[Freelance] I LOVE YOU NOONA (CHAPTER 1)

ILN 1

Cast :    Lee Seungki

              Kim Woo Bin

              Lee Dae Hee as Naomi Lee

              Han Hyo Joo as Han Sena

              Lee Jongsuk

Rating : PG-15

Genre : Romance,friendship

Author : Vinna karnawiredja

 

 

Tokyo, April  2012

Seungki melangkahkan kakinya menyusuri jalan-jalan setapak di kawasan Taman Ueno. Karena Saat itu adalah musim semi , bunga sakura terlihat di sepanjang  jalan Taman ini. Maka tak heran banyak sekali orang-orang yang datang untuk sekedar melihat keindahan bunga sakura ataupun melakukan Hanami  (hanami berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan-makan di bawah pohon sakura)

Seungki terus berjalan sambil sesekali membidikan kameranya dan memotret objek-objek yang dianggapnya menarik. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti ketika lensa kameranya menangkap sosok seorang wanita. Seugki mengangkat kepala dari kamera untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri, seakan ia tidak mempercayai lensa kameranya.

                Wanita itu duduk di bangku kecil di bawah pohon sakura yang berada di ujung jalan. Ia tengah  menunduk ke arah buku yang terdapat di pangkuannya, sesekali ia memandang kolam yang cukup besar di hadapannya, kolam Shinobazu yang terletak di bagian selatan Taman Ueno. Rambut panjangnya tergerai dan kadang melambai saat angin sepoi-sepoi datang. Tanpa sadar seulas senyum tersungging di wajah Seungki. Ia mengangkat kameranya dan membidik. Wanita itu tetap sibuk dengan bukunya, ia tak menyadari dunia sekelilingnya, dan tidak menyadari  bahwa ada seseorang yang memotretnya. Ia juga tidak menyadari setelah itu pemuda itu tetap memandanginya.

                Seungki tidak tahu berapa lama ia memandangi wanita itu, tapi ia yakin tidak lama walaupun rasanya cukup lama. Ia baru tersadar ketika wanita itu bergerak, seakan ia juga baru tersadar dari lamunannya. Wanita itu mengerjapkan mata,  membaca pesan di ponselnya dan  menutup bukunya. Ia berdiri kemudian berjalan dan menghilang diantara kerumunan orang banyak. Entah kenapa ia merasa kecewa saat ia tak menemukan sosok wanita itu, diantara kerumunan orang-orang. Perasaan apa ini? Ia juga merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya saat ia memandang wanita yang tidak dikenalnya itu. Apa ini cinta pada pandangan pertama? Entahlah.

Bunyi ponselnya membuyarkan Seungki dari pikiran-pikirannya. Ia mengambil ponsel dari saku jasnya dan melihat nama adiknya tertera di layar ponselnya

“Yeobuseo”

“Hyung kau dimana? Kau tidak tersesat bukan?”

“Kau pikir aku anak kecil bisa tersesat?”

“Kau kan baru datang dari Seoul kemarin, tentu saja aku khawatir kalau kau berjalan-jalan sendiri. Memangnya kau tahu jalan?”

“Aish..ini era teknologi dan aku memiliki peta dan juga GPS. Aku akan pulang segera”

“Eomma menyuruhku untuk mencarimu karena dia khawatir tadi kau tidak menjawab teleponnya. Kau juga keluar diam-diam membuat orang rumah khawatir”

“Aku tadi sedang di toilet saat Eomma menelepon. Aku sekarang sedang berada di Taman Ueno, dan akan kembali ke rumah dalam satu jam”

“Baiklah kalau begitu”

Sungki menaruh ponselnya kembali, dan berjalan keluar dari Taman.

***

               Naomi memasuki kafe yang letaknya tak jauh dari Taman Ueno, ia melihat sekeliling mencari seseorang.

Sensei, aku disini”

Terdengar teriakan dari seorang pemuda yang masih mengenakan seragam sekolah. Pemuda itu melambaikan tangannya kepada Naomi. Naomi tersenyum dan berjalan menghampirinya.

