mengabaikan namja itu. Dengan pandangan yang lurus, Ahyeon berjalan melewati Kai yang sedang duduk di sofa.

“yaa!” panggil Kai. Tapi Ahyeon bersikap sangat acuh. Ia tetap tidak memperdulikkan Kai sedikit pun.

Kai mendengus kesal melihat punggung Ahyeon yang sedang membuka kulkas. Ia lalu beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamar. Tidak lama Kai keluar dari kamarnya dengan sebuah kaset DVD ditangannya.

Kai kembali keruang tengah dan memasukan kaset DVD itu kedalam DVD player yang ada disamping TV. Setelah memasukkannya, ia kembali mencari posisi duduk yang nyaman di sofa.

Ahyeon kembali dari dapur dengan segelas minuman dingin di tangannya. Saat sampai di ruang tengah, ia menoleh ke TV dan mengangkat alisnya.

Kai menoleh kearahnya dan tersenyum kecil, “kau mau lihat bersama?”

“tidak. Itu pasti salah satu film yang termasuk dalam koleksi ‘pribadi’ mu”

“yaa!! apa kau harus terus berfikir seburuk itu?”

“ne. Apa ada yang salah?”

“aisshh! Aku tidak seburuk yang kau fikir kan”

“terserah”, dengan datarnya Ahyeon lalu berjalan kembali kekamarnya.

Dikamar, Ahyeon tidak tau apa yang harus ia lakukan. Yeoja itu menghela nafas berat.

‘Baekhyun’

Hanya satu nama di pikirannya saat ini. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Baekhyun. Mungkin berbicara dengan namja itu di telfon bisa mengusir rasa bosannya.

-You Should Be Mine-

Baekhyun keluar dari pintu lift dengan senyum nya yang tidak pernah luntur. Ia juga memegang erat buket bunga mawar nya yang ia siapkan untuk Ahyeon. Sesekali ia juga mencium aroma wangi dari bunga itu. Ia semakin mempercepat langkahnya saat membayang kan wajah Ahyeon ketika menerima bunga itu. Yeoja itu pasti sangat senang.

Ddrrtt,, ddrrttt

Ponsel Baekhyun bergetar di dalam saku celananya. Ia berhenti di depan pintu apartemen yeoja itu dan mengeluarkan ponselnya.
Senyumnya semakin lebar saat melihat nama Ahyeon tertera di layar ponselnya.

“yeobseyo, wae chagia?”

“aniya, tidak ada apa-apa” jawab Ahyeon diseberang telfon.

“kau sedang di apartemen kan sekarang?”

“waeyo?”

“aku sudah di depan pintu sekarang” ucap Baekhyun sambil menekan bel apartemen gadis itu dua kali.

Baru Baekhyun akan menekan bel lagi, tapi tangannya terhenti. Ia menurunkan tangannya ketika pintu itu sudah terbuka dari dalam. Baekhyun segera menyembunyikan buket bunga mawarnya di balik punggung. Baru ia akan menyapa sang pemilik apartemen, tapi tiba-tiba senyumnya menghilang dalam sekejap.

-Di kamar-

Ahyeon mendengar suara bel dari dalam kamarnya. Ia menaruh ponselnya masih tersambung dengan Baekhyun diatas bantal dan segera berlari keluar kamar. Berharap Kai tidak membuka pintu untuk Baekhyun. Bagaimana pun juga Kai sedang ada diruang tengah tadi. Degup jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat. Perasaannya berubah menjadi tidak enak.

Ketika tangan gadis itu membuka pintu kamarnya,,,,

“sedang apa kau disini?” ucap Baekhyun dengan tatapan tajam kearah Kai.

Ahyeon terlambat untuk menghentikan Kai. Kaki, tangan dan tubuhnya seketika berubah menjadi lemas. Ia melihat Kai dan Baekhyun yang sudah saling berdiri berhadapan di ambang pintu.

Baekhyun menyadari kehadiran Ahyeon. Namja itu langsung melihat Ahyeon dengan tatapan yang sangat sulit untuk didiskripsikan. Nafas Baekhyun tercekat di tenggorokannya. Melihat Kai yang ada didalam apartemen yeoja itu.

“untuk apa kau datang?” ucap Kai datar.

Ahyeon dan Baekhyun sama-sama melihat kearah Kai.

“justru aku yang bertanya, sedang apa kau disini?” ucap Baekhyun dengan tajam.

Suasana sekitarnya seketika berubah menjadi panas dan tegang. Ahyeon sangat sulit mengendalikan situasi ini. Baekhyun tidak boleh mengetahui nya sekarang.

Tidak boleh.

“oppa” ucapnya sambil berjalan mendekati Baekhyun.

“hhhh~ Jangan salah paham, Kai oppa disini hanya-“

“oppa? Kai oppa kau bilang?” ucap Baekhyun. Ahyeon semakin tegang ketika Baekhyun memotong kalimatnya.

Kai sudah tahan dengan ini. Baekhyun sudah terlanjur melihatnya disini. Ahyeon juga tidak akan mungkin bisa menutupi kenyataan yang sebenarnya sekarang. Jika gadis itu tidak bisa memberitau Baekhyun secara langsung, Kai dengan senang hati akan membantu memberitaunya.

“kenapa kau memanggilnya ‘oppa’ hah!” ucap Baekhyun dingin. Matanya, wajahnya, nada bicaranya, semua terlihat dingin dimata Ahyeon.
“aku,,,”, Ahyeon menelan salivanya dengan berat.

Baekhyun sudah tidak sabar menunggu Ahyeon bicara. Ia masuk lebih dalam dan berdiri di depan gadis itu.

“kenapa dia bisa disini”, Baekhyun menunjuk Kai dengan lirikan matanya.

Ahyeon menunduk takut didepan Baekhyun. Tangan Baekhyun sudah tidak lagi menyembunyikan buket bunga mawar itu di balik punggung. Tangannya melemas dan alhasil buket bunga itu terlihat oleh Ahyeon.

“jawab aku Jung Ahyeon!” teriak Baekhyun.

Ahyeon sangat terkejut ketika Baekhyun berteriak didepannya. Ujung-ujung jari tangannya mulai bergetar karena ketakutan. Pandangannya mulai buram dan ia mulai menangis. Ahyeon mencoba berdiri sekuat mungkin dengan kedua kakinya.

