[Freelance] I Love You Noona (Chapter 3)

PicsArt_1376825616484

I Love You Noona (Chapter 3)

Cast :     Lee Seungki

              Kim Woo Bin

              Lee Dae Hee as Naomi Lee

              Han Hyo Joo as Han Sena

              Lee Jongsuk

Rating : PG-17

Genre : Romance, drama

Author : Vinna Lee

Suasana Bandara Haneda pagi itu terlihat padat. Mungkin karena saat ini adalah saat liburan musim semi, banyak orang yang hendak berlibur. Naomi terlihat berlari diantara kerumunan orang-orang. Kadang ia melihat jam tangannya hanya untuk memastikan bahwa pesawat menuju Seoul belum berangkat. Wajahnya langsung cerah saat melihat seorang pemuda di depannya sedang memeluk seorang wanita setengah baya. Naomi tersenyum lega, ternyata ia tidak terlambat.

                “Noona kupikir kau tidak akan mengantarku“ ucap Woo Bin setelah melihat kedatangan Naomi

                “Maaf, sebenarnya tadi pagi aku terlambat bangun. Tapi untungnya alarm ku berbunyi“ Naomi kemudian melihat Orangtua Woo Bin dan menunduk memberi salam “Annyonghaseo Eomoni, Abonim

                Kedua orangtua Woo Bin pun tersenyum dan mengangguk “Naomi ssi aku senang kau sudah datang. Tadi dia benar-benar resah karena takut kau tidak datang“ kata sang Ibu, dan Naomi tertawa kecil saat mendengarnya

                “Itu karena aku tak akan bertemu Noona hingga tahun depan. Jadi aku takut kau tidak datang“ Woo Bin menghampiri Naomi dan menaruh sesuatu di tangan wanita itu.

                Naomi tampak bingung saat melihat benda kecil di tangannya. Sebuah gantungan handphone berbentuk pucca tokoh kartun favoritnya “Apa ini?“ tanya Naomi

                “Aku ingin Noona menggunakannya. Jadi saat melihat gantungan itu Noona akan selalu ingat padaku“ jawab Woo Bin

                “Sangat cantik. Terimakasih Woo Bin ah. Aku pasti akan menggunakannya“ Naomi kemudian mengeluarkan ponsel dari tas nya dan memasang gantungan itu di ponselnya. Ia tersenyum saat melihat hasilnya “Lihat…cantik bukan“

                Woo Bin mengangguk. Kemudian dengan satu gerakan ia memeluk Naomi. Naomi pun balas memeluknya. Woo Bin merasa senang. Seandainya ia bisa mengatur waktu. Ia ingin waktu berhenti saat itu juga. Ia tidak tahu berapa lama ia memeluk Naomi sampai ia melepaskan pelukannya.

                Terdengar suara di seluruh bandara yang memberitahu bahwa pesawat menuju Seoul akan segera berangkat sehingga seluruh penumpang diharuskan bersiap-siap. Woo Bin kemudian memeluk orangtuanya dan berpamitan. Kemudian ia menghampiri Naomi “Noona berjanjilah kalau kau akan menjaga dirimu baik-baik“

                “Tentu saja aku akan jaga diri. Dan kau juga harus rajin belajar, dan mendapatkan nilai tertinngi“

                “Aku pasti akan melakukannya. Aku akan membuat Noona Bangga padaku“

                “Mmm…pergilah pesawatnya akan segera berangkat. Jaga dirimu“

                Woo Bin mengangguk kemudian ia melangkah pergi. Ia sempat berbalik dan melambaikan tangannya pada Naomi  sebelum memasuki gate.

***

                Seungki menatap takjub dengan pemandangan di sekitarnya. Ia mulai mengambil kameranya dan membidik objek-objek yang menurutnya menarik. Naomi hanya tertawa geli melihat reaksi  Seungki. Mereka baru saja turun dari kereta api  yang membawa mereka ke kawasan Harajuku, dan setelah berjalan kurang lebih 5 menit dari stasiun mereka  sampai di daerah Takeshita Dori. Di sepanjang sisi jalan ini terdapat berbagai toko maupun butik yang menjual bermacam-macam model pakaian, aksesoris, makanan cepat saji dan lainnya yang sejalan dengan trend yang sedang digandrungi para anak muda Jepang. Seungki terus membidik kameranya, ia seolah-olah tidak menyadari dunia di sekelilingnya. Dari lensa kameranya ia dapat melihat cara berpakaian para anak muda Jepang yang  menurutnya terlihat ‘ekstrim’.

