Ending of The Story [You Should Be Mine sequel —Epilog]

fanfiction 40

Title: Ending of The Story [You Should Be Mine sequel —Epilog]

Author : J.A.Y

Main Cast:

1.       Kai EXO

2.       Jung/Kim Ahyeon (OC)

Support Cast:

1.       Baekhyun EXO

2.       Luhan (EXO)

Genre: Marriage Life, Romance,

Rate: PG-17

Length: Threeshoot

Disclaimer: Jalan ceritanya punya author. Harap jangan mengcopy-paste cerita ini.

Previous Part >> One: Skip ver. and NC Ver. | Two | Three—END | Epilog |

— Ending of The Story—

 

20 July 2018

Dua bulan kemudian…

Kai merasakan tubuhnya yang semakin berat. Tangannya menjelajahi bebas punggung gadis yang sedang menindihnya. Ia juga merasakan adanya helaian rambut panjang yang menyentuh permukaan lehernya. Tangan Kai naik keatas menahan tengkuk Ahyeon. Gadis itu masih terus bergerak. Bahkan Ahyeon juga semakin dalam mencium bibir Kai.

 Pukul 7 pagi tapi Kai masih berada diatas tempat tidurnya.

Ia merasa dirinya yang semakin panas dan berkeringat. Kai menelusupkan tangannya di balik pakaian yang Ahyeon kenakan. Ia baru akan membuka kaitan yang berada didalam sana dan akan mengubah posisinya. Tapi sesuatu yang lembut itu tidak lagi menyentuh bibirnya. Ia juga tidak lagi merasakan tubuh Ahyeon yang berada diatasnya.

Kai membuka matanya dan melihat Ahyeon yang sedang menutup mulutnya sendiri. Gadis itu sedang menahan sesuatu yang ingin ia keluarkan. Dahi gadis itu berkerut dan wajah nya mulai pucat. Beberapa detik kemudian dengan cepat—Ahyeon berlari kedalam kamar mandi.

Kai mengacak rambutnya sendiri secara kasar.

Selalu seperti itu.

Baru saja Kai akan membalas tapi selalu ada yang menjadi penghalang.

Pria itu menyibakkan selimutnya dan menghampiri Ahyeon didalam kamar mandi. Ia memijat tengkuk Ahyeon lembut. Membantu gadis itu mengeluarkan apa yang harusnya ia keluarkan.

Ahyeon merasa perutnya yang berputar dan rasanya begitu mual. Ia ingin mengeluarkan sesuatu didalam perutnya—tapi rasanya begitu sulit. Kepalanya begitu pusing dan membuat wajahnya menjadi pucat.

“ini menyiksa ku”

Ahyeon mematikan keran air dan menjatuhkan dirinya didepan wastafel. Ia menekuk lutut dan kepalanya tertunduk. Sungguh, apa ia harus mengalami itu setiap pagi?

Kai menghela nafasnya dan membantu gadis itu berdiri. Kai tau apa rasanya. Karena Kai juga terkadang merasakan mual seperti itu di malam hari.

Ia menuntun Ahyeon keluar dan mendudukan gadis itu ditempat tidurnya, “istirahatlah. Aku akan mengambil air”

Dengan cepat Ahyeon menahan tangan Kai, “tidak perlu, duduklah disini”

Kai mengikuti kemauan gadis itu. Dan saat itu juga dengan cepat Ahyeon langsung memeluknya. Gadis itu memeluknya begitu rapat dan menyembunyikan wajahnya dilekukan leher Kai. Dan rasanya sangat berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan 5 menit sebelumnya. Ahyeon tidak lagi merasa mual tapi kepalanya masih terasa berdenyut kecil.

“aku ingin memeluk mu lagi” ucapnya sambil mencium aroma wangi Kai yang ia sukai.

“ini permintaan bayi kita atau ibunya?” tanya Kai.

“keduannya” ucap Ahyeon singkat, “tidak apa-apa kan jika kau terlambat lagi?”

“tentu saja” ucap Kai tersenyum kecil. Ia membalas pelukan Ahyeon dan mengusap punggung gadis itu lembut. Kai sama sekali tidak merasa keberatan dengan permintaan gadis itu.

Ya, sejak 3 minggu yang lalu Kai selalu terlambat pergi bekerja. Ia datang pada pukul 8 pagi dan akan kembali kerumah pada pukul 3 sore. Sangat berbeda dengan sebelumnya. Kai sudah berada dimeja kerjanya sekitar pukul 7 pagi dan akan kembali kerumah pada pukul 7 malam.

Tentu saja itu karena permintaan Ahyeon.

Sejak 3 minggu yang lalu—Ahyeon positif mengandung. Dan sekarang usia kehamilannya hampir berjalan satu bulan penuh. Tentu saja Kai semakin protektif dengan gadis itu. Bayangkan saja? Kemanapun Ahyeon pergi, Kai selalu mengikutinya. Begitu juga sebaliknya.

Seperti apa yang mereka lakukan sekarang—Ahyeon selalu ingin memeluk Kai kapanpun yang ia mau. Ya, semenjak saat itu, Ahyeon tidak ingin berada jauh dengan Kai. Sifatnya berubah menjadi sangat manja dan kekanak-kanakan. Kai tau itu.

Dokter Kim berkata jika hormon Ahyeon sedang tidak terkendali sekarang. Karena tubuh Ahyeon juga sedang menyesuaikan dengan sesuatu yang baru didalam dirinya. Ahyeon sedang mengalami masa kehamilan pertamanya, jadi wajar saja gadis itu akan menginginkan sesuatu yang aneh. Kai juga harus bisa menjaga emosi Ahyeon. Karena jika Ahyeon tidak mendapatkan apa yang ia mau, gadis itu akan terus mendesak sampai ia mendapatkan keinginannya.

Kai tersenyum kecil saat Ahyeon semakin mempererat pelukannya.

“aku ingin menyentuh perut mu lagi” bisik Ahyeon.

Dan saat itu juga Kai harus menahan nafasnya sesaat. Nafasnya menjadi berat saat tangan gadis itu yang mulai menelusup dibalik pakaian yang ia kenakan. Meraba seduktif perutnya. Itu yang selalu membuat Kai hampir gila. Gerakannya begitu pelan dan menggoda.

Seperti bom waktu yang akan meledak ditempat.

