[Freelance] MATH vs PHYSICS (Part 7)

cover

MATH vs PHYSICS ( 7 )

AUTHOR :  AKIKO

GRUP CAST : Boyfriend

CAST : YoungMin as main character

Lisa as his rival

JeongMin as Lisa’s brother

KwangMin as YoungMin’s sibling

kini biarkan aku menjadi seseorang yang pantas kau benci. Selamat tinggal oppa.” batinku sambil menangis dan yang kutahu JoonSu oppa juga meneteskan air matanya ketika melihatku.

 

Lisa Pov

 

Mianhe, jeongmal Mianhe…

Aku mengerti jika semuanya memang harus berakhir namun aku sama sekali tak menyangka jika rasanya akan sesakit ini. Kini aku tak sanggup membendung air mataku lagi sehingga perlahan air mataku menetes hingga mengenai tangan YoungMin yang sedang memegang rahangku kuat-kuat.

“ uljima, aku benci melihatmu menangis.” Bisik YoungMin pelan namun ia sama sekali tak mengubah posisinya.

Segera setelah JoonSu oppa pergi meninggalkan atap sekolah, YoungMin baru melepaskan diriku dari kekangannya.

“ kau!! Kau sengaja agar JoonSu oppa melihatnya kan?” tanyaku sambil mendorongnya agar menjauh dariku.

“ ne,..” jawab YoungMin datar tapi pandangannya masih terlihat serius.

“ mengapa kau berbuat sejauh itu padaku?

“ aku benci melihatmu yang terlihat tidak sepertimu.”

“ mwo?  Bahkan kau tak tahu bagaimana aku yang sebenarnya, mengapa kau begitu percaya diri seolah-olah kau begitu mengenalku?”

“ kenyataannya memang aku dipaksa untuk mengenal semua sikapmu karena pertengkaran kita. Tidakkah kau menyadarinya? Haish.. bahkan aku lebih sering berkomunikasi denganmu daripada perempuan yang lain.”

“ tapi bukan berarti kau dapat mempermainkan aku seperti tadi!” responku dengan nada tinggi karena aku sangat kesal dengan sikapnya.

“ bisakah kau hanya mengatakan ‘terima kasih’ padaku? Bukankah hubungan kalian telah berakhir? jadi jangan buat dirimu terus terbayang-bayangi dengan masa lalumu.”

“ terserah apa katamu YoungMin ah, kau dapat berkata apapun sesukamu.” Jawabku malas dan segera pergi meninggalkan atap sekolah namun sebelum aku pergi YoungMin sempat mengucapkan perkataan yang membuatku tercengang.

“ jika kau tetap bertahan dengannya apakah kau yakin akan benar-benar bahagia? Kau bahkan tak mengetahui bagaimana ia yang sebenarnya. Tapi jika menurutmu kau dapat bertahan, maka lakukanlah dengan baik. Jangan berlagak kau mampu bertahan namun pada kenyataannya kau nyaris roboh oleh kenyataan yang tak ingin kau hadapi.” Ucap YoungMin panjang lebar lalu ia pergi meninggalkanku yang terdiam seorang diri.

“ dia benar” batinku yang tanpa sengaja memikirkan kalimat yang baru saja YoungMin ucapkan padaku.

“ dia benar-benar membacaku dengan baik, bahkan aku sendiri tak mampu menjelaskan bagaimana kacaunya keadaanku sekarang. Yah..benar apa yang ia katakan jika aku hanya memaksakan diriku untuk bertahan dan pada akhirnya aku harus menghadapi kenyataan yang tak kuinginkan. Aku ingin menyangkalnya, aku ingin menghindarinya namun bagaimana aku bisa melakukan semua itu jika perasaanku masih terarah padanya?” batinku sedih dan aku hanya semakin menggenggam pergelangan tanganku kuat-kuat.

Sesampainya di kelas, aku kembali dikejutkan oleh ulah teman-teman sekelasku yang menurutku sangat tidak bermutu. Pada saat jam pelajaran sedang kosong mereka segera memajang fotoku bersama YoungMin dimana kita sedang terlihat hanya berdua saja.

