[Freelance] MY PRECIOUS PRINCESS (PART 9)

cover baru22

MY PRECIOUS PRINCESS…PART 9

AUTHOR :  AKIKO

GRUP CAST : MBLAQ

CAST : Hikari as main character

Lee Joon MBLAQ

Thunder MBLAQ

SeungHo MBLAQ as Joon’s father

GO as Hikari’s uncle

Genre : Romance, Sad, Family and Comedy

Length : Series

Preview part 8

“ andwe appa, aku tak bisa meninggalkan Hikari. Aku tahu jika ia adalah ibuku sendiri namun aku telah berjanji pada diriku sendiri jika aku akan menjaganya seumur hidupku.”

Aku tercengang mendengar apa yang baru saja kudengar, karena appa bercerai saat umurku masih sangat kecil dan appa selalu melarangku bertanya mengenai hal yang berhubungan dengan omma.

“Aku mencintai ibu Hikari, sampai saat ini.”

Joon poV

Deg….

“ skenario macam apa ini?”

“ apa yang terjadi sesungguhnya?”

Bahkan setelah mendengarkannya dengan jelas pun, aku belum dapat mempercayai pendengaranku, jadi selama ini…….

Aku hanya terdiam dan mendengarkan appa melanjutkan kisahnya, kenyataannya aku sama sekali tak terfokus pada ceritanya namun pikiranku terfokus pada “ mengapa hal ini harus terjadi” , “ mengapa harus ada cerita seperti ini?”

Jalan keluar yang kukira sudah menemui  titik terang hancur seketika saat appa menceritakan segalanya. Kepalaku tak dapat mencerna jalan keluar apa yang harus kulakukan, ataukah perasaanku pada Hikari adalah karma dari perasaan appa yang tak tersampaikan kepada ibu Hikari dahulu?”

“ Maafkan aku Joon, aku terpaksa menceritakan semua ini padamu” ujar appa lirih. Terlihat ekspresi penyesalan yang teramat sangat dari wajahnya.

Aku sama sekali tak menjawabnya, pikiranku terlalu kacau hanya untuk sekedar menjawab perkataannya. Aku hanya memandanginya dengan tatapan kosong.

“ Aku tahu kau memiliki perasaan khusus pada Hikari” tambahya.

“ eh?” tiba-tiba aku tersadar dari lamunan panjangku.

“ kau tak perlu berbohong padaku, aku mengenalmu seperti aku mengenal diriku sendiri. Tatapanmu pada Hikari, caramu menjaganya sama persis ketika aku masih menjaga ibu Hikari dulu. Maka tak sulit bagiku untuk mengetahuinya Joon. Mengetahui bahwa kau memiliki perasaan pada Hikari membuatku seolah megutuk diriku sendiri. Seolah-olah Tuhan ingin menghukumku karena telah melepaskan perasaanku dulu dan kini perasaan itu justru kembali timbul antara kau dan Hikari. Aku ingin memperbaiki segalanya Joon. Aku tak ingin kau mengalami penyesalan selama hidupmu sepertiku.”

“ bahkan aku tak sanggup datang pada pernikahannya, sejak ia menikah aku memutuskan untuk menjauh darinya agar ia tak terbebani denganku ataupun menghalangi agar perasaanku padanya tak bertambah besar. Ketika Hikari lahir, pertama kali aku melihat pancaran matanya seolah-olah gadis kecil itu mengatakan seribu maksud padaku. Tatapan yang sama persis dengan ibunya. Sejak saat itu, aku memutuskan untuk tetap menjaga erat perasaanku dengan merawat Hikari seperti aku merawatmu. Namun sepertinya Hikari tak terlalu menyukaiku haha..” tambah appa. Sangat terlihat jika ia memaksakan tawanya demi mencairkan suasana yang terjadi diantara kami.

“ ne.. appa. Aku menyukainya, bahkan aku terlalu menyukainya hingga aku nyaris kehilangan logikaku hanya dengan memikirkannya saja. Namun jalan keluar yang kini telah kurencanakan hancur seketika. Apa yang harus aku lakukan setelah mendengar semua ceritamu, appa?” jawabku dengan nada yang sedikit meninggi. Aku tahu jika aku berbicara terlampau keras padanya namun tekanan di dadaku kini jauh lebih besar dari apapun.

“ kau boleh membenciku karena ini Joon, karena akulah penyebab kau tak mengenal sosok ibumu semenjak kau kecil, hingga kau harus mengalami perasaan yang sama sepertiku dulu. Namun aku ingin kau tak melakukan kesalahan bodoh sepertiku. Aku tak ingin kau mengalami penyesalan yang sama denganku.”

