[Freelance] My Brother Is A Psycho (Part 1)

index

Title : My Brother Is A Psycho

Main cast :

Jung Yoon hee (OC)                   a.k.a                Yoonhee

Kwak Young Min  (Nu’est)       a.k.a                Aron

Suport Cast :

Juniel                                a.k.a                Juniel

Jung Yun Ho (TVXQ)    a.k.a                Yunho

Choi Min Ki (Nu’est)      a.k.a                Ren

Jung Jessica  (SNSD)      a.k.a                Jessica

Genre :

Sadnes

Romans

Psyco

angst

Type : twoshoot

Length :3,708

Summary :

Ini adalah kisah cinta kakak beradik, dimana sang kakak adalah seorang psycho yang berusaha memonopoli kehidupan adiknya. Dia bahkan bisa membunuh semua oaring yang menghalangi jalannya

 

– Author Pov-

Di panti asuhan Seoul terlihat sepasang suami-istri dan anak perempuannya ingin mengadopsi anak laki-laki dari panti asuhan itu. Mereka ingin mengadopsi anak laki-laki karena sang isti tidak bisa melahirkan lagi dan setelah 17 tahun kelahiran anak perempuannya mereka memutuskan untuk mengadopsi anak laki-laki, untuk melanjutkan perusahaan mereka.

Tak lama kemudian datanglah seorang wanita paruh baya dengan seorang anak laki-laki, jika di lihat dari penampilannya sepertinya dia masih berumur 20 tahunan. Anak laki-laki itu tersenyum pada keluarga barunya

“annyeonghasaeyo Kwak Young Min imnida” ucap namja yang di bawa wanita paruh baya itu sambil membungkukkan badannya

“annyeonghasaeyo Youngmin-ssi, namaku Jung Yun Ho. Kau bisa memanggilku Yunho appa… mulai sekarang aku adalah ayahmu” ucap Yunho sambil tersenyum

“annyeonghasaeyo Toungmin-ssi…, namaku Jung Jessica. Kau boleh memanggilku sica eomma” ucap Jessica sambil memeluk Aron

“ne, eomma appa. Kalau begitu kalian juga boleh memanggilku Aron” ucap Aron sambil tersenyum pada Yunho dan Jessica,

“oh ya, aron berapa umurmu sekarang ?” Tanya Jessica

“umurku tahun ini 21 tahun eomma” jawab Aron

Kemudian pandangan aron tertuju pada seorang yoeja yang bersembunyi di belakang tubuh Yunho. Dia menaikkan sebelah alisnya

‘apa yoeja itu tidak suka dengan kehadiranku ?’ pikir Aron

Yunho yang menyadari pandangan mata Aron tertuju pada aegya-nya sedang sedang bersembunyi di balik punggungnya. Segera menyuruh aegya-nya untuk memperkenalkan dirinya pada Aron.

“Yoonhee beri salam pada oppa barumu” ucap yunho, kemudian yoonhee menatap wajah yunho dan menganggukkan kepalanya

“annyeonghasaeyo aron oppa, jung yoon hee imnida” ucap yoonhee lalu dia tersenyum ramah pada aron

“annyeong yoonhee~, aku harap kau bisa menerimaku sebagai kakakmu” ucap aron sambil membalas senyumman yoonhee

Kemudian tiba-tiba saja yoonhee memeluk aron. Hal itu membuat pria blasteran korean-american itu merasakan seperti ada aliran listrik yang mengalir di tubuhnya, dan tanpa sadar dia membalas pelukan yoonhee

“ne, aku sangat senang kau bisa menjadi oppa-ku”ucap yoonhee

Yunho dan Jessica hanya bisa tersenyum melihat adegan itu, mereka merasa senang karena Yoonhee dan Aron bisa cepat akur. Tapi mereka tidak menyadari bahaya yang akan menimpah keluarga mereka saat memutuskan untuk mengadopsi Aron

Merekapun segera membawa Aron pergi ke kediaman mereka, selama di perjalanan yoonhee terliahat sangat akrab dengan Aron. Dia banyak bertanya tentang diri Aron mulai dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal.