“ aish,,, mengapa nasibku selalu berputar dengan manusia menyebalkan itu!!” batinku sembari mengacak-acak rambutku sendiri.

“ kau sudah jelek, jadi jangan membuat dirimu semakin jelek dengan mengacak-acak rambutmu sendiri.” Ucap YoungMin dari belakang lalu ia membetulkan letak jepit rambutku dan sedikit merapikan rambutku.

Wooo…

Seluruh teman sekelasku berteriak dan menertawai kejadian yang baru saja terjadi antara aku dan YoungMin.

“ YA!! Kalian mengapa jahat sekali pada kami? Jika kalian berpacaran seharusnya kalian mengatakannya pada kami semua” ucap salah satu temanku yang duduk di bangku paling belakang.

“ MWOO!!! Pa..pacaran? aku? Berpacaran dengan orang sepertinya?”” responku kaget sambil melirik YoungMin yang terlihat sedang menahan tawanya.

“ANIYA!! Aku tak akan tertarik dengan orang aneh sepertinya.” Sangkalku cepat dan hal yang lebih membuatku terkejut adalah Sandra juga terlihat tertawa. Aish… aku akan memberimu hukuman nanti.

“ Lisa, Lisa kau tak perlu malu-malu mengakuinya. Kami memiliki cukup bukti jika kau sedang menyembunyikan hubunganmu dengan YoungMin tapi jangan harap kau dapat menyembunyikannya dari kami” ucap yang lainnya sambil membentangkan sebuah foto besar.

Deabak, teman sekelasku akan menjadi eksekutif stalker jika diadakan audisi stalker paling berbakat, mereka benar-benar mengumpulkan semua bukti yang sangat meyakinkan bagi siapapun namun bagiku ITU SEMUA ADALAH SALAH PAHAM.  Apa yang salah dengan hari ini? Mengapa aku begitu sial.

“ ckck kalian bahkan sudah berciuman dua kali, tapi kalian masih saja menyangkalnya.”

“ APA?!! Berciuman? Aku bahkan tak akan pernah melakukan hal seperti itu dengannya!!” ucapku kaget karena mereka mulai menyebar isu yang sudah diluar batas normal. Berciuman? Bahkan aku tak pernah melakukan hal itu dengan JoonSu oppa, apalagi dengan makhluk menyebalkan macam YoungMin. Andwe!! Tak akan pernah kubiarkan!!

“ ne, kau tak menginginkannya namun ketika dua orang sedang jatuh cinta, apakah mereka bisa berjalan di atas logikanya?. Kau seharusnya beruntung YoungMin telah menjadi milikmu.” Ujar salah satu temanku yang kutahu ia menyukai YoungMin.

“ SoRa! Jika kau menyukai YoungMin mengapa kau tak mengatakannya saja!! kau tak perlu menggunakanku untuk rencana pengakuan perasaanmu pada YoungMin.” Jawabku yang sangat frustasi dengan kacaunya kelasku saat ini.

“ waah, aku tetap terlihat tampan di semua foto itu, “ Tiba-tiba YoungMin mengucapkan kalimat yang sama sekali tak kuduga.

“ YoungMin ah!! Apakah sekarang saatnya untuk memikirkan bagaimana mukamu di foto itu?!! “ aku benar-benar tak habis pikir mengapa YoungMin sendiri sama sekali tak berusaha menjelaskan kesalahpahaman yang baru saja dibuat oleh teman sekelasku.

“ bukankah kau memejamkan matamu saat aku menciummu di atap sekolah?” jawab YoungMin polos dan sepertinya aku akan membunuhnya sekarang juga.

“ uhuk…” KwangMin segera memuntahkan kembali jusnya saat mendengar perkataan Hyungnya.

“ Jeongmal? Hyung kau be..benar-benar melakukannya?? “

“ kwangMin ah, apakah aku pernah berbohong padamu?” jawab YoungMin santai.

