[Freelance] The real QUEEN (Chapter 2)

the real queen

The real QUEEN

Author :

Kim Mirna/@mirnakawamura

Main Cast :

Choi Queen (OC), Park Chanyeol (Exo K), Hendry Lau (Suju M), Kim Yoon Ah (OC)

Other Cast :

Kris (EXO M) aka Park Kris

Xi Luhan (EXO M) aka Choi Luhan

Bae Suzy (Miss A)

Amber Liu (Fx)

Choi Siwon (Suju)

Tiffany Hwang (SNSD)

Member EXO K

Other Member Suju

Genre :

Romance, a little bit Comedy (?)

Ratting :

General

Lenght :

Multichapter

Annyeong……!!! Author kece alias istri Kim Kibum, adik Kim Joon Myeon dan kakak dari Kim Jong In yaitu Kim Mirna datang lagi……kekeke #plak!! digampar Shawol n Exotic#

Aku dtg bw TRQ Chap 2. Terkesan lebih cepat emang tapi aku sengaja ngirimnya cepat coz yg Chap 1 kemarin kependekan gitu…. semoga readers puas bacanya. Heheehe…..

Warning : hati-hati miss Typo bertebaran……!!!! don’t copas n i hate plagiarism!!

HAPPY READING N DON’T BE A SILENT READER!!!!! ^____^

 


 

Chapter 2

Preview

“ kemarin Appamu menelponku dan memberitahuku tentang perjanjian itu, ia menyuruhkuuntuk mengingatkanmu “

“ Ne??? “ pekikkku setelah sekian lama aku terdiam, hanya kata itu yang keluar dari mulutku mewakili keterkejutanku.

***

Aku berjalan di koridor sekolah menuju kelasku, tatapanku kosong, aku masih kepikiran dengan ucapan Kim Ajhussi tadi. Ingatanku mulai memutar memori-memori masa lalu sebelum kedatanganku di Korea 2 tahun lalu dan alasanku pindah ke Korea.

Flashback On

“ yaak!! Lepaskan aku! Lepaskan aku!! “ teriakku dan meronta-ronta pada 2 pria bertubuh besar yang sedang menarikku dengan paksa masuk ke dalam rumah mewah yang lebih mirip istana.

“ lepaskan dia !“ perintah sebuah suara dari depan, ia menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan, disebelahnya berdiri wanita cantik yang paling tidak ingin kutemui. Aku menatap wanita itu tajam. Dua pria yang dari tadi berdiri disisi kanan dan kirikupun melepas cengkramannya dan meninggalkan kami bertiga dengan membungkuk terlebih dahulu pada pria setengah baya yang sedang berdiri dihadapanku.

“ aku dengar kali ini kau tertangkap di Bandara Australia “ ujar Pria itu sambil menyeringai padaku.

“ tsk…. ‘tertangkap’ ??? aku benar-benar seperti penjahat mendengar kata itu “ ujarku tidak kalah dingin dengan seringaianku yang tidak jauh menyeramkan. Aku melihat pria itu sedang menahan amarahnya, ia mengepalkan tangan dan memejamkan matanya, wanita yang daritadi berdiri di sampingnyapun mengelus lembut dada pria itu mencoba menenangkannya.

“ apa maumu sebenarnya Queennie?? “ Tanya pria itu dengan suara yang melembut.

“ aku hanya ingin appa meninggalkan wanita penggoda itu “ ujarku sambil menatap kesal ke arah wanita yang paling ku benci itu dan tampaknya ia cukup shock mendengar ucapanku.

“ Choi Queen!!! “ bentak appaku “ dia bukan wanita penggoda, dia eommamu ! “

“ eomma??? Aku hanya punya satu eomma, dan ia sudah meninggal karena wanita penggoda itu “ teriakku dengan suara yang lebih keras. Mataku mulai memanas tapi aku berusaha menahannya agar cairan bening itu tidak keluar.

Aku melihat appaku maju ke arahku dengan gusar, ia mengangkat tangannya seperti ingin menamparkan, aku tidak sanggup melihatnya jadi aku memutuskan memejamkan mataku tapi beberapa detik kemudian aku tidak merasakan tangan appa menyentuh pipiku, aku mencoba membuka mataku dan ternyata Luhan Oppa sudah berdiri disampingku dan menahan tangan Appa yang hendak menamparku. Selama ini aku hanya bisa melihat wajah lembut Luhan Oppa yang selalu tersenyum menenangkanku tapi yang kulihat sekarang, Luhan oppa benar-benar berubah ia menatap appa dengan amarah yang besar itu jelas sekali dari caranya menatap appa dan caranya menggenggam kuat peregelangan tangan appa.

