Ending of The Story [You Should Be Mine sequel : Three—END]

fanfiction 36

Title: Ending of The Story [You Should Be Mine sequel : Three—END]

Author : J.A.Y

Main Cast:

1.       Kai EXO

2.       Jung/Kim Ahyeon (OC)

Support Cast:

1.       Baekhyun EXO

2.       Seo Ahyeon (OC)

3.       Luhan (EXO)

Genre: Marriage Life, Romance,

Rate: PG-17

Length: Threeshoot

Disclaimer: Jalan ceritanya punya author. Harap jangan mengcopy-paste cerita ini.

Previous Part >> One: Skip ver. and NC Ver. | Two | Three—END |

— Ending of The Story—

08.30 pm

Kai tidak berani sedikit pun menggerakkan tubuhnya. Ia takut membuat Ahyeon terbangun. Sudah sejam yang lalu Ahyeon tertidur dipundaknya. Jika Kai bergerak sedikit maka Ahyeon juga akan menggeliat kecil dalam tidurnya. Kai merapikan rambut Ahyeon yang mulai menutupi sisi wajahnya. Pria itu juga akan tidur untuk sebentar. Ia menumpukan kepalanya diatas kepala Ahyeon yang sedang bersandar.

Mereka berdua sedang berada dipesawat sekarang. Kai dan Ahyeon memilih penerbangan malam ke Jeju untuk berbulan madu. Kenapa kesana? Ini karena Ahyeon yang meminta. Ia ingin kembali mendatangi pantai tempat mereka berciuman dulu. Pantai yang memberikan kesan tersendiri untuk Ahyeon dan juga Kai.

Rasanya seperti kembali kemasa lalu.

Kai semakin menyematkan jarinya ditangan Ahyeon. Ia tersenyum dan mulai memejamkan matanya untuk tidur sejenak.

Kai bersyukur semuanya berjalan sesuai harapannya. Ia tidak membayangkan bagaimana jadinya jika ia pergi saat itu. Ia tidak akan berada disini—mungkin.

Semuanya seperti mimpi yang masih terus berjalan. Mimpi yang sangat indah. Mimpi yang tidak akan Kai hancurkan. Jika benar seperti itu, maka Kai rela tidak akan bangun dari tidurnya. Jika benar seperti itu, maka Kai akan terus menjaga mimpi ini. Jika benar seperti itu, maka Kai rela jika harus menjalani hidupnya didalam mimpi.

—Ending of The Story—

Mereka sampai ditempat penginapan larut malam. Kai langsung meletakkan barang bawaannya begitu saja. Ia langsung menuju tempat tidur.

“ahhh” Desah Kai. Ia langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur yang sangat nyaman. Kai benar-benar menikmati ketika punggungnya bersentuhan dengan benda yang lembut itu.

Ahyeon tersenyum sambil menutup pintu, “tidurlah jika oppa lelah”

“kau juga”

Ahyeon terkekeh pelan. Ia berjalan kedalam kamar mandi sambil membuka dress tipisnya. Tangan Ahyeon membuka kancing bajunya membelakangi Kai.

“aku mau mandi dulu”

“aku juga” Seketika itu Kai bangun terduduk ditempatnya. Rasa kantuknya hilang seketika. Pria itu langsung berdiri dan menghampiri Ahyeon yang sudah masuk kedalam kamar mandi.

Ahyeon hampir membuka pakaiannya. Ia menoleh terkejut melihat Kai yang terburu-buru membuka pintu dan masuk.

“sedang apa?”

“aku juga ingin mandi” ucap Kai dengan santai. Ia bahkan juga membuka kancing kemejanya sendiri.

“bukannya oppa lelah?” tanya Ahyeon sambil menaikkan alisnya.

“itu menurut mu” Kai sudah melepas kemejanya dan memperlihatkan tubuh bagian atasnya. Itu membuat Ahyeon dengan cepat memalingkan wajahnya.

“aku dulu yang mandi”

“bersama saja baby” ucap Kai dengan manja.

Ahyeon melirik sekilas kearah Kai. Ia mengancingkan pakaiannya lagi.

“kalau begitu oppa duluan”

Ahyeon tersenyum kaku. Ia dengan buru-buru keluar dari kamar mandi. Tapi tangannya sudah lebih dulu ditahan oleh Kai.

“kau juga ingin mandi kan? Kita mandi bersama eum?”

“tidak. Aku tidak ingin seperti yang tadi pagi. Kita hampir ‘melakukannya’ lagi didalam kamar mandi”

Kai tertawa kecil. Ahyeon berbicara dengannya sambil memalingkan wajah kesamping.

“aku janji kali ini. Bagaimana eum?”

Kai tau Ahyeon masih mempertimbangkan hal ini. Ia menarik dagu gadis itu lembut kearahnya.

“janji”

Kai mengangguk tersenyum, “aku janji”

—Ending of The Story—

Gadis itu terbangun. Ahyeon sudah tidak bisa tertidur karena ia sudah tidur didalam pesawat tadi. Gadis itu hanya sedang menikmati udara malam diluar—berdiri diteras balkon dan menumpukan sikunya pada pagar pembatas. Ia menikmati suara gulungan ombak yang masih bisa ia dengar dari tempatnya.

Didalam kamar, Kai sudah tertidur. Ia bergerak kecil dalam tidurnya. Tangannya meraba tempat disampingnya. Dahinya berkerut tipis. Tidak lama matanya terbuka pelan.

Kai tidak melihat Ahyeon disampingnya. Ia mendudukan dirinya dan melihat kesisi kiri. Pintu kaca itu terbuka dan Kai melihat Ahyeon yang berada diluar.

Kai bangun dan menghampiri Ahyeon dengan mata yang setengah terbuka. Ia memeluk gadis itu dari belakang sambil menumpukan dagunya dibahu Ahyeon dengan mata terpejam.

“oppa bangun?”

“emmm” gumam Kai.

“kembalilah kedalam”

“tidak jika dengan kau”

“aku masih ingin disini”

Setelah itu Kai tidak menjawab. Ahyeon hanya tersenyum kecil sambil menggenggam tangan Kai lembut.

Kai fikir ia bisa tidur dalam keadaan berdiri. Ternyata ia tidak bisa. Ia tidak ingin tidur jika tidak dengan gadis itu. Mata Kai kembali terbuka walaupun berat.

Yang benar saja. Ini sudah pukul setengah 12 malam dan Kai dengan terpaksa harus berdiri diluar.

“kapan kau akan kedalam?”

“sebentar lagi”

“disini dingin. Kau tidak merasa dingin?”

Ahyeon melepas pelukan Kai dan berbalik. Ia tertawa kecil melihat rambut Kai yang berantakan dengan mata yang setengah terbuka.

Kai hanya bisa diam melihat Ahyeon yang sedang tertawa kecil didepannya. Sungguh Kai sangat mengatuk. Ia dengan perlahan hampir menutup matanya lagi. Belum sempat matanya terpejam rapat, Kai membuka matanya dengan tiba-tiba.

Ia merasa genggaman tangan Ahyeon mengerat dan ada pergerakan kecil dibibirnya. Gerakan yang lembut dan seakan sedang menggoda laki-laki itu. Kai baru akan membalas, tapi Ahyeon sudah melepaskan ciumannya.

Ahyeon tersenyum lain didepannya. Dan Kai membalas senyum itu dengan seringaiannya. Laki-laki itu mengunci tubuh Ahyeon antara pagar pembatas dengan dirinya.