“ YA!! YOUNGMIN!! “ ucapku kesal sembari melempar bukuku padanya dan benar saja YoungMin justru semakin meledakkan tawanya.

Respon yang berbeda antara aku dan YoungMin membuat seluruh teman-temanku semakin penasaran akan hubunganku dengan YoungMin.

Sebelum keramaian semakin memuncak, guru fisika segera masuk ke dalam kelas untuk memulai pelajarannya.

Tentu saja hal tersebut membuat seluruh penghuni kelas terdiam dan segera mempersiapkan buku mereka masing-masing.

Aku hanya dapat bernafas lega karena aku terselamatkan dari kondisi memalukan ini.

“ baiklah, sebelum pelajaran saya mulai. Tutup buku kalian karena saya akan mengadakan pre test” ucap guru fisika dengan suara lantang.

Kegaduhan sedikit terdengar saat guru tersebut mengatakan akan mengadakan test dadakan, sebagian ada yang berbisik belum belajar ada juga yang berbisik jika ia sama sekali tak paham dengan materi minggu lalu.

Aku tak memikirkan bagaimana hebohnya teman-temanku kini, karena yang kutahu adalah sekarang YoungMin sedang memandangku dengan tatapan meremehkan.

“ Aku tak akan kalah darimu” bisikku pelan padanya,  kali ini dia sengaja duduk tepat di sampingku.

“ haha..baiklah kita lihat saja nanti. Namun aku yakin jika soal kali ini akan terlihat sangat tidak menantang.”

“ mwo! Ia benar-benar percaya diri” batinku kesal sambil menyiapkan selembar kertas.

Soal pre test hanya berjumlah 5 soal yang dikerjakan selama 7 menit, aku berusaha untuk menyelesaikan soal tersebut lebih cepat daripada YoungMin namun apa daya, ini adalah pelajaran favoritnya sehingga ia menyelesaikan soalnya 1 menit lebih cepat daripada aku.

“ waktu mengerjakan selesai, segera letakkan pena kalian dan tukarkan pekerjaan kalian dengan teman yang ada di sebelah kalian. Kita akan bersama-sama menjawab soal yang baru saja dikerjakan”

Sudah kuduga jika guru fisika akan melakukan kebiasaannya, lalu dengan malas kuberikan lembar jawabanku padanya, ia terlihat sangat puas ketika melihat lembar jawabanku ada di tangannya. Itu artinya JIKA AKU MELAKUKAN KESALAHAN MAKA ia adalah orang pertama yang mengetahunya! Andwe!!!..

Aku hanya berdoa semoga saja jawabanku tak membuatku dipermalukan olehnya lagi.

Ketika seluruh soal telah selesai dibahas akhirnya aku dapat bernafas lega karena jawabanku benar semua, setidaknya itulah yang ada di ingatanku. Pada akhirnya aku lebih memprioritaskan mencocokkan jawabanku terlebih dahulu daripada melihat lembar jawaban YoungMin yang kini berada di depanku.

Namun ketika namaku dipanggil..

99??

“Mengapa nilaiku menjadi 99?”

“ hei!! Semua jawabanku benar, mengapa aku mendapatkan nilai 99?” bisikku pada YoungMin. Aku ingin sekali berteriak atau hanya sekedar menjambak rambutnya karena ulahnya padaku yang telah diluar batas.

“ apakah kau tak menyadarinya jika kau salah menuliskan satuan?” jawab YoungMin enteng sembari menunjukkan lembar jawabanku.

Tentu saja aku tak dapat mengelak karena aku memang kurang teliti ketika menuliskan satuan.

Sepanjang pelajaran fisika berlangsung, seluruh temanku tak henti-hentinya berbisik-bisik di belakangku karena YoungMin yang sedang duduk di sebelahku, rasanya sekarang aku ingin sekali mengutuk makhluk yang kini dengan santainya memainkan pulpennya saat pelajaran fisika.