Ahyeon semakin merapatkan jaraknya. Bukan hanya tangannya yang bergerak diperut Kai—tapi juga bibirnya. Kai tidak habis fikir bagaimana Ahyeon belajar cara seperti ini? Ahyeon bermain dengan leher Kai. Seperti sedang menggoda pria itu. Mata Kai terpejam rapat berusaha keras untuk menahan dirinya.

Dan tanpa sadar—Ahyeon sudah mendorong tubuh Kai berbaring. Gadis itu semakin bergerak liar. Ciumannya naik ke garis rahang Kai—menyentuh lembut dengan bibir nya. Gerakannya semakin naik sampai di sudut bibir pria itu. Ahyeon mengecup sekali bibir itu. Ia kembali mencium leher Kai dan membuat hisapan kecil disana.

Sudah berapa kali Kai harus menahan nafas pagi ini?

“Yeon-a” ucap Kai susah payah. Ia meremas bahu Ahyeon dan membuat Ahyeon menaikkan kepalanya.

“aku takut tidak bisa menahannya” sambung Kai.

Gadis itu menyatukan kedua alisnya, “kalau begitu kita lakukan” Ahyeon baru akan melanjutkan aktifitasnya lagi. Tapi Kai sudah menghentikan gadis itu.

“kau ingat kata dokter? Kita masih belum bisa melakukannya”

Wajah Ahyeon berubah kecewa. Wajahnya memelas didepan pria itu.

“tapi aku ingin melakukannya” desak Ahyeon

Kai menghela nafasnya saat Ahyeon menundukkan kepalanya. Perlahan Kai bangun dan mendudukan Ahyeon diatas pangkuannya. Ia menyampirkan rambut panjang Ahyeon kebelakang dan mencium bibirnya sekilas.

Seperti inilah yang Kai maksud. Ahyeon selalu meminta hal seperti ini setiap pagi. Bukan hanya Ahyeon yang menginginkannya. Tapi Kai juga. Pria itu benar-benar sangat menginginkannya.

Tapi Kai juga harus bisa tau bagaimana posisinya.

Jika bukan Kai, lalu siapa yang akan mengendalikan keinginan gadis itu?

Kai juga tidak mengerti. Ahyeon selalu menginginkan hal itu setiap harinya. Keinginan yang menurut Kai itu berbeda dari wanita lainnya yang sedang mengalami hamil muda.

Ahyeon tersenyum kecil. Tapi yang Kai lihat adalah senyum itu terlihat begitu terpaksa.

“baiklah. Kau harus pergi bekerja oppa”

Sedetiknya Ahyeon langsung beranjak dari pangkuannya. Ia berjalan kedalam kamar mandi dan akan menyiapkan air untuk Kai.

Kai merasa gusar. Ia menarik rambutnya gemas. Wajah Kai memerah dan ia ingin berteriak sekarang juga. Pria itu merasa frustasi.

— Ending of The Story—

Kai menggeram kesal di meja kerjanya. Pria itu menaruh pulpennya dengan kasar diatas meja. Lihatlah betapa berantakannya Kai pagi ini? Rambut yang terlihat acak-acakan, dasi yang tidak terlipat dengan benar, kancing kemeja bagian atas yang terbuka dan wajahnya yang lusuh.

Ia menghela nafas kasar. Sentuhan Ahyeon pagi tadi selalu terbayang oleh Kai. Bagaimana tangan yang lembut itu merasa seduktif perutnya. Astaga, jika saja Kai tidak mengingat ucapan dokter Kim, mungkin Kai langsung melakukannya saat itu juga.

Tok tok tok

Kai menaikkan kepalanya.

“kau sibuk?”

Luhan masuk dengan senyum ceria pada Kai.

“tidak” ucap Kai datar.

“kau kenapa Kai?”

Kai bangun dari kursi duduknya dan beralih kearah sofa. Menghampiri Luhan yang sudah mendudukan diri disana.

“aku baik-baik saja”

Luhan mengernyitkan dahinya. Jelas-jelas penampilan Kai tidak mencerminkan jika pria itu dalam keadaan baik.

“kau ada masalah?”

Masalah.

Ya, Kai memiliki masalah.

Masalah yang sangat besar menurutnya.

“hyung, apa Ji Eul juga mengalami itu dulu?”

“apa?”

Kai melamati wajah Luhan dan membuat pria itu semakin bingung.

“jika kau menahannya kau akan menjadi gila”

Luhan menerawang kelangit-langit. Berfikir dengan arti kata ‘menahan’ dan ‘gila’

“apa maksudmu?”

Kai menghela nafas kecilnya, “hormon”

“ahhhh!!!” Mata Luhan terbuka. Kali ini ia mengerti yang dimaksud dengan Kai, “apa Ahyeon sedang mengalaminya?”

“ya, dan itu hampir membuat ku gila”

“Ji Eul juga mengalaminya dulu”

“apa setiap hari?”

“setiap hari? Tentu saja tidak”

Kai menyandarkan punggungnya pada sofa. Matanya terpejam kearah langit-langit.

“kau tau hyung? Ahyeon selalu mengalami itu setiap hari” Mata Kai terbuka dan ia kembali menegakkan duduknya lagi,

“kurasa Ahyeon menjadi lebih agresif semenjak ia hamil. Keinginannya benar-benar tidak bisa terkendali. Bahkan ahkir-ahkir ini ia suka menyentuh perut dan leher ku. Itu yang hampir membuat ku gila”

“benarkah?” Luhan menggelengkan kepalanya prihatin. Kemudian ia diam dan memikirkan sesuatu, “astaga Kai!”

“apa?”

“apa benar seperti itu?”

“ya. Ada apa?”

Luhan menggelengkan kepalanya prihatin, “sudah kuduga”

Kai bingung. Kenapa Luhan terus-terusan menggelengkan kepalanya seperti itu?

“ada apa hyung?”

“begini. Jika anakmu nanti laki-laki, mungkin itu tidak akan jadi masalah. Tapi jika perempuan—“

“ada apa hyung? Jangan terlalu berbelit-belit seperti itu” sergah Kai.

“apa kau tidak pernah mendengar ini : sesuatu yang menjadi keinginan wanita yang sedang hamil maka itu akan menjadi pencerminan anaknya nanti”

“lalu?”

