[Freelance] Perhaps

Perhaps

Title  : Perhaps

Author : Randika Jung ( @randikaoh )

Main Cast:

Kim Jong In a.k.a Kai (EXO K)

Shin Ah Jung (OC)

Other cast

Oh Sehun (EXO K)

Song Hye Ra(OC)

Length : Oneshoot

Genere : Romance, sad, hurt

Rating : 15

Disclaimber : annyeong semoga kalian suka sama ff ku don’t be silent reader and dont be plagiator ^^

___oOo___

aku mencintaimu, sungguh !

aku mungkin bisa bertahan lebih dan menahan sakit

tapi bagaimana dengan mereka

namun ada saatnya aku akan merasa sakit, lelah, dan ingin pergi

aku sekarang lelah, lelah bertahan

ketika harapan ku hanya akan berubah menjadi sia-sia

 

 

__oOo__

“gadis mana lagi yang kau sakiti?”

“mana ya eumm mungkin Jung Ah Na, gadis yang tempo hari ku ceritakan”

Ini terkesan gila di mata orang, ayolah yang tau semua ini hanya mereka berdua. Sepasang sahabat, bukan! Mereka bukan sahabat, bukan teman, bukan seorang musuh, kekasih, atau hubungan yang mempunyai ikatan resmi. Sangat sulit menyimpulkan hubungan mereka bahkan ini lebih buruk dari kekasih simpanan. Bahkan hubungan mereka terkesan jauh, sangat jauh tidak hanya berpegangan tangan ataupun ciuman, tapi hubungan sex di luar nikah. Mereka mengenal hanya saat duduk di bangku SMA.

Gadis itu tersenyum simpul melihat tingkah seseorang yang ia kasihi, bahakn ia merasa amat sangat bodoh apa yang pantas di unggulkan dari pria di sampingnya saat ini. Di buruk, lebih buruk dari seorang cassanova. Hanya dia tampan, kaya, dan sexy dengan kulit tan nya. Bahkan tidak ada hal lainlagi yang mampu di banggakan darinya. Hanya dengan kaya mungkin itu akan menambah nilai plusnya dan didukung wajahnya, namun sayang catatannya sangat banyak, jika tidak mengingat siapa orang tua lelaki itu mungkin saja pihak kampus sudah mengelurakannya dari dulu. Dia kerap membolos dalam pelajaran, absennya sungguh sangat banyak, tidak mengerjakan tugas, dan hanya tidur di kelas, bahkan peringkatnya selalu di bawah.

“ Shin Ah Jung Aku mencintaimu, sangat mencintaimu”

“me to Kai”

Hanya dengan sebuah kata itu Ah Jung mampu merasakan yang namanya bahagia, sungguh ia ingin menghentikan waktu saat ini. Sungguh kata itu mampu membuat setiap orang tenggelam didalamnya, tidak pernah sadar dengan apa yang ia perbuat.

Tawa dan canda mereka sangat terlihat kali ini sesekali Kai mencium pipi Ah Jung dan membuat rona merah pada pipi gadis itu. Tapi tidak kali ini sungguh sangat manis sejak kapan seorang Kim Jong In atau Kai  melakukan hal seperti ini. Menempelkan hidungnya pada ujung hidung Ah Jung, dan menggesek-gesekannya. Mungkin siapapun yang melihatnya akan mengira mereka sepasang sejoli yang sangat hangat, namun pemikiran itu sungguh berbanding dengan semua kenyataan.  Sayangnya kemanisan itu tidak berlangsung lama, ponsel Kai berbunyi, mungkin saja kekasihnya.

“kai? Itu siapa apa Hye Ra?”

Hanya sebuah anggukan lemah yang di dapatkan, sudah berapa kali Ah Jung melihat wajah gelisah dan khawatir dari seorang Kim Jong In. Ia paham betul kegelisahan apa yang pria itu pikirkan sekarang.

“angkat kai, aku tidak apa-apa, aku akan diam. Ponselmu terus berbunyi”

“tidak!”

“kai”

“baiklah karena kau yang meminta”

Lihatlah pria itu sungguh penurut dengan gadis yang di hadapannya hanya dengan suara lembut gadis itu ia mampu luluh begitu saja.bahkan ini sungguh jarang di lihat Kai mau menuruti kekasih-kekasihnya.

“kenapa? Ada apa?”

“tidak, apa-apa. Kau mau makan Jung?aku lapar”

Gadis iu menggeleng lemah, ia tidak ingin makan apa pun kali ini karena ia memang tidak lapar. Di tambah ia harus tau apa yang Kai bicarakan dengan Hye Ra tadi. Seperti ini lah Ah Jung ia tidak ingin tinggal diam, ia harus tau semua itu, ia tidak ingin ada apa pun yang di tutupi darinya, memang dia bukan siapa-siapa untuk Kai tapi setidaknya Kai selalu membiasakan jujur dengan Ah Jung dari dulu. Gadis itu juga sadar betul apa yang ia lakukan jujur adalah kata yang menyakitkan bagi sedikit orang yang mengetahui kenyataan terburuknya seperti Ah Jung, sikap jujur dari Kai selalu berhasil menggoreskan luka pada hati gadis ini.

“baiklah, baiklah kau terus memaksa ku Jung,  dia mengajak ku bertemu sekarang tapi aku bilang nanti setelah aku pergi denganmu”

“hey dia tau tentang kita?”

