[Freelance] MATH vs PHYSICS (Part 6)

cover math_副本

MATH vs PHYSICS ( 6 )

AUTHOR :  AKIKO

GRUP CAST : Boyfriend

CAST : YoungMin as main character

Lisa as his rival

JeongMin as Lisa’s brother

KwangMin as YoungMin’s sibling

“ JA..JADI RUMOR MEREKA BERDUA BERPACARAN ITU BE..BENAR!!?” ujar mereka semua secara bersamaan, seolah-olah mereka memilki berita besar yang akan membuat keadaan sekolah mereka tak akan sepi lagi.

 

Author pov

“ tak bisa dipercaya, tak bisa dipercaya. Ba..bagaimana mereka bisa berpacaran?”

“ ne,, kita tak bisa mengambil kesimpulan dengan cepat, kita harus menemukan bukti yang lebih kuat daripada ini.” Ujar salah satu siswi dengan gaya seolah-olah ia adalah detektif yang sedang menganalisis sebuah kasus pembunuhan.

“ kau benar, jika memang terbukti mereka berpacaran bukankah ini akan jadi berita yang sangat menarik?”

“ lebih baik kita segera kembali ke kelas sebelum mereka mengetahui keberadaan kita.”

Ketika mereka akan membalikkan badan mereka, tiba-tiba saja..

“ apa yang kalian lakukan di sini?” ucap JoonSu yang muncul dari belakang mereka.

“ Jo…JooSu sunbae?? A..aniya. “ Mereka semua sangat panik ketika aksi mereka nyaris diketahui oleh JoonSu sehingga mereka segera berlari meninggalkan JoonSu dengan ekspresi bingung.

“ mereka benar-benar aneh..” gumam JoonSu sembari berjalan menuju tempat dimana Lisa dan YoungMin duduk namun sebelum JoonSu sempat mendekat, JoonSu melihat Lisa yang sedang bercanda dengan YoungMin. Air muka JoonSu segera berubah saat melihat mereka berdua terlihat begitu akrab. Namun ia segera menepis segala pikiran buruk yang kini merasuki otaknya dan berusaha untuk tetap berfikir positif.

“ ehmm, aku diperintahkan guru pembimbing kalian untuk mengkoreksi soal yang baru saja kalian kerjakan.” Ucap JoonSu yang datang dari arah yang tak terduga.

Pandangan ketiganya menyiratkan sesuatu yang sulit sekali untuk diurai, sehingga mereka bertiga sempat terdiam dan hanyut akan perasaan serta prasangka mereka sendiri.

“ baiklah, namun aku tak yakin jika aku memiliki kesalahan pada pengerjaan kali ini” jawab YoungMin percaya diri tapi tatapannya kini pada JoonSu sama sekali tak sesuai dengan jawabannya yang ramah. Karena kini YoungMin menatap JoonSu seolah-olah JoonSu adalah saingan barunya. Sedangkan Lisa yang melihat ketegangan di antara mereka bertiga segera berdiri dari tempat duduknya dan beralasan ingin pergi ke kamar mandi.

“ aku akan segera kembali” ucap Lisa gugup.

Segera setelah Lisa pergi, keadaan justru semakin tegang diantara mereka berdua.

“ aku tak seharusnya bertanya ini padamu YoungMin ah, karena aku tak ingin merusak hubungan baik yang telah kita bangun sejak lama.”

“ katakan saja apa yang ingin kau katakan, aku tak terlalu suka dengan pembicaraan yang berbelit-belit” jawab YoungMin datar namun nada suaranya terdengar sangat tajam.

“ mengapa kau bisa bersama dengan Lisa hingga larut malam?” balas JoonSu langsung pada inti pembicaraan.

“ apakah itu urusanmu? Apakah kau memiliki alasan yang cukup kuat? Sehingga aku harus menjawab pertanyaanmu.”

“ kau mengetahui kenyataan yang sebenarnya terjadi, kan?”

“ aku memngetahuinya atau tidak, itu semua adalah urusanku jadi aku berharap kau tak perlu ikut campur dalam masalahku. Sifatmu yang selalu ingin memasuki kehidupan seseorang itu, terkadang terdengar sangat mengesalkan.”

“ YoungMin ah! Apakah kau menyadari dengan siapa kau berbicara sekarang?” balas JoonSu dengan nada yang cukup tinggi, sayangnya YoungMin hanya menanggapinya dengan dingin.

