[Freelance] Love Like This

love

Title: Love Like This

Author : Randika Jung (twitter : @RandikaOh )

Main Cast:

Kim Jong In (EXO K)

Jung  Ah Na (OC)

Other cast

Byun Baekhyun (EXO K)

Oh Sehun (EXO K)

Length : oneshoot

Genere :sad, angst, romance

Rating : 15+

Disclaimber : ini ff asli dari pikiran saya dan terinspirasi dari lagunya K.Will Love like this.. ^^ don’t be plagiator and don’t be Siders ^^ maaf Typonya mungkin bertebaran.

Recomend sound : Love Like This (K.Will)

___oOo___

Oh bagus ini pasti adalah sebuah candaan yang sangat tidak lucu untuk ku, Kim Jong In. Bagaimana bisa aku hanya diam saja disini ketika aku mencintai seseorang, bukankah aku ini seseorang yang selalu di gilai oleh para kaum wanita? mereka akan mengejar-ngejarku dan memohon-mohon padaku untuk menjadikan mereka pacarku. tapi lain halnya dengan dia gadis berkaki jenjang, bertubuh ya ku kira itu bagus, dan memiliki mata yang indah. Aku Kim Jong In jatuh terhadapnya gadis yang membuatku membisu selama bertahun-tahun. Jangankan untuk berbicara dengannya untuk mendekat pun aku tak pernah berani.

“kau pengecut Kim Jong In, kau bilang kau ini penakhluk wanita. Bahkan untuk mendekatinya saja kau tidak berani” ejek sahabat Jong In yang tak lain Oh sehun.

“kau tau lebih baik seperti ini, aku terlalu buruk untuknya”

Iya, Jong In selalu berpikir bahwa ia tak pernah pantas untuk Ah Na, Jung Ah Na gadis yang ia cintai sejak ia duduk di bangku sekolah menengah pertama. Jong In selalu mencoba mencari perhatian Ah Na dengan menjadi seorang playboy dan juga badboy dari dulu sampai sekarang.

“apa kau diam lalu dia akan tau perasaanmu, oh ayolah kau ini Kim Jong In hanya untuk gadis seperti dia kau tak bisa megungkapkan perasaanmu? Oh kau bodoh tinggal mengucapkan aku menyukaimu apa sulitnya?”

Jong In  tersenyum miris mendengar ucapan sahabatnya, ya mungkin sahabatnya itu benar hanya tinggal mendekatinya dan mengungkapkan perasaanya saja itu sangat ia buat sulit. Mungkin di hadapan para gadis lain Jong In layaknya harimau yang akan menerkam setiap mangsanya, namun di hadapan Ah Na, Jong In menjadi seekor kucing yang tidak berani menerkam mangsanya.

“aku terlalu pengecut untuk itu Oh Sehun, aku ini buruk tidak mungkin dia ingin bersamaku, seorang yang-ya terlihat berantakan dan selalu mempermainkan wanita. Dia lebih pantas mendapatkan yang lebih dari aku”

Oh Sehun ia mengehlakan napas panjang ia tak habis fikir bagaimana sahabatnya mampu berfikir seperti itu, benar-benar ia seperti tidak melihat Kim Jong In yang sesungguhnya. Kim Jong In yang selalu berambisi untuk mendapatkan yang ia mau, Kim Jong In yang selalu percaya diri dan menarik para gadis dalam sekejap. Kali ini Sehun sudah lelah menasehati sahabatnya yang satu itu, ia menyerah bahkan sudah ratusan bahkan ribuan kali ia mengingatkan Jong In.

“terserah katamu, aku hanya mengingatkan”

____oOo____

Bel tanda pelajaran sudah usai telah berbunyi, seperti biasa Jong In berada di parkiran menunggu sahabatnya yang berbeda kelas dengannya. Matanya menuju ke satu arah, tepat di depannya sekitar 12 meter, ia mampu menangkap sosok yang selalu menghantui tidurnya. Jung Ah Na ia terenyum lebar dan bergandengan tangan dengan seorang laki-laki. Sakit, nyeri itulah yang Jong In rasakan saat ini. Ia melihat dengan matanya saat ini pemandangan yang membuat ia terluka. Seorang Kim Jong In terluka itu adalah hal yang sangat mustahil, namun jika menyangkut gadis yang selalu ia puja itu tidak ada yang mustahil.

