You Should Be Mine [Chapter 20-A]

fanfiction 25

Title : You Should Be Mine [Chapter 20-A]

Author: J.A.Y

Genre: Romance, school life

Main Cast:

  1. EXO-K Kai
  2. EXO-K Baekhyun
  3. Jung Ahyeon (OC)

Support Cast:

  1. EXO-M Kris

Rating: PG-16 +

Length: 3,601 word

Disclaimer : FF ini milik saya! Dilarang keras mengcopy paste/plagiat FF ini. Ini FF pertama yang author buat. Jadi mungkin jika ada kekurangan tolong tinggalkan komentar agar author bisa mengkoreksi letak kesalahan nya dimana aja. FF ini juga sudah pernah diterbitkan di www.saykoreanfanfiction.wordpress.com www.readfanfiction.wordpress.com www.kpopsotoybanget.wordpress.com www.highschoolfanfiction.wordpress.com  dan di page Facebook https://www.facebook.com/EXOFanFiction?ref=ts&fref=ts Terimakasih~ 😀

 

Happy Reading ^^

***********

You clearly are there, you still remain there just the same
I remember the pictures that I forgot all this time, small tremblings gush out of my body
It’s a bit sad that I can’t go back to those times

How much did you change while the clock’s springs were turning
I turned the last page that is written about you
But I have no courage to read it, I will erase the sad words
Our story is not be over
Because we will meet again

[Preview]

“kau gila!!! Kau tau? Gadis itu belum pulang sekarang! Aku sudah menghubungi rumah dan teman-temannya! Tapi tidak ada yang tau dia dimana! Kau bodoh Baekhyun! Diluar hujan deras. Jika ada apa-apa dengannya aku akan memberi mu pelajaran!”

Pip

Kai memutuskan panggilannya. Nafasnya tercekat, Baekhyun merasa dadanya yang mulai sesak. Perasaannya mulai gelisah. Pikirannya melayang kemana-mana. Ia merasa bersalah kepada yeoja itu. Tidak seharusnya Baekhyun meninggalkan Ahyeon tadi.

Baekhyun berdiri dan akan mencari gadis itu.

“kau mau kemana?” tanya gadis penggoda tadi.

Baekhyun menepis tangan yeoja itu kasar, “bukan urusan mu!”

Baekhyun segera berlari keluar dan menuju tempat parkir.

kita percepat saja Ahyeon. Jika itu yang kau inginkan,,, baiklah. Kita berpisah sekarang

Baekhyun berjanji ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika sesuatu yang buruk terjadi pada yeoja itu.

“kau bodoh Baekhyun!”, Baekhyun memukul stir mobilnya.

Baekhyun sangat menyesal, tidak seharusnya ia memutuskan hubungannya. Ia menyesal karena telah dibutakan dengan amarahnya. Pikiran dan hatinya menjadi gelap. Ia tidak bisa mengendalikan emosinya.

Baekhyun melihat kearah jalanan dengan teliti. Hujan masih turun dan semakin membuatnya merasa gelisah.

“kau dimana hah?”

 [Preview End]

-You Should Be Mine-

Kris menghampiri seorang wanita yang sedang meneguk wine langsung dari botol. Wanita yang berpakaian ketat berwarna coklat tua menarik perhatian Kris. Bukan perhatian biasa yang membuatnya merasa tertarik. Tapi karena yeoja itu 15 menit yang lalu adalah teman ‘bermain’ Baekhyun di club ini.

Saat wanita itu sedang meminum winenya, Kris segera mengambil botol itu dan meletakannya diatas meja. Namja itu tersenyum manis dan duduk disebelah yeoja itu.

“kau sedang sendiri, tidak bagus jika kau mabuk”

Gadis itu hanya mendengus kesal kearah lain.

“kemana teman mu tadi?” tanya Kris.

“siapa?”, yeoja itu menoleh kearah Kris dengan alis yang bertautan.

“laki-laki yang menemani mu tadi”

Yeoja itu terkekeh kecil, “kau mengawasi kami?”

Kris menyenderkan punggungnya di sandaran sofa, “hanya tidak sengaja melihat”

“dia pergi” ucap yeoja itu.

Kris memberikan segelas wine penuh kepada wanita itu, “ku fikir dia adalah pacar mu”

Yeoja itu menerima gelas dari Kris dan meminumnya, “kami berdua sama-sama sedang sendiri. Hanya berusaha menikmati malam bersama”

Kris mengernyit kan dahinya, “sendiri?”

“dia bilang tidak punya pacar. Jadi aku berani menggodanya tadi”

Sekarang Kris tau. Ini akan menjadi berita yang bagus untuk Kai. Pantas Baekhyun bersikap dingin seharian ini. Ternyata pria itu sudah berpisah dengan pasangannya. Kris bangun dari duduknya dan akan beranjak pergi.

