[Freelance] Love Drunk (PART 8)

img1385637120956

Title                       :    Love Drunk (PART 8)

Author                  :    Safira Bella/@fira_bella

Genre                   :    Romance, Angts, Friendship, Etc.

Cast                       :  

–          Alexandra Wu (OC)

–          EXO Members

–          VIXX Members

–          Yoon Sohee

Rated                    :     PG-17+

Exo milik management, orang tua dan Tuhan YME, kecuali Kris Kai Luhan. Ide seratus persen dari otak author jadi leave comment guys J

 

Happy Reading ~~~(^o^)~~~

Seorang pemuda terduduk lemas dilantai dengan lutut sebagai penyeimbang tubuhnya.Kedua tangan dan kakinya dirantai menggunakan besi yang terpasang didinding.Baik wajah maupun tubuh pemuda itu penuh dengan luka lebam yang kentara dengan warna kulitnya.

“Kenapa kau mendekatinya!”Tanya namja yang berdiri dihadapan pemuda itu.

“JAWAB AKU!” Teriak namja itu sambil mencengkram kuat rahang pemuda itu.

“Aku tidak ingin dia terluka….” Jawab pemuda itu dengan suara tercekat. Dia menatap sayu kearah namja yang ia anggap ‘kakaknya’ itu.

“PERSETAN!”Kembali namja itu melayangkan benda tumpul itu ke tubuh pemuda tak berdaya itu.Benda berwarna coklat dengan ukuran yang panjang.Benda yang biasa digunakan untuk memacu kecepatan berlari kuda kini digunakan untuk menyiksa seorang manusia. Namja itu sama saja memperlakukan pemuda itu seperti binatang.

Pemuda itu meringis merasakan kulit lengannya terkoyak untuk kesekian kalinya.Tubuhnya tak berdaya hanya untuk berteriak.Terlebih posisinya sekarang yang sedang dirantai, persis seperti tawanan penjara bawah tanah.

“Kau mencintainya?”

Pemuda itu tak langsung menjawab.Selain rasa sakit ditubuhnya dia juga enggan mengatakan perasaannya didepan namja itu. Itu sama saja membuat penderitaan gadis itu bertambah.

“KAU TULI EOH!”

“ARGGGG……”

Namja itu menusuk pisau lipat ke kaki pemuda itu.Teriakan frustasi pemuda itu kembali menggema dipenjuru ruangan. Percuma saja mencoba membohongi namja itu pada akhirnya bau busuk itu pasti akan tercium olehnya.

“JAWAB AKU LEE HONGBIN!” Namja bernama N itu menarik kasar rambut Hongbin sehingga ia kembali mendongakan kepalanya. N menatap bengis pemuda bermarga Lee itu.Dia tidak menyangka justru penghancur rencananya berasal dari orang dalam terlebih anggotanya sendiri.

“A-aku mencintainya…..”

“BRENGSEK KAU LEE HONGBIN! KAU MENCINTAI ADIK DARI MUSUH KITA! SADARLAH APA YANG TELAH LELAKI ITU PERBUAT PADAMU!”N mengusap wajahnya yang sudah merah sempurna karena emosinya yang tak kunjung reda.

“Musuh kita haha….teliti lagi kata-katamu hyung? Dia musuhmu bukan musuhku, aku tidak pernah merasa dendam atas kepergian kakakku itu semua sudah takdir…..” Lelaki berambut merah itu menatap geram Hongbin yang justru mulai berani membantah omongannya.Entah sejak kapan, mungkin sejak lelaki itu mulai menaruh rasa dengan gadis bernama Alexandra Wu itu. Hongbin adalah namja penurut yang pernah ada dia akan menjalankan misinya dengan baik tanpa cela. Sekarang lelaki itu telah teracuni satu kata yang bernama cinta.Inilah alasan N untuk selalu memperingatkan Hongbin untuk menjaga jarak dengan Alex.Karena dia tahu gadis itu memiliki karisma yang sulit untuk ditepis.

“LEE HONGBIN!” Leo bertindak.

“Gadis itu tidak bersalah kenapa kau justru menghancurkan hidupnya?”Hongbin mulai menatap mata tajam N yang seakan memancarkan sinar leser dari kedua matanya.Hongbin pun tak kalah tajam.Pemuda itu berusaha mempertahankan posisinya.

“Lelaki itu telah mengambil nyawa orang yang ku sayangi, sekarang giliranku untuk membalas perbuatannya!”N berbalik membelakangi Hongbin.

“KAU TIDAK BOLEH MELAKUKAN ITU HYUNG!” Hongbin bergerak gelisah dalam jeratan besi yang merantai tangan dan kakinya.

“Akan ku pastikan dia merasakan apa yang aku rasakan!”N melempar tongkat itu ke lantai. Dia berjalan hendak meninggalkan ruangan itu diikuti anggota yang lain sedangkan Hongbin meracau tidak jelas seiring kegelapan menemaninya diharinya yang panjang.

-ooo-

Alex mendudukan dirinya dicafe disebrang apotik didaerah Gangnam.Matanya menerawang lurus ke dalam gelas vanilla lattenya yang masih utuh.Sudah 30 menit gadis itu mendiamkan minumannya. Sebenarnya bukan maunya menghiraukan minuman manis dan hangat itu. Hey gadis itu sangat menyukai vanilla latte. Satu hal yang terus terngiang dinalar gadis itu.Pembicaraan dua yeoja saat dikantin tadi.Sebenarnya Alex tidak berniat mendengarkan gosip murahan dari mulut para yeoja tapi objek yang mereka bicarakan tak dipungkiri membuat Alex tertarik.Mereka berbicara dengan suara hampir seperti bisikan disini Alex membanggakan pendengarannya yang tajam.

‘Kau tahu aku belum juga datang bulan?’

 

‘Bagaimana bisa?’

 

‘Entahlah seharusnya hari ini aku sudah menstruasi?’

 

‘Memangnya hari itu kau sedang apa diapartemen kekasihmu?Kau sungguhan melakukan itu?’

 

‘Eotthokhe?’

 

‘Periksa saja dengan test pack untuk membuktikannya’

 

Alex menggigit bibirnya ragu.Apakah dia harus mengikuti saran gadis itu.Ya, walaupun saran itu tidak ditujukan untuknya tapi masalah teman gadis itu mirip dengannya.Alex belum juga kedatangan tamu sejak sepekan lalu. Seharusnya ia sudah menstruasi sejak tanggal 15 kemarin dan akan selesai tanggal 22. Namun hingga tanggal 23 pun Alex belum juga merasakan tanda-tanda menstruasi.Dia meneguk minumannya lalu melangkah keluar setelah meletakkan beberapa lembar uang diatas meja.

