[Freelance] MY PRECIOUS PRINCESS (Part 2)

mpp cover2

MY PRECIOUS PRINCESS…PART 2

AUTHOR :  AKIKO

Facebook : Akikochan4@gmail.com

GRUP CAST : MBLAQ

CAST : Hikari as main character

             Lee Joon MBLAQ

             Thunder MBLAQ 

             SeungHo MBLAQ as Joon’s father

             GO as Hikari’s uncle

Genre : Romance, Sad, Family and Comedy

Length : Series

Disclaimer : Please don’t coppy it for apreciate my hard work and don’t forget to leave your comment ^^ thanks 😀

 

 

 

Part 2

Joon poV

“ sepertinya aku akan mulai membencimu  Joon……….”

 

Hikari mengatakannya dengan jelas, ini bukan hanya ilusiku kan?

Namun mengapa dadaku terasa begitu sessak mendengarnya? Andwe…andwe aku tak dapat membiarkan pikiranku seperti ini. Bertahanlah Joon, semua akan baik2 saja.

“ Kau ingin minum?” tanyaku padanya yang masih tetap terdiam sedari tadi.

Lagi-lagi ia tak menjawab

Ia hanya menundukkan kepalanya dan mengepal tangannya erat-erat.

Suasana seperti ini terlihat terlalu canggung, pura-pura aku tak peduli akan hal itu, dan aku segera pergi membelikan beberapa minuman dan makanan untuknya.

“ tunggu di sini sebentar saja, aku akan membeli sesuatu” pesanku padanya.

Ia tetap diam,

Deg…

Hikari mengapa kamu tetap diam, yack.. babo..

Jika ia seperti ini maka aku akan semakin merasa bersalah, lebih baik jika ia memarahiku atau mengutukku sekalipun, sepertinya hal itu akan lebih baik daripada ia tetap saja diam seperti ini.

Entahlah apa yang ada di pikiranku sekarang, yang jelas aku tak boleh membiarkan perasaanku terlalu larut dalam hal ini.

Segera setelah aku membeli sekotak juice dan sandwich untuknya, ia tetap mendiamkanku seakan aku tak pernah ada disampingnya.

“makanlah, kau belum makan apapun dari tadi pagi” tawarku padanya.

“ makanlah jika kamu mau, aku tak peduli apapun lagi..” jawabnya dingin.

Rasanya aku benar-benar frustasi akan hal ini, aku tak tahu ke arah mana pembicaraan ini berlanjut.

“ apa kau ingin penerbangan kita diundur beberapa jam? “ tanyaku asal

“ tidak perlu, ayo kita berangkat sekarang. Tak ada gunanya menunda keberangkatanku.”

Jawabnya sambil meninggalkanku sendirian yang masih terduduk di belakangnya dan Hikari tetap diam selama kita berada dalam pesawat.

Sepertinya aku harus berusaha tak peduli dengan dia, lagipula jika ini terus berlanjut maka hal ini akan merugikanku.

“ tetaplah berada di logikamu Joon” batinku

Author poV

Cuaca London malam itu terasa lebih dingin dan berangin, sehingga Hikari mengeratkan jaketnya lebih erat lagi.

Mengetahui hal tersebut, Joon segera melepaskan syalnya dan menggenakannya ke leher Hikari dari belakang tanpa bersuara, syal itu melingkar lembut di leher Hikari sampai menutupi sebagian dagunya.

“ gomawo..” kata Hikari pelan.

“ aku tak ingin kau sakit, dan hal itu akan menambah pekerjaanku.”

Mendengar hal tersebut Hikari hanya dapat berdecak kesal dan berusaha berjalan mendahului Joon.

Namun setelah Hikari berjalan kurang lebih 1 meter mendahului Joon, terdengar teriakan Joon dari belakang.

“ YA!! Sudah kubilang aku dapat berjalan sendiri tanpa pengawasanmu” jawab Hikari judes.

Pletakk!!

Joon menyentil dahi Hikari hingga ia mengaduh kesakitan.

“ apa kamu bodoh? Kapan kau mulai belajar melihat rambu-rambu yang ada, pintu ke luar ke arah sana! “ kata Joon sedikit kesal sambil menunjuk ke arah yang berlawanan.

“ hei Babo!! Kata siapa aku salah mengambil jalan? Aku hanya ingin melihat-lihat dulu koq, dan aku juga sudah tau jika pintu keluarnya di sana. Huh…”  balas Hikari cepat sambil menginjak kaki Joon kuat-kuat sebagai balasan akan dahinya.

“ aishh..memalukan sekali” bisik Hikari pelan yang sebenarnya tak ingin mengakui kesalahannya pada Joon.

Sementara Joon berjalan sedikit tertatih-tatih akibat injakan kaki Hikari.