“kau sengaja membangunkan ku nyonya Kim”

Tangan Ahyeon melingkar belakang leher Kai. Ia mendekatkan wajahnya dan mengeluarkan senyum polosnya. Seakan-akan ia sedang menantang Kai saat ini

“benarkah?”

Kai tersenyum kecil. Dengan cepat ia menutup bibir itu dengan ciumannya. Disela-sela aktifitasnya, sesekali mereka tersenyum kecil. Kai menarik tubuh Ahyeon agar semakin merapat dengannya. Bahkan lumatan itu semakin panas. Tangan Kai mulai bergerak keatas. Menyentuh apapun yang ingin ia sentuh.

Dan selanjutnya Ahyeon tau ini akan berahkir dimana. Gadis itu hanya bisa mengikuti kemana Kai membawanya. Mungkin malam itu akan terulang lagi. Jika itu benar terjadi, ini akan menjadi yang kedua kalinya. Malam yang panjang untuk Kai dan Ahyeon. Seperti malam yang tidak pernah berahkir.

—Ending of The Story—

Houston, Texas, United States.

Tangannya terlipat diatas meja. Ia menumpukkan kepalanya diatas tangannya. Matanya terpejam sangat rapat. Baekhyun tertidur di dalam ruangannya.

Seseorang membuka pintu ruangannya. Disaat semua karyawan sudah pulang kerumahnya masing-masing. Ia datang kekantor hampir pukul tengah malam. Bukan untuk bekerja, tapi ia datang untuk seseorang.

Ahyeon menghela nafasnya ketika melihat Baekhyun yang tertidur diatas meja kerjanya. Posisinya bisa membuat tubuh pria itu sakit keesokan paginya.

Ahyeon mendekat kearah Baekhyun dan membangunkan pria itu.

“Baekhyun-a” panggil Ahyeon. Ia menggerakan tangan Baekhyun pelan agar pria itu tidak terkejut ketika bangun.

Baekhyun bergumam dan mulai mengangkat kepalanya. Ia berusaha membuka matanya yang sangat berat. Baekhyun melihat Ahyeon yang sudah berdiri disampingnya. Laki-laki itu mengusap wajahnya dan mengumpulkan kesadarannya.

“kau disini?”

“umm, tidurlah dirumah”

“ahh ya. Aku ketiduran lagi rupanya” ucap laki-laki itu tersenyum kecil.

Baekhyun berdiri dari duduknya dan berjalan melewati Ahyeon.

“kemana?” tanya Ahyeon sambil menahan tangan Baekhyun

“aku ingin ke toilet sebentar”

Ahyeon melepaskan tangannya dari lengan Baekhyun, “maaf”

“tidak apa-apa” ucap Baekhyun sambil mencium puncak kepala gadis itu singkat.

Ahyeon tersenyum dibalik punggung Baekhyun. Setelah melihat Baekhyun keluar matanya beralih pada kertas-kertas pekerjaan Baekhyun yang berantakan diatas meja. Ahyeon merapikan kertas-kertas itu dan munumpuknya dengan rapi.

Tidak lama setelah itu Baekhyun datang dengan wajah yang sedikit lebih segar dari sebelumnya. Ada beberapa surai rambut Baekhyun yang basah.

“kau harus pulang. Ini sudah malam”

“kau juga akan pulang?”

“sebentar lagi”

“kalau begitu aku akan menunggu mu”

Ahyeon berjalan mendekati sofa dan duduk disana.

Baekhyun menatap teduh Ahyeon. Ia berjalan kearahnya dan juga mendudukan dirinya disebelah gadis itu.

“pulanglah lebih dulu”

“kau menyuruh ku pulang sendiri ditengah malam seperti ini? Aku akan menunggumu disini, sampai kau selesai dengan semua pekerjaan itu”

Baekhyun pun mengalah. Ia membiarkan gadis itu untuk menunggunya, “10 menit lagi”

Ahyeon mengangguk tersenyum. Ia menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa dan memainkan ponselnya.

Baekhyun kembali ke meja kerjanya. Ia tersenyum sekilas melihat Ahyeon. Baekhyun mulai kembali ke pekerjaannya yang tertunda.

20 menit kemudian,,,,

Baekhyun memasukan lembaran terahkir pekerjaannya kedalam map. Ia menaruh map itu diatas tumpukan lainnya. Tangannya meremas tengkuknya sendiri. Kepalanya sedikit menunduk dan matanya terpejam sesaat.

Rasanya seperti ingin patah dan terasa panas.

Ia melihat gadis yang tertidur diatas sofa kerjanya. Baekhyun menatap lama gadis itu dan tersenyum kecil. Ia berdiri dan menghampiri Ahyeon yang sudah tertidur.

Baekhyun menekuk lututnya. Ia bertekuk lutut disamping gadis itu.

Perasaannya lain. Ia merasakan hatinya yang bergemuruh disana. Tangannya terangkat dan menyentuh surai rambut kehitaman itu.

Bisakah kau membantuku untuk melupakannya?

Aku masih mencintainya

Mencintai hati yang sudah diisi oleh orang lain

Maaf jika aku selalu berbohong tentang perasaan ku

Tapi melepasnya begitu sulit

 

—Ending of The Story—

Mata Kai mengerjap pelan ketika matanya mendapat sinar matahari yang langsung masuk kedalam kamarnya. Tangannya menarik selimut sampai sebatas kepalanya untuk menutupi cahaya itu dari matanya. Kai bergerak kecil dibalik selimutnya. Ia ingin tertidur lagi dan memeluk gadis disebelahnya.

Belum sempat tertidur kembali, mata Kai terbuka perlahan. Ia sadar tempat tidurnya tiba-tiba berubah menjadi sangat leluasa untuk dirinya. Ia menyibakkan selimutnya dan pandangannya langsung mengedar kesegala ruangan.

Tidak lama pintu kamar mandi pun terbuka. Ahyeon keluar dari dalam kamar mandi dan hanya mengenakan handuk sebatas dadanya saja.

“kau sudah bangun?” tanya Ahyeon.

Kai tidak menjawab. Ia memperhatikan Ahyeon dari atas sampai bawah dengan baik. Kemudian ia tersenyum kecil.

“kau mencoba menggodaku ya?”

“apa?”

Kai tersenyum kecil. Ia mendudukan diri dan menyandarkan punggungnya disana.

“ini masih pagi baby, kau tidak lelah? Kita baru ‘bermain’ lagi semalam”

Ahyeon terhenyak di kursi riasnya. Ia menatap horor Kai sebelum mengalihkan pandangannya.

“cepat lah mandi. Aku lapar” ucap Ahyeon mengalihkan pembicaraan pria itu.

Kai beralih duduk di tepi tempat tidur, “kau belum memberikan ku morning kiss”

“aku akan memberikannya setelah kau mandi” ucap Ahyeon.

Ia bangun dari duduknya dan akan mengambil pakaiannya. Tapi tangannya segera ditahan oleh Kai. Gadis itu jatuh terduduk dipangkuan Kai. Karena begitu tiba-tiba itu membuat kaitan handuknya terlepas. Ahyeon memegangi handuknya kuat agar tidak turun kebawah dan memperlihatkan tubuhnya.

Pria itu memiringkan senyumnya. Ia menyibakkan rambut Ahyeon kebelakang telinga gadis itu.

