[Freelance] Try To Love (Chapter 3)

Untitled-1

TRY TO LOVE

Author :

Kim Mirna/@mirnakawamura

Main Cast :

Wu  Fan/Kris Wu (Exo M)

Song Nara (OC)

Other Cast :

Find it by yourself

Genre :

Romance, marriage life, sad (?)

Ratting :

PG 13

Lenght :

Multichapter

 

Annyeong!!! Kim Mirna kembali dengan Try To Love chap 3. Sebelumnya aku pengen minta maaf ni coz br aku lnjutin chap 3’nya dan maaf jg klu crtanya ngga’ sesuai hrapan mslhnya chap ini aku mikir ulang n ketik ulang abis file yg sblmnya benar2 ga bisa dibuka…..#penting ga sih curhatnya???#

Oh ya klian jg bs bc ff ini wp pribadiku www.kawamura79.wordpress.com tp ttap sm kok dngan yg aku krm di wp ini coz aku krm disini dl br aku masukin ke wp aku…..

Ok udah dl cuap2 ga pentingnya……

Warning : hati-hati miss typo bertebaran!!! Don’t copas n i hate plagiarism

 

HAPPY READING N DON’T BE SILENT READER!!!! ^__^


 

Chapter 3

 

Preview

“ kau harus menikah dengan Kris “

Baik Kris maupun Na Ra, keduanya terkejut mendengar ucapan Ny.Wu, mata Kris membulat sempurna begitupula dengan Na Ra, langkah Na Ra terhenti dan menatap bingung Ny. Wu.

“ a-apa maksud eomma? “ tanya Kris terbata sedangkan Nara hanya berdiri mematung, ia terlalu shock mendengar pernyataan Ny. Wu.

“ aku tahu ini mungkin terlalu tiba-tiba untuk  kalian tapi ini satu-satunya jalan untuk keluar dari masalah yang kalian timbulkan sendiri “

“ tapi kenapa harus menikahinya “ tanya Kris lagi sambil melirik Na ra yang masih berdiri disampingnya.

“ kau tahu kan  semua wartawan dan para petingi perusahaan mulai mencari tahu kebenaran tentang foto kalian itu dan juga gosip-gosip yang tidak enak sudah tersebar diluar sana, kita harus meluruskan semua ini dan satu-satunya jalan adalah kalian harus menikah. “ terang Ny. Wu

“ tapi kita tidak saling mencintai eomma, aku bahkan tidak mengenalnya “ ujar Kris datar tapi entah kenapa dada Nara terasa sesak saat Kris mengatakan bahwa ia tidak mengenalnya.

“ t-tapi aku harus berbicara dulu pada eommaku “ ujar Nara sedikit gugup

“ kau tenang saja, aku sudah bertemu eommamu dan ia menyetujuinya “

“ N-ne??? kenapa bisa? “ Ny. Wu benar-benar pintar membuat orang terkejut lebih tepatnya shock. Begitulah pikir Nara

“ tentu saja, orang-orag seperti kalian jika sudah dihadapkan dengan uang pasti akan menurut” ujar Ny. Wu dengan nada merendahkan

“ apa maksud anda ? “ nada bicara terdengar tidak suka dengan ucapan Ny. Wu yang terkesan merendahkannya.

“ awalnya ibumu tidak menyetujui tapi akhirnya dia setuju ketika aku bilang akan memberikannya lapangan pekerjaan dan uang jaminan “

“ kenpa eomma tega melakukan itu padaku “ batinnya.

“ tapi eomma tetap saja aku tidak setuju “ Kris masih bersikeras tidak menyetujui rencana gila yang disusun ibunya. Mana mungkin ia menikah dengan gadis yang bahkan tidak dikenalnya dan juga kenapa para wartawan dan petinggi perusahaan ikut campur dalam masalah pribadinya??

