[Freelance] My Brother Is A Psycho (Chapter 2)

index

Title : My Brodher Is A Psycho

Author : Kang Eun Woo

Main cast :

Jung Yoon hee (OC)                 a.k.a                Yoonhee

Kwak Young Min  (Nu’est)      a.k.a                Aron

Suport Cast :

Kwak Grace                              a.k.a                Grace

Hwang Min Hyeon (Nu’est)    a.k.a                Minhyeon

Kim Jong In (EXO)                  a.k.a                Jongin

Genre :

Sadnes

Romans

Psyco

angst

Type : twoshot

Length :

Summary :

Ini adalah kisah cinta kakak beradik, dimana sang kakak adalah seorang psycho yang berusaha memonopoli kehidupan adiknya. Dia bahkan bisa membunuh semua oaring yang menghalangi jalannya bahkan orang tuanya.

 

Preview:

Aron baru saja sampai rumah dan berniat pergi kekamar Yoonhee untuk melihat apa dia sudah bangun atau belum.

PRANG-

Terdebgar bunyi barang pecah dari kamar Yoonhee, dan semua yang ada di rumah itu langsung berlari menuju kamar Yoonhee termaksud Aron yang barusaja menaiki tangga ke kamar Yoonheee.

PRANG-

“AARRGGHHHH….-“ terdengar teriakan Yoonhee

“Yonhee gwenchana ?!” ucap Aron panic sambil menggedor pintu kamar Yonnhee

“KENAPA SEMUANYA PERGI…!!! AARRGGGHHHH….,” teriak Yoonhee

PRAANGG-

Aron semakin khuatir sekarang,.. dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada Yoonhee. Dia tidak ingin kehilangan orang yang di cuntainya pergi .

Akhirnya Aron memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Yoonhee, dengan di bantu pelayan yang lain

BBRRAAK-

Pintu terbuka secara paksa, saat mereka berhasil mendobrak masuk mereka terkejut melihat keadaan Yonnhee

“YOONHEE…!!” teriak Aron yang kaget melihat keadaan Yoonhee

My Brother Is A Physcho – Ch.2

-Aron Pov-

Aku tidak pecaya apa yang aku lihat sekarang

.

Tuhan semoga ini hanya mimpi buruk saja

.

Aku segera menghampiri Yoonhee yang sekarang sudah tidak bertenaga lagi.., kalian tau ? Yoonhee menggores nadinya sendiri menggunakan pecahan kaca dari vas bunga yang tadi dia hancurkan

Sekarang darah segar terus mengalir dari pergelangan tangannya, menodai dress putih yang di kenakannya hingga warnanya berubah menjadi merah darah, aku tidak habis pikir kenapa dia melakukan semua ini ?

“CEPAT PANGGIL AMBULANS !!!” teriakku pada para pelayan yang berada di kamar Yoonhee

Merekapun dengan cepat menelpon ambulans, dan membantuku mencoba menghentikan darah yang mengalir di pregelangan tangan Yoonhee

*******

Sekarang Yoonhee di rawat di UGD, sebelum memasukkan Yoonhee ke UGD dokter mengatakan

“darah yang keluar dari tubuhnya terlalu banyak, dan di tambah kondisi psikis Yoonhee yang lemah bisa membuat Yoonhee meninggal”

Aku terusa saja menunggu Yoonhee, aku berharap pintu UGD cepat terbuka dan dokter menyampaikan kabar baik padaku….

Hanya itu permohonanku sekarang

.

Tuhan aku tau aku telah melakukan banyak dosa

.

Tapi…, kali ini saja tolong kabulkan permohonanku

.

Aku mohon selamatkanlah Yoonhee…., hanya Yoonhee satu-satunya yang kumiliki di dunia ini

.

Akhirnya pintu UGD terbuka juga, aku segera berlari menuju dokter untuk menanyakan keadaan Yoonhee

“kondisi adik anda saat sangat kritis, dia bisa saja pergi meninggalkan dunia ini kapanpun. Kita hanya bisa berdoa semoga dia dapat membuka matanya” ucap dokter itu

Kemudian dia pergi meninggalkanku, aku segera masuk ke ruang rawat Yoonhee. Aku menatap sendu sosok yang saat ini terbaring lemas di ranjang rumah sakit itu. Aku duduk di pinggir ranjangnya

Mengelus surai hitam miliknya dengan penuh kasih sayang, berharap dia akan segera membuka matanya dan menatapaku dengan kedua iris caramel miliknya yang indah. Jangan lupakan senyum yang selalu dia buat saat melihatku dan memanggil namaku dengan suaranya yang dia buat manja.

