[Freelance] I Love You Noona (Chapter 7)

PicsArt_1380210008446

I Love You Noona (Chapter 7)

Cast :    Lee Seungki

             Kim Woo Bin

             Lee Dae Hee as Naomi Lee

             Han Hyo Joo as Han Sena

             Lee Jongsuk

Rating : M

Genre : Romance, drama

Author : Vinna Lee

 

 

                “Maaf kau jadi harus menunggunya“ kata Sena sambil menaruh secangkir teh hangat diatas meja “Minumlah teh ini sambil menununggu“

                “Terimakasih banyak“ jawab Naomi sambil  melihat sekelilingnya “Seungki menyuruhku untuk datang kesini. Tapi malah dia sendiri yang tidak ada“ Naomi menarik napas kesal.

                “Tadi dia mendapat telepon mendadak dari klien dan harus menemuinya. Tapi tak perlu khawatir karena dia akan segera kembali“

                “Kau Han Sena bukan?“ tanya Naomi seraya melirik ke arah Sena

                “Benar“ Sena tersenyum ramah “Aku dengar dari Seungki saat pertama kali kau datang kau salah paham pada kami“

                Naomi terkejut dengan pertanyaan Sena. Ia hanya bisa tersenyum dan menjadi sedikit tidak enak pada Sena “Maaf, aku pikir kalian punya hubungan lain. Maksudku karena saat itu aku baru kembali dari Tokyo dan sudah lama tidak bertemu dengan Seungki jadi aku pikir dia…dia…“

                “Tidak apa, aku mengerti. Lagipula saat itu kau hanya melihat Seungki yang sedang memelukku dan tidak melihat apa yang terjadi setelah itu. jadi wajar saja jika kau salah paham“

                Naomi mengangguk dan memandang ke sekeliling kantor yang dipakai tunangannya untuk bekerja itu “Sena ssi kalau boleh aku tahu sejak kapan kau mengenal Seungki?“

                Sena terbelalak karena terkejut “Ah…mungkin sekitar 8 atau 7 tahun yang lalu. Kami adalah teman kuliah“

                “Begitu rupanya“ kata Naomi. Entah kenapa Naomi merasa kalau hubungan Seungki dan juga Sena sedikit berbeda. Walaupun mereka hanya sahabat dan rekan kerja, tetapi Naomi merasa mereka memiliki hubungan lain di masa lalu. Tapi mungkin ini hanya perasaannya saja. Ya semoga apa yang dia rasakan tidak benar.

                Tak lama kemudian pintu kantor terbuka dan Seungki melihat Naomi dan Sena disana “Kau sudah datang? Maaf aku  tadi mendadak ada urusan sehingga harus pergi sebentar“ kata Seungki pada Naomi

                “Aku tahu karena Sena sudah menjelaskannya padaku“ kata Naomi sambil tersenyum memandang Sena

                “Aku hanya melakukan sesuatu yang harus kulakukan. Kalian berdua silahkan berbincang aku pergi dulu“ kata Sena sambil berjalan keluar ruangan

                Setelah Sena menutup pintunya, Seungki pun bekata pada Naomi “Apa yang kalian berdua bicarakan tadi?“

                “Tidak banyak. Aku hanya bertanya kapan kalian saling mengenal“

                “Lalu apa yang dia katakan?“

                “Katanya kalian teman sejak kuliah“

                “Apa hanya itu?“

                Naomi menyipitkan matanya “Apa ada yang lain yang tidak aku tahu“

                Seungki menjadi salah tingkah dan sedikit gugup mendengar Naomi membalikan pertanyaannya “Tidak…tentu saja tidak kami adalah teman kuliah. Sungguh“ Seungki berdehem dan mengambil jaket yang digantung di dekat mejanya “Naomi chan ayo kita pergi berkencan. Cuaca sore ini sangat bagus“

                Naomi sedikit bingung karena tiba-tiba saja Seungki menghentikan pembicaraan mereka. Naomi sudah membuka mulut ingin bertanya kembali tetapi ia mengurungkan niatnya. Ya mungkin hanya perasaannya saja kalau Seungki menyembunyikan sesuatu darinya. Naomi kemudian bangkit dari duduknya dan mengangguk sambil tersenyum “Baiklah“.

 

***

 

                Seungki memarkirkan mobilnya dipinggir jalan setelah ia mengantarkan Nomi pulang ke apartemennya. Saat ia keluar dari mobil ia melihat ban mobilnya yang kempes “Sudah kuduga pasti ada yang tidak beres“ katanya pada dirinya sendiri. Seungki melihat jam ditangannya yang sudah menunjukan pukul  9 malam. 