“ sampai kapan kau akan terus dengan sikapmu yang keras kepala itu Kris “ ujar Ny. Wu mulai gusar dengan sikap Kris yang sedari tadi menentang idenya. “ kalian tenang saja walaupun kalian akan menikah secara resmi, tapi aku sudah meyiapkan kontrak untuk kalian, jadi kalian akan berpura-pura menjadi suami istri selama 1 tahun sampai masalah ini benar-benar tuntas dan namamu bersih dari gosip rendahan itu Kris “ sambung Ny. Wu

***

Nara menatap tajam pada wanita yang ada dihadapannya itu, dadanya naik tutun menahan amarahnya, matanya memerah karena menahan airmatanya agar tidak keluar dan mengepal telapak tangannya karena menahan amarahnya sedangkan wanita yang dipandang hanya diam tertunduk karena merasa bersalah.

“ kenapa eomma tega melakukan semua ini padaku?? Apa eomma belum puas mengatakan aku bukan anak kandungmu dan sekarang eomma tega menjualku “ ujar Nara dengan suara tertahan.

“ mianhae Nara-ya, eomma tidak bermaksud menjualmu, bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau tidak sanggup lagi hidup sebagai anak pelacur, bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau ingin memulai hidup baru ??? dan juga eomma tidak bisa menolak tawaran wanita itu karena Jo Yoon terus menagih utang eomma, ini satu-satunya jalan keluar untuk kita Nara-ya. “ terang Ny. Kim lirih

“ tapi bukan begini caranya eomma, ini hanya akan menambah penderitaanku, mereka hanya akan merendahkan kita “

“ Nara-ya, eomma mohon padamu eoh?? kali ini saja kau menuruti eomma, bertahanlah untuk satu tahun saja, jebal Nara-ya “

“ aku kecewa padamu eomma “ lirih Nara dan kemudian berlalu dari hadapan eommanya. Ny. Kim terduduk lemas dilantai kayu rumahnya. Ia menatap nanar latai kayu dengan airmata yang membasahi pipinya.

***

Hari ini adalah pesta pernikahan Nara dan Kris setelah diadakan konferensi pers 1 minggu sebelumnya yang membahas bahwa Kris dan Nara sebenarnya sudah lama menjalin cinta dan sudah bertunangan tapi belum diberitakan kepublik, jadi foto yang kemarin memang benar adanya, tapi bukankah itu wajar bagi dua orang yang akan segera menikah dan bukankah itu sudah sering terjadi pada remaja-remaja sekarang?? Seperti itulah yang disampaikan Ny. Wu yang tidak lain adalah ibu Kris dalam konferensi pers.

Dan pada konferensi pers itu pula Ny. Wu mengungkapkan bahwa Nara adalah anak sahabatnya yang tinggal di Kanada. Ia tidak mau memberitahu tentang asal-usul Nara yang sebenarnya dengan alasan itu hanya akan menjatuhkan harkat dan martabat keluarga Wu.

^^Skip^^

Nara PoV

Di ruangan yang bernuansa putih ini aku duduk sendiri lengkap dengan gaun pengantin berwarna putih tulang, aku benar-benar menyukai gaun ini, kalau saja saat ini bukan pernikahan yang dipaksakan, aku pasti sangat bahagia. Aku tidak bisa menutupi rasa gugupku walaupun ini hanya pernikahan yang didasarkan oleh sebuah kontrak tapi tetap saja aku akan melewati proses pernikahan yang sah dan menjadi istri seorang Wu Fan atau Kris. Aku tahu dia pasti sangat membenciku buktinya saat bertemu dikampus ia selalu melayangkan death glarenya padaku. Tapi kenapa dia hanya menyalahkanku atas kejadian ini, bukankah aku jiga korban disini??? Aku masih sibuk dengan pikiranku sampai akhirnya…..

Ceklek

Pintu ruangan tempatku duduk terbuka dan eomma muncul dari balik pintu.

“ omo!!! Yeoppoda!! “ puji eomma setelah duduk disampingku.

