[Freelance] Young Parents (Chapter 3)

Untitled-1

Title : Young Parents (Chapter 3)

Author : Luhanly @resuciani

Cast : Kang Hyemi (OC)

Oh Sehun exo

Kim Sojung (OC)

Tao exo

Kai exo

Choi Hyosung (OC)

And many more for the next episode^^

Genre : Romance

Rating : NC-17

Length : Chaptered

Disclaimer : Cerita ini terinspirasi dari dramkor jenny juno sama komik jepang kesukaan aku. Cuma aku ganti castnya pinjem dari om lee sooman. Happy Reading!<3

NOTE: Aku agak kecewa ternyata chapter sebelumnya banyak banget SidersL. Buat yang ninggalin jejaknya dari chapter awal sampe sekarang aku ngucapin makasih banyak buat kalian karena kalian udah nyemangatin aku nerusin FF ini *bow*. Buat Siders maafin aku kalo buat Chapter selanjutnya ga aku kasih Password yaa jadi please jangan jadi Siders ga cuma di ffku tapi di ff author lain juga.. Gomawo^^

Sehun POV

Aku memasuki kamar tidur dengan langkah yang gontai. Tubuh dan pikiranku begitu lelah. Tanpa mengganti baju seragamku, aku langsung menjatuhkan diri ke ranjang. Kupejamkan mataku sekejap untuk menghilangkan penat. Hyemi.. Ah! Aku teringat dengan Hyemi! Kuambil handphone di kantung celana seragamku. Segera kuhubungi Hyemi.

“Eo Sehun? Kau sudah dirumah?”

“Eumm aku sudah dirumah chagi.. kau lelah?”

“Sedikit.. Apa kau lelah?”

“Ani.. Aku tidak lelah.. jika kau butuh sesuatu panggil saja aku, aku akan ada untukmu 24jam. Istirahatlah sekarang. Aku tak mau terjadi sesuatu padamu dan bayi kita..”

“Ah Sehun!”

“Eo chagi? Ada sesuatu?”

“Aku belum ingin beristirahat.. bisakah kita berbicara sebentar lagi? Aku masih merindukan suaramu.. Ani! Aku merindukanmu..”

Aku tersenyum mendengar suaranya yang begitu manja. Apakah ini pengaruh dari kehamilannya?

“Kalau begitu tunggu aku. Aku akan segera kerumahmu.”

“Sehun tung..”

Segera kuputuskan teleponnya. Kuraih kunci mobilku, tanpa berganti baju akupun segera menuju mobilku dan melaju menuju rumah Hyemi. Entah mengapa perasaan takut dan bimbang yang kurasakan kemarin hilang begitu saja. Yang kupikirkan sekarang hanya bagaimana cara membahagiakan Hyemi dan calon bayiku. Mendengar kata bayi membuat perasaanku bahagia, entah ini salah atau tidak, yang aku inginkan hanya menjaganya.

Akhirnya aku sampai didepan gerbang rumah Hyemi. Kuparkirkan mobilku tak jauh dari sana. Lalu kutekan tombol bel yg berada di samping gerbang rumah mewahnya. Tak lama kemudian kulihat Jung Ahjuma berjalan tergopoh gopoh menuju gerbang untuk mempersilahkanku masuk.

“Ahjuma! Biar aku saja!” Hyemi berlari menyusul Jung Ahjuma.

“Kau benar benar datang?” Ia membuka gerbang rumahnya dengan terburu buru dan segera memeluku erat. “Kau tau? Aku senang bukan main mendengar kau akan mendatangiku Sehun”

Aku hanya tersenyum dan mangeratkan pelukanku. Melihat ia tersenyum membuatku hatiku sumringah. Semoga senyum itu tak akan pernah lepas di wajah cantik mu Kang Hyemi.

“Jangan berlari lari seperti itu lagi. Bagaimana kalo kau terjatuh saat aku tak ada disampingmu hmm?”

“Aigoo kau itu berlebihan.. tentu saja aku tidak akan apa apa..” ia tampak jengkel dan mempoutkan bibirnya. Cantik, itulah yang kurasakan saat melihatnya kesal seperti ini. Semua tingkahnya membuatku candu.

Ia menyeretku menuju taman belakang rumahnya, taman belakang rumahnya cukup luas dan sejuk. Ia mengajakku untuk duduk di sebuah bangku taman yang panjang dan menyuruhku duduk disampingnya. Aku hanya menurutinya dan merapatkan tubuhku padanya, kurangkul bahunya agar ia menyandarkan kepalanya di dadaku. Ia malah menahan tanganku dan memeluk erat lenganku. Aku hanya bisa diam melihat tingkahnya.

“mengapa kau menolak rangkulanku eo?”

Ia tak menjawab dan tetap memeluk erat lenganku. Ia memejamkan matanya dengan tenang. Wajahnya tampak nyaman. Lagi lagi aku hanya bisa tersenyum melihatnya.