“ Jika kau menyukainya, maka katakanlah bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya. Semakin kau menyimpannya dalam hatimu maka perasaan itu akan menjadi parasit yang menggerogoti sedikit demi sedikit hatimu. Hingga kau tak mampu mencegah apapun ketika kau melihat ia bersama orang lain.”

Aku tak mampu mendengar lebih banyak lagi, aku tak sanggup mendengarnya lagi. Pikiranku terlalu kacau, aku tak ingin menjawab atau menanggapi apapun. Tanpa sadar aku segera berdiri dan perlahan meninggalkan appa.

“ mianhe Joon” ujar appa dari kejauhan.

Air mataku yang sudah kutahan sedari tadi tak sanggup terbendung kembali, bagaimana bisa appa menjalani kehidupan seperti ini. Bagaimana ia bisa menikahi wanita lain sedangkan ia mencintai ibu Hikari.

“ ini skenario yang konyol, benar-benar konyol” batinku sambil memacu mobil lebih cepat, sekilas aku melihat speedometer yang telah menunjukkan angka nyaris 120. Tanpa sadar aku menginjak pedal gas lebih cepat lagi.

Seharian aku hanya terhanyut oleh masalah yang baru saja appa bongkar kebenarannya padaku. Rasa kecewa, kaget serta sedikit kelegaan muncul didalamnya.

Lega??

Sepertinya aku sedikit merasa lega karena itu walaupun rasa kecewaku pada appa jauh lebih besar. Dapat kubayangkan bagaimana perasaan eomma saat itu. Namun jika appa menikahi ibu Hikari, maka Hikari akan menjadi adikku. Tidak! Bahkan aku tak sanggup membayangkan jika Hikari adalah adikku. Mungkinkah semuanya telah diatur sedemikian rupa agar aku bertemu dengannya?.

“ Hikari, … you’re my pearl. Aku akan tetap menjagamu apapun keadaannya” batinku lirih.

Joon poV end

Hikari poV

Klik…

Terdengar pintu kamarku terbuka, aku terlalu mengantuk untuk membuka mataku. Namun aku merasa terdapat seseorang yang dengan lembut membenarkan posisi selimutku.

“ gomawo, Hikari…” Suara lembut Thunder oppa samar-samar terdengar olehku. Tanpa sadar aku terbangun dan sedikit membuka mataku.

“ ah, mianhe. Aku pasti membangunkanmu Hikari. Tidurlah lagi, sekarang masih larut malam” jawab Thunder oppa lembut sambil menyibakkan sedikit poni yang menutupi wajahku.

“ oppa, kau pergilah beristirahat. Kau tau, aku gagal menonton film denganmu gara-gara kau tertidur terlebih dahulu” protesku.

“ haha..mian mian, aku tak sadar jika tertidur dan meninggalkanmu sendirian. Aku akan menggantinya di lain hari. OK? “

“ kau telah berjanji padaku oppa..”

“ aku tak akan melanggar janjiku Hikari, sekarang tidurlah. Besok ada hal yang ingin kubicarakan denganmu”

“ hal apa?” tanyaku penasaran.

“  akan kuberitahu besok, Tidurlah sekarang. Mungkin besok akan menjadi hari yang sibuk.” Ujar Thunder oppa mengakhiri pembicaraannya dan ia segera keluar dari kamarku sebelumnya ia sempat tersenyum manis padaku.

“ aishh, mengapa aku bisa memiliki oppa sebaik dan setampan dia. Berbeda sekali dengan Joon yang hanya dapat membuatku marah setiap saat “ batinku.

“ eh?? Mengapa jantungku berdegup lebih cepat ketika aku memikirkan namja tak berguna satu itu?”

“ ommo! Jangan katakan jika aku menyukainya. Ani..ani ini tidak bisa terjadi!!!!” batinku kembali. Segera kutarik kembali selimutku dan mencoba untuk kembali tidur.

Keesokan harinya, setelah selesai berganti pakaian aku segera turun menuju lantai satu untuk makan pagi. Setelan dress biru langitku sengaja kupakai hari ini, entah mengapa aku ingin memakainya setelah berbulan-bulan dress itu bersemayam di dalam lemariku. Jika bukan Joon yang mengemaskannya untukku, mungkin aku telah melupakan jika aku memiliki dress semanis ini.