“ Ya!! Hikari…setidaknya bantulah aku membawa kopermu sendiri..” teriak Joon dari kejauhan.

Bukannya malah membantu, Hikari hanya tersenyum dan menjulurkan lidahnya pada Joon dan terlihat sangat mengejeknya.

Melihat hal itu Joon hanya tersenyum kecut dan menendang koper Hikari, namun Joon malah semakin mengaduh karena kaki yang digunakan untuk menendang adalah kaki yang diinjak oleh Hikari.

Setelah melewati pintu keluar, Joon menghentikan sebuah taksi dan segera menuju rumah yang telah dipersiapkan untuk Hikari selama berada di London.

Sesampainya di depan pintu rumah, Joon segera mengetikkan password yang terletak di dekat kenop pintu.

“beep..”

Terdengar suara kunci pintu terbuka dan segera Joon mendorong pintu yang telah sedikit terbuka dengan punggungnya karena tangannya penuh dengan koper-koper.

“ waah…aku suka sekali desain interior rumah ini” kata Hikari kaget.

“ ne, nado..” jawab Joon sambil melihat-lihat ke seluruh ruang tamu yang bergaya Clasik minimalis itu.

“ mwoo??? Jangan katakan jika aku harus serumah denganmu”  tanya Hikari sedikit panik.

Terlintas muncul sedikit ide jahil di kepala Joon.

Tiba-tiba Joon mendekati Hikari dengan langkah yang mencurigakan.

“ya!! Joon! Apa yang kau lakukan..!! “

“ Bukankah sebelumnya kita juga sudah serumah? “ jawab Joon sambil tersenyum misterius.

“ dan sepertinya semuanya akan lebih baik karena tak ada siapapun di rumah ini..” tambah Joon yang semakin mendekatkan langkahnya kepada Hikari.

Brukk

Hikari terpojok di pinggiran tangga.

“ hei Joon apa yg akan kamu lakukan!! “ bentak Hikari.

Ketika jarak mereka hanya tinggal beberapa centi saja, tiba-tiba

“ APA YG KAU PIKIRKAN!!” kata Joon dengan nada yang keras sehingga membuat Hikari menutup telinganya.

“ kamu pikir aku berminat dengan perempuan sepertimu! Dan sebagai balasannya, letakkan ini di kamarmu sendri” tambah Joon sambil menjatuhkan koper Hikari di kakinya.

“ ahh…ini kakiku!! Baboo…”

“ Dengarkan aku baik-baik Hikari, areamu di lantai dua..sedangkan areaku di lantai satu dan kamu hanya boleh menginjakkan kaki di areaku hanya saat jam makan tiba karena aku tak mungkin memindahkan meja makan ke lantai dua, DAN jangan coba-coba pergi tanpa izin dariku DAN..”

“ apa ?? dan lagi??”

“ DAN aku tak ingin mendengar suara berisikmu dari lantai atas…arraso?”

“ hei..kau itu hanya bertugas menjagaku bukan mengaturku! Lagipula aku bisa makan di kamarku dan aku tak perlu repot-repot melihatmu ketika jam makan tiba.”

“ kau ingin menambah pekerjaanku?? Perlu kau tau, menjagamu saja sudah cukup merepotkan jadi kau DILARANG makan di dalam kamar!! “ ancam Joon smbil menekan koper Hikari yang berada di atas kaki Hikari sehingga ia terlihat kesakitan.

Desh..

Tanpa pikir panjang, Hikari menendang tulang kering kaki Joon sehingga kini Joon yang berteriak kesakitan.

“ MAKANLAH SELURUH PERATURANMU ITU JOON, !! aku tak PEDULIIII” jawab Hikari sambil membawa kopernya ke lantai dua.

Brukk..brukk ..bruk..

Terdengar suara barang  yang dibanting-banting dari kamar Hikari.

“ YA!! Bisakah kau tak membanting semua barang-barangmu seperti itu!! “ teriak Joon dari bawah.

“ aku tak membantingnya!! Entah kenapa kekuatanku hari ini cukup untuk membuat barang-barang ini seolah-olah terbanting…JADI JANGAN GANGGU AKU!! Urus saja masalahmu sendiri..” jawab Hikari tak kalah kerasnya.

Bruk…Bruk

Sepertinya Hikari tidak mendengarkan apa yang Joon teriakkan atau dia memang sengaja mengacuhkannya.

Karena Hikari semakin membanting-banting barangnya ketika membereskan kamarnya dan hasilnya Joon tidak tahan dengan apa yang dilakukan Hikari di kamarnya.

Joon poV

“ aishh…tak bisakah yeoja satu ini bertindak sedikit tenang. Kepalaku nyaris pecah mendengar suara berisik benda-benda itu.” Kataku sambil membereskan barangku sendiri.

