[Freelance] I Love You Noona (Chapter 9)

PicsArt_1376825616484

I Love You Noona (Chapter 9)

Cast :    Lee Seungki

Kim Woo Bin

Lee Dae Hee as Naomi Lee

Han Hyo Joo as Han Sena

Lee Jongsuk

Rating : M

Genre : Romance, drama

Author : Vinna Lee

Setelah 1 jam akhirnya kimbab yang mereka buat sudah jadi dan sudah tertata rapi di kotak bekal. Naomi dan Woo Bin tersenyum puas melihat hasil kerja mereka “Wah…ini benar-benar cantik dan juga lezat“ Naomi kemudian menatap Woo Bin sambil mengacungkan jempolnya “Kau memang hebat“

Woo Bin tersenyum puas saat mendengar pujian Naomi, kemudian ia melihat Jam dinding dan berkata  “Noona ini sudah jam 10 lebih. Bukankah kau akan bertemu dengan Seungki hyung jam 11? Lebih baik kau bersiap-siap dulu“

Naomi menepuk keningnya “Ah…kenapa aku bisa sampai lupa. Baiklah aku akan berganti pakaian dulu, tetapi aku harus membereskan dapur dulu“

“Biar aku yang membereskan. Noona kau bersiap-siap saja“

Naomi tersenyum lebar “Benarkah?“ Woo Bin mengangguk kemudian Naomi kembali berkata “Terimakasih Woo Bin ah“ setelah itu ia langsung masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap.

Hanya butuh waktu setengah jam bagi Naomi untuk bersiap-siap. Ia kemudian keluar dari kamar dan melihat Woo Bin yang sedang mengelap meja dapurnya “Woo Binah...bagaimana menurutmu penampilanku?“ tanyanya.

Saat Woo Bin menoleh dan melihat Naomi, ia terlihat sangat takjub. Naomi terlihat cantik saat menggunakan dress mini berwarna peach dengan motif bunga-bunga berwarna putih yang dipadankan dengan sepatu tali  model wages dan tas tangan berwarna putih. Rambutnya yang dikuncir ikat kuda membuat Naomi terlihat lebih muda dari usianya.  Woo Bin tampak membeku di tempatnya, matanya tak berkedip saat melihat Naomi

“Woo Bin ah.. kenapa diam saja? Apa aku terlihat aneh?“ tanya Naomi

Woo Bin mengerjapkan matanya seolah-olah baru tersadar dari sihir yang membuatnya membeku. Ia menatap Naomi dan mengacungkan 2 jempol pada wanita itu “Tidak. Kau malah terlihat sangat cantik. Kau terlihat sangat fresh dan terlihat lebih muda“

Naomi tertunduk malu mendengar pujian Woo Bin “Benarkah? jadi kau pikir Seungki akan menyukai penampilanku?“

Senyum yang tersungging di wajah Woo Bin seketika menghilang saat mendengar pertanyaan Naomi. Benar…Naomi berdandan secantik itu hanya untuk Seungkihyung, dan benar juga iaberusaha membuat kimbab juga demi seungki hyung. Woo Bin kemudianmenatap Naomi “Seungki hyung pasti akan terbelalak dan membuka mulutnya dengan lebar saat melihatmu“

Naomi tertawa dengan lelucon yang dibuat Woo Bin. “Terimakasih untuk semuanya Woo Bin ah. Mengantarkan aku berbelanja walau pada akhirnya malah membuatmu terluka. Mengajariku membuat kimbab meski kau belum pulih. Kau benar-benar sangat baik.Terimakasih“

                Woo Bin berjalan ke arah Naomi sampai mereka berhadap-hadapan “Ini belum separuh dari apa yang Noona lakukan untukku“ hening sejenak “Apapun akan aku lakukan asal bisa melihat Noona tersenyum“

Deg…deg…deg… kenapa jantung Naomi berdebar lagi saat mendengar kata-kata Woo Bin. Demi Tuhan apa ini. kenapa ia merasa tegang dan gugup sekaligus juga merasa senang dengan apa yang diucapkan Woo Bin padanya tadi. Naomi sadarlah…sadarlah…pria dihadapannya kini bukan Seungki Tapi Woo Bin.

“Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan, jadi jangan menganggapnya sebagai balas budi“ Naomi kemudian berjalan menuju dapur dan mengambil bekal yang sudah rapi di atas meja untuk menutupi kegugupannya. Naomi menarik napas dan menghembuskannya perlahan, kemudian ia menoleh pada Woo Bin “Aku akan berangkat sekarang“ katanya

“Kalau begitu aku akan mengantarmu“ sahut Woo Bin.