“ oppa… “ bisikku

“ jangan menyentuh adikku ! “ ujar Luhan oppa dengan suara tertahan karena menahan amarahnya agar tidak keluar. Karena meskipun ia sangat marah, ia tidak bisa melukai pria di hadapannya itu, beliau tetap orangtua kami. Appa menghempaskan tangan Luhan Oppa dan berbalik meninggalkan kami disusul wanita penggoda itu.

“ gwencana?? “ tanya Luhan Oppa dengan suara lembutnya. Aku tidak menjawab pertanyaannya dan langsung menghambur kepelukannya. Luhan Oppa memelukku erat dan mengusap lembut kepalaku, aku selalu merasa tenang jika luhan oppa melakukan hal itu.

“ appa jahat oppa, dia sudah berubah, dia bukan Appa yang kukenal lagi “ kataku sambil terisak dalam pelukannya.

“ Uljima… appa hanya terlalu khawatir padamu, jadi tenanglah “ ucap Luhan Oppa menenangkanku, dia membimbingku menuju kamar tidurku “

“ sekarang istirahatlah, kau pasti lelah seharian naik pesawat “ ujar Luhan Oppa sambil membaringkanku di tempat tidur dan menarik selimut untukku sampai di leherku.

“ oppa tahu darimana?? “

“ aigooo… kau pikir aku ini siapa? Aku ini oppamu, aku yang paling tahu tentang dirimu. Kau tahu tadi pagi appa sangat khawatir karena kau tidak ada lagi di kamar dan juga tidak kesekolah, Appa langsung menyuruh pengawal untuk mencarimu sampai di Bandara dan ternyata kau sudah kabur lagi ke Australia “

“ mianhae oppa “ ucapku pelan setengah berbisik

“ besok-besok kalau kau ingin kabur lagi, kau harus memberitahuku “

“ eyyy…. kalau aku membertahumu itu bukan kabur namanya oppa “ ucapku manja

“ hehehe… benar juga. Sudahlah jangan banyak bicara, sebaiknya kau istirahat saja, oppa harus mengerjakan tugas kuliah “ ucap Oppaku kemudian mengecup keningku lembut dan keluar dari kamarku.

Aku menatap langit-langit kamarku yang dihiasi dengan bintang-bintang kertas buatanku dengan Luhan oppa, tanpa kusadari airmataku keluar dari kedua sudut mataku. Aku tidak tahu kalau keluarga yang selama ini aku banggakan dan aku sayangi menjadi hancur dan lebih seperti neraka. Ya ini bermula sejak kedatangan wanita penggoda itu yang merupakan sahabat eommaku. Awalnya aku sangat senang dengan kedatangannya, ia wanita yang baik dan penyayang, ia menyayangiku dan luhan Oppa seperti anaknya sendiri, mungkin karena ia seorang janda dan tidak mempunyai anak. hari terus berlalu hingga eomma jatuh sakit dan setelah dirawat beberapa hari di RS Internasioanl Jepang, eomma meninggal dunia, aku sangat terpukul dengan kepergian eomma, aku sangat dekat dengannya, aku tidak bisa jauh-jauh dari eomma, eomma seperti malaikat yang selalu melindungiku. Beberapa hari aku tidak makan dan tidak keluar dari kamar, hidupku rasanya sudah berakhir, aku ingin mati saja menyusul eomma tapi aku sadar kalau aku masih punya Luhan Oppa dan appa yang masih setia menyayangiku. Aku kembali beraktivitas seperti biasanya meskipun aku jauh lebih pendiam tidak seceria sebelumnya. Aku baru mulai merasa hidup kembali tapi lagi-lagi appa mengahancurkan semangat hidupku, tiba-tiba ia memberitahu kami kalau ia akan menikah dengan Tiffany, wanita sahabat eomma yang selama ini kukenal sebagai Ajhumma yang baik. Aku dan Luhan Oppa menentag keras keinginan appa, ini karena belum sebulan kematian eomma dan sekarang appa ingin menikah lagi. Dari situlah aku berpikir bahwa selama ini Appa memang punya hubungan khusus dengan wanita itu dan mungkin juga eomma mengetahuinya dan sakit hati sampai ia harus jatuh sakit dan akhirnya meninggal.

Setelah appa dan wanita penggoda itu resmi menikah, hidupku benar-benar berubah bahkan Luhan Oppa mengatakan kalau aku bukan Queen yang ia kenal dulu. Aku jadi pemberontak, lebih temperamental dan selalu menantang perintah appa, dan juga sering mebuat masalah di sekolah sampai-sampai appa harus bolak-balik ketemu guru Bkku. Aku bukan lagi Queen yang ceria, anggun, selalu tersenyum ramah dan manja, bukan lagi Queen yang selalu mendapat nilai seratus di sekolah. Aku bahkan belajar Taekwondo agar aku bisa melawan para pengawal appa yang mencoba mengahalangi atau membuntuti jalanku. Aku jadi benci dengan yang namanya namja kecuali oppaku da seseorang lagi, aku merasa mereka semua sama hanya bisa menyakiti perasaan yeoja seperti appa menyakiti eomma. Aku sering kabur keluar negeri hanya untuk menenangkan perasaanku dan menghidar dari kawalan bodyguard suruhan appa. Tapi karena appa merupakan salah satu pemilik perusahaan terkenal di Jepang, ia mempunyai banyak kolega di Luar negeri jadi ia dengan mudah dapat melacakku.

