[Freelance] in Seoul! (Chapter 6-END)

[PIC]

Title : in Seoul!

Author : @Ivanpramudya

Genre : Comedy, Action, Tragedy, Friendship

Lenght : Chapter

Rating : PG

Words : 2030

Cast :

          Ivan,

          Zul,

          Stella (JKT48),

          Ghina

          All member EXO

Other Cast : Bisa lihat sendiri…

 

Chapter Art 6

 

“Lihat itu Stella dan Zul tertangkap” Kata Cheng

“Jadi bagaimana ini” Kata Jack

“Jadi, Cheng dan Aku berada disini untuk menembak mereka berdua dan kau Jack, jadi Umpannya” kataku,

“Baiklah” Kata Jack.

“Kenapa kau disini Jack, bukannya kau ada disana, apa jangan-jangan kau dan yang lain” Kata Zul,

“Ssstt jangan berisik nnati saja penjelasannya” kata Jack,

“Berarti Ivan ada disini juga dong” kata Stella,

“Iya dia disini, tuh dia didepan kita, jadi disaaat hitungan ketiga kita merunduk, ok” Kata Jack,

“Tapi ada apa memangnya” Kata Stella penasaran,

“Satu, Dua, Tiga, cepat Menunduk” kata Jack sambil menundukan kepala Zul dan Stella.

“Ivan” kata Stella, “Kau sudah tidak apa-apa” Kata Stella lagi,

“Sudah tidak apa-apa ko” Kataku,

“Cheng makasih ya sudah menolong kami” Kata Zul,

“Seharusnya kau berterima kasih kepada Ivan yang sangat kekeh mau kemari dan menolong kalian semua” Kata Jack,

“Makasih ya Van haha” Kata Zul,

“Jadi mau diapakan mereka berdua ini” Kata Cheng.

“Bunuh saja kami berdua, kalu gak mau gua bunuh lu Van” Kata Lay,

“Oh iya lupa gara-gara lu Bokap gua mati tau gak karena tangan hina lu itu” Kata Suho,

“Bukan gua yang ngebunuh tapi dia yang jatuh dari atap” Kataku sambil menjelaskan,

“Tetap saja kau yang jadi biang keladinya haha, tapi gak papa hampir aja gua tadi ngebunuh pacarlu haha” Kata Suho,

“apa katamu” kataku sambil Memukul wajahnya dengan gagang Senjata.

“Siapa yang disana” kata Ghina ketakutan,

“Hahaha, mati kau anak kecil” Kata Chen,

“Kenapa kau ingin membunuhku” kata Ghina,

“Karena hanya kau yang tau semua tempat ini dengan alat yang kau pakai itu” Kata Chen yang semakin dekat dengan Ghina,

“Mati kau….”

*daar, daar, daar, daar, daar *

Suara pistol yang mengenai badan Chen, “Akh ternyata kau memegang Senjata ternyata, dan kau bisa membunuh orang juga haha, tapi kalian tdak akan selamat krena CEO sudah memasang Bom ditubuhnya” kata Chen tertawa terbatah-batah dan tewas,

“Akhirnya dia Tewas juga, Sehun Chen sudah tewas ditanganku” Kata Ghina girang,

“Bgaus iu haha, kau bisa menembak juga ternyata” Kata Sehun.

“tapi” Kata Ghina,

“Tapi kenapa” Kata Ji Eul,

“Karena CEO memasang Bom ditubuhnya jadi Jangan sampai CEO mengaktifkan Bom itu” Kata Ghina,“Apaaaa…..

***

“Dimana CEO” Kata Zama ke Toretto,

“sepertinya dia akan mengaktifkan Bom yang ada di tubuhnya” Kata Toretto,

“Bagus kalau begitu, jadi bisa membuang sampah itu beserta anak buahnya yang bodoh” Kata Zama,

“Kalau begitu cepat kau naik Toretto, nanti keburu polisi dan yang lain kemari mencari kita” Kata Zama,

“Nnati dulu, CEO bilang dia akan mengutus seseorang yang akan memberikan dokumen itu kepadaku, tapi orang itu sudah tewas dan digantijan oleh temannya itu yg kena tembak oleh Suho” Kata Toretto,

“Oh dia ternyata, dia itu memang sangat terlatih dalam bidang pertempuran dan taktik, jadi wajar kalau kami kewalahn saat melawan kemarin” kata Zama sambil memberikan berkas orang itu.