Yaa…sudah kubilang jangan panggil aku sensei?” protes Naomi

Pemuda itu tersenyum jahil “ Kenapa? Kau lebih suka aku panggil Oneesan atau…” pemuda itu mendekatkan wajahnya pada Naomi “…Noona

Naomi melotot pada pemuda itu kemudian ia memegang kedua pipi pemuda itu dan mencubitnya gemas “Aigo…sejak kapan kau bertingkah sok dewasa seperti ini”

Pemuda itu mencoba melepaskan cubitan Naomi dan memandang kesal pada wanita itu

Noona…sudah kubilang berapa kali, jangan lakukan hal itu. Aku akan menjadi mahasiswa, tapi kau masih memperlakukanku seperti anak kecil”

Naomi tertawa puas karena berhasil menggoda pemuda yang ada di hadapannya itu.

“Baiklah, aku mengerti. Kau adalah calon mahasiswa yang sudah dewasa” lalu wajah Naomi berubah menjadi serius “ Lalu bagaimana hasilnya?”

Pemuda itu mengeluarkan sebuah kertas dari dalam tasnya, dan menyerahkannya pada Naomi.

Naomi membuka kertas itu perlahan-lahan. Dan terlihat sangat terkejut setelah membaca isinya. Ia memandang tak percaya pada pemuda di hadapannya

“Woo Bin ah. Apa ini semua benar-benar nilaimu?”

Pemuda yang bernama Woo Bin itu pun mengangguk dan tersenyum bangga “Noona…ini semua berkat dirimu. Aku bahkan tak percaya saat aku melihat hasilnya.”

Naomi meletakkan kertas itu, dan berdiri. “Woo Bin ah…cepat berdiri?”

Woo Bin sedikit bingung “kenapa?” tanyanya

“Cepat”

Woo Bin kemudian berdiri di hadapan Naomi. Dengan satu gerakan Naomi langsung memeluk pemuda itu. Ia terlihat sangat senang dan puas dengan hasil kerja keras Woo Bin

“Selamat…aku sangat senang sekali kau bisa meraih nilai terbaik di kelasmu”

Woo Bin terpana, ia merasa jantungnya berdegub lebih kencang dan wajahnya memerah. Naomi tidak pernah tahu kalau selama ini Woo Bin menyukainya. Sejak kapan ia mulai menyukai Naomi? Entahlah. Mungkin sejak Naomi berhasil merubahnya dari seorang murid pembuat onar menjadi seorang murid berprestasi, atau saat Naomi selalu bersamanya bahkan saat orangtuanya sudah tak peduli padanya.

                Naomi bertemu dengan Woo Bin 3 tahun yang lalu saat pemuda itu masih duduk di bangku kelas  10 sekolah menengah atas. Mereka bertemu secara tak sengaja. Saat itu Naomi yang baru pulang dari kampus nya melihat seorang pemuda yang pingsan di ujung jalan di dekat rumahnya dengan wajah yang penuh dengan luka-luka dan pakaian yang kotor dan koyak seperti habis dipukuli. Saat itulah Naomi menjadi dewi  penolong bagi Woo Bin. Sejak saat itu Naomi terus menerus membantu Woo Bin. Menjadi guru les dadakan, menjadi motivator, menjadi kakak sekaligus sahabat bagi Woo Bin. Ya Naomi melakukan semua itu tanpa pamrih.  Bahkan saat orangtuanya mengusirnya karena ia membuat temannya masuk Rumah Sakit, Naomi dengan senang hati menyuruhnya untuk tinggal sementara di rumahnya. Ia ingat saat Naomi mengatakan padanya kalau ia sudah bicara pada orangtuanya. Dan dengan wajah polosnya Naomi mengatakan kalau orangtuanya sudah memaafkannya dan ia bisa pulang ke rumah dengan syarat mulai dari saat itu ia harus serius belajar dan mendapat nilai terbaik. Mungkin sejak saat itu ia benar-benar berubah dari seorang siswa berandalan menjadi seorang siswa SMA yang ‘normal’ dan mungkin sejak saat itu pula ia mulai menyukai Naomi, wanita yang lima tahun lebih tua darinya itu.

“Apa yang kau pikirkan? Kau tidak mau duduk?” pertanyan Naomi membuyarkan lamunan Woo Bin. Ia pun kembali ke tempat duduknya.

