[Freelance] MY PRECIOUS PRINCESS (Part 1)

mpp cover2

MY PRECIOUS PRINCESS…PART 1

AUTHOR :  AKIKO

Facebook : Akikochan4@gmail.com

GRUP CAST : MBLAQ

CAST : Hikari as main character

             Lee Joon MBLAQ

             Thunder MBLAQ 

             SeungHo MBLAQ as Joon’s father

             GO as Hikari’s uncle

Genre : Romance, Sad, Family and Comedy

Length : Series        

Disclaimer : Please don’t coppy it for apreciate my hard work and don’t forget to leave your comment ^^ thanks 😀

 

Harta, kekuasaan, ambisi serta keserakahan selalu berputar bak debu di sekitarku, sehingga semua itu mampu membuatku tercekik di dalamnya.

Author pov

“ Apaaa…omaaa..” teriak seorang gadis kecil hingga berurai air mata di pipinya. Deru nafas dan tangisnya memenuhi gelapnya senja itu.

Tak peduli bagaimana luka di tubuhnya, gadis itu tetap menangis tersendu dan memegang erat kedua tangan ayah ibunya yang tewas dalam kecelakaan pesawat.

Hingga sebuah lengan menariknya mundur dan menjauh dari kedua jenazah tersebut.

Senja telah berganti fajar, namun bagi gadis itu fajar yang sebenarnya tak akan pernah datang kembali.

8 tahun kemudian………….

Hikari pov

“ oma, mengapa kau tinggalkan aku sendiri..”

“ rumah kita semakin gelap, aku takut oma..aku takut”

“ Walau tak ada yang berubah, aku merasa takut jika melihat seung ho seosangnim yang bersikeras menyekolahkanku di luar negeri dengan alasan agar aku dapat menjadi pewaris yang sesungguhnya, aku tak ingin meninggalkan rumah ini oma”

Hikari terus saja tenggelam dalam lamunan serta pikirannya, kejadian 8 tahun yang lalu merupakan awal dari segala kegelapan di hatinya. Sepeninggal orang tuanya, ia harus berjuang melindungi harta dan aset peninggalan keluarganya. Bukan untuk dirinya, namun sebagai bentuk penghormatan terakhir pada orang tuanya.

Hari berganti hari, tak terasa usianya telah menginjak 19 tahun. Seluruh pelayan merayakan ulang tahunnya dengan memasak berbagai masakan mewah dan mengadakan pesta ulang tahun tertutup baginya.

Sejak kejadian kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya, Hikari menjadi takut akan dunia luar sehingga ia harus memanggil guru pribadi ke rumahnya.

Sehingga pesta ulang tahun itu pun berlangsung tertutup, hanya dirayakan oleh seluruh pelayannya, Seung Ho seosangnim ( kepala pengatur rumah tangga keluarga Hikari) serta anaknya Lee Joon yang 2 tahun lebih tua dari Hikari.

Acara makan malam saat itu berlangsung hening hanya terdengar dentingan alat makan dari setiap piring yang ada di meja makan, tak ada perbedaan dengan hari-hari biasanya hingga SeungHo Seosangnim memulai pembicaraan,

“ Hikari, aku tak ingin bertele-tele akan hal ini, sesuai dengan tradisi yang ada kau harus mempersiapkan hak waris keluargamu di usia 24 tahun jadi bulan depan aku akan menggirimmu ke London untuk meneruskan pendidikanmu segala sesuatunya telah kupersiapkan dan pamanmu di London akan mengurusmu”

“Ne..” jawab Hikari singkat.

Hikari sama sekali tak memperdulikan apa yang SeungHo seosangnim katakan, atau sebenarnya ia tak terlalu suka padanya. Ia merasa bahwa ada yang SeungHo seosangnim sembunyikan darinya.

Mungkin karena setiap obrolan mereka selalu membahas masalah hak waris dll yang membuat Hikari jenuh.

SeungHo seosangnim pov

“ semua rencana berjalan lancar, setelah semuanya selesai maka aku akan membeli seluruh saham termasuk rumah ini hahaa”

“ akan tetap kubiarkan Hikari bersekolah ke London, dan setelah hak waris diserahkan padanya maka akan kugulingkan perlahan perusahaan itu, aku telah bersabar bertahun-tahun menghadapi pamannya yang keras kepala itu namun bukan hal yang sulit jika Hikari lawannya, gadis macam dia tak akan mampu mengelola perusahaan ini dengan baik.”