“kau masih belum mengerti? Begini Kai. Dulu saat Ji Eul mengandung Yuan, dia selalu meminta sesuatu yang berbau manis. Dan sekarang itu terbukti pada Yuan. Yuan sekarang sangat menyukai sesuatu yang berbau manis”

“bukankah itu karena Yuan perempuan? Hyung masih percaya dengan yang seperti itu?”

“ya, itu sudah terbukti dengan Ji Eul dan Yuan”

Kai berfikir lebih jauh lagi. Jadi maksud dari ucapan Luhan adalah anaknya nanti akan memiliki sifat yang agresif atau pervert seperti dirinya? Atau mungkin keduannya?

“ya, bukankah itu bagus?” ucap Kai.

“apa yang bagus?”

“jadi maksud hyung nanti anakku akan memiliki sifat seperti ku?”

“mungkin saja”

“itu bagus! Hahaha”

Luhan mengernyitkan dahinya bingung. Apa itu lucu? Harusnya Kai khawatir jika memang itu benar?

“aku akan mengajari caranya menjadi agresif ketika dia dewasa nanti”

Luhan menatap horor kearah Kai. Tidakkah itu sedikit menakutkan? Oh ya ampun, Luhan harap itu tidak akan terjadi pada Yuan. Jika Yuan menjadi teman bermain dengan ank Kai nanti, Luhan tidak bisa membayangkan apa jadinya Yuan nanti.

— Ending of The Story—

28 July 2018

Ahyeon bergerak gelisah dibalik selimutnya. Ia menatap langit-langit kamarnya dengan perasaan gelisah. Tangan Ahyeon meremas ujung selimutnya sendiri. Ia menggigit kecil bibirnya dan menoleh kearah Kai yang sedang terlelap.

“oppa”

Kai tidak bergeming sama sekali. Ahyeon mendekatkan tubuhnya dan menggerakkan lengan pria itu.

“oppa?”

“umm” gumam Kai.

“aku ingin kesungai Han”

Kai kembali tidak merespon dan itu yang membuat Ahyeon mengkerucutkan bibirnya.

“oppa bangun”

“umm”

Astaga. Kai merasa sangat lelah hari ini. Kepalanya begitu berat dan seakan menempel dengan bantal tidurnya. Mata Kai juga masih sulit untuk terbuka.

“aku ingin ke sungai Han sekarang” desak Ahyeon.

Kai—dengan terpaksa—membuka matanya yang berat. Ia membuka setengah matanya dan melihat wajah Ahyeon yang sudah sangat dekat dengan dirinya.

“sekarang?”

Ahyeon mengangguk.

Kai menarik nafas dalam dan berusaha mendudukkan dirinya. Ia mengusapkan wajahnya dan melihat kearah jam dinding. Matanya sempat menyipit—tapi saat Kai benar-benar yakin ia tidak salah melihat—matanya terbuka lebar.

Pikul setengah dua pagi.

“astaga Ahyeon. Kau yakin?” tanya Kai sekali lagi. Apa Ahyeon harus memintanya sekarang?

“sekarang. Aku ingin kesungai Han sekarang” desak Ahyeon.

“tapi ini baru lewat satu setengah jam dari tengah malam baby”

“kau tidak mau?”

Kai masih diam berfikir.

“jika oppa tidak ingin, aku bisa sendiri”

Ahyeon beranjak dari duduknya dan mengambil jaketnya didalam lemari. Ia memakainya dan mengambil kunci mobil didalam laci meja.

“yaaa!” Kai segera menghampiri gadis itu yang membuka pintu, “aku akan mengantarmu. Tunggu sebentar eum?”

Ahyeon menuruti Kai. Laki-laki itu tersenyum dan mengecup sekilas kening Ahyeon.

Dimobil,,,

Kai mengedipkan matanya kuat. Ia kemudian membuka matanya lebar-lebar dan fokus pada jalanan yang terlihat lenggang. Bukan! Sepertinya jalanan bukan terlihat lenggang lagi, melainkan sepi. Sangat sepi. Hanya ada satu atau dua mobil yang bisa Kai lihat. Sebenarnya berat untuk Kai agar tetap terjaga di jam-jam seperti ini.

Pukul 2 pagi.

Siapa yang masih mau berkeliaran dijalanan saat ini?

Kai menyalakan pemanas mobilnya sedikit lagi agar membuat sekitarnya menjadi hangat. Ia mengambil tangan gadis disebelahnya dan menggenggam erat tangan itu.

Ahyeon—yang sedari tadi memandangi jalanan luar—mengalihkan perhatiannya kearah Kai. Tersenyum saat pria itu juga tersenyum kearahnya. Sebenarnya Ahyeon merasa bersalah sudah membangunkan Kai hanya untuk memenuhi permintaannya yang seperti ini. Tapi bagaimana lagi? Ia juga tidak tau kenapa dirinya juga tidak bisa mengendalikan keinginannya yang konyol ini.

Saat ia benar-benar menginginkannya maka Ahyeon harus mendapatkannya. Tapi ketika Ahyeon sudah mendapatkannya, ia merasa menyesal.

“oppa pasti sangat lelah”

Kai mengalihkan perhatiannya sekilas kearah Ahyeon. Ia tersenyum dan tidak berkata apapun. Lagipula lama kelamaan Kai juga akan terbiasa nantinya.

— Ending of The Story—

6 Mei 2019

Kai terlihat begitu gelisah. Ia berkali-kali mengusap wajahnya dengan gusar. Sudah hampir satu jam Ahyeon berada didalam ruang persalinan. Eommanya—nyonya Kim menyuruh Kai agar menenangkan dirinya.

Tapi tetap saja. Kai tidak akan tenang jika belum mengetahui keadaan Ahyeon didalam.

Ini salahnya.

Harusnya Kai bisa mendengar rintihan kesakitan Ahyeon didalam kamar mandi.

Saat itu Kai tertidur di sofa luar. Kai tertidur tanpa mematikan TV nya terlebih dahulu. Ia tidak mendengar suara Ahyeon yang memanggil namanya dari dalam kamar mandi. Kai tiba-tiba terbangun karena mendengar suara teriakan kesakitan dari gadis itu yang mengagetkannya.

Malam itu begitu mengejutkan untuk Kai. Kai langsung berlari kedalam kamar mandi dan membuka pintunya. Matanya membulat lebar saat melihat Ahyeon yang duduk tidak berdaya dengan darah yang mengalir di kaki gadis itu. Wajah Ahyeon benar-benar sangat pucat. Bukan hanya wajahnya saja, tapi sekujur permukaan kulitnya juga berwarna sangat pucat. Gadis itu merintih kesakitan dan menangis.