-ooo-

Alex duduk diatas toilet dengan tangan kanan yang ia gunakan memegang benda yang bernama test pack. Alex memutuskan membeli benda itu karena begitu penasaran dengan kondisi tubuhnya akhir-akhir ini. Alex sering kali mual dipagi hari atau mencium wewangian yang menyengat perutnya akan berkontraksi. Alex juga jarang memasok makanan ke tubuhnya dan lebih sering tidur dikarenakan akhir-akhir ini dia mudah sekali mengantuk. Bahkan Alex sering kali tidur siang, sebelumnya Alex tidak begitu menyukai tidur disiang hari karena kepalanya akan pusing setelahnya namun kali ini justru rasa segarlah yang ia dapatkan setelah bangun tidur. Aneh.Alex menyibak rambutnya ke belakang dengan tangan yang mulai mengibas-ngibas benda kecil itu.Tak lama tercetak dua garis merah dibenda itu.Alex terdiam tangannya mengambang diudara.Dia meraih bungkus benda itu dan mencari petunjuk tentang arti tanda ‘dua garis’ itu.Alex menjatuhkan kedua benda itu.Tubuhnya bergetar hebat merosot ke lantai.Tangannya membekap tak percaya mengetahui fakta itu.Terjawab sudah keresahannya selama ini.Inikah alasan mengapa selama ini tubuhnya seakan memberi respon aneh dengan sekitarnya.

Satu fakta yang ia lupakan. Malam itu Alex sedang dalam masa suburnya dan Luhan menyentuhnya pada malam itu.Kejadian 2 minggu yang lalu kembali menghantui gadis itu.Alex menjambak rambutnya, air matanya kembali berjatuhan.Dia menekuk kakinya lalu menenggelamkan wajahnya disana.Dia ketakutan sekarang.Harus bagaimana lagi Alex menutupi masalah ini.Terakhir kali Kris menyeretnya ke ruang bawah tanah karena heroin. Mungkin kali ini Kris akan mencoret namanya sebagai adiknya dan menendang Luhan keluar dari mansion. Alex tidak mau itu terjadi.Sudah cukup penderitaannya selama ini.Apa aku harus menggugurkan bayi ini? Tidak! Itu jahat! Aku tidak mungkin membunuh bayi ini!Alex mengusap perutnya yang masih rata.Entahlah perasaan hangat menyelimutinya sekarang.Dia teringat kata-kata Luhan malam itu.

Aku akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu!

 

Alexkembali menjatuhkan air matanya.Dia tidak mungkin membebani Luhan karena kondisinya.Alex tahu Luhan terbebani dengan masalahnya sekarang.Alex tahu hubungan Luhan dan kakaknya –Kris- tak begitu baik setelah kejadian waktu itu.Dia tidak mungkin menambah beban namja itu. Luhan sudah mengatakan bahwa ia bersedia menjadi penghiburnya tapi bukan berarti Alex harus meminta pertanggungjawaban pada namja itu. Tapi bagaimana pun Luhan berhak tahu, karena Luhan adalah ayah biologis dari bayi yang dikandung Alex.Alex juga butuh perhatian dari Luhan selaku ayah dari bayinya karena Alex sedang mengandung anaknya.

“Appa eomma eotthoke?”Gumam Alex seorang diri.

-ooo-

Sehun meletakkan nampan berisi makanan didepan Alex yang sedang berkutat dengan bukunya.Alex menurunkan sedikit bukunya lalu kembali menyibukan dirinya.

“Lex ayo makan, aku punya nasi goreng kimchi dan jus apel kesukaanmu.”Sehun mendorong nasi goreng kimchi dan jus apel itu tepat didepan Alex yang kali ini sudah meletakkan bukunya.

“Aku tidak lapar Sehun-ah…” Alex menggeser makanan dan minuman itu.Sehun mengerutkan alisnya.Ini pertama kalinya Alex menolak kedua jenis makanan minuman itu. Keduanya merupakan favorit Alex setelah bulgogi dan bubble tea.

“Aku tidak mau mendengar alasanmu Nona Wu, ayo dimakan.”Sehun sudah menyuapkan nasi campur ke mulutnya.Matanya mengisyaratkan Alex untuk segera melahap makanannya.Alex mendengus lalu dengan pasrah menarik kembali kedua makanan itu.

“Baiklah aku makan….” Alex meletakkan buku jurnalnya ke dalam tas. Sehun menjeda kunyahan saat matanya menangkap benda asing yang jatuh dari buku jurnal Alex.Sehun meraih benda kecil itu matanya sedikit melirik Alex yang masih meletakkan beberapa buku ke tasnya.

Tanda ini ?

 

Tanda garis dua itu Sehun mengenalnya.Dia tidak asing dengan keberadaan benda kecil itu.Benda yang hanya digunakan bagi orang-orang yang baru saja melakukan hubungan intim dengan pasangannya yang tentu saja untuk membuktikan kehamilan. Untuk apa Alex menyimpan benda seperti ini terlebih menyimpannya dibuku jurnal yang tak pernah seorang pun mau membuka buku-buku Alex yang tebal itu.Apa ini milik orang lain? Itu tidak mungkin. Untuk apa Alex menyimpan benda milik orang lain. Alex tipe gadis yang selalu menyibukan dirinya tidak ada alasan baginya mengurusi urusan orang lain. Sehun mendongkrak kepalanya dilihatnya Alex menatap horror benda yang ada dalam genggaman Sehun.

“Kita harus bicara….”

Alex menarik tangannya sesaat mereka sudah sampai diatap kampus. Sehun menatap Alex dengan tatapan mengintimidasi, gadis itu justru menenggelamkan kepalanya ia enggan melihat Sehun yang penuh dengan kilatan amarah dimatanya.

“Ini apa Lex?”Alex hanya diam dengan kepala yang semakin menunduk dalam.Tangannya memilin-milin ujung jaketnya.

“JAWAB AKU LEX!” Sehun mencengkram pundak Alex.Tubuh gadis itu bergetar mendengar teriakan Sehun padanya.Tak dapat dipungkiri gadis itu ketakutan sekarang.

“Katakan siapa yang melakukan ini padamu!”Alex kukuh diam.

“Kai….” Alex diam.

“Hongbin….” Alex tetap bungkam.

Sehun menghela nafasnya.Nama terakhir yang menjadi kemungkinan besar penyebab hamilnya Alex dan ayah dari janin yang dikandung Alex.