.

Tuhan inikah balasanmu padaku

.

Aku tau aku penuh dengan dosa sekarang

.

Tapi kenapa…, kau selalu saja mengambil semua orang yang kusayangi

.

Sebegitu banyakkah dosa yang telah ku buat ? hingga kau mengambil semua orang yang kucintai

Ah…, sial mata bodoh berhentilah mengeluarkan air mata. Aku sudah lelah menangis selama ini, tidak biskah kau berkenti mengeluatkan air mata, hei mata bodoh.

Flash back on

Aku baru saja menyelesaikan kuliahku di L.A aku menyelesaikan kuliahku hanya dalam waktu satu setengah tahun. Itu hal yang sangat mudah bagiku mengingan aku memiliki kemampuan fotogenis, aku dapat dengan mudah merekam semua apa yang kulihat dan kubaca.

Nanti malam orang tuaku akan datang dari korea, mereka akan datang melihat prosesi wisudaku aku sungguh tidak sabar menunggu mereka tiba. Ah…, andai saja aku bisa mempercepat waktu.

Sekarang aku sedang berkeliling untuk membeli souvenir untuk teman-temanku yang ada di korea. Mereka pasti sedang sibuk dengan kuliah mereka,berbeda denganku yang hanya tinggal menunggu prosesi wisuda

.

Ah…, lelah sekali padahal aku hanya mencari souvenir saja. Oh ya.., ayah dan ibu mungkin sudah sampai di bandara. Lebih baik aku menelpon mereka.

Aku mengeluarkan handphone-ku dan menekan nomor yang telahku hafal

TUUTT-

Aneh kenapa tidak tersambung ? mungkin mereka belum sampai, lebih baik aku menyiapkan makanan untuk mereka. Kemudian aku menuju dapur dan membuat masakan

‘Semoga mereka suka’ pikirku

Aku memutuskan untuk memasak sea food karena appa dan eomma sangat menyukainya, berbeda denganku dan yadongsaengku Grace kami berdua tidak terlalu suka makan sea food.

Ini perasaanku saja atau memang suasana menjadi sangat sepi ya ? biasanya jam segini tetanggaku akan menyetel music dengan suara yang sangat kencang.

Aku menyalahkan televisi yang berada di dekat dapur, aku merasa sepi sekali. Aku merasa seperti aka nada badai yang datang dalam kehidupanku…., Mungkin hanya perasaanku saja….,

Ya…, hanya perasaanku saja. Tidak mungkin akan terjadi sesuatu yang buruk.

‘berita utama hari ini, pesawat bernomor xxxxx dengan tujuan Korea-L.A mengalami kecelakaan, pesawat meledak saat sedang menuju L.A’

A.. apa itukan pesawat yang di naiki orang tuaku,mustahil itu pasti salah. Eomma dan appa tidak mungkin…

“tidak mungkin” gumamku

“mustahil !!!”

“TIDAK MUNGKIN !!!! AARGGH”

BRAKKK-

“ANDWE !!!” teriakku sambil terus menghancurkan apapun yang ada di sekitarku

“tidak…, ini pasti bohong..,”

“Pasti ada kesalahan…,”

“eomma dan appa pasti masih hidup…, hiks” ucapku pilu, aku terus meyakinkan diriku bahwa berita itu hanya omong kosong belaka

*******

Keesokan harinya aku mengikuti prosesi wisudaku tanpa kedua orang tuaku. Ini seperti mimpi buruk bagiku, seharusnya aku tidak memaksa mereka untuk datang ke sini. Dan dengan begitu saat aku sampai di Korea aku masih bisa melihat wajah mereka

Tadi pagi aku dapat telfon dari kepolisiian mereka bilang semua orang yang ada di dalam pesawat itu tidak ada yang selamat termaksud kedua orang tuaku. Aku berharap adik perempuanku Grace belum mendengar berita ini, aku tidak ingin dia berbuat nekat dengan membunuh dirinya sendiri.

