[Freelance] I Love You Noona (Chapter 5)

ILN 1

I Love You Noona (Chapter 5)

 

Cast :    Lee Seungki

             Kim Woo Bin

             Lee Dae Hee as Naomi Lee

             Han Hyo Joo as Han Sena

             Lee Jongsuk

Rating : M

Genre : Romance, drama

Author : Vinna Lee

 

NO BASHING, NO SILENT READER, NO PLAGIATOR

 

Naomi tampak melamun dan mengutak-atik makanan yang ada di depannya. Pikirannya melayang entah kemana. Woo Bin yang dari tadi memperhatikan sikap Naomi yang sedikit aneh jadi semakin bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya membuat Naomi seperti ini? Apa ia punya masalah besar? Woo bin kemudian berdehem dan berkata “Noona apa kau yakin kau baik-baik saja?“

Naomi mengerjapkan matanya seolah-olah baru terbangun dari alam bawah sadarnya “Tentu aku…aku…aku baik-baik saja“ Naomi tersenyum. Senyum yang terlihat dipaksakan. Kemudian ia memakan sesuap kimbab yang ada di piringnya

“Aku tidak yakin kau baik-baik saja. Noona ini adalah kimbab terenak dan paling terkenal di daerah sini. Tapi bahkan kau tidak terlihat menyukainya“

“Ini memang sangat lezat. Sungguh. Hanya saja hari ini aku sedang tidak napsu makan. Maafkan aku Woo Bin ah

Woo Bin melayangkan pandangannya ke atas seolah-olah sedang memikirkan sebuah ide untuk membuat senyum Naomi kembali. Setelah beberapa detik ia tersenyum dan berkata “Noona aku tahu tempat yang bisa membuatmu merasa nyaman dan membuat semua masalahmu untuk sementara terlupakan?“

Naomi mengerenyitkan dahinya bingung. Tapi sebelum ia sempat berkata-kata, Woo Bin telah memegang tangannya dan menariknya keluar dari Restoran.

 

***

 

Naomi membaca tulisan Game Zone di depannya. Ia melirik ke arah Woo Bin “Apa ini maksudmu tempat yang dapat membuatku melupakan masalahku untuk sementara?“

Woo Bin mengangguk pasti. Ia kemudian tersenyum dan mengajak Naomi masuk ke dalam. Naomi dapat melihat berbagai macam permainan disana. Woo Bin membeli kupon dan mengajak Naomi bermain. Awalnya Naomi agak canggung tapi lama-kelamaan ia mulai menikmatinya. Ia malah lebih bersemangat daripada Woo Bin.

 

***

 

                Sudah lebih dari setengah jam Seungki berdiri di depan apartemen Naomi. Ia terlihat gelisah dan juga khawatir. Sejak siang tadi hingga saat ini ia tak bisa menghubungi Naomi sama sekali. Dan sekarang Naomi bahkan tidak berada di apartemennya. Dimana dia sekarang? Apa yang sedang dilakukannya? Jika sampai tengah malam Naomi belum kembali juga, ia pasti akan menghubungi polisi.

                Saat Seungki tengah mondar-mandir di depan apartemen Naomi. Tiba-tiba suara seseorang memanggilnya. Dan saat ia menoleh ia melihat adiknya disana

                “Hyung apa yang kau lakukan di sini?“ tanya Jongsuk. Ia terlihat bingung saat memandang Seungki

                “Kau sendiri? Untuk apa kau kesini?“ tanya Seungki yang tak kalah bingung

                Jongsuk kemudian menunjuk apartemen 407 “Itu apartemen Woo Bin. Aku datang untuk mencarinya“

                “Woo Bin sahabatmu?“ tanya Seungki

                “Benar. Aku pernah mengajaknya beberapa kali ke rumah. Kau juga pernah bertemu dengannya kan?“

                Seungki kemudian ingat kalau Jongsuk pernah mengajak temannya ke rumah. Seorang pemuda yang cukup tinggi untuk orang seusianya “Aku ingat. Jadi dia tinggal di sebelah apartemen Naomi?“

                Kening Jongsuk berkerut “Naomi Noona tinggal disini? Bukankah dia masih berada di Tokyo dan hyung bilang dia akan datang minggu depan“      

                “Dia datang lebih awal dari rencana. Tapi aku rasa dia salah paham padaku jadi aku harus menjelaskan padanya. Masalahnya adalah aku tak bisa menghubunginya dan dia tak ada di apartemennya sekarang“

                “Salah paham? Apa kalian bertengkar?“

                “Akan kujelaskan nanti padamu“             

                Saat mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba Jongsuk melihat Woo Bin datang. Matanya terbelalak saat menyadari kalau Woo Bin tidak datang Sendiri. Dia tampak menggendong seorang wanita di punggungnya

                “Woo Bin ah...“

                Saat itu juga Seungki langsung berbalik dan melihat Woo Bin yang jalan ke arah mereka. Ia sangat terkejut saat mengetahui kalau wanita yang dibawa Woo Bin di punggungnya adalah Naomi.