“ pagi Hikari..” sapa Thunder oppa yang sudah terlihat rapi.

“ dress itu cocok denganmu, kau terlihat semakin cantik. Ya! Bagaimana bisa aku mengakui jika kau adikku, sedangkan kau terlihat secantik ini?” goda Thunder oppa sambil tertawa pelan. Terlihat jika wajahnya sedikit bersemu merah.

“ oppa, hentikan gurauanmu. “ jawabku malu setengah mati, ditambah lagi paman GO tertawa mengawasi tingkah kami.

“ haha…dunia anak muda selalu menarik untuk diikuti. Ayo makan sebelum kita berangkat ke perusahaan pagi ini.” Tukas Paman GO

“ ke perusahaan?” tanyaku bingung.

“ oh sepertinya aku belum memberitahumu Hikari, hari ini kau akan pergi bersama Thunder ke acara pernikahan anak rekan bisnisku. Thunder dan kau akan mewakiliku menghadirinya, aku menyesal tak dapat menemani kalian karena ada rapat penting yang harus kuhadiri hari ini.” Jelas paman GO sambil mengoleskan selai di atas rotinya.

Segera setelah itu kami memakan sarapan kami bersama. Beberapa menit berselang paman segera bangkit dari tempat duduknya dan dengan sigap pelayan yang berdiri di belakang paman memakaikan jasnya.

“ aku harus segera berangkat, Thunder kutitipkan Hikari padamu. “ pesan Paman kepada Thunder oppa.

“ tentu saja, aku akan menjaganya appa. Walau itu harus dengan nyawaku”

“ oppa, hentikan candaanmu itu!” jawabku malu dengan jawaban yang diberikan Thunder oppa kepada ayahnya.

“ hahaa….ok aku mengandalkanmu Thunder” respon Paman GO yang ternyata justru ikut menjahiliku.

“ aish…” responku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.

“ ayo Hikari, kita harus mampir ke suatu tempat terlebih dahulu” ajak Thunder oppa sambil tersenyum geli.

“ kemana oppa?” tanyaku penasaran.

“ ayo..” ajak Thunder oppa tanpa menjawab pertanyaanku dan segera menggandeng tanganku lalu kami segera menuju tempat mobil Thunder oppa diparkir.

Sepanjang perjalanan terlihat jelas jika Thunder oppa menyembunyikan senyumannya, sehingga aku menjadi berfikir yang aneh-aneh. Apa yang sebenarnya akan ia lakukan?

Setelah berada kurang lebih 20 menit di dalam mobil sampailah kami di depan sebuah toko yang memiliki etalase sangat indah, benar-benar sangat memikat mata. Dengan paduan warna gold, silver dan pink pucat yang tergradasi menjadi satu kesatuan yang indah.

“ Kita memerlukan seuatu yang indah hari ini” ujar Thunder oppa membuyarkan lamunanku.

“ kita??” responku bingung.

“ siang ini kita akan menghadiri pernikahan anak salah satu rekan kerja appa. Dan orang ini sangat penting bagi perusahaan kita Hikari, jadi kita tak bisa sembarangan hadir dengan penampilan yang tak meyakinkan. Kau tau, ini merupakan salah satu trik bisnis yang sangat dasar. “First impression” itu sangat penting untuk menentukan citra kita dihadapan rekan bisnis kita.” Jelas Thunder oppa riang.

“ oppa, aku telah mengetahui jika first impression itu sangat penting namun aku juga masih memiliki baju yang cukup pantas dipakai sehingga kita tak perlu membeli yang baru”

“ baju-baju yang kau bawa di dalam kopermu adalah pilihan Joon semua, kan?” tanya Thunder oppa datar. Sepertinya nada riangnya menjadi hilang seketika dan berubah menjadi tatapan serius yang kini sepasang mata indahnya menatapku lekat-lekat.

“ ne..wae?”

“ kau akan pergi bersamaku Hikari, jadi izinkanlah aku memilih sesuatu yang indah untuk kau kenakan. Apa kau akan menolakku?” tawar Thunder oppa getir, terasa kalimatnya begitu mendalam. Aku terlalu bingung bagaimana menanggapinya.

“ aniya oppa, gwencana. Pilihkanlah satu untukku, namun awas jika itu tak sesuai denganku. Kau akan menanggung resikonya” jawabku setengah bercanda untuk mencairkan suasana serius di antara kita. Aku benar-benar takut jika Thunder oppa mulai berbicara serius dengan memandangiku seolah-olah aku hanyalah miliknya.