Kai mencengkram bahu Baekhyun saat ia semakin maju mendekati Ahyeon,

“jangan berteriak didepannya”

Bukk

Kai terhuyung kebelakang saat satu pukulan keras Baekhyun mendarat di wajahnya. Ahyeon membelalakan matanya melihat tindakan Baekhyun. Tanpa berpikir lama gadis itu segera menghampiri Kai yang terduduk di lantai. Ia melihat sudut bibir Kai yang lebam dan sedikit berdarah. Terlihat dari tatapan gadis itu yang sangat khawatir.

“apa yang kau lakukan!”, Ahyeon berteriak kepada Baekhyun.

Baekhyun terhenyak ditempatnya. Ia terkejut mendengar Ahyeon yang berteriak di kepadanya.

“kau membelanya?” tanya Baekhyun.

Ahyeon mengerjap-ngerjapkan matanya bingung. Ia tidak sadar jika sudah berteriak didepan Baekhyun. Ahyeon tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Ia ingin menghentikan Baekhyun, tapi tidak tau kenapa tubuhnya malah beralih kearah Kai dan melindungi pria itu.

Baekhyun menarik tangan Ahyeon menjauh dari Kai tapi dengan cepat Kai menahan tangan Ahyeon yang lain.

“lepaskan tangannya” ucap Baekhyun.

“kau yang harus melepasnya” ucap Kai.

“apa hak mu hah? Kau bukan siapa-siapanya kan”

Baekhyun segera menarik Ahyeon kebelakang punggungnya. Dengan cepat ia menghampiri Kai dan mencengkram kerah baju Kai kuat-kuat.

“berhenti mencampuri urusan ku Kai” desis Baekhyun.

Baekhyun mengangkat tangannya dan memukul Kai lagi.

Bukk

Bukk

Lagi dan lagi. Baekhyun memukul Kai terus menerus. Kai hanya pasrah saat Baekhyun melayangkan pukulan kearah wajahnya. Ia bukannya tidak bisa melawan, tapi ia menuggu Ahyeon sendiri yang menghentikan aksi Baekhyun.

“berhenti” lirih Ahyeon.

Baekhyun belum mendengarnya.

“berhenti Byun Baekhyun!”

Baekhyun masih terus memukul Kai. Ia seakan tidak mendengar suara Ahyeon yang sydah berteriak dibelakangnya.

“aku di jodohkan dengannya!” teriak Ahyeon.

Semuanya berhenti. Ucapan Ahyeon seakan mematikan mesin waktu disekitarnya.

Ahyeon tidak bisa hanya diam. Ia tidak bisa membuat Baekhyun terus memukuli Kai. Dirinya terus menangis dan menyesal. Kenapa harus perkataan seperti itu yang keluar dari mulutnya.

Perkataannya sukses membuat Baekhyun mematung. Tangan Baekhyun berhenti di udara. Cengkraman tangannya perlahan mulai mengendur di kerah baju Kai. Otaknya berusaha secepat mungkin mencerna apa yang terjadi.

Kai tersenyum miring dihadapannya,“kau dengar kan?”

Ahyeon menangis terisak di tempatnya, “aku di jodohkan dengannya,,,,,, dengan Kai”

Suara nya hampir menghilang diudara saat menyelesaikan 2 kata terahkirnya. Sudah bukan waktunya lagi untuk menutupi masalah ini. Cepat atau lambat Baekhyun pasti tau.

“katakan sekali lagi?” tanya Baekhyun datar.

Baekhyun menoleh kearah Ahyeon. Ia harap Ahyeon tidak main-main dengan perkataannya.

“dijodohkan katamu? Bilang kau hanya mengarangnya”

Ahyeon memejamkan matanya sebentar dan menarik nafasnya dalam, “aku menyembunyikannya selama ini”

Deg

Jantung Baekhyun seakan berhenti berdenyut. Kepalanya mulai terasa pusing. Saraf otaknya seakan mati dan tidak bisa mencerna kalimat yeoja itu. Ia menatap tidak percaya kearah Ahyeon. Semuanya terlalu sulit untuk ia mengerti.

“maaf” ucap Ahyeon pelan.

Baekhyun menghampiri Ahyeon dan mencengkram pundak Ahyeon kuat. Ia tidak peduli apakah Ahyeon akan kesakitan atau tidak dengan perbuatannya. Baekhyun menguncang-guncangkan pelan bahu gadis itu. Ia butuh penjelasan tentang semuanya. Penjelasan yang sangat jelas untuknya.

“lihat aku” ucap Baekhyun.

Ahyeon masih tetap menunduk. Ia tidak berani melihat mata Baekhyun secara langsung.

“lihat aku Ahyeon”, Baekhyun mengangkat dagu Ahyeon pelan.

“kau berbohongkan?” lirih Baekhyun.

Bibirnya terasa kelu untuk berbicara. Ahyeon tidak sanggup jika harus berkata ‘iya’. Mata Baekhyun menatap nya lurus. Sangat lurus. Ahyeon menggeleng pelan sebagai jawabannya.

Dari sudut ini Kai hanya diam mengawasi keduanya. Ia membiarkan Ahyeon sendiri yang membongkar rahasianya. Kai tau yeoja itu pasti berat melakukannya. Tapi jika tidak sekarang, mau sampai kapan Ahyeon menyembunyikan masalahnya. Sedikit perasaan lega menyelimuti hati Kai, sedikit.

Perlahan Baekhyun menurunkan tangannya. Pikirannya masih menyangkal dengan jawaban Ahyeon. Diam. Tidak ada satupun kata yang diucapkan Baekhyun. Bibirnya masih tertutup sangat rapat. Ahyeon semakin khawatir melihat respon Baekhyun.

“oppa” Ahyeon memanggilnya memastikan Baekhyun baik-baik saja.

Baekhyun terlihat sangat terpukul sekarang. Dalam diam, ia membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi meninggalkan Ahyeon. Baekhyun perlu berfikir. Ia membutuhkan ketenangan. Kepalanya mulai berdenyut pusing. Ia takut merasakan ini lagi. Cukup Seorin orang terahkir yang membuatnya seperti ini dulu. Ia tidak mau Ahyeon juga melakukan hal yang kepadanya.