Grace pernah masuk ke rumah sakit jiwa, dia selalu merasa dirinya kesepian karena eomma dan appa yang sibuk bekerja dan aku yang sedang sibuk untuk mempersiapkan diriku meneruskan perusahaan orang tuaku

Karena dia tidak memdapat kasih sayang dari kami, dia pernah mencoba membunuh dirinya sendiri dengan cara gantung diri. Semenjak saat itu Grace masuk rumah sakit jiwa mereka bilang Grace mengalami gangguan jiwa karena kekurangan kasih sayang dari kami

Dan kami memutuskan mulai saat itu juga kami akan lebih dulu mementingkan Grace dari pada yang lain, kami tidak ingin kejadian itu terulang lagi….

.

Sekarang aku sudah berada di Korea, setelah selesai acara aku langsung ke bandara dan terbang ke Korea. Samapai di bandara aku di jemput oleh supir pribadi keluargaku, dan langsung pergi menuju rumah

Begitu sampai rumah aku melihat Grace sedang terduduk di depan pintu sambil menangis dengan sebuah koper

“Grace ?” panggilku

“oppa…, hiks..”

“kau kenapa Grace, kenapa kau menagis ?”

“o..oppa paman Kim mengusirku dari rumah hiks…, di..dia bilang eomma dan appa telah meninggal da..dan dia juga bilang kalau semua harta eomma da..dan appa jatuh padanya hiks..,”

“Grace..”

“oppa itu bohongkan ? eo…eomma dan appa masih hi…hidupkan hiks..,?”

.

.

“oppa ?” panggil Grace

“mian Grace appa dan eomma, memang sudah meninggal..” ucapku lirih

Aku melihat wajah Grace sangat terkejut dan sedih secara bersamaan, dan dia kembali menangis..

“ada apa ini !!” teriak seseorang dari arah pintu

Ternyata itu adalah paman Kim dia adalah adik dari ibuku, dan dialah yang telah mengambil alih perusahaan dan harta eomma dan appa yang seharusnya menjadi milikku

“paman Kim, cepat kembalikan perusahaan dan harta orang tuaku !!!” bentakku padanya

“oh.., youngmin kau sudah kembali rupanya”

“cepat kembalikan paman !!” geramku

“sayangnya aku tidak mau mengembalikannya, lebih baik sekarang kalian berdua pergi dari sini sebelum aku panggil penjaga”

“kau tidak bisa mengusirkami paman, ini adalah rumah kami !!!” bentakku

“oh…, tidak keponakanku tersayang. Sekarang rumah ini milikku begitu pula perusahaan dan harta keluarga kalian yang lain”

“kau manusia rendahan !!! beginikah caramu membalas kebaikan kami !!!”

“iya beginilah caraku membalas kebaikan kalian. Penjaga.., cepat usir mereka dari sini !!”

Dan setelah itu penjaga membawa kami keluar dari rumah kami, dan melempar kami ke depan pintu gerbang

“oppa sekarang kita akan tinggal dimana ?” Tanya Grace

“kau tenag saja Grace…, oppa akan mencari tempat untuk kita tinggal “

Uangku yang tersisah hanya bisa menyewa sebuah apartemen sederhana, dan setelah itu aku harus mencari kerja untuk membiayai hidup kami. Dan dengan sangat terpaksa aku harus selalu meninggalkan Grace sendirian di rumah

Aku harap dia akan baik-baik saja selama aku pergi bekeja, dan juga sekarang Grace harus melakuakan pekerjaan ruamah untuk sementara waktu, sampai aku bisa naik dari jabatanku yang sekarang

Sekarang aku bekerja di Hwang Coperation, aku bekerja sebagai tenaga ahli disana. Aku terus melakukan segalahal dengan baik, agar aku dapat di promosikan dan membuat hidup kami lebih baik

Bulan demi bulan kami lalui sekarang keadaan kami bisa di bilang sangat baik setelah aku naik jabatan. Tapi selama itu juga aku perhatikan Grace semakin kurus dan pucat, padahal sekarang dia sudah tidak melakukan pekejaan rumah lagi…

“Grace kau baik-baik saja ? kau terlihat semakin kurus ?” tanyaku

“oppa…., bisakah kau meluangkan waktu lebih banyak untuk bersamaku ?”

“mianhae Grace, oppa masih harus berusaha lebih keras. Supaya kondisi kita kembali seperti dulu” balasku kemudian aku mencium keningnya dan meninggalkannya untuk pergi ke kantor

.