Kai, menggelengkan kepalanya ia sedikit ragu untuk menatap Ah Jung yang mungkin saja ada secercah raut kecewa pada gadis itu. Song Hye Ra keaksih Kai yang kurang lebih menjabat di hati Kai selama 1 tahun. Tidak seperti Ah Jung yang sudah bertahun-tahun, Hye Ra tau bahwa Ah Jung adalah sahabat terbaik Kai. Hanya sebatas itu yang Hye Ra tau tanpa mengerti hubungan di balik kata ‘Sahabat’.

“temui dia Kai, aku bisa mengalah untuknya. Kita bisa bertemu kembali kapanpun kau mau. Pergilah”

Bisakah gadis ini tidak menyuruh-nyuruh apapun yang Kai tidak inginkan, bisakah gadis ini diam dan mementingkan ego dan perasaan gadis ini sendiri? Tidak! Gadis ini terlampau baik, bahkan ia mati-matian menahan rasa sakitnya bertahun-tahun, mati-matian mempertahankan Kai, memaafkan kesalahan yang selalu Kai buat. Gadis ini bagaikan malaikat, ia memikirkan perasaan orang lain, bukan dirinya sendiri. Munafik mungkin bagi orang lain, tapi tidak baginya.

Kai menghela nafas berat, jujur ia masih ingin berasama gadis itu, merasakan kenyamannan, kehangatan dan sebuah perhatian yang terus Ah Jung berikan. Bagaimana gadis ini bisa bersikap seperti itu, hanya memikirkan sebuah nafsu yang ada pada diri Kai tanpa memikirkan sebuah hati yang ada di dalam gadis itu. mudah saja kenapa gadis itu dengan terang-terangan mengorbankan perasaannya hanya untuk sebuah kata’Kebahagian’ untuk Kai.

“hubungi aku ketika kau selesai berkencan, hati-hati kai”

Gadis itu melayangkan sebuah senyuman manis pada lelaki yang sekarang telah menjauh darinya, dari jangkauan matanya. Mata gadis itu sudah mulai memerah, ia sendiri tidak tau kenapa rasanya masih begitu sakit, ia sendiri juga tidak akan pernah mengerti kenapa air matanya selalu keluar padahal dia sendiri yang merelakan, tanpa memiliki ego yang besar ingin memiliki laki-laki itu seutuhnya.

Gadis itu terkejut ketika sepasang tangan menepuk pundaknya, namun ia segera mengetahui tangan ini milik siapa. Seorang laki-laki dengan pawakan tubuh tinggi, berkulit putih pucat dan sebuah tatapan yang dingin. Tapi tidak ketika dengan gadis yang sekarang ia rengkuh kedalam pluknya, ia bersikap hangat pada gadis ini memberikan sebuah ketentraman dan kenyamanan.

“percayalah Kai tidak akan seperti itu, dia sungguh mencintaimu Jung”

Ah Jung menatap sayu lelaki itu berharap bahawa apa yang di katakan shabatnya itu benar.

“aku juga berharap seperti itu. Sehun?”

“hm”

“bisa bantu aku?”

Sehun mengngkat alisnya tinggi, ia sangat bingung dengan sahabatnya, apa yang harus ia bantu? Ah Jung mulai berjinjit membisikan sesuatu pada telinga sehun.

___oOo___

Kai masih saja meutar ponselnya, sudah dua jam ia merasa gelisah. Gadisnyasama sekali tidak bisa dihubungi, bahkan ia sudah hampir gila saat ini. Jika saja saat ini gadis itu tidak muncul juga dihadapannya mungkin ia akan lompat dari gedung apartemen ini.

Klekk..

Suara pintu terbuka, membuat Kai bangun dari duduknya ia melihat Ah Jung yang sudah ada di ambang pintu dnegan tersenyum lebar. Ia berlari kecil dan mendekap gadis itu dengan erat oh sungguh ia sudah sangat khawatir kali ini. Ah Jung mengerang keaskitan, Kai memeluknya terlalu erat. Suara deheman itu muncul begitu saja dari balik pintu menunjukan seorang laki-laki dengan kulit putih pucatnya.

“maaf kai aku membawanya terlalu lama”

“oh untung kau yang membawanya Sehun, jika itu laki-laki lain aku sudah menghajarnya”

Sehun tersenyum lebar dan berpamitan  untuk pulang.

___oOo___

Dengan manjanya Kai menjatuhkan kepalanya di atas paha Ah Jung, membuat gadis itu mengusap lembut rambut Kai. Kebiasaan mereka saat bersama sungguh tidak bisa di lupakan.

Ah Jung mulai bertanya bagaimana dengan kencannya tadi bersama Hye Ra? Apa itu mengasyikan?.

Kai menutup mulut gadis itu dengan tangannya ia tidak suka saat bersama gadis ini membahas selain hubungan mereka. Kai tidak pernah suka itu, bagaimana pun juga ia ingin menjaga perasaan gadisnya.

“baiklah kai aku akan diam dan tidak bertanya lagi. Huh”

Ah Jung memanyunkan bibirnya, sungguh lucu kelakuan Ah Jung di mata Kai saat ini, kebiasaan Ah Jung saat bersamanya berpura-pura sebal, dan nanti pada ujungnya hanya akan berakhir dengansebuah kecupan manis di bibirnya.

“Hey, maaf sayang”

“cium kaki ku baru ku maafkan”

Seketika Kai menundukan kepalanya mencoba mencium kaki gadis itu namun di tahan oleh Ah Jung. Bodoh! Ia hanya bercanda dan di anggap itu adalah suatu tidankan yang sebenarnya.