“ eomma, kenapa bisa disini?? “ tanyaku heran. Yang aku tahu Ny. Wu telah memberipengawasan yang ketat di luar sana dan tak seorangpun diizinkan masuk termasuk eomma. Ny. Wu melakukan itu semata-mata untuk menghindarkanku dari para wartawan.

“ aigoo….dasar nappeun yeoja, jadi kau tidak mau melihat eomma sebelum menikah?? “

“ a-ani, keugeanira…”

“ tadi eomma, minta izin dulu untuk menemuimu “ ujar eomma lembut. “ mianhae…. selama ini aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untukmu, eomma selalu saja menyusahkanmu, bahkan sekarang…. kau harus menikah secara paksa karena ketidakberdayaanku “ lanjutnya lirih, cairan bening sudah menghiasi pipinya. Jujur saja aku paling tidak bisa melihat eomma menangis, dengan cepat aku menyeka airmatanya dan memluknya.

“ ani, ini bukan kesalahan eomma, jadi eomma tidak perlu minta maaf. mungkin ini takdir yang harus kujalani, dan juga selama ini eomma sudah menjadi eomma yang baik untukku. Eomma rela membuang harga diri eomma hanya untuk membesarkan dan menghidupiku. Jadi jangan pernyalahkan dirimu eomma “ ujarku parau, cairan bening yang sedari membendung sukses membanjiri pipiku. Eomma melepas pelukannya.

“ calon pengantin tidak baik menangis nanti make upmu luntur “ ujar eomma berusaha ceria dan menyeka airmataku. Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya.

“ jadi siapa yang akan mengantarmu nanti?? “ tanyanya kemudian

“ aku tidak tahu, Eomma Kris yang akan mengaturnya “

“ oo geurekkuna…. “

“ eomma…. “

“mmm.. wae??“

“ mianhae… mianhae… karena saat ini aku harus menyembunyikan statusmu sebagai eommaku “

“ gwencana… itu jauh lebih baik “ ujar eommaku sembari tersenyum lembut. Perasaan sedih campur senang bercampur dihatiku. Sudah lama sekali aku tidak melihat senyum eomma yang seperti ini. Aku tahu dia bukanlah ibu kandungku tapi tetap saja sepanjang ingatanku hanya dialah orangtuaku satu-satunya, dia ibuku yang sudah membesarkanku, membuang harga dirinya untuk menjadi seorang pelacur untuk menghasilkan uang demi menghidupiku. Aku tahu hidupku selama ini cukup sulit tapi aku juga tidak tahu bagaimana jika bukan ia yang mengambilku saat aku ditelantarkan oleh kedua orangtuaku mungkin akan jauh lebih sulit, entahlah.

***

Setelah menjalani resepsi pernikahan yang cukup panjang, sekarang disinilah aku, disebuah apartement mewah milik Wufan sunbae yang kini berstatus sebagai suamiku. Jujur saja aku merasa ini hanyalah sebuah mimpi, bahkan ini terlalu aneh untuk menjadi mimpi, menikah??? tak pernah terbayang olehku, akan menikah secepat ini terlebih lagi dengan seorang pria yang begitu dikagumi oleh sejuta umat berjenis yeoja dan mungkin namja.

Aku berbaring terlentang di atas kasur empuk, benar-benar berbeda dengan yang kumilki di rumah, aku mengedarkan pandanganku,  memperhatikan kamarku, ah maksudku kamar ku dan Wu Fan Sunbae. Ya… di apartemen ini hanya memiliki satu kamar. Sudah cukup lama aku berbaring tapi Wu Fan Sunbae belum juga pulang. Setelah acara pernikahan, ia langsung menghilang begitu saja, dan aku benar-benar bingung harus kemana sampai akhirnya Ny. Wu atau eommonim menyuruhku ke apartemen Wufan Sunbae. Apa ia sebegitu bencinya padaku?? Tapi kenapa hanya dia?? Aku juga berhak marah bukankah aku juga korban disini?? Kita-kita sama korban dan terjebak dalam pernikahan ini.