Aku harap Grace baik-baik saja….,

Semoga dia mengerti semua yang kulakukan ini hanya untuknya, hanya Grace yang kumiliki sekarang

“hei Aron hyung, kenapa kau melamun” ucap seseorang

Kemudian aku mendongakkan kepalaku dan menemukan Hwang Min Hyeon anak dari pemilik perusahaan ini sedang menatapku

“gwenchana, hanya memikirkan adikku saja” balasku

“memangnya ada apa dengan adikmu ?” tanyanya, kemudian dia duduk di sebelahku

“dia terlihat semakin kurus dan pucat, aku jadi sangat mengkhuatirkannya”

“oh begitu…, bagaimana kalau kau membelikan coklat untuknya. Biasanya perempuan akan senang bila di berikan coklat” saran Minhyeon

Coklat…,?

Ah, mungkin ini akan berhasil, Grace sangat menyukai coklat.

“gomawo atas saranmu, Minhyeon-ah” ucapku

Setelah selesai kerja aku langsung pergi menuju toko coklat, aku berharap Grace akan kembali seperti dulu jika memakan coklat yang aku berikan

Aku segerra memacu mobilku menuju apartemen kami, aku melangkah dengan wajah yang berseri-seri membayangkan wajah Grace akan tersenyum saat memakan coklat yang aku berikan, membuatku merasa senang

“Grace, oppa pulang” teriaku satt masuk

Hening-

Tidak ada jawaban, aneh sekali biasanya Grace akan duduk sambil nonton televisi, sambil menungguku pulang. Tapi keman dia sekarang ?

Ah ! mungkin dia sedang tidur di kamar, aku segera melangkahkan kakiku menuju kamarnya dan membuka pintu kamarnya

“Grace oppa bawa-“ ucapku terputus

Tuhan apalagi cobaan yang kau berikan padaku, aku melihat tubuh Grace di udara dengan seutas tali yang melingkar di lehernya

Tuhan tidak cukupkah orang tuaku kau ambil

.

Kenapa sekarang kau juga mengambil Grace

.

Satu-satunya orang yang kumiliki di dunia ini

“Grace..,” lirihku

Kemudian aku berjalan mendekat kearah tubuhnya, menurunkan tubuhnya dan memeriksa denyut nadinya. Berharap kalau dia masih memiliki denyut nadi

.

Tapi harapan hanya harapan semata

.

Grace sudah tidak ada lagi di dunia ini….,

.

Dia pergi meningglakanku, dia pegi ke tempat appa dan eomma tanpaku

.

Kau sunggu tega Grace.., meninggalkan oppa sendirian

.

Apa salahku, hingga kau juga meninggalkanku. Apa yang kuberikan selama ini kurang cukup untukmu hingga kau pergi meninggalkanku

Kudekap tubuhnya, seolah dia akan kembali jika aku tetap memeluk tubuhnya. Namun kusadari semua itu sia-sia, Grace tidak akan kembali

Kemudian aku berdiri, lalu membaringkan tubuh Grace ke kasurnya, lalu melangkah pergi. Tapi langkahku terhenti saat melihat cermin rias Grace

Aku mendekati cermin itu, ternyata ada tulisan Grace yang di tulis menggunakan lipstiknya

‘oppa mianhae…, aku harus meningggalkanmu selamanya….

Paman Kim selalu mengancamku, agar aku membunuh oppa dengan tanganku sendir. Dia bahkan pernah menawarkaku kembali kerumah dan akan memberikan hartanya jika aku membunuh oppa..,

Tapi aku tidak mau…, oppa jauh lebih berharga dibandingkan dengan rumah dan harta lainnya. Mianhae oppa..,

Aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku.., dan pergi menyusul eomma dan appa. Aku tidak sanggup lagi mendengar ancaman dan rayuan paman Kim, yang menyuruhku untuk membunuh oppa…,

Mianhae oppa…, semoga kau baik-baik saja setelah kepergianku..’

Kim kurang ajar…, kan KUBUNUH KAU !!!

******

Hari ini hari pemakaman Grace Hwang sangjanim dan Minhyeon datang ke acara pemakaman Grace. Mereka memintaku mengikhlaskan kepergian Grace

Tapi tenang saja kepergian Grace akan aku relakan jika di tukar dengan nyawa seseorang yaitu kau KIM JONG IN !!!

.