“Luhan hyung….”Alex tetap diam namun air matanya mengalir begitu saja.Sehun langsung memeluk gadis itu.Walaupun tak mendapat jawaban pasti dari mulut Alex, Sehun dapat menyimpulkan satu hal.Luhan adalah orang yang bertanggung jawab atas insiden ini.Sebenarnya Sehun sudah menduga bahwa Luhan adalah pelakunya namun dia hanya ingin memastikannya langsung.Sehun melihat Luhan menarik Alex menuju kamar hotel dan Sehun memutuskan menunggu.Hingga tengah malam mereka tak menampakkan tanda-tanda keluar.Paginya Sehun kembali ke tempat persembunyiannya dan melihat Alex dan Luhan keluar bersama-sama. Dari sini Sehun sudah memprediksi bahwa mereka akan ‘melakukannya’, tapi Sehun tidak pernah menyangka masalahnya justru akan serumit ini, Luhan berhasil menumbuhkan benihnya didalam tubuh Alex. Sehun juga tidak mengerti yang jelas Sehun benar-benar terpukul mengetahuinya terlebih Alex yang terlihat sangat pucat dan ketakutan.

-ooo-

“Usia kandungan anda sekitar 1 bulan Nona Wu.”Dokter meletakkan dua buah lembaran kertas dengan gambar hasil pemeriksaan USG tadi.Alex menatap gambar didepannya.Semula enggan melihat gambar itu tapi sebuah suara berbisik dibenaknya.

Tidakkah dia penasaran seperti apa keadaan janin didalam perutnya sekarang?

Tidakkah dia berhak tahu?

Dan tidakkah janin itu berhak memberitahukan Alex keadaannya sekarang? Memberitahukan…. Ibunya?

Jantung Alex berdebar dan tiba-tiba dia merasa geli ketika menyebutkan kata ‘ibu’. Dia akan menjadi ibu seseorang bila anak ini lahir, bila dia tidak menggugurkannya. Bayi itu akan lahir…. Normal mungkin?

Apa anak itu laki-laki atau perempuan atau mungkin mereka kembar? Ah, jenis kelaminnya masih bisa ditentukan. Dan wajahnya akan seperti siapa? Akankah seperti Alex?

Ataukah seperti…. Ayahnya?

Alex menutup mata, kembali merasakan getaran aneh itu ketika memikirkan kata ayah. Apakah bayi itu akan tahu ayahnya?

Bagaimana keadaannya bila Alex tidak menggugurkannya?

Perlahan Alex dengan berani melihat kedua gambar itu.Anakku….

 

Tiba-tiba perasaan hangat meliputi tubuh Alex, perasaan lembut dan entah mengapa…. Sedikit rasa bahagia.Ini aneh, ini sangat aneh.

“Apapun jenis kelaminnya, keadaan janinmu sangat sehat.”Jelas dokter itu.Alex menatap dokter itu dengan mata berkaca-kaca.Dokter itu menatapnya pengertian.

“Tuan anda harus menjaga istri anda dengan baik.Jaga pola makannya dan istri anda tidak boleh stress.” Sehun yang sedari tadi duduk manis dikursi didepan meja dokter kandungan itu mengangguk patuh. Sehun berperan seakan ia adalah ayah dari bayi itu. Sehun menghargai keputusan Alex untuk tidak memberitahukan hal ini pada Luhan dan member yang lain terutama Kris. Kris pasti marah besar saat mengetahui adik kesayangannya hamil terlebih Luhan-lah penyebabnya.Sehun tidak mau melihat Alex kembali bertengkar dengan kakaknya.

“Ne dokter.”

“Didalam amplop itu sudah ada jadwal check up istri anda, periksalah dengan rutin Tuan.” Sehun kembali mengangguk dengan tangan yang sudah mengambil alih amplop berwarna coklat itu.Alex hanya duduk kaku dikatil melihat sikap baik Sehun.Dalam pikirannya masih ada namja sebaik Oh Sehun yang mau melindunginya dan menjaganya.Tak lama Alex tersenyum miris.Seharusnya Luhan yang duduk disitu menemaninya memeriksa kandungannya.Namun satu hal Luhan tak boleh mengetahuinya hingga bayi ini lahir.

“Terima kasih dokter, kami permisi dulu.”Sehun menunduk hormat diikuti Alex.

“Itu sudah tugasku, selamat atas kehamilannya Nona Wu.”Dokter itu tersenyum ramah Alex pun membalasnya dengan senyum kaku.

Mereka keluar dari ruang dokter dengan perasaan campur aduk.Sehun bertekat ingin menjaga Alex agar bayi itu sehat dan dapat lahir normal nantinya.Sedangkan Alex justru semakin terpuruk.Mimpi buruknya menjadi nyata.Ia pikir gejala-gejala itu muncul karena kurangnya nafsu makannya dan sesungguhnya Alex mencoba menepis hasil tes alat kehamilan itu namun sekarang apa yang bisa Alex lakukan?

“Lex ayo kita ke supermarket….” Sehun menarik tangan Alex untuk mengikutinya namun gadis itu tetap diam ditempatnya.

“Kenapa?”

“Apa?”

“Kenapa kau begitu baik padaku?” Untuk kedua kalinya seseorang menanyakan hal yang sama. Sehun tersenyum lalu berkata.

“Karena kau adikku.Aku begitu menginginkan sosok adik perempuan didekatku dan kehadiranmu mengobati keinginanku.”Sehun tersenyum sambil membelai rambut Alex penuh kehangatan.

“Hanya itu….”

“Seorang kakak wajib melindungi adiknya apapun yang terjadi, itu tugasku sekarang.”

“Sehun” Mata Alex kembali berkaca-kaca mendengar kata-kata Sehun barusan. Ternyata Sehun tidak seburuk yang ia pikirkan. Alex senang memiliki kakak kedua seperti Sehun.

“Hey ibu hamil tidak boleh menangis nanti bayinya ikut menangis…” Sehun menghapus jejak air mata dipipi Alex.

“Dengar kau adalah adikku jadi kau harus menghormatiku sebagai kakakmu, satu lagi panggil aku oppa eum…” Alex mengangguk sambil tersenyum manis.

“Bagus, kajja kita ke supermarket.”

-ooo-

“Sehun-ah kau mau kemana?”Tanya Lay yang baru saja duduk dimeja makan untuk makan malam bersama.

Sehun mengangkat kepalanya dengan kedua tangan yang memegang nampan berisi makanan.

“Ke kamar Alex?” Sehun meletakkan mangkuk berisi sup iga dinampan.

“Alex kenapa lagi?”

“Kami ingin mengerjakan tugas selagi makan bersama dikamar hyung….” Balasnya sambil tersenyum. Lay mengerutkan alisnya melihat senyum Sehun yang berkesan misterius tapi terkandung kebahagiaan disana.Apa dia juga menyukai Alex?

 

“Baiklah, katakan pada Alex untuk menghabiskan makannya kau juga…” Pinta Lay dengan nada bijaksana yang Sehun sukai.

“Tentu hyung….” Setelah itu Sehun menghilang dibalik pintu.Semua mata memandangnya bingung belakangan ini Sehun sering terlihat dekat dengan Alex bahkan sangat dekat.Mereka semua menganggap Sehun tengah menaruh hati dengan Alex tapi nyatanya itu tidak benar.Hanya Tao yang mengetahui perasaan Sehun yang sesungguhnya bahwa pemuda itu menganggap Alex sebagai adiknya tidak lebih.Luhan yang berstatus hyung yang paling dekat dengan Sehun pun tak mengetahui kronologi sesungguhnya.Luhan justru menganggap Sehun mulai bergerak untuk melakukan pendekatan dengan gadisnya.