***

Seungki terkesima saat melihat kalung dengan liontin berbentuk bunga sakura di taruh di atas meja etalase oleh karyawan toko perhiasan. Ia mengambil kalung itu dan melihat berlian kecil yang terpahat di tengan-tengah kelopak bunga  “Aku akan ambil kalung ini“ Kata Seungki sambil menaruh kembali kalung itu ke tempatnya.

“Baiklah tuan, aku akan segera membungkusnya. Apa anda ingin sebuah kartu ucapan di dalamnya?“ tanya karyawan toko itu

“Tidak perlu, karena aku akan mengatakannya langsung“

Karyawan itu tersenyum dengan ramah dan mengangguk “Baiklah mohon ditunggu sebentar“

Setelah menunggu kurang lebih 5 menit, Kalung itu telah siap dan Seungki langsung membayarnya di kasir. Saat keluar dari toko perhiasan itu, Seungki mengadahkan pandangannya ke atas dan melihat awan yang terlihat cerah “Cuaca hari ini benar-benar mendukung“ ucapnya. Seungki berjalan masuk ke mobilnya dan menyimpan kalung itu di jok sampingnya, Kemudian ia membuka laci mobil dan mencari-cari sesuatu “Dimana aku menyimpan sketsa itu“ kata Seungki pada dirinya sendiri. Ia terus mencari ke semua sudut mobilnya tapi ia tak menemukan apa yang dicarinya. ‘dimana aku menyimpan sketsa wajah Naomi yang aku buat‘ pikirnya. Seungki kemudian menutup matanya dan mengingat-ingat tempat terakhir ia menyimapannya. Setelah beberapa detik ia membuka matanya dan menjentikan jarinya “Ah benar aku menaruhnya di kantorku. Ah dasar bodoh“ gerutu Seungki. Seungki kemudian melihat jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 10.30.“Masih ada waktu untuk pergi ke kantor sebelum menemui Naomi “ ujarnya.

***

Woo Bin memarkirkan motornya di depan Taman Namsan, dan tak lama Naomi turun dari jok belakang dan menyerahkan helm yang tadi di pakainya “Terimakasih karena telah mengantarkanku“ ujarnya.

Woo Bin mengambil helm itu dan dikaitkan di belakang. “Noona bersenang-senanglah, jika terjadi sesuatu kau bisa menghubungiku“

Naomi tertawa kecil “Baiklah aku mengerti. Tapi setelah ini kau juga harus beristirahat“  Woo Bin mengangguk mengiyakan. Naomi kemudian melihat ke sekeliling taman “Kurasa Seungki terlambat“

“Apa Noona ingin kutemani sampai Seungki hyung datang?“

“Tidak perlu, lebih baik kau pulang dan istirahat karena lukamu belum sembuh benar“

Woo Bin mendesah “Baiklah. Kalau begitu aku pergi sekarang“ Woo Bin menyalakan mesin motor nya dan berkata pada Naomi sebelum memacu gas nya “Sampai nanti Noona“

Naomi melambaikan tangannya sampai motor yang dikendarai Woo Bin hilang di tikungan. Kemudian perlahan-lahan ia berjalan masuk menuju Taman Namsan yang memang pada saat musim semi terlihat sangat cantik karena pohon-pohon  disekitaranya berwarna kuning. Naomi duduk di salah satu bangku taman dan memperhatikan beberapa keluarga yang sedang piknik maupun sepasang kekasih yang sedang berbincang-bincang. Naomi melihat jam tangannya kemudian mengambil ponsel di saku nya dan menekan angka 1. Setelah beberapa detik terdengar suara Seungki  di ujung telepon.

“Naomi chan…apa kau sudahsampai? Maaf kurasa aku akan sedikit terlambat“

“ Yaa…sebenarnya apa yang membuatmu terlambat? Dimana kau sekarang?“

                “Aku  baru saja sampai di depan kantor. Ada sesuatu yang tertinggal makanya aku datang untuk mengambilnya. Setelah itu aku akan langsung kesana“

“Baiklah kalau begitu, aku akan menunggumu. Setelah sampai hubungi aku“

“Tentu pasti akan kuhubungi“

Naomi lalu menutup teleponnya, ia  memandang ke atas dan merasakan sinar matahari yang hangat menembus kulitnya.

***

Seungki melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor. Ia melihat beberapa karyawannya memandang ia dengan tatapan heran, karena kemarin ia sudah mengumumkan kalau hari ini ia tidak akan masuk kantor. Seungki hanya tersenyum pada orang-orang yang menatapnya heran dan langsung naik ke lantai 2.

