[Freelance] in Seoul! (Chapter 4)

[PIC]

Title : in Seoul!

Author : @Ivanpramudya

Genre : Comedy, Action, Tragedy, Friendship

Lenght : Chapter

Rating : PG

Words : 2584

Cast :

          Ivan,

          Zul,

          Stella (JKT48),

          Ghina

          All member EXO

Other Cast : Bisa lihat sendiri…

 

Chapter Art 4

 

“Acara sudah mau dimulai nih, ko Stella gak keluar-keluar ya dari Toliet?” kata Ghina.

“Maaf Ghin lama, tadi saat aku keluar dari Toilet ketemu Ivan jadinya ngobrol dulu hehe” Kata Stella,

“Hmm pantesan lama, trus dia dimana sekarang?” Tanya Ghina,

“Tuh disana lagi bagi-bagi tugas sama yang lain” Jawab Stella sambil menunjuk ke arah Ivan.

“sebelum lupa, tadi Zul ngasih ini buat kita” Sambung Stella.

“Apa ini?” Tanya Ghina.

“Itu buat member informasi kepada yang lain jika ada orang atau hal yang mencurigakan” Kata Mio yang sambil menunjukan cara memakainya.

”Kolonel, sejak kapan anda disini?” Tanya Stella,

“Baru tadi Pagi sampai sama Chen” Jawab Mio, “kita hentikan pebicaraannya, nanti ketawan kedoknya” sambung dia lagi,

“hmm yasudah, hati-hati ya jangan sampai kalian terbunuh nanti” kata Stella.

Konser pun dimulai betapa histerisnya para penonton saat melihat Luhan dkk tampil dipanggung yang sangat megah. “Halo semuanya selamat malam” Kata Tao,

“ahhhhh Luhan, Kris” Teriak salah satu penonton histeris.

“Mohon maaf saat ini kami tidak bisa dengan full personil, karena Sehun tidak bisa tampil” Kata Luhan.

“wuuuu, wuuuu” kata semua penonton,

“Walaupun tidak ada Sehun, kita usahakan tampil dengan maksimal” Kata Kris sambil melemparkan Bajunya ke penonton.

“Kris, Kris, I love you” kata Ghina.

“Apa lagi dah kamu Ghin, baru dapat bajunya doang, pasti kamu gak cuci nih bajunya” Kata Stella.

“Gak lah, ngapain dicuci malah nanti langsung masukin frame aja trus pajang hehe” Sambung Ghina.

“Sudah 2 jam konser berjalan bahkan hampir selesai, sepertinya tidak akan terjadi apa-apa disini” Kata Zul ke Mio.

“Sepertinya begitu” Kataku. Disaat penampilan lagu terakhir terdengarlah suara tembakan, yang membuat para penonton panik lari ketakutan. “Siaga semuanya musuh sudah mulai menyerang, Ghina, Stella cepat ungsikan para penonton ketempat yang aman” kataku.

“Baik, awas van belakangmu” Kata Zul

“daaar”….

***

“Zama kau mau kemana?” Tanya Ji Eul.

“Saya mau ke kantor sebentar ada alat yang tertinggal disana” Jawab Zama.

“Alat apa yang tertinggal?” Tanya Ji Eul lagi,

“Alat yang sangat penting” Jawab Zama lagi.

“yasudah cepat sana, acara dikit lagi mau dimulai, dank au yang jadi perwakilan dari manajemen EXO sementara menggantikan Bu Manager yang masih belum bisa hadir” Kata Ji Eul.

“memang Bu Manager sekarang dimana?” Tanya Zama.

“Bu Manager diungsikan di tempat rahasia Kantor” Jawab Ji Eul,

“Hmm, bagus dah kalau begitu jadi gampang hehehe” ucap Zama.

“memang kenapa?” Tanya salah satu Staff.

“Gak kenapa-napa, gampang kalau kambuh lagi cepat ke dokternya” Jawab Zama santai.

“oh, kirain apa” kata Staff tadi.

Sampai diluar stage konser, telpon Zama berbunyi, “kriiiing, kriing”

“Halo semua sudah siap tinggal tunggu aba-aba dari anda” Ucap penelpon itu.

“Hmm nanti dulu, saya belum siap ini santai saja” jawab Zama,

“Tugas kalian hanya membuat gaduh saja, separuhnya ikut saya ke Kantor ditunggu tempat biasa” Katanya lagi.