“Mungkin Sehun menyukai Alex….” Sohee tiba-tiba memecah keheningan dimeja makan.Kris memalingkan wajahnya dan menatap Sohee tajam seakan perkataan Sohee barusan adalah kesalahan besar lalu melirik Luhan yang memakan makanannya tak nafsu. Kris dapat melihat senyum miris terukir dibibir namja manis itu.

“Apa maksudmu?”Kai yang berada disampingnya meminta penjelasan lebih dari yeojachingunya.Sesungguhnya mendengar Sehun juga menyukai Alex membuatnya bergetar.Hatinya berkedut hendak meledak didadanya.Sohee mengangkat bahunya acuh.

“Entahlah mereka terlihat dekat sekali, bahkan dikampus….” Sohee hendak menyuapkan sup ke mulutnya sebelum seseorang menjeda kegiatan gadis itu.

“Aku sudah selesai….” Luhan menunduk singkat lalu pergi meninggalkan meja makan.Xiumin melirik piring Luhan disebelahnya yang hanya tersentuh sedikit.Xiumin menghela nafasnya, sejak sebulan yang lalu Luhan jarang sekali menyentuh makanannya.Xiumin lebih sering melihat Luhan minum jus apel yang merupakan minuman favoritnya dengan Alex.Namja itu yakin Luhan memiliki masalah serius hingga membuat moodnya kali ini tercecer.

“Apa aku salah bicara?”Sohee menyentuh mulutnya.

“Jangan menilai orang sebelum mengetahui yang sesungguhnya….” Tao ikut meninggalkan meja makan.Nafsu makan namja bermata panda itu hilang seketika mendengar komentar Sohee yang seakan-akan mengada-ngada dari yang ada.Tao sudah tidak begitu menyukai Sohee sejak pertama kali dia menginjakkan kaki dimansion hingga puncaknya saat Alex mulai tertangkap mengonsumsi heroin dan sering kali keluar masuk rumah sakit karena sakaunya kambuh.Tao menganggap Sohee penghancur hidup Alex yang semula baik-baik saja sebelum dia datang.Tao membencinya karena dirinya begitu sulit menemukan senyum bahagia Alex setiap harinya.Dia tidak begitu suka jauh dari Alex hanya karena gadis itu mencoba menghindarinya.

-ooo-

“Lex ayo makan aku lapar….” Sehun meletakkan nampan diatas ranjang.Namja itu melihat Alex yang masih tekun bermain dengan psp miliknya. Semenjak hamil Alex begitu menyukai hal-hal yang berbau game sebelumnya gadis itu tidak begitu menyukai game karena pasti akan kecanduan dan sulit berhenti seperti halnya saat ini. Bahkan ia mencampakkan bukunya hanya karena sebuah game.

“Oppa makan saja dulu aku masih kenyang….” Jawabnya tanpa melihat Sehun yang tengah menekuk wajahnya kesal.

“Kau ini selalu beralasan, kau tidak kasihan dengan little deer dia pasti kelaparan….” Ucapnya sambil menunjuk perut Alex dengan bibirnya. Alex meniup poninya lalu meletakkan psp berwarna silver itu disampingnya. Mendengar kata little deer hatinya menjadi luluh.Walaupun dalam dirinya dia tidak begitu menginginkan bayi itu tapi hati kecilnya seakan sangat menyayangi bayi itu. Alex tak bisa memungkiri bahwa dia begitu menyayangi bayi yang ia juluki little deer itu. Dia teringat Luhan yang pernah mengatakan bahwa ia ingin memanggil anaknya dengan sebutan little deer dan Alex menerapkannya sekarang.

“Ne oppa aku makan…” Alex meraih makanannya dan memakannya dengan penuh kenikmatan.Sehun sengaja mengambil makanan yang banyak untuknya karena didalam tubuh Alex terdapat nyawa yang pasti juga membutuhkan makan. Bayi akan memakan hal yang sama dengan yang dimakan ibunya Sehun tahu itu sehingga ia sering kali ikut memasak bersama Dyo dan Lay untuk memastikan bahan yang mereka olah baik. Dia tidak ingin ‘calon keponakannya’ tak sehat karena makanan yang dikonsumsi ibunya.

“Ngomong-ngomong berapa lama lagi little deer lahir? Aku tidak sabar menggendongnya….” Sehun berbicara dengan mulut setengah penuh.Dia mengamati Alex yang tengah mengelus perutnya yang masih sedikit rata.Sehun menyadari perubahan fisik yang dialami gadis itu. Perutnya sudah tidak serata sebulan yang lalu, mulai terdapat tonjolan walaupun samar. Perubahan lainnya adalah dada gadis itu membesar tidak seperti biasanya.Tapi anehnya justru tubuh gadis itu tidak membengkak seperti ibu hamil pada umumnya.Kata Dokter itu merupakan faktor keturunan. Sehun dapat bernafas bebas setidaknya Sehun tidak perlu repot menyembunyikan gadis itu selama 9 bulan penuh karena perubahan mencolok dari gadis itu. Satu lagi perubahan yang membuat Sehun kagum adalah wajah gadis itu bertambah cantik dan bersinar.Semenjak hamil Alex justru terlihat cantik dan tak sekumel ibu hamil pada umumnya.Sehun menduga bayi yang dikandung Alex adalah bayi perempuan.

“7 bulan lagi oppa, ini masih 2 bulan….” Alex kembali menyuap nasinya dibarengi dengan kuah sup iganya.

“Lama sekali….” Sehun menumpu wajahnya ditepi ranjang.Dia sudah selesai makan.

Alex terkekeh. “Sabar oppa, 7 bulan itu tidak lama….” Alex menepuk kepala Sehun yang dekat dengan perutnya.

“Aku tahu, tapi aku ingin little deer harus memanggilku samchon nantinya….” Sehun mengusap-ngusap perut Alex seakan sedang berkomunikasi dengan jabang bayi didalam sana. Alex tersenyum manis. Dia begitu bahagia memiliki Sehun yang selalu hadir disampingnya.Bahkan Sehun tak pernah mengeluh jika dipagi hari Alex akan mual-mual dan lemas kemudian. Atau meminta es krim dengan jumlah tak sedikit.Sehun dengan senang hati mengabulkan karena dia begitu menyayangi Alex dan ‘calon keponakannya’.

“Ne samchon….”Jawab Alex dengan suara yang ditirukan seperti anak kecil.