“Tidak ada yang kupikirkan, aku hanya sedikit” Woo Bin berpikir untuk mencari kata-kata yang pas “terkejut”  sebenarnya ia bukan terkejut, tapi ia gugup tapi tentu saja ia tidak mengatakan hal itu pada Naomi.

               Naomi tersenyum tipis mendengar perkataan pemuda itu, lalu ia kembali bertanya “Kudengar dari orangtuamu kau akan melanjutkah kuliah di Seoul?”

Woo Bin menyesap minumannya “Noona sudah tahu?” hening sejenak “aku akan melanjutkan kuliah ke Universitas Seoul. Aku sudah menerima pemberitahuan kalau aku sudah diterima disana”

Naomi tersenyum senang. Ia tahu sangat sulit untuk dapat masuk Universitas Seoul, sama sulitnya seperti saat ia melakukan test di Universitas Tokyo tempatnya belajar saat ini.

“Jadi kapan kau akan pulang ke Seoul?”

“Minggu depan. Ayahku sudah membelikan sebuah apartemen yang tak jauh dari kampus”

“Jadi kau akan tinggal sendirian disana?”

“Orangtuaku masih memiliki kontrak kerja selama 5 tahun lagi di Tokyo, jadi mereka tidak bisa pulang bersamaku”

Naomi tahu betul kalau Woo Bin sudah tinggal di Tokyo sejak ia masuk sekolah menengah pertama, karena pekerjaan orangtuanya yang mengharuskan mereka sekeluarga berimigrasi ke Jepang. Ia juga tahu kalau ayahnya lah yang menginginkan Woo Bin untu kuliah di Seoul dibanding di Tokyo, karena ayahnya tidak ingin ia lupa dengan kampung halamannya dan juga karena setiap saat ia bisa saja dipanggil untuk mengikuti wajib militer.

Naomi melihat wajah Woo Bin yang terlihat sedih, ia mengerinyitkan dahi karena bingung

Yaa…kenapa kau terlihat sedih?”

Woo Bin menghela napasnya, ia memandang lesu pada Naomi “Aku pasti akan sangat kesepian disana”

Naomi tersenyum ringan, ia duduk bertopang dagu kemudian berkata “Woo Bin ah, apa kau tahu kalau aku juga kan kembali ke Seoul setelah menyelesaikan S2 ku disini”

Woo Bin terbelalak menatap Naomi, seolah tak percaya dengan apa yang baru di dengarnya. “Benarkah?”

“Ayahku memintaku untuk mengurus bisnisnya disana. Karena nenekku sedang sakit mereka harus tetap tinggal di Akita entah sampai kapan”

Woo Bin mengangguk mengerti. Ia tahu kalau Naomi berdarah campuran. Ibunya adalah orang Jepang sedang ayahnya adalah orang Korea. Sejak umur 10 tahun Naomi sudah tinggal di Tokyo. Ayahnya adalah seorang pengusaha properti dan menjalankan bisnisnya di Jepang. Tapi sejak setahun yang lalu nenek Naomi sakit, dan orangtuanya pindah ke Akita karena ibunya adalah anak tunggal. Maka dari itu Naomi tinggal sendirian di Tokyo.  Sejak pindah ke Jepang Naomi belum pernah sekalipun kembali ke Seoul itulah yang membuat Woo Bin sedikit terkejut saat wanita itu bilang dia akan tinggal di Seoul setelah menyelesaikan S2 nya di Universitas Tokyo.

Noona jika kau bilang setelah kau menyeselsaikan kuliahmu itu berarti tahun depan?” tanya Woo Bin

Naomi tampak berpikir “Kurasa begitu. Karena aku baru akan lulus musim semi tahun depan”

***

                Seungki baru saja melangkahkan kaki ke dalam rumahnya saat adiknya Jongsuk memanggilnya

Hyung kau darimana saja? Gara-gara dirimu Eomma memarahiku”

Seungki menghempaskan tubuhnya ke sofa dan menaruh kameranya di meja di depannya “Aku ini bukan anak kecil lagi. Kenapa kalian begitu khawatir” Seungki memandang sekeliling “dimana Eomma?”