“sudah ku bilang kan jika kau tidak pernah bertindak seperti inilah jadinya, sakit bukan?”

Jong In hanya terdiam, sekaligus terkejut karena sahabatnya tiba-tiba muncul dan mengucapkan hal yang tentu saja Jong In rasakan saat ini, ia memegangi dadanya dan mencoba tersenyum, tentu saja tersenyum dengan penuh arti terluka.

“laki-laki itu?” ucap Jong In

“Oh dia, dia Byun Baekhyun teman sekelas ku, dia pintar, kaya dan ya di gemari banyak wanita sama halnya dengan dirimu. Tapi dia tidak pernah mau menggubris mereka. Baekhyun pikir itu akan membuang waktunya menggubris wanita yang hanya bisa mengejarnya.”

“dia sempurna, dia lebih pantas dari pada aku. Dia lebih baik dan akan lebih baik dari aku”

Setelah mengucapkan kata itu Jong In menuju mobilnya dan  merasakan matanya memanas, ayolah ia adalah Kim Jong In, kenapa ia harus menangis hanya karena seorang gadis yang bahkan sudah memiliki kekasih itu.

___oOo___

Hari ini masih sama seperti kemarin Kim Jong In masih memandangi Jung Ah Na dari kejauhan, tanpa mendekat sedikitpun. Ia masih saja menganggumi kecantikan gadis itu, Ah Na ia tersenyum lebar dan tentu saja ada Baekhyun di sampingnya yang membelai lembut setiap helaian rambutnya. Ini membuat Jong In sakit kembali.

“sampai kapan kau seperti ini? Kau hanya diam memperhatikan dia dari kejauhan dan menahan segala perasaanmu. Apa ini Kim Jong In yang sesungguhnya? Oh pasti ini hanya sandiwaramu saja kan? Apa dengan kau diam dia akan tau segala perasaanmu? Nyatakanlah atau kau akan semakin tersiksa”

Jong In menggeleng lemah dan tertunduk, airmatanya sudah mulai keluar. Perkataan Sehun itu benar apa hanya dengan Jong In diam lalu Ah Na akan tau dan tiba-tiba saja menghampiri Jong In? Tidak! Justru perasaan itu malah membuat Jong In semakin tersiksa jika ia tak mengatakannya. Ayolah Kim Jong In tidak selemah itu kan?

___oOo___

Jung Ah Na ia bahagia sekarang setelah menanti seorang Kim Jong In yang ia pikir menyukainya sejak dulu, tapi pikirannya itu salah karena nyatanya dia bahkan tak pernah menghampiri Ah Na sedikitpun, membuat Ah Na sakit. Ia berpikir bahwa cintanya hanya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Sudah berkali-kali ia melihat Jong In Menggandeng wanita, dan di setiap harinya itu pasti beda wanita dan membuat hati Ah Na hancur.

Sampai sekarang Kim Jong In bahkan tidak mendekat dengan Ah Na, dan sekarang ia bahagia dengan Byun Baekhyun yang telah resmi menjadi pacarnya satu bulan yang lalu. Mungkin bukan Jong In takdirnya, tapi Byun Baekhyun. Bahkan baekhyun jauh lebih baik dari pada Jong In. Dia tampan dan tak ada satu wanita pun yang tidak ingin menjadi pacarnya, beruntunglah Ah Na menjadi kekasih Baekhyun. Hanya Ah Na yang mampu menepis segala dinding pertahannan Baekhyun tentang berpacaraan saat ini sia-sia.

Baekhyun tersenyum hangat pada Ah Na, ia sudah benar-benar di buat gila oleh gadis yang ada di sampingnya ini. Jung Ah Na, cantik pintar, kaya, dan yang menarik adalah matanya yang lebar dan senyumnya yang manis.