Terkadang pertanyaan yoonhee membuat yunho, jesica dan aron tidak bisa menahan tawanya, karena pertanyaan yang dilontarkan yoonhee benar-benar tidak masuk akal. Seperti saat dia bertanya ‘oppa berapa ukuran pakaian dalammu ?’ dengan tampang polos

“Aron oppa, oppa berancana kuliah dimana ?” Tanya Yoonhee

“oppa sudah menamatkan kuliah oppa di New York University, sebelum orang tua kandung oppa meninggal” ucap Aron dengan nada sedih dan juga sekarang wajahnya juga terlihat sedih

Yunho dan Jessica yang melihat Aron sedih, juga ikut merasa sedih. Aron sebenarnya anak yang cerdas tapi sayang kecelakaan pesawat itu membuar Aron kehilangan keluarganya, itulah yang dikatakan oleh wanita yang membawa Aron tadi.

“oppa jangan sedih, sekarangkan oppa sudah punya keluarga baru, ditambah lagi oppa juga punya dongsaeng yang manis sepertiku” ucap Yoonhee mencoba menghibur aron

“kau percaya diri sekali Yoonhee, memangnya ada yang pernah bilang kalau kau itu manis” ucap Aron sambil mengusap kepala yoonhee

“tentu saja ada, eomma dan apa selalu bilang kalau Yoonhee manis. Ne eomma appa ?” ucap Yoonhee

“ne…, yoonhee memang manis” ucap Jessica sambil tersenyum, mendengar ucapan Yoonhee yang terlalu percaya diri itu

“hanya eomma dan appa sajakan. Selain mereka tidak ada yang bilang kalau kau itu manis” ejek Aron, sambil menjulurkan lidahnya

Yoonhee menggembungkan pipinya karena kesal di ejek aron, lalu dia mulai memukuli aron karena kesal. Tentu saja aron tidak merasa sakit oleh pukulan itu

“yoonhee sudah hentikan” ucap Yunho, Yoonhee pun menghentikan aksinya

“tentu saja ada yang bilang kalau Yoonhee itu manis selain eomma dan appa !!” ucap Yoonhee kesal

“oh ya ? lalu siapa orang itu ?” Tanya Aron

“namanya Ren dia bilang Yoonhee punya wajah yang manis” ucap Yoonhee

Yoonhee tidak tau kalu ucapannya barusan membuat aron mejadi benci pada orang yang bernama ren itu. Aron sangat benci bila Yoonhee dekat dengan orang lain selain dirinya, Aron bahkan sudah membuat rencana untuk membunuh Yunho dan Jessica

Tapi sepertinya dia harus menunda rencana itu, dia memutuskan untuk membunuh orang yang bernama ren itu terlebih dahulu

“Ren ? maksudmu Choi Kin Ki, Yoonhee ?” Tanya Jessica

 “siapa Choi Min Ki itu eomma ?” Tanya Aron

“dia namjachinggu Yoonhee, Minki itu punya wajah yang cantik walau dia itu seorang namja” jelas jesica

“ohh..,” gumam Aron

“ne, nanti akan Yoonhee kenalkan pada oppa” ucap Yoonhee, Aron hanya tersenyum sebagai balasan

‘tunggu saja kau Choi Min Ki, aku akan mebunuhmu lebih dulu’ ucap aron dalam hati

Merekapun sampai dirumah, Yoonhee segera menarika Aron masuk ke dalam rumah dan menunjukan letak kamar Aron

“ini kamar oppa, kalau kamar Yoonhee ada disana” ucap yooonhee sambil menunjuk pintu yang terletak di depan kamar Aron

“lalu dimana kamar appa dan eomma ?” Tanya Aron

“kamar appa dan eomma ada di lantai tiga, belok kiri setelah naik tangga kamar appa dan eomma ada di pintu no. 2 dari kanan” jelas Yoonhee