Setelah selesai acara pemakaman aku datang ke perusahaan appa yang sekarang sudah diambil alih paman Kim. Aku menyelinap masuk dan menghancurkan sistem keamanannya. Setelah selesai aku langsung masuk keruang kerja paman Kim

“Kwak Youngmin, apa yang kau lakukan di sini ?” Tanya paman Kim

Aku tidak menjawab, aku terus melangkahkan kakiku kearahnnya. Sepertinya dia sama sekali tidak curiga

Setelah sampai di hadapannya aku langsung menatap matanya dengan tatapan membunuh. Tapi memang paman Kim bodoh dia sama sekali tidak menyadari tujuanku

“aku datang untuk membunuhmu paman” ucapku, lalu setelahnya aku menancapkan pisau yang kusimpan ke ulu hatinya

“dasar bodoh..”

Setelah dia ambruk aku segera pergi dari tempat itu

.

Disinilah aku sekarang di sebuah taman yang sepi yang hanya di temani guyuran hujan, langit seolah mengerti perasaanku

“kenapa kau hujan-hujanan ?” Tanya seseorang, tapi aku tidak menghiraukannya

Tiba-tiba aku merasa hujan tidak mengguyur tubukku lagi, tidak…., itu bukan karena hujan sudah berhenti. Aku mendongakkan kepalaku aku melihat sebuah payung dia atas kepalaku lalu aku menatap oaring yang tadi bericara padaku

Dia seorang yoeja sepertinya dia seumuran dengan Grace

“kau saja yang pakai, kau bisa mengembalikannya kapan-kapan” ucapnya lalu meninggalkanku

Dia bodoh atau apa ? memberikan payungnya padaku sementara dia sendiri kehujanan. Tapi wajahnya sangat manis..,

Apa ini yang dianamakan love at firs’t sight ?

Kemudian aku menatap gantungan kunci yang ada di gagang paying itu

‘Jung Yoon Hee’

Yoonhee, Jung Yoon Hee…, Yonhee

DEG

Perasaan apa ini

Yoonhe…, Jung Yoon Hee.., Jung Yoon Hee

IS MINE !!!

.

Semenjak hari itu aku terus mencari tahu tentang anak itu, dan tanpa sadar sekarang kamarku penuh denghan fotonya. Dan juga sekarang semua asset perusahan appa kembali padaku begitu pula dengan harta yang diambil paman Kim.

Suatu hari aku mendapatkan informasi mereka akan mengadopsi anak laki-laki, dan saat itu rencanku mendapatkan Yoonhee mulai ku susun

FLASH BACK END

Yoonhee aku mohon bukalah matamu…, jangan tinggalkan aku sendiri

.

-Yoonhee Pov-

Silau …, apa sekarang aku sudah mati …? Kenapa aku belum bertemu ayah dan ibu ?

Kenapa tanganku basah ?

.

‘Yoonhee…, bukalah matamu..’

.

Aron oppa ?

.

Aku perlahan mulai membuka mataku, hal yang pertama kulihat adalah Aron oppa yang sedang menggenggam tranganku erat. Kulihat matanya terlihat membengkak

‘apa oppa menagisiku ?’

Kemudian tanpa ku komando tanganku mengelus rambut Aron oppa,

Lembut

Itulah kesan pertamaku saat merasakan setiap helaian rambutnya. Aku merasa ada sedikit pergerakan dari Aron oppa

“selamat pagi oppa” ucapku sambil tersenyum

“Yoonhee ?”

GREPP

Aron oppa langsung memelukku erat, aku membalas pelukannya. Rasanya sangat nyaman berada di pelukan Aron oppa. Aron oppa memiliki aroma yang sama dengan Ren aroma ‘mint’

Ren..?

Dia juga sudah pergi meninggalkanku, kenapa semuanya meninggalkanku ?

Apa salahku ?

Selama ini aku berusaha menjadi anak yang baik untuk appa dan eomma. Dan aku juga tidak pernah menyakiti atau menkhianati Ren sekalipun

Tapi kenapa mereka begitu kompak meninggalkan aku sendirian ?

“oppa..,” ucapku sambil berusaha melepaskan  pelukannya

Aron oppa terus menatapku, aku bisa melihat rasa bahagia di matanya. Apa Aron oppa juga akan meninggalkan ku ?

“oppa…” pangilku

“ne, ada apa Yoonhee ?”

“oppa tidaka akn meninggalkanku bukan ?”