“aku hanya mencoba menghormatimu sebagai seseorang yang berharga di hidupku Jung”

“aku hanya bercanda Kai, bahkan kau tidak perlu mencium kaki ku pun aku memaafkanmu”

Sebuah senyuman hangat melengkung di bibir Kai, gadis di hadapannya sungguh puitis meluluhkan hatinya seperti apapun. Namun sedetik kamudian Kai memasang muka sedih, entahlah ia memikirkan apa namun yang jelas ini bersangkutan dengan gadis bernama Song Hye Ra.

“kai kau kenapa?”

“aku bimbang Jung, aku tidak bisa seperti ini terus, kau, Hye Ra sama bebrartinya dihidupku. Kalian yang memliki pengaruh besar dalam setiap hidupku”

Ah Jung menangkupkan kedua tangannya pada pipi Kai seolah memberikan sebuah kekuatan, dan Kai tidak perlu khawatir akan segala sesuatu yang mungkin akan terjadi nanti.

“pilihlah salah satu Kai, atau kau mau akan mengalah?”

“tidak! Jangan pernah berkata seperti itu Jung. Jung jangan pernah menyuruhku untuk memilih, suatu saat aku pasti akan memilih dengan pemikiran ku sendiri dengan hatiku”

Ah Jung menyunggingkan senyumnya, ia tau Kai tidak akan pernah setega apapun pada mereka, Kai mempunya hati, ia tidak mungkin bisa mempermainkan hati mereka selamanya. Menyembunyikan hubungan yang berbeda dengansebuah kenyataan. Bukan hanya Kai yang merasa dirinya sudah lelah terus berbohong, terus menyembunykan kenyataa, Ah Jung ia sudah lebih dari lelah rasa sakit yang ia dapat dari Kai sudah cukup untuknya saat ini.

“kai? Dengarkan aku, aku tidak akan pernha menyuruhmu untuk memilih lagi, aku juga tidak akan memaksamu memilihku, ataupun memilih Hye ra. Setiapa pilihan yang kau buat aku menghormatinya, sungguh aku sangat menghormatinya entah siapapun itu yang nanti kau pilih aku yakin itu adalah orang yang kau anggap yang terbaik untukmu”

“Jung, aku mencintaimu sungguh! Maaf aku menyakitimu seperti ini”

Gadis itu menggeleng lemah, tidak apa baginya meski Kai menyakitinya tapi ini justru akan menunjukan seperti apa besar cinta gadis itu pada  Kai, dan seperti apa gadis itu akan terus bertahan.

___oOo___

“benarkah kalian berpacaran? Sudah kuduga kalian pasti akan berakhir dengan berkencan. Chukkae eonni”

Gadis itu mengucapkan kata-kata itu dengansemangat, berbededa dengan lelaki di sampingnya yang  justru memasang wajah cemberut. Entah perasan semacam apa yang ia rasakan saat ini tapi yang jeals itu sangat sult di artikan.

“kai? Kau baik-baik saja kan? Apa kau sakit?”

“oh tidak Jung.. selamat untuk kalian, kita doakan agar merkea awet seperti kita iyakan Hye Ra?”

Hye Ra menangguk mantap, menyetujui perkataan kekasihnya. Berbeda dengan Ah Jung yang menahan sakitnya, bahkan sampai saat ini Kai tidak mengerti juga dengan maksud Ah Jung.

___oOo___

Ah Jung memutar, ponselnya sudah dua hari sejak kejadian itu, saat dia mengatakan ia berpacaran dengan Sehun. Bahkan sampai saat ini Kai tidak menghubunginya sudah beberapa kali gadis ini menghubunginya namun hasilnya sama, kai tidak memberikan respon apapun.

Gaadis ini menjatuhkan lagi-dan lagi air matanya menangisi seseorang yang mungkin sekarang sudah tidak akan pernah memikirkannya, yang tidak akan pernah lagi membelainya lembut dan bergelayut manja padanya. Di rebahkannya tubuh gadis itu pada kasur berukuran king size itu, alunan musik Cristina Perri Jar of  Heart  mengalun begitu saja dari laptopnya, menambah suasana hatinya menjadi buruk, sangat buruk.

Bahkan setiap penggalan lirik dalam lagu itu memberikan sebuah sensai yang benar-benar menyesakan dada Ah Jung.

 

And who do you think you are?

Running round leaving scars

Collecting your jar of hearts
And tearing love apart

 

Memangnya siapa Kai dengan beraninya ia menyakiti Ah Jung tanpa memikirkan perasan gadis itu. menggoreskan luka-luka yang tidak kasat mata, apa hak laki-laki itu memberikan sebuah harapan yang besaar pada gaadis mungil ini, harpan yang menurut gadi itu akan berakhir dengan kata sia-sia.

“bahkan aku memang tidak akan pernah lebih dari penting untukmu Kai, bahkan aku juga tidak akan lebih berharga dari setiapgadis yang kau campakkan”

Ah Jung ia bergumam kecil di sertai sebuah air mata yang semakin deras, diangkat tangan kanannya untuk menutup matanya. Gadis itu merasa lelah untuk yang kesekian kalinya, lelah untuk bertahan dalam sebuah kebohogan yang terus mereka ciptakan, lelah bertahan dalam cinta yang mungkin tidak akan pernah berujug kebahagian. Bahkan sekarang sudah sangat jelas bahwa cintanya justru menyakiti hati gadis itu, bertahan beberapa tahun belakangan hanya untuk mendapatkan pria itu seutuhnya namun semuanya sama saja, Kai tetap saja Kai yang mungkin tidak akan pernah bisa serius mencintai gadis-gadis yang ia pacari saat ini.