#Skip#

Aku terbangun dari tidurku dan sudah mendapati beberapa pelayan muda yang sedang tersenyum manis padaku.

“ nona, anda sudah bangun?? Air hangat untuk mandi sudah siap dan juga tuan sudah menunggu untuk sarapan bersama “

“ aku tidak mau sarapan bersama. Antarkan sarapanku kesini dan juga aku tidak akan kesekolah “

“ t-tapi nona, tuan…. “ ucapan salah satu pelayan muda itu terhenti ketika kulayangkan death glareku padanya.

“ i say NO!!! “ bentakku

“ b-baik, kami akan membawakan sarapan untuk nona “ ucapnya kemudian mereka keluar dari kamarku. Ada rasa bersalah telah membentak mereka padahal selama ini mereka telah melayaniku dengan sangat baik, tapi entahlah akhir-akhir ini aku jadi lebih temperamental.

Aku masih duduk diranjang King Sizeku yang terselimuti badcover bergambar Hello Kitty, ya aku memang penggemar Hello Kitty. Aku sedang membaca majalah mingguan.

Tok tok tok

“ masuk! “

Ceklek

Aku mendongakkan kepalaku saat pelayan itu masuk tapi mataku seketika membulat ternyata yang masuk bukan pelayan yang tadi melainkan appaku dengan membawa nampan berisi sarapanku. Aku menatapnya bingung.

Ia berjalan kearahku dan menaruh nampan yang dibawanya di atas nakas. Kemudian duduk di tepi ranjangku.

“ aku sedang tidak ingin bicara “ ucapku ketus, mataku kembali fokus pada majalah yang kubaca.

“ tapi appa ingin bicara denganmu “ ucap appa lembut. Aku menatapnya dan hatiku terenyuh saat melihat tatapan appa yang sarat dengan kesedihan. Aku memalingkan wajahku menghindari tatapannya.

“ mianhae…. “ ucap appa lirih. Aku masih memalingkan wajahku, aku tidak sanggup menatapnya, karena jika aku melakukannya, airmataku pasti akan tumpah seketika.

“ mianhae sudah membentakmu semalam dan juga mianhae karena appa….. hampir menamparmu “

“ ….. “ aku masih diam, mendengar kata “menampar” membuat hatiku kembali sakit.

“ aku tahu kau pasti sangat membenci appa sampai-sampai kau terus kabur keluar negeri. Tapi percayalah semalam appa marah padamu hanya karena appa sangat khawatir, appa tidak ingin kehilangannmu, sudah cukup appa kehilangan eomma “ ucap appa dengan suara parau. Apa appa menangis?? Aku menatapnya dan benar saja mata appa berkaca-kaca.

“ apa appa benar-benar merasa kehilangan eomma?? Lalu kenapa appa menikahi wanita itu?? “

“ mianhae…. appa tidak bisa memberitahumu alasannya, tapi percayalah appa sangat mencintaimu, Luhan dan eommamu. “

“ …… “ aku terdiam, mataku mulai berair

“ kumohon Queen berhentilah melakukan hal-hal yang membuat appa khawatir. “

“….. “

“ baiklah apa keinginanmu?? Appa akan menurutinya asal kau tidak kabur lagi “

“ aku ingin tinggal di Korea dan perintahkan pengawal appa agar berhenti membuntutiku, aku bisa jaga diri “

“ tapi ….”

“ hanya itu keinginanku, jika appa memenuhinya aku tidak akan kabur lagi dan tidak akan menyuruh appa meninggalkan wanita itu. “

“ tapi appa tidak bisa ke Korea, perusaan membutuhkan appa, oppamu juga tidak bisa karena dia harus membantu appa di perusahaan, “

“ aku tidak meminta appa dan oppa ikut bersamaku, aku akan pergi sendiri “

“ baiklah jika itu keinginanmu, appa akan memenuhinya tapi dengan syarat “

“ syarat??? Syarat apa?? “

“ kau harus sekolah di Sekolah milik teman appa, Kim ki bum, kau sudah mengenalnya, waktu itu ia datang saat pemakaman eommamu “

“ kenapa harus di sekolah itu?? “

“ agar appa bisa merasa tenang, setidaknya ada yang bisa menjagamu “

“ baiklah, apa masih ada lagi ?? “

“ jika nilai-nilaimu hancur dan sering melanggar peraturan sekolah, appa akan menarikmu kembali ke Jepang “

“ kenapa harus begitu?? “

“ appa tidak ingin kau menjadi pemberontak seperti yang kau lakukan di sekolah beberapa terakhir ini “

“ baiklah…. “

Flasback Off

Aku masih berjalan sambil menerawang ke masa lalu, aku tidak peduli dengan tatapan heran dari orang-orang yang melihatku. Dan tanpa kusadari aku sudah berada di depan pintu kelas.