 

***

 

Woo Bin menidurkan Naomi di ranjangnya dan menyelimutinya. Ia kemudian keluar dari kamar Naomi dan melihat kakak adik itu yang sedang menatapanya dengan pandanganan bertanya-tanya.

“Bagaimana kau bisa mengenal Naomi? Apa hubungan kalian berdua? Dan kenapa ia bisa pulang dalam keadaan tidak sadar seperti  itu?“ tanya Seungki

Hyung sendiri ada hubungan apa dengannya? Kenapa kau bertanya seolah-olah kau berhak atas dirinya?“ kata Woo Bin yang merasa tidak senang dengan pertanyaan Seungki yang menurutnya sedikit menyalahkannya

Seungki kemudian tertawa hambar dan menatap tajam ke arah Woo Bin “Aku adalah tunangannya. Jadi wajar saja kalau aku bertanya tentang apa yang terjadi pada tunanganku“

               Woo Bin terlihat sangat terkejut, ia terbelalak dan mulutnya menganga karena tak percaya. Sejak kapan Naomi sudah bertunangan? Kenapa Naomi tak pernah sekalipun bercerita padanya kalau ia sudah bertunangan. Dan yang lebih parah kenapa Naomi harus bertunangan dengan kakak dari sahabatnya sendiri.

                “Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku? Apa kau tidak percaya kalau Naomi adalah tunanganku?“ tanya Seungki lagi setelah melihat Woo Bin tak mampu  berkata-kata.

                Jongsuk pun kemudian ikut menimpali “Hyung jangan bersikap seperti ini. kita dengarkan dulu apa yang akan dikatakan Woo Bin“ Jongsuk kemudian menatap sahabatnya “Woo Bin ah…bisa kau jelaskan pada hyungku apa yang terjadi? Aku yakin kau tidak berbuat sesuatu yang salah“

                Woo Bin kemudian menatap Jongsuk dan juga Seungki. Wajahnya terlihat pucat, entah karena terkejut atau karena sesuatu yang lain “Naomi Noona pernah menjadi guru les ku saat aku masih di sekolah. Dia juga adalah orang yang paling berpengaruh sehingga aku bisa menjadi diriku saat ini“

                Jongsuk terlihat terkejut dan itu membuat ia sedikit terhuyung.  Seungki menatap heran pada adiknya itu “Apa yang terjadi denganmu?“ tanya Seungki

                “Tidak apa-apa hyung. Sungguh“ Jongsuk kemudian berpandangan dengan Woo Bin. Mereka seolah-olah berbicara lewat tatapan mata mereka.

                Woo Bin kemudian melanjutkan “Dia memintaku untuk menemaninya berjalan-jalan saat kami tak sengaja bertemu di depan pintu. Dia terlihat sangat gelisah dan juga sedih. Aku tak tahu apa yang terjadi padanya. Tapi aku mengerti satu hal kalau dia sedang memiliki masalah“ Woo Bin menarik napas sebelum melanjutkan “ Aku mengajaknya makan dan bermain sehingga ia tertawa dan sejenak melupakan masalahnya. Dan terakhir kami minum sedikit soju. Tapi baru satu gelas dia sudah tak sadarkan diri“ Woo Bin mendesah “Aku tahu Noona tidak bisa minum. Tapi ia memaksa minum dan hasilnya seperti ini“

                Seungki menarik napas dan menghembuskannya. Ia kemudian duduk di sofa dan dan tampak sibuk dengan pikirannya sendiri. Kemudian Woo Bin menghampirinya “Hyung entah kenapa aku merasa kaulah yang telah membuat Noona seperti ini. Kuharap ini tidak seperti yang ada dalam pikiranku“ Woo bin tertawa pahit “Aku  akan pulang sekarang“  Woo Bin kemudian melangkah keluar dari apartemen Naomi.

                “Hyung aku akan pergi bersama Woo Bin“ kata Jongsuk. Kemudian ia pun melangkah keluar dari apartemen.

