[Freelance] Compensation -Chapter 1-

jj1

Title                 : Compensation –Chapter 1-

Author             : Shin Haeng Jin

Main Cast        :

  1. Park Ji Yeon
  2. Oh Sehun
  3. Choi Min Ho
  4. Krystal Jung
  5. Choi Min Ji

Genre              : Marriage life, romance, angst

Rating              : PG-17

Length             : Chapter

Disclaimer       : All story is mine. I hate plagiat!

Thank you for reading. I have sent this ff to some websites. I’m so happy with you all who have read this ff. I dont force you to give your comment. But swear, i really need it, so please mind to give some comments. By the way, mind to visit my wordpress, http://shinhaengjin.wordpress.com and follow my twitter @shinhaengjin , just mention for follow back, and welcome to my world 😀

COMPENSATION

-CHAPTER 1-

 

            “Apa makanannya enak, Krystal-ssi?”

“Ne, abeoji” jawabnya dengan tersenyum manis. Munafik. Itulah yang terlintas dipikiran Sehun. Ya, hari ini ia bertemu dengan calon istrinya yang ke sekian kali.

“Sehun-a, bagaimana menurutmu dengan Krystal, dia cantik bukan?”

Sehun tersenyum dengan sinisnya, “Krystal-ssi, mengapa kau mau dijodohkan denganku? Apa supaya hidupmu semakin terjamin? Aku ini hanya seorang anggota detektif dan belum tentu dapat membeli semua kebutuhan wajahmu”

“Sehun-a!”

“Diamlah, appa. Appa kan meminta pendapatku.”

Krystal tersenyum, “Tidak apa-apa abeoji. Sehun-ssi, bisakah kita nanti pergi berkencan?”

Mengalihkan pembicaraan, batin Sehun.

“Tentu saja dia mau, ya kan Sehun-a?” tanya eomma yang sedari-tadi sudah gregetan melihat tingkah Sehun.

            “Bicaralah”

Sehun tetap diam sambil mengemudi mobil yang ia tumpangi bersama Krystal.

“Apa situasi seperti ini akan berlangsung sampai kita menikah ataupun punya anak nanti?”

Menikah? Punya anak? Jangan harap!, batin Sehun

“Benar yang kau katakan tadi, semua wanita akan membutuhkan pria agar hidupnya dapat terjamin secara lahir dan batin”

Tiba-tiba Sehun meminggirkan mobilnya ke tepi jalan. Ia mendekatkan wajahnya ke depan wajah Krystal. Wajah Krystal pun memerah dan matanya membulat sempurna.

“A—apa yang kau lakukan?”

“Apa kau kira aku akan memenuhi kebutuhanmu secara lahir dan batin? Secara lahir belum tentu, tapi yakinlah secara batin aku lah jagonya. Kamu mengerti maksudku kan?” Sehun pun mengeluarkan evil smirknya.

“Se—sehun-ssi, bisakah kau jauhkan wajahmu?” tanya Krystal gugup

Wae? Usai kita menikah, aku akan melihat wajahmu lebih intens dari ini”

Krystal pun mendorong tubuh Sehun dan keluar dari mobil dengan wajah yang sangat memerah.

“Aku senang kau tau diri. Sampai jumpa” Sehun melambaikan tangan dan tersenyum manis. Ia pun langsung pergi meninggalkan Krystal dengan mobil yang tadinya mereka tumpangi bersama.

Aku tidak yakin perasaanmu kepadaku akan seperti ini terus-menerus, Sehun-ssi, batin Krystal melihat kepergian Sehun.

Appa merasa sangat bersyukur belum memberikan perusahaan itu kepadamu.”

Min Ho hanya terdiam mendengar nada penyesalan dan sedikit amarah dari appanya. Bagaimanapun yang membuat keraguan pada appanya adalah dirinya sendiri. Dirinya yang bodoh rela melepaskan genggaman anakknya yang meminta tolong untuk diselamatkan.