Setelah kamarku tertata rapi dan tentunya aku merapikannya lebih cepat dan tidak seberisik penghuni yang ada di lantai dua.

Aku berjalan menuju meja makan dan terlihat meja makan kayu dengan ukiran di pinggirnya lengkap dengan 4 kursi yang terletak di dekatnya.

Sepertinya rumah ini telah dipersiapkan dengan baik, karena semua perabotannnya telah bersih, terlebih lagi dapurnya.

Dapurnya bisa dibilang sangat lengkap, dengan segala peralatan memasak dan semua bahan makanan telah tersimpan rapi di kulkas.

Entah siapa yang telah mempersiapkan semua ini, namun jika dapur ini dipersiapkan untuk Hikari sepertinya ini akan menjadi sebuah bencana karena Hikari bisa saja meledakkan seluruh dapur dan membakar habis rumah ini haha..

Tiba-tiba aku tersenyum simpul membayangkan hal tersebut, dan aku tak akan membiarkan dia memasuki dapur ini.

Bruk bruk bruk…

“ aigoo….gadis ini benar2” dengusku kesal karena sedari tadi ia benar2 berisik.

Segera aku menuju kamarnya untuk memperingatkan agar ia mengakhiri aktifitas yang dapat memecahkan gendang telingaku.

Hikari poV

“ nah..segalanya sudah kuletakkan dengan benar “

Ehmm aku sangat puas dengan kamarku sekarang.

Terlihat lebih terang dan sepertinya sinar matahari akan banyak masuk ke dalamnya karena jendelanya langsung menghadap tempat tidurku.

“ YA!! HIKARI!! Bisa kau pelankan suaramu itu!!” teriak Joon dari bawah.

Dasar napeun namja, sudah kubilang jangan ikut campur masalahku. Kini Ia malah berteriak-teriak terus.

Sebenarnya siapa yang gemar berkata “ jangan berteriak di dekatku”

Dia sepertinya telah lupa akan kebiasaannya yang selalu mengucakan kalimat membosankan itu.

“ ah..dasar menyebalkaaaan!!!” runtukku sambil melempar koperku ke arah pintu.

Desh…

“ omo…” kataku kaget.

Joon tiba-tiba membuka pintu kamarku dan koper itu mengenainya tepat di wajahnya.

“ HIKARIII!!! Apa yang kau lakukan dengan kopermu ini..mengapa kau melemparkannya ke arahku!!” kata Joon kesal. Sepertinya dia benar-benar marah karena koper itu tepat mengenainya hahaa..

“ wae?? Mengapa kau menyalahkanku? Ini kamarku..” jawabku mencoba membela.

Selintas Joon membuang mukanya dan menatapku dengan tatapan kesal.

“IYA!! Tapi kau tak bisa melempar koper ini sembarangan!!”

“ salah sendiri kau tak mengetuk  pintu dan asal membukanya, jadi anggap saja itu hadiah untukmu Joon 😛 “

“ MWO??” jawabnya kaget.

“ sudahlah aku lelah, segera keluar dari kamarku. Aku mau tidur.” Jawabku sambil mendorongnya keluar dan menutup pintu.

Namun setelah itu aku membukanya lagi.

“ good night “ kataku sambil tersenyum namun aku dengan segera menarik senyumku lagi.

Hahaa sepertinya aku sukses mengerjainya kali ini.

Joon poV

Desh…

“ ah..” bisikku pelan sambil memegang dahiku.

Bagaimana tidak sepertinya hari ini aku benar-benar sial atau memang Hikari merencanakan kesialanku ini.

Parahnya lagi koper itu melayang tepat di wajahku, walaupun aku terlihat cuek namun aku juga khawatir jika wajahku terdapat bekas luka, jelas aku tak bisa melukai wajahku yang ganteng ini hahaa.

Baiklah..aku benar2 kesal dan lelah hari ini..

Tak ada salahnya jika aku segera mandi dan tidur lebih awal hari ini.

“ ehmm sepertinya itu ide yang bagus.” Batinku sambil mengambil handuk putih yang terlipat di almari kamarku dan bergegas mandi.

Hikari poV

Hahaa..rasakan pembalasanku.

Siapa suruh dia mengerjaiku tadi dan menyuruhku menuntun koper berat itu seorang diri hahaa

“ besok adalah hari pertamaku bersekolah di London ehmm….apa yang harus kukatakan nanti jika ada yang menanyakan identitas Joon” batinku sambil melihat-lihat baju seragamku yang telah kugantung rapi.

Kruyuk…

“omo…mengapa aku terasa lapar??”

“ oh ya, aku sama sekali tak makan sejak tadi pagi dan sepertinya tenagaku terkuras habis setelah mengerjai Joon.”

Karena aku sangat kelaparan, segera kubuka pintu kamarku perlahan dan melihat keadaan sekitar.