“ ayah, apakah ini tak terlalu berlebihan?..” kata Joon anaknya yang sedari tadi mendengar ocehan ayahnya.

“ hei Joon, tugasmu hanya mengawasinya ketika di London nanti, persiapkan dirimu baik-baik, aku tak mau semua ini gagal karena hatimu yang lemah. Mengerti!!!”

“ Ne. Aku akan berusaha yang terbaik”

“ hahaa…kau memang bisa diandalkan Joon.”

Hikari pov

“ paman, apakah aku tak bisa tinggal di korea saja?” tanyanya saat menelpon paman GO di London.

“ andwe, kau harus tetap pergi ke London sweety, kau tau kan aku sudah terlalu tua untuk mengurus perusahaan ayahmu hahaa”

“ hahaa paman bisa saja, paman bahkan belum berkepala empat namun mebicarakan masalah usia, ckck obrolan macam apa ini “

“ ya! Kau sekarang sudah pandai mengelak rupanya hahaa, pokoknya semuanya telah kuatur di London, kamu pasti akan betah di sini”

“tapi..”

“ tidak ada kata tapi Hikari, ini semua demi aset keluargamu. Jika kau tidak mempersiapkan dirimu dengan baik maka paman tak akan tau apa yang akan terjadi dengan perusahaan ayahmu ini.”

“ maksud paman? Apakah ada yang mengincar perusahaan ayah?”

“ sudah jangan kamu pikirkan masalah itu, yang penting pergilah ke London. OK. Jaga dirimu baik2 Hikari. “

“tapi paman..!”

“ tut..tut..”

“ aish, dasar kelakuannya sama sekali tak berubah. Ehmm aku benar-benar bosan hari ini”

Tiba-tiba …

“ hei Joon.. 🙂 kudengar kamu akan pergi ke London juga ya?” tanyanya riang.

“ -_____-  aku hanya mengawasimu saja, jadi jangan berpikir seolah jika kita akan pergi bertamsya di sana.” Jawab Joon dingin lalu ia kembali serius dengan bukunya.

“ Hei Joon, ..”

“……” tak ada jawaban.

“ JOOOOON!!!”

“ YA!!! Bisa tidak kamu tidak berteriak di telingaku.”

“  Joony Babo, Joony Babo..setidaknya jika ada orang bicara lihatlah wajahnya. Huh, percuma kamu banyak membaca buku tapi kesopanan dasar saja tak tau JOOOOOOONY BABOOOOOOOO !!”

“ YA!! Berapa kali kukatakan jangan berteriak di sekitarku, aku tak ingin berbicara denganmu dan ingat kita bukan teman, jadi jangan sok akrab denganku” jawab Joon tetap cuek.

“ bukankah dulu kamu bilang kita akan terus berteman ya? “

“ KATA SIAPA!!”

“ hei mengapa sekarang kamu yang berteriak?, saat ulang tahunku yang ke 10 kamu mengatakan hal itu bukan??”

“bu..bu..bukaaan kata siapa aku serius mengucapkan itu, saat itu aku hanya menghiburmu saja koq, aku benci melihat perempuan jelek dan mukamu sangat jelek ketika menangis. Jadi jangan salah paham. Aku  bukan temanmu atau siapapun bagian darimu” jawab Joon dengan setengah nada tinggi.

“…………” hening

“ Joon..aku mengira tak sendirian di rumah ini namun ternyata aku salah, maafkan aku jika aku mengganggapmu teman.”

“…………………………………..”

Lee Joon pov

“ hei Joon..:) kudengar kamu akan pergi ke London juga ya?”

Aku sangat hafal siapa pemilik suara tersebut.

“-_____-  aku hanya mengawasimu saja, jadi jangan berpikir seolah jika kita akan pergi bertamsya di sana.”

Segera saja kulontarkan kata-kata itu tanpa melihatnya sama sekali, walaupun terkadang aku sedikit melihatnya dari sudut mataku.

Tak dapat kupungkiri jika Hikari pagi ini nampak lebih cantik dari biasanya, walaupun ia selalu cantik dalam hal apapun. Namun lagi-lagi logikaku berjalan agar aku tak tergoda dengan kecantikannya.