“Untuk sementara ini, kau satu tim dengan Ji  Yeon.”

            Appa..”

“Kalau kau mau perusahaan itu, kau harus bisa membuat Ji Yeon kembali ke rumah ini. Appa tidak mau mendengar bantahan.”

            Min Ho bisa merasa bahwa appanya memaksanya untuk turut dan pergi dari ruangan itu. Ia pun beranjak pergi dan ketika membuka pintu, ia bertemu Ji Yeon yang akan mengetuk pintu.

Glad to meet you, sir. Tapi aku berharap kita tidak akan bertemu. Atau nantinya kau  akan memaksaku untuk menemuimu agar perusahaan ini jatuh ke tanganmu”

Speechless.

“Aku sudah mendengar semuanya dan aku disini mau menentang kebijakan appamu itu”

“Kalau kau tidak memiliki perasaan apapun kepada ku lagi, untuk apa kau melakukan itu?”

“Apa kau selalu berpikir aku selalu mencintaimu? Bukannya kau selalu mengira bahwa aku hanya menikah denganmu agar hidupku terjamin”

Ji Yeon pun langsung menerobos masuk ke dalam dengan menabrak tubuh Min Ho yang berdiri di tengah pintu.

“Lepaskan” ujar Ji Yeon yang tangannya ditahan oleh Min Ho

“Apa hatimu sesakit ini waktu itu?”

Hatimu sakit? Wae? Kau tidak akan pernah mencintaiku, dan kau akan selalu mencintai wanita itu, batin Ji Yeon

“Beritahu aku bagaimana caranya agar kau bisa memaafkanku.” Sambung Min Ho

Ji Yeon berbalik dan melepaskan tangannya yang digenggam erat oleh Min Ho. Hatinya sebenarnya terasa sakit mendengar ucapan mantan suaminya itu. Ji Yeon pun beranjak pergi keluar ruangan dan tidak jadi menemui mantan mertuanya itu.

Babo, untuk apa aku melakukan ini? Apa aku masih mencintainya, batin Ji Yeon bertanya-tanya.

Sedangkan Min Ho yang berdiri di tengah pintu sedari tadi hanya terdiam. Ia merasakan rasa penyesalan atas apa yang telah ia lakukan kepada dua orang yang seharusnya ia cintai sepenuh hati.

I’ve fallen for you, jeongmal saranghae, Park Ji Yeon”

            “Permisi seonsaengnim, saya ingin memberikan berkas ini”

Sehun berdeham, “Berkas apa itu? Oh ya, apa masalah yang kemarin sudah kau buatkan laporannya”

Ne, seonsaengnim. Ini berkas dari Choi Law Firm, ia meminta perusahaan kita untuk membantu investigasi hilangnya beberapa siswa-siswi di Seoul.”

“Choi Law Firm?”

Ne, seonsaengnim. Berita yang selama ini saya dengar, Choi Law Firm sangat terkenal dan tidak pernah meminta bantuan polisi kecuali ketika penangkapan saja. Kalau saya simpulkan, mereka menilai bahwa kinerja polisi sangat lambat. Maka dari itu, mereka membuat tim investigasi sendiri. Tapi…”

“Tapi kenapa? Mereka sudah mempunyai tim investigasi tapi masih membutuhkan kita”

“Masalah kali ini cukup rumit seonsaengnim, semua orang tua siswa-siswi yang hilang datang ke perusahaan mereka, dan meminta untuk dibantu menyelesaikan masalah ini. Maka dari itu, Choi Seung Hwan, CEO dari perusahaan tersebut meminta anda turut membantu dalam penyelesaian masalah ini”

Sehun berdeham “Apa mereka tidak percaya dengan kinerja kalian?”