               Sebenarnya ia dalam perjalanan menuju ke kantornya karena ada barangnya yang tertinggal, tetapi karena mobilnya bermasalah akhirnya dia memutuskan untuk berjalan kaki menuju kantornya karena jaraknya sudah dekat. Setelah kurang lebih berjalan 10 menit akhirnya Seungki sampai di depan kantornya. Ia merasa heran karena lampu kantornya masih dalam keadaan menyala. Saat ia naik ke lantai 2 ia menemukan Sena yang terlihat sedang membereskan mejanya “Sena ssi, kau belum pulang?“ tanya Seungki               

                Sena sedikit terkejut saat tiba-tiba saja Seungki sudah berada di hadapannya. “Tadi aku baru membereskan desain jadi aku agak terlambat. Kau kenapa kembali?“

                “Ada barangku yang tertinggal. Apa kau akan pulang sekarang?“

                “ Benar“

                “Kalau begitu bagaimana kalau kita pulang bersama? Lagipula rumah kita searah“

                “Tidak perlu…aku bisa pulang sendiri“

                Seungki mendesah “Sebenarnya mobilku bannya kempes, aku ingin mencoba naik bis tapi aku tak tahu bis mana yang harus aku naiki. Jadi aku ingin kau menemaniku“

                Sena tertawa kecil “jadi kau belum pernah naik bis?“

                “kau menertawaiku? memangnya kenapa kalau aku tidak pernah naik bis?“ Seungki menyipitkan matanya menunjukan ekspresi pura-pura marah

                “tidak apa-apa. aku hanya tidak menyangka saja. Baiklah kalau begitu“ kata Sena akhirnya

 

                Mereka berjalan di sepanjang trotoar menuju halte bis terdekat. Tapi saat itu secara tak sengaja Sena melihat seekor kucing yang berada di pinggir jalan. Karena khawatir kucing itu tertabrak,secara reflek Sena menghampirinya  tanpa melihat kanan kiri. Seungki yang melihat sebuah motor dengan kecepatan tinggi hendak melintas berteriak pada Sena agar ia menyingkir dari sana. Sena yang terkejut pun cepat-cepat menyingkir. Ia berhasil menghindari motor tetapi kakinya terluka karena ia terjatuh.

                “Senna ssi  kau tidak apa-apa?“ tanya Seungki. Ia terlihat khawatir setelah melihat kaki Sena berdarah

                “Tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil“ kata sena sambil menahan sakit

                “Sudah kubilang untuk berhati-hati“

                “Aku hanya ingin menyelamatkan kucing malang ini. Ia bisa saja mati kalau terus berada di pinggir jalan seperti itu“ Sena kemudian membelai kucing yang ada di pangkuannya itu

                “Tapi itu malah membuatmu terluka seperti ini. Apa kau bisa bangun?“ tanya Seungki

                Sena menurunkan kucing dari pangkuannya dan mencoba untuk bangun tetapi ia mengerang kesakitan dan jatuh terduduk. Seungki mengerinyitkan dahinya karena khawatir “Biar aku bantu“ katanya. Kemudian ia memeluk pinggang Sena dan membantunya berdiri “Kurasa kita harus naik taksi. Aku akan mengantarmu ke Rumah Sakit“

“Tidak perlu ke Rumah Sakit. Aku bisa mengobatinya sendiri di rumah“ kata Sena

“Kalau begitu aku akan mengantarmu sampai rumah dan membantu mengobati lukamu“

Sena terkejut mendengar perkataan Seungki padanya. Demi Tuhan jangan terlalu baik seperti ini. Ia takut kalau ia tak bisa menyembunyikan perasaannya pada pemuda di hadapannya ini. “Tidak perlu Seungki ssi. Aku bisa melakukannya sendiri“

Yaa…sudah kubilang jangan pernah menanggung bebanmu sendirian. Aku akan melakukannya. Bagaimana pun juga kita adalah teman kan“

Sena hanya bisa terdiam, dan beberapa detik kemudian ia mengangguk. Seungki tersenyum kemudian ia memapah Sena ke pinggir jalan dan memberhentikan taksi yang lewat.

 

***

 

                “Woo Bin ah…kau yakin akan membiarkan mereka terus menerus mengganggu kita?“ tanya Jongsuk.

                “Sudah kubilang biarkan saja. Mereka itu hanya memancing kita. Jika kita mendiamkannya lama-kelamaan juga mereka akan bosan“ kata Woo Bin, ia kemudian melihat gedung di sekelilingnya “Yaa…sebenarnya kenapa kita harus berjalan seperti ini ke rumahmu? Akan lebih baik jika aku membawa sepeda motorku“

                “Sudah kubilang aku tidak terbiasa naik motor“ kata Jongsuk. Kemudian ia berhenti sebentar dan memandangi gedung apartemen di seberang jalan. Woo Bin yang menyadari hal itu pun bertanya “Apa ada seseorang yang kau kenal tinggal disana?“ tanya Woo Bin

                “Itu adalah apartemen Sena Noona. Cinta pertamaku dan mantan kekasih hyungku. Kau juga pernah melihatnya karena saat ini dia adalah rekan kerja hyung ku“

                Woo Bin terbelalak kaget. Ia ingat wajah Sena karena ia pernah melihatnya di kantor Seungki saat ia mengantar Jongsuk kesana beberapa waktu lalu “Kau bilang dia mantan kekasih hyungmu?