“Aron cepat bereskan barang-barangmu setelah itu bersihkan dirmu, kami akan menunggu di ruang makan” ucap Jessica, Aron hanya mengangguk sebagai jawaban setelah itu dia masuk ke kamarnya

“Yoonhee kau juga bersihkan dirimu, setelah itu kau antar Aron ke ruang makan, ne?” ucap yunho

“ne appa” ucap Yoonhee lalu langsung masuk ke kamarnya

Setelah selesai mandi Yoonhee masuk ke kamar Aron, ternyata Aron sudah selesai mandi dan membereskan barang bawaannya. Yoonhee langsung menyeret Aron ke ruang makan disana sudah ada Yunho dan Jessica yang sudah menunggu mereka

Mereka memakan makanan mereka dengan tenang, setelah itu Aron dan Yoonhee kembali kekamar mereka dan ber istirahat

*******

 “oppa palliwa, Yoonhee sudah terlambat !” teriak Yoonhee

“ne chamkaman” ucap Aron

Hari ini Yoonhee berangkat sekolah dengan Aron, Yoonhee bilang dia ingin mengenalkan ren pada Aron. Aron-pun setuju untuk mengantar Yoonhee karena dengan begitu dia akan tau siapa orang yang bernama Ren itu

Aron ingin membunuh Ren hari ini juga, dia bahkan sudah menyiapkan semua yang dia perlukan untuk membunuh Ren di bagasi mobil. Dan tentusaja yoonhee tidak mengetahui hal itu

“Yoonhee” panggil Aron saat sedang dalam perjalanan menuju sekolah Yoonhee

“ne oppa” jawab yoonhee

“kenapa kau memanggil minki dengan sebutan ren ?” Tanya aron

“hhmmm, itu karena ren itu cantik. Dalam bahasa jepang ren itu artinya teratai, karena bagi yoonhee minki itu cantik seperti teratai” jelas yoonhee

“apa dia tidak pernah marah kalau kau terus bilang dia itu cantik ?” Tanya aron

“tentu saja dia marah, tapi sekarang dia tidak pernah marah lagi kalau yoonhee bilang ren itu cantik” ucap yoonhee

“mungkin dia sudah bosan memarahimu” pikir aron

“mungkin saja” ucap yoonhee

Akhirnya mereka sampai di sekolah yoonhee, aron mengatar yoonhee hanya sampai depan gerbang gedung sekolahnya

“oppa itu yang namanya ren !!” ucap yoonhee semangat setelah itu dia turun dari mobil, dan disusul aron di belakangnya

“REN !!!” teriak yoonhee

“Yoonhee bisa tidak kau tidak berteriak kalau memanggilku” ucap ren dengan wajah kesal

“hhmmm…., tidak. Ohya ren aku ingin memperkenalkan kau pada opppa baruku” ucap yoonhee

“annyeonghasaeyo Jung Young Min imnida, kau bisa memanggilku aron hyung” ucap aron memperkenalkan dirinya, sambil mengulurkan tangannya

“annyeonghasaeo aron hyung. Choi Min Ki imnida kau bisa memanggilku ren” ucap ren lalu menjabat tangan aron

“ren paliwa kita sudah hampir terlambat masuk. Oppa aku masuk dulu ya.. nanti tidak usah menjemputku aku akan pulang dengan ren” ucap yoonhee, setelah itu dia berlali sambil menyeret ren menuju sekolahnyaa

“kau akan pulang dengan oppa yoonhee. Karena oppa akan segera membunuh ren sebelum bel pulang sekolah berbunyi.” Ucap  aron dengan seringai yang menakutkan saat yoonhee dan ren sudah berada jauh di depannya

.