Lisa pov end

 

YoungMin Pov

Haha..benar-benar menarik

Bagaimana bisa kejadiannya dapat berbalik 180 derajat seperti ini? Aku berpacaran dengan Lisa.. haha yang benar saja. Jika aku berpacaran dengannya bisa-bisa aku akan terkena pukulannya setiap saat. Namun ketika melihat ekspresi kagetnya kini justru semakin membuatku ingin mengerjainya. Tidak! Lebih tepatnya aku ingin mengalihkan perhatiannya akan JoonSu, lebih baik ia terkena gosip tidak jelas bersamaku daripada ia harus terus menerus menagis karena JoonSu.

Kini aku benar-benar mulai khawatir dengan diriku sendiri karena KwangMin yang tak henti-hentinya mewawancaraiku dengan berjuta pertanyaan akan hubunganku dengan Lisa. Aku hanya dapat menjawabnya dengan anggukan karena aku tak ingin menjelaskan lebih panjang lagi.

Hari ini aku sengaja membawa mobilku ke sekolah karena aku harus menjemput eomma dari tempat kerjanya walaupun aku merasa sedikit merepotkan harus membawa mobil ke sekolah.

Namun sebelum aku sempat membuka pintu mobilku.

Bukk…

JoonSu sunbae memukul wajahku dengan cepat, dan dapat kurasakan nyeri di sekitar pipiku.

“ apa yang kau lakukan pada Lisa?!” tanyanya dengan wajah marah, terlihat jika ia menggenggam tangannya kuat-kuat.

Segera kutepis rasa sakit yang kini menyerangku, lalu dengan cepat kubalas pukulannya.

“ Harusnya aku yang bertanya padamu!!! jika kau tak ingin nama baikmu tercemar maka segera akhiri pembicaraan ini sebelum aku benar-benar memukulmu untuk yang kedua kalinya.”

“ YoungMin, apakah kau menyukainya?” tanya JoonSu sunbae penasaran sambil menahan rasa sakit di wajahnya akibat pukulanku namun aku tahu jika ia masih diliputi kemarahan.

“ kau………bukanlah orang yang berhak tahu kepada siapa perasaanku terpusat, jadi jangan ikut campur dengan masalah pribadiku” jawabku singkat dan segera masuk kedalam mobilku.

Sekeluarnya dari area sekolah, maka dengan segera kupacu mobilku dengan kecepatan yang sangat tinggi. Entah apa yang terjadi padaku sekarang sehingga aku tak dapat mengontrol amarahku sendiri.

Disaat amarahku belum terlalu mereda, tiba-tiba HandPhoneku berbunyi

“ Wae KwangMin ah?” tanyaku malas pada KwangMin.

Hyung kau harus kembali ke sekolah sekarang juga!! “

“ memangnya apa yang terjadi?”

“ kini suasana di sekolah kembali ramai oleh Rachel noona yang baru saja kembali dari Belanda, dan kini ia berada di sekolah. Kau harus cepat kemari!!” ucap KwangMin panik.

“ mwo?? Rachel noona?” jawabku tak percaya akan hal yang baru saja KwangMin ucapkan.

“ KwangMin, dimana Lisa sekarang?”

“ dia bersama dengan Sandra di perpustakaan jadi untuk sementara ia belum mengetahui kedatangan Rachel noona yang berada di ruangan kepala sekolah.”

“ tahan Lisa agar tetap disana, dan lagi aku meminta satu hal padamu”

“ apa yang kau inginkan Hyung?”

“ tunggu aku di depan gerbang sekolah 10 menit lagi, dan tolong kau jemput eomma  menggunakan mobilku.”

“ ta..tapi Hyung..”

“ ada apa lagi?” jawabku sedikit kesal karena kini aku tengah menelepon sembari menyetir mobilku.

“ aku tak membawa surat ijin mengemudiku.”

“ baboya!! Apa gunanya kita memiliki wajah yang sama!! “

“ ah, ne..ne. Kau benar “

“ baiklah, aku akan menutup telponnya dan tetap awasi Lisa agar ia tak mengetahui kejadian ini.”