“kau juga mau pergi”

Kris memandang rendah gadis itu, “aku sudah mendapatkan yang ku butuhkan”

Kemudian Kris berjalan menjauh dari tempat yeoja penggoda itu.

-You Should Be Mine-

Kai memutuskan hubungan telfonnya dengan Baekhyun. Percuma saja bicara dengan laki-laki itu. Nada bicara Baekhyun seperti tidak ada rasa khawatir sama sekali. Mungkin Baekhyun sudah tidak peduli. Namja itu meremas ponselnya dan mengambil jaket nya yang tersampirkan di gantungan pintu. Ia keluar dari kamarnya dan baru akan membuka pintu. Satu tempat yang terfikirkannya saat ini ada sekolah. Kai tidak tau berapa besar kemungkinannya bisa menemukan yeoja itu disana. Baru ia akan membuka pintu, dirinya terkejut ketika ada orang lain yang membuka pintunya.

“Ahyeon-a”

Mata Kai terkejut menulusuri keadaan Ahyeon dari atas sampai bawah. Wajahnya yang sangat pucat lusuh, bibirnya yang sedikit membiru, rambut dan seragamnya juga basah. Kai menghampiri gadis itu dan memegang bahunya.

“kau darimana eoh??”

Bahunya terasa dingin. Kai yakin Ahyeon pasti sudah berada di bawah guyuran hujan selama berjam-jam.

Ahyeon tidak memandang Kai sedikit pun. Pandangannya sangat kosong dan lurus ke pintu kamarnya, “menemui appa” ucapnya pelan.

Kai mengernyit dahinya. Ia tidak mengerti dengan maksud Ahyeon, “kau membuat ku khawatir. Kau tau di luar hujan dan-“

“aku lelah. Boleh aku kekamar sekarang?” tanya Ahyeon memotong kalimat Kai dengan suaranya yang serak dan tipis.

Kai menghela nafasnya pelan. Ia melepas pegangan tangannya di bahu Ahyeon, “akan ku buatkan sup hangat untuk mu”

Gadis itu menggeleng lemah, “tidak usah. Aku ingin langsung tidur” ucap Ahyeon dan langsung pergi kekamarnya.

Kai mengekori punggung Ahyeon dengan matanya. Ia mengusap-usapkan wajahnya kasar. Pasti ada yang terjadi dengan gadis itu. Namja itu menggeleng kan kepalanya pelan, bukan saat nya ia memikirkan masalah itu dulu. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan mengirimi pesan singkat ke Baekhyun.

To: Baekhyun

Subject:-

Dia sudah pulang. Kau tidak perlu membuang waktu mu untuk mencarinya

-Di jalan-

Baekhyun meneliti bahu jalanan yang sepi. Tidak ada secercah harapan yang bisa membuat hatinya menjadi tenang. Ia terus mencengram stir mobilnya dengan kuat. Hanya terus bertanya sendiri kepada dirinya,

Dimana?

Dimana ia bisa menemukan Ahyeon. Baekhyun menelusuri setiap jalan dari sekolahnya sampai ke rumah gadis itu.

Dddrrrttt,,, dddrrrttt

Ponselnya berbunyi di samping kursi pemudi. Baekhyun menurunkan kecepatan mobilnya dan meraih ponselnya.

From: Kai

Subject:-

Dia sudah pulang. Kau tidak perlu membuang waktu mu untuk mencarinya

Baekhyun menghela nafas leganya. Tanpa berfikir lama, ia segera memutar arah jalannya menuju apartemen gadis itu.

-You Should Be Mine-

Kai mengetuk pintu kamar Ahyeon pelan dan membukanya. Dilihatnya Ahyeon sudah tertidur lelap di tempat tidurnya. Kai melangkah masuk dan menghampiri gadis itu. Keadaannya sudah lebih baik, Ahyeon sudah membersihkan tubuhnya dan mengenakan pakaian tidurnya. Kai duduk di samping gadis itu dan menyentuh pipi nya pelan.

Ahyeon merasa ada yang membangunkannya, ia membuka matanya sedikit dan melihat Kai yang sedang tersenyum kearahnya.

“kau harus makan dulu” ucap laki-laki itu lembut.

Ahyeon menggeleng pelan dan memejamkan matanya lagi, “shirreo”

Kai menghela nafasnya pelan, “kau belum makan kan? Aku sudah menghangatkan sayurnya”

Ahyeon memiringkan tubuhnya dan membelakangi Kai. Ia menarik selimutnya lebih keatas dan menutupi setengah wajahnya, “aku lelah dan tidak lapar”

Kai beranjak berdiri dan memutari sisi tempat tidur Ahyeon. Ia lalu membaringkan tubuhnya di samping gadis itu, “kalau begitu aku akan tidur disini”

Tidak ada respon apapun. Kai mengangkat alisnya bingung. Biasanya Ahyeon akan berteriak kepadanya. Ia hanya memandang wajah gadis itu lamat. Sepertinya Ahyeon benar-benar sangat lelah.