Aku bangkit dari tidurku dan bergerak menuju kamar mandi, tanganku baru menyentuh knop pintu kamar mandi saat aku mendengar pintu kamar tempatku berada sekarang terbuka. Aku menoleh dan seketika itu ia menghujamku dengan tatapan tajamnya. Jika saja tatapannya itu mampu menembus hingga kepalaku, aku yakin aku sudah mati sekarang.

“ apa yang kau lakukan disini? “ tanyanya dingin masih dengan tatapan tajamnya

“ ne? ah… aku tadi disuruh kesini oleh eommonim “

“ cih…. berani sekali kau, bahkan tanpa seizinku kau masuk dikamarku “ ia berjalan mendekatiku dan semakin mendekat membuatku mundur beberapa langkah.

“ mi-mian, tapi aku melihat hanya ada 1 kamar disini, jadi aku masuk kesini “ jawabku terbata. Aku tidak mampu melihat tatapannya jadi kuputuskan untuk menunduk.

“ bereskan barangmu dan keluar dari kamarku “ ujarnya dingin semakin menajamkan tatapannya.

“ ta-tapi….. “

“ aku tidak ingin wanita sepertimu memasuki kamarku “ tambahnya lagi dengan tatapan mengintimidasinya.

Mwo?? Wanita sepertiku?? Apa maksudnya?? Apa ia baru saja merendahkanku??

“ kalau aku keluar dari kamar ini, aku harus tidur dimana?? Kamar disini hanya satu “

“ itu bukan urusanku dan aku tidak peduli “

Aku tidak tahan lagi dengan kata-katanya yang menusuk dan tatapannya yang tajam dan mengintimidasi, aku ingin marah tapi entah kenapa sarafku terasa lumpuh untuk memerintahkan tubuhku untuk melakukan perlawanan. Tanpa banyak bicara, aku meninggalkannya dan mengambil koperku lalu keluar dari kamarnya, tidak, bukan kamarnya, tapi apartemennya.

Ketika berjalan menuju pintu, pintu itu sudah terbuka lebih dulu menampakkan sosok wanita yang tatapannya tidak kalah dinginnya dengan Wu Fan sunbae. Aku mematung ditempatku.

“ mau kemana kau? “tanyanya dengan matanya menatapku yang sedang memegang koperku.

“ a-aku ingin pulang ke rumah “ ucapku terbata saat melihat tatapan dinginnya.

“ apa Kris mengusirmu? “ tanyanya menyelidik dan memicingkan matanya membuatku semakin kikuk.

Belum aku menjawab, pintu di belakangku sudah terbuka, Wu Fan keluar dan berdiri disampingku.

“ aku tidak ingin serumah dengannya “ ujar Wu Fan sunbae datar tapi tegas.

“ dia akan tetap disini Kris! “ ucap Ny. Wu tidak kalah tegasnya dan menatap tajam ke arah Wu Fan sunbae. Aku memperhatikan mereka berdua bergantian yang saling melemparkan tatapan tajam. Aku tidak menyangka ada hal yang seperti dalam hubungan ibu dan anak.

“ eomma… “ Wu Fan sunbae tanpak mengalah dengan tatapan eommonim. Sekarang aku tahu darimana Wu Fan sunbae memiliki tatapan tajam. Itu pasti diturunkan oleh eommonim.

“ aku bilang, dia akan tetap disini. Jika kau mengusirnya, eomma, akan menjual apartmenmu dan kau kembali ke Rumah. Dan kau, jangan berani-berani kau keluar dari apartemen ini atau aku akan melakukan sesuatu pada ibumu. “ setelah mengucapkan kalimatnya, ia meninggalkan kami, ia bahkan hanya berbicara di depan pintu masuk. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali mendengar ucapan eommonim.