Aku berjalan ke arah tempat dudukku tapi langkahku terhenti saat melihat Suzy sahabatku, sedang menangis sesenggukan dipelukan Amber yang dari tadi mengelus-elus rambutnya.

“ ada apa?? “ tanyaku bingung. Amber menolehkan wajahnya tapi  suzy tidak bergeming dari posisinya.

“ dia putus dengan Myungsoo “ ucap Amber setengah berbisik.

“ Mwo??? Bukannya baru jadian seminggu yang lalu ?? apa kau ketahuan selingkuh dengan anak-anak EXO?? “ tanyaku beruntun. Mungkin suzy ketahuan kalau sedang mengagumi namja-namja aneh berlabel EXO itu. Pikirku. Bukannya menjawab, suzy malah memperkeras volume tangisnya.

“ yak!! Pabo-ya?? Kenapa kau bertanya seperti itu?? “ teriak Amber kesal.

“ wae???  Apa aku salah?? “ tanyaku tak kalah kesal.

“ aishhh jjinja…. “ dengus amber.

Suzy kemudian bergerak dari pelukan Amber, ia menyeka airmatanya dan menatap sendu kearah kami.

“ a-aku m-melihat Myungsoo ciuman dengan cewek lain di atap Sekolah, hUwAAaaaa….. hiks hiks hiks “ ucap Suzy kemudian kembali menangis.

“ Mwo??? “ pekikku dan Amber bersamaan.

“ kau tidak salah lihatkan ?? “

“ ani, aku sangat yakin Amber-ah, itu Myungsoo “

“ aishh….. jjinja dasar nappeun namja!! “ dengusku dan langsung keluar ruangan.

Author PoV

“ aishh….. jjinja dasar nappeun namja!! “ dengus Queen dan langsung keluar ruangan.

“ ya’ Queen-ah eodiga?? “ teriak Amber tapi tidak dihiraukan oleh Queen, ia masih saja melanjutkan langkahnya. Sebenarnya Amber ingin mengejar Queen karena ia tahu kalau Queen akan melakukan sesuatu terhadap Myung Soo tapi ia juga tidak bisa meninggalkan Suzy yang masih menangis, jadi akhirnya ia memutuskan untuk membiarkan Queen menemui Myung Soo, mungkin namja itu memang perlu sedikit pelajaran, pikirnya.

^^Skip^^

Queen berjalan mencari keberadaan Myung Soo, ia ingin memberi pelajaran pada namja itu, berani-beraninya ia mempermainkan sahabatnya. Ia berjalan dengan aura yang begitu menyeramkan, tatapan yang tajam dan tangan yang terkepal, orang-orang yang melihatnya langsung menghindar takut kalau-kalau mereka akan menjadi korban amukan Queen yang terkenal jutek dan galak bahkan mereka memberi julukan Queen dengan sebutan Evil Queen.

Sebenarnya banyak namja yang tertarik dengannya mengingat Queen adalah gadis yang memiliki paras yang sangat cantik dan postur tubuh yang indah bak model tapi jika mengetahui sifat dingin, ketus, jutek dan galak dari seorang Queen, mereka akan mundur diam-diam. Kedua sahabatnya saja, Amber dan Suzy heran dengan sikap Queen yang galak apalagi terhadap namja, bahkan mereka sempat berpikir kalau Queen itu tidak normal dan saat mereka mengungkapkannya pada Queen, mereka malah tidak di ajak bicara selama 1 bulan.

***

^^ At The Same Time ^^

Enam namja sedang bermain basket di lapangan indoor sekolah dan tentunya di hiasi dengan teriakan-teriakan histeris para yeoja yang duduk di bangku penonton. Padahal mereka tidak sedang bertanding melainkan hanya latihan seperti biasa.

“ aishhh jjinja…. mereka ribut sekali !! “ gerutu Kai

“ baru latihan saja mereka sudah sehisteris itu bagaimana kalau kita sudah bertanding??? “ timpal D.O

“ kita istirahat saja dulu, aku lelah “ ujar Suho kemudian berlari kecil ke pinggir lapangan dan menengguk air yang sedaritadi bertengger manis dekat tasnya. Tapi belum puas ia minum, botol aquanya sudah berpindah tempat di tangan Baekhyun dan meminumnya sampai habis tanpa rasa berdosa.