-You Should Be Mine-

Ting

Pintu lift terbuka. Baekhyun segera berlari menuju apartemen Ahyeon. Baekhyun tidak akan merasa tenang jika belum melihat keadaan gadis itu. Nafasnya terengah-engah saat didepan pintu. Ia lalu menekan bel apartemen itu beberapa kali.

Kai terbangun saat mendengar suara bel berbunyi. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali dan melihat keadaan sekitar. Ia melihat ke samping nya dan mendapati Ahyeon sudah tertidur pulas. Kai tidak sadar jika ia sudah ketiduran di kamar gadis itu.

Namja berjalan keluar kamar dengan mata yang setengah terpejam dan menuju pintu utama. Tangannya meraih knop pintu dan membukanya.

“mana dia?”, matanya langsung terbuka sempurna saat Baekhyun menerobos masuk kedalam dan menabrak bahunya.

“dia ada dikamar?” tanya Baekhyun sambil menuju kamar Ahyeon.

Kai segera tersadar dan mencegah Baekhyun. Ia menahan tangan Baekhyun dan memblokir jalannya.

“dia sudah tidur, jangan membangunkannya”

Baekhyun memandang tajam Kai dan menepis tangannya kasar, “aku ingin melihatnya”

Baekhyun menyingkirkan Kai yang menghalangi jalannya. Ia lalu membuka pelan pintu kamar Ahyeon. Begitu pintu kamar terbuka, tatapannya berubah menjadi sendu saat melihat gadis itu sudah tertidur nyenyak. Baekhyun melangkah masuk lebih dalam dan menghampiri Ahyeon.

“yeon-a” panggil Baekhyun lembut sambil mengelus pelan rambut gadis itu.

Ahyeon bergerak gelisah dalam tidur nya. Ia mendengar suara Baekhyun memanggilnya. Ia bisa merasakan Baekhyun yang mengusap puncak kepalanya lembut. Ia merasakan kehadiran Baekhyun disebelahnya.

Tapi, gadis itu enggan melihatnya sekarang, ia membalik posisi tidurnya membelakangi Baekhyun.

Baekhyun mengangkat tangannya saat Ahyeon membelakanginya. Ia memandang punggung Ahyeon dengan rasa bersalah.

Kai masuk kedalam kamar dan melihat tangan Ahyeon yang sedang meremas ujung selimutnya. Gadis itu semakin membenamkan kepalanya seakan tidak mau melihat orang yang terduduk di belakangnya.

“hyung” panggil Kai pelan.

Baekhyun pura-pura tidak mendengar Kai, “bangunlah Yeon-a. Aku ada disini” ucap Baekhyun sambil memegangi pundak Ahyeon.

“hyung” panggil Kai lagi.

Kali ini Kai tidak tinggal diam. Ia masuk kedalam dan menyeret Baekhyun keluar kamar.

Ahyeon memejamkan matanya semakin kuat. Buliran air berwarna bening itu kembali keluar dari matanya.

Kai menyeret Baekhyun keluar dari apartemen. Ia sedikit menutup pintu dengan kasar dan menyudutkan Baekhyun di tembok. Ia tidak peduli jika ada kamera CCTV yang sedang mengawasi mereka berdua dan dianggap akan memicu keributan.

Kai mencengkram kerah Baekhyun kuat. Kini giliran ia yang menatap tajam Baekhyun.

“aku yakin kau yang membuatnya seperti ini. Sudah ku bilang jangan salahkan dirinya”, Kai semakin mengeraskan rahangnya, “kau bodoh hyung”

Baekhyun menatap datar Kai yang sedang mati-matian menahan emosinya, “lepaskan tangan mu” desis Baekhyun.

Kai memiringkan senyumnya dan semakin mencengkram kerah Baekhyun, “kau akan menyesal”

Kai melepas cengkramannya kasar, “jangan muncul lagi didepannya”

Kai berbalik dan kembali masuk kedalam apartemen. Tubuh Baekhyun seakan tidak bertenaga lagi dan punggungnya jatuh perlahan kelantai. Baekhyun mengepalkan tangannya dan mengadahkan kepalanya. Ia menarik nafas dalam dan memejamkan matanya sebentar.

Kai membuka pintu kamar Ahyeon untuk melihat keadaannya yeoja itu. Semakin dekat langkah kakinya ia semakin jelas melihat jejak basah di sudut mata gadis itu.

“aku tau kau tidak tidur” ucap Kai.

Ahyeon mulai membuka matanya perlahan, “apa dia sudah pergi?” ucapnya lirih.

Kai merangkak naik ke sebelah Ahyeon dan duduk bersandar pada headboard tempat tidur, “kau menangis lagi?” ujarnya lembut.

