[Freelance] Last Love (Chapter 2)

ed-1

Title : Last Love Chapter 2

Author : Luhanly @resuciani

Cast : Choi Jenna (OC)

Xi Luhan exo

Im Jin Ah (OC)

Kris exo

Kim Sun Ah (OC)

Tao exo

Sehun exo

Chanyeol exo

Kai exo

And many more for the next episode^^

Genre : Romance

Rating : PG-17

Length : Chaptered

Disclaimer : cerita murni hasil buatan saya. Jangan lupa komentar kritik dan saran. No Plagiat!

Jenna pov

“Mwo?!! Luhan oppa menyukaiku?? Sejak kapan?” aku mematung dipersembunyianku pernyataan luhan tadi sungguh sungguh membuat otakku berhenti bekerja. “aku harus pergi dari tempat ini sekarang juga” ucapku sambil bergegas keluar dari perpustakaan secara perlahan agar kedua orang itu tak tahu soal keberadaanku tadi.

Luhan pov

Sun ah terkejut dengan pernyataanku. Itu terlihat dari caranya melepaskan pelukannya padaku. Mukanya tampak pucat kesal dan matanya sudah sangat sembab karena air matanya. Ia lalu berlari meninggalkanku dengan isakan yang sungguh membuatku tak tega, tapi aku tak mempunyai pilihan selain ini. Karena yeoja itu sungguh sangat keras kepala. Aku yakin jika aku tak menjawab pertanyaannya ia benar benar tidak akan melepaskanku. Choi jenna? Yeoja itu yeoja tadi pagi yg menabrakku bukan? Sebenarnya aku baru mengetahui yeoja itu tadi pagi. Aku tak punya pilihan lain selain meminjam nama yeoja itu. Jangankan untuk menyukainya, wajahnya saja sudah samar samar hilang diingatanku. Maafkan aku choi jenna aku tak punya pilihan lain selain menyebutkan namamu, aku tidak tau mengapa aku begitu spontan menyebutkan namamu, ajaib.

Author pov

Jenna pulang dengan keadaan yang mengkhawatirkan. Ia masih terngiang ngiang dengan pembicaraan luhan dan sun ah di perpustakaan. Ibunya sangat khawatir dengan keadaannya sepulangnya dari sekolah tadi sore. Tak biasanya anaknya pulang dengan wajah yg tak fokus seperti tadi. Biasanya jenna pulang dengan keadaan ceria dan senyum selalu terlukis di wajah anak gadisnya itu. Ibunya sangat tahu dengan kelakuan anak gadisnya itu. Jenna adalah anak yang sangat sangat mandiri dan selalu memendam perasaannya sendiri. Seberat apapun masalahnya ia tak pernah melibatkan orang orang disekitarnya ia selalu menanggung beban dan masalah itu sendiri. ibunya yakin masalahnya saat inipun sama, tak perduli bagaimana cara ibunya untuk memintanya bercerita jenna pasti tak akan pernah memberitahunya jika ia tidak mau.

Jenna pov

Bagaimana ini? Aku seharusnya senang dengan ucapan luhan tadi sore tapi rasanya aku tak tega melihat sunha sunbae yang menangis terisak menyatakan perasaannya pada luhan oppa. Tangisan sunha sunbae sungguh mengiris iris hatiku. Aku tahu persis perasaan sunha sunbae, aku merasakan ketulusannya saat sunha sunbae menyatakan cintanya pada luhan oppa. Bagaimana ini? Sungguh aku ingin menjadi yeoja egois saat ini. Aku ingin menjadi yeoja yang berbahagia saat mengetahui namja yang telah ia cintai selama 4 tahun juga mencintainya walaupun itu akan menghancurkan hati yeoja lain. Aarrgghh normalkah seorang remaja sepertiku? Aku ingin bertanya soal ini pada ibuku atau jin ah. Aku yakin mereka bisa memberiku solusi tapi.. masa bodoh aku harus tidur cepat malam ini atau besok aku harus berurusan dengan wc siswa. Mebayangkannya saja membuatku capek.