“apa kau mau aku yang memulai lebih dulu?”

“tidak” sergah Ahyeon.

Kai tersenyum kecil. Ia memeluk pinggang gadis itu dan semakin membuat rapat posisi mereka.

“oppa?”

“semakin lama kau melakukannya maka semakin lama aku menahan mu disini”

Ahyeon diam. Ia sedikit mengkerucutkan bibirnya sedikit dan membuang pandangan kearah lain. Beberapa menit kemudian terdengar helaan nafas dari gadis itu. Ahyeon menyerah.

“tutup mata oppa”

Kai menutup matanya dengan senang hati. Seharusnya jika Kai tidak memeluknya, Ahyeon pasti masih bisa menghindar.

Ahyeon menarik nafanya sebentar lalu mencium kilat bibir Kai.

“sudah”

Kai membuka matanya aneh, “itu bukan morning kiss”

“tapi aku sudah menyentuhnya dengan bibirku”

Kai menatap Ahyeon datar, “kau hanya mengecupnya”

Ahyeon memincingkan matanya didepan pria itu. Perutnya sudah lapar dan ia sengaja bangun pagi hari ini. Oh, ayolah. Itu hanya urusan untuk morning kiss. Apa Kai juga akan menagihnya jika Ahyeon tidak memberikannya?

“aku lapar”

“ahh, baiklah. Aku tau”

Dengan terpaksa Kai membantu Ahyeon untuk berdiri. Pria itu tidak berbicara lagi. Ia mengacak rambutnya dengan gusar berjalan kekemar mandi.

Ahyeon menaikkan alisnya saat mendengar suara debaman pintu yang sedikit keras. Ia menaikkan bahunya acuh dan segera mengambil pakaiannya yang berada didalam lemari.

—Ending of The Story—

Ahyeon mencuri pandang berkali-kali kearah Kai. Sedangkan pria itu dengan ketidakpeduliannya, ia mengacuhkan begitu saja gadis yang berada disebelahnya. Kai tidak berbicara sama sekali sejak ia meminta morning kiss nya tadi pagi.

Apa Kai marah?

Oh, yaampun. Ada apa dengan pria itu?

Entahlah. Tapi setiap Ahyeon berbicara Kai hanya menanggapinya dengan gumaman kecil. Begitu juga jika Ahyeon menanyakan sesuatu. Kai hanya menjawabnya dengan kalimat yang seperlunya. Pria itu juga tidak memandangnya. Ia terus memalingkan wajah kearah pantai.

“oppa”

“umm”

“aku ingin itu”

Kai melihat kearah tunjukkan tangan Ahyeon. Sebuah kedai eskrim terbuka yang terletak tidak jauh darinya. Tapi Kai hanya diam tidak menanggapi. Ia justru berjalan kearah yang berlawanan dari arah kedai eskrim itu.

“oppa?”

Kai tidak menjawab. Ia justru menduduki dirinya disebuah tempat duduk panjang yang kosong. Ahyeon mengkerutkan keningnya. Baiklah, mungkin yang Kai ingin mengatakan “beli sendiri. Aku menunggu disini”

Ya, mungkin seperti itu.

Ahyeon berjalan sendiri kekedai es krim. Ia langsung memesan satu es krim hanya untuknya. Ahyeon fikir Kai tidak akan mau. Kai tidak menyukai sesuatu yang berbau begitu manis. Sambil menunggu eskrim pesanannya, Ahyeon melihat punggung Kai.

“kekanak-kanakan” gumamnya.

Gadis itu segera beralih pada es krimnya yang sudah jadi. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar. Saat Ahyeon akan menghampiri Kai ia tersenyum. Beberapa anak kecil berlari kecil melewatinya. Tapi salah satu anak kecil itu ada yang terjatuh tepat disebelah gadis itu.

“ohh, astaga. Kau tidak apa-apa?”

Ahyeon membantu anak kecil itu berdiri. Anak itu diam dan hanya memperhatikkan Ahyeon yang sedang memeriksa keadaan tubuhnya. Tangan Ahyeon yang lain juga membersihkan kerikil kecil yang menempel dikaki anak itu.

“kau merasa sakit?”

Anak itu diam. Kali ini matanya tertuju pada es krim Ahyeon yang hampir meleleh ditangannya. Ahyeon mengikuti pandangan anak itu pada es krimnya. Ia tersenyum kecil.

“kau mau ini?”

Anak itu masih diam dan menatap mata Ahyeon. Gadis itu baru akan memberikkan es krimnya pada anak itu. Tapi dahi Ahyeon berkerut tipis. Tangan anak itu masih kotor dengan kerikil-kerikil kecil.

“ahh, tangan mu masih kotor”

Ahyeon melihat sekitarnya. Ia melihat kedai es krim yang ia datangi tadi.

“kau tunggu disini. Jangan kemana-mana”

Ahyeon mengacak rambut anak itu pelan. Ia berdiri dan berlari kecil kekedai es krim tadi. Meminta sesuatu yang ia cari.

Anak itu masih berdiri ditempatnya. Ia hampir menangis, tapi seseorang segera berada didepannya. Mensejajarkan tubuh kecilnya. Anak itu tidak jadi menangis karena melihat Kai yang tersenyum. Ia melihat kedai eskrim dan melihat Ahyeon—sibuk dengan es krim yang hampir meleleh itu.

Kai tersenyum dan mengambil telapak tangan anak kecil itu. Ia membersihkan tangan itu dengan sapu tangannya.

“gadis cantik tidak seharusnya menangis” ucap Kai yang masih membersihkan tangan kecil itu.

Gadis kecil itu mendongak saat Ahyeon sudah menghampirinya dengan beberapa tissue dan 2  es krim ditangannya.

“oppa?”

Kai juga ikut mendongakkan kepalanya. Ia berdiri dan berdeham kearah lain. Ahyeon tersenyum kecil kearahnya.

“aku hanya melihatnya sendiri tadi” ucap Kai asal.

Sebenarnya Kai tidak sengaja melihat anak itu terjatuh tadi didekat Ahyeon. Tadinya ia ingin ikut membantu, tapi Kai ingat ia sedang marah dengan Ahyeon. Ahyeon dengan cepat juga membantu gadis kecil itu. Dan alahasil Kai hanya bisa memperhatikkan dari jauh. Tapi tidak lama kemudian Ahyeon justru berlari kecil kedalam kedai es krim.

Kai fikir Ahyeon meninggalkan anak kecil itu sendiri. Tapi ternyata dugaannya salah.

“kau sudah tidak apa-apa?” tanya Ahyeon sambil merendahkan tubuhnya didepan anak kecil itu. Ia juga memberikan es krim yang baru kepada gadis kecil itu.

Gadis itu menerima es krim pemberian Ahyeon dengan ragu.

“ayo ambil” Ahyeon langsung memberikkan es krimnya ke tangan anak kecil itu, “dimana orang tua mu?”

Anak itu hanya diam. Tidak bicara satu katapun kepada Ahyeon. Ahyeon hanya ingin memulangkan anak kecil itu pada orang tuanya.

Anak itu mengambil tangan Ahyeon dan mengajaknya kesuatu tempat. Ahyeon dengan cepat berdiri dan sedikit membungkuk.

“oppa, bawa dulu es krim ku”  Ahyeon menitipkan es krim nya pada Kai. Laki-laki itu kebingungan melihat Ahyeon yang tangannya ditarik kecil oleh anak tadi.