“ ne, araso Hyung”

“ sial,..” runtukku kesal sembari memukul setir mobilku sendiri. Baru saja aku sedikit bernafas lega namun tunangan JoonSu sunbae telah kembali dari study-nya. Aku tak terlalu mengenal bagaimana Rachel noona yang sebenarnya namun aku pernah bertemu dengannya setahun sebelum ia pergi ke Belanda. Kini yang ada dipikiranku hanyalah bagaimana aku menjalankan mobil ini sedikit lebih cepat karena aku tak ingin Lisa mengetahui keberadaan Rachel noona dalam kondisinya saat ini. Tak akan kubiarkan ia kembali bimbang akan perasaannya dan akhirnya olympiade kami akan hancur berantakan.

Sesampainya di depan sekolah, aku dapat melihat KwangMin yang menunggu kehadiaranku dengan cemas.

“ Lisa masih di perpustakaan” ucap KwangMin tepat setelah aku keluar dari mobilku.

“ ne, gomawo KwangMin ah.. kutitipkan eomma padamu” jawabku sembari melempar kunci mobilku padanya.

“ serahkan padaku, tapi sebagai balasannya kau harus menceritakan segalanya padaku.”

“ ne..ne. Aku akan menceritakan segalanya padamu walaupun pada akhirnya kau akan mencari tahu sendiri”  ucapku sebelum aku berlari menuju perpustakaan.

Di perpustakaan aku dapat melihat Lisa yang duduk dengan tenang sembari membaca buku pelajarannya bersama Sandra sesekali mereka tampak bersenda gurau sehingga tanpa sadar aku tersenyum dari kejauhan.

Sebelum aku sempat mendekat kepadanya, ia telah menolehkan kepalanya kearahku.

“ sudah kuduga itu kau” ucap Lisa enteng padaku.

“ ba..bagaimana kau bisa tau?” jawabku yang sedikit menyesal karena rencanaku untuk mengagetkannya telah gagal.

“ diantara semua orang, auramu yang paling dapat kukenali karena aku pasti akan merasakan hal yang tak nyaman disekitarku.”

“ yah..aku dapat memakluminya karena aku pun merasakan hal yang sama denganmu jadi kita impas. Ngomong-ngomong sekarang kau harus pulang denganku.”

“ haha..memang kau siapa? Berani-beraninya mengajakku pulang bersama.” Ejek Lisa padaku dengan nada tertawa yang dibuat-buat.

“ Sandra, bolehkah aku membawa sahabatmu ini untuk pulang bersamaku?” ucapku yang sama sekali tak merespon ucapan Lisa yang baru saja dilontarkannya padaku.

“ YA!! Mengapa kau tak menjawab pertanyaanku?” balas Lisa sedikit kesal,

haha aku senang sekali jika ia sudah mulai seperti ini.

“ Lisa, pulanglah bersama YoungMin. Aku akan baik-baik saja.” bisik Sandra pada Lisa dan yang kutahu muka Lisa menjadi merah padam karena ucapan Sandra.

Segera setelah itu Sandra segera membereskan bukunya dan bergegas pergi dari perpustakaan namun sebelumnya Sandra berbisik padaku.

“ aku tahu apa yang sedang terjadi sekarang jadi segera bawa Lisa keluar dari sekolah secepatnya.”

“ araso” balasku pelan.

Setelah Sandra tak terlihat lagi dari pandangan kami berdua, Lisa segera saja pergi meninggalkan perpustakaan terlebih dahulu.

“ hei hei..kau mau kemana?” tanyaku sembari menahan lengannya agar ia tak berjalan mendahuluiku.

“ ya pulang, memang aku mau kemana lagi?” balas Lisa sebal, terlihat jelas jika ia sekarang sednag menahan amarahnya.

“ kau harus pulang bersamaku”

“ wae? Mengapa aku harus pulang bersamamu? Aa….atau karena kini aku adalah ‘kekasih’mu jadi aku harus setiap saat menempel padamu seperti permen karet, haha…jangan bermimpi “

“ menurutmu apakah aku akan suka rela mengantarkanmu pulang? Jangan harap , aku pun memiliki banyak urusan yang harus kuurus namun eommaku menyuruhku untuk mengambil barangnya yang tertinggal di rumahmu.” Balasku tak kalah jengkel.