Pagi ini suasana hatiku mulai membaik. Masalah masalah yang sejak malam kupikirkan sudah mulai kulupakan. Mungkin aku akan berlaku sedikit egois kali ini, aku akan memastikan soal perasaan luhan oppa padaku. Aku sungguh menyesal dengan sun ah sunbae tapi bukankah aku juga sama? Aku mencintainya sejak aku masih kelas 1 smp. 4 tahun itu bukan waktu yang sebentar bukan? Ketulusan perasaanku pada luhan oppa juga tak kalah dengan sun ah sunbae.

“MWO??!! Apa kamu bilang?? Luhan ophhfff..” segera kebungkam mulut yeoja cerewet ini. “ssttt.. bisakah kau kecilkan suaramu? Lihatlah seluruh penjuru kantin memperhatikan kita!” geramku. Sudah kuduga temanku ini pasti akan berteriak mendengar kejadian perpustakaan kemarin. Aku terlalu ceroboh memberitahunya ditempat seperti ini.

“Kenapa kau tak bahagia mendengarnya bodoh?!! Aku tak mengerti dengan yeoja perasa sepertimu. Lagipula kau juga mencintainya dari lama? Jika aku menjadi dirimu saat ini mungkin aku akan mendekati luhan oppa dengan intens.. berhentilah memikirkan perasaan orang lain ketimbang perasaanmu sendiri jenna-a.. bukan maksudku membuat menjadi jahat tapi ini bukan salah mu.. perasaan orang tak bisa diubah jenna-a.. kuharap kau mendengar kata kataku ini jenna-a..” aku terenyuh mendengar ucapan sahabatku ini. Ucapannya benar benar memberiku semangat. Tak lama tenggorokanku tercekat, manik mataku menemukan sesosok namja yang tak asing dimataku, Luhan oppa. Ia baru saja memasuki kantin menuju kearah teman temannya Kai Tao Sehun Chanyeol yang sedang bersenda gurau di salah satu meja kantin. Jangan lupa senyum malaikatnya yang super tampan itu tak pernah lepas dari wajahnya yang sudah sangat tampan. Membuatku makin tak percaya dengan kejadian di perpustakaan kemarin.

“Aku tau kau tak bisa melepaskan pandanganmu darinya jenna-a” jin ah mengejutkanku dan menyadarkanku yg sedari tadi terfokus dengan sesosok namja tampan yang sedang bersenda gurau di ujung kantin. Wajahku memanas dan mengeluarkan semburat merah dipipiku. Jin ah yg menyadari perubahan wajahku semakin menggodaku. Akupun menarik tubuhnya agar keluar dari kantin ini sebelum wajahku matang dan orang orang mengiraku yeoja aneh.

Luhan pov

“Yak!! Luhan kau mendengarkan ceritaku tidak?!” kai berteriak menyadarkan lamunanku. “Yak! Kau tahu suaramu itu mebuat telingaku tuli! Tentu saja tidak.. untuk apa aku mendengarkan cerita yeoja yeoja mu. Aku sudah bosan mendengar perangaimu itu kai..” lenguhku sambil mengusap usap telingaku yang berdenging oleh teriakan namja sialan ini. Sebenarnya aku masih teringat dengan sun ah kemarin. Ia tak masuk sekolah hari ini. Apa aku terlalu kejam? Entahlah aku pikir ini yang terbaik. Mungkin sekarang ia akan membenciku dan tidak akan mendekatiku lagi. Terdengar kejam memang tapi ini yang kuinginkan. Yeoja itu benar benar sangat mengganguku, bertingkahlaku manja dan kekanakan. Kuedarkan pandanganku ke seluruh ruangan kantin, terlihat beberapa yeoja menunjuk nunjuk kearahku sambil tersenyum nakal, ah aku bosan dengan tingkah laku yeoja yeoja itu. Mengapa mereka merendahkan diri mereka hanya demi seorang namja, cih sungguh murahan.. sehun kai chanyeol tao senang dengan perlakuan mereka. Teman temanku ini memang pintar memanfaatkan yeoja. Mereka memanfaatkan yeoja yeoja cantik bertubuh seksi untuk bersenang senang dalam satu malam. Tak pernah kudengar teman temanku ini memacari salah satu dari yeoja yeoja tersebut lebih dari 1 minggu.