“ tch…. aku benar-benar sial “ desis Wu Fan sunbae kemudian berbalik lagi menuju kamar, aku masih mematung ditempatku. Aku bingung harus berbuat apa? Aku ingin pulang tapi aku takut dengan ancaman eommonim, aku tidak ingin menyulitkan eomma. Aku ingin tinggal, tapi aku takut dengan segala  macam tatapan Wu Fan, tajam mengintimidasi bahkan tatapan merendahkannya yang membuatku semakin kecil dan tidak berdaya didepannya.

Jujur saja aku tipe wanita yang tidak bisa melawan, aku terlalu takut menambah masalah dan membuat masalah semakin rumit. Tapi apa aku bisa terus seperti itu terhadap Wu Fan?? Apa aku bisa tahan dengan hinaan-hinaan yang ia lontarkan padaku?? Hatiku bukan terbuat dari baja, aku juga memiliki batas kesabaran.

***

Sudah 5 jam lamanya aku duduk di sofa ruang nonton, masih dengan koperku.  Aku sendiri bingung, apa tujuanku sebenarnya. Kenapa aku masih ditempat ini?? Apa aku berharap Wu Fan keluar dari kamarnya dan menyuruhku untuk tinggal. Aku rasa itu adalah hal mustahil meskipun aku sangat berharap akan hal itu, bukan berarti aku ingin tinggal bersamanya hanya saja aku tidak punya tempat tujuan jika aku keluar dari tempat ini. Ji Eun?? Hanya dia satu-satunya sahabatku yang mungkin akan membantuku, tapi aku tidak ingin merepotkannya lebih jauh terlebih lagi ia hanya tinggal bersama paman dan bibinya sedangkan kedua orangtuanya tinggal di Jeju.

Ceklek

Aku menoleh ketika mendengar pintu kamar Wu Fan terbuka. Ia keluar dengan rambut yang acak-acakan dan mata yang masih setengah tertutup, sepertinya dia habis tidur. Mungkin ia menyadari kalau aku sedang melihatnya. Ia kemudian balik melihatku, awalnya tatapannya biasa-biasa saja tapi sedetik kemudian berubah menjadi tatapan yang sangat dingin seolah mampu membekukan aliran darahku. Cepat-cepat aku membuang pandanganku.

“ kau masih disini? “ tanyanya dengan nada kesal. aku berdiri dan menatapnya yang masih berdiri di depan kamar

“ bukankah sunbae dengar sendiri tadi kalau eommonim menyuruhku tinggal disini? “

“ tch….. ternyata kau benar-benar tidak tahu malu “ ucapnya dengan senyum merendahkannya kemudian berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil sebotol minuman dan menengguk airnya tanpa menggunakan gelas. Aku masih memperhatikannya.

“ biarkan aku tinggal disini, aku tidak tahu harus kemana “ ucapku memberanikan diri. Ia meletakkan botol minumannya dan memandang datar ke arahku.

“ aku tidak peduli kau setuju atau tidak, aku akan tetap tinggal disini “ sambungku lagi. Untuk saat ini percuma untukku mempertahankan harga diriku toh dia juga sudah menganggapku rendah.

“ terserah kau! “ ia berjalan ke kamarnya dan menutup pintu dengan suara keras.

“ hhhaa…. gwencana, aku pasti bisa melalulinya “ ucapku berusaha menyamangati diriku sendiri

***

Aku memeluk erat buku tebal yang sedang ku pegang, pandanganku lurus kedepan, aku tidak berani menoleh, hal itu karena tatapan tajam, benci dan segala macam tatapan lainnya yang dilayangkan padaku. Aku berjalan menyusuri koridor kampus menuju ruang kuliahku. Tapi belum sampai ditempat tujuan, aku sudah dicegat oleh beberapa yeoja yang kukenal sebagai teman satu ruanganku.