“ bertahanlah Lee Joon”

Aku bukanlah seseorang yang pantas untuk mencintainya, sejak kecil aku dididik keras oleh ayahku untuk menngawasi setiap gerak-gerik Hikari demi terwujudnya ambisi ayahku dan aku tak dapat lari dari semua itu. Sehingga aku hanya dapat menarik diri dan menjauh sejauh mungkin dari Hikari jika ia mulai berbicara denganku.

“bu..bu..bukaaan kata siapa aku serius mengucapkan itu, saat itu aku hanya menghiburmu saja koq, aku benci melihat perempuan jelek dan mukamu sangat jelek ketika menangis. Jadi jangan salah paham. Aku  bukan temanmu atau siapapun bagian darimu”

Aku terbata-bata menjawab pertanyaannya, hal yang tanpa sadar terucap begitu saja.

Saat itu, Ia menangis tersendu-sendu di hari ulang tahunnya yang ke-10. Logikaku runtuh saat melihat wajahnya yang berurai air mata, sehingga aku mengatakan hal konyol tersebut.

Bodohnya aku mengatakan jika wajahnya sangat jelek ketika menangis, bohong..jangan percaya kata-kataku. Kamu tetap cantik walaupun menangis dan akan tetap seperti itu di mataku, namun aku tak dapat membiarkanmu terus-terusan menangis di hadapanku. Tidak !!

Pertahananku akan hancur jika kamu menangis terlalu lama, mungkin aku bisa melupakan siapa aku sebenarnya.

“ Joon..aku mengira tak sendirian di rumah ini namun ternyata aku salah, maafkan aku jika aku mengganggapmu teman.”

Deg…

Hikari…

“Joon apa yang kamu katakan padanya?, aku benar-benar menyakiti perasaannya. Kini aku benar-benar dibencinya. Joon babo…Baboo!!!” runtukku dalam hati sambil mengacak-acak rambutku.

 

 

Hari keberangkatan pun tiba, seolah tetap teringat akan ucapan Joon beberapa waktu yang yang lalu Hikari hanya tetap diam saat memasuki bandara.

“ Rumah dan segala keperluanmu telah disediakan di sana, dan jika kau membutuhkan sesuatu katakan pada Joon, ia akan menjadi penggantiku di sana” kata SeungHo seosangnim cepat sambil mengeluarkan tiket pesawat dan paspor dari kantung jasnya.

Joon menerima tiket dan paspor itu dan segera mengurus segala sesuatunya, Hikari hanya diam dan asyik dengan I-padnya.

“ waktunya sudah hampir tiba, pergilah..” kata Seungho Seosangnim.

“ kabari aku ketika kalian sudah sampai di London” tambahnya.

“ ne appa, aku berangkat..” jawab Joon.

Beberapa detik sebelum Joon pergi, tiba-tiba ayahnya menarik lengan jaketnya.

“ Ingat tugasmu, aku bukanlah orang yang dapat menerima kegagalan dengan mudah. Jadi berhati-hatilah disana, aku akan mengawasimu.” Bisik ayahnya.

“ aku mengerti” bisik Joon.

Hikari PoV

“  dasar napeun namja…napeun namja..”

“napeun namjaaaa..” bisiknya sambil bermain game di I-padnya seolah-olah kemarahannya ia lampiaskan pada game tersebut.

“ apa yang kamu bicarakan..” tanya Joon singkat.

“ apapun itu, yang jelas kamu tak memiliki hak untuk tau” balasku dingin.

“ waktunya tak banyak, ayo berangkat.”

Seolah tak merespon jawaban Hikari, Joon dengan sengaja mengalihkan pembicaraan.

“ ehmm daebak Joon, kamu yang memulai seperti ini, ok tak masalah ayo kita berbicara seolah-olah kita memang orang asing. “ jawabku setengah berteriak, aku benar-benar kesal dengan sikapnya yang mendadak semakin dingin akhir-akhir ini.

Memang biasanya dia selalu dingin padaku, namun setidaknya ia tak pernah berbicara sekasar itu padaku.

“ kamu memang orang asing, Hikari” jawab Joon yang berjalan mendahuluiku dengan 2 koper di tangan serta beberapa tas di lengannya.

“ ckck, OK jika itu maumu. Aku juga sudah terbiasa sendiri.”

Lee Joon PoV

apapun itu, yang jelas kamu tak memiliki hak untuk tau”

Ia benar-benar membenciku, seharusnya aku tak membiarkannya seperti ini.