 

***

 

                Woo Bin menghempaskan tubuhnya ke ranjang sesaat setelah ia sampai di apartemennya. Ia menutup matanya dan tampak sangat lelah. Ia benar-benar sangat terkejut dan syok begitu mengetahui kalau Seungki dan Naomi sudah bertunangan. Tak lama ia mendengar langkah kaki yang mulai mendekatinya. Ia sedikit mengadahkan pandangannya ke atas dan melihat Jongsuk masuk ke kamarnya dan menghempaskan tubuh di sampingnya. Mereka berdua berbaring dan manatap ke langit-langit. Setelah hening beberapa saat Jongsuk mulai berbicara “Aku benar-benar tak menyangka kalau cinta pertamamu itu adalah Naomi Noona. Dunia ini memang sangat sempit“ Jongsuk menghela napasnya pelan “Apa kau masih menyukainya setelah tahu dia adalah tunangan hyungku?“  tanyanya

                “ Perasaanku adalah milikku, dan itu tak akan pernah berubah sekalipun ia telah bertunangan“ ujar Woo Bin

                Jongsuk kemudian menopang kepalanya di telapak tangannya dan memandang Woo Bin “Woo Bin ah…jujur saja, tak lama lagi mereka akan segera menikah. Bukannya aku membela hyung ku. Tapi kau sendiri yang akan terluka. Kau harus mencoba melupakannya demi kebaikanmu sendiri“ 

Woo Bin memandang Jongsuk dengan santai  sambil berkata “Apa kau cemburu?“ tanyanya

Dengan gerakan cepat Jongsuk langsuk duduk dan melempar bantal di sebelahnya ke wajah sahabatnya itu “Aishh…aku ini serius. Kau masih saja bisa bercanda di saat seperti ini“

Woo Bin pun bangkit dan menatap lurus ke depan. Wajahnya berubah serius “Jongsuk ah kau tenang saja aku tak akan merusak hubungan mereka. Aku hanya akan menyimpan sendiri di perasaanku“ hening sebentar, kemudian Woo Bin menatap Jongsuk “Tapi jangan menyuruhku untuk melupakan Naomi Noona karena aku tak akan pernah bisa melupakannya“. Woo Bin kemudian kembali berbaring dan menutup wajahnya dengan selimut “Jika kau mau pulang tolong matikan lampunya“

Jongsuk hanya dapat memandang sedih ke arah sahabatnya itu. Ia mengenal Woo Bin satu tahun yang lalu karena mereka masuk fakultas dan kelas yang sama. Tapi hubungan mereka sudah sangat dekat layaknya saudara. Mereka selalu menceritakan semuanya satu sama lain. Jongsuk ingat saat Woo Bin mengatakan ia mencintai wanita yang jauh lebih tua darinya. Ia mengatakan kalau wanita itulah yang telah merubah hidupnya dari seorang pembuat onar menjadi murid dengan berbagai prestasi seperti saat ini. Jongsuk juga ingat kalau Woo Bin pernah mengatakan kalau ia akan menjadi lebih dewasa dan akan berusaha menjadi yang terbaik agar pantas untuk berada di sisi wanita itu. semua yang dilakukannya kini hanya agar wanita yang dicintainya melihatnya sebagai seorang pria bukan sebagai anak kecil lagi. Tapi tiba-tiba ia harus menghadapi kenyataan pahit kalau wanita yang ia cinta telah bertunangan dengan kakak dari sahabatnya. Jongsuk tahu itu pasti sangat berat bagi Woo Bin.

 

***

 

                Naomi membuka matanya perlahan-lahan. Ia merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya karena pengaruh alkohol yang ia minum semalam. Ia tahu kalau dirinya tidak bisa minum alkohol, tapi saat itu ia benar-benar ingin melupakan dan melampiaskan seluruh rasa kesal dan marahnya. Naomi bangkit dan duduk di samping tempat tidur. Ia memegang kepalanya yang masih terasa sakit, kemudian ia memandang sekelilingnya. Ia tahu kalau saat ini ia sedang ada di kamarnya, tapi ia tidak tahu kenapa ia bisa berada di kamarnya. Naomi mengingat-ingat kembali kejadian semalam. Ia ingat kalau saat minum segelas soju ia langsung merasa pusing dan tak sadarkan diri. Ah pasti Woo Bin yang membawanya pulang pikir Naomi. Perlahan-lahan ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruang tengah. Ia sangat terkejut saat melihat sudah ada sarapan yang tersaji di meja makan, tapi yang membuat Naomi lebih terkejut karena ia melihat Seungki di dapur dan ia mengenakan celemek.