“Jung?”

Suara berat yang amat sangat Ah Jung kenali itu membuatnya terpaksa bangun dan mengahpus seluruh air matanya, ia tidak ingin pria itu khawatir dengan kondisinya sekarang. Inilah Ah Jung seorang gadis yang sebenarnya amat sangat malang namun selalu berusaha bertahan walaupun badai akan datang menerpanya.

“kau menangis? Apa Kai menyakitimu lagi? Katakan padaku?”

“tidak, aku tidak menangis hanya tadi terkena debu”

“kau bohong Jung, katakan padaku bukankah ini semakin melancarkan rencana kita nanti”

Lupakan tetntang rencana gila mereka sekarang, yang paling penting adalah hati gadis iu masih terluka. Ia tidak mungkin meneruskan rencana yang sama sekali tidak membuat ubah hati Kai pada gadis itu.

“semuanya harus brakhir Sehun-a, lupakan rencana kita semuanya sama saja hatinya tetap dingin dia tidak mengambil keputusan sampai saat ini, bahkan sepenggal katapun tidak pernah ia sampaikan lagi pada ku sejak beberapa hari lalu saat dia tau kita resmi berpacaran. Bahakan dia sendiri yang memintaku dan tidak melarangku mempuanyai sebuah hubungan yang khusus dengan laki-laki lain. Tapi sekarang dia seperti menghindar, seperti menelan ludahnya sendiri”

Ah Jung tersenyum sinis jika mengingat Kai saat ini, sudah tidak terhitung berapakali ia harus menahan sakitnya seperti ini. Dan sekarang ia tau Kai sungguh dan tidak akan pernah serius padanya. Mungkin ini saatnya untuk gadis itu yang mengambil keputusan, seberat apapun keputusan yang harus ia ambil ini untuk kebikannya dan juga Kai, ia tidak ingin semakin jauh lagi dalam permainan hati yang ia ciptakan sendiri.

“maaf jung, maafkan aku seharusnya dari awal aku tidak pernah mengenalkan kalian, dan seharusnya sejak awal kau tidak perlu menerimanya”

“ini bukan sepenuhnya salahmu, ini takdir, takdir juga yang menggariskan bahwa sepenggal hidupku akan ada cerita saat aku bersama Kai, sepenggal hidupku juga mungkin akan ada tangannya, dan untuk menolaknya itu adalah sesuatu yang sangat tidak mungkin ada rasa yang aku sendiri tidak menegrti bagaimana menjelaksannya yang jelas rasa itu sungguh aneh. Tanpa kau kenalkan pun jika garis hidup ku harus bertemu dengannya semuanya akan terjadi melalui perkenalan yang baik ataupun tidak. Ini salahku sendiri Sehun-a ini salah ku permainan menyakitkan ini yang menerima aku tanpa berpikir masa depanku akan seperti apa kelak”

Sehun ia merasa bersalah dengan sahabatnya, ia menyesal beberapa tahun lalu mengenalkan Ah Jung pada Kai yang padahal ia sendiri tau Kai adalah seorang yang selalu memepermainkan hati wanita. Dan ia juga tau sebrengsek apa Kai dan melukai sahabatnya kini.

“bisakah kau pergi aku ingin istirahat”

“tentu, semoga kau akan lebih baik Jung”

Lebih baik? Sesuatu kata yang menurut Ah Jung sangat ambigu, hatinya saja kalut ia tidak tau apa yang harus ia perbuat kali ini, tanpa seorang Kai yang bergelayut manja di pangkuannya, tanpa seorang Kai yang akan mengecup manis bibir mungilnya.

Sungguh lagu apa lagi ini yang mengalun di lapotop gadis itu yang jelas itu membuatnyamenangis sesenggukan kali ini. Memahami setiap lirik-lirik yang ia dengarkan, mengenang mansinya saat bersama Kai. Kenapa setiap lagu ini begitu mewakili perasaanya saat ini. Unbrake My Herat Toni Braxton, mewakili seluruh rasanya saat ini, mewakili kegelisaahannya saat ini. Suasana begitu tenang langit tak bersahabat menampakan akan turun hujan, mengingatkannya tentang dekapan hangat Kai saat mereka bersama, tapi diamana Kai sekarang bahkan tidak terdengar kata-kata perpisahan sejak saat itu, tidak ada katan sapaan lagi sejak saat itu yang jelas yang gadis itu tau Kai yang ia kenal jauh berbeda sekarang.

Don’t leave me in all this pain
Don’t leave me out in the rain

Come back and bring back my smile
Come and take these tears away

I need your arms to hold me now
The night are so unkind
Bring back those nights when I held you beside me

 

Gadis itu sekarang sadar mungkin perasaanya untuk kai adalah sebuah kesalahan terbesar dalam hidupnya termasuk kesalahan terindah yang ia buat. Gadis itu tersenyum pahit saat ini jika saja Kai ada di sampingnya mungkin ia akan mendapatkan sebuah kehangatan, jika saja kai mau mempertahan kan gadis itu mungkin ia akan merasa bahagia. Namun kenyataan berbanding terbalik dengan apa yang ada di dalam impian gadis itu, seperti sebuah fantasy yang mengkin tidak akan terjadi. Kai tetap saja tidak bisa memilih gadis ini atau kekasihnya Song Hye Ra. Seperti apa besar cinta gadis ini mungkin melebihi yang Kai bayangkan bahkan ia merelakan segalanya untuk laki-laki yang telah menyakitinya, memaafkan kesalahan yang mungkin saja menggoreskan luka yang begitu mendalam di hati gadis itu.