“ sepertinya aku tak memiliki alasan untuk tetap duduk di sini lebih lama lagi, dan sepertinya aku telah mengetahui bagaimana kau yang sebenarnya sunbae. Ternyata….kau tak sesempurna yang kukira.” Jawab YoungMin enteng sembari berdiri dari tempat duduknya namun sebelum ia keluar dari perpustakaan, ia bertemu dengan Lisa yang baru saja kembali dari kamar mandi.

“ wa..wae? ada apa dengan ekspresimu YoungMin ah?” tanya Lisa kebingungan dengan ekspresi YoungMin kini yang berubah menjadi sedingin es.

“kau ingin ikut bersamaku atau kau ingin tinggal bersama dengan JoonSu sunbae di dalam?” tanya YoungMin datar, kini matanya menatap lekat-lekat gadis yang sekarang berdiri  di depannya dengan wajah kebingungan.

“ ah, kau terlalu lama berpikir” tambah YoungMin sembari menarik tangan Lisa untuk segera keluar dari perpustakaan.

“ kau berhutang padaku karena aku telah menyelamatkanmu, jadi jangan protes apapun dan tetap ikuti aku. Kau mengerti?”

“ tunggu..tunggu. Mengapa kau melakukan ini semua padaku?” tanya Lisa penasaran.

“ ehmm.. ha..hanya saja…………                YA!! Mengapa kau tak berterima kasih padaku?! “

“ tenanglah, aku sudah mempersiapkan diri dengan baik. Jadi kau tak perlu khawatir padaku.” Jawab Lisa geli.

“ si..siapa yang mengkhawatirkanmu?” jawab YoungMin salah tingkah, sehingga ia dengan segera melepaskan genggaman tangannya pada lengan Lisa.

“ araso..aku tau jika kau hanya memikirkan kelancaran olympiade yang akan kita ikuti, kan?”

“ yah, setidaknya kau mengetahui alasannya.” Sangkal YoungMin sembari berjalan mendahului Lisa namun Lisa semakin mengimbangi langkahnya.

“ ternyata langkah kakimu cukup lebar ya? “

“ haha kau baru menyadari jika aku seorang namja?” jawab YoungMin usil dan kini ia semakin mendekatkan badannya pada Lisa namun lagi-lagi keberuntungan sedang tak berpihak pada mereka berdua karena beberapa siswi dari kelas mereka sekarang sedang memperhatikan gerak-gerik mereka.

“ sst coba kalian lihat, Ckck apa ini tidak aneh?”

“ ne, kau benar dan yang lebih aneh lagi mereka sama sekali tak bertengkar seperti biasanya”

“ omo..omo coba kalian lihat. Me..mengapa mereka melakukannya di depan umum?” ucap mereka bersamaan yang tak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat karena mereka melihat YoungMin yang memegang pinggang Lisa di depan kelas padahal kenyataan yang sesungguhnya adalah YoungMin berusaha menutupi noda yang ada di baju seragam Lisa.

Lisa yang tak hati-hati bersandar di dinding, dimana cat tembok tempat Lisa bersandar belum kering sehingga seragam Lisa terkena noda cat dan ia sangat malu karena hal tersebut.

“ seluruh sekolah melihat kearah kita, YoungMin ah..” bisik Lisa sedikit panik.

“ baiklah, apa aku harus melepaskan tanganku agar kebodohanmu diketahui semuanya?” balas YoungMin yang sedikit geli melihat tingkah Lisa yang mendadak menjadi sangat tegang.

“ aniya! Awas kau berani-beraninya melepaskan tanganmu, aku akan membunuhmu!!”

“ segera masuk ke kelas dan pakai jasmu, dengan posisi seperti ini mereka akan mudah salah paham oleh tingkah kita, atau aku harus melepaskan tanganku? ^^” ucap YoungMin usil yang pelan-pelan melepaskan tangannya dari pinggang Lisa.

“ jangan lepaskan!!” jawab Lisa dengan nada sedikit keras lalu tanpa sengaja ia menarik kembali tangan YoungMin untuk kembali pada tempatnya namun kejadian tersebut terlihat oleh JoonSu yang baru saja keluar dari perpustakaan.

“ apa yang kalian lakukan di depan umum seperti ini?” ucap JoonSu dengan nada sedikit marah.

“ sun..sunbae.” ucap Lisa kaget lalu ia segera berlari ke dalam kelasnya untuk mengambil jasnya lalu YoungMin mengikutinya dari belakang tanpa menjawab pertanyaan JoonSu.

JoonSu dengan sengaja memasuki kelas Lisa dan YoungMin. “ kalian berdua ikut denganku!” tak ada nada kelembutan sedikitpun dari nada suaranya karena kini ia sedang berdiri sebagai senior mereka.