“ baiklah jika begitu, kau dapat ke rumahku tapi aku tak ingin pergi bersama denganmu” balas Lisa yang kini telah melepaskan lengannya dari genggamanku.

“ YA!! Dengarkan aku baik-baik!” suaraku mulai menjadi serius ketika Lisa sama sekali tak menyadari kekacauan apa yang akan terjadi jika ia tak segera pergi dari sekolah sekarang juga.

“ aku sama sekali tak ingin ikut campur dengan urusan pribadimu, tapi keadaan memaksaku untuk ikut campur karena otakmu yang berjalan sangat lambat. Mungkin kau akan segera mengetahui apa yang akan terjadi di sekolah kelak namun tidak sekarang kau harus tahu.  Jadi selama kekacauan ini belum selesai, jangan pernah lepas dari pandanganku. Kau mengerti!!”

Lisa yang mendengarkan ucapanku hanya dapat terdiam mungkin ia setengah tak percaya akan hal yang baru saja kukatakan. Tak apa, aku pun juga tak tahu mengapa aku mengatakan hal tersebut padanya, yang terpenting sekarang adalah aku harus membawanya keluar dari sekolah.

Kini aku memegang lengan kanan Lisa erat-erat, sedangkan ia hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam karena kini beberapa orang teman sekelas kami sedang memperhatikan tingkah kami berdua yang berjalan terburu-buru. Mungkin hal ini akan semakin memperjelas gosip murahan yang beredar mengenai hubunganku dengan Lisa namun aku tak terlalu memperdulikan hal itu.

Karena mobilku dibawa oleh KwangMin untuk menjemput eomma, maka aku harus naik bus untuk sampai di rumah Lisa, sepanjang perjalanan kami berdua hanya bertengkar tanpa henti dan itu membuat seluruh penumpang di sekitar kami mengalihkan pandangannya karena mereka merasa terganggu.

Sesampainya di rumah Lisa, ibunya yang sedang merapikan tanaman di teras segera menyambut kami berdua. Tidak! lebih tepatnya ibunya hanya menyambutku saja karena Lisa segera bergegas masuk ke dalam kamar dengan membawa segala kekesalannya. Semua terlihat semakin jelas ketika pintu kamar Lisa terbanting dengan cukup keras.

“ apakah kalian bertengkar lagi?” tanya ibu Lisa padaku sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.

Aku hanya tertunduk malu dan terdiam ketika ibu Lisa membuat dugaan yang sangat mudah ditebak.

“ baiklah, aku mengerti bagaimana dunia anak muda..tapi aku juga ingin kalian sesekali berlaku manis” tambah ibu Lisa yang terlihat sedang mencari-cari suatu barang.

“ ne..” jawabku pelan. Kali ini aku ingin sekali menyeret Lisa untuk keluar dari kamarnya, karena ulahnya yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar terlebih dahulu membuatku harus menanggung semua pertanyaan dari ibunya.

Tanpa diduga-duga, ibu Lisa segera menyeret Lisa untuk keluar dari kamarnya.

“ lihatlah, bagaimana kau bisa bersikap tidak sopan pada temanmu? Ia masih duduk di sini sedangkan kau masuk terlebih dahulu ke dalam kamar.” Ucap ibunya yang menarik Lisa keluar dari kamarnya dan aku hanya dapat menahan tawaku.

Lisa semakin menundukkan kepalanya ketika ibunya sedang memarahinya, dengan wajah cemberut yang terlihat jelas dari raut mukanya, Lisa segera duduk di sebelahku sambil melihat eommanya mencari-cari barang ibuku yang tertinggal di rumahnya.

“ nah ini dia, ibumu melupakannya ketika ia sedang berkunjung kemari.” Ucap ibu Lisa sembari memberikanku sebuah kotak berwarna coklat.