“Kalau begitu makan yang banyak Lex agar dia cepat lahir, ige susumu habiskan ne saengie….” Sehun menyodorkan segelas susu coklat yang dikhususkan untuk ibu hamil. Alex menerimanya lalu meminumnya hingga tetes terakhir. Sebenarnya rasa susu ibu hamil itu sedikit aneh tapi demi kesehatan bayinya Alex rela meminumnya.Dia bahkan rela senam ibu hamil dihari tertentu demi kesehatan bayinya tentunya Sehun yang menemaninya.

-ooo-

Hongbin berjalan santai menyusuri koridor kampus setelah 1 bulan lamanya tidak masuk dikarenakan luka ditubuhnya. Dengan buku tebal ditangan kirinya sedang tangan kanan menyedot jus apel yang baru-baru ini dia sukai dikarenakan gadis yang ia cintai –Alex- begitu menyukai minuman itu.Pemuda itu menghentikan langkahnya bertepatan disebuah jendela besar yang langsung menghadap halaman belakang kampus.Pemandangan yang membuat mata siapapun terpana saat melihatnya, begitu asri dan terawat.Bukan itu yang menjadi pemandangan menarik bagi pemuda berambut coklat caramel itu. Seorang gadis tengah duduk manis dibawah pohon maple yang rindang tempat dimana Hongbin pernah mengungkapkan perasaannya pada gadis itu.Tempat dimana dia pernah menumpahkan seluruh rasa cintanya pada gadis itu.Sebuah senyum terulas dibibir namja itu, tangannya terulur menyentuh dadanya yang kembali berdegup kencang hanya dengan mengingat wajah merona gadis itu.1 bulan tidak bertemu dengan gadis itu nyaris membuat Hongbin kehilangan seluruh oksigennya, dia begitu merindukan sosok ‘malaikatnya’ itu.Seorang Lee Hongbin si iblis jelmaan malaikat begitu merindukan malaikatnya.Bisakah aku memeluknya?

 

Hongbin memalingkan wajahnya ke samping begitu merasakan seseorang menyentuh pundaknya.Dia memandang bingung sosok dihadapannya yang sedang memancarkan raut wajah datar.

“Bisakah kita bicara?”Setelahnya namja itu berjalan mendahuluinya.Hongbin awalnya hanya diam lalu memutuskan untuk mengikuti namja tegap itu.

“Ada apa?”Tanya Hongbin sesaat mereka sampai diatap gedung kampus.Tempat ini seakan memiliki banyak rahasia yang tertelan oleh pikiran orang-orang yang terlibat.

Namja itu –Sehun- hanya diam dan memandang lurus gadis yang berada dibawah sana. Dia menghela nafasnya cukup ragu mengatakan hal ini.Tapi sekarang ini dia membutuhkan bantuan.Dia begitu kalut hendak meminta tolong pada siapa. Dia tidak mungkin meminta bantuan member yang lain karena itu akan menyulitkan Alex kelak. Tiba-tiba nama Hongbin terbesit dipikirannya. Akankah dia meminta bantuan pada namja itu?Bukankah dia musuhnya? Ah, tidak Sehun tidak pernah menganggap Hongbin musuhnya. Dari dulu Sehun berusaha bersikap netral dia tidak ingin merepotkan satu hal jika bukan dia yang terlibat langsung didalamnya. Sekarang akankah ia memohon untuk membantunya? Apakah namja itu mau menolongnya?Ini semua karena gadis itu.Hongbin pasti mau membantunya karena Sehun tahu namja itu begitu mencintai Alex hingga beberapa cekalan pun dihiraukannya.

“Ini tentang Alex….” Hongbin mengamati punggung tegap Sehun yang berada didepannya. Ada apa dengan Alex? Apakah gadis itu kembali sakit?

“Ada apa dengan Alex, cepat katakan!”Hongbin tidak sabar mendengar kelanjutan omongan Sehun yang seakan sengaja menggantungnya sehingga membuatnya penasaran setengah mati.

“Gadis itu…. Membutuhkan kita….” Jawab Sehun masih pada posisinya.

“Apa maksudmu?”

“Sebuah nyawa hadir ditubuhnya….” Hongbin menjatuhkan bukunya. Otaknya berusaha menyerap perkataan namja berkulit putih susu itu. Apa maksud sebuah nyawa hidup ditubuh gadis itu. Apakah dia….

“Malam itu…. Malam dimana Alex menangis dipelukanmu…. Alex melakukan itu dengannya….” Sehun menjawab dengan nada datar namun tersirat kekhawatiran yang besar dibenaknya. Dia khawatir namja yang berdiri dibelakangnya itu akan menolak permintaannya lalu menghilang begitu saja membuat gadis itu kembali terpuruk merasa kehilangan malaikat pelindungnya.

Hongbin meremas tangannya, pijakannya seakan runtuh mengetahui gadis yang barusan menari-nari dipikirannya tengah mengandung anak seseorang. Hongbin paham apa yang dimaksud ‘dia’ oleh Sehun. Ya.Dia tahu siapa ayah dari bayi itu.Laki-laki yang pada malam itu memukulnya karena memeluk gadis itu.

“Apa yang bisa kubantu….” Jawab Hongbin dengan suara bergetar.Sehun berbalik dan menatap Hongbin yang seakan kehilangan separuh nyawanya.

“Bantu aku mengeluarkan Alex dari mansion….”

-ooo-

Alex sedang mengusap-ngusap bulu anjingnya. Dia sedang duduk manis dibalkon kamarnya. Dia begitu bosan menunggu Sehun pulang membawa es krim-es krim pesanannya. Ya, Alex kembali mengidam untuk memakan benda lembut dan manis itu. Alex memang begitu menyukai es krim tapi satu hal Alex tidak begitu suka memakan es krim dalam jumlah yang banyak.Mungkin karena Alex sedang mengandung jadi pasokan makanannya bertambah 2 kali lipat.Alex mengamati bulu anjing berumur 2 tahun didepannya.Bulu yang berwarna keabuan yang berkilau merupakan daya tarik Alex untuk selalu merawat anjing ini.Anjing ini merupakan anjing pemberian orang tuanya saat Alex genap berusia 1 tahun.Mereka sama-sama masih kecil namun entah kenapa mereka seperti memiliki keterikatan batin sehingga sangat akrab hingga sekarang. Anjing ini merupakan harta satu-satunya pemberian orang tua mereka inilah alasan mengapa Alex tak mengijinkan foster keluar kamarnya. Dia takut anjing itu pergi sama seperti orang tuanya.Sungguh ironi hidupnya.

Alex merapatkan sweternya dengan kedua tangan yang dilipat didepan dadanya.Udara musim gugur mampu menusuk tulang padahal dia sudah menggunakan pakaian yang cukup tebal.Alex menurunkan pandangannya dari bulu anjingnya saat mendengar suara gemeriak air dibawah.Siapa yang berenang malam-malam begini? Kamar Alex menghadap langsung dengan kolam renang dibawah sana termasuk kamar Sehun. Alex menyipitkan matanya melihat seorang yeoja dan namja yang terlihat sedang berenang dengan gaya bebas. Alex mengenal namja itu, dia begitu kenal pemilik rambut coklat tak beraturan itu.Dia mengenal namja pemilik rahang tegas itu.Dia begitu kenal tubuh atletis namja itu.