“  cih…. ternyata kau masih punya nyali juga untuk ke kampus? “ tanya salah seorang yeoja yang berdiri di baris depan. Yeoja yang sama yang telah menamparku tempo hari. Kim Yoo Rin

“ aku tidak punya urusan dengan kalian “ kataku dan berusaha berjalan menerobos mereka. belum beberapa langkah, aku merasakan rambutku ditarik oleh seseorang sehingga membuatku terhuyung kebelakang, tanganku memegang rambutku yang ditarik. Kini semua orang sedang berkumpul menyaksikan kami.

“ apa yang kau lakukan ? “ tanyaku gusar dan berusaha melepas tangan gadis itu dari rambutku. Ini benar-benar sakit, aku ingin menangis rasanya.

“ mwo?? Kau masih pura-pura tidak tahu huh?? kau wanita jalang! Berani-beraninya kau menggoda Kris oppa ! “ teriaknya marah dan kemudian mendorongku hingga tersungkur ke lantai. Badanku rasanya remuk semua.

“ arggghhh “ rintihku. Semua orang sedang mengeliliku dan tak satupun dari mereka yang membantuku berdiri bahkan mereka melayangkan tatapan tajam dan merendahkannya padaku.

“ dasar kau wanita jalang!! Kau pikir kau akan baik-baik saja setelah kau menghancurkan hidup  Kris oppa??  Nan… aku adalah orang yang akan membuatmu menderita! “ teriaknya murka. Menghancurkan hidup Wufan?? Apa itu tidak sebaliknya? Hidupkulah yang hancur karena berusaha menolongnya malam itu.

Gadis itu berjalan mendekatiku dan mengangkat kakinya sepertinya dia akan menendangku, tapi sebelum ia melakukannya, ia berhenti karena sebuah suara yang memerintahkannya untuk berhenti.

“ hentikan!! “ teriak seseorag dari arah belakangku, aku menoleh dan mendapati Ji Eun yang sedang berjalan ke arahku dengan wajah yang merah padam.

“ cih… ternyata sahabat kesayanganmu datang untuk menolongmu. Kau selamat kali ini jalang! “ ucapnya kemudian berbalik meninggalkanku yang masih terduduk dilantai disusul dengan teman-temannya yang lebih seperti dayang-dayangnya. Orang-orang sedari tadi mengeliliku juga ikut bubar.

“ yak! Berhenti kalian? “ teriak Ji Eun dan berusaha mengejar yeoja-yeoja itu yang sudah berjalan jauh di depanku.

“ Ji Eun-ah… “ panggilku lirih, Ji Eun berbalik dan menghampiriku.

“ neo pabo-ya??? Kenapa kau diam saja saat mereka melakukan ini padamu! “ teriaknya geram.

“ kau masih memarahiku setelah melihatku kesakitan seperti ini eoh? “ rajukku padanya

“ hhuuu…. “ dia mengehmbuskan nafasnya degan kasar dan membantuku berdiri

“ gwencana?? “ tanyanya melembut.

“ ne…. nan gwencana?? “ jawaku berbohong. Jujur saja keadaanku saat ini benar-benar tidak baik-baik saja. Rasanya seluruh tulangku remuk semua.

“ kaja kita kekelas “

***

Ceklek…..

Aku mebuka pintu apartemen, ya aku tahu passwordnya karena eommonim yang memberitahukannya padaku.

Gelap. Itulah yang kurasakan saat memasuki apartemen ini, lampu masih belum dinyalakan pertanda kalau Wu Fan sunbae belum pulang. Aku berjalan menuju sofa tapa menyalakn lampu dan meletakkan tas serta bukuku yang sedari ku tenteng di atas meja, aku tidak berani lagi masuk ke dalam kamar Wu Fan sunbae bahkan koperku masih ada di luar, aku mandi di dalam kamar mandi yang terletak dekat dapur. Aku merebahkan tubuhku di atas sofa dengan hati-hati, tubuhku rasanya sakit semua. Mataku menatap lurus kelangit-langit apartemen.

“ eomma….. nan appoyo “ lirihku bersamaan dengan itu cairan bening keluar dari kedua sudut mataku.