“Baiklah” jawab orang tadi.

konser belum berakhir tapi salah satu personil EXO sudah meninggalkan Panggung. “kau mau kemana, acara belum selesai” kata Kris dari atas panggung.

“aku ada urursan sebentar” kata salah satu personil EXO itu sambil berlari kearah kamar mandi. \

“Mungkin dia kebelet ya hahaha” kata Luhan dan Tao.

“Yasudah, ini lagu baru kami berjudul Growl semoga kalian suka ya” kata Chanyeol,

Dikamar mandi dia sudah ditunggu oleh 4 orang berpakaian hitam-hitam. “Mana perlengkapan ku” Tanya personil EXO tadi.

Tiba-tiba datang 2 orang lagi berlari dari arah yang berlawanan. “maaf kami telat” jawab salah satu orang itu.

“cepat pakai perlengkapan kalian, kita disini hanya membuat gaduh jangan sampai ada salah satu dari kita tertenbak” kata salah satu orang yang datang lebih dulu.

“Jadi disekitar sini ada 30 penjaga, dan dari 30 penjaga ini ada 4 orang yang sangat mahir dalam membaca situasi jadinya kita harus waspadai mereka” kata salah satu orang tadi.

“Gua yang ngadepin nih orang, karena sudah ngebunuh bokap gua 3 tahun yang lalu disana” kata salah satu orang itu. “sisanya habiskan oleh kalian” katanya lagi.

***

“awas van belakang lu” kata Zul berteriak dari balkon paling atas.

“daaar” suara peluru yang kena ketubuhku

“arghhh” teriak ku.

“mati lu Van hahaha” kata penembak itu sambil berlari meninggalkan tepat itu.

“Jangan lari kau, mati kalian semua” kata Zul sambil menembaki para perusuh disana.

“Zul tenang jangan emosi, semakin kau emosi pasti takan focus” kata Chen.

“Chen musuh terdeteksi sekitar 7 orang ditambah 3 orang lagi yang sangat terlatih” kata Mio,

“Berapa korban dari pasukan kita yang terluka?” Tanya Chen.

“ada 13 orang yang terluka salah satunya Ivan dan 4 orang lainnya tewas” jawab Mio.

“cepat bawa Ivan dan korban yang terluka keluar dari sini, biar sisanya akan menghadapinya” Kata Zul.

“Zul kau yang memimpin Sekarang, jadinya semua keputusan ada ditangan mu” Kata Chen sambil membawa Ivan yang kena tembak di daerah Perut dan Paha.

“Ayo pasukan yang tersisah cepat serang mereka” Kata Zul.

Sementara itu di Kantor EXO deprt, datang segerombolan orang dengan menggunakan penutup muka berwarna hitam, “hey kalian siapa” Tanya salah satu keamanan disana.

“Bacot lu” kata salah satu dari mereka sambil menembakan peluru kedadanya.

“Tenang kawan baru datang langsung nembak, matikan tuh dia hahahaha” Kata salah satu dari mereka.

“lagian ngeselin banget udah tau kita ini belum terkenal, kalo dijelasin mana ngerti adanya panjang lebar gak jelas” kata sang penembak.

“Kalian sudah sampai ternyata” Kata Zama dari salah satu talk mereka.

“Kamera CCTVnya gimana” Kata salah satu orang itu.

“Sudah aman terkendali, sekarang saatnya kita beraksi” ucap Zama sambil membunuh semua petugas diruangan CCTV.

“Jadi disini ada 300 orang keamanan diantaranya 48 orang terlatih ditaruh disekitar tempat persembunyian Bu Manager” Sambung Zama.

“Sebenarnya apa yang kalian cari sebenarnya” Tanya salah satu dari mereka.

“Kami mencari Dokumen rahasia yang harganya tak ternilai dengan uang dinegara ini hahaha” kata CEO.

Korban pun bertebaran dimana dari tempat latihan, kantin dan lorong-lorong, bersisahlah 48 orang ini yang menjaga Bu Manager.

“Sepertinya ada yang aneh nih” kata salah satu penjaga,

“Aneh kenapa” Tanya D.O,

“Aneh aja yakan Wang” kata penjaga itu lagi.

“Iya terlalu sunyi, coba kalian Hubungi salah satu dari penjaga di beberapa koridor” Kata Chen Wang.

“Tidak ada Jawaban dari Semua kepala penjaga Di semua Koridor” Kata Baekhyun.

“Kalian siap-siap sepertinya sedikit lagi kkita akan kedatangan tamu yang tidak diundang” Kata Chen Wang lagi.