“Kau benar-benar menikmati hobimu rupanya?” tanya Naomi

Pertanyaan Naomi sekan membuatnya tersadar. Seungki  tertunduk malu “Maaf. Jika sudah memegang kamera aku benar-benar lupa waktu”

“Aku mengerti karena kau menyukai fotografi”

“Naomi ssi, apakah setiap harinya di kawasan ini semua orang berpakaian ekstrim seperti ini?” tanya Seungki sambil melihat ke arah seorang gadis remaja bertubuh ramping dengan rambut panjang di cat biru yang menggunakan rok super mini dan baju yang warnanya saling bertabrakan.

Naomi melihat ke arah tatapan Seungki, ia melihat gadis remaja itu “Itu adalah pemandangan biasa disini. Para remaja dengan dandanan aneh seperti itu biasa disebut Cosplay-Zoku. Mereka suka berdandan habis-habisan dan memamerkan diri mereka di depan banyak orang. Mulai dari rambut yang dicat warna-warni, pakaian yang ‘unik‘ dan mencolok atau seperti yang kau bilang tadi ‘ekstrem‘.“

“Apa disini akan ada acara pesta kostum?“ tanya Seungki

“Tidak ada. Dandanan seperti itu hanya untuk sekedar berkumpul dengan teman atau santai di jalanan“

Daebak…aku tidak pernah melihat hal seperti ini di Seoul maupun di Ottawa“  Seungki kemudian melihat seorang anak laki-laki yang usianya tidak lebih dari 17 tahun dengan rambut seperti landak, pakaiannya sobek disana-sini dan tindikan yang memenuhi telinga alis dan hidungnya. Tanpa sadar ia menaikan kamera ke wajahnya dan mulai membidikan kameranya lagi.

Setelah menghabiskan sekitar satu jam berjalan-jalan di sekitar Harajuku, Naomi mengajak Seungki ke kawasan sibuk di distrik Shibuya. Disana mereka melihat patung Hachiko di dekat Stasiun Shibuya dan mengunjungi perempatan terbesar dan terpadat di dunia. Mereka juga pergi ke Kawasan Akibahara dan juga Ginza yang terkenal sebagai kawasan ‘elit’. Perjalanan mereka diakhiri dengan mengunjungi KuilKotohira-gu. Kebetulan di kuil ini sedang di adakan  Festival Oukasai. Pada festival ini para biksu dari kuil mengusung sakura yang ditanam pada pot kotak berbentuk kayu dari luar kuil hingga ke dalam kuil. Sementara para miko membawa sakura lalu menari tarian tradisional.

Naomi dan seungki tampak menikmati petualangan mereka di kuil tersebut, walaupun saat itu banyak sekali orang yang datang. Naomi sangat terkejut saat tiba-tiba ia merasakan sakit yang luar biasa saat kakinya terinjak oleh hak sepatu yang tingginya sekitar 10cm itu. Ia berteriak dan jatuh terduduk. Gadis yang ada di hadapannya itu sangat terkejut, dan mengangguk meminta maaf pada Naomi karena ia tidak sengaja menginjak Naomi dan menyebabkannya terjatuh.

Seungki yang berdiri agak jauh dari Naomi pun sangat terkejut saat melihat gadis itu terjatuh. Dengan gerakan cepat ia langsung membidikan kameranya ke arah naomi kemudian menghampiri Naomi dan berjongkok di sampingnya. Ia sangat terkejut saat melihat telapak kaki Naomi berdarah “Naomi ssi, maaf seharusnya aku ada di sampingmu sehingga kau tidak terluka seperti ini“

“Tidak apa, aku baik-baik saja“ kata Naomi. Ia mengerenyit menahan sakit

Kemudian Seungki mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan mengikat saputangan itu di kaki Naomi yang terluka. “Untuk sementara ini bisa menahan darahnya agar tidak keluar“ Seungki kemudian menatap cemas ke arah Naomi “Apa kau bisa berjalan?“

“Tentu saja, luka ini tidak seberapa“ Naomi kemudian mencoba bangkit, tapi ia malah terjatuh lagi dan mengerang kesakitan “Ah sungguh kenapa hanya karena sepatu hak membuatku tak bisa bangun. Aku akan mencobanya lagi“ Naomi kemudian mencoba untuk bangkit, tetapi tangannya di tahan oleh Seungki. Naomi menatap bingung ke arah Seungki