Gadis kecil itu menarik tangan Ahyeon ketempat yang cukup jauh dari kedai tadi. Gadis itu membawa Ahyeon ke taman yang terletak dipinggir pantai. Tidak jauh dari tempatnya, Ahyeon juga melihat bangunan yang menyerupai rumah yang tidak bertingkat. Entahlah itu apa. Karena sepertinya Ahyeon berada dibagian belakang bangunan itu. Anak kecil itu menunjuk kearah sekerumunan anak lain yang seumuran dengannya. Ahyeon ingat, beberapa dari anak itu juga berlari melewatinya.

“mereka teman-teman mu?”

Gadis kecil itu mengangguk. Ahyeon tersenyum kecil dan menggenggam tangan lain anak itu.

“ayo kita temui teman-teman mu”

Gadis kecil itu juga membalas genggaman Ahyeon dengan lembut. Saat Ahyeon akan membaurkan gadis itu dengan teman-temannya yang lain, gadis kecil itu menolak. Ia menahan tangannya dan menggeleng kecil. Sejujurnya Ahyeon masih belum mengerti. Sejak bertemu tadi, anak itu belum berbicara satu kata pun pada Ahyeon. Yang dilakukan anak itu hanya diam, mengangguk atau menggelengkan kepalanya.

Semakin dekat dengan pintu utama, Ahyeon mendengar suara tawa dan teriakan ceria dari anak kecil. Anak itu berhenti didepan Ahyeon. Ahyeon merendahkan tubuhnya sejajar dengan anak itu.

“kau mau aku masuk?”

Anak itu mengangguk. Ahyeon melihat tangan gadis kecil itu yang penuh dengan lelehan eskrim. Ahyeon membersihkan tangan kecil itu dengan tissue yang ia bawa. Setelah bersih, Ahyeon mengusap lembut poni gadis kecil itu.

“ayo masuk”

Ahyeon mengambil tangan kecil itu dan menggenggamnya. Ia berjalan kearah pintu masuk dan gadis kecil tadi mengikutinya disampingnya sambil memakan eskrim.

Dan betapa takjubnya Ahyeon saat melihat pemandangan yang ia lihat. Ahyeon berdiri diambang pintu seraya memperhatikan beberapa anak kecil yang saling berlarian.

“selamat datang” sapa wanita yang mungkin jika Ahyeon tidak salah menebak, wanita itu mungkin hampir seusia dengan dirinya.

Ahyeon tersenyum membungkuk hormat.

“ohh, Hye Ji-a. Kau darimana eoh?”

“ahh, aku tadi menemukannya dekat kedai es krim sekitar sini. Ia sepertinya terpisah dari teman-temannya” ucap Ahyeon.

“terima kasih sudah membawa Hye Ji kembali. Sekali lagi terima kasih” ucap wanita itu.

“kebetulan Hye Ji juga yang mengajakku kemari” ucap Ahyeon sambil tersenyum pada anak itu.

Sementara ditempat lain, Kai masih berjalan sambil menghabiskan es krim Ahyeon dengan santai. Sebenarnya Kai sedikit ragu ketika ia tidak menemukan Ahyeon disekitar sini. Tapi Kai bisa melihatnya tadi, Ahyeon benar-benar berada disini. Kai hanya melihat beberapa anak kecil yang sedang bermain dengan ayunan dan papan luncur. Mungkin lebih baik ia bertanya dengan anak kecil yang sedang bermain itu.

Dan saat Kai akan mulai melangkah, ia kembali menarik kakinya diam ditempat. Kai menoleh reflek kepada gadis yang berjalan melewatinya. Berkali-kali Kai menoleh saat melihat wanita berpakaian minim yang sedang berjalan-jalan—melewatinya. Kai bahkan tanpa sadar bersiul untuk menggoda wanita itu. Tanpa sadar juga, pria itu mengikuti kemana gadis tadi pergi.

—Ending of The Story—

“Hye Ji adalah anak yang paling pendiam disini. Ia hanya bisa berkomunikasi pada orang-orang tertentu” ucap Jeo Ra.

Jeo Ra tersenyum saat Ahyeon memperhatikan Hye Ji dengan pandangan yang sangat lembut.

“eonni sudah lama disini?” tanya Ahyeon pada Jeo Ra.

Ya, Jeo Ra adalah wanita yang baru saja menjadi teman baru Ahyeon. Umurnya berada satu tahun diatas Ahyeon. Jeo Ra sudah menjadi tenaga pendidik baru untuk panti asuhan yang baru berdiri 3 tahun belakangan. Jeo Ra sedikit paham dengan sifat anak-anak yang berada di panti asuhan ini. Termasuk Hye Ji.

“kurang lebih mungkin sudah satu tahun aku disini” jawab Jeo Ra.

“itu waktu yang cukup lama. Kau beruntung bisa semudah itu menyesuaikan diri”

“tidak semudah itu. Aku awalnya sangat sulit mendekati Hye Ji. Butuh waktu 3 bulan sampai Hye Ji mau terbuka dengan ku”

“benarkah?”

“benar. Aku sedikit terkejut saat kau mengatakkan Hye Ji yang mengajakmu kemari. Ia tidak pernah seperti itu sebelumnya”

Ahyeon mengalihkan perhatiannya pada Hye Ji. Ia tersenyum kecil pada anak yang sedang menyusun mainan puzzlenya. Ahyeon berpikir—mengkin sejak ia pertama kali bertemu dengan Hye Ji—anak itu sudah ingin terbuka dengannya walaupun sedikit. Sama dengan Kai. Sudah dua kali Ahyeon melihat pria itu begitu lembut terhadap anak kecil.

Tapi bicara tentang Kai, apa pria itu masih berada disana?

Ahyeon menoleh kearah pintu. Harusnya Kai mengikutinya tadi. Oh, ayolah. Lagipula Kai sedang marah dengannya. Jadi mana mungkin pria itu mengikuti dirinya sampai kemari.

“maaf eonnie, tapi aku harus pergi”

Ahyeon berdiri diikuti dengan Jeo Ra, “sudah ingin pergi?”

“aku meninggalkan seseorang tadi dipantai”

“baiklah. Terima kasih telah berkunjung”

Ahyeon mengangguk tersenyum. Ia membalikkan tubuhnya. Tapi tiba-tiba tangan kecil Hye Ji menahannya. Hye Ji mendongakkan kepalanya dan membuat Ahyeon merasa kasihan. Ahyeon merendahkan tubuhnya didepan gadis kecil itu.

“aku harus pergi eum?”

Hye Ji menyerahkan puzzle yang telah ia susun rapi. Ahyeon melihat pada puzzel itu. Ada satu potongan puzzle yang menghilang. Tapi sejauh ini Ahyeon bisa menebak gambar itu. Dua orang anak kecil yang sepertinya sedang berpegangan tangan di tepi pantai. Entahlah, mungkin seperti itu.

Ahyeon melihat kesekitarnya. Lebih tepatnya ia melihat ke area yang diduduki Hye Ji tadi. Sudut bibir itu tertarik saat melihat potongan puzzle yang hilang itu. Ahyeon mengambil bagian puzzle itu dan memperlihatkan pada Hye Ji.

“kau melupakan yang satu ini” ucap Ahyeon seraya tersenyum.