“jegeeer” suara bom meledak di pintu utama ruangan rahasia.

“cepat bawa lari Bu Manager dari sini” Kata D.O,

“Nanti dulu tas saya ketinggalan” Kata Jung Ahyeon sang Manager.

“Memang isinya apa, kenapa ibu selalu membawa itu terus?” Kata Kai sambil membawa Bu Manager ketempat aman.

“Sebenarnya di tas ini yang mereka cari” kata Bu Manager,

“Memang itu apa” Tanya Xiumin.

“Ini Dokumen Pemerintahan yang sangat rahasia, bila jatuh ketangan yang salah maka akan buruk bagi Negara kita” Jawab Jung Ahyeon.

“Jadi kita berdua melindungi asset berharga Negara dari kejaran musuh?” kata Baekhyun.

“ya benar sekali, jadi maafkan saya kalau merepotkan” Sambung Jung Ahyeon.

***

“Gawat mereka melarikan diri” Kata Mio,

“Jangan Khawatir sudah saya perhitungkan” Kata Zul,

“Apa maksudmu Zul” Tanya Mio,

beberapa saat kemudian para perusuh itu pun jatuh berguguran. “Apa yang terjadi Zul dengan mereka?” Tanya salah seorang pasukan yang tersisah.

“Tidak ada apa-apa Cuma trik murahan para Gamers hahaha” kata Zul sambil tertawa.

“Cepat bawa semua orang itu kemari” Kata Mio.

“Siapa kalian Sebenarnya” Tanya Zul,

“ciih kalian hanya sampah pengganggu kerja kami” kata salah satu orang tersebut.

“apa katamu” Kata salah satu pasukan sambil menodongkan senjatanya,

“sabar jangan emosi” kata Mio.

“Siapa kalian, siapa yang menyuruh kalian dan apa yang dicari?” kata Zul.

“Huck huck, kami mencari dokumen berharga Negara ini hahaha” kata salah satu dari mereka dengan terbatah-batah karena sekarat.

“Lapor 2 orang dari mereka berhasil kabur” kata salah satu pasukan.

“hahaha ternyata dia berhasil kabur, sepertinya dendamnya sudah terbalas buat membunuh temen kalian” ucap salah satu dari kelima orang tersebut.

“apa katamu, siapa dia, cepat jawab” kata Zul sambil menarik kerah dia dengan menodongkan senjata kedadanya.

“Ciiih bunuh aja gua sekarang, udah gak guna misi udah selesai, tinggal membunuh Bu Manager saja hahaha” kata orang tadi.

“Ivan kamu kenapa” Tanya Stella ketakutan dan histeris melihat luka tembak ditubuhku.

“Dia kena tembak Stell, sang penembak itu ternyata balas dendam ke Ivan karena sudah membunuh Ayahnya 3 tahun yang lalu” Kata Chen.

“Lalu penembaknya berhasil dibunuh atau ditangkap?” Tanya Ghina,

“Dia berhasil kabur dengan 1 orang lagi yang terindikasi keduanya personil EXO” Jawab Chen.

“Siapa dia, biar aku yang menghadapi” Ucap Stella.

“Jangjanggan gegggabah kammu Steell, nanntti kkkallaau kennappa-nnappa denngaan kaammu akku yaanng reeppot” Kataku terbatah-batah.

“Sudah kamu jangan bicara dulu, biar aku dan pasukan yang tersisah mencari mereka” Kata Stella sambil memegang tanganku.

“Ghin kamu jagain Ivan ya, aku akan membantu mereka buat menghabisi biang keladi dari kekacauan ini” Kata Stella sambil mengambil senjata didepan koridor.

“Yasudah kalau kamu memaksa, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi” Kata Chen.

“Halo halo” kata seseorang dari Radio.

“Iya ini Cheng, ini siapa?” Tanya Chen,

“Ini dari pasukan Khusus pengawal Bu Manager, kami sedang diserang oleh musuh, mereka mengincar Dokumen yang dimiliki oleh beliau” Jawab Xiumin salah satu dari pasukan.

“Berapa korban jiwa” kata Chen lagi.

“Sudah tak terhitung lagi, sisanya tinggal 8 orang” Kata D.O.

“srck, srck, srck” Suara Radio dari salah satu perusuh tadi berbunyi.

“Lama kali kalian cepat bantuin mereka berhasil kabur” kata sang penelpon. “halo halo” kata sang penelpon lalu memutuskan koneksinya.

