[Freelance] I CHOOSE TO LOVE YOU (Part 11 : Erase Our memories)

PicsArt_1375157186789

NO BASHING, NO SILENT READER, NO PLAGIATOR.

 

Cast : GO MBLAQ / Jung Byung He

           Ok Taecyeon

           Kwon Yuri / Kim Yuri

           Kim Junsu , Lee Joon

Rating : PG-15

Genre : Romance, Family

Author : Vinna Karnawiredja

 

 

Forget about all the memories All the times that we spent together

Forget about all the memories The lingering feelings, love and everything in your heart

Yes, sometimes because of my worries about you, I think about you

I’m waiting for you babe But we can’t go back

We can’t recall it back Please forget about me, baby

Just let it go, let me go It was so sweet back then

Just let it go, let me goDon’t you know that there’s no use now

(2AM-Erase Our Memories)

 

Beberapa jam kemudian pesta pun usai, saat taecyeon mengantar para tamu yang akan pamit byung hee menarik tangan yuri dan membawanya ke tempat yang sepi untuk membicarakan hal yang baru saja terjadi. Sesampainya di tempat yang menurutnya aman, byung hee pun melepaskan genggaman nya pada yuri. wajahnya menatap tajam ke arah yuri. matanya penuh tanda tanya dan juga rasa marah. Byung hee benar2 tak mengerti apa yang terjadi, kenapa yuri melakukan ini padanya.

 

“apa yang sebenarnya terjadi? Yuri ah…bukankah kau bilang kau akan mengatakan kebenarannya pada taecyeon? Bukankah kau bilang kalau pria yang kau cintai adalah aku?”

 

Yuri pun memandang byung hee dengan tatapan bersalah, airmatanya keluar, ia menangis dan dengan tersendat-sendat akhirnya ia berbicara

 

“mianata…oppa?”

 

“mwo???apa maksudmu yuri?kenapa kau harus minta maaf padaku?”

 

“oppa…aku tak bisa meninggalkan taecyeon”

 

“aku benar2 tak mengerti apa yang kau maksud. Kenapa? Apa kau mencintainya?”

 

“annimida…pria yang kucintai adalah oppa…tapi taecyeon lebih membutuhkanku?”

 

“apa maksudmu?”

 

Yuri pun mengeluarkan amplop putih dari dalam tas pestanya dan menyerahkannya pada byung hee, byung hee menerima amplop itu dengan penuh tanda tanya, perlahan-lahan ia membuka amplop itu, ia sangat terkejut setelah melihat apa yang tertulis di dalamnya.

 

“ini adalah…”

 

“itu hasil tes kesehatan taec, ia tidak sengaja menjatuhkannya tadi saat ia hendak mengambil telepon dari sakunya, ia tak mengetahui kalau aku mengambil amplop itu dan membacanya”

 

Saat itu tiba2 saja taec muncul di hadapan mereka berdua

 

“apa yang kalian lakukan disini? aku mencari-cari kalian sejak tadi” kata taec

 

Byung hee menatap adiknya itu dengan tatapan nanar. Kemudian ia menunjukan surat yang sedang dipegangnya dan berkata pada taec

 

“apa ini semua benar? Apa benar kau menderita leukemia?”

 

Taecyeon pun meraba-raba sakunya mencari sesuatu, tapi ia tak menemukan sesuatu yang dicarinya. Kemudian ia menatap byung hee

 

“hyung darimana kau mendapatkannya? Berikan padaku, aku tidak apa2 aku baik2 saja”

 

“kenapa kau menyembunyikannya dari kami?seharusnya kau menceritakannya pada kami, sehingga kami bisa membantumu” kata yuri

 

“taecyeon ah…aku hyung mu, kenapa kau harus menyembunyikannya. apa kau sudah tidak menganggapku sebagai hyung mu lagi?”