Ahyeon menaruh potongan puzzle itu pada bagian puzzle yang kosong. Ia menyempurnakannya. Saat puzzle itu sempurna, Hye Ji tersenyum dan Ahyeon melihatnya.

“kau tersenyum?” tanya Ahyeon antusias.

Hye Ji langsung memeluk leher Ahyeon begitu saja. Tentu saja dengan puzzle yang masih ia pegang erat. Ahyeon melihat Jeo Ra untuk meminta izin memeluk Hye Ji. Tentu saja Jeo Ra menyetujuinya. Gadis itu mengangguk.

Ahyeon memeluk punggung kecil Hye Ji. Munkin seperti ini rasanya. Apa saat itu Kai juga merasakan hal ini pada Yuan?

Hye Ji melepaskan pelukannya dan mencium pipi Ahyeon.

“aku boleh pergi?”

Hye Ji diam. Bahkan gadis kecil itu tidak tersenyum lagi. Ia memeluk Ahyeon kembali. Kali ini Hye Ji tidak memeluk Ahyeon seceria tadi. Hanya sebentar. Mungkin sekitar 5 detik. Setelah itu Hye Ji berlari masuk kedalam kamarnya.

Ahyeon baru mau mengejar Hye Ji tapi Jeo Ra menahannya.

“itu cara Hye Ji berpisah dengan seseorang. Jika kau mengejarnya, maka Hye Ji akan sulit untuk membiarkan kau pergi”

Ahyeon menatap pintu kamar yang terbuka setengah itu.

“jaga Hye Ji dengan baik. Aku akan berkunjung lagi lain waktu”

Didalam kamar, Hye Ji menggenggam potongan puzzle yang ditemukan Ahyeon tadi. Potongan yang bergambar tangan yang saling menggenggam. Hye Ji menangis dalam diam. Ia melihat Ahyeon yang semakin berjalan menjauh dari anbang pintu.

Ya, bisa dibilang Hye Ji hanya mengintip kepergian Ahyeon dari  batas pintu.

—Ending of The Story—

Ahyeon berjalan ketempat kedai es krim tadi dan tidak menemukan Kai disana. Ia melihat kesekitarnya yang sudah mulai ramai dengan pengunjung pantai. Mungkin Kai sudah kembali kehotel tempat mereka menginap. Ahyeon berdecak pelan. Ini adalah bulan madunya dengan Kai. Harusnya Kai ada disebelahnya.

Angin yang berhembus cukup menyejukkan. Haruskah Ahyeon juga kembali kehotel?

Tentu saja tidak. Biarkan saja Kai berada di hotel sendirian. Ini pantai dan Ahyeon sangat menyukai tempat ini. Lebih baik Ahyeon berjalan-jalan sebentar baru ia akan kembali kehotel.

Ahyeon melihat kesekitarnya. Ia memutuskan untuk berjalan kesekitar pantai terlebih dahulu. Ahyeon melepas alas kakinya dan membiarkan telapak kakinya itu menyentuh lembutnya pasir.

Matanya sedikit menyipit dan ia tersenyum melihat air laut yang menyilaukan tapi juga membuat sejuk matanya. Pantulan sinar matahari seakan menyatu dengan baik dengan permukaan air. Ia berjalan sambil melihat pengunjung pantai. Beberapa dari mereka ada yang menjemur diri, duduk dibawah payung besar, atau melakukan voli air.

“really? Hahaha. I should do it. Hahaha”

Ahyeon menoleh kesekitarnya. Ia melihat kekanan dan kekiri saat mengenali suara tawa itu. Dan saat ia sudah menemukan objeknya, mata Ahyeon memincing tajam.

Suara tawa Kai yang begitu keras membucah ditengah gurauan yang ia buat. Entah apa yang mereka bicarakan. Tapi yang jelas, itu terlihat menyenangkan. Bersama gadis yang hanya menggunakan bikini dan rok pantai yang sangat tipis. Kaki wanita itu bahkan terlihat sampai kepaha atasnya. Warna kulitnya hampir sama dengan Kai. Seksi dan berkilau.

“Kim Jong In!” gumam Ahyeon sambil meremas alas kaki yang dibawanya.

Dan mungkin Kai merasa tepanggil dengan suara hari gadis itu. Ia tiba-tiba langsung melihat tepat kearah tempat Ahyeon berdiri. Dengan mata Ahyeon yang menatap tajam dirinya. Kai berdiri dengan kelabakan.

“nappeun” ucap Ahyeon dari jauh.

Kai tidak bisa mendengar itu. Tapi ia bisa melihat jelas gerakan mulut Ahyeon yang mengatakan satu kata untuknya. Gadis itu pergi begitu saja dengan rasa marah. Tentu saja Kai juga bisa melihat itu dengan jelas. Bagaimana tidak? Ahyeon menghentak-hentakan kakinya ketika berjalan. Cara jalan gadis itu juga cepat dan Ahyeon tidak mau menoleh ketika Kai meneriaki namanya.

“Ahyeon, tunggu!!” teriak Kai.

Sambil berjalan Ahyeon bergumam tidak jelas dengan ucapannya. Ia merutuki Kai yang berani-beraninya mendekati wanita lain di saat mereka sedang melakukan bulan madunya.

“ohh, ayolah”

Kai berhasil menangkap tangan Ahyeon dan membuat tubuh gadis itu berbalik.

“lepas!” tepis Ahyeon dengan kasar.

“itu tidak seperti yang kau lihat”

Ahyeon meniup poninya kasar dan berbalik ke arah Kai dengan tiba-tiba.

“lalu seperti apa?”

“itu seperti— ,,, ohh ayolah. Kau hanya salah paham”

“aisshhhh!!!! Aku bisa gila” racau Ahyeon. Gadis itu tiba-tiba mendudukan dirinya diatas pasir. Ia menekuk lutut dan memeluk kakinya sendiri. Ahyeon menyembunyikan wajahnya da kedua lututnya. Gadis itu menggeram tertahan disana.

“Yeon-a” Kai merendahkan tubuhnya didepan gadis itu. Ia mengusap lembut puncak kepala Ahyeon.

“apa!!”

Kai mengerjapkan matanya terkejut.

“oppa kembalilah! Jangan pedulikan aku! Lagipula oppa terlihat cocok disana”

Ahyeon tiba-tiba berdiri dan pergi dari hadapan Kai. Kai menghela nafasnya. Ia mengacak rambutnya kasar dan membuat rambutnya itu menjadi berantakan.

—Ending of The Story—

“nappeun! Nappeun! Nappeun!”

Setiap langkah nya Ahyeon selalu mengucapkan kata itu. Oh astaga, Kai benar-benar merusak moodnya hari ini. Ahyeon hampir berteriak ditempat. Wajah gadis itu memerah—menahan rasa kesalnya terhadap Kai.

Hari sudah hampir sore dan Ahyeon sudah berjalan terlalu jauh dipantai. Pengunjung pantai sudah mulai sepi dan mungkin hanya bisa di hitung dengan jarinya. Ahyeon lelah karena ia harus terus berjalan tanpa arah. Ia menjatuhkan alas kakinya begitu saja dan membuang nafas kasar sambil mendudukan dirinya diatas pasir.

Berapa lama ia berjalan? Sejauh apa tempat ini dari hotelnya?

Entahlah, tapi Ahyeon sudah tidak mengingatnya lagi.