“Aku akan menggendongmu“ Seungki kemudian berbalik dan memberikan punggungya pada Naomi. Terbesit sedikit keraguan di wajah Naomi. Seoalah-olah mengetahui apa yang dipikirkan gadis itu Seungki pun berkata “Tidak perlu khawatir, aku ini pria yang kuat dan aku sama sekali tak keberatan. Naik saja ke ke punggunggu“

“Tapi aku masih kuat untuk berjalan, aku…“

“Aigoo…kau ini keras kepala sekali. Apa kau mau aku dimarahi oleh orangtuamu karena tidak bisa menjagamu?“
                Naomi pun kemudian mengalah. Ia lalu naik ke punggung Seungki dan melingkarkan tangannya di leher pria itu. Tiba-tiba saja ada perasaan aneh yang dirasakan Naomi. Punggung Seungki terasa hangat dan itu benar-benar membuat Naomi merasa nyaman. Apa ini? kenapa ia tiba-tiba memiliki perasaan seperti itu. Dan kenapa tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat.

 

**

 

Naomi mengerjapkan matanya saat ia menerima amplop coklat dari seorang kurir. Di depan amplop itu ia membaca namanya tertera, dan ia melihat nama Seungki sebagai pengirimnya. Apa ini? Kenapa tiba-tiba Seungki mengiriminya sebuah paket.

Sudah seminggu berlalu sejak ia mengajak Seungki keliling Tokyo. Ia ingat saat pria itu menggendongnya dan mengantarnya sampai pulang ke rumah. Naomi juga ingat bagaimana reaksi senang orangtuanya saat melihat Seungki mengantarnya. Sejak hari itu, setiap hari Seungki selalu rajin menghubunginya dan sekedar mengajaknya makan. Naomi pikir Seungki adalah pria yang baik, yah walaupun mereka belum lama bertemu tapi Naomi bisa melihat ketulusan dari cara pria itu menatapnya dan dari sikapnya. Tapi sekarang Seungki malah mengirimkan sebuah amplop padanya. Kenapa ia tidak langsung memberikannya saja? Kenapa harus melalui seorang kurir? Dan apa sebenarnya isi amplop ini?

Naomi melangkah masuk ke rumahnya saat kurir itu pergi. Ia duduk di sofa ruang tamu dan mulai membuka isi amplop itu. Matanya terbelalak saat menemukan setumpuk foto berukuran 4R di dalam amplop. Naomi melihat foto pertama.  Dalam foto itu ia melihat dirinya sendiri yang sedang duduk di salah satu bangku di Bandara Haneda. Ia ingat saat itu ia baru mengantarkan Woo Bin yang akan berangkat ke Seoul, dan ia sedang menunggu Seungki disana. Ia bahkan tidak sadar kalau Seungki mengambil gambarnya. Saat membalikan foto, Naomi melihat ada tulisan tangan disana

‘aku masih belum percaya dengan apa yang kulihat. Wanita itu sedang menungguku. Jika ini mimpi, aku berharap kalau aku tak akan pernah terbangun‘.

Naomi tersenyum kecil saat membaca tulisan itu. Kemudian ia melihat foto kedua,  di foto itu terlihat seorang wanita yang tengah membelakangi kamera sedang berdiri termenung sambil melihat jalanan lebar di hadapannya, tapi orang-orang di sekitarnya terlihat kabur ia dapat melihat bahwa sang fotografer hanya terfokus pada wanita itu. Tunggu bukankah ini foto dirinya? Saat itu ia sedang berada di Shibuya dan menatap orang-orang yang sedang menyebrang jalan di perempatan Shibuya. Tapi kapan Seungki mengambil fotonya? Saat membalikan foto itu, Naomi lagi-lagi melihat sebuah tulisan tangan

‘bahkan saat menatap punggungnya aku merasakan jantungku berdebar cepat‘ .