“Bagus juga pengalamannya” kata Toretto sambil memfoto berkas orang tadi dan mengirimnya ke Brian.

Di Bengkelnya Han, Brian yang sedang membetulkan mobilnya, dan hpnya berbunyi, “Hey ini dari Toretto” Kata Brian,

“Apa isisnya” Kata Han penasaran,

“Kita harus mencari orang ini dan menyamar menjadi petugas saat kejadian selesai” kata Brian membacakan isinya.

“Bagaimana caranya” Kata Han,

“Kita hanya membajak saja mobil mereka, berarti kita butuh bantuan orang itu?” Kata Brian,

“Yasudah kalau begitu, cepat hubungi dia” Sambung Han.

“Cepat kau bawakan kami Mobil Ambulance dan seragamnya sekarang” Kata Han.

“Baiklah, itu hal yg mudah” Kata orang itu.

“Ayo cepat kau hidupkan mobilnya, kita pergi dari daerah ini yang sedikit lagi akan meledak” Kata Zama.

“Sudah berenti omong kosongmu” kataku sambil menembak Suho dan Lay.

“Kenapa kau membunuhnya Van?” Kata Stella,

“Karena mereka pantas mati, jika masih hidup mereka pasti akan mengejar kita lagi” Kataku,

“Ayo cepat kita ketempat yang lain, gua butuh pengobatan ini” Kata Zul,

“Zul, Zul, kau disana” Kata Cheng Wang,

“Iya ada apa” Kata Zul,

“Cepta tinggalkan tempat ini, CEO sudah mengaktifkan Bom yang berada ditubuhnya, cepat kembali ketempat Ghina, Ivan tau dimana tempatnya” Kata D.O

“Jack cepat bawa mereka pergi dari sini, aku dan Cheng akan membantu mereka membawa korban yang terluka” Kataku,

“Baiklah” Kata Jack,

“Ivan,hati-hati ya, awas aja kamu kalau kenapa-napa” Kata Stella,

“Cheng bawa dia kembali dengan selamat” Katanya lagi,

“Cheng” Kataku,

“Ada apa” kata Cheng sambil berlari denganku,

“Habis tugas ini selesai, aku pengen berhenti dari Tim Ini” kataku,

“memang kenapa” sambung Cheng,

“karena aku pengen mencari kegiatan yang baru, seperti jurusan kuliahku menjadi Petani yang sukses diluar sana” Kataku sambil menitihkan air mata,

“Jika itu keputusanmu yasudah aku terima, tapi kenapa mendadak” Kata Cheng,

“Sebenarnya sudah sebulan ini dipikirkan, karena sudah siding skripsi dan tinggal wisuda saja” Sambungku,

“Kalau Stella tau gimana, pasti dia akan sedih” Kata Cheng lagi.

“Oleh karena itu kau saja yang memberitahukan yang lain dan jangan sampai Stella tau hal ini” Sambungku,

“Yasudah kalau begitu, ayo cepat kita sudah ditunggu, usap air matamu, dasar cengegng” Kata Cheng

***

“Sepertinya sudah tak lama lagi ini” Kata Chanyeol,

“apa maksudmu” kata Kai,

“Aku sudah tidak kuat lagi dengan rasa sakit ini” Kata Chanyeol lagi,

“Sabarlah sedikit lagi bantuan akan datang, dan kita dikit lagi akan keluar dari tempat ini” Kata D.O,

“Oh tidak CEO sudah tewas dan timer Bomnya mulai berjalan, kalian hanya punya waktu sekitar 5 Menit” Kata Ghina,

“Percepat jalan kalian, Dimana Ivan dan Cheng kenapa belom samapi disini” Kata Uncle Fish,

“Nah itu dia” Kata Mio sambil menahan rasa sakit,

“Lama sekali kau berdua, dimana Zul dan Stella” kata Ji Eul,

“dia sudah berada ditempat aman bersama Ghina” kata Cheng,

“Kau kenapa Van” kata Chen Wang,

“Oh tidak apa-apa, ayo cepat dikit lagi bomnya akan memeledak” kataku gugup.

Sementara itu diluar sudah berdatangan Anggota yang lain, Ambulance dan lain-lainnya, “Hey lama sekali mereka eluarnya, sudah pagi ini kan” Kata Han mengeluh sambil memakan snack yang ada disebelahnya.

“sabarlah, jangan tergesah-gesah, dia sudah ada ditempatnya belum?” kata Brian,

“sudah stanby dia di sana” kata Han.