 

“miane…aku hanya tidak ingin kalian khawatir padaku, lag pula penyakitku belum sampai stadium 4, sel kanker dalam tubuhku belum menyebar dan jika aku terapi semua akan baik2 saja”

 

“tapi tetap saja, kau tidak harus menyimpannya sendirian” kata byung hee

 

“seharusnya kau jujur saja pada kami, jika aku tak sengaja menemukan amplop itu, aku tak tahu sampai kapan kau akan menyembunyikan tentang penyakitmu” kata yuri

 

“yuri ah…setelah mengetahuinya, kau pasti tidak ingin menikah dengan orang berpenyakit seperti aku bukan? Benar, aku bisa meninggalkanmu kapan saja. kau boleh membuang cincin itu jika kau mau”

 

“kau tahu kapan aku menemukan amplop itu? Sebelum kau melamarku di depan semua orang. Jika aku tak ingin menikah denganmu karena penyakitmu pasti saat kau melamarku aku sudah menolaknya”

 

“yuri ah…aku bisa mati kapan saja, aku tak bisa membahagiakanmu,aku….”

 

Yuri pun menempatklan telunjuknya di mulut taec, menyuruhnya untuk berhenti bicara

 

“ssst….jangan katakan apa2 lagi, aku akan tetap menikah denganmu bulan depan. Jadi ijinkan aku di sampingmu dan menemanimu melewati masa2 sulit”

 

Taec pun terharu mendengar perkataan yuri, ia pun menangis dan memeluk wanita yang sangat ia cintai itu. Byung hee melihat mereka berdua dengan ratapan sedih.

 

setelah semuanya beres taec pun mengantarkan yuri ke rumahnya, setelah satu jam, akhirnya taec pun sampai di depan rumah yuri,

 

“gumawoyo chagiya…aku benar2 tak menyangka kalau kau akan tetap menerimaku walau sudah tau kondisiku yang seperti ini”

 

“kau adalah pria yang baik dan aku sangat mengagumimu, bagimana mungkin aku akan meninggalkanmu setelah mengetahui kondisimu yang sebenarnya. bukankah aku adalah orang jahat yang tak berperasaan jika aku meninggalkanmu setelah mengetahui tentang penyakitmu”

jantung taecyeon serasa ditusuk oleh ribuan jarum saat mendengar perkataan yuri padanya, entah karena rasa bersalahnya pada yuri atau karena kebaikan dan kepolosan yuri.

 

“apa kau melakukan ini karena kasihan padaku?” tanya taec tiba-tiba

yuri terkejut dengan pertanyaan taec, ia tak menyangka kalau taec tahu alasan ia menerima lamarannya. tapi ia sadar kalau ia harus menutupi perasaannya yang sebenarnya perasaannya terhadap byung hee, ia tak ingin membuat taec kecewa, suatu hari nanti seiring berjalannya waktu ia yakin kalau ia akan bisa jatuh cinta pada pria yang ada di hadapannya kini. ia yakin rasa kagum nya suatu saat akan berubah menjadi rasa cinta

 

“mungkin sekarang kau berfikir demikian, dan itu wajar. tapi aku harap setelah beberapa waktu berlalu kau akan berfikir aku melakukan ini karena aku mencintaimu”

 

“kau mencintaiku kim yuri?”

butuh waktu beberapa detik untuk yuri berfikir sebelum akhirnya ia menganggukan kepalanya. taecyeon pun senang dengan jawaban yuri dan ia memeluk gadis itu dan tersenyum gembira. beberapa detik kemudian ia pun melepaskan pelukannya dan pamit kepada yuri

 

“istirahat lah…hari ini aku benar2 bahagia dan itu karena kau kim yuri”

 

“kau juga harus istirahat dan jangan lupa meminum obat”

 

“ne…kalau begitu aku pulang dulu…jalja”

 

“jalja…”

 

taecyeon melambaikan tangan saat mobilnya hendak melaju meninggalkan rumah yuri. yuri melihat mobil taec menghilang di tikungan, ia berbalik hendak masuk  ke rumah, tepat saat itu yuri melihat mobil byung hee berhenti di depan rumahnya, byung hee membuka kaca jendelanya dan menyuruh yuri masuk karena ada yang ingin ia bicarakan, yuri pun masuk ke dalam mobil. Byung hee membawa mobilnya melaju dan berhenti di dekat sungai han.