Kai….

 

Alex menatap getir sosok Kai yang sedang tertawa lepas bersama Sohee, kekasihnya.Hanya melihatnya saja Alex dapat mengetahui seberapa besar cinta Kai untuk gadis itu.Dia sadar tak ada ruang kosong lagi dihati Kai untuknya.Tapi bolehkah Alex berharap?Berharap Kai masih menyisakan ruang dihatinya walaupun secuil?Atau haruskah Alex bersujud didepannya agar Kai mau melihatnya?Apa harus seperti itu? Alex kembali menjatuhkan air matanya melihat pemandangan dibawah sana. Hatinya tersayat, dia duduk meringkuk dilantai dengan isak tangis yang tertahan. Dia tidak ingin kedua orang dibawah sana mendengar kelemahannya. Foster mengangkat kepalanya mendekati Tuannya yang sedang menangis menahan pilu dihatinya. Wajah anjing itu memelas seperti merasakan apa yang Tuannya rasakan.

Tak lama Alex merasakan wajahnya menyentuh benda lembut.Dia semakin meringkuk didalam dada namja itu dengan isak tangis yang masih tertahan.Namja itu menyelipkan kedua tangannya diantara tengkuk dan lutut gadis lalu membawanya ke dalam. Dia tidak ingin mengganggu aktivitas pasangan mesra dibawah sana.

“Sehun….”

“Menangislah….” Setelahnya Alex melepas seluruh keresahannya.Tubuhnya bergetar dan Sehun semakin mengeratkan pelukannya. Sehun tak memperdulikan kemeja yang ia kenakan basah oleh air mata gadis itu, dia tidak peduli, dia hanya ingin ‘adiknya’ itu membagi masalahnya dengannya.Inilah yang menjadi beban Sehun dimana posisi Alex sebagai wanita yang sedang hamil seakan terancam.Sehun selalu mengikuti semua saran dokter namun satu hal Sehun tidak dapat berjanji agar gadis itu tidak stress. Sehun sudah berusaha semampunya untuk menghindari Alex agar tidak stress namun tinggal dilingkungan yang masih terdapat Kim Jongin dan Yoon Sohee tentunya tak semudah membalik telapak tangan. Itulah mengapa Sehun ingin sekali membawa Alex keluar dari mansion.Dia tidak ingin Alex menderita dalam situasi rentannya.Diusia ke 2 bulan kehamilannya Alex masih terhitung hamil muda dan tentu saja perasaan gadis itu mudah sekali berubah-ubah.Ditambah umur gadis itu masih sangat muda mentalnya pun masih sangat labil.19 tahun, bayangkan saja.

Dan malam itu Alex tertidur dalam pelukan Sehun masih dengan sesenggukan yang masih terdengar.

-ooo-

Hongbin melesatkan tangannya dicermin dihadapannya.Dia memandang kosong bayangan dirinya dicermin.Selintas pikiran tentang Alex menghantuinya.

Sebuah nyawa hadir ditubuhnya….

 

Sebuah cairan pekat mengalir dari celah jemarinya diikuti jatuhnya cairan bening dari mata namja itu.Ini pertama kalinya seorang Lee Hongbin menangis setelah bertahun-tahun hidup bagai robot yang tak memiliki kepekaan perasaan.Dia menangis.Menangisi dirinya yang begitu payah.Menangisi kebodohan dirinya tak dapat melindungi ‘malaikatnya’.Mengingat itu Hongbin ingin sekali menghilang dari bumi ini.Dia tidak dapat menerima ‘malaikatnya’ tengah mengandung janin yang bukan merupakan darah dagingnya. Dia sudah menyusun masa depannya untuk hidup bahagia bersama Alex dimasa depan. Hongbin memang sering berhubungan dengan para gadis tapi hanya dengan Alex, Hongbin dapat memikirkan masa depan. Alex merubah segalanya menjadi Hongbin yang dulu.Dia menggeram dan kembali menghantamkan tangannya ke dinding.Haruskah dia menerima permintaan Sehun untuk menolong gadis itu?

-ooo-

Sehun menarik zipper koper Alex yang hendak ia bawa turun ke bawah sedangkan Alex membereskan perlengkapan lainnya untuk dimasukan ke tas lainnya.Hari ini Alex hendak keluar dari mansion untuk pindah ke apartemen Hongbin.Namja itu menyetujui untuk membantu Alex keluar dari mansion setelah 2 hari menghilang untuk menerima kenyataan yang ada.Alex sudah izin dengan kakaknya dibantu Sehun dengan alasan ingin hidup mandiri dan menenangkan pikirannya dan Kris menyetujuinya walaupun sulit. Sebenarnya Alex tidak begitu menyetujui rencana Sehun untuk keluar dari mansion itu sama saja membunuhnya karena mencoba memisahkan Alex dengan ayah dari bayinya itu hanya alasannya. Bukan itu alasan utama Alex dia tidak ingin pisah dari Kai yang sesungguhnya tidak benar-benar peduli padanya.

“Ayo Lex, semuanya menunggu dibawah.” Sehun berjongkok didepan Alex yang sedang mengurut tengkuknya.

“Ne” Sehun meraih tas Alex dan memakainya lalu menggeret koper berwarna merah itu ditangan kanannya sedang tangan kirinya merangkul Alex agar gadis itu tidak jatuh nantinya. Karena 2 hari ini wajah gadis itu justru pucat dari pada sehatnya.Pasti gadis itu kelelahan karena terus memikirkan laki-laki itu.

“Kau sungguh ingin pindah Lex?”Tanya Kris saat Alex baru saja turun.

“Iya ge, maafkan aku telah merepotkanmu selama ini…” Kris tak menjawab namun menarik gadis itu ke dalam pelukannya. “Maafkan gege telah membuat hidupmu berantakan….” Kris memeluk erat adiknya yang hendak menumpahkan cairan bening itu. Sehun menggeleng mengisyaratkan agar gadis itu tidak memperlihatkan kelemahannya pada orang lain kecuali dirinya dan Alex langsung menghapus air matanya. Dia menepuk-nepuk punggung Kris dengan senyum yang ia buat semanis mungkin.

“Aku pergi ge….” Sebelumnya Alex berpamitan dengan member yang lain yang juga enggan melepaskan Alex pergi dari lingkungan mereka.

“Sering-seringlah berkunjung Lex….” BaekYeol memeluk Alex dengan mata yang berlinangan air mata.

“Tentu saja oppa.”