Setelah mencari selama 5 menit akhirnya Seungki mendapatkan apa yang ia cari. Gulungan kertas yang tersimpan di lemari kantornya. Dengan perlahan-lahan ia mulai membuka gulungan kertas itu dan melihat sketsa wajah Naomi yang ia buat beberapa hari yang lalu. Seungki tersenyum puas kemudian menggulung kembali kertas itu dan keluar dari ruangannya. Saat itu ia tak sengaja melihat kantor Sena  yang masih dalam keadaan gelap. Apa Sena tidak masuk hari ini? tapi kenapa tak ada informasi apa-apa pikir Seungki.

“Apa hari ini Sena tidak masuk kantor?“ tanya Seungki pada sekertarisnya yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini

Sekertarisnya seketika itu juga bangkit dan menunduk. Ia tampak sedikit bingung. “Apa yang terjadi?“ tanya Seungki setelah melihat gelagat sekertarisnya yang sedikit mencurigakan.

“Itu…sebenarnya…sebenarnya…“

“Katakan apa yang terjadi“

Sekertaris itu lalu menatap Seungki dan berbicara “Sekitar 1 jam yang lalu Sena mendapat telepon dari Rumah Sakit dan mereka mengatakan kalau…kalau…Ibunya kritis sehingga ia langsung pergi. Hening sejenak “Dan baru saja aku mendapat kabar kalau Ibunya sudah tiada“

Seungki terbelalak tak percaya. Masih jelas dalam ingatannya saat ia terakhir kali bertemu dengan Ibu nya Sena. Ia juga masih ingat apa yang dikatakan Ibu Sena padanya, kalau Sena hanya memilikinya di dunia ini. dan sekarang satu-satunya keluarga yang ia miliki telah pergi. Dengan gerakan cepat Seungki berlari menuju lantai bawah, menuju mobilnya. Ia bahkan tak sadar kalau sketsa dan ponselnya ia tinggalkan di atas meja. Yang ada dalam pikirannya saat ini adalah bahwa Sena sendirian. Menangis dan berduka sendirian tanpa seorang pun di sampingnya. Seungki kemudian masuk kedalam Mobilnya dan memacunya dengan cepat menuju Rumah sakit.

***

Naomi menatap jam di tanganya. Sudah 30 menit lebih ia duduk disana. Ah sebenarnya kenapa Seungki belum juga datang? Naomi kemudian menekan tombol 1 di ponselnya dan ia hanya mendengar suara operator yang mengatakan kalau nomor yang ia hubungi sedang tidak aktif. Tunggu bukankah tadi Seungki mengatakan padanya kalau ia sedang berada dikantor. Naomi kemudian menghubungi kantor Seungki dan sekertarisnya yang menjawab

“Yeobuseo“

“Apakah aku bisa bicara dengan Seungki ssi, karena aku tak bisa menghubungi ponselnya“

“Maaf kalau boleh aku tahu anda siapa?“

“Aku Naomi“

“Ah…begitu rupanya. Tapi saat ini Sajangnim sedang tidak berada di kantor. Dan dia meninggalkan ponselnya di sini.“

“Benarkah? lalu kau tahu dia pergi kemana?“

“Tadi dia memang kesini untuk mengambil sesuatu. Tetapi saat mendengar kabar bahwa Ibu Han Sena meninggal, dia langsung pergi menemuinya“

Naomi terpana saat mendengar apa yang dikatakan oleh sekertaris Seungki. Jadi Ibu nya Sena meninggal? Tapi kenapa Seungki sama sekali tak menghubunginya dan tetap membuat dia menunggu seperti ini? Ada hubungan apa sebenarnya di antara mereka berdua? Otak Naomi mencerna semua  kejadian yang akhir-akhir ini terjadi. Naomi yakin ada sesuatu yang telah mereka sembunyikan.

“Naomi ssi…apa kau masih disana?“

Perkataan Sekertaris Seungki di ujung telepon menyadarkan Naomi dari pikiran-pikirannya.  “Maaf…bisakah kau memberitahukanku dimana Rumah Duka Ibu nya Sena?“

“Tentu saja, aku akan mengirimkan alamatnya padamu melalui pesan singkat“

“Baiklah. Terimakasih“

Naomi menutup teleponnya dan tak lama sebuah pesan masuk ke ponselnya. Ia melihat alamat salah satu Rumah duka yang ternyata tak jauh dari tempatnya berada saat ini. Dengan langkah pendek Naomi berjalan keluar dari area Taman dan memberhentikan taksi yang lewat.