“Cepat tinggal 1 menit lagi” Kata Ghina,

“cepat keluar dari sana van” kata Stella gemeteran,

“Iya ini sudah sampai di depan koridor yang besar, tapi jalannya tertutup, jadi lewat mana?” Kata Sehun,

“Disebelah kiri kalian dobrak pintu itu disana ada jalan menuju pintu keluar” Kata Ghina,

“baiklah”

“yah kita sudah keluar, tapi kemana Ivan” kata Cheng, “tidak ada diradar mungkin radionya sudah rusak lagi” Kata Ghina, tiba tiba gedung itu meledak….. “Ivaaaaan” Kata Stella sambil menangis, “Oh tidak apa benar dia tewas didalam” kata Sehun, “Tidak dia pasti selamat” Kata Kris, “Dia itu takanpernah menyerah walaupun dalam situasi seperti ini” Kata Cheng, “Kalian mengawatirkan ku?” kataku sambil membawa mayat Baekyun dan Chanyeol, “Ternyata kau selamat haha” Kata Zul, “Bahaimana lau bisa lolos?” Kata D.O “tempat itu payah kenapa banyak sekali jalan pintasnya” kataku, “Oh iya ini didalam kantung ini ada mauayt Chanyeol dan Baekhyun” kataku lagi. “nah itu dia orangnya, Kau siap-siap standby” kata Han, “Siap-siap dan tunggu aba-aba ku” kata Brian. “SEkarang” Kata Han. “Breeeet” suara senjata sniper mengenai target. “Ivan tertenbka, cepat ambulance bawa keamri” kata Uncle Fish, “Ivaan bangun van” Ktaa Stella, “maaf sepertinya dia Tewas” kata Han, “Tidak mungkin, aku akan terus menjaganya sampai dia bangun” Kata Stella lagi, “sudahlah stell, biarkan mereka yang bekerja kau beristirahat saja dulu” kata Sehun, “Terima kasih atas bantuan kalian semua, tapi Dokumenya sudah lenya[p dimakan api tadi” kata Bu Manager Jung Ahyeon, “Bu Jung Ahyeon, maaf kami terlambat” kata staff Pemerintahan, “Tidak apa-apa saya dan asisten saya Ji Eul selamat” Kata Jung Ahyeon, “Jadi gedungnya sudah hancur, samapi kapan liburnya?” kata Kris, “Kalian semua tidak akan jadi Boy Bnd lagi tapi klain semua menjadi anggota Golden Force pemerintahan yang dikepalai oleh FBI dan diketuai oleh Ivan” kata Jendral Winarto ayahnya Stella yang datang dari Amerika. “Maaf jendral, dia terkena tembakan dan sudah dibawa kerumah sakit dengan keorban yang lain, dan dia ingin mengundurkan diri dari semua hal ini” Kata Cheng berterus terang. “yang benar itu Cheng?” kata Stella….

***

Angin berhembus kencang didepan kantor Kedutaan disana,

“Apa ini, firasatku tidak enak apa mungkin” kata Stella dalam hati,

“Kau kenapa Stell” kata Jendral,

“Tidak apa-apa ko yah” Kata Stella,

“Bohong asti kamu mengawatirkan Ivan kan” kata Jendral,

“Iya ayah, firasatku tidak enak” kata Stella lagi,

“Tuh Bu Jung Ahyeon sudah disana, cepat kau kesana, buat diberi penghargaan” Kata Jendral,

Sementara itu diRumah sakit Keadaan Ivan sudah hampir pulih dan dipindahkan dari ruanagn ICU keruanagn Rawat Inap disalah satu Rumah Sakit terbesar disana.

“Triiing”

bunyi bel yang ku bunyikan untuk memanggil Suster,

“Iya ada apa memanggil saya” Kata suster tadi,

“tolong ambilkan infusannya lagi karena sudah habis” kataku, 

“baiaklah, tunggu sebentar”

Beberapa saat kemudian datanglah Suster yang membawa Infusan baru untukku,

“Kemana Suster yang tadi” Kataku,

Suster yang tadi sedang ada urursan jadinya saya yang gantikan” Ktanaya,

“Sepertinya kau bukan Suster” Kataku lagi,

“wah sudah terbongkar ternyata haha” Kata orang itu,

“sebenarnya siapa kau?” Kataku penasaran,

“Terima kasih atas bantuanmu sudah membantu Dia waktu itu” Kata Orang itu,

“Siapa Toretto?” Sambung ku,

“ya, dia yang kumaksud, jadi dia memintaku untuk menjemputmu disini” Kata Dia,

“Bagaimana kalau saya tidak mau?” Uvap ku,

“Kalau tidak mau kau harus mati sekarang juga”