Di foto ketiga ia melihat foto dirinya saat sedang berjongkok dan memberikan sebuah boneka beruang pada seorang gadis kecil. Ia melihat dirinya sendiri yang sedang tersenyum ke arah gadis kecil itu, dan gadis itu tengah membuka mulutnya seperti ingin mengucapkan terimakasih. Naomi mengingat kejadian itu. Saat ia berada di Akihabara bersama Seungki, ia melihat sebuah boneka jatuh dari tas punggung  seorang gadis kecil, dan gadis kecil itu  tidak sadar kalau bonekanya terjatuh. Kemudian Naomi mengambil boneka itu dan mengejar Gadis kecil yang sedang berjalan bersama ibunya. Bahkan Seungki juga mengambil fotonya saat itu? saat ia membalikan foto itu ia juga membaca sebuah tulisan

‘Senyumnya yang tulus. Saat melihat ia tersenyum pada gadis kecil itu, aku yakin kalau pilihanku tepat‘ .

Naomi kemudian mengambil foto ke empat. Dalam foto itu ia melihat dirinya sendiri yang sedang  duduk di jalanan dan memegangi kaki nya yang kesakitan. Ia dapat melihat ekspresi wajahnya sendiri yang menahan sakit. Bukankah ini saat ia terjatuh karena kakinya diinjak seseorang. Ya ampun jadi sebelum Seungki datang menolongnya, pria itu sempat memotretnya juga? Naomi tertawa saat membayangkan hal itu. ia melihat tulisan di belakang foto itu

Saat melihatnya terluka dan kesakitan, hatiku juga merasa sakit. Saat itu aku berjanji pada diriku sendiri. Bahwa aku harus melindungi wanita ini‘

Deg…deg… saat membaca tulisan ini jantung Naomi seakan berhenti. apakah Seungki benar-benar menyukainya? Ada rasa senang yang tiba-tiba Naomi rasakan. Apa ini? Apa ia menyukainya juga?

Naomi kemudian melihat foto yang terakhir. Ia melihat seorang wanita yang sudang duduk di bawah pohon sakura di sebuah Taman. Wanita itu terlihat sibuk membaca buku di pangkuannya. Ia melihat rambut wanita itu melambai karena angin. Naomi tahu itu adalah dirinya, tapi ia lupa kapan ia ada disana. Naomi mengerinyitkan dahinya. Ia mengingat-ingat lagi kapan dirinya pernah pergi ke Taman bersama Seungki, tapi rasanya tidak pernah. Lalu kapan Seungki mengambil foto ini?

Mata Naomi terbelalak saat ia tiba-tiba mengingantnya. Hari itu ia sedang bersantai di Taman Ueno sambil membaca sebuah buku. Saat itu ia menunggu Woo Bin yang belum pulang dari Sekolahnya. Ia juga ingat tak berapa lama Woo Bin mengiriminya pesan yang mengatakan kalau ia sudah pulang dan menunggu Naomi di kafe yang tak jauh dari Taman Ueno. Tapi bukankah saat itu ia belum bertemu dengan Seungki? Ia bahkan tidak mengenal pria itu. jadi bagaimana bisa Seungki memotretnya?

Semua jawaban dari pertanyaannya terjawab saat ia membaca tulisan di balik foto itu. Tulisan di foto itu terlihat jauh lebih banyak daripada tulisan di foto-foto sebelumnya 

Hari pertamaku di Tokyo. Dengan panduan peta yang aku bawa akhirnya aku sampai di Taman Ueno. aku mulai membidikan kameraku ke segala arah sesaat sampai di Taman ini. Sampai aku menemukan pemandangan yang jauh lebih indah draipada bunga sakura. Aku melihat gadis itu dengan gaun berwarna putih, ia terlihat sibuk dengan bukunya seolah tak sadar dengan dunia di sekelilingnya.  Entah kenapa jantungku berdebar sangat cepat saat itu. aku merasakan senang yang luar biasa, aku membidikan kamera ke arahnya dan secara tak sadar aku terus memandanginya sampai wanita itu pergi dan menghilang di antara kerumunan orang-orang. Saat aku tak bisa menemukannya aku merasa kecewa dan sedih. Saat itulah aku sadar kalau wanita itu telah merebut hatiku. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada wanita asing itu.

Naomi terkejut setelah membaca tulisan yang ada di foto terakhir. Jadi Seungki sudah pernah melihatnya  sebelum mereka bertemu untuk pertama kalinya di Restoran Ginza Kyubey. Pantas saja saat pertama kali Seungki melihatnya, pria itu terlihat syok, terkejut, seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tiba-tiba Naomi merasakan kehangatan menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia merasa tersentuh dengan apa yang dikirimkan Seungki untuknya. sungguh ini adalah kali pertama seorang pria membuatnya tersentuh dan juga tersanjung.