Saat ini sudah jam istirahat semua murid mulai keluar dari kelas dan pergi menuju kantin

“Juniel eonni ayo pergi kekantin” ucap yoonhee yang saat ini sudah ada di depan kelas Juniel

“ne chamkaman. Kau tidak makan dengan Ren, Yoonhee ?” Tanya Juniel

“anni, aku sedang malas makan dengannya” jawab Yoonhee

Sementara di sisi lain Aron sedang menjalankan rencananya untuk membunuh Ren. dia datang ke sekolah Yoonhee dengan alasan mengantar barang yoonhee yang tertinggal, setelah di izinkan masuk dia menelpon Ren menggunakan handphone yoonhee yang tadi dia ambil

“yobosaeyo yoonhee, ada apa ?” ucap Ren

“yobosaeyo Ren ? ini aron oppa-nya Yoonhee….” ucap aron

“Aron hyung ? kenapa kau menelpon menggunakan handphone Yoonhee ?” Tanya Ren

“ah.., handphone Yoonhee tertingggal di mobil aku berniat untuk mengantarnya. Tapi aku tidak tau dimana kelas Yooonhee jadi aku menelponmu” jelas Aron

“oh begitu, sekarang hyung dimana ?” Tanya Ren

“aku ada di sebuah gedung yang letaknya di dalam taman sekolah” jawab Aron

“kenapa hyung bisa sampai di sana ?!” tanya ren dia terlihat cukup terkejut mendengar Aron bisa berada di sana

“aku tersesat Ren. Bisa kau cepat kesini ? tempat ini menyeramkan.” Ucap Aron

“kau tunggu saja di sana hyung aku segera kesana” ucap Ren

Setelah itu Ren berlali ketempat dimana Aron berada. Setelah sampai Ren langsung menelpon Aron kembali, karena dia tidak melihat Aron disana

“hyung kau diama ?” Tanya Ren

“aku ada di dalam gedung tua itu ren” ucap Aron

Setelah itu Ren masuk ke dalam gedung yang di maksud Aron, tapi tetanp saja dia tidak menemukan Aron di dalam

“hyung kau dimana !!” teriak Ren sambil terus mencri aron

Aron yang berada dia atas tersenyum melihat Ren yang dengan sukarela masuk ke perangkapnya

“say good bye, choi Ren” ucap Aron

setelah itu Aron menjatuhkan tumpukan bangku dan kursi, tumpukan bangku dan kursi itu jatuh tepat kearah Ren. Ren yang kaget hanya bisa diam terpaku melihat banayak kursi dan bangku

“AARRRGHH !!!” teriak Ren saat tumpukan kursi dan bangku itu menimpah tubuhnya

Setelah itu aron meninggalkan tempat itu, menuju kantor appa dan eomma-nya untuk melancarkan aksi berikutnya.

******

Setelah sampai di kantor appa dan eomma angkatnya, Aron langsung saja menuju ruangan tempat appa dan eommnya bekerja. Dia mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke dalam, setelah mendapat izin dia langsung masuk kedalam

“aron, kau sedang apa disini ?” Tanya Yunho

“aku hanya ingin membantu appa, aku bosan sekali di rumah” ucap aron dia berpura-pura membuat wajahnya terlihat bosan

“hhmm…, kalau begitu apa kau bisa mengantar berkas ini ke ruangan eomma-mu ?” Tanya yunho

“ne appa” aron langsung mengambil berkas itu lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan seringai yang menyeramkan yang menghiasi wajahnya

Tapi sebelum keluar aron sempat memasukkan racun ke dalam minuman yunho saat yunho sedang sibuk pada laptopnya

‘waktu hidupmu hanya tingga 15 menit lagi Jung Yun Ho’ ucap Aron dalam hati

Aron telah sampai di ruangan Jessica, kemudian dia masuk setelah sebelumnnya mengetuk pintu

“oh, Aron. Ada perlu apa ??” Tanya Jessica

“appa meminta eomma datang ke ruangannya sekarang” ucap aron bohong

“jinja ? ada apa yunho memanggilku ?” Tanya Jessica, Aron hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban

Sekarang Aron dan Jessica sedang dalam perjalanan menuju ruangan Yunho, Jessica sangat terkejut melihat keadaan yunho saat sampai di ruangannya. Yunho tergeletak di lantai dengan mulut yang penuh busa