“Lu kau tahu mengapa sun ah tak masuk hari ini? Aku kahwatir padanya.. tak biasanya ia tak masuk sekolah di pelajaran fisika..” ujar tao yg diikuti anggukan dari sehun kai dan chanyeol. “entahlah.. kau khawatir? Kau tengok saja ia apa susahnya..” jawabku malas. “Hey hey.. mengapa kau seperti itu? Kau bertengkar dengannya? Biasanya ia selalu nempel denganmu.. ia sudah seperti istrimu saja lu.. hahahahha” chanyeol kai sehun mentertawakanku aku hanya menggeliat malas dan beranjak dari kursi kantin sebelum mereka berbicara hal yang aneh aneh. “Ayolah lu kita hanya bercanda kawan..” “kau mau kemana?” sehun tampak menyesal. “aku mengantuk, bilang pada kim seosangnim aku sakit.. ah jangan lupa acara kita malam ini” jawabku malas. Aku tak mood untuk belajar hari ini. Aku bosan menjadi anak kesayangan para guru dan dituntut untuk menjadi icon anak teladan sekolah. Akupun berlalu menuju tempat kesayanganku, ruang UKS. Itu sudah menjadi tempat favoritku di sekolah ini. Daripada aku mengikuti kelas lebih baik aku tidur disini. “sreekk” suara tirai uks yang dibuka membangunkan ku. Kubuka mataku dan kulihat seorang yeoja terpaku melihatku. dari raut mukanya terlihat ia sangat terkejut melihatku. Wajah yeoja itu nampak tak asing dimataku, aku berusaha mengingat dimana aku bertemu yeoja ini. Kulihat nama di name tagnya Choi Jenna. Ah! Aku ingat ini yeoja yang kutabrak di ruang guru. Aku terbangun sambil menggeliatkan tubuhku yang pegal. Yeoja itu masih saja terdiam dan terpaku ditempatnya.  Kududukan tubuhku dan beranjak dari kasur ini. “Hai” sapaku sambil tersenyum “aku sudah selesai menggunakannya. Silahakan kau pakai” ujarku sambil menepuk pundaknya dan segera pergi dari sini. Aku akan cari tempat lain untuk tidur. Yah dimana saja asalkan tak ada yang mengganggu. “Sunbae..” kudengar yeoja itu memanggil ku. Akupun berbalik menengok kearahnya dan kulihat matanya tampak berkaca kaca. Pundaknya naik turun dengan cepat tertanda ia sedang menahan sesuatu di pelupuknya. Ah apalagi ini.. 2 hari berturut turut aku membuat seorang yeoja menangis, sungguh gila. Kudekati tubuhnya kupegang pundaknya dan kusejajarkan wajahku dengan wajahnya. Kulihat matanya menolak pandanganku. “Kau menangis karena aku memakai kasur itu atau..” ayolah lu yang benar saja ia menangis karena itu. Ia malah semakin terisak. Bibirnya sedikit bergerak. “ma.. maafkan aku sunbae.. a.. aku tak sengaja menguping pembicaraanmu di perpustakaan kemarin sore..” bagai petir di siang bolong aku terkejut mendengar ucapanya. Aku terdiam dan berusaha tetap tenang menutupi keterkejutanku. A.. aku tak bermaksud untuk menguping.. aku.. aku hanya.. maafkan aku sunbae sungguh maafkan..” aku tak tega melihat pengakuannya. Akupun memeluknya dan membenamkan wajahnya di dadaku berharap bisa meredamkan tangisannya. Kuusap perlahan rambutnya berharap bisa menenangkannya. Instingku yang membuatku melakukan hal itu. “Kau.. maukah kau menjadi yeojachinguku?”

TBC

Ini ff pertamaku maaf kalo banyak typo atau jelek ffnya karna aku masih belajar^^. Ini murni buatanku sendiri, kalo ada kemiripan dengan ff lain mungkin ketidak sengajaan karna aku suka baca ff buatan author author lain. Kritik dan sarannya jangan lupa ya untuk nyemangatin aku buat ngelanjutin ffnya. Gomawo *bow*

14 responses to “[Freelance] Last Love (Chapter 2)

  1. Keren thor,aku suka ceritanya..tp kurang panjang thor,next part di panjangin ya thor..mian,baru komen di part 2..di tunggu part selanjutnya,usahain jgn lama2 ya thor..

  2. wahh.. apa yg terjadi ini?? luhan meminta jenna jdi pacarnya?? astaga.. luhan kan gk suka ama jenna..
    lanjut thor 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s