Lisa hanya dapat menggigit bibir bawahnya sebagai tanda jika ia tak puas dengan kejadian yang baru saja menimpanya, dengan malas mereka berdua mengikuti JoonSu sunbae menuju ruang OSIS.

Sesampainya di ruang OSIS, JoonSu segera menutup ruangannya untuk berbicara bertiga dengan mereka, ia tak peduli jika sikapnya kini memancing perhatian seluruh siswa baik dari yang paling junior hingga para senior pun juga bertanya-tanya apa yang akan JoonSu lakukan pada kedua adik kelasnya tersebut, karena mereka sama sekali belum pernah melihat JoonSu semarah itu.

“ kalian berdua, apakah sekolah ini hanyalah tempat bermain-main bagi kalian?” ucap JoonSu yang mengawali pembicaraan dengan nada yang tinggi.

“ jika aku menyebutnya sebagai tempat bermain, lalu bagaimana denganmu?” balas YoungMin enteng, ia sama sekali tak memperdulikan dengan siapa ia berbicara kini.

“ apakah kau pikir dengan kecerdasanmu itu kau dapat berbuat seenaknya di sekolah ini? Sekolah juga memiliki aturan, aku sudah cukup bersabar menghadapi keonaran kalian berdua tetapi kenyataannya justru sikap kalian semakin menjadi-jadi. Jika kalian tetap seperti ini maka izin kalian untuk mengikuti olympiade akan kucabut.”

“ sunbae…aniya. Ini salahku, aku yang memulainya jadi jangan lakukan hal tersebut. Jika kau ingin menjatuhui hukuman, seharusnya aku yang mendapatkannya.” Ucap Lisa seketika karena ia benar-benar takut jika olympiade kali ini dibatalkan.

“ aku ingin kau memikirkan apa kesalahanmu dan aku berharap kau dapat memperbaikinya. Kau boleh keluar sekarang” JoonSu akhirnya merendahkan suaranya pada YoungMin dan menyuruhnya untuk keluar terlebih dahulu sedangkan Lisa tetap berada di ruanganya.

“ araso. Aku akan memikirkannya.” Jawab YoungMin dingin karena kini moodnya benar-benar tak baik. Di depan pintu, terlihat KwangMin dan Sandra yang telah menunggu mereka berdua dengan cemas.

“ Hyung, mengapa kau keluar sendiri, dimana Lisa?” tanya KwangMin khawatir karena Hyungnya keluar dengan wajah yang seram sembari mengendorkan dasinya dengan kasar.

“ ia masih di dalam, seharusnya kita berdua yang mendapatkan hukuman namun mengapa ia mengorbankan dirinya sendiri untuk dihukum” omel YoungMin kesal, KwangMin dan Sandra hanya dapat mengikuti YoungMin dari belakang tanpa berani berbicara sepatah katapun.

“ aku sama sekali tak paham dengannya, mengapa ia harus menjatuhkan semua beban di pundaknya sendiri, padahal ia tak terlalu kuat untuk menahan semuanya sendirian.”

“ kau mengkhawatrikan Lisa?” tanya Sandra penasaran.

“ bagaimana aku tak khawatir, dia di dalam bersama JoonSu!! Hanya berdua! Semoga JoonSu tak membuat hal yang akan membuat Lisa menangis lagi” balas YoungMin yang masih saja kesal pada situasi yang kini menimpanya.

“ ka..kau sudah tau yang se..sebenarnya” respon Sandra gelagapan karena Sandra tak mengira jika YoungMin telah mengetahui segalanya.

“ ne..” jawab YoungMin sambil membuang mukanya.

Di lain pihak, Lisa sedang berada di ruangan yang sama dengan JoonSu. Mereka berdua sempat terdiam beberapa saat sebelum JoonSu menggengam erat tangan Lisa yang terasa sangat dingin.

“ maafkan aku, jika sikapku tadi membuatmu ketakutan. Aku hanya menjalankan tugasku sebagai ketua.” Sesal JoonSu sembari menggosok-gosokkan tangan Lisa agar kembali hangat.

“ aku mengerti, kau tak perlu terlalu memikirkan hal itu.”

“ mianhe, aku tahu kau masih kecewa padaku, namun apakah kau akan terus menghindariku seperti ini? Bukankah kau berkata akan memikirkannya?” ucap JoonSu lembut.

“ aku memikirkannya bukan berarti aku telah mengambil keputusan. Sekali aku mempercayai seseorang maka aku akan mempercayainya dengan sepenuh hati tapi jika aku dikhianati maka aku tak akan pernah mempercayainya lagi.” Jawab Lisa datar walau sebenarnya hatinya kini nyaris goyah saat melihat pandangan JoonSu yang terlihat begitu terluka.