“YEBO !!!” teriak Jessica

Aron hanya menyeringai melihat keadaan Yunho, dia sangat senang karena semuanya berjalan sesuai rencananya

“yunho ada apa dengan mu ?” Tanya Jessica sambil membawa yunho kepelukannya

“si..sica” ucap yunho lemas

“aron !! cepat telpon ambulans !!” perintah Jessica pada Aron, tapi Aron tetap tidak bergeming dari tempatnnya

“aron apa yang kau lakukan ?! cepat telpon ambulans !!” teriak Jessica

“kenapa aku harus menelpon ambulans ? aku memang menginginkan semua ini” ucap Aron dengan seringai yang menyeramkan

“a..apa maksudmu Aron ?” Tanya Jessica, dia sedikit merasa takut saat Aron melihatnya dengan seringai yang lebar dan tatapan ingin membunuh

“kau masih tidak mengerti ? baiklah akan kujelaskan, aku yang membuat Yunho seperti itu” ucap aron dengan nada dingin pada Jessica

Jessica sangat kaget dengan pengakuan anak angkatnya itu, dia tidak habis piker kenapa Aron melakukan semua ini. Apa salah Yunho pada Aron ?

“ke..kenapa kau melakukan semua ini ? apa salah Yunho padamu ?” Tanya Jessica

“kenapa aku melakukannya ? entahlah aku hanya tidak suka saja melihat ada orang lain yang dekat dengan Yoonhee, termaksuda kalian orang tuanya..” ucap Aron dengan nada dingin dan menusuk

Aron merasa sangat senang karena dia bisa ,melihat wajah skarat Yunho dan wajah ketakutan Jessica

“A..aron eomma mohon padamu, tolonglah appamu. Ini juga demi Yoonhee, dia pasti akan sangat sedih jika Yunho meninggal” ucap Jessica memohon pada Aron

Jessica bahkan sampai merangkak dan bersujut di kaki Aron lalu memeluk kakinya, dia berharap Aron mau menolong Yunho.

“hhmmm..,..” Jessica menatap aron dengan penuh harapan

“arraso…, aku akan menolongnya….,” ucap Aron Jessica terlihat senang

“tapi…” lanjut aron, kali ini Jessica merasakan hawa iblis keluar dari tubuh Aron

“kalian harus menyerahkan seluruh perusahaan dan harta kalian padaku” ucap Aron

“a..apa jadi selama i..ini kau hanya mengincar harta kami ?!” ucap Jessica tidak percaya

“HAHAHAHAHA…., tentusaja tidak.!! Aku hanya menginginkan putri kalian, kalau hanya harta aku punya banyak dari warisan orang tua kandungku” ucap Aron dengan senyum meremehkan

“kalau begitu, ke…napa kau bisa berada dipanti asuhan itu. Ka…kalau kau punya banyak harta seharusnya kau tidak ada disana” ucap Jessica, dia sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Aron

“bukankah sudah ku bilang, aku menginginkan putri kalian. Aku masuk ke sana karena aku tahu kalian akan mengadopsi anak laki-laki, dan jika kalian mengadopsiku maka rencanaku untuk mendapatkan Yoonhee akan jauh lebih mudah” jelas Aron

Sekarang Jessica sangat mengkhuatirkan keadaaan putrinya itu, dia tidak mau Yoonhee hidup bersama psychopat seperti Aron.

“ka..kau, dasar psycho !!! jangan sentuh putriku !!” ucap Jessica marah

Aron yang mendengar kata-kata Jessica menjadi sangat kesal, dia tidak suka jika ada yang bilang kalau dia adalah psycho.

 Aron yang kesal langsung berjalan kearah Jessica dengan langkah yang perlahan tapi sangat menakutkan untuk Jessica. Saat sampai di depan Jessica Aron langsung menatapnya dengan tatapan membunuh dan langsung mencekik Jessica.