Suasana menjadi hening setelah ucapanku itu, aku tidak berani menatap wajah aron oppa. Aku takut saat aku melihatnya dia akan menghilang

“oppa tidak akan meninggalkanmu Yoonhee” ucap Aron oppa sambil mengelus rambutku

“janji ne, oppa tidak akan meningglkanku” ucapku sambil menatapnya

“oppa janji Yoonhee, apapun yang terjadi oppa tidak akan meninggalkanmu”

Setidaknya aku masih memiliki Aron oppa, walaupun aku tau dia sudah tidak bisa lagi menjadi sosok kakak bagiku… karena pada kenyataannya Aron oppa mencintaiku sebagai seorang perempuan bukan sebagai seorang adik

“oppa.., apa kau yang membawaku ke sini ?” tanyaku, karena aku tahu ini bukan kamarku melainkan sebuah ruangan yang biasa ada di rumah sakit

“ne, oppa yang membawamu. Kau tau ? kau benar-benar membuat oppa khuatir..”

Aku melihat kesungguhan dari ucapannya barusan, tuhan apa aku boleh mencintai kakakku sendiri ?

“mianhae oppa…, Yoonhee benar-benar depresi saat itu. Juniel eonni bilang pada Yoonhee kalau Ren sudah meninggal…., tapi mayatnya tidak bisa di temukan. Yang tersisah hanya seragamnya yang penuh darah”

“tapi kau tidah perlu menyakiti dirimu sendiri Yoonhee. Kau tau kau koma selama 3 hari”

Apa ?

3 hari padahal aku merasa baru tidur sebentar, bahkan sekarang aku masih merasa sangat lelah dan mengantuk

“apa selama 3 hari itu oppa selalu menemaniku ?” tanyaku pada Aron oppa

“tentu saja Yoonhee mana mungkin oppa meninggalkanmu sendirian” ucap Aron oppa sambil membelai rambutku

Aku merasa sangat nyaman saat ini, walau aku tahu aku tidak boleh mencintainya. Tapi…, biarlah yang penting sekarang aku merasa tenang

“gomawo oppa..,”

.

-author pov-

Setelah dirawat di rumah sakit selama seminggu akhirnya Yoonhee di izinkan pulang.tapi dokter memperingatkan Aron jangan sampai membuat Yoonhee merasa tertekan

Tentusaja Aron menurutunya, karena dia tidak mau sampai terjadi sesuatu pada Yoonhee. Setelah keluar dari Rumah sakit, Aron selalu berada disisi Yoonhee. Dia selalu mengantar jemput Yoonhee ke sekolahya

Seperti biasa sepanjang perjalanan Yoonhee selalu membahas tentang masalah kematian Ren yang sampai sekarang masih sebuah misteri. Karena tubuh Ren belum juga di temukan. Dan Aron hanya menanggapinya dengan “hhmm” atau “benarkah ?” karena dia sangat benci jika Yoonhee membicarakan oaring lain selain dirinya

Aron bisa saja membuat Yoonhee bungkam dengan menunjukan sifat aslinya. Tapi dia tidak ingin Yoonhee melihat sifat asli, mengingat Yoonhee yang cepat merasa takut. Aron bisa menebak jika dia memperlihatkan dirinya yang sesungguhnya Yoonhee pasti akan semakin jauh darinya

“oppa apa kau tidak kerja lagi hari ini ?” Tanya Yoonhee saat mereka tiba di rumah Aron

Ya…, semenjak keluar dari rumah sakit mereka berdua pergi meninggalkan mansion keluarga Jung. Dan pindak ke rumah yang sudah Aron siapkan untuk tempat tinggal mereka berdua.

Aron beralasan kalau Yoonhee tinggal di rumah yang mereka tempati sekarang, Aron akan lebih sering bersama. Mengingat jarak rumah dan kantornya dapat di tempuh dalam waktu 5 menit dengan berjalan kaki

Tapi…,

Alasan sebenarnya mereka pindah karena di setiap sudut rumah itu telah di siapkan kamera CCTV yang akan selalu menangkap pergerakan Yoonhee. Dan hal itu akn mempermudah Aron untuk selalu mengawasi gerak-gerik Yoonhee

“anni, oppa mengerjakan kerjaan oppa di rumah” ucap aron oppa tanpa mengalihkan pandangannya dari komputernya

“tapi oppa suda 2 minggu tidak kerja.., apa jadinya jika presdir perusahaan tidak pernah datang ketempat kerjanya”

“jadi kau tidak suka jika oppa ada disini ? kau jahat sekali pada oppa Yoonhee” ucap Aron merajuk

“a..anni bukannya Yoonhee tidak suka. Hanya saja ka-“

‘Baby I can’t let you go ,I only think about you girl,What would I be without you girl  , Don’t tell me lies, Don’t say goodbye, I just wanna let you know , I only think about you girl,What would I be without you girl’, What would I be without you girl’, youbosaaeyo… ( Nu’est – hello : Aron Reff)

Ucapan Yoonhee terpotong saat suara Handphone Aron berbunyi

“youbosaayo” ucap Aron

“….”