Punggung Baekhyun sudah tidak terlihat lagi. Ahyeon menyesal memberitau namja itu dalam keadaan seperti ini. Ahyeon tau ia sudah menyakiti hati Baekhyun. Baekhyun pasti merasa sakit mendengar perkataannya tadi. Bukan ini yang ia inginkan. Ahyeon melihat buket bunga mawar yang di bawa Baekhyun tadi dibawah kakinya. Ia menunduk dan mengambil bunga itu. Air matanya semakin deras mengalir saat memandang bunga mawar di tangannya.

‘Maaf’

Kai tidak tahan melihat Ahyeon menangis. Ia menghampiri yeoja itu itu dan memeluknya. Seperti biasa Kai selalu memberikan pelukan hangat kepada yeoja itu. Ahyeon semakin menangis dan menyembunyikan wajahnya di pundak Kai. Tangisannya semakin terisak dan membuat baju Kai menjadi basah.

Kai menghela nafasnya pelan dan mengeratkan pelukannya. Hatinya seakan ikut menjadi sakit. Ia tau. Air mata Ahyeon bukan untuknya, tapi untuk Baekhyun. Kai menepuk-nepuk pelan punggung Ahyeon supaya membuat gadis itu menjadi lebih tenang.

“jangan menagis, ku mohon” lirih Kai.

Ahyeon membalas pelukan Kai dan meremas baju namja itu. Rasa nya seperti campur aduk didalam hatinya. Ahyeon merutuki dirinya sendiri ketika merasakan pelukan Kai yang selalu menghangatkan hatinya. Ahyeon takut tidak bisa mengendalikan perasaanya. Gadis itu tidak bisa menjelaskan perasaannya saat ini. Jujur, dirinya baru sadar ketika merasa hatinya juga ikut merasa sakit saat Baekhyun memukul Kai.

Ia takut suatu saat akan menyukai Kai.

-You Should Be Mine-

At Cheongdam High School

Chanyeol melihat kearah Baekhyun disebelahnya. Lelaki itu sedari tadi diam tidak berbicara. Jika ada yang berbicara dengannya, Baekhyun tidak menanggapinya sama sekali. Chanyeol merasa ada yang lain dari Baekhyun hari ini. Bukan dari penampilan namja itu yang membuat Chanyeol merasa aneh. Tapi karena sikapnya. Dingin, ketus dan sensitif. Berbeda dengan keadaannya semalam.

Chanyeol menghela nafasnya sambil melihat papan tulis. Ia ingat bagaimana Baekhyun bercerita tentang beban pikirannya semalam. Namja itu bercerita bagaimana keluarganya dulu yang mulai terpecah, bercerita bagaimana perasaannya saat Seorin meninggalkannya dulu, bercerita bagaimana ia mulai mencintai Ahyeon dan melupakan Seorin, dan masih banyak lagi. Terahkir kali Chanyeol melihat raut wajah Baekhyun yang begitu bahagia jika berbicara tentang Ahyeon.

“baiklah, kalian bisa membentuk kelompok kalian sekarang. Tulis nama kelompok kalian di kertas dan kumpulkan di meja ini sekarang” ucap Songsaenim.

Semua murid langsung berdiskusi masing-masing. Mereka sibuk memilih teman kelompok mereka. Park songsaenim menyuruh muridnya membentuk kelompok untuk ujian prakteknya. Setiap kelompok hanya boleh berisi empat sampai lima orang.

Setelah berunding, masing-masing ketua kelompok maju dengan selembar kertas yang berisi nama anggota mereka. Kris, Chanyeol dan lainnya menaruh kertas itu di depan meja park songsaenim.

“saya akan membacakan untuk kelompok pertama” ucapnya Park songsaenim sambil memilih-milih kertas yang ada dimejanya.

“kelompok pertama Kris, Sehun, Jongin, dan Luhan? Kenapa kalian menulis nama Luhan disini?” tanya Park songsaenim.

“dia juga kelompok kami songsaenim” ujar Sehun.

“kalian tidak tau, Luhan sudah pindah dari sekolah ini”

Sehun dan lainnya terkejut. Luhan pindah sekolah? Tidak ada yang tau tentang ini. Khususnya Sehun. Luhan tidak pernah bercerita tentang ini kepadanya. Terahkir yang ia tau, Luhan hanya ingin pulang ke China sebentar. Tidak mungkin Luhan melakukan itu. Jika Luhan pindah, ia pasti bercerita kepadanya atau ketemannya yang lain.

“maksud songsaenim?” tanya Chanyeol.

“aigoo~ Luhan sudah pindah dari sekolah ini, ia sudah pindah ke China”

Kris memutar tubuhnya kebelakang. Ia melihat Sehun yang terlihat belum mengerti dengan ucapan Park songsaenim.

-You Should Be Mine-

Tao membereskan semua bola basket dan memasukkannya kedalam keranjang besi yang sudah tersedia di sudut lapangan. Kali ini ia yang ditugaskan Jang songsaenim untuk merapikan lapangan selesai jam olahraga kelasnya. Jam istirahat sudah berbunyi 5 menit yang lalu, tapi ia belum mau pergi dari lapangan itu. Tao melihat-lihat bola basket terahkir yang ada ditengah lapangan. Ia menghela nafasnya berat dan berjalan malas memungut bola itu.

Setelah selesai merapikan semua bola, Tao merenggangkan tubuhnya keatas. Ia menepuk-nepuk pinggang belakangnya pelan. Tao berjalan dengan gontai ke pintu. Baru tangannya akan menyentuh pegangan pintu,,,,

Duaakk

“AHKKK!!”, Tao reflek memegang dahinya dan meringis.

Ji Eul terkejut saat mendengar teriakan kesakitan seorang murid laki-laki didepannya “ahh~ maafkan aku, aku tidak tau jika ada orang disini“

Ji Eul terlihat khawatir dengan keadaan namja didepannya. Namja itu terlihat sangat kesakitan sambil memegangi dahinya. Ji Eul tidak tau siapa namja ini. Wajah namja itu sedang tertutupi oleh tangannya. Ji Eul harap dahinya tidak sampai memar karena terbentur pintu. Ji Eul tidak sengaja melakukannya. Pintu itu tadi sedikit sulit untuk dibuka. Jadi Ji Eul mendorongnya kuat agar pintu itu mau terbuka.