JoonSu segera melepaskan pegangan tangannya perlahan, sangat terlihat jika tangannya sedikit bergetar ketika melepaskan tangan gadis yang kini berdiri di hadapannya. Air matanya jatuh pada punggung tangan Lisa, seolah tak ingin melepas pegangan tangannya dengan cepat Lisa menahan tangan JoonSu.

“ mian, berilah aku sedikit waktu untuk memikirkan alasan yang tepat untuk menerimamu lagi. Apakah kau memiliki alasan yang kuat untuk membuatku kembali padamu?” ujar Lisa lirih namun pandangan tetap mengarah ke bawah, ia sama sekali tak sanggup melihat seseorang yang pernah mengisi hari-harinya begitu terluka karena dirinya, walaupun ia tahu jika kini hatinya juga terluka.

JoonSu segera menarik Lisa kedalam pelukannya, Lisa dapat merasakan degup jantungnya yang berdetak sangat cepat. Di tengah-tengah kebimbangannya akhirnya Lisa membalas pelukan JoonSu sehingga ia kini harus menangis karenanya.

“hari dimana dulu aku akan berangkat ke Belanda adalah hari tersulit yang pernah kujalani selama hidupku, walaupun hatiku tak menginginkannya tapi demi kebaikanmu aku harus melepaskanmu. Seseorang yang kukenal…akan menghancurkan ujian akhirmu jika aku tak berpisah denganmu saat itu.  Aku tahu kau begitu bahagia menanti hasil ujian yang akan segera keluar, sehingga bagaimana aku sanggup menghancurkan masa depanmu demi keegoisanku? Maafkan aku harus memilih jalan tersebut..”

“ hal yang tak pernah kuceritakan padamu adalah jika aku telah ditunangkan dengan Rachel oleh keluargaku  dan ia sama sekali tak ingin kehilanganku walaupun ia tahu perasaanku mengarah padamu.”

Lisa hanya semakin mencengkeram kuat-kuat seragam JoonSu sebagai tanda jika kini hatinya semakin sakit setelah mendengar kenyataan yang sebenarnya terjadi.

“ seharusnya kau mengatakannya lebih awal padaku sehingga kau tak perlu terluka karenaku,  aku tak perlu berusaha keras untuk membencimu dan la..gi hubungan kita tak perlu berakhir dengan menyedihkan. Bagaimana bisa kau terluka seorang diri hanya karenaku?!!, jika kau begini terus bagaimana aku harus menghadapi masa depanku sendiri oppa..”

“ baboya..napeun namja” balas Lisa sembari memukul dada JoonSu kuat-kuat, ia hanya dapat semakin terisak.

“ uljima, kelak kau harus membenciku karena aku tak mungkin memilikimu. Aku tak ingin mengorbankan masa depanmu demi masa depanku. Kau satu-satunya orang yang mengetahui bagaimana rumitnya keadaan keluargaku, bagi mereka menikah tanpa cinta adalah hal yang wajar selama kau masih dapat menjalankan bisnis dengan baik, aku tak ingin menyeretmu kedalam lingkaran gelap yang telah kujalani, kau harus menjalani kehidupanmu layaknya orang normal. Kelak kau harus menemukan pasangan yang baik, menikahlah dan kau harus bahagia dengannya. “ ucap JoonSu pelan namun disetiap perkataannya ia tak henti-hantinya meneteskan air matanya.

Hatinya begitu menolak untuk melepaskan gadis yang kini ada di pelukannya namun jika ia tetap berada di sisinya maka hanya gadis tersebutlah yang terluka.

“ oppa…apa yang harus kulakukan? Wae? Mengapa kau harus memasuki kehidupanku? Mengapa kau harus memiliki perasaan padaku dan mengapa aku juga memiliki hal yang sama denganmu? Wae oppa? Wae??!!”

“ mianhe..mianhe Lisa.” JoonSu semakin mengeratkan pelukannya pada Lisa karena ia sendiri tak sanggup menahan kesedihan yang kini tengah melandanya.

“ lalu jika aku bahagia, bagaimana denganmu oppa? Apakah kau akan menderita demi melindungiku?”

“ itu adalah harga yang harus kubayar, penderitaan yang telah kau alami aku akan membayarnya kelak di masa depan. Aku akan melihatmu bahagia dari kejauhan, karena doa dan perasaanku akan selalu bersamamu.” Jawab JoonSu prihatin, kini tangannya menghapus air mata yang mengalir di pipi Lisa walaupun air matanya sendiri terus menetes dari pelupuk matanya.