Naomi mendengar ponselnya berbunyi dan ia langsung tersenyum saat melihat nama Seungki di layar. Naomi menghela napas dan menghembuskannya perlahan. Kemudian ia mulai menjawab telepon itu.

“Yeobuseo“

Naomi ssi apa kau sudah menerima paket yang aku kirimkan?“

“Mmm…baru saja. Ini benar benar membuatku sangat terkejut sekaligus tersentuh“

“Apa kau menyukainya?“

“Tentu saja. Semua hasil foto ini sangat indah“

“Syukurlah. Aku senang kau menyukainya.“ Jeda sebentar sebelum Seungki melanjutkan perkataannya “Naomissi sekarang aku ada di Taman Ueno. Aku sedang duduk di bangku yang pernah kau duduki. Apa kau mau datang kemari sebentar? Hanya sebentar“

“Tentu saja. Aku akan segera kesana“ tak ada keraguan dalam suara Naomi

“Terimakasih. Aku akan menunggumu disini“

 

**

 

Hanya butuh 15 menit bagi Naomi untuk sampai di Taman Ueno. Naomi melihat masih banyak orang yang datang kesini untuk melakukan hanami padahal saat ini bukanlah hari libur. Naomi terus berjalan hingga akhirnya ia melihat Seungki sedang duduk di bangku yang pernah di dudukinya beberapa minggu yang lalu. Naomi menghampiri Seungki. Ia melihat pria itu sedang memainkan gitar, dan tampak sangat menikmatinya. Naomi juga melihat orang-orang yang lewat di depan Seungki sesekali melirik ke arahnya.

“Wah aku tak tahu kalau kau juga bisa bermain gitar?“ Naomi berdiri di hadapan Seungki sambil tersenyum

“Kau datang. Duduklah disini“ kata Seungki sambil menunjuk tempat di sampingnya.

Naomi duduk di samping Seungki dan menatap mata pria di sampingnya itu “Foto-foto itu“ hening sebentar “Terimakasih“

Seungki tertawa kecil “Itu belum semuanya“

Mata Naomi terbelalak, ia terkejut dengan perkataan seungki  “Apa?“ apa maksudnya belum semuanya? Apa masih ada yang ingin diberikan pria ini untuknya lagi? Pikir Naomi

“Aku ingin memainkan sebuah lagu untukmu“ Seungki kemudian melihat gitar yang dibawanya “Aku sengaja membawa ini karena aku ingin bernyanyi untukmu“

“Kau pandai bernyanyi juga?“ tanya Naomi. Ia seolah tak percaya dengan pendengarannya. Sebenarnya berapa banyak bakat yang dimiliki pria ini. Mendesain rumah, fotografi, apa sekarang bernyanyi juga?

“Suaraku tidak bagus. Sungguh. Aku hanya menyukai lagu ini dan ingin membaginya denganmu. Karena menurutku lagu ini mengkespresikan perasaanku” Seungki kemudian menatap Naomi dan memperlihatkan senyum terbaiknya sehingga membuat jantung Naomi berdebar-debar.

Beberapa detik kemudian Seungki mulai memetik gitarnya dan bernyanyi

 

Maybe it’s intuition but some things you just don’t question

Like in your eyes, I see my future in an instant

And there it goes, I think I found my best friend

I know that it might sound more than a little crazy but I believe…
I knew I loved you before I met you I think I dreamed you into life

I knew I loved you before I met you I have been waiting all my life

There’s just no rhyme or reason, Only the sense of completion

And in your eyes, I see the missing pieces

I’m searching for, I think I’ve found my way home

I know that it might sound more than a little crazy but I believe…
I knew I loved you before I met you I think I dreamed you into life

I knew I loved you before I met you I have been waiting all my life

A thousand angels dance around you

I am complete now that I’ve found you
I knew I loved you before I met you I think I dreamed you into life

I knew I loved you before I met you I have been waiting all my life

(Savage Garden-I Knew I Love You)

 

Naomi bertepuk tangan saat  Seungki Menyelesaikan Nyanyiannya. Naomi sungguh terpana melihat pria yang ada di hadapannya itu. Suara Seungki terdengar lembut dan merdu. Permainan gitar yang dimainkannya pun mengalun dengan indah. Ia tidak tahu kalau ternyata di dunia ini masih ada seseorang seperti Seungki yang memiliki banyak bakat. “Suaramu sangat merdu” puji Naomi