“ aku memperhatikanmu lebih baik daripada aku memperhatikan diriku sendiri Hikari. Aku telah memesan satu yang pasti akan cocok denganmu. Dan bisakah aku meminta satu hal padamu?”

“ untuk hari ini saja, anggaplah aku bukan kakakmu. Hari ini kau adalah pasanganku di pesta itu. Kau mengerti?” ujar Thunder oppa serius.

“ wae?” tanyaku semakin bingung dengan tingkahnya yang berubah drastis dalam beberapa menit.

“ kemungkinan nanti kita akan bertemu seseorang yang dulu nyaris menjadi pasangan hidupku.” Nada suaranya mulai datar dan dingin.

“ a..apa? pasangan hidup?” tanyaku gugup, apakah Thunder oppa pernah merencanakan akan menikah dengan seseorang? batinku gugup.

“ iya, hal itu merupakan cerita yang rumit. Intinya appa bersikeras menjodohkanku dengan salah satu anak rekan bisnisnya.”

“ lalu?”

“ aku menolaknya. Walaupun aku terampil dalam urusan bisnis, aku tak mau menjual hidupku dengan bisnis. Aku hanya akan menikah dengan seseorang yang kucintai.” Jawab Thunder oppa lembut, kini suaranya telah kembali melunak. Sepertinya Thunder oppa memiliki seribu misteri yang selalu membuatku terkejut setiap detiknya.

“ oke, aku membutuhkan bantuanmu Hikari. Anggaplah sehari ini aku adalah seseorang yang terpenting dalam hidupmu. Acara ini bukan sekedar acara pernikahan biasa namun ini akan menjadi sebuah transaksi bisnis yang tersembunyi.”

“ ba..baiklah.” jawabku gugup. Jujur saja aku tak dapat membayangkan jika diriku menjadi kekasih Thunder oppa. Namun sepertinya aku tak ada pilihan lain karena masalah ini juga menyangkut nasib perusahaan appa.

Setelah menyelesaikan perbincangan serius kami, Thunder oppa kembali seperti sedia kala. Ia tetap menjadi sosok yang humoris dan menyenangkan. Baju yang dipilihkannya memang sangat indah, benar-benar cocok dengan warna kulitku hingga aku nyaris tak percaya jika melihat diriku secantik ini dengan balutan baju yang dipilihkannya.

Thunder oppa memilihkanku gaun sutra berwarna merah dengan ekor yang cukup panjang dan tali di lengannya yang cukup tipis berhiaskan permata berkilauan yang bertabur di sekitarnya. Aku merasa seperti seseorang yang disulap menjadi sosok yang begitu berbeda.

Kemudian penata rias di tempat itu mendandaniku layaknya aku seorang putri, dengan rambutku yang hitam panjang, penata rias itu sangat lihai mengatur rambutku sehingga tercipta tatanan rambut yang terlihat sangat rumit namun elegan. Tak lupa ia menambahkan jepit rambut berbentuk burung phoenix di sisi kanan tatanan rambutku. Aku terlihat seperti orang yang berbeda. Kesan tegas dan kuat terpancar jelas dari seluruh dandananku.

Kurang lebih 2 jam berlalu, akhirnya selesai juga metamorfosaku.

Belum cukup aku tercengang dengan perubahanku, aku sudah dikejutkan oleh Thunder oppa yang justru semakin terlihat berbeda di mataku. Tak ada lagi Thunder oppa yang lembut dan berwajah cantik yang seperti biasa kulihat. Ia berubah menjadi sosok laki-laki yang maskulin dengan tuxedo hitam yang melekat di tubuhnya yang terlihat kekar. Kesan pertama saat aku melihatnya adalah ia sosok yang begitu kuat, keras namun pancaran matanya tetap menampakkan kelembutan saat menatapku. Perpaduan yang indah. Benar-benar indah.

“ hasilnya seperti yang kuharapkan” ujar Thunder oppa sambil berjalan mendekat kearahku.

“ lihatkah dirimu, inilah sosokmu yang sebenarnya Hikari. Kau harus seperti ini di masa depan. “ tambahnya sambil membalikkan tubuhku perlahan di depan cermin yang sangat besar.

“ kau yang sekarang, seperti layaknya naga yang tertidur. Aku akan membantumu untuk menjadi naga yang sesungguhnya agar kau kelak dapat dengan kuat menjaga perusahanmu”

Kata-kata Thunder oppa sungguh membuatku merinding, ia sedikit demi sedikit telah memperlihatkan padaku kenyataan yang sesungguhnya. Dengan penampilannya sekarang, itu cukup untuk membius siapapun yang ada di depannya. Tak khayal jika aku sedikit berdebar saat ini.