Bahkan gadis itu hampir lupa satu hal jika ia ingin mengakhiri segala yang ia lakukan dengan Kai sama saja ia mengakhiri hal yang sama sekali belum pernah di mulai sama sekali.

___oOo___

Ah Jung membuka matanya ketika matahari mulai menyilaukan, ia merasakan sepasang lengan tengah memeluknya erat,ia tidak bisa berasumsi tentang ini tapi siapa lagi jika bukan lelaki yangsangat ia cintai dan membuatnya menangis semalaman.

“Kai?”

“kau sudah bangun Jung?”

“lepaskan, aku ingin kedapur”

“5menit lagi seperti ini dan terus seperti ini, aku merindukanmu, aroma tubuhmu dan juga suara mu. Bahkan baru dua hari meninggalkanmu saja aku sudah sangat merindukanmu”

Gadis itu tersenyum kecut mendnegar pernyataan yang menurutnya mustahil, pernyataan itu tidak akan pernah abadi dari mulut laki-laki itu bahkan ia sempat melupakan gadis ini. Entah perasaan apa yang gadis itu rasakan namun ia merasa senang Kai ada di sisinya mendekapnya erat. Terakhir kali yang ia ingat semalam adalah iamenangis sesenggukan mengingat Kai membayangkan dan berandai-andai Kai ada di apartemennya memeluknya memberikan sebuah kenyamanan.

__oOo__

“kau menangis tadi malam?”

Ah Jung menggelng kecil dan menyesap teh yang baru saja ia buat, bodoh tentu saja ia berbohong dan itu tentu saja di ketahui oleh Kai. Bagaimana tidak matanya sudah bengkak-bengkak, siapa yang tidak mencibir ketika pertanyaan yang seharusnya di jawab iya malah di jawab dengan sebuah kebohongan.

“hey aku tidak pernah melihatmu berbohong, aku tau kau meangis bahkan saat kau tidur masih menciptakan sebuah isakan, dan lagi lagu yang kau putar dalam laptopmu sungguh menyedihkan Jung jadi aku mematikannya”

Gadis itu meringis tanpa dosa setelah membohongi Kai, tapi untuk apa juga gadis itu berkata jujur toh laki-laki itu tidak akan melihat bagaimana perasaanya kemarin saat Kai tidaka ada untuknya.

“maaf, aku membuatmu menangis, maaf aku tidak memberikanmu kabar maafkan aku Jung. Tapi aku mencintaimu. Trust me. Dan jangan pernah berpikir meninggalkan aku, aku berjanji akan segera memilih dan tidak akan membuat sebuah luka lagi dan menambah permainan yang memuakkan ini”

“tidak Kai, ini tidak apa-apa sungguh aku baik-baik saja. Kau tidak perlu berjanji apapun pada ku jika memang kau tidak bisa memilih aku tidak memaksamu Kai. Cukup kau yakin kan hatimu siapa yang akan kau pilih, cukup kau tinggalkan dia dengan baik-baik jika pun orang itu aku, aku tidak apa”

“kau bohong Jung, jika memang kau baik-baik saja kau tidak perlu menangis, aku memang brengsek Jung aku menoreh luka yang lebih padamu selama bertahun-tahun dan luka itu selalu saja sama. Kau tidak perlu mengorbankan perasanmu Jung sungguh. Pegang janji ku besok aku akan memilih”

Di rengkuhnya gadis itu dalam peluknya, ia merasa sakit saat ini ketika ia tidak bisa memilih dan terus saja mengorbankan perasaan orang lain dan memikirkan egonya sendiri bersengan-senang dengan gadis-gadis lain dan sedangkan ada Hye Ra dan Ah Jung yang sangat ia cintai dan ini saatnya ia untuk mengambil sebuah keputusa sebelum diantara mereka semakin jauh tersakiti.

“Kai, kau tidak perlu seperti ini, aku sama sekali tidak akan menuntutmu untuk membalas perasan ku, aku bahkan tidak akan berambisi memilikimu seutuhnya Kai, sungguh. Jika pun kau harus memilih maka pilihlah seseorang yang tanpa dia kau tidak akan bisa melakukan hal apapun sendiri. Jika bukan aku pun itu tidak akan menjadi masalah Kai, aku hidup untuk mencintaimu dan melihatmu bahagia jadi jangan pernah merasa bersalah dengan semua ini”

___oOo___

Sehun ia merasa khawatir dengan kondisi Ah Jung sudah lebih dari 1 jam Ah Jung tak sadarkan diri. Terakhir kali ia ke apartemen Ah Jung tadi siang saat akan mengajak Ah Jung untuk ke toko buku, namun ia menemukan sahabatnya tersungkur di lantai dan keadaanya sungguh buruk. Hanya ada Hye Ra dan Ah Jung di sana, dan yang ia tau Hye Ra mengatainya dnegan kata-kata yang kasar ‘Bitch’. Sontak saja itu membuat Sehun melontarkan yang lebih membuat Hye Raa menangis.

Kali ini Sehun menatap Hye Ra dengan tajam, ia tahu alasan Hye Ra melakukan ini ia mengerti perasaan Hye Ra dan tak urugnya Sehun mengatai Hye Ra memikirkan keegoisan gadis itu sendiri.

“Jika terjadi sesuatu pada Ah Jung maka kau lah yang akan ku tuntut Song Hye Ra, seharusnya kau berterimakasih bukan hanya mengatainya, dia yang mengorbankan perasaanya bahkan dia sering mengalah untukmu, dia selalu mengunggulkanmu di depan Kai! Bagaimana bisa Ah Jung mengunggulkan wanita yang sekarang membuatnya sekarat”

“itu salahnya, kenapa ia mau di permainkan oleh Kai dan kenapa ia tidak pernah menjauh saja dari Kai dan mengalah demi aku?”