Kai mengelus pelan puncak kepala gadis itu dengan penuh sayang.

“oppa?”

Kai terhenyak mendengar Ahyeon yang memanggilnya. Ia menghentikan aktifitas tangannya di kepala gadis itu.

“Kai oppa” ucap Ahyeon lirih.  Ia mulai mengadahkan kepalanya memandang Kai lembut, “boleh aku memeluk mu?”

Kai terdiam. Ia menatap kedua mata Ahyeon yang basah. Perasaannya begitu sakit ketika melihat gadis itu yang mengeluarkan airmatanya untuk pria lain. Ia tidak tau apa yang terjadi dengan Baekhyun dan Ahyeon setelah kemarin malam. Tanpa berpikir lama lagi Kai merebahkan tubuhnya di samping gadis itu. Kai mendekatkan kepala Ahyeon dan memeluk punggung yeoja itu lembut. Ia akan terus memberikan pelukan hangat nya sampai yeoja itu bisa tertidur tenang. Tidak masalah jika ia harus berjaga semalaman.

Ahyeon semakin membenamkan kepalanya di dada Kai. Ia bisa mendengar detak jantung pria itu di telinganya. Ahyeon sudah sangat lelah untuk hari ini. Kaki nya, tangannya, tubuhnya, pikirannya, dan hatinya, semuanya.

“kami berpisah” ucap Ahyeon pelan.

“eumm??” gumam Kai. Ia tidak terlalu mendengar suara Ahyeon.

“aku takut”, Ahyeon meremas baju yang di kenakan Kai.

Kai menghela nafasnya, “aku disini. tenanglah” ucapnya sambil mengusap-usap punggung Ahyeon.

Hujan masih tetap setia menemani kota Seoul. Hanya hujan biasa tanpa di sertai petir yang mengiringi malam ini. Kai semakin mengeratkan pelukannya.

Ini yang terahkir

Ia janji ini yang terahkir Ahyeon akan menangis. Ia akan benar-benar teguh pada keputusan yang sudah dibuatnya jauh-jauh hari. Jika Ahyeon tidak bisa mengeluarkan Baekhyun dari hatinya, maka Kai sendiri yang akan mengeluarkan paksa nama Baekhyun dari hati yeoja ini. Kai tidak akan membiarkan Baekhyun kembali mendekati Ahyeon.

-You Should Be Mine-

Gumpalan awan berwarna abu-abu menutupi cahaya matahari yang seharusnya menyinari kota Seoul pagi ini. Ahkir-ahkir ini cuaca suka berubah-ubah dengan sendirinya. Sepertinya itu akan terus berlanjut untuk hari ini. Tidak ada sinar matahari hangat yang menemani aktivitas orang-orang pagi ini.

Kai merasakan kehangatan yang ia rasakan di tubuhnya. Sangat hangat. Matanya masih tertutup rapat. Ia menarik sudut bibirnya, tersenyum. Kehangatan ini bukan berasal dari selimut yang ia pakai semalam, tapi dari orang yang ada dipelukannya sekarang. Ia semakin mengeratkan pelukannya dan membuat gadis itu bergumam kecil dalam tidurnya.

*****

Ahyeon bermain-main dengan balon-balon yang mengelilinginya di dalam mobil. Balon itu diikat menjadi satu dan dibiarkan melayang di atap mobil. Ia dan appanya baru saja mendatangi perayaan festival musim semi di dekat daerah Gyeongi-do. Gadis kecil itu sekali-kali memainkan balon yang berwarna-warni itu didalam mobil.

Ketika sedang memainkan balon itu, matanya menangkap sebuah gambar lucu yang tercetak di salah satu balon. Ahyeon menurunkan balon itu dan memperhatikan dengan seksama. Dahi nya lalu berkerut dan membandingkan balon itu dengan balon yang lainnya. Hanya ada satu balon yang berbeda diantara yang lainnya.

“appa, ini apa?” tanya Ahyeon kepada appanya yang sedang menyetir.

“itu balon kan?” jawab appa nya yang sedang serius melihat jalan.

“ada gambarnya appa, aku tidak tau ini gambar apa?” tanyanya lagi. Appa nya sudah tidak mendengar pertanyaan dari putri kecilnya itu. Ia terlalu sibuk dan fokus dengan jalanan licin yang ada didepannya.

“appa!”, Ahyeon berdiri dari duduk nya dan memegang sandaran kepala pada kursi pemudi appa nya.

“appa, lihat ini” tanya nya sambil menunjukan balon yang bertali itu ke wajah appa nya.

“nanti sayang, appa tidak bisa melihat jalan-“, Tuan Jung menyingkirkan balon itu yang menutupi wajahnya dari jalanan. Tepat saat balon itu berhasil ia singkirkan, matanya terbelalak saat melihat sebuah truk besar didepannya.