Tao menurunkan tangannya. Ia baru akan memarahi habis-habisan orang yang membuat dahinya harus mencium paksa daun pintu. Tapi alisnya justru terangkat ketika melihat Ji Eul didepannya.

“kau?” ucap mereka bersamaan.

Ji Eul melihat atas bawah penampilan Tao. Tidak heran jika ia merasa familiar saat bertemu dengannya di bandara.

“kita bertemu lagi disini?”

“huh? Kau mengerti dengan yang ku ucapkan?” tanya Ji Eul.

“tentu saja. Aku juga bisa bahasa yang sama sepertimu”

Bodoh. Kenapa Ji Eul tidak menyadarinya sejak awal. Ketika Ji Eul meminta Tao untuk melepaskan tangannya saat dibandara waktu itu, Tao malah melepas tangannya tanpa bertanya apapun lagi kepadanya. Itu berarti Tao memang mengerti yang ucapkan Ji Eul saat dibandara.

“maaf sunbae, aku tidak tau ada kau dibalik pintu ini”

“tidak papa, tapi kau harus membayar rasa sakit di dahi ku ini” ucap Tao sambil menunjuk dahinya sendiri.

“apa?”

“hahaha, traktir aku minum dikantin” ucap Tao.

“hanya itu?”, Ji Eul sedikit ragu mendengar permintaan Tao yang begitu sederhana menurutnya.

“lalu kau mau jika aku meminta mu kencan dengan ku”

“huh?”

“hahahaha, aku ganti baju dulu. Kau duluan saja. Kita bertemu disana” ucap Tao sambil berjalan melewati Ji Eul.

-Di kantin-

“ahhh~ leganya” ucap Tao.

Ji Eul menatap bingung kearah gelas Tao yang sudah kosong. Ia hampir tidak bisa merapatkan mulutnya ketika melihat Tao yang meneguk minuman itu hanya dalam beberapa detik. Rambut Tao masih sedikit basah karena keringat. Mungkin namja itu sangat kehausan sehabis dari lapangan tadi.

“tidak mau pesan lagi?”

Tao tersenyum kecil, “tidak, terima kasih”

“jika mau, sunbae bisa memesannya lagi”

“kau yakin? Bagaimana jika aku memesan 15 gelas lagi”

Ji Eul terkejut mendengar jumlah yang diucapkan Tao, 15 gelas. Pikirannya langsung membayangkan betapa banyaknya jus apel yang diminum Tao.

“hahahaha, aku hanya bercanda” ucap Tao. Ji Eul tersenyum paksa kearah Tao.

“kita belum berkenalan kan? Nama ku Tao. Namamu pasti Ji Eul”

“darimana sunbae tau?”

“dari itu” tunjuk Tao kearah name tag yang tergantung di blazernya.

“sunbae bukan orang Korea ya?”

“bukan, aku dari China”

Mendengar kata China sekilas Ji Eul langsung teringat dengan Luhan. Apa kabar nya Luhan disana? Apa dia nyaman dengan sekolah barunya? Atau jangan-jangan Luhan sudah lupa dengan dirinya?

“ohh iya. Malam itu apa yang kau lakukan dibandara?” tanya Tao.

“aku,,,”

“bertemu Luhan” sergah Tao.

Ji Eul melihat Tao terkejut, “ne??”

“hahaha. Tidak perlu sekaget itu. Aku hanya menebaknya. Kebetulan aku juga melihatnya disana bersama Sehun”

Wajah Ji Eul sedikit murung saat harus membahas tentang Luhan lagi. Segala sesutu yang ada disekitarnya selalu mengingatkannya dengan pria itu. Bahkan orang lain sekalipun seperti Tao.

“aku tidak melihatnya hari ini, biasanya dia selalu berkumpul bersama teman-temannya”

“dia sudah tidak disini sunbae. Dia sudah kembali ke China”

Tao baru akan menanyakan alasannya kepada Ji Eul. Tapi Ji Eul segera berdiri dan membungkukkan badan kearahnya.

“maaf sunbae. Aku harus kembali kekelas”

Tao mengangkat alisnya bingung. Apa maksudnya dengan ucapan Ji Eul?

-You Should Be Mine-

Ahyeon berjalan tanpa semangat sama sekali. Ia hanya menatap lurus ke lantai yang berwarna putih bersih dibawahnya. Ia langsung kemari dan mencari Baekhyun sejak bel istirahat berbunyi. Tapi hasilnya nihil. Ahyeon fikir Baekhyun ada dikelas sekarang. Tapi teman satu kelas namja itu bilang Baekhyun tidak ada didalam kelasnya.

Ia sudah mengirimi pesan ke Baekhyun dan menghubungi namja itu. Tapi Baekhyun selalu tidak mengangkat panggilannya maupun membalas pesannya. Gadis itu tidak bisa tidur semalaman. Matanya tetap terjaga sampai pagi hari karena memikirkan Baekhyun.

Dari arah lain Seorin dengan Hyesung. Seorin mengangkat alisnya bingung ketika melihat Ahyeon didepannya.

“Hyesung, kau duluan saja” ucap Seorin.

“baiklah”, Hyesung tersenyum dan meninggalkan Seorin di lorong sekolah.

Seorin berjalan menghampiri Ahyeon yang masih menundukkan kepalanya.

“hai” sapa Seorin.

Ahyeon menaikkan pandangannya dan terdiam. Seorin tersenyum kearah gadis itu dan Ahyeon belom meresponnya sama sekali.

“mencari Baekhyun??” tanya Seorin.

Ahyeon dengan cepat mengangguk ragu.

“dia ada dilapangan tadi bersama teman-temannya”

Seorin melihat wajah Ahyeon yang tidak bersemangat. Sedikit lebih lesu dan pucat.

“jam istirahat masih 10 menit lagi. Kau mau menemaniku?” pinta Seorin.

Ahyeon mengernyit dan itu membuat Seorin terkekeh didepannya. Kemudian Seorin menarik tangan Ahyeon ke tangga menuju atap sekolah.