Ahyeon menundukkan kepalanya. Ia haus dan Ahyeon tidak memiliki uang di saku celananya. Setengah uangnya ada pada Kai. Setengahnya lagi sudah ia gunakan untuk membeli es krim.

“aku lelah” gumamnya sambil menyembunyikan wajah diatas lututnya.

Kakinya juga sudah sakit. Ia sudah berjalan jauh, Ahyeon tidak yakin jika ia bisa kembali ke hotel dengan berjalan kaki—lagi.

Dari jauh Kai sedikit berlari mengejar Ahyeon. Sambil memegang es krim ditangannya, ia juga mengedarkan pandangannya kesegala arah. Gadis itu pasti masih berada disekitar sini. Ahyeon berjalan semakin melambat dan tentu saja Kai dengan mudah bisa mengikutinya. Bahkan Kai menyempatkan diri untuk membelikan gadis itu es krim.

Dan setelah beberapa detik pandangan Kai mengedar—matanya menyipit melihat seorang gadis yang duduk di atas pasir dengan kaki yang tertekuk. Kai tersenyum kecil. Ia segera menghampiri gadis itu.

Mungkin mereka tidak sadar. Tapi saat itu kembali terulang. Mereka tidak ingat jika itu adalah tempat mereka saling membuka perasaannya masing-masing. Tempat dimana Kai dan Ahyeon menyatukan perasaan mereka saat itu. Dengan suasana yang sama—suar a ombak dan langit yang berwarna oranye terang seperti menjadi bingkai yang manis untuk mereka.

Kai merendahkan tubuhnya disamping gadis itu. Ia mencium pipi Ahyeon sebentar, membuat Ahyeon menoleh terkejut pada Kai.

“maaf kan aku eum?” ucap Kai sambil tersenyum kecil.

Ahyeon dengan cepat membuang pandangannya kearah lain. Tapi Kai tidak kehabisan akal. Ia menunjukkan es krim yang ia beli tadi dihadapan Ahyeon. Pandangan Ahyeon langsung terpusat pada es krim yang berada didepan wajahnya. Melihat es krim coklat yang hampir meleleh sangat menggodanya.

Ahyeon menoleh kearah Kai dengan pandangan yang dingin, “mana es krim ku?”

“sudah ku makan. Aku menggantinya dengan yang baru”

Ahyeon mendengus kesal. Ia ingin berteriak lagi, tapi suatu bau yang sangat ia sukai menghentikanya. Bau coklat. Demi apapun bau coklat dari es krim itu sangat menggoda Ahyeon.

“itu untukku?” tanya Ahyeon pelan.

Kai mengangguk tersenyum. Ia memberikan es krim itu pada Ahyeon. Dan tanpa ragu Ahyeon menerima es krim itu dari tangan Kai.

“kau sudah memaafkan ku?”

“belum” ucap Ahyeon sambil memakan es krimnya.

“apa yang harus aku lakukan?”

“tidak ada. Oppa harus menerima hukuman”

“hukuman?”

“oppa sudah selingkuh didepan ku secara terang-terangan. Mana mungkin aku tidak menghukum mu?”

“yaa! Aku—“ Kai menghela nafas kecilnya, “aku tahu. Apa hukumannya?”

“masih aku pikirkan”

Kai mendudukan dirinya disamping gadis itu. Ia menghela nafas kasarnya dan menatap kearah lautan.

“seharusnya aku juga menghukum mu” ucap Kai seraya menoleh kearah Ahyeon. Alis gadis itu menyatu. Ia bingung, “kau belum memberikan ku morning kiss” sambung Kai.

Mata Ahyeon membulat. Ia memundurkan kepalanya saat Kai mempersempit jaraknya.

“aku akan menghukummu di ranjang nanti” bisik Kai halus.

Ahyeon mendorong tubuh Kai. Ia menatap waspada laki-laki yang sedang berseringai didepannya. Kai tersenyum kecil saat Ahyeon mengalihkan pandangannya begitu saja. Bahkan gadis itu tidak melirik lagi kearahnya.

“aku tidak takut”

“ohh, benarkah?”

“aku juga akan menghukum oppa”

“kalau begitu kita seimbang. Kita saling menghukum”

“aku akan menghukum mu dengan hukuman yang sangat berat”

“aku juga akan menghukum mu sampai kau benar-benar tidak bisa berjalan besok pagi”

“YAAA!!!”

Kai terkekeh pelan.

Ahyeon hanya mengkerucutkan bibirnya kesal, “kau menyiksa ku”

“tapi kau menyukainya kan?”

—Ending of The Story—

“ayo pulang” ajak Kai.

Ahyeon masih menikmati ombak yang sedang menggulung didepan matanya. Matahari sudah hampir tenggelam dan Ahyeon masih ingin berada ditempat itu sedikit lebih lama. Dan setelah pertengkaran kecil yang terjadi—mereka sudah menyelesaikannya. Dengan jalan ahkir, setiap pasangan harus menerima hukuman dari pasangannya.

Sebenarnya Ahyeon masih berfikir keras untuk memberikan hukuman apa yang pantas untuk Kai. Hukuman yang sangat berat. Ahyeon juga sengaja berada disini lebih lama. Hukuman Kai sangat menyeramkan untuknya. Mengerikan dan begitu menyiksanya. Ahyeon tidak bisa membayangkan dirinya keesokan harinya.

“aku lelah berjalan”

Kai bergerak dari duduknya. Pria itu menekuk lututnya memunggungi Ahyeon.

“naik kepunggung ku”

“aku ingin jika kau menurunkan ku sampai dikamar”

“baiklah”

Bukankah itu sangat romantis?

Ahyeon memeluk pria itu dilehernya dan menaruh dagunya pada bahu pria itu. Ahyeon bisa melihat garis rahang Kai yang begitu jelas dimatanya. Sebenarnya ada baiknya juga Kai melakukan ini. Jika pria itu lelah, ia mungkin akan lupa dengan hukumannya kepada Ahyeon. Ya, Ahyeon yakin itu. Karena jarak pantai sampai ke hotel cukup jauh. Jika Kai lelah, pria itu pasti akan memilih tidur lebih cepat.

Dan saat Ahyeon sedang tersenyum kecil karena hasil pemikirannya, Kai tiba-tiba saja menoleh kearah lain. Kai melihat gadis lain dengan bikini yang sangat mini lewat disampingnya.

“yaaa!!! Nappeun!!!” teriak Ahyeon. Gadis itu menggigit bahu Kai sampai pria itu meringis kesakitan.

“A….A…..A….A!! Sakit!!” ringis Kai.

“oppa selingkuh lagi eoh? Turunkan aku”

“aku tidak sengaja Yeon-a”

“nappeun! Turunkan aku! Aku tidak ingin bicara dengan mu lagi”

“ya ya ya. Maaf. Itu ketidaksengajaan”

Ahyeon mengkerucutkan bibirnya kesal. Ia membuang wajahnya saat Kai mencoba menoleh padanya.

“aku akan membelikan es krim lagi eum?” rayu Kai.

Ahyeon diam. Wajah Ahyeon merenggut kesal dibelakang Kai. Pria itu menghela nafas kasarnya. Ahyeon tidak memeluk lehernya seerat yang tadi. Gadis itu bahkan memberi jarak pada tubuhnya agar tidak bersentuhan dengan punggung Kai.

“ohh ayolah. Kau benar-benar marah padaku?”