Seungki tersenyum malu saat mendengar Naomi memujinya “Ah kau membuat wajahku memerah” Seungki kemudian menaruh gitarnya ke samping dan kemudian menghadap ke arah Naomi. Ia menatap dalam mata Naomi, kemudian menaruh tangan Wanita itu di dalam genggamannya “Naomi ssi. Aku tahu kau tidak menyukai perjodohan yang telah di atur oleh orang tua kita. Awalnya aku juga  tidak menyukainya, tapi setelah melihatmu aku berubah pikiran. Kau tahu kenapa?” Naomi menggeleng pelan, kemudian Seungki melanjutkan “Karena aku sudah menaruh hati padamu sebelum aku bertemu denganmu” Seungki menarik napas dan menghembuskannya perlahan “Aku sudah menyukaimu sejak aku melihatmu di Taman Ueno. Walaupun saat itu aku tidak mengenalmu, tapi hatiku tergerak dan terasa hangat saat aku melihatmu. Aneh bukan? Tapi ini lah yang aku rasakan

Naomi tertegun setelah mendengar kata-kata Seungki. Perasaannya campur aduk. Senang, terharu, bingung, dan terkejut. Naomi tersenyum kecil dan menatap hangat pria yang ada di hadapannya“Aku sungguh terkejut saat melihat foto terakhir yang kau kirimkan. Aku benar-benar tak tahu kalau sebelumnya kau pernah melihatku. Ini semua di luar dugaanku” ujar Naomi

“Naomi ssi aku tahu mungkin kau tidak menyukaiku, karena mungkin ini masih terlalu cepat. Tapi aku sungguh sungguh menyukaimu” Seungki menggeleng dan meralat ucapannya “Tidak…aku mencintaimu. Jadi katakan padaku apa yang harus aku lakukan untuk bisa membuatmu menyukaiku. Aku akan berusaha yang terbaik. Aku…”

Naomi kemudian menyela ucapan Seungki “Kau tak perlu melakukan apa-apa Seungki ssi” Naomi berdehem “karena aku sudah menyukaimu”

“Apa? Apa kau bilang tadi?” Seungki seolah tak mempercayai pendengarannya sendiri. Apa Naomi bilang kalau menyukainya? Apa ini benar-benar nyata? Seulas senyum bahagia langsung tersungging di bibir Seungki.

“Naomi chan…” suara seseorang yang memanggil Naomi menganggetkan mereka berdua  dan membuat mereka serentak menoleh ke samping. Terlihat seorang wanita yg usianya sekitar 30an awal melambai pada Naomi

“Kyoko Oneesan” Naomi melambai pada wanita itu lalu berbalik menatap Seungki “Seungki ssi tunggu sebentar, aku akan menyapa temanku dulu”

“Ah…baiklah”

Naomi kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju Kyoko. Tapi beberapa detik kemudian ia berbalik dan menatap Seungki “Ngomong-ngomong aku lebih suka dipanggil Naomi chan daripada Naomi ssi”  Seungki tersenyum mendengar perkataan Naomi. Naomi kemudian berbalik lagi dan berjalan  Namun langkahnya terhenti saat Seungki memanggilnya

“Naomi chan” Seungki melihat gadis itu berbalik menatapnya saat ia memanggil namanya “Aku juga lebih suka di panggil oppa daripada Seungki ssi

Yaa…umur kita sama kenapa aku harus memanggilmu oppa? Dasar “ Naomi kemudian tertawa kecil dan kembali berjalan menuju sahabatnya Kyoko yang masih berdiri menunggunya.

 

***

6 responses to “[Freelance] I Love You Noona (Chapter 3)

  1. yeeee…..!!!
    hore….!!!
    seungki berhasil….!!!
    awal yg bagus…keep fighting seungki-ah….!!!

  2. Gemes sendiri liat seungki sm naomi. Aku fans woo bin tapi malah baca seungki sm naominya dalem bgt lol

    Woo bin gimana tuh ya kalo tau naomi udah suka sm org lain pasti sakit bgt deh.
    Aku suka karakter naomi di sini, dia cewek lembut dan periang. Tapi kayaknya emg naomi gak suka sm woo bin deh.

    Authornya jago bgt dan kayaknya luad bgt ya soal negara Jepang? Keren.
    Semangat!!!!

Leave a Reply to ika Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s