“memangnya kenapa kalau aku adalah psycho ? kau tidak mengerti posisimu saat ini ya ? disini akulah yang berkuasa Jessica-ssi”  ucap Aron dengan nada dingin, Jessica sekarang benar-benar takut

BBRAKK-

Aron menghempaskan tubuh Jessica ke meja kerja Yunho, dan juga membenturkan kepalanya ke meja itu. Lalu dia mengambil kertas yang sudah ia siapkan di tasnya dan meletakkan di meja tempat Jessica tergeletak

“cepat tanda tangani ini !!” ucap Aron sambil menarik rambut Jessica dan menyerahkan bolpoin ke arahnya

“ti..tidak akan pernah !!” ucap Jessica dengan senyum meremehkan tetapi tetap saja ada rasa takut yang terlihat jelas dari matanya

Dan hal itu membuata Aron benar-benar kesal, dia membanting kepala Jessica ke meja dan setelah itu berjalan kearah Yunho

“baiklah kalau kau tidak mau…., aku akan membunuh Yunho sekarang juga” ucap Aron sambil meletakkan pisau kearah leher Yunho, Jessica membelalakan matanya melihat pemandangan itu

“ja…jangan !! ba..baiklah aku akan menandatanganinya” ucap Jessica, kemudian dia menandatangani kertas yang tadi aron berikan

Aron kemudian berjalan kearah Jessica dan mengambil kertas yang sudah ia tanda tangani tadi. Kemudian Aron menunjukan seringainya yang mengerikan

“you very stupid Jessica-ssi,” ucap Aron, kemudian Aron menancapkan pisau kearah jantung Jessica

Setelah selesai Aron melepaskan sarum tangan yang ia gunakan dan pergi dari ruangan itu sambil membawa berkas yang tadi Jessica tanda tangani.

******

Sekarang Yoonhee sudah ada di rumah setelah tadi di jemput Aron, tadi Yoonhee menelfon aron menggunakan ponsel Juniel karena handphonenya hilang. Padahal handphonenya di hancurkan oleh Aron

“Yoonhee kau kenapa ? sejak pulang wajahmu lesuh sekali ?” Tanya Aron sambil duduk di sebelah Yoonhee dan mengusap rambutnya

“oppa…., Yoonhee mengkhuatirkan Ren. Sejak tadi dia tidak menelpon Yoonhee” ucap Yoonhee sambil meletakkan kepalanya di pundak Aron

“bagaimana dia menghubungimu ? handphonemu saja hilang” ucap Aron yang masih tetap mengusap rambut Yoonhee

HENING-

“benar juga…, aku sampai lupa hehehehe, kalau begitu besok saja aku temui Ren di sekolah. Yoonhee mau tidur dulu jaljayo oppa” ucap Yoonhee lalu mencium pipi aron dan segera pergi ke kamarnya

“jaljayo, nae sarang” ucap Aron setelah Yoonhee sudah meninggalkan ruang keluarga

*******

“pagi oppa” sapa Yoonhee pada Aron

“pagi Yoonhee…”balas Aron, setellah itu mereka memakan sarapan mereka. Tidak ada yang bicara sampai akhirnya Aron membuka suara

“Yoonhee, hari ini kau tidak usah pergi ke sekolah..” ucap Aron

“kenapa oppa ?” Tanya Yoonhee

“appa dan eomma, kemarin di temukan tewas di kantornya..” jawab Aron

PPRAANGG-

Yoonhee memecahkan gelasnya saat dia mendengar ucapan Aron

“a…apa..? oppa jangan bercanda itu tidak lucu” ucap Yoonhee sambil tertawa canggung, dia berharap apa yang Aron katakana adalah bohong

“oppa serius Yoonhee. Appa dan eomma sudah tidak ada” ucap Aron kali ini dia mengucapkannya lebih tegas

“OPPA HENTIKAN !!! APPA DAN EOMMA MASIH HIDUP Hiks….,!!!  mereka ma…masih hidup hiks…, ja..jangan bicara se..perti itu hiks…,” ucap Yoonhee sambil menangis

Aron yang melihat Yoonhee menangis langsung menghampirinya dan memeluknya dia tidak ingin melihat adiknya ah…, tidak, dia tidak ingin melihat orang yang dia cintai menagis