Ahyeon masih bingung melihat sisi belakang tubuh Seorin. Tangannya terus ditarik dan dibawa Seorin ke suatu tempat yang Ahyeon yakin pernah ia datangi sebelumnya. Atap sekolah.

Sesampainya diatap, Seorin membuka pintu dan semilir angin langsung menerpa wajah keduanya.

“ahhh~ sejuknya” desah Seorin.

“kau pernah kesini sebelumnya?” tanya Seorin.

Tentu saja Ahyeon akan menjawab ‘iya’. Tempat ini punya kenangan khusus dengannya dan Baekhyun.

“ne” jawab Ahyeon.

Seorin tersenyum tipis dan mengajaknya ke balkon atap yang dibatasi tembok setinggi perut orang dewasa.

“aku suka tempat ini” ucap Seorin.

Ahyeon menoleh kearahnya dengan tatapan yang masih bingung.

“sejak pertama bertemu kita belum memperkenalkan diri secara resmi kan. Aku Shin Seorin, senang berkenalan dengan mu” ucap Seorin sambil mengulurkan tangannya.

Ahyeon meraih tangan Seorin dengan ragu, “ aku Jung Ahyeon, senang bertemu dengan mu”

Seorin tersenyum manis kepada Ahyeon, “kita bisa jadi teman sekarang, kau boleh memanggil ku eonni”

“ne?”

“aku akan menganggap mu sebagai adikku, dan kau harus memanggil ku eonni”

“kenapa?”, Ahyeon semakin bingung dengan Seorin. Dalam waktu yang tiba-tiba

Seorin mengajaknya berkenalan layaknya mereka baru pertama kali bertemu. Ini membingungkan untuk Ahyeon. Selama ini ia tidak pernah berbicara apapun dengan Seorin. Saat berpapasan pun mereka hanya saling memandang dengan tatapan yang aneh satu sama lain.

“aku ingin memulai semua nya dari awal. Termasuk dengan dirimu” ucap Seorin,

“aku hanya ingin memperbaikinya. Sejak pertama kali kita bertemu kita belum pernah berbicara satu sama lain kan. Aku hanya ingin dekat dengan mu”

Seorin menopangkan tubuhnya bersandar pada tembok pembatas. Ia melihat pemandangan jauh didepannya.

“maafkan aku, jika kehadiranku membuat hubunganmu merasa terancam,,, aku hanya ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Tapi sepertinya semuanya sudah berubah”

Seorin membalikkan tubuhnya lagi. Yeoja itu menyandarkan punggungnya di tembok pembatas dan memndang penuh arti ke Ahyeon, “tapi aku tidak bisa mengambilnya”

Seorin tersenyum kecut seraya meraih tangan Ahyeon, “karena hatinya sudah menjadi milik orang lain”

“eonni?”

“aku akan melepasnya untuk mu, tapi kau tidak boleh membuatnya merasa sakit, eum??”

Ahyeon tersenyum kecil kearahnya, “ne”

Seorin tersenyum sambil memandang pemandangan dibelakangnya lagi,

“cukup aku, cukup aku saja yang pernah membuatnya seperti itu” ucapnya lirih.

-You Should Be Mine-

Baekhyun memandang dari atas sampai bawah hoobae yang ada didepannya sekarang. Cantik, tapi sayang otaknya terlalu bodoh. Baekhyun kembali memasang wajah dinginnya dan mendekati hoobaenya itu. Ia membungkukkan tubuhnya agar bisa menyetarakan wajahnya.

“apa isi surat ini adalah pernyataan cinta dari mu?”

Gadis itu mengangguk malu sambil tetap menunduk. Baekhyun tersenyum miring dan menarik tubuhnya menjauh.

“kalau begitu kapan kau mau kita berkencan?”

Chanyeol dan lainnya yang ada dibelakang Baekhyun membulatkan mata mereka bersamaan saat mendengar tawaran Baekhyun.

“kau mau kita kencan dimana eum? Taman, mall, club atau hotel”

Gadis itu mengangkat pandangannya memandang Baekhyun bingung.

“besok hari libur, bagaimana jika berkencan di hotel malam ini?”

“Baekhyun!” tegur Chanyeol.

Baekhyun semakin tersenyum miring dan mengangkat dagu hoobaenya pelan.

“kita akan bermain semalaman”, Baekhyun manarik dagu hoobaenya mendekat dan mencium bibirnya.

Semuanya terkejut melihat perbuatan Baekhyun.

“Byun Baekhyun!” teriak Chanyeol.

Gadis itu terkejut dan membelalakan matanya. Kemudian dengan cepat ia mendorong tubuh Baekhyun menjauh.

Plakkkk

Pandangan Baekhyun terbuang ke samping kanan. Rasa panas masih menjalar dipipinya. Ia mengeraskan rahang bawahnya dan mengepalkan tangan. Tatapannya semakin tajam melihat hoobaenya tadi yang berlari sambil menangis. Ia meremas surat berwarna kuning muda dan membuangnya ke tanah.

“kau gila? Ada apa dengan mu hyung!!” ucap Sehun memegang pundak Baekhyun.

Baekhyun menepis tangan Sehun dari pundaknya dan berjalan meninggalkan teman-temannya yang masih berdiri mematung di samping lapangan.

“kau yakin dia tidak papa?” tanya Kris.

“sepertinya ada sesuatu yang membuat dirinya kembali menjadi dulu” jawab Chanyeol.

-You Should Be Mine-

Kai mencuci wajahnya berulang kali di kamar mandi. Kemudian ia mematikan keran air dan menatap pantulan wajahnya dicermin. Sudut bibirnya sedikit memar karena pukulan Baekhyun semalam. Ia menyentuh pelan lukanya dan meringis didepan cermin.

Sekarang ia merasa khawatir dengan Ahyeon. Sejak semalam Ahyeon terus diam dan tidak mau berbicara. Bahkan paginya gadis itu keluar kamar dengan wajah yang sangat kusut dan berantakan. Matanya yang sedikit membengkak dan terlihat sayu. Kai tau gadis itu pasti menangis semalaman.

Kai menoleh ke samping ketika melihat siswa lain masuk kedalam.

Baekhyun

Matanya sempat memandang datar Baekhyun sebelum pria itulah yang membuang pandangannya lebih dulu. Baekhyun berjalan ke arah wastafel dan menyalakan keran airnya. Kai menyipitkan pandangannya ketika melihat ada bekas merah dipipi Baekhyun.