“kenapa lama sekali?” gumam Kai.

Kai tidak bisa mendudukan dirinya barang 5 menit saja. Dirinya sangat tidak tenang.

Tidak lama pintu besar bercatkan putih itu terbuka. Seorang dokter keluar dari dalam ruangan itu.

“tuan Kim, istri anda ingin anda masuk kedalam”

Dengan cepat Kai bersama dokter Kim masuk kedalam ruangan.

“ahhhhkkkkkk!!!!”

Kedua kaki Kai hampir lemas menndengar teriakan kesakitan itu. Teriakan kesakitan dari Ahyeon yang begitu menusuk gendang telinganya. Beberapa suster menyibakkan tirai berwarna hijau tua agar membuat jalan masuk untuk Kai.

Kai menatap nanar Ahyeon yang sedang berusaha melahirkan anak mereka. Peluhan keringat membasahi dahi gadis itu. Kai segera menghampirinya dan mengambil alih genggaman tangan Ahyeon yang sebelumnya di genggam oleh suster.

“kau bisa baby” ucap Kai.

Ahyeon menatap Kai dengan menggelengkan kepalanya. Dada Ahyeon naik turun dan genggaman tangannya begitu kuat ditelapak tangan Kai.

“aku tidak bisa” lirih Ahyeon.

Ahyeon menangis untuk kesekian kalinya malam ini. Itu yang membuat Kai hampir ikut menangis.

“aku disini eum? Kau pasti bisa Yeon-a” Kai menundukkan kepalanya dan menyatukan dahinya dengan gadis itu. Mata Ahyeon terpejam kuat dan ia menggigit kecil bibir bawahnya.

Ahyeon mulai mengambil nafas lagi. Dibantu beberapa suster yang membantu mengatur nafasnya.

“hmmmppphhh!!!!”

Kai juga ikut berkeringat. Kemeja yang ia kenakan sudah basah seluruhnya dibagian belakang. Jeritan Ahyeon begitu menusuk pendengarannya. Rasanya begitu perih dan menyakitkan.

Setiap kali Ahyeon memejamkan matanya—selalu ada bulir air mata yang keluar dari sudut mata gadis itu.

“sakiiitttt” Genggaman tangan Ahyeon semakin menguat. Ahyeon takut ia tidak bisa melakukannya. Ia takut mengecewakan Kai.

“ingat aku? Kau harus mengingat ku baby” Disaat seperti ini Kai berusaha untuk tersenyum. Ia ingin menguatkan gadis itu.

Ahyeon mulai mengambil nafas dalamnya lagi. Kepalanya terangkat dan matanya terpejam kuat.

 “aaaaahhhkkkhhhh!!!”

“HHHHHMMMMMMMPPPHHH!!!!”

Dan ahkirnya—dengan jeritan yang panjang itu—perlahan genggaman tangan Ahyeon mengendur. Ahyeon mulai mengatur nafasnya lagi. Suara tangisan bayi yang hampir membuat Kai tidak percaya. Kai memandang tidak percaya bayi yang masih berlumuran darah itu berada di tangan dokter Kim. Darah dagingnya.

“laki-laki” ucap dokter Kim.

Ahyeon tersenyum kecil melihat bayi mungil itu. Kai menggenggam tangannya lagi dan tersenyum padanya. Ahyeon bisa melihat pancaran bahagia dari wajah Kai. Ahyeon rasa itu cukup.

Gadis itu sudah tidak bertenaga lagi sekarang.  Ahyeon merasa tubuhnya yang begitu ringat dan kelopak matanya yang terasa sangat berat. Kepalanya mulai berdenyut dan ia mendengar dengungan suara Kai yang mengatakan sesuatu padanya.

“Yeon-a”

Ahyeon hampir menutup matanya. Ia merasakan Kai yang semakin erat menggenggam tangannya. Pandangan Ahyeon mulai kabur melihat raut wajah Kai yang terlihat khawatir. Dan semuanya begitu gelap.

— Ending of The Story—

30 January 2020

 

Dengan kehadiran anggota baru dikeluarganya—Kai rasa itu sudah lebih dari cukup dengan yang diberikan Tuhan.

Ahyeon menatap wajah mungil itu dengan tenang. Mata kecilnya yang terpejam dan dengan nafas yang teratur benar-benar bisa membuat Ahyeon selalu tersenyum. Jemarinya yang kecil masih menggenggam erat jari telunjuk Ahyeon.

Ahyeon melepaskan genggaman itu dan menaruh dengan hati-hati tangan malaikat mungilnya didalam selimut. Ia menarik selimut berwarna peach itu sedikit lebih keatas.

Pukul 12 malam.

Ahyeon menundukkan tubuhnya sedikit dan menahan ujung rambutnya yang jatuh ke bawah. Mengecup sekilas kening Sung Jong yang baru saja tertidur.

Tangan lain dengan cepat melingkar dipinggangnya dan membuat Ahyeon harus kembali menegapkan tubuhnya. Siapa lagi kalau bukan ulah Kai.

Mata laki-laki itu terpejam dan menyembunyikan wajahnya di lekukan leher Ahyeon. Menghirup sekilas aroma khas yang dimiliki Ahyeon.

Kai membalik posisi Ahyeon dengan tangan yang masih melingkar sempurna dipinggang gadis itu. Kai menyatukan dahinya dengan dahi Ahyeon.

“kau hanya menidurkan Sung Jong?”

Ahyeon tersenyum kecil dan menaruh tangannya di tengkuk Kai, “apa appa nya juga perlu ditidurkan?”

“aku merindukan mu Ahyeon” Kai mencium bibir itu sekilas, “aku merindukan tubuh mu” bisik Kai.

Mata mereka saling mengunci satu sama lain. Ahyeon bisa melihat jelas iris kehitaman Kai walaupun dengan pencahayaan yang sangat minim dikamar Sung Jong.

“kurasa masih ada waktu malam ini” goda gadis itu.

Kai menarik sudut bibirnya dan segera mencium gadis itu. Awalnya Kai hanya ingin mengecupnya sekilas. Tapi gadis itu bertindak lebih cepat dari Kai. Ia menciptakan pergerakan kecil dibibir Kai.