“ a..aku harus kembali ke kelas. Kita sudah terlalu lama di sini.” respon Lisa mengalihkan pembicaraan walaupun kini wajahnya begitu pucat dan air matanya terus mengalir tanpa henti.

Dengan berat hati JoonSu melepaskan pelukannya dan membiarkan Lisa keluar dari ruangannya dan ia sendiri hanya terdiam dengan matanya yang berair.

Sekeluarnya Lisa dari ruangan JoonSu, ia mendapati YoungMin yang menunggunya dari kejauhan namun Lisa terlalu lelah untuk berdebat dengannya sekarang sehingga ia hanya berjalan perlahan dengan tatapan yang kosong. Wajahnya begitu pucat dan ia terlihat sangat kacau.

Sebelum YoungMin sempat mendekat kearahnya

Brukk..

Lisa secara tiba-tiba kehilangan kesadarannnya dan ia pingsan tepat di depan ruangan JoonSu. Kejadian tersebut tentu saja membuat YoungMin membelalakkan matanya, seolah-olah ia tak ingin mempercayai kejadian yang baru saja ia lihat.

“ Lisa!! Ireona!! Ireona!! Kau dapat mendengarkanku?” teriak YoungMin yang dengan cepat menopang sebagian tubuh Lisa.

“ oppa…” ucap Lisa pelan, terlihat matanya yang menangis sebelum ia kembali pingsan.

“ Lisa!!! Aishh..apa yang dia lakukan padanya.” Ucap YoungMin panik, sebelum YoungMin sempat menggendong Lisa tiba-tiba JoonSu keluar dari ruangannya dengan wajah kaget ketika melihat Lisa yang tak sadarkan diri.

“ APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA HUH!! JIKA KAU INGIN MELUKAINYA SETIDAKNYA KAU BERPIKIR JIKA IA MEMILIKI ANEMIA DAN TEKANAN  DARAHNYA PUN SELALU DALAM BATAS RENDAH!!! Jika terjadi sesuatu dengannya, maka aku tak akan memaafkanmu JoonSu.” Ujar YoungMIn marah. Kemudian ia segera menggendong Lisa.

“ OMO!! Apa yang terjadi Hyung!!” ucap KwangMin yang berlari dari kejauhan.

“ cepat panggil ambulans!! “ teriak YoungMin pada adiknya. YoungMin tampak tak peduli jika kejadian tersebut kembali menjadi pusat perhatian seluruh sekolah.

JoonSu hanya semakin mematung saat melihat keadaan Lisa, ia tampak mengatupkan rahangnya kuat-kuat dan ia segera kembali ke dalam ruangannya dengan menutup keras pintunya. Ia tampak sangat kecewa pada dirinya sendiri sehingga ia kini tak mampu melihat siapapun.

“ YoungMin ah, apa yang terjadi pada Lisa??” tanya Sandra panik.

“ entahlah, setelah ia keluar dari ruangan JoonSu..” jawaban YoungMin segera terhenti ketika ia mendengar adiknya memanggilnya.

“Hyung..ambulansnya sudah datang.” Teriak KwangMin dari kejauhan.

“ araso.., “ jawab YoungMin sembari menggendong Lisa sebelum petugas membawanya ke atas tempat tidur dan membawanya ke dalam ambulans.

“Hyung…adikmu pingsan. Kutunggu di depan sekolah” Ucap YoungMin yang menelepon JeongMin.

“ mwo?? !! Ne araso..” jawab JeongMin yang segera berlari keluar dari kelasnya sendiri.

Setibanya di rumah sakit, Lisa hanya dibaringkan di tempat tidur dan diberi cairan infus untuk mengembalikan cairan tubuhnya dalam batas normal serta tekanan darahnya tidak terlalu rendah.

Beberapa menit kemudian Lisa telah mendapatkan kesadarannya kembali walau mukanya masih begitu pucat namun pipinya sudah terlihat kemerahan.

“ gwencana?” tanya JeongMin khawatir, ia tampak sangat mencemaskan keadaan adiknya yang kini terbaring lemah namun ia tetap berusaha tersenyum demi kakaknya.

“ ne.. sepertinya aku tak perlu menginap di rumah sakit oppa, aku ingin pulang saja.” jawab Lisa lemah.

“ kau bisa pulang setelah infusmu habis” jawab JeongMin pada adik semata wayangnya, banyak sekali hal yang membuatnya penasaran tentang keadaan adiknya sekarang namun ia berusaha menyimpan semua pertanyaannya dalam diam.

Malam harinya Lisa telah diperbolehkan untuk pulang, sesampainya di rumah kedua orang tuanya yang mendengar kabar bahwa ia pingsan di sekolah terlihat sangat khawatir.