“sudah Yoonhee jangan menagis. Kau masih memiliki oppa, oppa akan selalu menjagamu” ucap Aron sambil mencium kening Yoonhee

Kau tidak perlu sedih Yoonhee karena oppa akan selalu berada di sisimu, dan oppa yakin kau pasti akan mencintai oppa sama seperti oppa mencintaimu. Kau adalah milikku Yoonhee…, tidak akan ku biarkan orang lain memilikimu…, kau hanya milikku MILIK KWAK ARON !! ucap Aron dalam hati

********

Aron dan Yoonhee sudah berada di pemakaman Jessica dan Yunho, semua keluarga dan rekan bisnis keluarga Jung datang menghadiri pemakaman.

Yoonhee masih belum berhenti menangis semenjak Aron memberi tahu kalau Jessica dan Yunho sudah tidak ada. Dalam hati Aron merasa senang karena orang yang menghalanginya sudah tidak ada, tapi….., disisi lain Aron merasa sangat sakit saat harus melihat Yoonhee menangis

Aron hanya bisa memeluk Yoonhee berharap dia akan tenang saat aron memeluknya. Dan Aron juga berharap Yoonhee bisa menerimanya sebagai kekasihnya

******

Aron dan Yoonhee sekarang berada di kamar Yoonhee, Yoonhee sekarang berada di pangkuan Aron dan membenamkan wajahnya di bahu Aron sambil terus menagis. Aron masih setia memeluk Yoonhee dan mengusap rambutnya penuh kasih sayang

“Yoonhee stop crying, mom and dad never come back…, so stop crying. You make me hurt if you stil crying” ucap Aron sambil meletakkan kedua telapak tangannya di pipi Yoonhee,membuat Yoonhee sekarang bertatapan dengan Aron

Yoonhee sekarang melihat aron dengan mata yang masih berkaca-kaca, matanya sekarang terlihat sembab karena terlalu lama menangis.

“listen Yoonhee, aku akan selalu menjagamu mulai sekarang. Kau tau.., aku sangat mencintaimu Yoonhee” ucap Aron

“aku sangat mencintaimu…, melebihi rasa cinta seorang kakak pada adiknya…,” ucap Aron, sambil menatap kedalam mata Yoonhee

“saranghaeyo Yoonhee, please be mine…., “ ucap Aron dengan nada yang terdengar serius

Yoonhee hanya bisa melebarkan kedua matanya, dia sangat terkejut mendengar ucapan Aron tadi. Yoonhee memang menyayangi Aron tapi hanya sebatas rasa sayang adik kepada kakaknya

“I love you Yoonhee, forget Ren and be mine. I will always be with you, I never leave you alone. So look at me as a man who love you, don’t look at me as your brother” ucap Aron kali ini dengan sedikit penekanan di setiap kalimatnya

“oppa…,-“ ucap Yoonhee seperti bisikan di telinga Aron

CHU~

Aron mencium bibir Yoonhee dengan lembut, hanya sekedar menempelkan bibir mereka tanpa ada lumatan. Aron hanya ingin menyampaikan pada Yoonhee kalau dia akan selalu berada di sisinya, dan juga dia bersungguh-sungguh dengan ucapannya barusan

Entah ada dorongan darimana Yoonhee mulai menutup matanya dan menikmati ciuman yang di berikan oleh Aron. Ciuman itu terasa sangat manis bagi keduanya walau masih ada sisah air mata Yoonhee, tapi bagi mereka ciuman itu terasa sangat manis

Ciuman itu berlangsung cukup lama mungkin sekitar 15 menit, Aron kemudian melepaskan ciumannya dan dia melihat sekarang Yoonhee sedang tertidur. Mungkin dia lelah karena terlalu lama menangis

Aron meletakkan kepala Yoonhee di bahunya yang tadi tidak di jadikan sebagai tempat untuk menangis oleh Yoonhee. Dia tidak ingin tidur Yoonhee terganggu karena ada bekas air matanya.