Laki-laki itu tersenyum. Tangannya masih memeluk pinggang Ahyeon dan satunya lagi sudah berada ditengkuk gadis itu. Keduanya saling menahan nafas. Ahyeon akan menjadi oksigen untuk Kai dan begitu juga sebaliknya.

Gadis itu melepas pertautan bibirnya dan menarik nafasnya dengan hati-hati. Kai menaikkan dagu Ahyeon dan kembali mencium bibirnya lagi. Kali ini lebih dalam dan intens.

Tangan Kai menelusup dibalik baju tipis yang masih gadis itu kenakan. Meraba permukaan kulit itu dengan sentuhan lembut.

Ahyeon melenguh tertahan disela-sela ciumannya. Ia melepas pertautannya lagi dan menangkup wajah Kai yang sudah mulai berkeringat.

“kita tidak bisa melakukannya disini”

Ya, Kai tau itu. Ia segera menyelipkan tangannya di tengkuk dan kaki Ahyeon. Membawa gadis itu keluar dari kamar Sung Jong.

Dan setelah beberapa saat kemudian terdengar suara debaman pintu yang tertutup . Berikutnya didalam kamar itu—mereka melakukan hal yang sudah sewajarnya untuk keduanya.

Kai membawa Ahyeon kedalam dunia yang ia ciptakan. Suara erangan dan desahan yang menggema didalam kamar itu—membuktikan bahwa keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Tidak ada yang bisa menebak kapan pria itu akan menyelesaikan aktifitasnya malam ini. Tentu saja—mungkin mereka akan kesiangan esok harinya.

— Ending of The Story—

21 July 2024

“eommaaaa…. hiks…. hiks”

Sung Jong membuka pintu kamarnya dan langsung berlari kearah Ahyeon yang sedang menaruh beberapa piring makanan diatas meja. Laki-laki itu langsung memeluk kaki ibunya sambil menangis.

“aku tidak mau mandi bersama appa lagi, hiks hiks”

Tidak lama, Kai keluar dari kamar Sung Jong dengan sebuah handuk yang bertengger manis di bahunya.

“kenapa dengan Sung Jong?” tanya Ahyeon.

Kai terkekeh kecil melihat anaknya yang masih memeluk kaki Ahyeon.

“tidak terjadi apapun” ucap Kai sambil berjalan kearah anaknya. Laki-laki itu mensejajarkan tubuhnya dengan Sung Jong.

“appa akan bilang pada Yuan jika Sung Jong masih menangis”

Sung Jong tiba-tiba berhenti menangis. Ia mengusap air matanya sendiri dengan kedua tangannya.

“Sung Jong tidak menangis”

Kai terkekeh kecil. Ia berdiri dan duduk di kursi makannya yang tidak berada jauh dari Sung Jong.

“janji dulu dengan appa?”

“Sung Jong janji”

Sedetiknya appa dan anak itu kembali berbaikan. Kai memangku Sung Jong diatas pangkuannya dan menaruh selai roti diatas roti anaknya itu.

Ahyeon menggelengkan kepalanya melihat dua orang itu. Benar-benar tidak jauh berbeda. Terkadang mereka berdua bertengkar dan Kai suka membohongi Sung Jong agar mereka bisa berbaikkan kembali.

Lihatlah bagaimana cara Sung Jong dan Kai tersenyum?

Sama persis—tidak jauh berbeda.

Mata anak itu sama persis dengan mata Kai. Bibir dan hidungnya sama seperti Ahyeon. Dahi  Sung Jong juga  memiliki bentuk yang sama dengan dahi Kai. Iris mata Sung Jong mengikuti Ahyeon yang berwarna kecoklatan.

Kim Sung Jong baru berusia  5 tahun tapi ia sudah masuk sekolah dasar sama seperti Yuan. Anak itu mendesak Kai agar bisa dimasukkan kelas yang sama dengan gadis kecil keturunan China itu.

“appa, Yuan bilang ia akan memiliki adik sebentar lagi. Sung Jong juga ingin seperti Yuan” ucap Sung Jong dengan polosnya.

“nanti appa berikan”

“Sung Jong ingin sekarang” desak laki-laki kecil itu.

“uhuk!”

Kedua pria itu menoleh pada Ahyeon yang sedang meneguk air putihnya. Wajahnya Ahyeon memerah karena ucapan anaknya itu.

Kai tersenyum lain melihat Ahyeon yang seperti itu.

“Sung Jong ingin yang laki-laki atau perempuan”

“laki-laki”

“appa ingin yang kembar”

Mata Ahyeon membulat sempuna. Dengan ucapan itu—Kai dengan santainya menunjukkan seringaiannya didepan Ahyeon.

“kenapa appa tersenyum seperti itu?” tanya Sung Jong.

Kai mengalihkan perhatiannya pada Sung Jong. Ia memperlebar senyumnya yang sebenarnya itu adalah senyum yang menakutkan untuk Ahyeon.

“tidak apa-apa Sung Jong-a. Appa hanya merasa senang”

— Ending of The Story—

“eomma akan menjemputmu nanti” ucap Ahyeon sambil mencium pipi anaknya.

Sung Jong masuk kedalam gedung sekolahnya sambil melambaikan tangan pada Kai dan Ahyeon.

Orang tua itu membalas lambaian anaknya seraya tersenyum. Ketika tubuh Sung Jong sudah menghilang sepenuhnya dari pandangan Ahyeon—gadis itu kembali masuk kedalam mobil. Kemudian Kai mengikutinya.

Didalam mobil—saat Ahyeon sedang memasang sabuk pengamannya. Kai terus memperhatikannya. Tentu saja dengan pandangan lain.

“ada yang salah?”

Kai lebih mendekatkan tubuhnya dengan Ahyeon sehingga gadis itu harus memundurkan punggungnya agar bisa menjaga jarak dengan Kai.

“kau dengar sendiri permintaan Sung Jong kan tadi?”

Iris kecoklatan Ahyeon bergerak gelisah. Tangannya terangkat menyentuh dada Kai dan memundurkan sedikit tubuh pria itu.

“permintaan yang mana?”

“adik kembar”

Ahyeon berdeham kecil melihat jam tangannya.

“lalu?”

“kau setuju?”

“aku ??,,, aku,,,” Ahyeon membenarkan posisi duduknya dan berhadapan dengan laki-laki itu, “kenapa harus kembar?”

