[Freelance] NEVER WILL !!! (Chapter 2)

Untitled-2

NEVER WILL !!!

Author:

@ivanpramudya

Main cast: OC’s Ivan, JKT48’s Stella, & OC’s Zul

Support cast: EXO’s Chen, & HKT48’s Tomonaga Mio

Genre:Tragedy, Action || Lenght: Chapter || Rating: PG-15

(Chapter art 2)

******

“Aduh kemana si kalian, kenapa lama sekali” kata Stella yang gelisah.

Tiba-tiba datanglah kedua orang tersebut untuk menculik stella, “Temanmu sudah tewas ditangan kami, sekarang kamu ikut atau tidak aku bunuh beserta ayah dan ibumu seperti teman bisnisnya hahahaha” kata orang misterius yang memakai masker Spongbob.

“Siapa kalian sebenarnya” sambung stella yang berusaha kabur dari tangkapan orang misterius tersebut.

“Lu gak boleh tau, nanti juga lu tau siapa gua sebenarnya” kata orang misterius yang satu sembaring mendekap Stella dengan kain lalu dimasukkan kedalam karung.

Lalu…

Ketika Aku dan Zul sampai didepan kamarnya stella

“kreeeeek” pintu terbuka

“ko gak terkunci ya pintunya, apa jangan-jangan….” Kataku ke Zul.

“coba masuk” kata Zul yang langsung masuk kedalam

”Ternyata benar apa kata kedua orang tadi dia akan menculik Stella supaya dia mudah membunuh keluarganya” ujar ku sambil duduk dilantai.

“apa maksudmu van, aku tidak mengerti?”  Sambung Zul sambil merapihkan kamar Rumah Sakit yang berantakan.

“Ini semua ada kaitannya dengan pembunuhan Teman Bisnis ayahnya Stella, beliau didakwa menjadi tersangka oleh polisi, padahal belum ada bukti yang kuat” sambung sambil merapihkan pecahan gelas yang berceceran dilantai.

“maksudnya stella diculik sama orang suruhan yang sudah membunuh korban?” ulas Zul.

“Sepertinya begitu, tapi kita belum ada bukti yang kongkrit” kataku lagi.

Sedang merapihkan kamarnya stella, tiba-tiba HandPhoneku berbunyi, “Kriiiing Kriiiing”

“Halo, siapa ini” kataku sambil berdiri.

“hahahahahaahaaa, kalian memang bodoh siapa suruh ikut campur masalah kami, sekarang temanmu yang cantik ini sedang ama saya” kata penelpon yang suaranya agak dibuat-buat menyeramkan.

“Dimana lu, balikin Stella sekarang juga” sambungku agak geram.

“situ siapa, presiden ngatur-ngatur. Karena gua lagi baik hati nih gua kasih alamattttnya”

“yaudah dimana alamatnya cepetan kalo kaga gua bisini lu” aku memotong perkataaannya.

“Santai dong bro, lu masih kecil bisa apa. Gua kasih waktu selama 48 jam buat nebus nih anak, kalo gak gua berdua gak segan-segan buat ngebunuh nih orang kaya Teman bisnis bokapnya dia hahaha” kata sang penelpon.

“Ada apa?” kata Zul penasaran.

“ternyata stella diculik sama orang yang sudah menyekapku tadi dikamar mandi” kataku sambil mengambil tas,

“Dreeet Dreeet” HP berbunyi

“ternyata sms dari pelaku, dia menunjukkan denah wilayah dimana stella disekap” kataku lagi

“ayo kita berangkat jangan lama-lama nanti takut terjadi apa-apa dengan stella” ujar Zul sambil membawa tasnya.

Disaat aku dan Zul sudah sampai didepan Rumah Sakit, Ayah dan Ibunya Stella baru sampai. “Om, Tante Ivan sama Zul tidak bisa menjaga Stella jadinya seperti ini deh” kataku sambil meminta maaf.

“Gak papa ko nak, ini juga kesalahn om juga karena om bersikukuh menolak tawaran teman bisnis” sambung om sambil memberikan sebuah kertas yang isinya tentang hal itu dan uang tebusan.

“Lalu bagaimana ini om tante, apakah kita akan menyerah tanpa perlawanan” kata Zul yang waktu agak kesal dengan ulah penculik tadi.

“Yasudah begini saja, kalian punya alamatnya kan” om sambil memberikan mengajak kami ke mobil.

“Ada om, memang kenapa?” kataku dan Zul berbarengan,

“ kalau begitu kalian om tugaskan untuk memyelamatkan Stella dan juga untuk menangkap dalang siapa pembunuhan teman om” sambung om sambil memberikan semua perlengkapan yang sudah dibawanya.