“ bagaimana kau bisa pingsan, nak? Eomma sudah pernah mengatakan padamu jika kau tak boleh terlalu memaksa dirimu untuk olympiade ini.” Ujar ibunya sembari membawa Lisa naik ke kamarnya.

“ jangan salahkan Lisa eomma, akhir-akhir ini jadwalnya memang luar biasa padat dan biarkan ia istirahat” bela JeongMin.

“ kau! Bagaimana bisa kau membela adikmu seperti itu? Bahkan kau melarang kami untuk pergi ke rumah sakit ketika adikmu tak sadarkan diri.” Protes ibunya.

“ ia sudah baik-baik saja eomma, jika kau menaruh rasa khawatir yang berlebihan padanya, justru Lisa akan merasa terbebani. Aku dapat memastikan jika ia akan baik-baik saja, apakah eomma tak mempercayaiku?”

“ ne.,  ne. Araso. Kau selalu pandai berdebat dengan ibumu ini, segera ganti seragammu” respon ibunya yang kewalahan dengan sikap JeongMin namun JeongMin hanya tersenyum geli melihat ibunya yang kerap kali mengomelinya layaknya anak kecil.

Author POV end.

Lisa PoV

“ tidak….!!”

Tiba-tiba saja aku sedikit terkejut saat fajar menjelang. Mimpi buruk itu datang lagi, entah sudah sejak kapan ia terus menghantuiku siang malam, sampai-sampai aku tak dapat bernafas teratur pagi ini.

Segelas air pun belum mampu membuatku tenang dari mimpi buruk itu, walaupun sebagiannya bukanlah mimpi namun terdapat beberapa bagian di dalam mimpiku yang semakin membuat keadaanku bertambah buruk. Tanpa sadar air mataku mengalir lagi, namun aku segera tersadar jika waktu telah berlalu.

“ hidupku masih terus berjalan, aku harus bertahan.”batinku.

Setibanya di sekolah, pikiran itu justru semakin jelas saja.

Sepertinya aku masuk ke dalam pusat dari segala mimpi burukku beberapa hari ini. Namun, sudahlah aku tak terlalu peduli lagi dengan semua ini walaupun sebenarnya aku takut sekali bertemu dengannya hari ini.

Jika bertemu dengan JoonSu sunbae mungkin itu adalah pengendalian terbesarku, aku harus berpura-pura tak terjadi apa-apa. Berusaha tetap tegar di depannya agar aku terlihat dapat menjalankan hidupku dengan baik.

Mungkin aku hanyalah seorang pengecut yang tak ingin mengakui perasaanku sendiri. Memang, kuakui hal itu tapi jika semuanya hanya berakhir seperti ini biarkanlah aku tetap hidup dalam bayang-bayang kegelapan yang mengerikan selamanya. Lebih baik begitu, daripada sekarang ini. Ia telah menarikku ke luar dari kegelapan itu, membawaku ke dalam dunia yang begitu terang  sampai-sampai aku selalu ketakutan melihatnya. Bukan karena aku tak bahagia, namun aku takut hal ini akan segera berakhir dan hal itu memang benar. Kebahagian selalu terasa bagai kedipan mata walau berabad-abad mengalaminya, sedangkan kesedihan akan terasa seumur hidup walau sehari merasakannya.

Seharusnya, saat itu ia tak perlu tersenyum padaku, tak perlu berbuat baik padaku, tak perlu menyapaku jika bertemu denganku. Biarkan saja aku seperti debu yang tak tampak mata. Seandainya ia tahu, semua itu membuatku benar-benar tersenyum dan untuk pertama kalinya aku merasakan jika aku tak dapat bertahan dengan baik tanpa melihatnya walau hanya beberapa menit saja.

Bukan hal yang biasa bagiku untuk merasakan hal tersebut, bagiku itu adalah keajaiban, kemurahan hati yang diberikan Tuhan agar aku merasakan bagaimana kebahagian itu.

Aku hanya berkutat dengan pikiranku sendiri sampai akhirnya aku tak menyadari jika seseorang tengah mengawasiku sedari tadi.

“ jika kau melanjutkan bersikap layaknya seseorang yang apatis, lebih baik kau mengundurkan diri dari olympiade kali ini.” YoungMin tiba-tiba berbicara padaku sambil memberikanku sekotak susu.

“ gwencana. “ jawabku singkat. Jujur saja hari ini  aku sedang malas berdebat dengannya, walaupun aku tahu jika aku berhutang budi padanya tapi tetap saja aku tak ingin berbicara dengan siapapun hari ini, aku hanya ingin duniaku sendiri. Walaupun terdengar egois tapi hanya ini cara satu-satunya untuk mengembalikanku ke dunia yang sesungguhnya, kenyataan yang harus kuterima adalah kenyataan yang bertentangan dengan apa yang kuharapkan.