“ ya!!! Aku masih haus “ pekik Suho

“ hehehe….. mianhae Hyung, aku jauh lebih haus “ ucap Baekhyun dengan senyum lebar bahkan matanya yang sipit itu sudah tidak kelihatan lagi.

“ aissh…. “ dengus Suho kesal

“ Chanyeol hyung, mana Yoon Ah noona akhir-akhir ini aku tidak melihatnya “ tanya D.O sambil menyeka keringatnya dengan handuk, semua mata tertuju ke arah Chanyeol, menunggu jawabannya.

“ dia ke Busan, Halmeoninya sakit, jadi untuk sementara dia merawatnya dulu “ jawab Chanyeol kemudian merebahkan tubuhnya di lantai dan menjadikan kedua telapak tangannya sebagai bantal.

“ lalu, apa kau sudah punya ide untuk menghindarkan Yoon Ah dari pembullyan “ timpal baekhyun

“ molla “ jawab Chanyeol disertai hembusan nafas berat, kentara sekali kalau sekarang ia sedang putus asa.

“ bagaimana kalau kita suruh saja Yoon Ah noona pindah sekolah??? “ sahut Kai asal yang langsung mendapat jitakan manis D.O

“ Pabo!! “ cibir D.O

“ wae??? Apa salahnya??? “

“ Yoon Ah noona sudah kelas 3 dan 6 bulan lagi ujian negara, menurutmu, sekolah akan membiarkannya pindah begitu saja atau apa kau pikir sekolah lain akan menerimanya??? “ jelas D.O

“ aku tahu caranya!!! “ seru sehun tiba-tiba, lima pasang mata langsung tertuju ke arahnya. Chanyeol yang dari tadi berbaring langsung bangkit duduk.

“ otthe Shunnie?? “ tanya Suho penasaran

“ kita cari saja yeoja lain dan memintanya berpura-pura jadi pacar Chanyeol hyung, dengan begitu perhatian fans-fans Chanyeol hyung akan terarah pada gadis itu dan membiarkan Yoon Ah noona. “ ujar Sehun semangat dengan senyum lebarnya dan tatapan matanya yang berbinar-binar.

“…… “ hening, tidak ada reaksi apapun dari yang lain membuat Senyum lebar Sehun kandas.

“ aigooo….. aku tiba-tiba lapar “ ucap Suho bangkit dari duduknya dan diikuti dengan yang lainnya kecuali Sehun yang masih duduk memandang heran pada hyungdeulnya. Apa barusan mereka tidak mendengarku?? pikirnya

“ kita kekantin saja hyung “ timpal Kai malas

“ ya!!! Apa kalian tidak mendengarku??? “ teriak Sehun kesal. Kelima hyungdeulnya menoleh dan menatapnya malas. -_-

“ w-wae??? “ tanya Sehun dengan poker facenya. Bukannya menjawab kelima hyungdeulya melanjutkan langkah mereka menuju kantin.

“ yaak!! Tunggu aku!! “

***

“ itu dia “ gumam Queen sambil menampilkan evil smirknya saat melihat namja yang sedari tadi dicarinya sedang berjalan di belakang enam namja yang menjadi perhatian para yeoja disekelilingnya.

“ ya’ Kim Myung Soo!!! “ teriak Queen dan sontak saja namja yang di panggil langsung menoleh kearahnya, uPss!! Bukan hanya myung soo saja yang memandangnya bahkan seluruh makhluk yang sedang berada disekitarnya tidak terkecuali para member EXO juga kini beralih memandangnya. Bukannya merasa malu karena diperhatikan, Queen malah mengabaikan tatapan orang-orang disekitarnya, ia tetap fokus memandang ke arah namja yang sedang berdiri tidak jauh darinya.

Dengan pasti dan tangan dikepalkan, Queen melangkah mendekati namja bernama Myung Soo itu. Sesampainya di depan Myung Soo, Queen belum melakukan apa-apa, ia menatap Myung Soo dengan tatapan membunuhnya dan sambil tersenyum evil. Sedangkan yang ditatap tiba-tiba bergidik ngeri melihat tatapan yeoja dihadapannya itu.

“ w-wae? “ tanyanya tergagap(?)

“ ….” tidak ada jawaban, suasana menjadi semakin tegang.

1 detik

2 detik

3 detik, dan……

DDUUKKKK!!! Yup satu tendangan manis mendarat di tulang kering Myung Soo, dan seketika itu semua mata yang sedari tadi memandangi mereka membulat sempurna saat melihat aksi Queen.