Baekhyun mencuci tangan dan wajahnya dengan air yang mengalir. Selesai membersihkan, tangannya menarik tissue yang tergantung di sampingdan mengeringkan wajah dan tangannya. Tidak perlu berlama-lama, ia segera melangkahkan kakinya keluar.

“jangan menyalahkannya” ucap Kai.

Tubuh Baekhyun berhenti didepannya yang ingin membuka pintu. Baekhyun meremas knop pintu kamar mandi dengan kuat, seakan sedang menyalurkan emosinya yang akan meluap.

Baekhyun memejamkan matanya sebentar dan menarik nafasnya dalam.

“aku tidak peduli” ucapnya dingin.

Sedetiknya Baekhyun langsung keluar dari kamar mandi dan meninggalkan Kai dengan wajah datarnya.

-You Should Be Mine-

Kringgg

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Ahyeon dengan cepat merapikan semua bukunya dan bergegas keluar. Ji Eul hampir saja menahan tangannya tapi terlambat. Punggung yeoja itu sudah menghilang dari balik pintu.

Ahyeon berlari kelantai 3 dimana kelas Baekhyun berada. Nafasnya semakin terengah-engah saat menaiki satu persatu anak tangga. Ia tau hari ini Baekhyun mendapat jam tambahan di kelasnya, jadi dengan cepat Ahyeon segera menghampiri kelas namja itu.

Dari arah lain Chanyeol jga sedang berjalan kearahnya. Malihat Ahyeon namja itu langsung berlari menghampiri Ahyeon. Ia baru akan bertanya tentang Baekhyun, tapi Ahyeon sudah lebih dulu bertanya kepadanya.

“dimana Baekhyun oppa?”

“karena itu, aku baru akan bertanya kepadamu. Ia baru saja pergi membawa tas nya. Kurasa ia akan membolos lagi hari ini”

Dengan cepat Ahyeon membalikkan tubuhnya dan berlari. Chanyeol mengangkat alisnya dan menghela nafas. Dugaannya benar. Sepertinya Baekhyun sedang memiliki masalah dengan Ahyeon.

Gadis itu semakin mempercepat larinya ke tempat parkir. Ia bahkan tidak sempat meminta maaf kepada setiap orang yang bahunya sudah ia tabrak sepanjang jalan. Hanya Baekhyun yang memenuhi isi pikirannya sekarang. Ia harus segera menahan Baekhyun dan menjelaskan semuanya.

Matanya berhasil menangkap Baekhyun di tempat parkir. Namja itu sedang memakai helm hitamnya dan akan menaiki motor sport nya. Dengan cepat Ahyeon segera menghampirinya dan memegang lengan pria itu. Baekhyun menoleh terkejut kearah Ahyeon.

“tunggu” ucap Ahyeon dengan nafas yang terengah-engah. Keringat bercucuran dari dahi yeoja itu dan bibirnya sudah terlihat sedikit pucat, “aku ingin menjelaskan yang semalam”

Baekhyun melepas helmnya dan menatap dengan pandangan yang sama semalam. Dingin dan tajam.

“tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Aku sudah mengerti”

“kau tidak tau apa-apa?”

“aku tau kemana arah pembicaraannya. Kau akan menjelaskan semuanya dan terahkir, kau akan minta putus dari ku”

“a,,,apa?”

“kita percepat saja Ahyeon. Jika itu yang kau inginkan,,, baiklah. Kita berpisah sekarang”

“oppa? Bukan seperti itu” lirih Ahyeon.

Baekhyun sudah tidak peduli. Ia juga merasa sakit, bukan hanya Ahyeon yang merasakannya. Ia segera memakai helmnya dan pergi dengan motor sport nya sebelum melihat Ahyeon menangis didepannya.

Tes

Air matanya turun begitu saja di pipinya. Suara motor Baekhyun sudah tidak terdengar dibelakangnya. Gadis itu hampir saja terjatuh ditanah jika ia tidak langsung berpegangan pada pohon kecil disampingnya. Dadanya sesak. Udara seakan tidak lagi berputar di sekitarnya. Ahyeon meremas rok nya sambil menggigit kecil bibir bawahnya. Ia sudah tidak peduli bagaimana pandangan orang lain yang melihat nya.

Baekhyun terus memacu kecepatan motornya. Ia menyalip setiap mobil kendaraannya lain yang berada di depannya. Ia seperti pengendara motor gila yang berada dijalanan. Baekhyun mengklakson segala macam kendaraan lain agar mereka menyingkir dan memeberi jalan untuk pria itu. Sebulir air bening menetes dari dagunya. Entah itu apa? Airmatanya atau keringat nya.

-You Should Be Mine-

Hujan begitu deras mengguyur kota Seoul hari ini. Angin kencang seakan membawa dedaunan pohon kesana dan kemari. Perasaannya semakin tidak enak. Kai sudah terjebak di jalan selama hampir 3 jam. Terjadi kemacetan total di persimpangan jalan karena pohon yang tumbang. Ia menaikkan uluran seragamnya dan melihat jam tangannya, pukul 8 malam. Perasaannya dari menjadi tidak enak.

Ia menghubungi Ahyeon ke ponselnya tapi tidak aktif. Kai sudah mengirimi pesan kepada gadis itu tapi juga tidak mendapat balasan. Ia bahkan sudah menghubungi gadis itu langsung ke nomor telfon apartemennya, tapi tidak ada yang mengangkat.

-Ditempat lain-

Sudah selama 2 jam ia memandangi derasnya hujan dari jendela kamarnya. Baekhyun tidak berekspresi sama sekali. Wajah dan hatinya nya begitu dingin, seakan menyamakan dinginnya air hujan diluar sana. Ini sudah kesekian kalinya ponselnya berbunyi di tangannya.

Tidak sedikit pun ada niat dari hatinya untuk mengangkat panggilan itu. Ia seakan menutup telinganya rapat-rapat dan bersikap acuh. Ia harus melakukan sesuatu untuk mengalihkan pikirannya. Baekhyun mengambil jaketnya dan pergi keluar dari dalam kamar.