Mendengar jawabanku YoungMin hanya menghembuskan nafas beratnya, lalu menyeretku ke suatu tempat dengan paksa.

“ YA! Apa yang kau lakukan?”

“  menyelamatkan keinginanmu dan menyelamatkan olympiade kita.” Jawab YoungMin datar, pandangannya tetap lurus ke depan namun genggaman tangannya di lenganku terasa begitu kuat.

Setelah sampai di atap sekolah, barulah YoungMin kembali berbicara.

“ jika kau ingin menyendiri lakukanlah sekarang, tetaplah disini dan jangan temui siapapun. Aku akan mengampunimu hari ini tapi jika kau tetap seperti ini besok, maka aku akan segera mencari penggantimu. “

“ YoungMin ah,..” sebelum aku sempat melanjutkan perkataanku YoungMin telah memotong kalimatku dengan ucapannya sendiri.

“ kau bukan Lisa yang kukenal, jadi selama kau belum kembali pada dirimu yang dulu, aku tak akan memperlakukanmu sebagai partner lombaku lagi. Jadi pikirkan baik-baik perkataanku.”

“ napeun, napeun. Kau bahkan tak mengerti apapun namun kau memperlakukanku layaknya kau mengetahui segalanya.” Jawabku dengan nada yang kecewa, aku hanya ingin sedikit berdamai dengannya namun sepertinya itu adalah anggan-angan layaknya menggapai bulan di siang hari.

“ karena aku tak mengetahui segalanya jadi aku berusaha mengembalikanmu dengan cara yang lebih sederhana.” Respon YoungMin dengan wajah seriusnya, terlihat jelas jika ia mengatupkan rahangnya kuat-kuat.

“ aku tak membutuhkan bantuanmu”

“ kau tak menginginkannya, namun pada kenyataannya kau membutuhkannya.”

“ ani, aku tak membutuhkannya.”

“ jika kau tak membutuhkannya, maka lakukanlah apa yang seharusnya kau lakukan.”

“ kau tak berhak mencampuri urusanku sampai sejauh ini, YoungMin ah!!” jawabku kesal sambil melempar kotak susu yang ia berikan, tentu saja isinya tumpah hingga mengenai seragam YoungMin. Seolah ia tak memperdulikan seragamnya yang basah oleh susu yang baru saja kulemparkan, YoungMin hanya semakin berjalan mendekat kearahku dengan tatapan yang mengerikan, terlihat jelas jika ia sangat marah padaku.

Buk..

Terdengar punggungku yang terbanting cukup keras pada dinding yang berada di belakangku, kini YoungMin mengunci pergerakanku dengan memegang tangan kananku kuat-kuat sedangkan ia sendiri berdiri tepat dihadapanku dengan jarak yang sangat dekat sehingga aku dapat merasakan hembusan nafasnya yang terasa hangat.

“ jika kau ingin mengacaukan segalanya, maka kita harus melakukannya bersama-sama.” Bisik YoungMin pelan tepat di telingaku.

“ a..apa yang akan kau lakukan?” jawabku panik karena kini YoungMin tidak seperti yang kukenal. Ia benar-benar mengerikan, baru kusadari jika tenaganya begitu kuat hingga tanganku tak sanggup bergerak satu centipun.

“ jika kau ingin mengetahui bagaimana caranya agar semuanya berakhir dengan cepat, maka akan kutunjukkan cara yang lebih sederhana. Kau tak perlu bersusah payah lagi, karena aku pun juga lelah menghadapi situasi yang sama sekali tak kumengerti dan parahnya lagi aku harus terus menerus mengkhawatirkan keadaanmu. Maka dari itu, mari kita akhiri semuanya.” Respon YoungMin dingin, matanya kini menatapku tajam dan aku hanya dapat berusaha membebaskan diriku dari cengkramannya.

Aku sama sekali tak mengetahui jika YoungMin pernah berlatih taekwondo, aku tau dari caranya mengunci tanganku dan aku tak bisa berkutik darinya karena tenaganya luar biasa kuat.

“ jika kau bergerak lebih dekat lagi, aku benar-benar akan membencimu!!”

“ baiklah jika itu maumu.” Respon YoungMin sembari menarik pita seragamku dengan kasar lalu ia semakin mendekatkan wajahnya padaku.