“ Awww…. appo “ rintih Myung Soo sambil tertunduk memegangi tulang keringnya yang baru saja mendapat tendangan finalti dari Queen.

“ ini akibatnya kalau kau menyakiti sahabatku” ujar Queen dengan penuh penekanan di setiap kalimatnya. Setelah mengucapkan kalimatnya, Queen langsung melanjutkan langkahnya meninggalkan Myung Soo yang masih mengerang kesakitan.

Queen melangkah dengan hati yang sangat puas melihat Myung Soo yang mengerang kesakitan, tapi belum sampai berapa langkah ia kemudian berhenti dihadapan 6 namja yang sedang berdiri menutupi jalan. Queen memandangi satu-persatu namja itu dengan tatapan tajamnya dan tatapan yang seolah mengisyaratkan mereka untuk minggir. Keenam namja yang sedang ditatap oleh yeoja dihadapan mereka bergidik ngeri dan seakan mengerti dengan arti tatapan Queen, merekapun perlahan menggeser tubuh mereka tanpa suara, memberi jalan untuk Queen dan yeoja itupun kembali melanjutkan langkahnya.

“ t-tadi itu apa?? “ tanya Baekhyun tergagap dengan ekspresi tidak percaya, otaknya masih membeku akibat tatapan dingin nan tajam Queen, ia belum bisa mencerna atas apa yang terjadi barusan.

“ apa dia benar-benar yeoja?? “ timpal D.O masih dengan ekspresi yang sama dengan Baekhyun.

“ jangan-jangan dia….. “ kata-kata Sehun menggantung, dan kelima member yang lain beralih memandangi Sehun, menunggu lanjutan kalimat Sehun. Mungkin magnae ini tahu sesuatu, pikir Suho

“ gumiho “ lanjutnya.

GubRakKK!!! Seakan tersambar petir, seperti itulah yang dirasakan kelima member EXO yang lain saat mendengar lanjutan kalimat Sehun.

“ aigoo…. Sehunna sepertinya kau harus berhenti menonton sinetron mulai sekarang “ ujar Kai malas. Keempat namja yang lain memandangi Sehun dengan tatapan datar dan kemudian melanjutkan langkah mereka menuju kantin meninggalkan Sehun yang masih bengong memikirkan maksud dari perkataan Kai.

“ Ya’ hyung, tunggu aku “ teriaknya saat menyadari kalau ia sudah ditinggal oleh para hyungnya.

***

 

 

^^Bandara International Tokyo, Bandara Haneda^^

Pesawat Starflyer baru saja mendarat di bandara international Jepang, seluruh penumpang dengan tertibnya keluar dari pesawat melalui tangga yang telah disediakan. Seorang namja yang mengenakan jiens dan kemeja kotak-kotak biru tua dengan lengannya dilipat sampai sebatas siku dan memakai tas rangsel itu turun paling akhir dengan wajah sumringah. Ia melepas kacamata yang sedari tadi di pakainya dan menghirup udara dalam-dalam sambil memejamkan matanya layaknya orang yang sedang menghirup udara segar.

“ sudah lama sekali “ gumamnya sambil tersenyum simpul. Ia kemudian mengenakan kembali kacamatanya dan melangkah ke arah gedung bandara. Sesampainya di dalam gedung, tanpa berlama-lama lagi ia langsung menuju tempat taxi terparkir karena ia yakin saat ini tidak ada yang menjemputnya di bandara.

Sepanjang perjalanan ia tidak henti-hentinya mengedarkan pandangannya ke arah jalanan. Mungkin jika ada yang melihatnya akan mengira kalau ia baru datang ke Jepang. Bibir manisnya tidak henti-hentinya menyunggingkan senyum.

Kring Kring

Dering teleponnya mengalihkan pandangannya. Ia merogoh ponselnya dari saku celana.

“ mosi mosi! “ sapanya setelah menekan tombol eject

“ kau sudah tiba?? “ tanya orang diseberang telepon *dalam bhs Jepang*

“ hai’…. aku sedang dalam perjalanan sekarang “

“ benarkah?? kalau begitu aku akan menyiapkan makanan kesukaanmu “

“ ok mom. Tapi sepertinya aku akan sedikit terlambat “

“ kenapa? “

“ aku ingin mampir ke suatu tempat dulu “

“ baiklah, hubungi aku jika kau sudah akan kembali ke rumah “

“ ok mom “ ucap namja itu kemudian mengakhiri sambungannya.

Setelah beberapa menit perjalanan, sampailah ia di depan rumah yang lebih mirip istana itu. Ya… itulah tempat ia akan mampir seperti yang dikatakan sebelumnya saat ditelpon. Tanpa menunggu lagi, ia masuk ke dalam rumah itu dan langsung mendapat sambutan ramah dari para pelayan.