“sepertinya mereka sudah tewas” kata Zama.

“Bagus itu, jadinya semakin banyak kita mendapatkan bayaran hahaha” kata Suho salah satu personil EXO.

“maaf kami telat, ternyata mereka sangatlah kuat, tapi gua berhasil melumpuhkan Ivan hahaha” kata Lay.

”Kalian saja yang berhasil kabur?” Tanya Zama.

“Ya yang lain tewas terbunuh oleh orang bodoh yang bernama Zul yang mengamuk saat Lay habis menembak Ivan” Kata Chen.

***

“Kalian tidak apa-apa” kata Uncle fish beserta Jack bersenjata lengkap.

“Kami tidak apa-apa Uncle Cuma Ivan terkena Tembakan di perut dan pahanya” Kata Zul.

“Jack kamu disini saja membantu Ghina untuk merawat Ivan, biar kami yang akan membantu pasukan Khusus disana” kata Uncle Fish sembaring memberikan Kunci Mobilnya.

“Nanti dulu Uncle kami ingin membantu juga” kata seseorang dari kegelapan,

“Hmm baiklah, cepat pakai perlengkapan kalian” Kata Chen.

“Memang bisa megang senjata apa lu pada hahaha” Kata Zul meledek.

“Bisa lah, kan udah test Wajib Militer 2 tahun haha” kata mereka bersamaan.

“Kalian memakai baju seperti ini keren ya” kata Ghina kepada Kris, Tao, Luhan, Chanyeol.

“Bisa aja dah, jadi malu” kata Tao sambil memainkan pistol yang ia pegang, “daaar”

“waduh” kata Tao.

“hati-hati untung keatas, coba kedepan bisa-bisa ngebunuh gua lu” kata Luhan kesal.

“Jadi kita ada 14 orang, seperti biasa dibagi 2 regu, regu pertama dipimpin oleh saya sendiri masuk lewat belakang dan regu kedua dipimpin oleh Mio masuk lewat depan” Kata Uncle fish sambil menunjuk siapa saja anggotanya.

“Van aku pergi dulu ya, doakan aku semangat, Ghin jagain dia ya” kata Stella sambil mengusap kepalaku yang sedang tertidur karena sedang diinfus.

“Baik Stell, tapi jagain Zul juga ya” kata Ghina sambil berbisik.

“Ayo semua move move” Kata Uncle Fish.

”Kemana para bantuannya amunisi kita sudah hampir abis ini” kata D.O

“sabarlah sedikit bro, yang penting Bu Manager dan kita aman dulu bersembunyi disini” kata Kai.

“Cepat kita harus bergerak lagi pasukan CEO sudah dekat” kata salah satu pasukan.

“semua merunduk, ada bom” kata Chen Wang.

Dampak dari ledakan bom yang dilempar oleh Suho.

“Bodoh kau, kenapa kau bom jalannya” kata CEO,

“Malah bagus bos, jadinya kita bisa mencari Jung Ahyeon saja” ucap Lay.

Sementara itu pasukan khusus yang melindungi Bu Manager terpisah menjadi 3 arah yang berbeda. “Bagus kita terjebak disini Wang dan kita terpisah dengan yang lainnya” kata Xiumin.

“Cepat kita cari jalan keluarnya dan cepat cari Bu Manager” kata Chen Wang sambil menghidupkan senter yang ada di senjatanya.

“Bu Manager anda tidak apa-apa” kata D.O ,

“Tidak apa-apa, tapi kemana tas saya?” kata Jung Ahyeon.

“Waduh kemana tuh tasnya, mungkin terpencar disaat kita menyelamatkan diri” kata Kai.

“srck srck srck”

“halo siapa yang dengar cepat jawab” kata seseorang dari Radio yang dipegang oleh Kai,

“iya ada apa” kata Kai,

“Tas ada dikami, tapi Baekhyun terluka terkena serpihan batu yang terbang” kata salah satu pasukan yang berada disamping Baekhyun.

“Baiklah kita akan kesana” kata Xiumin.

Baru beberapa langkah berjalan untuk mencari keberadaan Baekhyun dan sisa pasukan, terdengar suara tembakan dari koridor yang hampir rata dengan tanah.

“Hey lihat ini seperti senjata dari Baekhyun kan, tapi kemana dia” kata Xiumin ,

“mungkin dia sedang bersembunyi dari serangan musuh” kata Kai,  beberapa meter dari tempat ditemukannya senjata Baekhyun terdapat sesosok orang yang tewas terkena tembakan.