***

Yaa…pelan-pelan sedikit“ gerutu Woo Bin saat ia merasakan nyeri di punggungnya. Saat itu Jongsuk sedang mengobati luka di punggung sahabatnya itu

“Aku sudah pelan-pelan. Sejak kapan kau jadi cengeng seperti ini“ timpal Jongsuk

“Kau tidak merasakannya jadi tidak tahu…“ saat itu Jongsuk menekan luka Woo Bin dengan sedikit keras

“Arrghhh…yaa...“ Woo Bin meringis kesakitan “Sudah cukup aku tidak mau lagi“ Woo Bin kemudian bangkit dari duduk nya dan memakai pakaiannya.

Jongsuk yang melihat hal itu hanya tertawa puas karena berhasil mengerjai sahabatnya itu. “Aigoo bagaimana kalau fans mu melihat wajah kesakitanmu itu, dan mendengar teriakanmu. Mereka pasti akan langsung kabur“

“Fans?“ Woo Bin mengangkat bahu “Apa kau pikir aku ini idol yang mempunya banyak fans“

“Tapi banyak mahasiswi di kampus yang menyukaimu. Anggap saja itu sebagai fansmu“ Jongsuk mendesah “Ah…aku jadi iri“

“Kalau kau iri. Ambil saja mereka semua“ timpal Woo Bin dengan santai

“Jika saja aku bisa“ Kemudian ponsel Jongsuk bergetar, dan ia membuka pesan yang baru saja masuk. Wajahnya langsung berubah serius, dahinya berkerut cemas.

“Apa terjadi sesuatu?“ tanya Woo Bin setelah melihat reaksi Jongsuk.

“Sena Noona telah kehilangan Ibunya“

“Maksudmu Ibunya meninggal?“

“mmmm…“ jongsuk langsung mengambil jaketnya dan memakainya “Aku harus kesana, Sena Noona tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain Ibunya“

“Aku ikut“

“Kau yakin?“

“Tentu“

“Baiklah kalau begitu“

***

Seungki melangkahkan kakinya masuk ke sebuah ruangan yang akan digunakan orang-orang untuk melayat, hatinya sedih saat ia melihat foto Ibunya Sena sudah terpampang di depan dengan bunga-bunga dan dupa di sekelilingya. Dengan perlahan-lahan ia mengambil bunga serundi dan menaruhnya di depan foto kemudian membungkuk memberi penghormatan terakhir. Ia  kemudian melihat Sena yang masih terdiam di pojok ruangan. Kemudian ia menghampiri Sena dan melihat penampilan  gadis itu yang sudah seperti mayat hidup. Wajahnya pucat, matanya sembab karena habis menangis dan rambutnya dibiarkan berantakan. “Sena ssi...kau tidak apa-apa?“ tanyanya lembut.

Sena kemudian memandang Seungki dan  mencoba untuk tabah “Tidak apa-apa. Terimakasih sudah datang“

“Jangan menyimpannya sendirian. Katakan apa yang bisa aku bantu untuk meringankanmu“

“Sungguh aku…aku…“ Sena tak mampu meneruskan ucapannya karena airmata sudah membasahi wajahnya lagi. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya agar pria dihadapannya tidak melihatnya menangis.

Tapi melihat Sena yang terlihat begitu rapuh dan tak berdaya membuat Seungki menjadi tidak tega. Kemudian ia memeluk Sena dan membiarkan gadis itu menangis di dadanya. “Menangislah jika itu membuatmu lebih baik…menangislah jika itu dapat membuatmu lebih tenang“

Sena menangis semakin kencang, baginya kehilangan ibunya yang merupakan satu-satunya keluarga yang ia miliki merupakan sebuah pukulan besar. Apa yang harus ial akukan tanpa ibunya? Kepada siapa lagi ia bisa mengadu? Ia benar-benar sendirian di dunia ini.

“Kenapa Tuhan begitu kejam padaku. Sudah cukup Ia mengambil ayahku saat aku kecil dan membuat aku juga ibuku terpaksa pindah ke negara lain. Sudah cukup Ia membuat keluargaku hidup susah selama bertahun-tahun.  Dan sekarang saat  aku sudah mulai bisa membahagiakannya Ia justru membuatnya sakit  dan membawanya pergi. Kenapa Tuhan begitu kejam padaku? apa salahku? Kenapa ia membiarkanku sendirian di Dunia ini?“ Sena menjadi histeris, ia benar-benar belum bisa menerima kepergian ibunya.