                Sebelum Jongsuk sempat menjawab seorang pria dan wanita setengah baya turun dari tangga lantai atas. Saat melihat Seungki sudah ada di rumah, ibunya pun langsung memberondong dia dengan berbagai pertanyaan “Aigoo…kenapa kau tidak menjawab teleponku? Apa yang terjadi? Kau membuatku khawatir”

“Maafkan aku Eomma, aku hanya pergi ke Taman Ueno karena ingin memotret bunga sakura. Lagipula aku sudah dewasa tak perlu khawatir”

Seungki kemudian melihat ayahnya dan memberi salam sambil membungkuk. Ayahnya pun mengangguk kemudian berkata pada anak bungsunya “Jongsuk ya, cepat masuk ke kamarmu. Aku dan ibumu ingin bicara dengan hyung mu”

Jongsuk memandang hyung nya dengan tatapan bingung, Seungki pun hanya mengangkat bahu karena ia sama bingungnya “Baiklah ahbeoji” jawabnya

Setelah Jongsuk naik ke kamarnya di lanta 2, orangtua Seungki pun duduk di sofa di hadapannya. Kemudian ayahnya mengeluarkan sebuah kertas kecil dari dalam sakunya dan menaruhnya di meja. dengan penuh tanda tanya, Seungki melihat sebuah alamat Restoran di daerah Ginza “Ahbeoji, apa ini?” tanya Seungki tak mengerti

“Aku ingin kau pergi menemui salah satu putri sahabatku disana besok pukul  1 siang”

                Seungki terkejut mendengar perkataan ayahnya, otaknya kemudian mencerna kata-kata yang barusan diucapkan ayahnya. Kenapa ayahnya ingin dia bertemu dengan putri sahabatnya? Mungkinkah… “Tunggu sebentar, apa kau ingin menjodohkanku?”

Ibu nya berdehem dan memandang putranya “ Seungki ya…hanya pergi temui dia. Dia adalah gadis yang baik. Aku yakin kau akan menyukainya”

Ayahnya kemudian menambahkan “ Ayah gadis itu adalah seorang pengusaha properti yang cukup sukses di Jepang dan dia adalah sahabatku saat SMA. Dia menikah dengan orang Jepang dan mempunyai putri tunggal. Putrinya itu adalah mahasiswa S2 di Universitas Tokyo. Dan dialah yang ingin aku jodohkan denganmu”

Seungki tertawa pahit, kemudian ia memandang ayahnya dengan kesal. Terlihat jelas kalau dia tidak menyukai rencana ayahnya yang ingin menjodohkannya “Ahboeji. Kenapa kau melakukan ini? tidak bisakah aku memilih pendamping hidupku sendiri?”

Ayahnya melotot dan tampak marah kepada Seungki “Apa kau sedang melawan orangtuamu sekarang?”

“Apa Ahboeji menyuruhku datang ke Tokyo hanya untuk menjodohkanku? Jika tahu begini aku tak akan pernah datang kesini” kata Seungki  kesal

Ibunya yang tidak ingin suasana menjadi tegang diantara mereka berdua, mencoba untuk menenangkan suasana “Seungki ya kami tidak memaksamu untuk menikah dengan gadis itu. Kami hanya ingin kau berkenalan dengannya. Jika kau merasa tidak cocok dengannya kau bisa menolaknya. Hanya sekedar berkenalan tidak masalah bukan?” Bujuk Ibunya

“Bagaimana jika aku menolak?”

“Apa kau sudah memiliki seseorang yang kau sukai?” tanya Ibunya

                Tiba-tiba Seungki memikirkan wanita yang tadi sedang membaca buku di Taman Ueono. Wanita yang membuat jantungnya berdebar-debar, wanita yang membuatnya terpesona  dalam satu detik karena kecantikan dan kesederhanaannya. Tapi bahkan ia sendiri tidak mengenal wanita itu. Seungki kemudian menatap orangtuanya bergantian “Aku sudah menyukai seseorang” katanya

                Orangtuanya tampak terkejut, dan mereka saling berpandangan tidak percaya. Kemudian Ayahnya bertanya “Siapa nama nya? Apa pekerjaannya? Bagaimana latar belakangnya? Apa kau bisa meneleponnya saat ini dan mengenalkannya padaku?”