 

waktu sudah menunjukan pukul 23.00 suasana di pinggir sungai han sudah sepi. sayup-sayup mereka mendengar suara aliran air yang mengalir lembut menyusuri setiap kelok sungai. yuri dan byung hee masih duduk di mobil dan membisu, kesedihan terpancar dari raut wajah mereka. entah darimana percakapan anatara mereka harus dimulai. akhirnya tak berapa lama byung hee pun membuka mulutnya

 

“yuri ah…aku benar2 tak mengerti kenapa tuhan memperlakukan kita seperti ini. Kita sudah melewati 15 tahun yang panjang, dan saat kita ingin memulainya selalu saja ada hal yang tidak pernah kita bayangkan terjadi”

 

“mungkin tuhan punya rencana lain untuk kita…Oppa apa kau percaya takdir?”

 

“takdir?”

 

“mmm…aku terlahir buta dan dibuang oleh orang tuaku sejak bayi itu adalah takdir, aku bertemu dengan go oppa yg selalu berada di sampingku, selalu melindungiku, dan menjagaku di panti asuhan itu juga takdir, aku bertemu dengan taecyeon sebelum bertemu denganmu itu juga adalah takdir. Dan sekarang takdir kita sudah berakhir oppa, aku tak bisa bersamamu lagi. Walaupun kita saling mencintai tapi takdir membuat kita tidak bisa bersama. Cinta tak harus memiliki kan oppa? Mulai sekarang aku akan mencoba melupakanmu, mencoba menghapus semua kenangan yang pernah terjadi diantara kita dan aku akan sepenuhnya berada disisi taec, dan kuharap oppa juga melupakanku, menghapus semua kenangan tentangku dan menemukan wanita yang jauh lebih baik daripada aku”

 

Kemudian yuri membuka kalung matahari yang selama 15 tahun ini selalu ia pakai. Ia lalu memberikannya pada byung hee

 

“oppa aku akan mengembalikan kalung ini padamu, selama 15 tahun ini aku tak pernah melepaskannya. Kalung ini adalah kalung keberuntunganku. Dan sekarang aku akan mengembalikan kalung ini pada pemiliknya.”

 

“yuri ah…”

 

“gumawo oppa karena kau menepati janjimu untuk menjemputku, gumawo karena kau tak pernah lelah untuk mencari keberadaanku, gumawo karena kau mencintaiku dengan tulus. Aku tak akan pernah melupakan semua yang telah kau lakukan untukku. Kau akan menjadi kenangan terindah dalam hidupku. Selamat tinggal go oppa”

 

Yuri pun membuka pintu mobil dan berlari, wajahnya sudah penuh dengan airmata. Ini sangat sulit baginya untuk berpisah dari pria yang sangat ia cintai, sakit sekali rasanya tapi ia harus tetap melakukan ini karena taecyeon lebih membutuhkan dirinya. Sepeninggal yuri, go masih berdiam di dalam mobil, ia masih menggengam kalung matahari yang dikembalikan yuri padanya. Ia mengingat kembali masa kecilnya dengan yuri, saat bermain di padang rumput, saat mengajarkan harmonika, saat yuri terjatuh dan menangis sehingga ia pun menggedongnya. Semuanya kembali muncul di pikiran byung hee, tak terasa airmata pun turun ke wajahnya. Mungkin ini memang jalan terbaik untuk mereka berdua, sebagai seorang kakak ia harus mengalah pada adiknya yang sedang sakit. Adik yang sangat ia sayangi itu. ia sadar kalau perkataan yuri benar kalau taecyeon jauh lebih membutuhkan yuri daripada dia…

 

***TBC***

2 responses to “[Freelance] I CHOOSE TO LOVE YOU (Part 11 : Erase Our memories)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s