“itu menyenangkan Yeon-a. Sung Jong akan punya banyak teman bermain” desak Kai.

Ahyeon berfikir lebih jauh lagi. Melahirkan Sung Jong saja rasanya ia hampir mati saat itu. Bagaimana jika melahirkan dua anak?

“terserah oppa”

“benarkah?” Kai tersenyum lebar. Ia mencium bibir Ahyeon sekilas, “terima kasih baby”

— Ending of The Story—

12.00 AM

Baekhyun melihat satu persatu kelas yang ia lewati. Ia menggumamkan kata-kata yang ia gunakan untuk merutuki dirinya sendiri.

“yang mana kelasnya?”

Seorang wanita berusia sekitar 30 tahun keluar dari dalam kelas. Baekhyun segera menghampiri wanita itu dan menanyakan sesuatu pada wanita itu.

“permisi, aku boleh bertanya?”

“ya, ada apa?”

“dimana ruang kelas 1?”

“ada dilantai 1 tuan”

“ahh, apa semua murid sudah pulang?”

Wanita itu melihat jam tangannya, “sudah setengah jam yang lalu”

“benarkah?”

 Baekhyun mengusap rambut belakangnya hingga berantakan.

“anda orang tua salah satu murid tersebut?”

“apa?” Baekhyun memaksakan senyumnya didepan wanita itu, “y,,, ya. Itu benar”

“biasanya mereka menunggu orang tua mereka di taman belakang sekolah ini”

“begitukah?” Baekhyun segera membungkuk hormat didepan wanita itu, “terima kasih atas bantuannya”

Wanita itu membungkuk hormat membalas Baekhyun. Kemudian Baekhyun berlari kelantai bawah dengan cepat.

Ditempat lain,,,,

Sung Jong dan Yuan duduk disebuah ayunan didekat pohon. Yuan memainkan bunga taman yang baru saja Sung Jong berikan. Keduanya saling menunggu orang tua mereka.

Sung Jong menghela nafas kesekian kalinya. Ia melihat kekanan dan kiri—berharap Ahyeon cepat datang dan menjemputnya.

Pandangan Sung Jong tiba-tiba langsung beralih pada anak lain yang jatuh tidak jauh darinya. Anak itu masih dalam posisi yang sama. Ia tidak menangis maupun meneriakkan nama eommanya.

“Sung Jong lihat!” ucap Yuan.

Sung Jong turun dari ayunan dan menghampiri anak itu. Ia membantu gadis kecil itu bangun dan mengajaknya duduk di ayunan tempat yang ia duduki tadi.

Sung Jong menaikkan alisnya bingung saat melihat kaki gadis kecil itu yang berdarah.

Teringat dengan sesuatu—Sung Jong segera mengeluarkan sapu tangan pemberian appanya. Ia memberikan gadis itu saputangannya dan gadis kecil itu hanya terdiam menunduk. Begitu pemalu rupanya.

Yuan turun dari ayunan dan mengambil sapu tangan itu dari Sung Jong. Ia menyeka air mata gadis itu dengan sapu tangan tadi. Walaupun diam ternyata gadis kecil itu juga menangis.

“Yeon Ji!! Astaga”

Sung Jong dan Yuan langsung memusatkan pandangan pada laki-laki yang sedang berlari kearah mereka.

“kau tidak apa-apa?” tanya Baekhyun khawatir.

“tadi dia terjatuh paman” ucap Sung Jong sambil menunjuk lulut Yeon Ji yang berdarah.

“kau yang mendorongnya?” tanya Baekhyun selidik.

“tidak! Aku yang menolongnya”

Baekhyun menatap Sung Jong dengan mata yang menyipit. Dari wajahnya saja terlihat jika anak laki-laki didepannya adalah anak yang nakal.

“Sung Jong yang sudah menolongnya” kali ini Yuan buka suara membela Sung Jong.

Baekhyun mengkerutkan keningnya saat melihat wajah Yuan. Terlihat begitu mirip dengan—Luhan, mungkin?

Sung Jong melipat tangannya diperut dan mengkerucutkan bibirnya. Ekspresi wajah Sung Jong begitu sombong—mengingatkan Baekhyun dengan ekspresi seseorang. Lebih tepatnya mata itu.

“Yuan!”

Yuan menoleh saat ada yang memanggilnya, “appaa!!”

Gadis kecil itu berlari kearah appanya dengan senyum riang. Luhan mengangkat tersenyum dan mengelus pelan puncak kepala Yuan.

Baekhyun berdiri dengan alisnya yang saling bertautan. Yuan? Appa? Atau mungkin mereka?

Luhan terkejut dengan kehadiran Baekhyun. Ia menggenggam tangan kecil Yuan dan mengajaknya mebghampiri Baekhyun.

“Baek? kau?”

“ahhhahaha. Lama tidak berjumpa hyung” Baekhyun memegang tengkuknya asal.

Luhan menunduk dan memusatkan perhatiannya pada Sung Jong dan juga gadis kecil yang sedang duduk di ayunan.

“Sung Jong-a. Mana appa mu?”

Sung Jong mengadahkan kepalanya, “bukan appa yang menjemputku. Tapi eomma”

“eomma mu belum datang?”

Sung Jong menggeleng lemah. Anak itu menundukkan kepalanya dengan kedua tangan yang memegang tali tas ranselnya.

“hyung? Kau mengenalnya?” tanya Baekhyun.

Luhan mengangguk tesenyum, “dia teman Yuan”

“Yuan?”

“ahh, kau belum tau ya?” Luhan membungkukkan tubuhnya kearah Yuan, “Yuan ayo kenalkan dirimu”

Yuan mengangguk. Gadis kecil itu pertama-tama memberi Baekhyun penghormatan kecil yang manis.

“namaku Xi Yuan. Aku murid kelas satu sekolah dasar. Paman bisa memanggilku dengan Yuan”

Baekhyun memandang tidak percaya pada anak berumur 6 tahun itu. Siapa tadi namanya? Xi Yuan?

Luhan tersenyum bangga pada putrinya itu, “kau bisa bermain lagi dengan Sung Jong dan,,,—“

“Baek, dia,,” Luhan memberi arah pada matanya kepada gadis kecil seumuran Yuan yang sedari tadi diam diayunan.

“ohh astaga. Yeon Ji, maaf melupakan mu” Baekhyun mengacak pelan rambut Yeon Ji. Sedangkan anak itu hanya diam sambil mengkerucutkan bibirnya.