Ahyeon diam. Itu jelas-jelas membuat Kai bingung.

“baiklah. Apa yang kau inginkan aku akan mengabulkan permintaanmu”

Ahyeon melirik sebentar pada Kai. Ia menahan senyumnya.

“aku ingin kau menghilangkan hukuman ku”

“baiklah” ucap Kai dengan mudah.

Ahyeon terkejut. Dan tanpa sadar ia kembali merapat pada Kai dan melihat wajah Kai dari samping. Ahyeon tidak percaya Kai bisa semudah itu mengubah keputusannya. Kai itu pervert dan ia tidak bisa jauh dari hal-hal yang berbau seperti itu sejak menikah. Ahyeon ingat saat ia melakukan malam pertamanya dengan pria itu. Butuh waktu 4 jam dan 3 ronde agar Kai mau menyelesaikannya.

“tidak menghilangkannya. Aku akan meringankan hukuman mu”

“itu hanya masalah morning kiss. Bagaimana oppa bisa menganggap itu masalah yang besar? Aku bisa memberikannya setelah ini”

“itu bukan morning kiss lagi namanya”

“kau menyulitkan ku”

“bukankah harus seperti itu?”

Ahyeon diam. Ia menatap Kai penuh pengimiditasian.

Sebenarnya siapa yang harus menghukum siapa? Benar-benar pasangan yang terlihat konyol. Bagaimana mereka baru menjalani pernikahan mereka yang baru seumur jagung dengan cara yang tidak terlihat dewasa. Tapi Ahyeon juga tidak menganggap ini terlalu serius. Ia sudah biasa jika melihat Kai yang melirik gadis lebih seksi darinya. Memang seperti itu sifat Kai dari dulu. Pervert.

Ahyeon menumpukan dagunya lagi dibahu Kai. Ia terlalu lelah untuk marah pada pria itu seharian.

“aku akan menggigit bahu mu jika oppa selingkuh lagi” gumam Ahyeon.

“sejak dulu kau memang suka menggigit” ucap Kai singkat dan datar.

Hari sudah mulai gelap. Langit juga sudah berwarna oranye tua. Sebentar lagi mungkin akan gelap. Kai masih berjalan di pinggir pantai. Ahyeon dibelakangnya hanya terus menaruh dagunya pada bahu pria itu. Angin yang berhembus juga sudah mulai terasa dingin. Setiap langkah kaki Kai meninggalkan jejak abstrak diatas pasir pantai.

“aku merindukannya oppa” gumam Ahyeon, “apa dia marah?” sambung Ahyeon.

Kai mendengarkan gumaman Ahyeon yang terdengar jelas. Ahyeon semakin erat memeluknya. Setelah itu Ahyeon berhenti bergumam. Kai menolehkan kepalanya hati-hati. Gadis itu sudah tertidur.

Kai tersenyum kecil. Ia memandang langit yang sudah benar-benar mulai gelap.

“dia juga merindukan mu” ucap Kai dengan senyum kecil.

—Ending of The Story—

Sampai dikamar Kai menidurkan tubuh Ahyeon diatas tempat tidur dengan hati-hati. Ia merapikan sedikit rambut Ahyeon yang berantakan. Kai duduk disebelah Ahyeon dan mencium kening Ahyeon sebentar. Ia melamati wajah gadis itu dengan seksama. Wajah tidurnya yang terlihat begitu tenang.

Kai mengeluarkan ponselnya yang berada didalam saku celananya. Ia menaruh ponsel itu diatas meja. Kai berdiri dan berjalan kedalam kamar mandi.

Kai melepas bajunya dan memperhatikan dirinya didepan cermin besar. Matanya membulat saat melihat bekas gigitan Ahyeon dibahunya. Bekas gigitan yang tercetak jelas dan berwarna kemerahan.

Kai menyentuh bekas gigitan itu.

“astaga, dia seperti vampire” gumamnya.

Diatas meja, ponsel Kai bergetar. Getarannya begitu menganggu dan membuat Ahyeon terbangun. Tapi disaat yang bersamaan Kai keluar dari kamar mandi. Tentu saja dengan tubuh bagian atasnya yang terbuka.

Kai menoleh pada Kai dan menatap pria itu dengan alis yang bertautan. Mata Ahyeon mengikuti Kai yang mengambil ponselnya diatas meja nakas. Ekspresi Kai terlihat gugup.

“siapa?” tanya Ahyeon.

Kai tersenyum kecil padanya. Baru saat Kai akan menjawab panggilan itu terputus disatu pihak.

“kenapa tidak dijawab”

“dia memutuskannya”

“dia?”

“Baekhyun hyung”

Mimik wajah Ahyeon berubah. Kenapa Baekhyun harus menghubungi Kai dan bukan dirinya? Ahyeon menunduk terlihat berfikir.

Kai duduk disebelah gadis itu dan mengenggam tangannya, “saat itu dia juga menghubungi ku”

Kepala Ahyeon terangkat.

“aku ingin membangunkan mu pagi itu, tapi Baekhyun hyung melarangnya”

Satu kesimpulan yang Ahyeon dapat. Baekhyun tidak mau menghubunginya lagi mungkin karena pria itu sudah tidak lagi peduli. Bahkan saat Kai berniat membangunkannya, Baekhyun justru menghentikan niat pria itu. Apa Baekhyun sudah lupa? Bahkan Baekhyun juga tidak ingin berbicara dengannya langsung?

Tok tok tok

Suara ketukan pintu diluar memecahkan lamunan Ahyeon. Kai berdiri dan berjalan kearah pintu. Pria itu membuka pintu dan dahinya saling berkerut.

Petugas hotel itu nampak terkejut melihat Kai yang tidak mengenakan pakaian atasnya. Dan yang lebih membuatnya tidak merasa enak hati adalah saat melihat tanda kemerahan di bahu Kai. Mungkin ia sedang menganggu pasangan yang sedang ingin melakukan sesuatu disana. Petugas hotel itu menatap horor Ahyeon yang masih duduk diatas tempat tidur. Ahyeon juga melihatnya dengan wajah yang kebingungan.

Agresif—batinnya.

“ada apa?” tanya Kai datar.

“maaf tuan Kim Jong In. Ada kiriman untuk anda”

“dari siapa?”

“pengirim nya menitipkan surat ini untuk seseorang yang bernama Ahyeon”

“paket itu untuk Ahyeon atau untuk ku?”

“ini paket untuk yang bernama Kim Jong In dan Jung Ahyeon”

Setelahnya petugas hotel itu langsung memberikan paket itu kepada Kai. Dengan gerakan yang terburu-buru—petugas hotel itu membungkuk hormat pada Kai dan segera pergi. Kai ingat sesuatu saat petugas hotel itu ingin masuk kedalam lift.

“yaa!! siapa pengirimnya! Bagaimana jika ini isinya adalah bahan peledak” teriak Kai pada petugas tadi.

“kenapa oppa berteriak?” tanya Ahyeon yang sudah berdiri dibelakangnya.

“ada paket untuk kita”

Ahyeon melihat surat berwarna kuning muda diatas paket itu. Ia melihat namanya yang tertulis jelas disana.

“itu surat untukku”

Ahyeon langsung mengambil surat itu dan membacanya diatas tempat tidur.

“yaa!! Bagaimana jika yang mengirim ini adalah rival perusahaan ku?”

“tidak ada hal yang seperti itu” ucap Ahyeon datar sambil membuka surat ditangannya.