“apa !! bagaimana bisa !!”

“….”

“jangan biarkan dia pergi, aku akan segera ke kantor”

Aron mematikan handphonenya dan terlihat sekali wajahnya terlihat sangat kesal

“oppa ada apa ?” Tanya Yoonhee

“ada yang membobol data perusahaan. Kau tidak apa-apakan kalau oppa tinggal”

Yoonhee hanya mengangguk sebagai jawaban, setelah itu Aron mengambil kunci mobilnya dan tidak lupa mencium kening Yoonhee sebelum pergi

Yoonhee yang bosan akhirnya memutuskan untuk melihat-lihat kamar Aron karena selama ini Yoonhee tidak pernah masuk kesana karena di larang oleh Aron

“ommo ! aish, pantas saja oppa melarangku masuk. Kamarnya seperti kapal pecah begini” gerutu Yoonhee

“hah.., lebih baik aku membersihkannya”

Yoonhee akhirnya mulai membereskan kamar Aron yang sudah tak layak lagi jika di sebut ‘kamar’  karena sangan berantakan.

Yoonhee mulai membersihkan kamar mulai dari memisahkan pakaian yang bersih dan kotor yang Aron letakkan sembarangan, merapihkan tempat tidurnya, menyapu dan mengepel kamar itu

Hingga matanya tertuju pada pintu yang terletak di sudut kamar Aron, Yoonhee mencoba membuka pintu itu namun tidak bisa karena pintunya terkunci. Kemudian dia mengingat
kunci yang terletak di bawah bantal Aron

Yoonhee mengambil kunci itu dan memasukannya ke dalam lubang kuncinya dan ternya kunci itu cocok. Lalu dia mulai memasuki ruangan iu, Yoonhee berusaha mencari tombol lampu karena ruangan itu sangat gelap

Dan akhirnya dia berhasil menemukan tombol lampu, tapi….,

Matanya langsung terbuka lebar melihat isi ruangan tersebut

Ruangan itu penuh dengan foto Yoonhee mulai dia bersekolah di Junior Hight School sampai sekarang, dengan ukuran foto yang beragam. Yoonhee mulai menelusuri ruangan itu

Dan matang tertuju pada foto orang tuanya dan Ren yang di tancapkan menggunakan pisau, lalu Yoonhee berjalan mendekat

Dia melihat ada noda merah yang melumuri pisau itu, dia menjulurkan tangannya ke noda itu dan mengendusnya

‘darah !!’ ucap Yoonhee dalam hati

Lalu Yoonhee mendekat ke sebuah meja kerja yang ada di ruangan itu, dan matanya semakin melebar melihat pemandangan yang ada di depan matanya.

Dia melihat cairan kental bewarna putih yang berlumuran di kursi dan fotonya dan dia tahu betul apa cairan itu..,

 itu adalah ‘sperma’

‘a..apa ini, apa Aron oppa ?’

Kemudian dia berjalan mundur menjauhi meja itu, ia merasa sangat mual dan jiji melihat pemandangan yang ada di depan matanya

Lalu langkah Yoonhee terhenti karena ada sebuah lemari di belakangnya, karena penasaran dia membuka lemari itu

.

“AAARRRGGHHH !!!!” Yoonhee berteriak keras saat melihat isi lemari itu

Ternya di dalam lemari itu ada mayat Ren dengan seutas tali yang mengelilingi lehernya

“bukankah sudah kubilang jangan masuk ke kamarku Yoonhee” sebuah suara berasal dari depan pintu ruangan itu

Yoonhee sangat hafal dengan suara ini, tapi dia takut membalikan badannya karena suara itu terdengar sangat dingin dan menusuk

Perlahan sosok itu mendekat kearah Yoonhee, setiap langkah yang di ciptakannya membuat Yoonhee merinding ketakutan