“saranghae”

Ucapan itu keluar dengan begitu mulus dari mulut Baekhyun tanpa ada rasa takut, bahkan sekarnag ia malah mencium puncak kepala Ah Na, dan membuat wajah Ah Na bersmu merah.

“nado”

Mereka bahagia dapat terlihat dari cara mereka bertatapan dan tersenyum. Kini Jung Ah Na menemukan bahagianya tanpa harus menunggu Kim Jong In yang terlalu pengecut untuk menghampiri Ah Na.

____oOo___

“jika kau tidak bisa mengatakna perasaanmu padanya sudahlah jangan terus memandanginya dari kejauhan seperti ini, aku yang menjadi sahabat mu saja lelah jika menjadi  dirimu. Ungkapkanlah jika kau tak ingin semakin sakit. Kau menginginkannya bukan?”

“tidak, aku tidak akan pernah mengungkapkannya, aku hanya perlu diam seperti ini. Aku tak pantas mencintainya Sehun, aku tidak pantas aku ini pengecut bahkan mendekat sesentipun aku tidak pernah berani jangankan untuk mengungkapkan”

‘Maafkan aku Sehun-a tapi aku hanya ingin seperti ini mencintainya dalam diamku. Aku tak ingin jika sutu saat aku berpacaran dengannya justru malah membuatnya terluka. Aku ini Brengsek! Aku ini tidak panatas untuk gadis secantik dia’ batin Jong In ia sama sekali tidak bisa mengatakan apapun saat ini.

“terserahmu jika kau ingin terus tersiksa dalam diammu itu, kau tau yang terbaik untukmu”

Sehun menepuk-nepuk pundak Jong In dan pergi dari sisinya menuju kelasnya. Kini Jong In lah yang menghela napas, hanya untuk sekedar menghilangkan rasa sakit dihati laki-laki itu.

“aku tidak akan pernah pantas untuknya, untuk Jung Ah Na, bagaimanapu aku menginginkan dia, seperti apa pun aku menginginkan dia, hanya dia yang tidak mungkin aku dapatkan dan aku miliki. Aku tidak akan pernah melangkah sedikitpun untuk meraihnya ataupun merengkuhnya. Aku, aku terlalu buruk untuknya. Bahkan aku sendiri tidak bisa mengontrol degupanku saat ia berada jauh dariku, aku ini pengecut bukan seperti yang selalu kau bilang penakhluk wanita. Kau tau itukan Oh sehun”

Jong In mengucap semua itu dengan lirih, menatap punggung Sehun yang sudah melangkah menjauh dari pandangannya. seolah ucapan lirihnya tadi menjelaskan semuanya pada Sehun kenapa Jong In menjadi seorang pengecut, kenapa ia menjadi seorang yang sangat lemah ketika berhadapan dengan Ah Na.

___oOo___

Ah Na Pov

Aku mendengar semua itu dengan perasaan yang tidak percaya, lirih memang namun aku mampu mendengarnya dengan jelas.

“aku tidak akan pernah pantas untuknya, untuk Jung Ah Na, bagaimanapu aku menginginkan dia, seperti apa pun aku menginginkan dia, hanya dia yang tidak mungkin aku dapatkan dan aku miliki. Aku tidak akan pernah melangkah sedikitpun untuk meraihnya ataupun merengkuhnya. Aku, aku terlalu buruk untuknya. Bahkan aku sendiri tidak bisa mengontrol degupanku saat ia berada jauh dariku, aku ini pengecut bukan seperti yang selalu kau bilang penakhluk wanita. Kau tau itukan Oh sehun”

Nama ku tertera di sana, di ucapannya. Ucapan tadi menjelaskan bahwa Jong In tengah mencoba memperjelas kenapa ia tak pernah berani datang padaku. Aku mundur teratur tanpa bersuara mencoba tidak membuat Jong In berbalik.