“Aku akan memasak bread pudding saat kau berkunjung nanti Lex.”Ucap Dyo dengan mata berkaca-kaca.Dyo sudah menganggap Alex seperti adiknya sendiri.

“Aku tak sabar mencicipinya Dyo-aa….” Alex memeluk lekat Dyo hingga sampai pada 2 orang terakhir yang belum Alex salami.

“Kenapa kau pergi Lex?”

Karena aku hamil

“Aku ingin mandiri oppa….” Luhan memeluk Alex erat dia tidak ingin berpisah dengan gadisnya terlebih setelah apa yang mereka lakukan. Tidak mudah bagi Luhan untuk hidup berjauhan dengan Alex.

Little deer ini adalah deer appa, ayahmu! Kau senang?

Alex melepas pelukan terlebih dahulu lalu membelai pipi Luhan dengan senyumnya yang menawan. “Aku pasti merindukanmu oppa….” Kata Alex. “Aku juga….”

Dan terakhir alasan mengapa Alex begitu berat meninggalkan rumah ini. “Aku pergi Kai….” Kai hanya tersenyum kecil dan langsung memeluk Alex menenggelamkan kepalanya dilekuk leher gadis itu menghirup wangi honey lemon gadis itu. “Jangan tinggakan aku….”Alex mencengkram kaus Kai seolah ragu untuk meninggalkan Kai.Tapi bukankah dia punya Sohee yang selalu memberikan segalanya untuknya.Mengapa dia masih membutuhkan Alex disisinya? Harapan palsu apa lagi yang Kai janjikan.

“Aku harus pergi Kai….” Alex hendak melepas pelukan Kai tapi Kai masih menahannya.

“Aku menyukaimu….”Alex terhenyak seketika.Kai menyukainya? Omong kosong! Dia hanya menyukainya bukan mencintainya kedua kata yang berbeda arti.

“Aku tahu….”

“Lex….”

“Bukankah hubungan tanpa status lebih menyenangkan Kai….” Ucap Alex setelah berhasil melepas diri dari pelukan maut Kai. Kai menatap sayu kearah Alex yang memasang wajah seribu topeng yang ia punya.Sesungguhnya dia tidak bermaksud mengatakan itu tapi begini lebih baik agar namja itu berhenti menyulitkan hatinya.

“Aku pergi….” Alex masuk ke dalam mobil milik Sehun.Dia melirik anggota exo yang sedang melambai selamat tinggal padanya. Berat rasanya terlebih melihat Kris, Luhan dan…. Kai. Masih terukir jelas nama Kai dihati gadis itu.Setelah Sehun memasang seat belt pada Alex, Sehun melajukan mobilnya meninggalkan mansion yang memiliki seribu satu cerita untuk gadis itu.

-ooo-

Hongbin meletakkan koper Alex dikamar barunya. Gadis itu sudah mendudukan dirinya diranjang sambil mengurut kakinya yang mungkin terasa pegal karena perjalanan dari mansion ke apartemennya memakan waktu yang cukup lama karena berada ditengah kota yang sangat ramai. Sebenarnya ini bukan apartemen Hongbin melainkan apartemen hasil sumbangan dana antara Sehun dan Hongbin. Mereka sengaja membelikan apartemen yang berada ditengah kota karena mungkin sewaktu-waktu Alex mengeluh sakit atau paling tidak acara mengidamnya kembali kambuh dan dengan cara ini diharapkan Alex dapat mendapatkan segalanya dengan mudah.

Alex tersentak saat Hongbin tiba-tiba menyentuh kakinya lalu memijat lembut kaki gadis itu. “H-Hongbin-ah….”

“Tidak apa-apa, ibu hamil memang seperti itu aku senang membantu.”Hongbin tersenyum lembut melanjutkan memijat kaki Alex.

“Terima kasih….”

“Apa?”Hongbin mendongak dengan wajah bingung.

“Terima kasih, karena mau menerima gadis kotor sepertiku….” Alex tersenyum sedih matanya kembali berkaca-kaca.Dia merasa menjadi gadis murahan dihadapan Hongbin dan Sehun.Demi Tuhan Hongbin membenci wajah sedih gadis itu.Langsung saja Hongbin menarik Alex ke dalam pelukannya menyalurkan rasa hangat pada gadis rapuh dipelukannya.

“Itu tidak benar, kau gadis baik yang pernah ku temui Lex….” Hongbin mengeratkan pelukannya lalu mendaratkan kecupan singkat dipuncak kepala gadis itu.

“Gomawo….” Ucapnya dengan suara lirih karena air mata hendak keluar lagi untuk kesekian kalinya.Sejak gadis itu dikatakan positive hamil emosinya semakin labil hingga sering kali Alex menangis dengan hal-hal yang membuatnya tersentuh.

Sehun memandang lirih Alex diambang pintu yang sedang menangis dipelukan Hongbin. Sehun ikut merasakan apa yang dirasakan Alex bagaimana hidup dengan kesulitan yang berlipat ganda itu. Bagaimana kita harus hidup dengan menggunakan topeng dan berusaha agar orang lain tidak mengetahui wujud asli rupa kita Sehun paham semua itu karena dia juga mengalaminya.

Maafkan aku Lex….

 

-ooo-

Luhan mengunyah tak nafsu makan malamnya.Sejak sepekan lalu semenjak Alex mengatakan ingin mandiri dan pergi meninggalkan rumah Luhan seakan tak dapat menopang hidupnya.Sepekan itulah Luhan tak pernah melihat Alex walau hanya batang hidungnya saja.Sehun tidak pernah mau memberitahukan alamat gadis itu dikarenakan Alex butuh ketenangan sekarang.Luhan paham itu.Gadis itu pasti tersiksa dengan kehadiran Sohee yang semakin mesra saja dengan Kai.Alex yang berstatus sebagai orang yang mencintai Kai pasti sangat terpukul terlebih insiden sakaunya Alex waktu itu.Dia dapat memahami tapi hatinya begitu membutuhkan gadis itu.Alex bagai vitamin bagi Luhan dan obat Luhan dikala dirinya sakit karena begitu mencintainya.

Kembali untuk kesekian kalinya makan malamini terasa kaku dan hambar.Tidak ada tawa bahagia didalamnya hanya kesunyian.Luhan memandang nanar kursi disebelahnya yang merupakan kursi yang biasa Alex tempati saat makan.Kursi itu kosong selama sepekan ini.Kris sengaja menaruh makan dan minum dimeja gadis itu dan sekedar berharap gadis itu pulang lalu makan bersama mereka, Kris begitu merindukan sosok adiknya yang ceria itu.Terlebih Sehun jarang sekali berada dirumah, mereka seakan kehilangan sosok kedua adik kecil mereka.

“Ah sepi sekali….” Chen mengaduk makanannya tak selera.Semua pasang mata memandang Chen dengan pandangan sulit diartikan antara ingin marah dan menyetujui.Tak dapat dipungkiri mereka begitu merasa kehilangan sosok adik perempuan mereka.