“dia anakmu?” tanya Luhan.

“apa aku mirip dengannya?” tanya Baekhyun balik.

Luhan meneliti wajah Yeon Ji dengan baik. Rasanya sangat tidak mungkin jika Yeon Ji adalah anak Baekhyun. Tidak ada yang mirip dengan laki-laki itu.

“tidak”

Baekhyun tersenyum kecil.

“kaki ku sakit” ucap Yeon Ji. Dan ahkirnya—gadis kecil itu mengeluarkan suaranya.

Sung Jong mengambil langkah kearah Yuan. Ia mengambil saputangannya dari tangan Yuan dan meletakannya dengan hati-hati di kaki Yeon Ji.

Terlihat manis.

Baekhyun memandang takjub kearah Sung Jong yang berani melakukan itu pada Yeon Ji. Masih kecil tetapi jiwa kepeduliannya begitu besar. Ia memperhatikan bagaimana Sung Jong yang menempelkan sapu tangan hitam itu di kaki Yeon Ji.

Tunggu?

Saputangan itu?

Mata Baekhyun semakin menyipit saat Sung Jong menutupi sebagian huruf yang tercetak disapu tangan itu. Baekhyun tanpa sadar mengangkat tangan Sung Jong dan mengambil sapu tangan itu.

Mata Baekhyun menyipit ketika melihat sapu tangan itu.

K J I

Sapu tangan ini sudah aku milikki sejak kecil

Ahyeon?

Ia teringat gadis itu.

Baekhyun menatap mata Sung Jong baik-baik. Sedetiknya ia tersenyum kecut.

“benar-benar mirip” gumam Baekhyun.

Luhan menghampiri Baekhyun—menyentuh pundak pria itu.

“siapa nama ibumu?” tanya Baekhyun

“Ahyeon. Kim Ahyeon” ucap Sung Jong.

Baekhyun berdiri sambil menggenggam sapu tangan itu. Benar dugaannya. Kenapa rasanya seperti terulang kembali. Saat bibir mungil itu mengeluarkan satu nama yang begitu sensitif dihati Baekhyun.

“namanya Sung Jong. Kim Sung Jong” ucap Luhan memperkenalkan Sung Jong didepan Baekhyun.

Luhan sengaja melakukan itu. Ia membiarkan Baekhyun sendiri yang tahu siapa Sung Jong.

“Ahyeon akan tiba sebentar lagi”

Baekhyun menatap terkejut Luhan. Ahyeon kesini untuk menjeput Sung Jong? Anaknya dengan Kai?

“appaaa!!!”

Sung Jong tiba-tiba saja berlari menghampiri Kai dari kejauhan. Pria itu segera mengangkat tubuh kecil anaknya dan menggendongnya. Ahyeon mencium pipi Sung Jong dan meminta maaf pada anak itu. Tapi Ahyeon merasa kehadiran seseorang yang tidak asing berada didepannya. Ahyeon mengalihkan pandangannya tanpa sadar kearah Baekhyun.

Sudah berapa lama waktu memisahkan kedua mata itu?

Dan saat ini mata keduanya bertemu.

Ahyeon memandang terkejut Baekhyun yang berada jauh didepannya. Sedangkan Baekhyun menatap nanar Ahyeon dan Kai—juga Sung Jong.

— Ending of The Story—

Seperti sebuah memori film yang kembali terputar. Waktu benar-benar memisahkan keduanya begitu jauh. Seakan memiliki poros tersendiri. Baekhyun dan Ahyeon kembali dipertemukan dengan waktu yang tidak pernah mereka duga.

Sudah berapa lama Baekhyun tidak duduk bersampingan dengan Ahyeon?

Cukup lama, tapi Baekhyun benar-benar menghitung berapa lama waktu itu berjalan.

Seperti kedua orang yang baru saling bertemu. Suasana canggung begitu kental menyelimuti keduanya. Mereka seharusnya bisa berbagi tentang cerita yang menyenangkan kepada lawan bisaranya. Begitu banyak cerita yang bisa Ahyeon atau Baekhyun ungkapan.

“Kim Sung Jong” ucap Baekhyun.

Ahyeon tersenyum kecil saat Baekhyun yang sedang memperhatikan Sung Jong dari jauh.

“Byun Sung Jong” gumam Baekhyun.

“apa?”

Baekhyun segera menoleh kearah Ahyeon. Pria itu tersenyum canggung karena ucapannya.

“kau masih terlihat sama” ucap Baekhyun mengalihkan pembicaraannya.

Ahyeon mengalihkan perhatiannya dari Sung Jong yang sedang bermain dengan Kai, Luhan, Yuan dan Yeon Ji.

“benarkah?” Ahyeon tersenyum kecil dan kembali mengalihkan perhatiannya lagi, “dia anakmu?”

“Yeon Ji sepupu tunangan ku”

Ahyeon menolehkan kepalanya. Ia melihat senyum kecil Baekhyun disana.

“oppa sudah bertunangan?”

Baekhyun mengangguk, “sebentar lagi kami akan menikah”

Aneh rasa mendengar Baekhyun berkata seperti itu. Ahyeon diam tidak menganggapi sama sekali perkataan Baekhyun.

Pria itu melihat wajah itu. Baekhyun sangat ingin menyentuh wajah itu lagi. Mereka dekat tapi masih ada tembok pemisah diantara mereka.

“namanya Ahyeon. Sama seperti mu”

Ahyeon menoleh kearahnya. Ia memperhatikan pergerakan mata Baekhyun yang berbeda.

“tatapan matanya, sifatnya, rambutnya sama seperti mu” Baekhyun semakin dalam menatap Ahyeon,  “iris matanya kecoklatan sama seperti yang kau miliki. Kulitnya putih dan bibirnya tipis”

“oppa?”

Mata Baekhyun hampir berkaca-kaca. Pria itu segera mengalihkan pandangannya kearah lain.

“aku sangat mencintainya. Sangat-sangat mencintainya”

Entah hanya perasaanya atau bukan. Ahyeon merasa nada Baekhyun terdengar lain saat menyebutkan kata ‘mencintainya’. Terdengan lirih.

Aku mencintai Ahyeon—Jung Ahyeon

Ditempatnya Kai memperhatikan Baekhyun dan Ahyeon dari sudut matanya. Berkali-kali Kai mengulum senyum tipis dibibirnya dan Luhan memperhatikan itu.