“ oppa…” jawabku kebingungan memilih tanggapan yang tepat untuk sederet kalimatnya.

“ tak akan ada lagi Hikari yang lemah sejak hari ini, aku akan ada di belakangmu. Kuatkan dirimu, tegakkan pundak dan punggungmu. Kau dilahirkan untuk mengemban tanggung jawab yang besar.” Tambahnya dengan berbisik padaku.

“ ayo kita berangkat” ajak Thunder oppa sambil menempatkan tanganku di lengannya.

“ kau terlihat sangat cantik Hikari, “ ucapnya seketika ditengah-tengah perjalanan kami. Aku semakin gugup dengannya, Thunder oppa bukan memperlakukanku seperti adiknya lagi jika seperti ini keadaannya ia benar-benar memperlakukanku seperti layaknya seorang wanita.

Sesampainya di depan gedung tempat diselenggarakannya pernikahan itu, Thunder oppa berpesan padaku agar tak terlalu jauh dengannya. Ia segera turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobilnya untukku.

“ Kau bisa melakukannya dengan baik Hikari, percayalah” ia mengatakannya dengan nada yang seperti biasa kudengar, namun tangannya mengarah padaku. Ketika tanganku hendak meraih tangannya, ia segera mengambil tanganku cepat dan menaruhnya di lengan kirinya.

“ Tersenyumlah Hikari, kau adalah pasanganku saat ini.”

“ ne oppa arraso.” Jawabku pelan. Sejujurnya aku sangat takut dengan kejadian apa yang akan terjadi selanjutnya, namun aku tak dapat memberi Thunder oppa beban yang terlalu berat jika aku bertindak ceroboh.

Pesta pernikahannya hampir seperti layaknya pesta mewah, tak ada yang menarik bagiku kecuali berusaha terfokus dengan setiap detail kata yang Thunder oppa katakan bersama rekan-rekan bisnis Paman GO. Aku berusaha untuk menghafal seluruh nama dan bagaimana respon mereka, itu benar-benar penting mengingat mereka juga membicarakan perusahaan appa.

Hikari poV end

Author poV

Hikari menjalani perannya dengan cukup baik, karena semua orang yang melihat mereka berdua mengatakan jika mereka adalah pasangan yang serasi. Walaupun Hikari sendiri mengetahui jika Thunder sangat menjaga setiap kalimat yang terucap dari bibirnya. Hingga akhirnya perbincangan bisnis itu pun selesai.

Thunder membawa Hikari kesalah satu meja dan mereka berdua duduk sebelum para pelayan di acara pernikahan itu membawakan sederet makanan.

“ sejauh ini, kondisinya masih bagus Hikari.” Bisik Thunder di dekat telinganya, Thunder melakukannya dengan sangat hati-hati agar tak terlalu mencolok perhatian.

“ ne, oppa. Aku tahu, sebaiknya kita harus segera pergi dari tempat ini, sepertinya mereka telah cukup yakin dengan apa yang tadi kita bicarakan dengan mereka” jawab Hikari serius. Perubahan yang cukup drastis dari Hikari sedikit membuat Thunder bingung namun Thunder hanya dapat tersenyum kecil dari sudut bibirnya.

“ kau belajar dengan cepat Hikari, “

“ ini hanyalah permulaan oppa, aku sekarang menjadi sedikit paham tentang apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan appa. Aku akan menjadi pewaris yang sesungguhnya.” Ujar Hikari dengan rahang yang mengatup kuat-kuat.

“ kita harus segera pergi dari sini Hikari, hari ini kita juga harus pergi ke perusahaan.” Ajak Thunder lalu menggandeng Hikari beranjak dari tempat duduknya.

Namun sebelum mereka pergi,..

“ Lama tak melihatmu Thunder, sepertinya kau telah menemukan seseorang yang cocok denganmu” tampak seorang perempuan yang bertubuh tinggi menyapa Thunder. Wajahnya yang merupakan campuran antara Asia dan Barat membuat penampilannya semakin memukau. Tapi diluar dugaan, ia melemparkan tatapan yang kurang suka terhadap Hikari.

“  Claire?” jawab Thunder dingin.

“ bagaimana kabarmu akhir-akhir ini? Bahkan kau sama sekali tak pernah menghubungiku” tanya gadis itu dingin.