“ dimana Luhan??? “ tanyanya pada salah seorang pelayan. Yang di tanya membungkkukan sedikit badannya.

“ tuan muda sedang di kamarnya “ jawab pelayan itu lembut.

“ arigatou! “ namja itu kembali berjalan dan menaiki tangga menuju kamar orang yang dicarinya.

Sesampainya di tempat tujuan, ia langsung membuka pintu kamar tanpa mengetuk terlebih dulu membuat penghuni kamar yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya menoleh dengan wajah yang terkejut.

“ Choi Luhan!!! “ serunya kemudian berlari memeluk namja imut itu.

“ apa yang kau lakukan?? Lepaskan!! “ Luhan berusaha mendorong orang yang memeluknya. Namja itupun melepaskan pelukannya

“ kau tidak merindukanku?? “ tanya namja itu dengan wajah yang dibuat cemberut.

“ tidak “ jawab Luhan singkat kemudian berjalan ke lemari pakainnya.

“ aissh…. nappeunchingu. Kau tahu betapa menderitanya aku disana tanpa ada seorangpun yang ku kenal huh?? “ Namja itu beralih menggunakan bahasa korea. Dia memang bisa berbahasa Korea berkat sahabatnya itu karena tidak mungkin jika dari orangtuanya mengingat ayahnya berkewarganegaraan China dan ibunya orang Jepang asli.

“ bukannya ada Watanabe yang menggantikanku?? “ tanya Luhan yang sudah mengenakan pakaiannya.

“ Watanabe?? Jangan ingatkan aku dengan pria sok pintar itu. kau tahu selama 2 tahun di Kanada, dia tidak pernah menegurku, dia lebih memilih bergaul dengan teman-teman barunya. “ gerutu namja itu.

“ kenapa kau bawa kopermu disini? Kau belum pulang ke rumahmu? “ tanya Luhan tanpa menghiraukan ucapan sahabatnya. Ia heran meihat sahabatnya itu datang masih lengkap dengan barang-barang bawaannya.

“ hehehe iya…. aku ingin cepat-cepat ketemu denganmu dan juga….. Queen. “

Mendengar nama Queen membuat Luhan diam. Timbul perasaan rindu dihatinya terhadap adik kesayangannya itu. Raut wajah Luhan berubah sedih seketika.

“ dimana dia ?? apa masih di sekolah?? “

“ uri Queennie tidak disini lagi, hendry “ jawab Luhan lirih

“ apa maksudmu? “ tanya namja yang dipanggil Hendry itu.

“ dia di Korea “

“ mwo?? Onje?? Kenapa bisa? Apa dia sedang liburan bersama Ajhussi? “

“ dia tinggal di Korea dan mungkin tidak akan kembali ke rumah ini lagi “ ujar Luhan dan menundukkan kepalanya sedih mengingat adik sematawayangnya.

Hendry terdiam, ia berusaha mencerna kata-kata Luhan bagaimana mungkin seperti itu? apa begitu banyak cerita yang ia tidak ketahui setelah keberangkatannya ke Kanada 2 tahun lalu? Ya….. 2 tahun lalu, ia dan Luhan menjadi utusan kampus mereka untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa di Kanada. Mereka terpilih karena kecerdasan mereka di kampus tapi saat ingin berangkat Luhan mengundurkan diri dari program itu karena ibunya yang tiba-tiba jatuh sakit dan jadilah ia digantikan dengan temannya lagi bernama Watanabe. Beberapa minggu di Kanada ia mendapat kabar bahwa ibu Luhan meninggal dan saat itu dia ingin pulang tapi kampus tempat mereka kuliah tidak mengijinkannya.

“ Queen… “ gumamnya lirih.

***

^^Seoul, Korea Selatan^^

Di pagi yang cerah tampak seorang gadis lengkap dengan seragamnya sedang berlari tergesa-gesa di trotoar. Ia tidak memperdulikan pejalan kaki yang sudah di tabraknya, yang ia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya ia bisa sampai sekolah tanpa terlambat walaupun itu sangat mustahil melihat jam sudah menunjukkan pukul 07.00 KST belum lagi ia sudah ketinggalan bis jadi harus berlari sampai disekolah. padahal hari-hari sebelumnya ia tidak pernah khawatir jika terlambat atau repot-repot lari ditrotoar seperti ini, ini semua karena ia baru ingat perjanjian dengan appanya yang hampir sepenuhnya ia lupakan kalau saja Kim ajhussi tidak mengingatkannya kemarin. Ia benar-benar tidak ingin kembali ke Jepang.