“Ini gak salah om, tapi baiklah kami laksanakan tugas ini” sambungku sambil mengambil barang-barang yang diperlukan.

“wiih tambah kece nih gua pake beginian” kata Zul sambil melihat kekaca mobil.

Saat malam harinya mereka berdua dibantu oleh Chen dan Mio, dia berdua adalah suruhan orangtuanya Stella untuk membantu.

“Begini rencananya, Chen dan Zul kalian lewat pintu belakang, tapi hati-hati disana ada jurang yang terjal lalu pasti disana banyak dipasang perangkap. Sedangkan Mio lewat pintu samping dan bisa juga taklukan musuh diatas loteng dan atap. Sedangkan Aku lewat pintu depan sembaring membawa uang ini jadi keselamatan aku dan stella ada ditangan kalian” Kataku sembaring mengasih denah lokasi yang dikasih oleh Densus 88. “Dan satu lagi hampir kelewatan katanya kita sedang menghadapi burunan polisi yang sangat dicari karena mereka pembunuh bayaran dan juga mereka gak segan-segan untuk menculik anggota keluarga targetnya, begitulah kata pak Sutoyo selaku kepala kepolisian”

“Wihhh semakin tertantang nih, seperti menyelamatkan seorang putri jendral kepolisiian hehe” kata Zul yang sangat bersemangat.

“Ayo move move move” kata Chen.

Beberapa saat kemudian hp berbunyi “Kriiiiing, Kriiiiiing”

“Halo apa kabar bocah ingusan, sudah melewati waktu yang sdah ditentukan, dimana lu sekarang” ucap penculik itu.

“nih gua ada ditempat yang lu perintahin, sekarang dimana stella” sambungku sambil memberikan informasi ke Zul bahwa dia sudah tepat diatas sang penculik.

“hahahaha, sabar dong bocah ingusan nih dia” sambil memberikan telpon ke Stella

“Ivan jangan mau kau ngasih uang tebusan itu, nanti kau akan dibunuh juga”

“Aku gak peduli, walaupun nyawa taruhannya, aku akan tetap menyelamatkanmu” kataku sambil mengambil posisi untuk menyerang.

“ohohohoho berani sekali kau bocah ingusan, cepat dimana lu, gua tungguin sini dilantai 7, cepetan kalau tidak gua abisin nih orang.” Kata sang menculik sambil menendang bangku yang ada disampingnya.

15 menit kemudian, ada pemberitahuan dari Chen “zero 48 jawab ini wers 31”

“ini zero 48 ada apa”

“Musuh dilantai dasar sampai lantai 4 sudah dilumpuhkan”

“Baik aku akan masuk, kalian berjaga-jaga kalau ada apa-apa dilantai 4”

“Baik”

Dilantai 5 aku pun bertemu dengan Teroris-Teroris yang sedang dicari oleh Polisi di 8 Negara. “Wers 31, Sith 75 dan Opix 5 aku mohon panggil bantuan kesini karena banyak sekali musuh” kataku yang waktu itu sedang mengamati situasi dilantai itu.

“Ini aku dan Mio akan kesana” kata Zul yang langsung bergegas ke lantai 5. Setelah sampai dilantai 5 baku tembak pun tak terhindarkan, peluru berterbangan disana sini, korban pun banyak yang berguguran.

“Zul kau bawa Granat lagi tidak” kata Mio.

“Granantnya sudah habis, dan peluruku tinggal sedikit, bagaimana ini?” saut Zul sambil mengisi pelurunya yang tinggal sedikit. Sementara itu aku pun terus berusaha merangsak naik kelantai atas agar bisa menyelamatkan Stella.

“Mio lindungi aku dengan bom asap yang tersisah, biar aku bisa merangsak masuk keruangan itu” kataku sambil memberikan sisa peluru ke Zul dan Mio.

Setelah sampai dilantai 7 aku pun berusaha melumpuhkan musuh yang tersisah disana, setelah selesai aku pun berusaha mencari ruangan dimana Stella disembunyikan. Satu persatu ruangan sudah ku periksa tapi tidak ada seorang pun, kecuali ruangan yang gelap dilorong yang sepertinya jalan buntu. Setelah dicek kembali ternyata…..

-BERSAMBUNG-

Admin note: Mohon maaf untuk FF Freelance chapter ini memang pemain dan bahasa yang digunakan lebih ke indonesia, bukan korea. Jadi mohon maaf dan terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s