Long time no see!! Bagaimana kabar mu? Kau masih seperti dulu? Hahaha. Ini terlalu memalukan untukku. Seharusnya aku bisa mengatakannya langsung. Tapi kau tau? Aku terlalu malu. Kekeke~

Bagaimana dengan Kai? Kuharap ia juga tidak cemburu karena hanya mengirim surat ini untuk mu. Beberapa hari yang lalu aku saling berkomunikasi dengannya. Kai menceritakannya pada mu? Kuharap ia bercerita. Ia juga bilang kau merindukan ku. Hahaha.

Selamat untuk pernikahan mu. Apa aku terlambat mengatakannya? Kekeke~

Maaf juga karena tidak menghadiri pernikahan kalian.

Sebagai gantinya aku mengirimkan sesuatu untuk kau dan Kai. Kalian suka?

Kuharap kalian bisa menyukainya. Aku tidak ingin banyak bercerita disini. Kalian sedang honeymoon bukan? Kenapa memilih tempat saat kita liburan beberapa tahun yang lalu? Pilihlah Amerika. hahaha. Maksudku jika ada waktu, mungkin kita bisa bertemu disana.

Hanya itu yang ingin kukatakan. Maaf jika aku tidak berbicara langsung dengan mu.

 

Baekhyun

Ahyeon tersenyum kecil. Tidak! Bukan senyum kecil lagi yang ada diwajahnya. Tapi senyum kecil itu sudah berubah menjadi senyuman yang begitu manis. Ayeon menaruh surat itu diatas meja nakas.

“sudah tidak merindukannya lagi?”

Secara tiba-tiba Kai memeluk gadis itu dari belakang.

“kau melihatnya?”

“semuanya. Dan kau tau, aku cukup cemburu dengan itu” ujar Kai sambil tersenyum kecil.

“tapi aku ingin bertemu dengannya. Bagaimana jika kita sekarang menyusulnya?” tanya Ahyeon dengan antusias.

“kau bercanda? Kita sedang honeymoon disini. Aku tidak mengijinkannya”

Kai menaruh dagunya diatas bahu Ahyeon. Ia memperhatikan jemarinya yang saling terkait dengan jari tangan gadis itu.

“jika saat itu aku pergi, apa yang akan kau lakukan?”

“pergi?”

“saat aku ingin ke Amerika”

Ahyeon diam. Ia memandangi jari Kai yang berukuran lebih besar darinya.

“mungkin namamu bukan Kim Ahyeon saat ini” sambung Kai.

Ahyeon melepaskan lingkaran tangan Kai di pinggangnya. Gadis itu berbalik dan matanya saling berpandangan dengan Kai.

“dan mungkin, aku akan menjadi gadis gila yang akan menyusulmu ke Amerika”

Ahyeon tersenyum kecil dan menangkup wajah Kai. Ia mengecup pelan bibir itu, “terima kasih”

Kai membalas senyuman itu. Sebuah kegilaan yang ia rasakan. Seperti ada ratusan kembang api yang meledak didalam dirinya. Bukan karena Ahyeon yang menciumnya.

Tapi jika Kai boleh mengingat—memang rasanya memang masih terasa mustahil. Sudah berapa lama waktu berjalan?

Kai dulu berfikir jika Ahyeon dan Baekhyun benar-benar tidak bisa dipisahkan. Terlalu sulit bahkan mustahil untuk Kai. Tapi seiring waktu berjalan—perlahan keadaan berubah. Dan kemustahilan itu menjadi kenyataan untuknya.

—END—

49 responses to “Ending of The Story [You Should Be Mine sequel : Three—END]

  1. That’s marriage….
    Ahyeon tau kai akan tetap jelalatan ama cewek tp cintanya hanya buat ahyeon…
    Understanding each other…

  2. jiaahh nc nya manee thor…
    wkwkwk >.<
    #plak
    yah cm segitu doang…
    ni beneran udh ending ni
    y udh d tunggu y epilognya
    padahal g rela klo ff ini ending
    😥

  3. bagus, tapi tadi ada anak kecil yg suka sama ahyeon kan kenapa ga di adopsi aja, oka ditunggu entarr malem nde

  4. YAAMPUN THOR SUMPAH DARI AWAL SAMPE SINI AKU KAGUM SAMA FANFIC KEK GINI
    btw yang nc ver diprotek? yaaaah-_-

  5. Kyaaa!!!!! Akhirnya selesai baca ending nyaa;;) bagus banget ceritanya.. tapi baekhyun ngenes gitu, hahah=D , thor aku mau komplen! Kok NC nya sedikit wakakak=D *abaikan . Thor ff lainnya di tunggu..;) keep writing, hwaiting~

  6. Ga mau punya suami jelalatan kaya kai -,- *komen apa ini?

    Belom baca cerita seluruhnya. Nnti deh nyusul kpan2 lol

  7. Keren thor !!!!! aaaaa
    tapi… kenapa harus END …..
    baekhyun momentnya terlalu dikit ….
    tapi tetep bagus kok.

    followback twitter ku ya thor . @Vega12713.

  8. Sifat kai yg suka sama yeoja sexy tetap ga bisa hilang hehehe. Ahyeon jg manja sejak menikah…ceritanya bnr bgs bgt utk sequel n alurnya pas. Aku suka dech ceritanya saeng

  9. Wah…akhirny happy ending jg 🙂 hahaha Kai,ttp deh jelalatan… Klw gue’ tu Kai udh gue Gantung! Kekeke …|baekhyun 😥 kau udh pny’ seseorg yg sngt mencintai mu” cobalah untuk menerimanya 🙂

  10. Aiggooo eonni ff nya bikin gereget .. akhir ending juga.. tapi kalo bisa bikin sequel selanjutnya , ngisahin kris chanyeol sama baekhyun eonn.. kasihan pada gantung tuhh.. lanjut ya eonnn

  11. Kai pervert nihh >_<
    Tobat bang -_- , ahyeon jadi ngambek terus tuh kan..
    Aku kira ENDnya bakal punya anak.. :):)
    Aku suka aku suka :3

  12. oh ini sequel ‘-‘)/ gua kira cerita inti’-‘)/ blm baca ff sebelumnya’-‘)/
    kenapa si baek ngga dateng ke weddingnya kai ahyeon’-‘)? pokoknya bagus ff nya thor :3
    kalo boleh minta pass buat yang NC vernya ya thor T.T please :3

  13. ishh!!!! KAI !!! Jelalatan banget si jadi cowo ! Udh punya istri juga. Jadi kesel sendiri >_< .. Ahyeon slingkuh baru tau rasa loh -,- .

  14. ” Kalian sedang honeymoon bukan? Kenapa memilih tempat saat kita liburan beberapa tahun yang lalu? ” gatau kenapa aku sedih kata2 itu . Ohh baek:(

  15. hahaha dasar kai. matanya jelalatan kemana” tiap liat cewek pake bikini 😀
    udah ending yaa
    wahhh daebak ffnya hihi 😀
    hwaiting 🙂

  16. Daebak thor!! Aaaaaa, gak paham kudu ngasi berapa jempol ini. Eniwey, Luhan…miss him so much 😥 lu..
    Thor, kalo bisa bikin ff main cast lu naa, biar aku gak kangen luhan lagi. ㅋㅋㅋㅋ bikin ya thor ya ya ya ya yaa~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s