Menangis, aku menangis saat ini aku mengetahui kenyataanya sekarang kenyaataanya Kim Jong In menyukaiku. Tapi kenapa diam, kenapa dia tidak mendekat padaku?  kenapa dia tidak menyatakan cinta padaku?  Tuhan apakah ini hanya sebuah mimpi melihat seorang Kim Jong In rapuh dengan semua kata-katanya tadi. Dia yang dari dulu ku kenal dingin dan tidak pernah serapuh ini, kini justri terlihat rapuh. Ia menyukaiku, ia menyukaiku ini kenyataan yang menggembirakan di satu sisi namun  di satu sisi adalah kenyataan yang sangat menyakitkan. Aku sudah memiliki Byun Baekhyun di saat seperti ini aku mengetahui semuanya kenapa tidak dari dulu? Kenapa baru sekarang?

Ah Na Pov end

___oOo___

Seperti biasanya Jong In menunggu Sehun, ia kembali melihat Ah Na di depannya melintsa, dan Ah Na tersenyum manis pada Jong In. Degupan Jong In semakin cepa ketika Ah Na tersenyum, seolah memberi taukan pada Jong In bahwa ia tau segalanya tentang rasa Jong In.

“dia tersenyum untukmu kawan”

Sehun mampu merasakan rasa bahagia yang kini Jong In rasakan walau hanya tersenyum simpul sehun tau Jong In bahagia kali ini.

“dia mengetahuinya, dia tau kau menyukainya”

BegituJong In mendengar itu rasa bahagianya seakan lenyap, bagaimana bisa Ah Na tau semua itu. Jong In meminta penjelasan pada Sehun, apa mungkin Sehun memberi tahunya.

“dia tau sendiri, dia hanya memastikan saja dan bertanya padaku. Tadi pagi kau dengan secara ceroboh mengucapkan kata-kata dengan lirih dan saat itu Jung Ah Na di belakang mu bodoh jangan asal menuduh ku”

“oh sial pasti ini adalah sebuah lelucon”

Jong In merasa menyesal mengucapkan itu semua tadi pagi, ia merutuki kebodohannya itu.

___oOo___

“kau bercanda? Itu artinya dia akan meninggalkan ku?”

“hey dia bahkan bukan milikmu bagaimana bisa dia meninggalkanmu, lebih tepatnya dia meninggalkan Baekhyun”

Jong In serasa di timbun ratusan batu, ia mendengar daari sehun bahwa Ah Na akan pindah ke Jepang bersama orang tuanya. Jong In rasa matanya sudah mulai memanas dan mereka butiran bening itu sudah bersiap terjun dari mata Jong In.

“akhir ceritamu sungguh tragis Kim Jong In, kau bahkan tidak pernah sempat mendekatinya, menyatakan perasaanmu dan sekarnag ia akan berlalu di hadapanmu tanpa sepatah katapun yang akan kau ucapkan untuknya”

Seolah ucapan Sehun adalah sebuha dorongan untuk Jong In memberanikan dirinya mendekati Ah Na yang akan pergi. Mencoba tidak menjadai pengecut lagi di hadapan Ah Na.

“tidak, aku mengerti maksudmu mengucapkan itu Sehun, tapi tidak aku tidak akan melangkah sedikitpun untuk meraihnya, bahkan menggenggam tanganya aku tidak akan pernah bisa. Cerita ini tidak pernah kumulai bahkan tidak ada akhir dari kisah ini. Dan aku tak akan pernah memulainya, karna pasti akan ada akhirnya, entah itu bahagia  atau tidak tapi setidaknya dari kejauhan aku selalu mencintainya”

Jika ada daftar orang terfrustasi di dunia mungkin Oh Sehun masuk dalam daftar itu. Bagaimana tidak ini sudah kesekian kalinya Sehun berusaha menasehati temanya itu untuk mengejar yang ia mau, meraih yang ia inginkan. Namun hasilnya tetap saja sama Jong In tetap dalam posisinya diam dan tidak melakukan apapun sampai akhirnya Ah Na akan pindah dari negara ini.