“ ah, ne. Kamsahamnida.” Jawabku saat menerima kotak berwarna coklat tersebut lalu setelahnya aku segera berpamitan pada ibu Lisa dan Lisa sendiri, walaupun aku tahu ia masih terlihat kesal padaku.

“ sebenarnya ada apa dengan kalian berdua, huh?” tanya Ibu Lisa tiba-tiba karena suasana diantara kita berdua terlihat sangat canggung, ditambah lagi dengan wajah kesal Lisa yang tak henti-hentinya ia tunjukan.

“ gwencana eomma.. “ jawab Lisa yang berusaha menenangkan ibunya namun ibunya masih tetap berdecak tak puas dengan jawaban dari putrinya.

“ sudahlah eomma, jangan ganggu mereka lagi. Mungkin mereka sedang menjalani perang dingin yang biasanya dilakukan oleh sepasang suami istri.” Ucap JeongMin hyung yang tiba-tiba menjawab pertanyaan ibunya dari kejauhan.

“ suami istri? Apa maksudmu?” tanya ibu Lisa pada putranya.

“ hari ini sekolah sangat ramai dengan gosip mereka berdua tengah berpacaran, namun pada kenyataannya aku sama sekali tak kaget dengan berita itu karena tingkah mereka sudah sangat menunjukkan jika kalian saling menyukai.” Jelas JeongMin Hyung santai namun kusadari bahwa kini aku tak dapat menyepelekan gosip murahan ini.

“ jika sampai para orang tua mengetahuinya dan mereka percaya dengan gosip tersebut maka tamatlah riwayatku.” Bisikku pelan.

Tanpa disadari Lisa menjawab bisikan pelanku.

“ riwayatku juga akan tamat jika eommaku sampai mempercayainya, aish,,,semua ini salahmu.” Omel Lisa pelan padaku.

“ YA!! Lisa mengapa kau hanya diam saja, jadi selama ini kalian berdua tengah berpacaran? Ckck aigoo…bagaimana kalian bisa membawa pertengkaran kalian di depan eomma dan kakakmu sendiri.” Ucap ibu Lisa yang kini tengah menatap putrinya lekat-lekat dengan pandangan yang menyeramkan.

Belum selesai kekacauan yang terjadi di rumah Lisa, tiba-tiba telepon rumah Lisa berdering dan JeongMin Hyung segera mengangkat telpon tersebut.

Segera setelah JeongMin Hyung menutup telponnya, ia segera berkata padaku,. “ YoungMin ah, ibumu baru saja menelepon. Ia berkata agar kau segera kembali ke rumah dan sepertinya KwangMin telah menceritakan semuanya pada ibumu sehingga ibumu sampai menelepon ke rumah kami”

Deg

Aku hanya dapat menahan nafas untuk mengimbangi jantungku yang berdegup begitu kencang.

“ apa yang harus kukatakan pada mereka jika kedua orang tuaku mengetahui segala kesalahpahaman ini?” batinku cemas di tengah kebimbangan yang kini tengah melandaku dan Lisa, karena kami tahu bahwa orang tua kami telah bersahabat sejak lama.

 

YoungMin Pov end

TO BE CONTINUED…

DON’T BE SILENT READER AND LEAVE YOUR COMMENT  ^^

52 responses to “[Freelance] MATH vs PHYSICS (Part 7)

  1. Hhhhhhuuuuuuaaaakkkkkk~~ thor makin kece geje badai ff.nya^^ jadi semangat bangettt baca.nya… 😀 yang cepet yah thor lanjutin.nya dan jangan lupa adegan romanrise.nya ditambah lagi…
    FIGHTING thor

  2. daebakk___ seru__
    g cape apa mereka berantem mulu ? kkk__
    Jeongmin kocak_ wkwk

    next part jangan lama2 ya thor 🙂

  3. Seru seru seru………

    Apalagi gosip mereka berdua pacaran

    Padahal mereka berdua cocok lho, mungkin masih butuh waktu untuk menyadari itu^^

    Keep Writing Author…….