“kau nakal sekali Yoonhee” ucap sosok itu lalu membalik tubuh Yoonhee agar melihatnya

“o…oppa..,” ucap Yoonhee takut

Ya, sosok itu adalah Aron, tapi dia sangat berbeda dengan Aron yang selam ini Yoonhee kenal. Sosok itu sangat menyeramkan dengan sorot mata yang tajam dan seringai yang menghiasi bibirnya

“kau sekarang sudah tau semuakan Yoonhee ?” ucap Aron yang terdengar dingin

“o..oppa.., aku mohon biarkan a.., aku pergi” lirih Yoonhee

“apa ? pegi katamu ? KAU TIDAK TAHU BERAPA LAMA WAKTU YANG KU HABISKAN UNTUK MEMILIKIMU YOONHEE !!!” teriah Aron tepat di depan wajah Yoonhee

Yoonhee hanya diam karena dia merasa sangat takut sekarang. Lalu tiba-tiba Aron mencengkram leher Yoonhee

“Yoonhee pilihlah, jadi milikku atau MATI !!” ucap Aron

.

.

“a..aku lebih baik memilih mati menyusul orang tuaku dan Ren. Dari pada harus menjadi milikmu !!” ucap Yoonhee dengan nada yang bergetar, terlihat jelas kalau dia sangat ketakutan

Lalu Aron pergi meninggalkan ruangan itu.., dan dia kembali dengan sebuah botol yang ada di tangannya. Dia mulai menumpahkan isinya ke seluruh ruangan itu.

“kau.., kau ingin membakarku oppa !!” ucap Yoonhee, cairan itu ternyata adalah bensin

Aron sama sekali tidak menjawab pertanyaan Yoonhee, selesai menumpahkan cairan itu, Aron melangkah mendekati Yoonhee

“ini kesempatan terakhirmu Yoonhee.., menjadi milikku atau mati” ucap Aron saat berada di hadapan Yoonhee

“aku tetap memilih yang pertama” ucap Yoonhee tegas

Aron mulai mengambil korek api yang ada di saku jasnya, dan menyalakannya lalu menjatuhkannya ke lantai

Api mulai melahap ruangan itu Yoonhee hanya bisa pasrah menikmati hawa panas yang mengelilinginya

‘eomma, appa, Ren…, tunggu aku. Aku akan segera menyusul kalian’ ucap Yoonhee dalam hati

Api mulai merambat ke sekitar tubuh Yoonhee

GREPP-

Sebuah lengan melingkar kuat di pinggang Yoonhee

“kalau aku tidak bisa memilikimu disini, aku akan memilikimu di alam sana-“ ucap orang dari belakng tubuh Yoohee, yang ternyata adalah Aron

“aku tidak akan merubah persaanku, walau aku sudah meninggalkan dunia ini-“ ucap Yoonhee

Dan saat itu juga api menjalar tubuh mereka, menghanguskan tubuh mereka dan juga rumah mereka tanpa sisa

Dan dunia digemparkan atas pristiwa tersebut karena dua sosok kakak beradik yang tinggal di rumah tersebut di temukan tewas terbakar, tidak ada yang tersisah disana. Dan tidak ada pula yang tau kalau sebenarnya Aronlah yang membunuh Jessica, Yunho, Ren, Yoonhee dan dirinya sendiri…

END

HHWAAA !! Aron oppa mati…, #lupakan# gimana ff’a cingu bagus ga ? ini ff pertama author yang bergenre Psycho. Semoga kalian suka dan jangan lupa comment. Annyeong reader-dul samapai jumpa di ff Kang Eun Woo selanjutnya…. ^^

20 responses to “[Freelance] My Brother Is A Psycho (Chapter 2)

  1. Bagus…
    Tapi kurang psiko…atau aku -nya aja ngerasa kurang banyak
    *tapi bagus kok hampir gag ada typo*
    Teruskan menulis… Terima kasih buat FFnya 🙂

  2. haha saikonya emang ga trlalu berasa disini, tp kayak bnyak ambisi aron ke yoonheenya aja..karna dasarnya aron tetaplah orang baik..hahaha
    gapapa2 aku suka..aku jg kesian klo trlalu sadis wkwk
    keep writing thor^^a

  3. Aron sudah gila (-,-“) *di gebuk author* *auhtor : bilang Aron gila sekali lg.. author bunuh!* *me : oh ng.. nggak.. kok.. a.. aron.. gan.. teng..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s