… “Daaar”…

“Terima kasih atas bantuan kalian untuk menyelamatkan saya, oleh karena itu atas mandate dari pusat saya umumkan mereka semua ini akan menjadi Team Golden Force, yang berangootakan 13 orang” Kata Jung Ahyeon, setelah acara selesai raut wajah Stella masih Nampak sedih karena keputusan Ivan yg keluar,

“Sayang sekali Ivan mengundurkan diri dari sini, tapi kenapa dia mau keluar ya?” Kta Stella ke Zul,

“Entahlah mungkin ada suatu urusan” Kata Stella,

“Dia mau menjadi yang dia inginkan” Kata Cheng,

“Kenapa kalian ini ayo kita berpesta, mumpung kalian masih disini bkannya kalian akan pulang besok dan akan wisuda di tempat kuliah?” kata Kris,

“oh iya kita besok harus pulang ke Jakarta buat menunggu Wisuda 2 minggu selanjutnya” Kata Zul,

“Tapi aku mau kerumah sakit duluuntuk menjenguk Ivan” Tiba-tba telpon berbunyi dikantong Jendral,

“Halo,iya, apa, baiklah saya kesana sekarang” Kata Jendral di telpon,

“Ada apa ayah?” kata Stella,

“Ivan sudah meninggal, karena pembengkakan Urta nadinya dan pecah pas ganti Infusan” Kata Jendral,

“Apa tidak mungkin hal ini terjadi” Kata Stella memeluk ayahnya yang bercucura air mara.

“Myatnya sudah beres jadinya kita tinggal makamkan diJakarta” Kata Jendral,

“Maaf tante ini saya Zul, mau mengabarkan kalau Ivan sudah Tewas karena terinfeksi jarum beracun di infusanya” Kata Zul,

“Apa kau bbilang Zul” kata Ibunya smabil menangis….

***

2 Minggu setelah pemakaman Ivan acara Wisuda pun dilaksanakan, wajah Stella yang masih agar terpukul dan tidak berbicara satu katapun saat berpapasan dengan yang lain, terutama Zul dan Ghina,

“Stell, sudah jangan kau pikirkan lagi” Kata Ghina,

“Iya Stell, tuh disana ada Ibunya Ivan, dia malah sudah tegar kehilangan anaknya” Kata Zul smbil menunjuk kearah diamana Orang tuanya Ivan berdiri menerima Piagam mahasiswa terbaik. Stella hanya diam dan langsung meninggalkan mereka berdua

“Lihat itu, pasti Ivan senang disana, apalagi ini wisudanya dan dia menjadi mahasiswa terbaik dikampus lagi” Kata Kris,

“Iya kasian juga orang tuamya” Kta Tao,

“Tapi kenapa ibu dan bapaknya Nampak santai saja ya, apa mungkin sudah tidak memikirkannya lagi?” Kata Luhan,

“Tidak mereka berusaha tegar menghadapinya, padahal mereka sangat menderita perihal Ivan iyu anak satu-satunya dikeluarga itu” kata Zul,

“Eh kalian sudah selesai, dimana Stella tidak kelihatan?” Kata ibunya Ivan,

“Dia habis mengambil langsung pulang, kalau lama-lama jadi keingetan Ivan terus” Kata Zul,

“Kalau bertemu dengan dia, tolong sampaikan salam dari tante ya Zul” kata Ibunya Ivan.

3 Bulan kemudian

“Hmm 1 minggu lagi ternyata kiriman itu sampai kesini, jadi bagaimana kita menyusun Strateginya?” Kata Toretto,

“Seperti biasa saja, disini diberi tahukan hanya memakai kereta barang Dan Mobil Truck yang minim pengamanan” kata Brian,

“Jadi kita memakai cara itu lagi” Kata Han,

“Tapi kita butuh bantuan yang lain” Kata Toretto,

“Gua punya teman yang bisa diandalkan disaat seperti ini” Kata Brian,

“Gua juga punya” Kata Han,

“Tapi kurang satu lagi” Kta Toretto,

“Aku bersedia jika dibutuhkan dalam projek yang satu ini” Kata Seseorang yang datang dari kegelapan,

“Ternyata kau, yasudah jika kau mau hahaha” Kata Toretto…

 

 

THE END….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s