Pertanyaan Ayahnya yang bertubi-tubi membuat Seungki semakin kesal. Bagaimana ia tahu semua jawaban yang ayahnya ajukan, sedangkan dia sendiri pun tidak tahu apa-apa tentang gadis itu. Seungki menunduk dan tidak bisa menjawab apa-apa. Saat itu orangtuanya sadar kalau Seungki sedang berbohong, ya walaupun tidak semuanya adalah kebohongan.

“Tidak ada bukan?” tanya Ayahnya

Seungki tetap diam Ayahnya kemudian bangkit ia menatap Seungki dan berkata “ Aku anggap kau setuju untuk menemui gadis itu. Dan jangan buat Ayahmu kecewa”

Setelah berkata seperti itu, ayahnya segera meninggalkan ruang tamu dan masuk ke ruang kerjanya.

Melihat putra sulungnya tertunduk lemas Ibu Seungki pun bangkit dan menepuk punggungnya lembut “Untuk kali ini percayalah pada ayahmu. Jangan kecewakan dia” Seungki menatap ibunya dan tersenyum singkat. Ia tak punya pilihan lain, selain menemui wanita pilihan orangtuanya.

***

                Woo Bin menepikan motornya di depan rumah Naomi. Naomi turun dari motor dan menyerahkan helm yang tadi dipakainya.

“Terimakasih sudah mengantarkanku pulang” ucap Naomi

Noona beristirahatlah. Aku pulang”

Naomi mengangguk dan melambaikan tangannya saat motor yang dikendarai pemuda itu meluncur menjauh.

                Naomi memasuki pekarangan rumahnya, ia tampak bingung saat melihat lampu rumahnya dalam keadaan menyala dan kebingungannya semakin menjadi saat pintu rumahnya dalam keadaan tak terkunci. Naomi melihat sekeliling saat ia memasuki rumahnya. Matanya tampak waspada karena ia takut kalau ada pencuri masuk.

“Kau sudah pulang Naomi chan?”

Suara seseorang membuatnya berteriak terkejut, tapi ia lega setelah mengetahui kalau itu adalah ibunya “Okaachan kau membuatku kaget” kata Naomi

“Maaf karena tidak memberitahukanmu tentang kedatangan kami yang tiba-tiba” sahut ibunya.

                Kemudian Ayah Naomi muncul dari dalam kamar utama. Melihat ayahnya, Naomi pun tersenyun dan menghabur ke dalam pelukan ayahnya “Appa…’”

Ibunya hanya menggeleng-geleng saat melihat tingkah putrinya. Ia tahu kalau Naomi sangat manja pada Ayahnya. Karena Ayahnya pun sangat memanjakan Naomi, tentu saja karena Naomi adalah putri tunggal mereka.

Naomi melepaskan pelukannya dan menatap kedua orang tuanya dengan tatapan penuh tanda tanya. “Apa yang membawa kalian berdua muncul di Tokyo secara tiba-tiba? Kupikir kalian masih ada di Akita. Kalian bahkan tak memberitahukanku”

“Kami hanya rindu padamu. Tidak bolehkah?” tanya ibunya

“Tentu saja tidak. Aku senang kalian disini. Tapi tetap saja aku merasa bingung”

“Kau benar Naomi, kami kesini karena kami memiliki tujuan. Ayo duduk aku akan mengatakannya padamu” sahut ayahnya

                Naomi duduk berhadapan dengan orangtuanya di ruang tengah. Tatapan orangtuanya sedikit mencurigakan, itulah yang Naomi rasakan. Entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak. Kemudian ayahnya mulai berbicara “Besok aku ingin kau menemui seseorang besok siang di Restoran Ginza Kyubey”

Naomi mengerutkan alisnya “Seseorang?” Naomi tampak berpikir “siapa?”

“Putra dari sahabatku” juar ayahnya

Naomi semakin bingung dengan perkataan ayahnya. Otaknya mulai mencerna kata-kata Ayahnya. Ia harus menemui putra dari sahabat ayahnya besok siang di Ginza Kyubey. Setahu Naomi itu Restoran Sushi terkenal di daerah Ginza, dan harganya pun bisa dibilang mahal. Jangan-jangan…

Appa…kau tak berencana untuk menjodohkanku bukan?” tanya Naomi hati-hati

Ayah Naomi langsung tertawa saat mendengar pertanyaan putrinya “Kau memang putriku, karena kau bisa membaca pikiranku”

Naomi langsung lemas saat tebakannya benar. Ia pun memelas menatap ayahnya “Appa…kenapa kau melakukan ini padaku?”