“ segera lepaskan aku YoungMin ah, atau aku akan berteriak.” Aku benar-benar ketakutan dengan sikapnya kali ini, akibat pita seragamku yang ia tarik dengan paksa maka dua kancing seragamku tanpa sengaja terlepas sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan segera salah paham dengan apa yang akan kita lakukan.

Klik..terdengar jika seseorang sedang membuka pintu yang ada di atap sekolah.

Jantungku berdegup semakin kencang dan berusaha menduga siapa yang memasuki atap sekolah yang biasanya sepi.

Mataku semakin membulat ketika aku melihat JoonSu sunbae berjalan perlahan menuju atap sekolah dengan pandangan penuh luka lalu tanpa ia sengaja ia menoleh padaku dan YoungMin.

Ketika pikiranku sedang disibukkan oleh apa yang akan JoonSu sunbae pikirkan tentang kami berdua, YoungMin kembali berbisik tepat di telingaku dengan posisi wajahnya yang masih sangat dekat dengan wajahku.

“ sekarang akan kutunjukkan padamu, bagaimana masalah ini akan segera terselesaikan.” Segera setelah ia membisikkan kalimat itu padaku, ia segera menarikku dan aku tak bisa mempercayai keadaan yang sekarang sedang terjadi padaku.

Ia menciumku dengan kasar, walaupun aku tau ia tak sepenuhnya menciumku karena ia sama sekali tak menyentuh bibirku. Ia hanya menempelkan bibirnya tepat di pipi yang berada di dekat bibirku.

Aku berusaha meronta namun YoungMin semakim menahan rahangku kuat-kuat sehingga aku hanya dapat memejamkan mataku karena ketakutan melihat pandangannya padaku.

“ JoonSu oppa, mianhe. Aku tau ini menyakitkan bagimu tapi percayalah hatiku kini jauh terasa lebih sakit dari apa yang kau rasakan sekarang karena aku memutuskan kita harus berpisah dengan cara dimana kita harus saling menyakiti satu sama lain. Mianhe..”

“maafkan aku yang tak bisa menjaga kisah kita, aku yang tak sanggup memperjuangkan perasaanku sendiri namun  ketika melihatmu berkorban demi kebahagianku, mungkin ini adalah cara terbaik bagi kita untuk berpisah,

 kini biarkan aku menjadi seseorang yang pantas kau benci. Selamat tinggal oppa.” batinku sambil menangis dan yang kutahu JoonSu oppa juga meneteskan air matanya ketika melihatku.

TO BE CONTINUED…

Don’t forget to leave your comment ^^

32 responses to “[Freelance] MATH vs PHYSICS (Part 6)

  1. Aisz,, sorry yah thor 😦 tp k’lau blh jujur d chapter ini yg sudah q baca dr awal mrpkn chapter yg paling ngak dapet feel.x 😦 entah konflik.x yg bgmn atau q yg ngak ngerti bahasanya.. Tp q tetap suka 🙂 n k’lau boleh saran semangat cerita kembaliin donk thor 🙂
    Ok, sekian udek”.x d tunggu yah 😀

    • oke :D, mungkin kamu lebih pro dimana cerita berputar antara YoungMin dan Lisa, yah kita lihat saja nanti ya :D, tetep ikuti sampai chap terakhir ya 😀

  2. Sedih sedih sedih
    Lisa yang sabar ya
    Mungkin itu jalan yang terbaik buat kamu n Joon Su Oppa
    Ditunggu chap selanjutny

  3. ia thor saya lebih pro sama Youngmin & Lisa __
    Joonsu ganggu__ wkwkwk
    ah __Youngmin itu keputusan yang bagus __ kkk
    next chap secepatnya ya thor__ 😀

  4. kejadian2…….
    aq juga dukung young min-lisa…..
    dilanjutin aja… jangan pinggir bibir… sampe tengah juga boleh……

  5. Apa YoungMin sekhawatir itu kpda Lisa ?
    Aslinya aku gk suka ama karakter JoonSu disini. Tpi kalo ngeliat sikapnya yg berasa terdepak oleh Youngmin, aku jadi iba kepadanya kak.

  6. Youngmin daebakk,,,part ini enguras perasaan apalagi lisa yg sampe pingsan begitu😞tapi ceritanya makin seru ajj thor😀

  7. Hahaha bagus youngmin.
    Sabarlaaah lisa suatu saat kamu pati menyadari dimana letak cinta sejatimu.

  8. ya allah aku nyesek banget..
    saat joonsu melihat lisa ciuman sama youngmin..

    pasti dia terluka banget dahh..
    aku juga penasaran apakah yang akan dilakukan lisa ke youngmin krena sudah berani menciumnyaa??
    lanjutttttttt :-D:-D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s