“ aishhh….. kenapa juga semalam aku harus begadang mengerjakan PR sialan itu “ runtuknya pada diri sendiri. Sebenarnya ia tidak perlu repot-repot naik bis atau berlari seperti sekarang ini kalau saja ia mau menerima tawaran appanya untuk memberikannya mobil tapi ia menolak dengan mentah-mentah, ia tidak mau terlalu bergantung dengan appanya tapi meskipun demikian appanya tetap mengirimkan Queen uang tiap bulannya malah lebih dari cukup. Tuan Choi Siwon sengaja melakukan hal itu karena ia tidak mau Queen kerja part time dan mengabaikan sekolahnya.

Ia sudah sampai di depan sekolah dan lagi-lagi ia harus menelan kepahitan karena gerbang sekolah sudah tertutup rapat. Ia tidak mungkin memohon pada satpam untuk membiarkannya masuk, ia tahu pasti satpam itu sudah bosan melihatnya terlambat setiap hari. Ia kemudian mengubah arah langkahnya kebelakang sekolah. Sesampainya di belakang sekolah, ia memandangi pagar putih yang berdiri tegap di hadapannya.

“ ya, ini jalan satu-satunya “ ucapnya pada diri sendiri. Ia melangkah dan memijakkan kakinya di batu besar dekat tembok itu dan kemudian bergerak keatas dan sebelum melompat ia terlebih dahulu melihat kanan-kiri siapa tahu ada yang melihatnya dan untung saja tidak ada siapa-siapa karena kelas sedang masuk.

Sementara itu…..

Di ruang kelas 3-A sedang serius mendengar penjelasan dari Lee Songsaengnim, ia menjelaskan dengan serius tentang sejarah Korea tanpa memikirkan perasaan  siswa-siswinya yang mengantuk tingkat akhir atas penjelasan monotonnya itu.

“ kenapa pagi-pagi begini guru ikan itu sudah masuk, awal yang buruk “ gerutu Baekhyun setengah berbisik pada Chanyeol yang sudah tertidur pulas ditempat duduknya. Mereka duduk dijajaran kursi kedua dari belakang dekat jendela besar. Chanyeol dan Baekhyun duduk bersebelahan sedangkan Suho duduk dibelakang mereka.

“ ya! Ya! “ seru Suho dengan suara pelan sambil menggoyang-goyangkan bangku Baekhyun dan Chanyeol. Chanyeol yang merasa terganggu akhirnya mengangkat kepalanya malas dengan mata masih setengah tertutup ia menoleh ke arah Suho.

“ wae?? “ tanya Baekhyun kesal

“ lihat itu!! “ ujar Suhol sambil menunjuk kearah luar jendela tepatnya di pagar sekolah tampak seorang gadis yang sedang celingak-celinguk kanan kiri. Baekhyun dan Chanyeolpun mengarahkan pandangan mereka ke arah yang ditunjuk Suho.

“ eo, bukannya dia si gadis gumiho itu?? “ ujar Baekhyun polos

“ aigooo…. kau percaya ucapan Sehun??? “ cibir Suho

“ ani, aku hanya menyebutnya seperti itu karena tidak tahu namanya “

Dengan gerakan cepat Chanyeol mengambil hpnya dan mengarahkan kameranya ke arah gadis yang sedang bersiap-siap melompati pagar sekolah itu. Ia men-zoom(?) agar gambarnya jelas dan mulai merekam aksi gila gadis itu.

“ yak, apa yang kau lakukan?? “ tanya Baekhyun bingung

“ diamlah, aku sudah punya rencana “ ujar Chanyeol dan menampilkan smirknya. Baekhyun dan Suho hanya bisa mengernyitkan dahi karena bingung dengan tingkah Chanyeol dan apa sebenarnya yang direncanakan tiang listrik itu.

TBC

Akhirnya selesai juga chap 2nya……. Gimana udah bisa kebayang ga ceritanya??? Oh ya…. Kris belum aku munculkan di Chap ini coz belum ada sikon yg tepat… hehehehe

Jgn lupa comment ya….

See you next chap….. paipai!!!!

17 responses to “[Freelance] The real QUEEN (Chapter 2)

  1. ya thor… jdi queeen adiknya luhan to? ommo.. itu chayeol pasti ngerekam aksi queen bt ngancem dia bt dijadiin pacar bo’ongankan..? 😀 #sotoy
    nextnya thor.. palli 🙂

  2. nambahh seru ceritanya…beda dengan yang lain…luhan kakaknya queen y…kasian juga dia jauh dari dongsaeng kesayangannya…

  3. hahahaha yaampun queen kasian ya thor sebenernya tapi kocak juga hahaha, sehun disini lucu banget polos gitu thor hahaha aku baca next chapter nya thooor

  4. Pingback: [Freelance] The Real Queen [Chapter 8] | SAY - Korean Fanfiction·

  5. Pingback: [Freelance] The Real Queen (Chapter 9) | SAY - Korean Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s