Ia tau tempat yang bisa membuat pikirannya teralih dari Ahyeon.

Club

-You Should Be Mine-

Kai semakin mempercepat langkahnya ketika keluar dari lift. Sesampai nya didepan pintu apartemen gadis itu, ia dengan cepat memasukan kombinasi password yang sudah ia hafal di luar kepalanya.

Klik

Nada kuncinya sudah terdengar. Kai segera meraih pegangan pintu dan membukanya kedalam. Kai berdiam diri di tempatnya. Ia memperhatikan setiap sudut apartemen itu. Masih terlihat sama seperti biasanya. Bahkan kondisinya jauh lebih tenang dari sebelumnya.

Kai melihat kearah jam yang tergantung didinding, pukul setengah sembilan malam. Ia tersenyum sambil melepas sepatunya. Setelahnya Kai melangkahkan kakinya menuju kamar untuk membersihkan diri.

Beberapa menit kemudian Kai keluar kamarnya dengan rambut yang setengah basah. Ia juga sudah mengganti seragamnya menjadi pakaian yang lebih santai. Ia lalu berjalan kearah dapur karena sejak tadi perutnya sudah meronta-ronta ingin dimasuki sesuatu.

Kai menarik kursinya dan melihat makanan yang tersaji didepannya. Sebelum mengambil nasinya, ia melirik kearah pintu kamar Ahyeon. Rasa penasaran menyelimuti pikirannya.

Apa dia sudah makan?

Kai menaikkan bahunya acuh. Ahyeon sudah tiba dirumah dari tadi. Gadis itu pasti sudah makan makan duluan tanpa menunggunya.
Selesai makan Kai menaruh piring kotornya di tempat bak cuci piring. Tidak ada piring kotor milik Ahyeon. Kai mengangkat alisnya dan berfikir.

Mungkin Ahyeon sudah mencuci piringnya juga.

Kai berjalan lagi menuju kamarnya. Tapi baru setengah jalan ia berhenti dan melihat kearah jendela. Hujan masih turun sangat deras diluar. Ia lalu melihat ke arah pintu kamar Ahyeon yang tertutup. Entah kenapa sejak tadi Kai selalu penasaran dengan gadis itu.

Kai berjalan kekamar yeoja itu dan membuka pintunya pelan.

Gelap.

Sangat gelap. Kamar ini hanya diterangi dari cahaya malam dari luar yang menerobos masuk melalui jendela kaca. Kai melihat kearah tempat tidur Ahyeon yang gelap. Yeoja itu bahkan tidak menyalakan lampu tidurnya. Kai masuk dan mencari tombol lampu. Saat ia merasa sudah menyentuh tombol lampu, Kai lalu menekan tombol itu dan lampu menyala menerangi kamar ini.

Matanya membulat ketika melihat kamar ini yang kosong. Tempat tidur yang masih rapih menandakan bahwa Ahyeon belum sama sekali menyentuh tempat tidurnya.

Perasaannya semakin menjadi tidak enak. Kai keluar dan mengambil ponselnya yang masih ada didalam kamar. Namja itu segera menghubungi Ahyeon.

“Ahhhkkk!!”, Kai menggeram frustasi saat nada sambungnya dialihkan oleh operator. Ia lupa jika ponsel gadis itu tidak aktif sejak tadi siang.

Otaknya berputar mencari jalan. Ia lalu segera menghubungi rumah Ahyeon. Siapa tau Ahyeon ada disana.

“yeobseyo”

“ne, ini aku Kai ahjumma. Aku ingin bertanya, apa Ahyeon ada disana??”

“tidak ada tuan. Nona Ahyeon tidak disini. Hanya ada nyonya besar disini”

Kai memegang kepalanya frustasi, “baiklah ahjumma. Terima kasih”

Kai terduduk di tempat tidurnya. Ia mulai gelisah dan berfikir yang negatif tentang gadis itu. Diluar masih hujan deras, bagaimana jika gadis itu masih diluar?

Kai lalu menggeleng kepalanya kuat. Ia mulai menghubungi Ji Eul. Siapa tau Ahyeon sedang bersama Ji Eul sekarang.

“yeobseyo”

“Ahyeon ada dengan mu?” sergah Kai.

Ji Eul mengernyit bingung, “tidak. Dia tidak disini”

Pip

Kai langsung memutuskan panggilannya. Ia semakin merasa khawatir tentang keberadaan gadis itu.

“kau dimana?”

Hanya satu nama yang menjadi pikiran terahkirnya.

Baekhyun

Kai tau mungkin Baekhyun tidak akan mungkin mengangkat panggilan darinya. Tapi hanya namja itu yang pilihan satu-satunya. Besar kemungkinannya jika Ahyeon sedang bersama namja itu.

Kai mulai menghubungi Baekhyun.

-Di Club-

Baekhyun semakin merangkul yeoja yang ada disebelahnya. Tangannya juga ikut mengusap-usap lengan yeoja itu lembut. Baekhyun tidak tau nama yeoja yang ada disampinya ini dan ia juga tidak ingin tau. Yeoja ini yang menjadi temannya ‘bermain’ nya di club ini sejak 1 jam yang lalu.

Ini sepenuhnya bukan kemauan namja itu. Yeoja itu yang terus menggoda dan memaksanya dirinya. Jadi untuk apa Baekhyun menolak. Baekhyun menuruti kemauan yeoja itu dan membiarkan tubuhnya di bawa ke sofa di sudut ruangan.

“jadi siapa nama mu?” tanya gadis itu.

“Baekhyun tersenyum miring dan mencium bibir gadis itu sekilas, “Baekhyun”

Gadis itu mulai tersenyum nakal dan mulai merangkul tangannya di leher Baekhyun, “kau sudah punya pacar?”

Baekhyun diam. Ia melepas rangkulan tangan yeoja tadi dan meminum wine nya lagi, “tidak, aku sendiri”

Yeoja itu mulai bergelayut manja lagi di tangan Baekhyun, “kita sama, aku juga sendiri”

Baekhyun tersenyum kecut melihat gelasnya yang kosong. Yeoja itu menarik dagu Baekhyun agar melihat kearahnya. Baekhyun tau tatapan yang ditunjukan yeoja itu untuknya. Tatapan mata sebagai gadis penggoda yang sedang menggoda lawan jenisnya.