                Jongsuk menutup mulutnya denga tangan seolah-olah ia salah bicara “Aku…aku tidakmengatakan seperti itu“ elaknya

                “Kau mengatakanya dengan sangat jelas tadi. Apa kau mencoba menutupinya?“ tanya Woo Bin yang mulai curiga. Sebelum Jongsuk sempat menjawab, Mata Woo Bin terbelalak kaget karena ia meliat seseorang keluar dari taksi di depan apartemen yang tadi dilihat Jongsuk. Woo Bin semakin terkejut saat melihat Seungki keluar dari taksi, kemudian ia membantu seorang wanita turun dari taksi. Wanita yang tak lain adalah Han Sena “Jongsuk ah…kenapa hyung mu malam-malam begini pergi ke rumah mantan kekasihnya? Kau yakin hubungan mereka sudah berakhir?“ Tanya Woo Bin. Terlihat kilatan marah di matanya.

                Jongsuk langsung melihat ke arah yang dilihat Woo Bin. Ia juga terkejut saat melihat Hyungnya memeluk pinggang Sena dan memapahnya berjalan masuk ke dalam apartemen. Ia hanya bisa terdiam menyaksikan pemandangan itu. ia melihat cara Sena berjalan tidak normal dan sedikit tertatih-tatih. Apa Sena terluka? Tapi kenapa? Dan kenapa hyung nya yang mengantar wanita itu ke apartemennya pada jam malam seperti ini? “Woo Bin ah kurasa ini tidak seperti yang kau pikirkan. Kau lihat Sena Noonasepertinya terluka. Lihat cara dia berjalan tidak biasa. Kurasa hyung ku hanya menolongnya dan mengantarkannya ke rumah.

                “Kuharap kau benar. Karena jika aku melihat Naomi  terluka karena hyung mu aku tak akan memaafkannya“

                Jongsuk menepuk pelan bahu sahabatnya “Tenang saja hyung ku tak akan mungkin membuat Naomi terluka. Karena di sudah jatuh cinta pada Naomi  sebelum mereka bertemu“ Jongsuk kemudian tersenyum ringan dan berjalan melewati Woo Bin “Ayo cepat kita pergi“

                Woo Bin kemudian menyusul Jongsuk sehingga mereka jalan berdampingan “Jongsuk ah.. tapi bagaimana  Han Sena bisa menjadi cinta pertamamu?“ tanya Woo Bin

                Jongsuk mengadahkan pandangannya ke atas dan mengenang kejadian 8 tahun yang lalu “Kurasa saat itu aku masih 12 tahun. Aku pergi ke Kanada saat liburan musim dingin. Saat bermain ski bersama hyung dan Sena aku terjatuh. Saat itu Noonamenggendongku sampai penginapan karena aku tidak bisa berjalan gara-gara kaki ku terluka. Mungkin saat itu aku menyukai Noona. Tapi saat itu aku berpikir kalau dia akan menjadi kakak iparku jadi aku tak boleh menyukainya. Seiring berlalunya waktu aku hanya menganggap Sena  sebagai Noona ku sampai saat ini. Aku tidak seperti mu yang menyukai Naomi  sampai sekarang“

                “Lalu bagaimana mereka bisa putus?“

                “Entahlah…aku hanya tahu kalau mereka pernah berpacaran sejak awal kuliah dan putus saat lulus. Tapi aku tidak tahu kenapa mereka bisa putus“

                Woo Bin mengangguk. Itu artinya mereka berpacaran hampir 4 tahun. Bukankah 4 tahun adalah waktu yang panjang? Semoga saja tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi pikir Woo Bin.

 

 

***

 

                Naomi sedang melihat album-album foto saat Seungki terlihat sibuk di dapur. Naomi melihat 2 orang anak laki-laki yang satu umurnya sekitar 10 tahun dan yang satu sekitar umur 5 tahun. Sang kakak tampak memegang sebuah permen dan sang adik tampak menangis sambil menunjuk permen yang diambil oleh adiknya. Saat melihat foto itu Naomi tampak tertawa “Seungki ya kenapa kau membuat Jongsuk menangis saat kecil?Kurasa kau memang kakak yang nakal sampai permen adikmu sendiri kau ambil“

             Seungki yang saat itu masih sibuk langsung menyahut “Bukan begitu. Itu memang permenku, Jongsuk menginginkannya tapi aku tak memberikan padanya karena aku membelinya dengan uang jajanku yang aku kumpulkan“