“kau masih saja tidak mengerti rupanya. Siapa yang tidak jengah jika terus di sakiti? Dan asal kau tau kekasihmu itu yang terus menahannya dan yang lebih harus kau tau dia lebih mencintai Ah Jung daripada dirimu,kaulah parasit itu bukan Ah Jung, kau yang menghancurkan hubungan mereka dan akhirnya Kai memiliki sedikit hatinya untukmu! dia lebih nyaman di dekat gadis yang sekarang kau buat sekarat. Dia selalu setengah hati saat bertemu dengan mu jika bukan karena Ah Jung yang meminta dan merengek agar Kai tidak mempermainkanmu yang masih terlalu labil dan tidak menegrti cinta! Dan yang perlu kau camkan yang patut di katai ‘bitch’ itu bukan Ah Jung tapi kau Song Hye Ra”

Hye Ra meneraskan rahangnya ia bahkan tidak habis fikir sebegitu sensitifnya kata-kata Sehun sehingga menusuk uluhatinya. Yang dipikirannya adalah benarkah dia benalu di hubungan Kai dan Ah Jung? Benarkan semua perkataan Sehun? Kenapa seolah nasib kini mempermainkan gadis itu dengan kerasnya. Jangan bodoh siapa yang tidak akan terpukul seperti ini disaat usianya yang masih 18 tahun harus mendengar sebuah kata yang ia tujukan untuk orang lain kini mengarah pada dirinya sendiri. Berasumsi baha diriyalah yang sekarang menjadi perusak. Jika saja dulu ia tidak mengejar dan terus menahan Kai mungkin semuanya tidak akan serumit ini, dan semua itu tidak perlu terjadi.

Dokter keluar dengan raut muka yang sangat sulit di artikan seperti perasaan kecewa yang benar benar amat sangat kecewa. Sehun yang menegtahui itu menghampiri dokter itu dan bertanya bagaimana dengan Ah Jung apa semuanya baik? Namun semua berkata lain, takdir berkata memang seperti inilah garis hidup Ah Jung yang sesungguhnya.

Tak hentinya Sehun menangis kali ini, diikuti Hye Ra yang amat sangat merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan, Sehun ia terduduk lemas mendapati kenyataan yang menyedihkan. Sahabatnya telah tiada, sahabat yang sudah ia anggap seperti keluarganya, harus meninggal karena sesuatu hal yang menurutnya sangat gadis itu lalaikan. Meninggalkan seluruh obat-obatannya hanya demi hidup normal tanpa harus mengkonsumsi obat-obatan untuk terus hidup

Pria itu berlari terengah-engah ketika mendapat kabar dari kekasihnya ia berada di rumah sakit, awalnya ia berfikir bahwa orang yang di rumah sakit itu kekasihnya namun saat kekasihnya menjelaskan baha Ah Junglah yang dirumah sakit peria itu merasa degupan jantungnya tidak teratur. Kenapa? Ada apa lagi dengan gadisnya?  Bahkan sekarang ia tidak memperdulikan orang-orang yang memperhatikannya berlari kesetanan kesana kemari.

“kai?”

“dimana Ah Jung? Diamana dia,? Sehun-a diamana Ah Jung”

Sehun ia sudah muak dengan semua ini tangannya sudah terlalu gatal untuk emlayangkan pukulan pada pria itu, dia sudah terlalu bersabar. Jika saja ia tidak ingat siapa pria yang ada di hadapannya ini yang notabennya sahabatnya dan juga orang yang di cintai oleh Ah Jung. Namun sayang kini ia tidak bisa menahan lagi satu pukulan keras mendarat di pipi Kai dan membuat sebuah aliran darah kecil di sudut bibir pria itu. tak hentinya ia menyalahkan Kai atas kejadian ini.

“kau tau ini kesalahan mu Kai, kenapa dari awal tidak kau jauhi dia? kenapa dari awal kau tidak memilih dan keanapa dari awal kau membuat permainan yang membuatnya menderita? Kau puas sekarang? Ini yang kau inginkan iya kan? Dia meninggal kau puas? Demi mu dia rela meninggalkan seluruh obat-obatnya untuk bertahan hidup, demi mu juga dia rela emngorbankan perasaannya sendiri agar tetap melihatmu bahagia. Kau bodoh kau, kau brengsek seharusnya aku lebih menjaganya darimu!”

“obat? Maksudmu?”

“oh bahkan kau tidak tau tentangnya, dia sakit sejak kecil jantungnya begitu lemah. Dia tidak bisa terlalu kelelahan dan juga tidak bisa menerima hal-hal yang berat. Dan yang terakhir membuatnya seperti ini adalah gadis itu. dia mnegatai Ah Jung ‘Bitch’ seharusnya kau bisa mengajarinya! Kalian sungguh sempurna membuat Ah Jung terluka!”

Kai menatap Hye Ra tajam seolah bertanya apa yang Sehun katakan itu benar? Apa Hye Ra yang membuat Ah  Jung seperti ini? Namun tidak ada sebuah jawaban dari Hye Ra ia hanya memandang lurus kebawah. Kai mengguncangkan ubuh Hye Ra meminta sebuah penjelasan.