Walaupun sedari tadi ia hanya bermain game, namun aku selalu melihat sorot mata kesepian dari wajahnya.

Aku ingat saat-saat dimana ia dapat tersenyum lepas dimana aku dapat melihat wajahnya yang semakin bersinar , namun kecelakaan 8 tahun yang lalu sepertinya telah meerenggut segalanya dari diri Hikari tapi aku tak dapat berbuat banyak, mungkin lebih tepatnya aku tak dapat berbuat apapun untuknya.

“Tidak, Hikari berhak mendapatkan yang lebih pantas dariku yang hanya seorang anak dari laki-laki yang akan merebut seluruh aset keluarganya, aku tak akan membiarkan Hikari terlibat dalam lingkaran gelap yang telah kulalui. Mungkin lebih baik jika aku dibencinya sehingga akan lebih mudah aku mengawasinya ketika berada di London.”

Author poV

Hikari berjalan perlahan mengikuti Joon yang telah mendahuluinya. Semua tasnya telah dibawa oleh Joon.

“ bandara…pesawat…tidak..andwe, ini tak boleh terjadi lagi.” Bisik Hikari sambil mengerjapkan matanya yang sudah berair. Ia tampak berusaha menghilangkan memory buruk itu namun air matanya semakin berjatuhan dan badanya bergetar hebat.

“ appa, oma..mengapa bandara ini tampak seperti 8 tahun yang lalu, ataukah ini hanya bayanganku saja. Ada apa ini??…” batin Hikari.

Brukk …

“ gelap…mengapa pandanganku semakin kabur, ……Joon..Joon…tolong aku” rintihnya.

Hikari kehilangan kesadarannya.

Kejadian tersebut membuat panik semua orang yang berada di sekitarnya, hingga terjadi sedikit keramaian di bandara tersebut.

“ ada seorang gadis yang pingsan ..” terdengar beberapa orang yang berkata di sepanjang jalan.

Joon yang sedari tadi hanya diam dan terus berjalan tiba-tiba terhenti. Seketika ia menoleh ke belakang.

“ Hikari…”

“ dimana dia? ..Hikari!!” kata Joon setengah berteriak.

Kini ia diliputi rasa khawatir yang teramat sangat mengingat ini adalah bandara yang sama ketika kecelakaan pesawat orang tua Hikari terjadi.

Emosinya memuncak, seolah mengutuk dirinya sendiri karena tak dapat melindungi Hikari.

Segera Joon melihat ke arah kerumunan orang yang tampak lumayan ramai,

“ Hikari…sadarlah”

Terlihat Joon sangat panik dan berusaha memanggil Hikari untuk menyadarkannya.

“ Hikari..bangunlah, kumohon”

“ lebih baik segera bawa dia ke klinik di dekat sini..” saran seorang pria paruh baya pada Joon.

Joon segera memapah Hikari dan menggendongnya, namun sebelum Joon menggendongnya, lengannya dipegang erat oleh Hikari.

“Joon, ..” kata Hikari lemah, air matanya masih menetes membasahi kulit putihnya.

“gwencana?” tanya Joon lembut, sorot matanya menyiratkan kekhawatiran yang teramat sangat.

Segera dibawanya duduk di salah satu kursi yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.

Tanpa sadar Joon memeluk Hikari pelan, serta mengelus kepalanya.

“ Gwencana??” tanya Joon lagi.

Bukan jawaban yang diterima Joon, namun isakan tangis Hikari semakin keras.

“ Mianhe Hikari, …maaf aku tak dapat melindungimu dengan baik.” Batin Joon namun ia tetap terdiam.

Namun tiba-tiba terdengar suara parau dari Hikari.

“ lepaskan aku Joon, …mengapa kamu tega sekali padaku? Mengapa kamu senang sekali mempermainkan aku seperti ini?, WAE?”

“ apa maksudmu?” tanya Joon bingung.

“ Sekarang kamu bersikap baik padaku dan berbuat seolah-olah aku tak sendiri, namun setelah itu kamu memcampakkan  aku lagi dan berkata jika aku orang asing bagimu. Apa yang ada di pikiranmu sebenarnya??,”

“ sepertinya aku akan mulai membencimu  Joon……….”

TO BE CONTINUED………….

 

7 responses to “[Freelance] MY PRECIOUS PRINCESS (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s