                “Kau sudah sadar? Bagaimana keadaanmu? Aku membuat sup penghilang mabuk. Duduklah dan kita sarapan bersama“ Kata Seungki. Ia mengatakan hal itu seolah-olah tidak ada yang terjadi.

                “Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau bisa masuk?“ tanya Naomi

                “Yaa…kita sudah lama tidak bertemu, dan kau malah bertanya hal seperti itu. Apa kau tidak rindu padaku? Kau tahu aku sangat-sangat rindu padamu“

                Naomi tertawa pahit. Apa Seungki tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini? “Pergilah. Aku sedang tidak ingin melihat wajahmu“ kata Naomi. Kemudian Nomi berbalik dan berjalan menuju kamarnya, tapi tiba-tiba saja langkahnya terhenti ketika ia merasakan  Seungki memeluknya dari belakang.

                  Seungki kemudian membisikan sesuatu di telinga Naomi “Maaf…aku tahu kau pasti sangat terluka kemarin. Tapi ini hanya salah paham. Apa yang kau lihat kemarin tidaklah seperti yang kau pikirkan“ Naomi hendak melepaskan diri tapi Seungki menahannya “Sena dan aku hanya sekedar teman dan juga rekan kerja tidak lebih. Wanita yang aku cintai hanya kau Naomi chan. Sungguh“

                Naomi membalikan badannya sehingga ia dan Seungki saling berhadapan, mata Naomi sudah berkaca-kaca “Lalu kenapa kau mengatakan kalau kau sangat beruntung dia ada di sisimu? Dan kau juga mengatakan kalau tidak ada dia kau tidak bisa seperti ini?“ Naomi menghela napasnya “Aku tahu selama ini aku memang tidak pernah di sisimu. Dan aku juga tahu saat kau kehilangan sahabat terbaikmu aku malah sibuk dengan Disertasiku dan tidak ada untuk menghiburmu“ kini Naomi sudah tak bisa menahan airmatanya “Apakah dia yang menghiburmu? Apa dia yang ada di sisimu? Apa kau ingin bersama dia?“

                Seungki mendesah kemudian berkata “Itu semua karena kami memenangkan sebuah proyek besar, makanya aku mengatakan kalau aku sangat beruntung karena memiliki dia sebagai rekan kerjaku“ 

                “Apa kau pikir aku percaya padamu?“

                Seungki kemudian memeluk Naomi. Pelukan yang lebih erat dari sebelumnya ““Yang aku inginkan hanya bersamamu Naomi chan. Jika aku ingin bersama Sena, sudah sejak dulu aku meninggalkanmu dan bersamanya  tapi aku tidak melakukannya. Kau tahu kenapa? Karena hanya kau yang ada di hatiku. Percayalah padaku“

                Naomi benar-benar tidak tahu apa perasaannya saat ini. apa benar yang dikatakan Seungki? Apa mereka-benar tak ada hubungan apapun selain rekan kerja? Apa ia harus mempercayai semua perkataan Seungki? Tapi entah kenapa Naomi merasa kalau apa yang diucapkan Seungki terdengar tulus. Apa ia harus mempercayai Seungki kali ini? Naomi kini hanya bisa terisak di pelukan tunangannya itu. Ia hanya berharap semoga saja apa yang dikatakan Seungki itu benar. Untuk kali ini saja ia akan memaafkan Seungki dan mempercayai kata-katanya.

                Perlahan-lahan Seungki melepaskan pelukannya dan memandang wajah Naomi yang sudah penuh dengan Airmata. ia kemudian mengusap airmata Naomi dengan jarinya sehingga membuat Naomi tertegun. Naomi bahkan hanya bisa terdiam membeku saat wajah Seungki yang semakin lama mendekat ke arahnya. Naomi hanya dapat menutup matanya saat ia merasakan bibir pria itu menyentuh bibirnya lembut.

 

***

11 responses to “[Freelance] I Love You Noona (Chapter 5)

  1. huuuffft…jujur aku jg kasihan bgt liat woo bin kyak gtu.tp mo gmna lagi…!!keep fighting jja lah.
    dan….???
    omo..omo!!!seungki ah…apa yg kau lakukan???
    ups….he…he..he!!
    makin seru ajjj nih critanya.
    keep fighting…chingu.
    n…makasie

  2. Yaah pendek banget ini thoor
    Eh lagi2 woo bin cintanya bertepuk sebelah tangan yaa, jadi inget dia yg di the heirs dehh.
    Next yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s