“Terserahlah aku sudah tidak mengerti harus melakukan apa untukmu, jika kau tidak ingin menyesal dan tidak ingin kehilangan kesempatan temuilah Ah Na sehabis ini dia di belakang sekolah”

Oh Sehun yang sudah mulai kesal itu pergi dan meninggalkan sahabatnya yang mematung melihat kekesalan sehun.

___oOo___

Gadis itu tengah duduk termangu menunggu seseorang mungkin datang mengucapkan salam perpisahan untuknya. Siapa? apa kekasihnya? Bukan , bukan kekasihnya justru kekasinya sudah mengucapkannya dari tadi dan bahkan akan menyusulnya untuk ke negeri sakura itu. lalu siapa yang ia tunggu?, Kim Jong In gadis itu berharap Jong in datang menemuinya hanya sekedar mengucapkan salam perpisahn untuknya.

Sudah hampir 3 jam ia menunggu tapi tetap saja sama orang yang ia tunggu tak kunjung datang, dan mungkin tidak akan pernah datang. Ia menghela nafas panjang dan bangkit dari duduknya melangkahkan kaki menjauh dari tempat yang sedari tadi ia gunakan untuk menunggu Jong In.

Namun langkahnya terhenti saat mendengar namanya di panggil.

“Jung Ah Na!”

Jika Ah Na benar itu adalah suara Kim Jong In ia mecoba membalikan badannya dan tepat satu meter di hadapannya ada seseorang yang sedari tadi ia tunggu. Ah Na terdiam melihat ini Kim Jong In ini kali pertamanya ia memanggil nama Ah Na, mendekat pada Ah Na. Butiran bening itu mulai jatuh dari mata Ah Na keinginanya untuk mendekat pada Kim Jong In sekarang nyata.

Ah Na melihat Jong In semakin mendekat dan meghapuskan jarak itu. Jong In memluk Ah Na dengan perasaan cinta.

“kenapa? Kenapa kau tidak pernah mengungkapkan perasaanmu? Kenapa kau tidak pernah mendekat padaku? Kenapa kau tidak meraihku?”

Ia menangis setelah menanyakan hal itu pada Jong In , Kim Jong In kini menatapnya sama halnya dengan Ah Na ia menangis dalam diam.

“maaf aku terlalu pengecut di hadapanmu. Aku tidak pantas untukmu aku ini brengsek! Aku buruk kau tau itukan? Kau tau segalanya kan? Aku tidak pantas untukmu Jung Ah Na. Aku tidak sempurna, bahkan aku terlalu bodoh membiarkanmu seperti tadi menungguiku. Maafkan aku. Jika aku meraihmu aku takut jika cerita ini ku mulai semuanya akan berakhir dengan sangat menyakitkan. Aku takut jika mereka melihat mu bersamaku mereka akan menilai kau sama seperti gadis yang lain yang mau ku kencani dengan mudahnya. Maafkan aku”

“apa kau tak pernah menginginkan aku hah!?”

“tentu aku sangat menginginkan mu, menginginkan dirimu seutuhnya menjadi milikku. Aku tau maeski aku dapat memiliki segala yang ku ingin kan tapi itu keculai dirimu. Meski aku sangat, dan sangat menginginkanmu hanya kamu yang tidak mungkin untuk ku miliki. Aku tidak ingin menciptakan luka untukmu suatu hari nanti. Sama seperti sekarang kau terluka untukku bukan? Cinta memang seperti ini kan Ah Na-ya. Menyakitkan kadang cinta itu tak harus saling memiliki kan? Seperti aku aku mencintaimu tapi aku tak harus dan tak bisa memlikimu”

Ah Na semakin menangis mendengar semua itu tidak ada kata-kata yang bisa ia keluarkan lagi saat ini sudah jelas di hadapannya Jong In mengatakan semua itu dengan jelas bahwa ia tak mungkin meraih Ah Na apa lagi memulai sebuah cerita dengan Ah Na itu adalah khayalan saja baginya.