“Kalian lihat itu” kata D.O kepada Chen Wang dll,

“Seperti salah satu pasukan dari kita” kata Chen Wang.

“disana juga ada” kata Kai,

“lihat lukanya, sepertinya mereka mencoba mengambil paksa dokumen itu” kata Jung Ahyeon.

Spertinya salah satu dari mayat ini dari pasukan kita yang memboikot menjadi penyerang dan perebut dokumen ini” kata Chen Wang.

***

“Uncle sudah sampai kah kita” kata Zul,

“Sabarlah sedikit kau Zul, Aku tahu kamu pasti ingin menangkap penembak Ivan kan, aku juga mau membalasnya tau” Kata Stella sambil menyiapkan amunisi senjata,

“Apa sudah ada jawaban dari dalam gedung Mio” kata Uncle Fish.

“Belum ada jawaban Uncle” kata Mio, beberapa menit kemudian

“Halo siapa saja tolong jawab” kata salah satu orang dari dalam gedung,

“Iya ini pasukan bantuan” kata Tao.

“Cepat bantu kami, kami sudah terpojok, dan Bu Jung Ahyeon kena Tembak dikakinya” kata orang tadi.

“Kami sedang diperjalanan tunggu saja, memangnya ini siapa” kata Mio yang merebut Radio dari Tao.

“Kaco lu emang sama temen seperjuanagn lupa, ini gua D.O” kata dia agak kesal sama Mio.

“Bilang dong dari awal, kami sedang diperjalanan, amankan barang yang diincar bersama Bu Jung Ahyeon” Kata Mio lagi.

“Siapa itu Mio” kata Kris dan Luhan berbarengan,

“Kepo lu berdua” Kata Mio.

“Eth dah pelit luh, sama kaya Zul, hahaha” Kata Changyeol menanggapi.

“Apa lu kata yeol, ko yeol ya jelek amat manggilnya haha” kata Zul sambil meledek ke Changyeol.

“Uncle, ada kabar dari Gedung, mereka sudah terpojok, banyak yang kena luka tembak, peluru mereka sudah habis” kata Mio.

“Cepat pacu mobilnya dengan kencang meereka membuuhkan bantuan kita” kata Uncle Fish.

“Kapan mereka datang keamari hah” kata CEO.

“sabarlah sedikit Bos, nanti mereka juga datang buat membantu” kata Suho.

“Mereka sudah terpojok Bos dan amunisi mereka sudah habis jadinya gampang untuk membunuh mereka” Kata Zama.

“Akh aku sudah tidak kuat lagi kalau dibombardir seperti ini” Kata Chen Wang.

“Dimana keberadaan mereka sebenernya” Kata Jung Ahyeon sambil membersihkan luka yang diderita D.O.

“Mereka sedang perjalanan kemari, sepertinya membawa pasukan yang cukup banyak” kata Baekhyun,

Sementara itu ditempat lain CEO dan anak buahnya masih sibuk memasang peledak ditempat-tempat Strategis. Dan Sambil berkata “Kalian dimana cepat keluar sini temui ayah”.

“Berikan Dokumennya biar tidak terjadi banyak korban, dari pada kami hancurkan Gedung ini” kata Zama.

“Kenapa ada Zama disini, dia itu teman atau musuh?” kata Kai.

“Entahlah jangan pikirkan hal itu, pikirkan dulu bagaimana kita keluar dari sini” Kata Chen Wang.

“Sepertinya Gua lihat seseorang disana” kata Lay.

“Lu liat siapa emangnya bro?” Kata Chen.

“Lihat Anaknya Uncle Fish yang Cewe”,

“Waah kesempatan nih, biar gua tangkep dulu baru dibunuh hahaha” kata Suho.

“Sebaiknya kita pergi dari sini” kata Xiumin

“Memang ada apa” Tanya D.O

“Tanya aja tuh Chen Wang dia juga tau” ucap Xiumin sambil bangkit dari Dduknya,

“Memang ada apa” Tanya Jung Ahyeon ke semua orang,

“Nanti saja dijelaskan, Kai cepat Bangunkan Dia dan D.O” Kata Chen Wang.

“Hahahhahaha ketemu juga kalian ternyata” Kata seseorang dari balik tembok, ternyata dia…

 

BERSAMBUNG….

One response to “[Freelance] in Seoul! (Chapter 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s