“appaaaa!!!!” teriak Ahyeon.

******

Ahyeon meremas pakaian Kai kuat. Gumaman kecilnya semakin terdengar oleh Kai. Kai bangun dan merendahkan kepalanya. Ia merasakan Ahyeon yang mulai bergerak gelisah dalam pelukannya. Kedua matanya masih terpejam rapat-rapat. Keringat bercucuran dari dahi gadis itu. Wajahnya sangat pucat. Ia merasa punggung gadis itu yang hangat.

“baby-a”, Kai menyentuh pipi gadis itu lembut. Kai merasa aneh dengan ini. Ia merasa suhu tubuh gadis itu yang terasa panas. Kai semakin merengkuh pipi Ahyeon dengan tangannya dan mencoba membangunkannya, “Ahyeon-a”

Gadis itu semakin bergerak gelisah. Entah apa yang terjadi padanya. Ia seakan masih terjebak kedalam mimpi yang buruk itu. Rasanya sangat sulit untuk melepaskan dirinya sendiri.

“yaa~ Ahyeon-a”, Kai mengguncang-guncangkan pelan bahu Ahyeon.

Matanya terbuka seketika. Nafasnya memburu seperti orang yang habis berlari jauh. Ia berusaha merasakan dirinya bahwa sudah berada di dunia nyata.

Kai mengangkat alisnya mengamati gadis itu, “kau tidak papa?”

Ahyeon melepas cengkramannya dari baju Kai. Ia menarik kepalanya menjauh dan menatapi Kai dengan bingung, “kenapa kau disini?”

“aku tidur disini semalam”

“a,,apa?”, Ahyeon berfikir sebentar. Tidak lama kemudian ia mulai sadar dengan sesuatu. Ahyeon memeriksa keadaan dirinya sendiri di balik selimut. Ia menghela nafas leganya saat melihat dirinya yang masih berpakaian lengkap, tidak kurang satu pun.

Ia kembali menoleh kearah Kai, “kenapa kau bisa tidur disini?”

Kai mendatari tatapannya. Ia tidak percaya Ahyeon dengan cepatnya bisa lupa dengan permintaannya sendiri semalam. Mungkin saat berada diluar kepala gadis itu telah terbentur sesuatu. Jelas-jelas Ahyeon sendiri yang menahannya di kamar ini.

“kau tidak ingat?” tanya Kai.

Ahyeon menggeleng pelan.

“kau semalam memelukku sangat erat, sampai-sampai aku tidak bisa menggerakkan tubuhku sedikit pun” jelas Kai.

Bukannya mengerti Ahyeon justru semakin bingung, “aku memeluk mu?”

“aisshh! Sudahlah”

“kenapa kau tidak melepas ku?”

“bagaimana bisa aku melepas? Sedikit saja aku bergerak kau akan semakin mencengkram baju ku seperti ini, seperti ini,,,,” ucap Kai sambil meremas bajunya sendiri, sama persis yang Ahyeon lakukan semalam.

Gadis itu memincingkan matanya dengan penuh pencurigaan, “benarkah?”

Kai menghela nafasnya. Ia bangun seraya mengacak-acak rambutnya sendiri, “sudah lah, aku seperti berbicara kepada nenek pikun”

Mata Ahyeon membulat saat Kai menyindirnya. Ia bangun dan akan melempari Kai dengan bantal tidurnya, “mwo!!”

Kai segera berlari keluar kamar untuk melindungi dirinya.

Setelah pria itu keluar Ahyeon justru tersenyum. Ia hanya berpura-pura lupa didepan pria itu “gomawo” ucapnya pelan.

-You Should Be Mine-

Baekhyun melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 8 pagi. Matanya belum terpejam sama sekali sejak semalam. Kepalanya terus ia sandar kan pada tembok putih di samping pintu. Ia tidak peduli bagaimana pandangan orang yang melewatinya dan menatap nya aneh. Sebelum bertemu dengan gadis itu dia tidak akan pergi dari tempatnya.

Ahyeon menuang air putihnya kedalam gelas. Hanya untuk menuang air seperti itu, keringat dingin keluar membasahi dahinya. Ia menghentikan aktivitasnya dan memejamkan matanya sebentar untuk memfokuskan pandangannya. Tangannya berpegang pada sudut meja untuk menyeimbangkan tubuhnya.

Kai menutup pintu kamarnya sambil membaca pesan singkat dari Kris.

“ahhhkk!” rintih Ahyeon.

Pandangannya langsung beralih ke arah Ahyeon yang sedang memegang kepalanya. Gadis itu nampak meringis pelan dan terlihat jelas ia sedang kesakitan. Kai tidak tinggal diam. Ia segera berlari kecil menghampiri Ahyeon yang sedang berada di dapur.