“suatu saat kau akan menemukan laki-laki yang mampu menjagamu dengan tulus dan penuh kasih sayang Jung Ah Na, maafkan aku justru melukaimu.”

Ah Na mundur teratur kali ini, bahunya bergetar menandakan ia menangis hebat. Ia menutup matanya berusaha menjadi kuat namun ia tetap saja tidak bisa, bahkan saat ia mengucapkan sesuatu pada Kim Jong In suaranya terdengar parau.

“dan kau.. kau akan menemukan gadis yang akan kau.. kau jaga dengan penuh kasih sayang”

Jong in mematung mendengar ucapan Ah Na yang membalikan kata-katanya untuk dirinya. Ah Na maju secara teratur dan mencium bibir Jong In sekilas dan berbalik meninggalkan Jong In.

Sejenak Kim Jong In masih mencerna kejadian yang baru saja terjadi, Jung Ah Na menciumnya. Ini pasti mustahil, pasti ini adalah mimpi indah Jong In namun ia sadar ini bukan mimpi. Ia melihat punggung Ah Na semakin menjauh dari hadapannya, ia sadar bahwa gadis yang ia cintai itu kini telah meninggalkannya.

“Jung Ah Na aku.. aku mencintaimu meski dalam diam ku. Selamat tinggal semoga kau di Jepang akan bahagia dan tidak pernah memikirkan aku kembali”

Kim Jong In ia pergi dari tempat diamana ia mengakui perasaannya pada Ah Na meskipun hanya dirinya sendiri yang mendengar itu. dirinya masih terlalu pengecut.

___oOo___

Cerita ini bahkan tidak pernah kumulai sebelumnya

Jadi tidak akan ada akhir dari cerita ini

Aku tetap saja aku yang terlalu pengecut

Hanya tinggal meraihnya saja ia sudah di depanku

Apa susahnya?

Justru aku melepasnya membiarkan dia menjauh dari ku

Tapi sepenuhnya aku sadar

Aku ini BURUK

Aku ini BRENGSEK

Dan tidak pantas menyanding dengannya

Menyandang predikat sebagai kekasih JUNG AH NA

Aku akan tetap seperti ini mencintainya dalam diamku

Dalam setiap waktu saat aku memperhatikannya

Aku tidak akan apa-apa seperti ini

Aku tidak akan meraihnya

Dan aku tidak akan pernah maju selangkahpun

Aku akan tetap disini

Dengan pendirianku

“cukup aku yang mencintaimu, cukup aku yang amat sangat mengaggumimu”

“jika kita bisa terlahir kembali aku hanya ingin satu hal. Hanya aku dan hanya aku yang mencintaimu, dan menganggumi setiap kesempurnaanmu. Dan kau tidak perlu membelasnya sedikitpun, karena aku tidak pernah ingin melihatmu terluka saat mencintai aku”

Ini lah cinta menciptakan luka yang ternganga terlampau besar

Terlalu menyakitkan

Dan meninggalkan kenangan

Di dalam orang yang merasakannya

Dan ini lah akhirnya tidak ada sebuah cerita cinta yang ku mulai – Kim Jong In

THE END

27 responses to “[Freelance] Love Like This

  1. babo babo babo…jong in neo babo namja…apa salahx nrima cnta itu…toh tdk brtpuk sblah tangan…daebaak bwt ffx

  2. afuh greget deh sama kai-_-
    kasian sehun makin kesel dibuatnya hahaha
    next ff cast nya sehun dong thor hehehe

  3. Kenapa nyedihin banget thor 😦
    greget banget bacanya,kasian banget jong in nya.
    Buat sequel donk thor,keep writing 🙂

  4. Ya ampun kai ngeselin bgt bikin sehun frustasi gitu,aku aja baca nya sampe kesel. Kerem thor,cerita bagus bgt 🙂

  5. Miris banget jong -.-
    Tapi keren, feelnya dapet, walau sempet keganggu sama beberapa typos -.-
    But, it’s amazing!

Leave a Reply to whinaaa Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s