                “berarti kau kakak yang pelit“

                “yaa.…“

                Naomi semakin keras tertawa karena berhasil menggoda Seungki. Ia melihat-lihat album masa kecil kakak beradik itu dengan seksama sambil sesekali tersenyum “Aku iri padamu. Sejak kecil kau punya seorang adik yang bisa kau ajak main tapi aku selalu sendirian sejak kecil karena aku anak tunggal“

                “Kau tahu aku dan Jongsuk sering sekali bertengkar sejak kecil karena hal-hal sepele misalnya berebut  mainan dan hal-hal kecil lainnya. Kadang aku berpikir akan lebih baik kalau aku anak tunggal“ Seungki kemudian berjalan menuju ruang makan dan menaruh makanan yang baru dibuatnya “Naomi chan makanan sudah siap. Kemarilah“

                Naomi menutup album foto dan berjalan menuju ruang makan. Ia tersenyum saat melihat berbagai macam makanan tersaji di meja. “Wah kau pandai memasak juga“ puji Naomi

                “Aku terbiasa memasak sejak kuliah. Jadi kemampuan memasaku bisa dibilang lumayan“ Seungki kemudian menggeser kursi “Duduklah disini“ katanya. Naomi kemudian duduk di kursi dan Seungki duduk di kursi di depannya.

                Saat mencoba masakan Seungki, Naomi terlihat sangat puas. Ternyata selain pandai memotret Seungki juga pandai memasak dan itu membuatnya semakin kagum pada tunangannya itu. “Seungki ya kau ingat besok hari apa?“ tanya Naomi

                Seungki menjawab santai “Minggu“

                Naomi tampak kecewa “Semua orang juga tahu kalau besok adalah hari minggu. Maksudku apa kau tak ingat besok adalah perayaan 1 tahun pertunangan kita?“

                Seungki kemudian mencoba mengingat-ingat dan setelah beberapa detik ia akhirnya sadar “Ah…Maafkan aku. Karena banyak pekerjaan di kantor aku jadi melupakan hal-hal yang penting“

                Naomi mendesah kecewa “Sudahlah tak apa. Tapi besok aku ingin kau mengosongkan semua jadwalmu“

                “Tentu saja. Besok kita akan merayakannya bersama. Bagaimana Kalau kita pergi ke bioskop dan makan di Restoran yang romantis?“ tanya Seungki

                Naomi menggeleng pelan “Aku sudah punya rencana“

                “Jadi kau mau kita pergi kemana?“

                “Taman Namsan“ Naomi kemudian melihat ke luar jendela “Kuharap udara besok secerah hari ini“

                Seungki tampak bingung “Kenapa kau ingin kesana?“

                “Kau bilang pertama kali kau menyukaiku saat melihatku di Taman Ueno di Tokyo. Tapi karena sekarang kita bukan di Tokyo jadi aku rasa Taman Namsan tidak kalah indahnya dengan Taman Ueno. Lagipula disana juga dekat dengan Namsan Tower“

                “Jangan bilang kau ingin memasang gembok di Namsan Tower?“ Tanya Seungki

                “Bukankah itu bagus. Kudengarjika sepasang kekasih memasang gembok disana  dan menuliskan janji-janji di gembok itu kemudian membuang kunci gemboknya  maka mereka akan selalu bersama-sama“

                Seungki tertawa ringan “Yaa…kau masih percaya dengan hal seperti itu? kupikir itu sangat kekanak-kanakan“

                “Jadi kau menolaknya? Ataujangan-jangan kau tidak ingin kita terus bersama“ Naomi memandang curiga pada Seungki

                “bu..bu..bukan begitu maksudku“ Seungki jadi terlihat salah tingkah “Baiklah…kita akan memasang gembok disana. Aku melakukannya demi kau“

                Naomi tertawa puas “Kau sudah janji jadi awas kalau sampai kau tidak menepatinya. Oh ya besok aku akan membawa bekal buatanku jadi kau tak perlu bawa apa-apa“

                “Baiklah tuan putri“ ujar Seungki seraya tersenyum

               

***

 

TBC

8 responses to “[Freelance] I Love You Noona (Chapter 7)

  1. jujur..aku jd bingung.
    seungki..apa kau terlalu baik ato mgkin kau msh menyimpan perasaan pada sena???ku mohon jangan.jaebal…seungki-ssi.
    ga kbayang naomi kecewax ntar gmna…ya walaupun msh ada woo bin sih.tp ttep aja aku lrg rela.
    he..he..
    critax makin bagus…chingu.
    keep foghting ya…
    n makasie…#ijin baca…#

  2. gumawo chingu 😀
    mian gk bisa bales komennya satu2, tapi makasih udah sempet kasih komen per part 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s