“ aku sibuk, sehingga aku tak ada waktu hanya untuk sekedar menanyakan kabarmu” jawab Thunder tak kalah dingin. Sepertinya Thunder sangat tak menyukai perempuan yang sekarang sedang berdiri di hadapannya, Thunder hanya dapat melampiaskan kekesalannya dengan menggenggam tangan Hikari kuat-kuat.

“ memang kau selalu yang bisa diandalkan Thunder, gadis yang bersamamu…..ia sangat cantik” bisik Claire pelan di telinga Thunder.

Hikari yang melihat ekspresi Thunder segera menarik tangan Thunder agar menjauh darinya.

honey, we must go now” ujar Hikari dengan nada yang sedikit manja, namun matanya menatap Claire dengan tatapan yang tajam walaupun Hikari memasang senyuman di wajahnya.

“ aku harus pergi sekarang Claire, “ ujar Thunder dingin dan segera pergi bersama Hikari. Entah apa yang terjadi sebelumnya, namun Thunder terlihat sangat membenci gadis itu.

“ mianhe oppa atas perbuatanku tadi” bisik Hikari cepat. Hikari dapat merasakan aura kebencian dari air muka Thunder.

“ gomawo, kau telah menyelamatkanku dari perempuan itu”

Sebelum Hikari sempat menjawab Thunder, ia merasakan sesuatu yang janggal. Ia segera menyadari jika Claire mengikuti mereka. Hikari segera mengembangkan senyuman sinisnya.

“ ada apa? “ bisik Thunder bingung dengan ekpresi yang tak biasa dikeluarkan Hikari.

“ oppa, maafkanlah sikapku setelah ini, namun sepertinya tak ada jalan lain. Ia benar-benar tak putus asa mengikuti kita”

Tiba-tiba Hikari segera menarik Thunder kedalam pelukannya,

“ I love you,…….” ujar Hikari cukup jelas sehingga Claire mungkin dapat mendengar apa yang sedang ia ucapkan. Mata Hikari menatap Thunder dengan pandangan yang berkaca-kaca namun beberapa detik selanjutnya ia melihat Claire dengan tatapan yang tajam setelahnya Hikari kembali menatap Thunder dan dengan cepat Hikari memegang wajah Thunder dengan lembut lalu tanpa sadar Hikari mencium Thunder pelan.

Thunder sangat terkejut dengan apa yang sekarang sedang dilakukan Hikari, ia sempat mematung beberapa detik sebelum ia membalas memeluk Hikari dengan erat.

Claire terlihat sangat marah dengan apa yang baru saja ia lihat, ia benar-benar tak bisa mempercayai Thunder yang begitu dingin padanya bisa berubah drastis menjadi seseorang yang lembut di hadapan Hikari. Emosi Claire semakin memuncak ketika Hikari mencium Thunder didepannya, ditambah lagi Thunder justru sama sekali tak menolaknya, justru Thunder semakin erat memeluk gadis itu.

Claire tak dapat melihat lagi kedua oarang itu memamerkan kemesraan mereka didepannya sehingga ia pergi dengan kesalnya.

Mengetahui Claire telah pergi, Hikari segera menjauhkan wajahnya namun tanpa diduga Thunder masih memeluknya dengan erat.

“ oppa, ia telah pergi.” Ujar Hikari pelan.

“ mianhe oppa, aku tahu ini sangat tak sopan namun aku tak memiliki cara lain untuk membuatnya jera mengganggumu.” Jelas Hikari dengan nada yang penuh penyesalan.

Thunder hanya diam memandangi Hikari dengan tatapan seribu makna,..

“ sepertinya aku tak bisa menjadi kakakmu lagi Hikari.” Repon Thunder singkat.

saranghae..”  bisik Thunder tepat di telinga Hikari, namun Hikari dapat dengan jelas mendengarnya.

Sebelum Hikari kembali pada kesadarannya, Thunder kembali mencium Hikari namun ini sama sekali bukanlah skenario yang sedang dimainkan.

“ oppa..” batin Hikari kaget.

Kini giliran Hikari yang dibuat kaget oleh sikap Thunder, saking kagetnya Hikari sampai membelalakkan matanya hingga tak berkedip.

“ Thunder oppa, menciumku?” batin Hikari yang berusaha dengan keras membangun kesadarannya kembali.

TO BE CONTINUED………….

DON’T FORGET TO LEAVE YOUR COMMENT CHINGU ^^

3 responses to “[Freelance] MY PRECIOUS PRINCESS (PART 9)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s