  4. Anyeong 😀 aku read baruu, maaf author bru bisaa coment di chap ini 😦 #jeongalmianhae

    Makin seruu.. !! Aku sneng bnget sma ni ff, ditnggu next chapnya 😀 fighting author

  5. sorry comentny bru d part ini

    mkin seru thor…..
    mreka berdua ccok bgt thor….
    gmn kebayang gmn reaksi ortu mreka….!!!

    next thor….. fighting

  6. sorry comentny bru d part ini

    mkin seru thor…..
    mreka berdua ccok bgt thor….
    gx kebayang gmn reaksi ortu mreka….!!!

    next thor….. fighting

  7. Nyuri-nyuri waktu di tengah UAS buat baca ff 😀 , ternyata ff ini udah nyampe chap 8. ‘O’

    Cieee youngmin sibuk ngurusin Lisa nih :3
    KYAA!! xD pasti mereka bakal dijodohin :3 #sotoy

  8. like it!! >.<
    alur, karakter tokoh, cerita semuanya ok!! 😀
    maaf juga bru dikomen dipart ini, abis bru baca langsung pengen lanjut hehe… & eh~ mentok(?) di sini -_-
    minta pass nya please~ T.T

  9. Annyeong author!!*bow*Aku komen ny lgsg d chap ini an y..
    Cerita ny seru.. ^-^)b Aku baru Kali ini baca ff main cast ny Young in lohh ^^
    Aku suka cerita ny…!!!
    Yah sekian bacotan gaje Dari saya
    Annyeong *bow*

  10. banzai…….
    muga2 kedua ortu kasih lampu ijo….
    ato malah dijodohkan aja 2 otak encer ini……
    *** tebar buku buat author….
    pinter banget sie biki epep….

  11. dear author. aku lagi iseng2 cari ff youngmin. haha lagi kesengsem bgt. bagus thor makin penasaran disetiap ceritanya. aku mau lanjut tp di protect huhu bisa minta thor passwordnyaaa?
    gomawo 😉

  12. dpt 99 ?
    hahahaha tu nilai nyesek bgt 😀

    ah eomma jodohin aja mrka br2 😀

    tor , blh mnta PW yg chap 8 & 9 gak ^_^
    *ya ya ya bbuing bbuing
    aegyo gagal >_<

  13. mkin tambah rame ajA kyaknya.joonsu-rachel And yougmin-lisA wahhh bakalan seru.Blum lg para ortu yg tHu hub mereka
    psnasarN bngt next partnya

  14. Wah~ smoga mreka mendapat restu dari kedua orang tua mreka 😀
    kak, gk ada cara laen ya cara minta pw-nya ?? Slain minta lewat email dan comment di How To Get Password ??
    Aku gk bisa maen email2an *kurang pinter IPTEK* dan kalo aku comment di How To Get Password, ntar adminnya bakal lama ngeresponnya.
    Mianhae kak karena aku trlalu jujur.
    Tpi adakah link fb ato nomer kakak gitu buat aku minta pw-nya.

    Jebalyo kak 😥 ini fanfic pertama yg aku baca yg cast-nya gk EXO. Dan aku langsung suka *karena aku fans JoTwins* ^^

    anyeong~
    *aku harap ada respon*

  15. Sumpah gokil banget ini ff,,aku baca nya,sampe ketawa2 sendiri😀ceritanya menggambarkan tentang kebiasaan anak sekolah dan konfliknya itt bikin gereget☺😉

  16. daebak! mian aku baru hari baca pertama kali u.u boleh tanya ga ini endingnya sampe part berapa ya? sama aku mau minta password di part 8,9,13a. kamsa~

  17. seru banget thor! boleh tanya endingnya sampe part berapa ya? sama aku mau minta password buat part 8,9,13a nya. aku udah tanya lewat email nih^^ hehe makasih

  18. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk, para orang tua telah mengetahui itu dan brak!!!! Berharap ada kejutan lagi tentu aja yang YoungSa couple. Kkekeke, by the way, Say Korean Fanfiction nggak pernah bercerita di author’s note atau mungkin karena aku reader baru. Ya, entahlah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s