Kepalanya tiba-tiba terasa sangat pusing. Pandangannya sudah mulai gelap dan nafas nya seakan tercekat di kerongkongannya. Ahyeon semakin memegang kuat sudut meja untuk mempertahankan posisi nya, tapi tidak bisa. Tubuhnya seakan tidak lagi bertenaga bahkan hanya untuk tetap berdiri.

Saat tubuh gadis itu benar-benar akan jatuh, Kai dengan cepat menahannya dari sisi samping. Ahyeon sudah tidak sadar kan diri dan itu berhasil membuat Kai menjadi panik. Wajahnya yeoja itu bahkan lebih pucat dari tadi pagi. Kai bisa merasakan suhu tubuh Ahyeon yang memanas.

Kai semakin panik saat memegang dahi yeoja itu yang terasa panas. Ahyeon sedang tidak dalam keadaan sehat sekarang. Kai tidak akan membuang waktu untuk hal yang tidak berguna seperti ini. Ia segera mengangkat tubuh kecil gadis itu dan membawanya kerumah sakit.

Baekhyun segera beranjak dari duduk nya saat mendengar suara pintu terbuka disebelahnya. Matanya terbelalak saat melihat Kai yang sedang membawa Ahyeon dengan terburu-buru. Ia menghentikan langkah Kai dan memegang lengan pria itu.

“ada apa dengannya?” tanya Baekhyun. Terlihat jelas dari raut wajahnya, Baekhyun sangat cemas melihat yeoja yang ada digendongan Kai.

Kai sedikit kaget saat melihat Baekhyun yang ada di depannya, “kau belum pergi?”

“aku tanya apa yang terjadi padanya?” tanya Baekhyun lagi.

Kai segera tersadar dan mengingat tujuan utamanya, “dia sakit. Aku akan membawanya kerumah sakit” ucap nya dan pergi meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun tidak tinggal diam begitu saja. Ia segera mengikuti Kai yang sudah jauh didepannya.

-You Should Be Mine-

Dirumah sakit, Kai menunggu dengan cemas di tempat duduk nya. Sementara Baekhyun, pria itu terlihat lebih khawatir dari Kai. Sudah tidak terhitung berapa kali jumlahnya ia berjalan bolak-balik didepan ruang pemeriksaan.

Kai melihat Baekhyun dengan risihnya, “duduklah hyung”

Baekhyun tidak memperdulikan Kai yang berbicara kepadanya.

“ini pasti karena dirimu” ucap Kai lagi.

Baekhyun memandang Kai dengan malas, “aku tau, ini semua kesalahan ku”

“kau sudah berpisah darinya kan? Lalu untuk apa kau masih memperdulikannya”

Baekhyun mulai mendinginkan tatapannya seperti kemarin, “darimana kau tau?”

Kedua namja itu saling bertatap mata dengan tajam. Tapi tajamnya tatapan Kai lebih mendominasi di bandingkan Baekhyun. Ia mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya kuat.

“kau mencium hoobae mu di tengah lapangan, bahkan kau mencium seorang yeoja penggoda di club semalam”

“darimana kau tau?”

“tidak perlu tau. Aku hanya berterima kasih pada orang itu karena telah memberitau ku tentang ini”

Kai bangun dan menghampiri Baekhyun. Ia berdiri tepat didepan pria itu, “namja macam apa kau yang membiarkan yeojachingu nya kehujanan berjam-jam di luar, pulang dalam keadaan basah dan bahkan dengan kehadiran mu saja kau telah membuat nya menangis. Tapi kau? Kau malah asik-asik kan dengan yeoja lain di club, cih,,,”

“diam kau” desis Baekhyun sambil mencengkram baju Kai.

“kau sudah melepasnya hyung. Kalian bukan siapa-siapa lagi sekarang”

“kau…..” ucapan Baekhyun terpotong ketika pintu di belakangnya sudah dibuka oleh dokter.

Baekhyun melepas cengkramannya dan membalik tubuhnya menghadap dokter itu.

“siapa walinya?” tanya dokter Kim.

“eomma nya sedang dalam perjalanan kesini” jawab Kai.

“kalian berdua ada hubungan keluarga dengan pasien?”

“aku calon suaminya” sergah Kai.

Dokter itu sedikit terkejut dengan ucapan Kai. Ia melihat Kai baik-baik dari atas sampai bawah. Dokter itu sedikit meragukan ucapan Kai.

“bagaimana keadaannya?” tanya Baekhyun.

“ahh~ dia tidak papa. Hanya demam biasa. Tidak perlu dirawat inap hanya buth istirahat biasa”

Kai dan Baekhyun menghela nafas lega.

“apa dia sudah boleh di jenguk?” tanya Kai.

“tentu saja. Dia sudah sadar. Setelah infusnya habis dia sudah boleh pulang”

“terima kasih uilsa” ucap Kai.

Dokter itu tersenyum dan berjalan pergi meninggalkan Kai dan Baekhyun.