“Saya juga sudah bertanya seperti itu, tapi sekretarisnya mengatakan bahwa, akan saling menguntungkan bahwa anda yang langsung terlibat dalam penyelesaian masalah ini”

Sial, orang itu sangat pintar berpolitik, batin Sehun.

“Baiklah, kapan aku perlu menemui mereka?”

“Malam ini, di Zeus Hotel, beliau juga mempersilahkan anda untuk menginap disitu selama yang anda inginkan. Zeus Hotel ini adalah perusahaan yang ditangani oleh istrinya”

Sehun mengangguk paham, “Baiklah, hari ini aku ingin bersenang-senang. Tapi siapa yang akan ku temui nanti?”

“Anak dan mantan menantu dari CEO Law Firm”

                “Mantan menantu?”

Ne, seonsaengnim, anaknya pernah menikah karena dijodohkan dan bercerai karena sebuah kecelakaan. Kesimpulan yang saya buat secara pribadi, mantan menantunya diberikan jabatan baru sebagai kompensasi dari kecelakaan tersebut”

“Sepertinya kau tau banyak, kau harus pergi bersamaku nanti.”

“Nde?”

“Ji Yeon-a, nanti malam kita akan bertemu Detektif Oh”

Ji Yeon hanya berdeham

“Gomawo, kau masih mau bekerja sama denganku”

Ji Yeon menghentikan tangannya yang sedari tadi menekan setiap huruf diatas keyboard laptopnya.

“Aku butuh uang agar hidupku terjamin, jadi aku sebisa mungkin menghilangkan rasa egoisku untuk meninggalkan perusahaan ini.”

Min Ho terdiam sejenak, “Apa akhir pekan ini kau sibuk?”

Ji Yeon menggeleng, “Ada apa?”

Minho menatap Ji Yeon dengan intensnya, “Aku ingin memulai semuanya dari awal, apa bisa?”

Memulai semuanya dari awal? Bisa Min Ho-a, bisa, tentu saja aku akan sangat menyetujuinya. Tapi, jika kau memintanya pada waktu yang tepat, batin Ji Yeon

“Jangan kau pikirkan dulu, hubungi aku jika kau bersedia”

Min Ho pun langsung pergi memasuki ruang kerjanya. Bodoh, batin Min Ho, jelas-jelas aku yang membuangnya, kini aku juga yang memungutnya.

                “Apa sudah ada yang menunggu saya?”

Ne, Tuan. Silahkan”

Pelayan tersebut mempersilahkan Oh Sehun menuju tempat yang telah ditempati  oleh Park Ji Yeon dan Choi Min Ho.

“Dia datang” ujar Min Ho

Ji Yeon dan Min Ho pun secara reflek berdiri dan membungkukkan badan menyambut kedatangan Sehun.

“Detektif Oh selam—“

Ji Yeon terkejut.

Sehun tercengang.

Mata mereka saling bertemu. Suasana pun menjadi hening. Waktu seperti berhenti. Alunan musik yang sedari tadi mengalun di sepenjuru ruangan ini pun seakan-akan berhenti. Pandangan mereka saling bercakap mengenai siapa yang memiliki rasa rindu yang lebih menyesakkan. Ji Yeon pun angkat bicara,

“Sehun-a”

68 responses to “[Freelance] Compensation -Chapter 1-

  1. Menyesal???
    sudah terlambat,wkwkwkwkkwkwk

    duuuhhh penasaran nanti akhirnya akan seperti apap

  2. huaaa minho jahat, tega2 nya dia ngreepasin tangan anaknya sendiri nyampe anaknya kecelakaan dan mati.
    penyesalan emg dateng terakhir.
    huaaa jiyi ketemu lagi sama sehun.
    penasaran sama kelanjutannya

  3. Minho jahat bnget ,, dia lbih metingin krystal dripada anknya sendiri,, gara” dia gk nyelamatin ankx , ankx jadi meninggal.. Telat bnget minho sdarnya.. Omo shun sma jiyeon ketemu tuh,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s