Appa tidak menyuruhmu untuk menikah dengannya. Aku hanya ingin kau bertemu dan berkenalan dengannya. Jika kau tidak menyukainya kau bisa menolaknya. Aku tidak akan memaksamu” kata ayahnya panjang lebar

“Tapi…” Naomi mencoba protes, tetapi Ibunya langsung memotong ucapannya

“Naomi  chan, apa kau tidak percaya pada ayahmu? Pemuda itu adalah pemuda yang baik dan berasal dari latar belakang keluarga yang baik”

Naomi memandang lesu pada ibunya “Okaachan juga kenapa mendukung appa?”

Kemudian ayahnya menatap Naomi dan tersenyum “Kali ini saja kau bisa menuruti ayahmu kan Naomi?”  Naomi diam tak menjawab pertanyaan ayahnya. Pikirannya masih berkecamuk.

Kemudian Ayah Naomi melanjutkan “ Ayah pemuda itu adalah sahabat karibku sejak SMA, dia menjadi diplomat sekarang. Aku bahkan sangat terkejut saat bertemu dengannya. Putranya adalah seorang arsitek muda, dan ia membuka perusahaan sendiri bersama temannya di Seoul. Dia adalah lulusan Universitas terkemuka di Kanada. Saat ini ia sedang berlibur di Tokyo, makanya aku ingin kau bertemu dengannya besok.”

Naomi menghela napas, seperti dugaannya pria yang di kenalkan ayahnya pastilah seorang yang memiliki latar belakang yang luar biasa. Tapi pria seperti itu tidak menarik bagi Naomi. Ia bisa membayangkan tipe pria seperti itu pastilah seorang tuan muda yang suka menghambur-hamburkan uang dan membeli barang-barang bermerk, dan berpikir kalau semua bisa dibeli dengan uang. Naomi benar-benar membenci tipe pria seperti itu. Tapi sekarang ayahnya malah menjodohkannya. Apa yang harus ia lakukan? Jika ia menolak ia tahu kalau ayahnya akan sangat marah. Walaupun ayahnya sangan memanjakan Naomi, tapi ayahnya adalah tipe orangtua yang tidak suka dibantah. Ya mungkin ia memang harus menemui pria itu, lagipula ayahnya tadi mengatakan kalau ia tidak menyukainya ia boleh menolak perjodohan ini. Naomi menghela napas dan menatap ayahnya

“Baiklah, aku akan menemuinya besok appa” kata Naomi akhirnya. Ia dapat melihat ibunya dan ayahnya tersenyum puas, sedangkan wajahnya sendiri terlihat kesal.

***

 

7 responses to “[Freelance] I LOVE YOU NOONA (CHAPTER 1)

  1. hmmmm….!!!
    joa…joa…neomo joa.
    he..he..he
    seru euy….pke bgt.
    aku mohon ijin baca ya…!
    jujur.. aku sgt tertarik ama alur crita ff ini.
    Daebak….!keep fighting ya…!!!
    aku mo kejar setoran nih…baca mpe part 7.
    aku jg mohon maaf kalo aku blom bisa comment d tiap partx….tp akan aku usahakan.
    makasie banyak ya…chingu.

  2. Mungkin krn efek ada woo bin disini makannya aku mampir. Aku tinggalkan jejak ya , aku sebenernya seokyu shipper cuman krn aku lagi suka woo bin jdi aku berburu ff berbau woo bin eh nemu blog ini^^ annyeong aku datang baik2 dan akan keluar baik2^^

    Wah jangan2 yg difoto seungki ditaman tadi itu naomi lagi?
    Hmm… kira2 cocok gak ya seungki sm naomi? Dan gimana nasib woo bin yang udah mendam rasa sm naomi hihi oke aku baca next part.
    Semangat!!!!!

  3. Baca teaser nya aja kayanya seru apalagi part selanjutnya, aku yakin ini bakalan cinta segitiga kekekeke bener gak thor #sotauakuya. Lanjut baca ya thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s