Sepi…

“ dimana dia??” batinku.

Entahlah, dimanapun dia berada yang pasti tujuanku sekarang adalah “Kulkas” hehee.

Setelah aku membuka kulkas..

Jreng….

“ mwo!! Kenapa semuanya hanya bahan makanan mentah?? Dan yang tersisa adalah…” telur rebus” !! “

“ oh tidak..” segera aku membalikkan badanku namun setelah beberapa langkah menjauhi kulkas.

Kruyuk..

“ ah..aku benar-benar lapar..”

Dengan terpaksa aku mengambilnya dari kulkas namun telur rebus itu dingin.

“ ehmm bagaimana aku menghangatkannya??” batinku sambil menaikkan alis.

Tiba-tiba aku melihat microwave di pojok dapur.

Terlintas aku mengetahui bagaimana memanaskan telur tersebut dan aku tersenyum penuh kemenangan.

Author poV

“ na…nana..nanana” Joon terdengar bersiul di dalam kamar mandi.

Setelah menyelesaikan mandinya, Joon segera menuju kamarnya dan bersiap-siap untuk tidur.

Direbahkan tubuhnya di atas kasur dan ia menarik selimutnya sehingga menutupi setengah tubuhnya. 

Beberapa detik setelah Joon memejamkan matanya…

DUARR!!

Segera Joon membelalakkan matanya dan segera berlari ke arah sumber suara.

Tiba-tiba..

“ HIKARI!! Apa yang kau lakukan???” teriaknya panik.

Karena Microwave yang berada di samping Hikari mengeluarkan asap yang sangat banyak dan sepertinya benda itu baru saja meledak.

“ mianhe Joon …” jawab Hikari menyesal sambil memegang sendok kayu dengan muka bernoda hitam akibat ledakan lokal tersebut.

“ Apa yang coba kau lakukan di dapur, hah?? “ tanya Joon sambil membereskan kekacauan yang baru saja ditimbulkan Hikari.

“ a..aku hanya mencoba menghangatkan telur rebus yang ada di kulkas. Aku sangat lapar” jawab Hikari memlas sambil memasang wajah aegyo-nya.

Joon hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ hei, kau menghangatkan telur ini dalam keadaan telur tertutup rapat di dalam tempat makan ini??” tanya Joon sambil menyodorkan tempat makan bening berisi telur rebus dan kini tempat makan itu sudah tak bening lagi 😀

“ ne..” jawab Hikari sambil menundukkan kepalanya.

“ lain kali jika kau ingin makan atau membuat sesuatu lebih baik panggil aku.”

“ tapi…”

“TAPI TAPI APANYA!! Sekarang pekerjaanku semakin bertambah!!” jawab Joon yang benar-benar sudah frustasi.

Hikari hanya dapat diam dan menundukkan kepalanya, ia benar-benar terlihat menyesal.

Kruyuk…

Tiba-tiba perut Hikari berbunyi lagi tanpa disengaja.

Melihat itu, Joon merasa kasihan pada Hikari karena memang sejak tadi pagi ia sama sekali tak makan apapun.

“ duduklah..aku akan membuatkan sesuatu untukmu” kata Joon pelan.

“ gomawo…” jawab Hikari dengan langkah lemas menuju meja makan.

Setelah beberapa menit berada di dapur Joon segera membawa sepiring nasi goreng telur untuk Hikari.

“ wah..” Hikari tersenyum saat melihat nasi goreng buatan Joon, karena diatasnya terdapat wajah “ smile” yang dibuat dari saus tomat.

“ itu lebih baik daripada yang tadi” kata Joon lembut, matanya menatap Hikari sembari tersenyum simpul.

“ apanya??” tanya Hikari kebingungan.

“ wajahmu..” jawab Joon singkat dengan ekpresi yang belum berubah.

Hikari terlihat gelagapan dengan tatapan Joon yang mendadak berubah, dan seketika suasana berubah menjadi canggung.

“hoamm..aku lelah, letakkan piringmu di meja saja besok aku akan membereskannya. Aku ingin tidur.”  Kata Joon memecah keheningan sambil meregangkan lengannya.

Hikari hanya mengangguk menjawabnya, mengingat mulutnya masih penuh dengan makanan.

“ jangan buat kekacauan lagi..” tambah Joon lalu berbalik menuju kamarnya.

“ ne..gomawo..”

“ see you tomorrow,  jangan terlambat di hari pertama” kata Joon mengakhiri pembicaraan.

Hikari hanya dapat tersenyum mendengarnya.

“ aku sangat penasaran dengan apa yg akan terjadi besok hehee” batin Hikari.

TO Be Continued…  

 

2 responses to “[Freelance] MY PRECIOUS PRINCESS (Part 2)

Leave a Reply to akiko Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s