Aron merasa sangat senang saat ini, karena dia berhasil menghancurkan dinding yang menghalangi jalannya untuk mendapatkan Yonnhee. Bahkan baginya tidak masalah jika waktu berhenti dan membiarkan dirinya sebagai tempat tidur dan bantal untuk Yoonhee

Walaupun dia tau hal itu akan membuat tubuhnya sakit, tapi jika hal itu akan membuat Yoonhee merasa nyaman dia akan dengan senang hati melakukannya.

“you are mine. I never let other people take you from me” ucap aron, kemudian dia mulai menutup matanya menyusul Yoonhee kea lam mimpi

.

.

‘you may be over me but im not over you eottoeke geuri swipge itgenni ajikdohimdeul ppun, hanchamsigani heulleogatdeorado hyeonsireun geudaero ttokgatdeorago urin hanayeonneunde I want you back’ (not over you – nu’est) bunyi handphone Aron

“youbosaeyo” ucap Aron

“…..”

“arraso, aku akan ke sana” ucap Aron, kemudian dia memasukkan kembali handphone-nya dan meletakkan Yoonhee di ranjangnya

“oppa akan pergi sebentar,tidurlah yang nyenyak” ucap Aron lalu mencium kening Yoonhee dan pergi dari sana

*****

Aron baru saja sampai rumah dan berniat pergi kek kamar Yoonhee untuk melihat apa dia sudah bangun atau belum.

PRANG-

Terdebgar bunyi barang pecah dari kamar Yoonhee, dan semua yang ada di rumah itu langsung berlari menuju kamar Yoonhee termaksud Aron yang barusaja menaiki tangga ke kamar Yoonheee.

PRANG-

“AARRGGHHHH….-“ terdengar teriakan Yoonhee

“Yonhee gwenchana ?!” ucap Aron panic sambil menggedor pintu kamar Yonnhee

“KENAPA SEMUANYA PERGI…!!! AARRGGGHHHH….,” teriak Yoonhee

PRAANGG-

Aron semakin khuatir sekarang,.. dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada Yoonhee. Dia tidak ingin kehilangan orang yang di cuntainya pergi .

Akhirnya Aron memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Yoonhee, dengan di bantu pelayan yang lain

BBRRAAK-

Pintu terbuka secara paksa, saat mereka berhasil mendobrak masuk mereka terkejut melihat keadaan Yonnhee

“YOONHEE…!!” teriak Aron yang kaget melihat keadaan Yoonhee

TBC 

Annyeonghasaeyo ada yang kangen ga sama author Kang Eun Woo *aegyo # reader: ga ada !!* yasudah kalo ga ada yang kengen*pundung*. Ini ff baru author yang author bikin dengan niat ingin oneshoot tapi tidak jadi, karena kepanjangan nyampe 7k. jadi author bikin aja jadi twoshoot. Juniel yang jadi support cast itu adalah juniel yang pernah duet bareng CNblue  yang judul lagunya fool. Oke sekian dulu reader-dul selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin semuanya ^^.

25 responses to “[Freelance] My Brother Is A Psycho (Part 1)

  1. huhuhu~
    nyeremin, aq smpek merinding baca ny..
    knapa bisa aron bgitu terobsesi ??

    next chap, aq tunggu ya thor. ^^

    • kasih tau ga ya, penyebabnya #plak#becanda hehehehe..*. Tunggu di chapter 2 ya…, kalau mau tau penyebabnya. 🙂

  2. apah?! Serem amet aron.. Hahahaha biasku aron lohh..
    Knapa aron bsa kenal yoonhee?? Dr kata2nya kayaknya udh lama suka..
    Wah, nyesek jg klo yoonhee ampe mati juga biarpun aronnye saiko gtu hahahaha *saiko keceh* hehe
    next shoot ditunggu thor..

  3. kakak aku bingung emang ada ya pengadopsian orang yang umurnya 21 tahun. kan pengadopsian untuk anak kecil, karna anak kecil belum bisa menjaga dirinya sendiri
    maaf kak lancang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s