#Skip#

Author PoV

Ceklek

Untuk kedua kalinya pintu apartemen itu terbuka mnampakkan sosok pria jangkung di baliknya. Ia masuk dengan wajah lesunya. Ia kemudian meraba-raba dinding mencari saklar lampu kerena ruangan itu masih gelap.

Setelah lampu menyala, betapa terkejutnya ia saat melihat seorang gadis yang tengah meringkuk  di atas sofa dengan badan yang ditekuk disamping seperti posisi pistol tanpa mengenakan bantal maupun selimut yang menutupi tubuhnya ia kemudian mengalihkan pandangannya pada koper cokelat yang bertengger di samping sofa. Sejujurnya ia bukan pria brengsek yang tidak punya hati yang tega melihat seorang yeoja menangis, kedinginan dan menelantarkannya tapi kembali lagi, keadaan dan masa lalulah yang mengubah dirinya, mengubah sikapnya dan juga mengubah pandangannya pada seorang yeoja. Meskipun hatinya memerintahkan ia untuk mengahampiri gadis itu, tapi ia lebih memilih mengikuti perintah otaknya yang cenderung memerintahkannya untuk mengacukan yeoja yang kini sudah berstatus sebagai istrinya.

Ia kemudian berjalan menuju kamarnya dan tanpa mengganti pakaiannya terlebih dulu, ia langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king sizenya. Matanya memandang lurus ke langit-langit kamarnya dan tiba-tiba bayangan Nara yang tengah tertidur di sofa tanpa menggunakan bantal maupun selimut itu melintas dibenaknya membuatnya mengerang frustasi dan mengacak kasar rambutnya.

“ aish…. yeoja itu benar-benar menyusahkan ! “ erangnya frustasi dan tubuhnya bergerak keluar kamar menuju tempat Nara tengah berbaring. Ya…. pada akhirnya ia mengikuti kata hatinya.

Ia berhenti sejenak disamping Nara dan memandangi gadis itu dan kemudian mengehembuskan nafasnya kasar sebelum akhirnya ia membungkukkan sedikit tubuhnya, meletakkan tanga kirinya dibagian leher Nara dan tangan kanannya di bagian lutut Nara, ia bergerak mengangkat tubuh kurus Nara menuju kamar. Ia membaringkan Nara dengan hati-hati takut kalau yeoja itu tiba-tiba terbangun dan setelah mengatur posisinya, ia kemudian menyelimuti gadis itu sampai batas leher.

“ hhaa…. kau akan menyesal telah mengusik hidupku Song Nara “ ujarnya dengan mata yang menatap lurus kearah yeoja dihadapannya.

TBC

Akhirnya chap 3’nya kelar jg…. maaf ya kalau alurnya kependekan dan crtanya ga nyambung atau apalah….. ngelanjutin ff ini benar2 btuh prjuangan yg panjang so jgn lp comment ya… komentar kalian merupakan smber semangatku dlm melanjutkan ff ini…

Thanks for reading

See you next chap….. annyeong!!! #bow with EXO member#

27 responses to “[Freelance] Try To Love (Chapter 3)

  1. Kris oppa knp ngomong begitu ya,di bagian akhir? ?!
    Author ga sabar nih aq bacanya lanjut ya.

  2. kasian banget jdi nara. dia juga di jebak, tapi krna udh latar belakang jelek mau gmn apun org udh terlanjur anggak kita jelek juga

  3. unnie penasaran sama next chapternya ..
    unnie kalo diprotect kok susah banget ya masuknya unnie
    aku suka banget sama ff nya unnie tp kadang suka kecewa kalo diprotect aku ga bisa masuk
    unnie
    ff nya sukses bikin ketawa sendiri
    ga ngebayangin mukanya kris gmn ..
    pasti cool banget
    tp tetep cinta kai oppa seorang !
    haha
    gmawo unnie berkat ff ff nya unnie jd ga harus mantengin dvd korea trus
    keep writing unnie ! fighting !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s