Tanpa menunggu lama lagi Kai segera masuk tanpa memperdulikan Baekhyun. Dengan cepat Baekhyun menahan tangan Kai dan membalik tubuh namja itu kearah nya, “aku yang akan menemuinya. Aku akan berbicara kepadanya”

Kai memiringkan senyum nya dan memandang rendah Baekhyun, “kita lihat, apa dia masih ingin bertemu dengan mu lagi atau tidak”

Baekhyun melepaskan tangannya di lengan Kai. Ia segera masuk mendahului pria itu di ambang pintu.

Ahyeon menoleh saat merasa ada kehadiran orang lain yang menghampirinya. Ia segera membuang wajahnya saat melihat Baekhyun yang sedang berjalan mendekat kearahnya. Raut wajah Baekhyun terlihat sangat khawatir ketika melihatnya.

“Ahyeon-a”

Ahyeon tidak menjawab. Ia lebih memilih melihat pemandangan di luar jendela.

“chagia”

Ahyeon tersentak kaget ketika Baekhyun menggenggam tangannya. Ahyeon segera menarik tangannya tapi Baekhyun dengan kuat menahannya agar tidak terlepas.

“apa yang kau mau?” ucap Ahyeon.

Baekhyun menatap dalam mata gadis itu, “maaf”

“pergilah”

“tidak, sebelum kau memaafkan ku”

“kau tidak salah oppa. Jangan meminta maaf kepadaku. Kau benar, cepat atau lambat kita akan berpisah,,,”, Ahyeon berusaha menahan air matanya yang selalu ingin jatuh di depan Baekhyun, “kita percepat saja semua nya sekarang-“

“tidak” sergah Baekhyun, “aku tidak mau kita berpisah-“

Brakk

Kalimat Baekhyun terputus ketika mendengar suara pintu yang terbuka. Keduanya sama-sama menoleh kearah pintu.

“eomma,,,” ucap Ahyeon.

Baekhyun segera melepas genggamannya ketika melihat kedatangan wanita paruh baya itu.

“kau tidak papa?” tanya nyonya Jung sambil memeriksa kondisi putrinya. Tidak lama dari kedatangan nyonya Jung, Kai datang menghampiri Ahyeon dengan senyumannya.

Nyonya Jung melihat kehadiran orang lain dari sudut matanya. Ia lalu menoleh kearah Baekhyun dengan alis yang terangkat. Bukan karena bingung, melainkan terkejut. Wanita itu terkejut melihat Baekhyun yang sedang berdiri di depannya. Baekhyun merasa tidak enak diperhatikan seperti itu dengan nyonya Jung. Dengan segera ia membungkuk hormat dan memperkenalkan dirinya di hadapan nyonya Jung.

“annyeonghaseyo, choneun Baekhyun imnida”

Ahyeon menoleh terkejut kearah Baekhyun kemudian matanya beralih lagi kearah eommanya. Dengan was-was ia memperhatikan ekspresi eommanya yang perlahan mulai berubah.

“eomma”

Eommanya tidak memperdulikan Ahyeon. Ia justru lebih tertarik melihat Baekhyun yang dengan ringannya memperkenalkan diri di depannya.

“Baekhyun?” tanya nyonya Jung.

“ne”

Kedua mata wanita itu beralih ke putrinya, “kita sudah berbicara tentang ini kan nona Jung?”

Ahyeon menunduk takut, gadis itu mulai meremas ujung selimutnya.

Nyonya Jung menghela nafasnya melihat reaksi putrinya. Tidak ada gunanya berbicara pada putrinya sekarang. Ia berbalik dan berjalan pergi keluar. Ia akan berbicara lagi setelah putrinya keluar dari rumah sakit.

“ahjumma,,” ucap Kai yang segera mengikuti nyonya Jung.

Baekhyun merasa ada yang aneh dengan nyonya Jung. Ia memandang Ahyeon yang masih menundukkan kepalannya.

“kau tidak papa?” tanya Baekhyun.

Ahyeon sudah tidak bisa menahannya lagi. Ia menangis sambil tetap menunduk memandangi selimut putihnya.

Baekhyun panik ketika melihat airmata Ahyeon yang turun membasahi pipi yeoja itu. Ia memegang pundaknya pelan dan merendahkan kepalanya agar sejajar dengan pandangan Ahyeon.

“kau kenapa eoh?” tanya Baekhyun khawatir.

“kenapa? Kenapa kau menyebutkan namamu?” ucap Ahyeon.

“apa?”

“seharusnya jangan lakukan itu”, Ahyeon memandang Baekhyun yang terlihat bingung, “eomma akan semakin mendesakku”

“apa yang kau bicarakan?”

“aku berusaha menyembunyikan ini darimu”

“sebenarnya apa yang kau katakan?”