“maaf kan aku Oppa, ini salah ku”

“kau, bodoh kenapa kau lakukan itu. dia hidupku kau tau itu bahkan kau tidak aakn pernah lebih berharga darinya”

Satu tamparan sukses melayang pada pipi mulus Hye Ra, emmbuat gadis itu menahan sakit dengan semua perlakukan Kai. Kini terjawab sudah semuanya tentang keraguan Kai, Sehun benar tentang Kai, Kai jauh mencintai Ah Jung daripada Hye Ra gadis kecil yang masih terlalu labil soal cinta. Masih tidak percaya dengan apapun yang dilakukan Kai saat ini gadis itu berlari keluar rumahsakit, sungguh ia merasa di hancurkan seperti gelas yang terjatuh dan hancur berkeping-keping tanpa bisa di satukan kembali. Kini gadis itu mengerti bagaimana perasaan Ah Jung yang jauh lebih laam bersama Kai, menhan kesakitanyang seperti ini, mungkin kondisi hati Ah Jung sudah melebihi dari sebuah gelas yang hancur berkeping-keping, mungkin saja kepingan hati itu sudah tak terlihat karena untuk bertahan dalam sebuah kebohongan dan kesakitan.

___oOo___

Kai menggenggam erat tangan gadisnya, terasa dingin. Tubuhnya kaku, pucat ia sama sekali tidak bernafas. Kesalahan terfatal dalam hidup Kai terlambat membuat keputusan dan membiarkan seseorang yang akan ia pilih menderita.

“Jung? Maaf aku terlambat, maaf aku tidak menjagamu dengan baik, maaf aku menyakitimu dnegan terus menahanmu untuk tidak pergi dariku, maaf luka itu tetap saja di hatimu. Tapi sungguh aku mencintaimu, sungguh. Tidak bisakah kau tadi bertahan demiku. Aku sudah berjanji dnegan diriku Jung untuk mengakhiri segalanya bermain-main dnegan wanita dan mulai serius denganmu. Tapi kenapa, kenapa kau meninggalkan aku? Maaf aku terlalu berambisi untuk mempermainkan hati mereka dan melukai hatimu maafkan aku. Aku mencintaimu Shin Ah Jung”

Pemandangan yang sangat memilukan bagi beberapa orang yang ada di sana, mungkin sebagian orang akan berkata penyesalan datang terlambat. Tidak ii bukan karena masalah penyesalan hanya Kai terlambat dalam menetukan pilihannya. Ketika pilihannya jatuh pada gadis yang seharusnya ia lihat dari dulu dan ia hargai sedari dulu kini takdir sama sekali tidak berpihak dengannya. Takdir memisahkan mereka dengan pembentang alam yang sangat jauh dan berbeda.

Air mata Kai kini jatuh tak tertahan, ia sudah cukup bersabar menahan air mata ini. Namun tidak ketika ia mencium lembut kening gadis yang sudah pucat pasi itu. kilatan memori tentang mereka terekam kembali dengan runtut dan begitu manisnya.

___oOo__

Rest in peace

Shin Ah Jung

12 Januari 1994- 12 December 2013

Be with God in heaven, you have no pain anymore

 

Sebuah tulisan di batu nisan yang mampu membuat terkoyaknya hati Kai dan juga Sehun. Mereka berdua tak hentinya menangisi kepergian Ah Jung yang mereka rasa terlalu cepat. Sejak kemarin Sehun sudah sangat membenci Kai, ini salah Kai yang tidak pernah membuat pilihan! Itulah yang Sehun pikirkan tentang egonya sekarang.

‘Jung, sungguh maafkan aku. Aku tidak pernah tau jika kau sakit separah itu, seharusnya kau beri tau aku. Maaf Jung, maaf. Kemungkinan terbesar dalam hidupku saat ini adalah menjadi seseorang yang akan benci dengan cinta. Sungguh aku benci sekarang dnegan kata cinta, pada akhirnya cinta ku untukmu lah yang emmisahkan semuanya Jung, aku emmbenci itu aku benci perpisahan kita Jung. Mungkin ini adalah sebuah hukuman yang tuhan berikan untukku telah menyakitimu. Maaf jung, sungguh aku mencintaimu’

Batin Kai tidak bisa berhenti berbicara mengenai kebodohan terbesarnya, yang jelas saat ini ia hanya ingin mencintai gadis itu gadis yang sekarang telah meninggalkannya. Tiba-tiba sebuah kalimat selalu saja mengingatkan Kai bagaimana gadis itu mengutkannya dulu berusaha merubahnya menjadi yang lebih baik, dan kalimat itulah yang justru menuntun Kai dalam sebuah perangkap yang ia buat sendiri untuk mempermainkan hati.

“kai, kau harus ingat dulu saat kita seusia Hye Ra pasti akan seperti ini kan berambisi memiliki siapapun yang ia inginkan, jangan sakiti dia dia terlalu kecil, jan permainkan dia dulu kau selalu menjagaku dan bisakah kau sekarnag juga menjaga perasaannya menjaga agar ia tetap hangat dan juga mengerti akan sebuah cinta yang sebenarnya? Dulu aku sepertinya Kai berambisi memilikimu namun setelah aku mengerti, aku sadar aku sudah bukan gadis kecil lagi yang memikirkan egonya, yang akan mengamuk saat seseutu yang ku cintai di rebut orang lain, karena aku sudah dewasa dan aku benar-benar mengerti. Kau harus percaya padaku Kai setia tidak akan seburuk apapun yang kau bayangkan, dan mulailah sedikit melepasku, aku belajar banyak ketika mencintai mu belajar bagaimana rasanya bahagia, belajar bagaimana aku harus bertahan denganmu , belajar berbagi dengan orang lain, dan yang paling pernting belajaar melepaskanmu Kai. Berjanjilah pada ku kau akan mencoba yang aku katakan ini”

 

Ah Jung benar dengan perkataan itu, mencintai itu membuat orang belajar banyak, bagaimana ia harus merelakan sesuatu yang ia sayangi pergi dan di ambil oleh yang menciptakan seperti Kai, yang belajar merelakan kepergian Ah Jung untuk selamanya.