“Aku rindu Alex….” Tao meletakkan kepalanya dimeja dengan mata yang memandang lurus sup asparagusnya.

“Baekhyun kenapa tidak dimakan kepitingnya, bukankah ini kesukaanmu?”Chanyeol menyenggol Baekhyun yang sedang memainkan capit kepiting dipiringnya.

“Entahlah Yeol aku kenyang, biasanya Alex akan memakan kepiting ini bersamaku….” Semuanya menghela nafasnya untuk kesekian kalinya mendengar nama Alex kembali disebut. Kris hanya tersenyum pahit melihat hidangan yang memang merupakan hidangan kesukaan adiknya. Baekhyun ada benarnya, saat gadis itu ada mungkin semua makanan yang dimeja ini akan habis ia makan namun sekarang justru hidangan ini hanya tersentuh sedikit. Kris kembali meratapi nasibnya, dia juga memandang kursi Alex dengan tatapan kosong.

“Kau benar Byunbaek….” Chanyeol meletakkan kembali sendok supnya.

Tak lama suasana hening sejenak hingga semua pasang itu melirik Sohee yang masih menikmati makanannya dengan tenang.

“Ada apa?”Tanyanya inosen.

Baekhyun membuang nafasnya lalu beranjak pergi, dia begitu membenci sosok Sohee yang tak memiliki kepekaan dihatinya.Tao pun begitu dia berdiri meninggalkan meja makan dengan sorotan mata tajam yang hanya tertuju pada Sohee.Tak lama Lay, Luhan dan Dyo ikut pergi meninggalkan meja makan yang semakin lenggang saja.Suho menghela nafasnya lalu memalingkan wajahnya pada Kris yang terlihat dingin dan tak begitu memperhatikan sekitarnya. Chen berdiri dengan suara dorongan kursi yang mampu membuat member lain menoleh padanya. Chen ikut pergi meninggalkan meja makan dengan seringaian serta mata tajam yang tertuju pada Sohee.

“Kita lihat sampai dimana kau bisa hidup nyaman seperti itu….” Bisik Chen saat melintas dibelakang Sohee. Gadis itu menggidikkan bahunya mendengar perkataan dingin Chen yang baru pertama kali ia dengar.Seketika wajah gadis itu berubah dingin dan berkesan misterius.

Suho berdehem untuk menetralkan suasana. “Lanjutkan makan kalian….” Titahnya kepada member yang tersisa.

Sohee menoleh ke pintu dimana 6 member exo melangkah pergi meninggalkan makan malam hanya karena gadis itu.Dia meremas ujung serbet dipangkuannya.Dalam benaknya, kenapa selalu gadis itu yang terus mereka pedulikan?Kenapa gadis itu yang selalu menjadi bahan utama pembicaraan mereka?Bahkan mereka tidak lama saling mengenal.Lalu bagaimana dengan dirinya?Apakah dia tidak menarik?Ataukah dia tidak cantik?Ayolah dia begitu cantik, buktinya dia bisa menggaet dua namja sekaligus.Tapi itu masa lalu.Sekarang hanya satu namja yang masih dapat tertarik padanya. Dia sangat menyesali perbuatannya dimasa lalu yang begitu tak peka hingga ia tak dapat menggapai apa yang dia inginkan. Sekarang iaingin mengambil haknya kembali, mengambil yang seharusnya memang menjadi miliknya dimasa lalu. Biarlah dimasa lalu dia tidak mendapat yang dia mau tapi sekarang dia bersumpah akan merebut namja itu bagaimana pun caranya.

Luhan oppa kau milikku!

 

 

TBC~

79 responses to “[Freelance] Love Drunk (PART 8)

  1. Konfliknya makin seru
    Mau ngapain lagi tuu si Sohee?? Jngn bilang mau rebut Luhan Oppa!!
    Yh makin kacau deh jdi nya
    Kai sadar donk klu Alex tu cinta mati sam kmu jngn suka ama orang yg bermuka 2

  2. Dasar gadis setan kau sohee T^T
    Aduh luhan musti tau tentang ini 😥
    Lanjut ^^

  3. licik bgt sih sohee???!!!
    nyebelin bgt tu cewe! exo udah keliatan bgt ga suka sm dia. bagus!

  4. Lhah, kok Luhan juga sih, bukannya sukanya sama Kai? Maunya apa sih tu org?! Serakah banget -_-

  5. Aku terlalu miris liat kehidupannya alexa.. ayolah thor gue sampe2 sdikit menitihkan air mata (?) bacanya.. 😥 keep writting thor!

  6. GREGET PLEASE!!!! NYESEK HUAAAA
    Sorry thor gue readers baru, baru comment sekarang ._. kali ini bener2 tuh si sohee pengen gue bacok!
    huaaa lex, ke jakarta aja sini cepet buruan(?)

    satu kata… DAEBAK!

  7. Hyaaakkk…
    Babo so hee…
    Enyahlah kaauuu…
    Haduuch..
    Geregetan banget dech sama diaa…
    Lexaa…
    Sbar yaa…
    Orng sabar d syang tuhan…
    Kris oppa… jga sabar yaa…
    Saranghe..
    #plak
    Lanjut Thor..
    Daebaak…
    Hwaiitiing..

  8. tuhkan bener dugaan gua kalo alex bakalan hamil anaknya luhan hahaha… aduh si sohee setan banget yak? minta gua toyor aja palaknya! makin greget ini ff… jadi kepengen baca terus hahaha … good job thor! author jjang! ^^

  9. Haahahh saia Gregettt bnGeez tu ma SoHee..!!
    SbNarnya dia suka ma cpa Sich..
    Serakah BnGET!!
    Deer Appa,, akhirnya iMpian mu Trwujud…
    Senangnya 😀
    aduuh,, Sehun Samchon n’ Hongbin baiik bngeetzz ya…
    Hrus cpat ni bca ch 9’y…
    Author-nim Hwaiting!! 😀

  10. Author aku benci so much sama soheee. Dia wanita paling bertopeng!!! Huhuhuhu dia jahattttt. Masa kai sama luhan mau direbut jugaaa. Kai juga nyebelin huhuhu masa dia labil banget sihhhh T____T
    next author^^

  11. Idiiihhh soheee rakus bgt,harus dimutilasi ini mah
    Luhan kasian , padahal mah kasih tau aja sih kasian ,kan pasti kontak batin tuh antara ayah sm anak , sm2 menderita

  12. huufff…
    hongbin genttle bgt, rela dya nrima nasib lexa…
    sehun jg oppa yg baik.. XD
    aish andai luhan taw…
    haaaa…
    c soohee nyebelin bgt, rencana dy bagus bgt…yeoja medusa…
    ;(

Leave a Reply to harizatuzz Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s