“jadi darimana kau mau memulainya? Kecupan, ciuman, tanda dileher, atau-“

Belum sempat Baekhyun menyelesaikan kalimatnya, yeoja itu langsung mencium bibir Baekhyun. Baekhyun segera merapatkan tubuhnya dan tersenyum kecil. Ia mulai membalas ciuman yeoja itu tidak kalah panasnya.

Ddrrtt,,, ddrrtt,,,

Ponselnya bergetar di saku celananya. Baekhyun melepas pertautan bibirnya dan tersenyum miring kearah yeoja itu, “tunggu sebentar sayang”

Baekhyun mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya.

Kai

Ia menghela nafasnya kasar dan menaruh ponselnya diatas meja.

“kenapa tidak diangkat?”

“dirimu lebih penting sekarang” ucap Baekhyun seraya menarik dagu yeoja itu.
Baekhyun mulai mencium yeoja itu lagi.

Ddrrtt,,, dddrrrttt,,,

Ponselnya bergetar lagi, tapi Baekhyun tidak memperdulikannya.

Dddrrrttt,,,dddrrrttt,,,

Terus dan terus. Kai tidak berhenti menelfonnya. Baekhyun jenggah dan menghentikan aktivitasnya sebentar. Ia mengambil ponselnya dan menjawab panggilan Kai.

“langsung ke bagian inti” ucap Baekhyun

“Ahyeon bersamamu?” tanya Kai.

“tidak”

“kau tau dia dimana?”

“tidak”

“kau yakin?”

“,,,,,,”

“apa dia menemui mu hari ini?”

“ya. Tapi aku langsung meninggalkannya”

“mwo!!! Dimana?”

“di sekolah”

“kau gila!!! Kau tau? Gadis itu belum pulang sekarang! Aku sudah menghubungi rumah dan teman-temannya! Tapi tidak ada yang tau dia dimana! Kau bodoh Baekhyun! Diluar hujan deras. Jika ada apa-apa dengannya aku akan memberi mu pelajaran!”

Pip

Kai memutuskan panggilannya. Nafasnya tercekat, Baekhyun merasa dadanya yang mulai sesak. Perasaannya mulai gelisah. Pikirannya melayang kemana-mana. Ia merasa bersalah kepada yeoja itu. Tidak seharusnya Baekhyun meninggalkan Ahyeon tadi.

Baekhyun berdiri dan akan mencari gadis itu.

“kau mau kemana?” tanya gadis penggoda tadi.

Baekhyun menepis tangan yeoja itu kasar, “bukan urusan mu!”

Baekhyun segera berlari keluar dan menuju tempat parkir.

kita percepat saja Ahyeon. Jika itu yang kau inginkan,,, baiklah. Kita berpisah sekarang

Baekhyun berjanji ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu yang buruk terjadi pada yeoja itu.

“kau bodoh Baekhyun!”, Baekhyun memukul stir mobilnya.

Baekhyun sangat menyesal, tidak seharusnya ia memutuskan hubungannya. Ia menyesal karena telah dibutakan dengan amarahnya. Pikiran dan hatinya menjadi gelap. Ia tidak bisa mengendalikan emosinya.

Baekhyun melihat kearah jalanan dengan teliti. Hujan masih turun dan semakin membuatnya merasa gelisah.

“kau dimana hah?”

TBC

98 responses to “You Should Be Mine [Chapter 19]

  1. omona.. Baekhyun jadi player lagi nih ceritanya ?
    kasian juga Baekki, mending kamu sama aku aja *plakkk

  2. ahyeon masih labil yaa..
    menurutku kamu suka sama kai kok cuma memang blum melupakan baekhyun :))

  3. Yaaa >_< author sukses membuatku menangis 😥
    ckup sudah msalah yg d hadapi BaekHyeon. Hiks~ 😥 Kai-a~ pergilah jauh" dari kehidupan Ahyeon.
    itu tadi mksud seorin tidak baik kan thor ? Dia cuma berambisi doang kan ?

    Next reading^^

  4. wahh.
    perang ni. baekhyun udh tau.
    mereka masih pacaran atau bakalan beneran putus???
    susah ya kalo cinta segitiga gitu. aku yg bingung jadinya .

  5. ahyeon,, apa yang terjadi???
    jangan bilang kalo ahyeon masih disekolah..??
    OMG…..
    baek atau kai yang menemukannya lebih dulu?

    oke…
    aku lanjut…..
    hwaiting……….

  6. akhirnya baekhyun tau juga kalau ahyeon d jodohin sm kai
    aaaaah makin seru critanya
    sebenarnya ahyeon kemana
    makin penasaran

  7. deg deg gan parah pas kai bilang yang sebenarnya sama baek. tambah gregetan bacanya.

    ahyeon kamu dimanaaaaa, aduh dua pemuda tampan sedang mencarimu nak (?)

  8. Kalau masih sayang kenapa harus dipaksakan ??? >< Baekhyun gua sebel banget ama elu ^^

  9. Ahyeon kemana thorr ???
    Bakal ketemu kannn ???
    Aduh kasian hubungan baekhyun sama ahyeon jadi hancurr

  10. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo·

  11. Segitu cntanya yh ba3khyin sma ahyeon
    Ampe d jd player lg tp gmmnm donk hti ku dr awal kepincut cmma sma kai
    Kai hrus nemun ahyeon dluan

  12. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog·

  13. Gue mungkin satu”nya reader yg egois pengen ceritanya kaya gini kya gtu, dan sekarang gua jdi kesel sma kai trs baik ke baekhyunnya dan dan balik lgi jadii.. akkhh, kesel sndri deh baca ff ini so confuse, hehee maaf ya thor marah” sndri, tpi aku suka bgt sma ffnya deh ceritanya tuh kya bikin pembacanya jdi muter otak(?) dibuat penasaran, nanti seneng sedih ketawa, udadeh campur.. lanjut okeh(?)>>>

  14. bingung mst kesel sm siapa…aq ksel liat ahyeon yg plin plan,gtu juga sm baek…tp ksian liat mrk smua sm2 mst ngrasain skit…tp,aq lbh gk tega liat pngorbanan kai slma ini buat ahyeon…hadeuuuhh,,,bkin gemes nh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s