Terkadang cinta bukan seperti apa ia mengatkan nya namun dnegan setiap tingkahlakunya yang akan mencerminkan tindakan bahwa cinta itu benar tulus adanya. Terkadang cinta juga yang selalu memberikanmu hukuman terberatnya, merelakan, melepaskan, mengikhlaskan sejenis kata yang emmeliki arti yang sama dalam bentuk cinta. Jika Kai mencintai Ah Jung maka inilah yang ia lakukan, ia tersenyum memandangi tanah yang bersandarkan batu nisan Ah Jung, ia tidak senang melihat Ah Jung pergi hanya ia berusaha menjadi kuat seperti Ah Jung ketika setiap kali Kai menyakitinya pergi dengan gadis-gadis yang bahkan tidak benilai sama sekali di matanya, dan rasanya memang buruk snagat buruk.

Begitu menyakitkan!

Dan inilah sebuah akhir yang menyedihkan dari seorang cassanova tingkat atas, siapa yang tau cintanya meninggalkan dirinya. Kim Jong In ia kembali tersenyum penuh arti, arti yang mengisyaratkan ini menyakitinya, melebihi sakit yang gadis ia cintai, ia mengkhilaskan sebuah kepergian yang menurutnya masih snagat sulit untuk di terimanya.

“Maaf aku menyakitimu terlalu lama, aku akan menjaganya untukmu, untuk kita bertemu dilain masa dan kuharap rasa ini tetap sama untuk mu dan aku berharap kita akan bertemu kembali. Dan tidak akan ku biarkan cintaku menyakitimu sedikitpun kelak. Aku mencintaimu, jaga ucapanku di sana Jung aku menyimpan hati dan cintaku untukmu”

 

The end

39 responses to “[Freelance] Perhaps

  1. gomawo 🙂 iya aku aja juga ngga tau kenapa bisa segitunya 😀 terhanyut sama lagu yang aku dengerin waktu itu 🙂 sekali lagi makasih ya udah mau baca tulisan ku

  2. Auh 😦 😦 😦 😦
    Nyesel juga ga ad guna ny yaa, ah jung udah ga ad,,,
    Salut sma ah jung, disakitin terus2an msh bs maafin si kai, ah jung terlalu baik buat kai,,,

  3. iya engga tau kenapa si kai ceritanya jaadi cowok yang sadis di sini,, disini beberapa alur ceritanya ada yang aku ambil dari cerita temenku. ya hampir sama kayak Ah Jung tapi dia engga sampek meninggal cuman di sakitin teru2an bertahun2 persis Ah Jung 😀 but makasih udah mau baca..

    • sequel ya ? tapi kan Ah Jungnya udah mati engga bisa buat sequelnya mungkin buat ceritaku yang lain bisa 😀 gomawo ya udah mau mbaca .. eh namanya Ah Jung 😀 haaduh engga nyangka sama kayak cast ku

  4. iya kalok kamu mau kunjungi aja wordpress aku 🙂 di sana ada juga yang sad. eh salah maksudku sad semua aku lebih suka yang sad 😀
    ya walaupun masih baru sih wordpress aku 😀 makasih ya udah mau baca ceritaku 🙂
    randika150810.wordpress.com

  5. Wuiihh nyesek. Tapi gk tau sakitan ah jung apa kai. Gue ngeras kai kelewat batas dan ahjung juga kelewat batas, sabrnya mksd gue. Daebakk bgt idenyaaa. Tapi yg buat lbh hebat itu krna ah jung nya mati, kalo egk kyknya crta ini ngebosenin dan pasaran idenya. Tapi untung ending nya bgni, nyentuh bgt deh thor.

  6. halooooo saya reader baru xD
    sumpah deh demi apa ini ff ampunnnnnnnnn sedih bgt 😦
    aku sampe gatau hrs blg apa..
    kasian sama ah jung yg hrs di duain, kesel sama kai yg gk prnh bs bwt keputusan -_- bete to the max sama hye ra yg blg ah jung bitch. kenapa ah jung nya hrs di buat mati thor? T.T gak rela nih aku hiks 😦 mana ujung2nya kai hrs ngejaga hye ra 😐

  7. huwaaa
    suer. .ddaebak bgdz pkknx . .
    hikz the great w0man,jung. .
    hikz
    bener2 bkin nangis . . .
    kai, ,sem0ga kau jd 0rang yg lebih baek,dan akan slalu menjaga 0rang yg kau sayangi. .hikz

  8. sedih bgt.. kasihan jung nya… kai sih kelamaan. aku kira sehun jga punya rasa .. aku bingung ma kalimat ” Demi mu dia rela
    meninggalkan seluruh obat-obatnya untuk
    bertahan hidup,” bukannya minum obat biar sembuh ya??? emg itu obat apa

  9. sedih bgt.. kasihan jung nya… kai sih kelamaan. aku kira sehun jga punya rasa .. aku bingung ma kalimat ” Demi mu dia rela
    meninggalkan seluruh obat-obatnya untuk
    bertahan hidup,” bukannya minum obat biar sembuh ya?? emg itu obat apa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s