Seungki ikut menangis bersamanya, ia memeluk gadis itu lebih erat. “Kau masih memiliki aku. Kau tidak sendirian. Jadi jangan berpikir kalau kau sendirian“ Seungki kemudian melepaskan pelukannya dan membuat Sena menatap matanya “Dengar…aku akan membantumu disini. Aku akan membantumu menyambut tamu-tamu yang akan datang mengucapkan belasungkawa. Jadi jangan pernah berpikir kalau kau sendirian. Apa kau mengerti“

Sena terharu mendengar perkataan Seungki. Hatinya tergerak lagi saat mendengarkan kata-kata yang diucapkan pria itu tadi. Apa tidak apa-apa jika ia membiarkannya begini? Apa tidak apa-apa membiarkan pria ini disisinya saat ini? ya hanya hari ini…hanya hari ini saja…tidak apa-apa bila hanya hari ini batin Sena.

***

Naomi melangkahkan kakinya masuk ke dalam Rumah Duka. Sudah banyak karangan bunga yang terjajar di depan, dan sudah banyak orang juga yang datang dan duduk dimeja-meja yang disediakan disana sambil minum dan makan. Naomi kemudian melihat 2 orang wanita yang tampaknya pernah ia lihat di kantor Seungki sebelumnya, ia sangat terkejut mendengar ucapan kedua wanita itu yang tidak sengaja didengarnya

“Aku tidak menyangka kalau sajangnim akan menemaninya sebagai penerima tamu“

“Kurasa ini bukan hanya penerima tamu. Kau lihat perannya disini sudah seperti suaminya Han Sena“

Yaa…jangan  bicara sembarangan. Kudengar Sajangnim sudah bertunangan dan akan segera menikah. Mungkin dia hanya kasihan dan membantu Sena“

“Apa kau tidak tahu kalau saat kuliah Sajangnim dan Han Sena adalah sepasang kekasih“

“Benarkah? apa kau serius?‘

“Banyak yang bilang begitu. Lagipula ahjuma  yang suka membersihkan kantor Sena pernah menemukan foto mereka saat masih kuliah dulu. Dan saat itu mereka terlihat sangat mesra“

“Wah ini benar-benar berita yang mengejutkan“

Naomi membeku di tempatnya, saat kedua wanita itu telah pergi pun Naomi masih berdiri seperti patung. Benarkah apa yang dikatakan kedua wanita itu kalau Sena adalah mantan kekasih Seungki? Tetapi kenapa Seungki menyembunyikan hal ini darinya? Sebenarnya berapa banyak rahasia lagi yang ia tidak tahu? Naomi kemudian berjalan menuju ruangan tempat Ibu sena disemayamkan sementara. Ia benar-benar terkejut saat ia melihat Seungki berdiri di barisan keluarga di samping Sena. Ia juga melihat Seungki yang membungkuk kepada tamu yang baru saja mengucapkan rasa duka citanya. Melihat hal itu membuat hati Naomi sakit sekali, ya rasa ini bahkan lebih sakit daripada yang ia bayangkan. Saat itu Naomi melihat Sena yang terlihat goyah dan dengan cepat Seungki menahannya dan merangkul bahu Sena. Naomi menahan napasnya, demi Tuhan kenapa rasanya sakit sekali. Naomi kemudian mendengar pembicaraan mereka berdua

“Sena ssi...jika kau lelah kau istirahat saja. Biar aku yang disini“

“Tidak…ini adalah tugasku kau sudah terlalu banyak membantuku. Lebih baik kau pulang saja, aku takut orang-orang akan salah paham“

“Sudah kubilang jangan sungkan dan khawatir karena hal itu. itu sudah menjadi tugasku. Aku bukan orang lain Sena ssi.  Aku sudah mengenalmu lebih dari 8 tahun yang lalu dan jangan melihatku sebagai orang lain“ Seungki menarik napasnya dan menghembuskannya perlahan “Dengar walaupun hubungan kita tidak seperti dulu. Tapi aku masih peduli padamu seperti dulu, dan aku akan disisimu saat kau membutuhkanku sama seperti dulu. Apa kau mengerti“

Naomi menutup mulutnya dengan tangannya, seolah-olah ia ingin menahan teriakannya. Sebutir airmata sudah membasahi wajahnya. ini terlalu menyakitkan untuknya. Ia tidak ingin melihat hal ini lebih lama lagi. Dengan perlahan-lahan ia pergi dari sana dan tidak membiarkan seorang pun sadar akan kehadirannya disana. Ia terus berlari mengikuti kakinya yang menuntunnya entah kemana

***

TBC

7 responses to “[Freelance] I Love You Noona (Chapter 9)

  1. author-nim,
    sy reader baru di blog ini.
    Gimana cr biar bisa dpt password ya ?
    Sy gak punya twitter, hanya ada fb.
    Mohon infonya..
    Gomawo..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s