Bahkan sepertinya masih berjalan rumit.

“Jongin?”

“ya”

“Sung Jong bilang Ahyeon yang akan menjemputnya”

Kai tersenyum kecil, “aku sedang jam makan siang. Jadi sekalian saja” Sedetiknya senyum itu menghilang dari wajah Kai.

“hyung?”

“umm?”

“kau rasa Baekhyun hyung masih memiliki perasaan kepada Ahyeon”

Luhan melihat kedua orang itu—Bakhyun dan Ahyeon.

“kau bisa melihatnya dari mata Baekhyun”

Kai mengalihkan pandangannya pada Ahyeon. Gadis itu melihat dan membentuk senyuman kecil kearahnya. Setelah itu—Kai beralih melihat Baekhyun. Dan benar. Dengan tatapan itu Kai bisa melihatnya.

Bagaimana pun waktu sudah berputar bersamanya. Bersama kenangan itu. Perasaan marah, gelisah, menyayangi, mencintai, merindukan dengan seorang gadis yang sama.

Baekhyun dan Kai.

Salah satu dari mereka masih terjebak didalam masa lalu itu.

Tuhan sudah mempersiapkan sebuah cerita untuk mereka. Tentang takdir dan perjalanan hidup masing-masing. Mereka sudah bukan anak SMA lagi. Keduanya sudah dewasa. Satu-satunya cara adalah salah satunya harus merelakan masa lalu itu seperti sebuah catatan didalam buku.

Tapi ia masih belum ingin menutup buku itu.

Baekhyun.

Buku yang seharusnya ia tutup saat melepaskan gadis itu pergi dengan orang lain. Baekhyun juga masih belum ingin membuka halaman yang selanjutnya untuk memulai catatannya lagi. Catatan baru yang seharusnyabisa menjadi masa depannya.

If pain must come, may it come quickly.

Because I have a life to live, and I need to live in the best way possible.

If I had to make a choice, I might do it now. Then I will either wait or forget her—Byun Baekhyun.

—END—

—Ending of The Story [Epilog of You Should Be Mine]—

117 responses to “Ending of The Story [You Should Be Mine sequel —Epilog]

  1. baca dari part 1-sampe 23 ngebut dari semalem n baru selesai skrg sm sequelnya. byun baekhyun entah kenapa aku berpihak dgn dy thor, ahhh melihat baekhyun terluka aku ga rela thor T.T tp cerita ini sukses berat buat bikin ga bisa tidur n terus ngebacanya.

  2. mian baru komen,baru baca sequel nyaa.. ini ff the best bgt, recommended banget, aku dpt feel baekhyun banget
    untung aja author milihin pasangan buat baekhyun.. walaupun baekhyun masih sayang banget ama jung ahyeon ituu.. sedih loh pas baca baekhyun gumam byun sung jong ituu..
    pokoknya ni ff bgus banget.. feelnya dapet, tpi skit hati bcanya
    goodluck for another ff ya thor! srry for a long comment

  3. Baekhyun nya buat aku aja thor :”) ga tega nglyad nya .. hiks
    FF ini daebak seneng skaligus bikin galau aaa ;_______;

  4. Heoll~
    baekhyun gagal move on nih..
    Ama aku aja bang kkkkkk :p
    .
    Wah gomawo author udah di izinin baca ffnya, di kasi pw nya juga 🙂 #BowWithDonghae

  5. Ini bagus bangetttt thor. Aku sedih banget pas baca kata-katanya baekhyun. Aku ikut bahagia jg waktu kai ahyeon punya keluarga kecil ^^ jinjja daebbak!

  6. Huaaaa akhirnya selesai..
    Aku suka banget sama ff ini, alur, konflik dll bagus. Daebak!!

  7. Huwaaaaa.. Author maaf beribu maaf. Hehe aku baru komen lagi karna bacanya ngebut bgt! akhrnya slesai jga, huh! Ffnya sumpah Aaaaaaa…! Daebak!! Aku speechless,! Good job.

    • excuse me,
      chingu kmu pasti udh bca yg nc ver kan :D? aku minta passnya dong ^^

      klw bisa aja, makasih yaa sebwlumnya ^^

  8. Waaa… thor
    Kau membuatku bingung harus memihak ke mana?? Kalau sama Kai, kasihan, kalau sama Baekhyun, kasihan Kai..
    Whoaaa.. Aku merasa jadi Ahyeon xD
    Like this thor 🙂

  9. mau tanya eonn…permintaan baekhyun yang dulu itu gak jadi dipake baekhyun sama sekali ya,yang waktu lagi main game dihp ahyeon itu,,udah lupa atau gimana

  10. maaf baru komen disini thor.
    ceritanya keren thor, happy ending buat kai,dan sad ending buat baekhyun . miris banget kisah cinta si baekhyun 😦
    aku suka ceritanya thor,keep writing

  11. Baeek ._.*pelukbaek
    Sinii sama aku ajaaa,*ngenesbangetyahdia
    Akuuu sukaa ceritanya, asli ini keren
    Author dapet ide dari mana sih*terheranheran
    Ngmg2 kai ama ahyeon profesional banget yah*hahaa>.< *ngacir
    Terimakasih udh mau membagi karyanya kepada kita semua ❤
    Semangat berkarya trus author-nim*bow

  12. Hihi disini ahyeon jadi rada yadong juga ya.-.
    Ga tega aku sama baek huhu 😥
    Moga baek bahagia sama tunangannya :’)
    Keren deh thor aku baca ff ini dari awal…
    Semua genre ada. Ada sedih,romance,yadongnya juga ada/? 😀
    Daebak author!

  13. y ampun nih ff keren bgt
    ternyata baekhyun masih punya rasa ke ahyeon
    Kasian liat baekhyun
    dah baekhyun buat aku aja hehehe “abaikan ”
    d tunggu ff selanjutnya

  14. Ga tega sma baek, jdi benci sendiri sma kai.. Author bikin sequel lgi donk yang akhirnya jung ahyeon sma baekhyun..biar bisa ngobatin rasa sedih q gara” lihat baek yang miris bgt…

  15. Penutupananya manis bmgetttt aduhh yuan sma seng joo kya lucu…pdhal klo dpke visualnya seru tuh hehehhehehaq sukaaaa daebakkkkk kereeeennnnnnnn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s