“kau tidak tau! Eomma akan menyuruh ku untuk memutuskan mu oppa! Aku tidak mau melakukan itu,,,”, bahunya bergetar hebat. Ia tidak bisa menahan perasaan nya lebih lama. Terus dan terus menyembunyikan hal ini dari Baekhyun. Ini akan membuat Baekhyun merasa sakit nanti.

Baekhyun tercengang mendengarnya. Ia tidak tau jika Ahyeon juga menyembunyikan hal ini darinya. Entahlah, ia merasa perasaan sakit itu datang lagi menghampiri hatinya. Tapi di sisi lain ia juga merasa senang karena Ahyeon tetap mempertahankannya selama ini.

“aku tau kau tidak akan melakukannya”, Baekhyun mengusap air mata yeoja itu dengan ibu jarinya lembut. Baekhyun menatap mata Ahyeon dalam-dalam, “jangan pernah melakukannya”

Ahyeon hanya menatap mata Baekhyun diam. Sampai ahkirnya ia merasa jarak wajah Baekhyun yang semakin mendekat kearahnya. Hembusan nafas Baekhyun sudah terasa hangat di pipinya. Sedetik kemudian Baekhyun sudah dengan sempurna menempelkan bibirnya di bibir gadis itu. Ahyeon tidak tau apa yang harus di lakukannya. Dengan perlahan ia juga mulai ikut memejamkan matanya rapat.

TBC

Pasti kependekan? Iya, aku tau. Ini bikinnya buru-buru tadi. Setengahnya lagi masih ada di dalem otak. Jadi sabarlah menunggu ya 🙂 Karena banyak yang minta tadi, aku jadi nggak tega buat nolak. Jadi maaf kalo nggak memuaskan kalian ne 😦

100 responses to “You Should Be Mine [Chapter 20-A]

  1. Baekhyun~ malangnya nasibmu. Gk di dunia nyata gk d dunia maya kau slalu bernasib buruk 😥
    jadi keinget perlakuan staff S.M ke Baekki tempo hari thor 😦

    geureh~ next reading^^

  2. ck , Si Ahyeon plinplan , pilih Salah satu dong , sama ini nyaman sama itu nyaman trus milih siapa ? -_- ,pilih Kai lah , dia yg paling pengertian ! lupain Baekhyun

  3. baekhyun ijal eeee…
    udh di putusin. eh sekarang malah ngedeketin ahyeol lagi.
    iklasin aja kai sama ahyeon.
    kasian kai di jadiin cadangan gitu

  4. Sediiihhnyaa
    sampe nangis
    jangan ada fikiran utk final endingnyaa yaa chingu
    keep writing your precious story! 🙂 fighting

  5. wah makin rumit nih
    bukanya baekhyun dah putus sm ahyeon knp d akhir baekhyun kayaknya mau nyium ahyeon deh
    wah kai jangan sampai tau tuh
    makin penasaran lanjut bc chap selanjutnya

  6. aku pengen banget jadi ahyeon, sumpah tuh cewe beruntung banget jadi rebutan sama cowo kece :v

    aku kasian juga sama kai, dia kayak gak dianggap gitu sama ahyeon yahh walaupun ahyeon terlihat udah mulai suka juga sama kai. tapi tetep aja aku nyes gitu. feelnya dapat banget kalo di bagian kai.

    apalagi ini. kalo sekali lagi kai liat baek sama ahyeon ciouman, pasti dia sakit hati deh.

  7. Ahyeon ama Baekhyun plin plan -_- Kemarennya blang dh putus eh esoknya fh main ciuman aja >< Ntar ada yang thakit loh #Lirik kai

  8. Ahyeon milih siapaaaa sih ??? Baekhyun apa kai
    Kasian ya ahyeon dia yg megang beban semua
    Aku sih berharap ahyeon sama baekhyun hehehehe
    Mama ahyeon jahat ya

  9. Pingback: rekomendasi ff exo berchapter | choihyunyoo·

  10. Smpe skrng aq msh blm bsa lepasn ne crta. Mu d potong d trusin bsk pas d matin pasti kpikiran bka lagi terusin lagi hahaahahah
    Km pke mahnet app sehhh smpe2 aq gl lepas bacanya hahhahaha
    Aq sukaaa dehhhhh

  11. Pingback: rekomendasi ff EXO berchapter part 1 | choihyunyoo111's Blog·

  12. Ahyeon tuh labil egois apa gk enk sih? ahh jgn gantung gni dong, nebak ini nebak itu ternyata gk ada yg bnr sna tebakan sndri huft wkwk.. lbh baik sih ahyeon sma baekhyun aja, dri pda kai yg egois, kqi tuh baik apa modus dehh bingungin bgt, makin penasaran nihh, lanjut ya thor>>

  13. Ahyeon…sbenarnya siapa yg ada dihatimu?? Jgn plin plan…kai buat aq aja #PLAK
    Hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s