5 menit berlalu ia tetap berada diposisinya merangkul lenganku. Aku tahu ia tertidur, ia kelelahan hanya saja menutupinya. Kulepaskan pelukannya dilenganku, kuangkat tubuhnya menuju kamar tidurnya. Hyemi tak merasa terganggu oleh gendonganku. Sebegitu lelapnyakah kau sampai tak merasakan gendonganku? Aku melenguh.

Kubaringkan tubuhnya di ranjang, kuselimuti tubuhnya dan kukecup dahinya.

“Mmm sehun..mmm” ia menggigau kecil.

“Kau sedang memimpikanku? Sebegitunyakah kau merindukanku?” kulihat bibirnya yg bergerak kecil menggigaukan namaku. Aku tidak tahan untuk tidak mencium bibir pinknya yang mungil itu. Kucium bibirnya sebentar lalu segera beranjak pergi dengan perlahan dari kamarnya. Aku tak mau ciumanku tadi malah membangkitkan sesuatu dari dalam diriku.

Aku melajukan mobilku menuju rumah. Hari ini aku sangat lelah. Benar benar lelah. Rasanya ingin aku segera berbaring ditempat tidur untuk beristirahat. Aku tak boleh terlalu lelap tertidur. Aku harus tetap terjaga mengingat Hyemi yang mungkin akan membutuhkanku kapan saja, aku harus siap kapanpun ia membutuhkanku.

“Drrtt” kurasakan getaran ditanganku, segera kududukan tubuhku dengan paksa dan kuangkat sumber getaran ditanganku ke telingaku. Ya itu adalah handphone ku tentu saja, dan tentu saja aku tahu siapa orang yang berani beraninya mengganggu tidurku tengah malam seperti ini.

“Eo Hyemi-a.. kau butuh sesuatu?” aku berusaha menormalkan suaraku agar Hyemi tak mengira ia menggangu tidurku.

“Mmm.. tidak.. aku hanya ingin mendengar suaramu. Aku bosan tak bisa tidur.. apakah aku mengganggumu?”

“Kau sama sekali tak menggangguku chagi.. kita sama, aku juga tak bisa tidur.”

“Tapi sepertinya aku mulai mengantuk. Sepertinya aku tak bisa tidur karena merindukanmu sehun.. sampai jumpa besok pagi.. aku mencintaimu, ah maksudku kami mencintaimu.. bye Sehun Oppa”

“O.. Oppa?”

“Tut.. tut.. tut..” Hyemi memutuskan Telefonnya. ini pertama kalinya ia memanggilku Oppa. Aku sudah sering memintanya untuk memanggilku oppa, tapi ia besikukuh tak mau memanggilku Oppa karena menurutnya itu menggelikan.

Sebuah senyuman terbentuk di bibirku, aku tak bisa menahan perasaan senangku hingga tulang pipiku naik dibuatnya. Apalagi ini Kang Hyemi? Kau.. benar benar..

Kehamilan Hyemi benar benar membuat perubahan besar pada diriku dan Hyemi.

Dulu aku adalah orang egois, dingin dan sangat tidak peka dengan keadaan sekitar.

Perasaan egoisku pun perlahan menghilang dari diriku. Hatiku sekarang jauh lebih hangat. Walaupun kuakui aku hanya melakukan ini kepada Hyemi.. tetapi menurutku ini semua merupakan perubahan besar.

Hyemi pun berubah akhir akhir ini. Ia sedikit, umm.. lebih tepatnya sangat manja padaku. Tingkahnya benar benar seperti anak kecil. Tapi aku sama sekali tidak berkeberatan dengan kepribadian barunya ini, karena menurutku Hyemi yang sekarang sangatlah manis.

_

“Yak Sehun ada apa denganmu eo? Aku merinding melihatmu rajin belajar akhir akhir ini.. setan apa yang memasuki dirimu eo?”

“Tidak ada setan yang merasuki dirinya, ia hanya berusaha menjadi  calon appa yang baik.. betulkan Sehun appa?” Kai mengejekku dengan memberikan penekanan di kata katanya. Tao hanya mengerinyit heran tak mengerti dengan ucapan Kai. Itu bagus karena aku tak ingin Tao mengetahui kehamilan Hyemi. Mulutnya sangat sulit menyimpan rahasia.

“Sehun Appa? Apa maksudnya?” Tanyanya penasaran.

Kai hanya mengangkat bahunya memasang wajah tanpa dosa.

“Oh ayolah aku tahu kalian menyembunyikan sesuatu padaku.”

“Tak ada yang disembunyikan. Kau hanya perlu menghilangkan rasa curigamu itu Tao.” Jawabku dingin.

Kai hanya cengengesan mendengar jawabanku. Si brengsek itu benar benar tak bisa menjaga ucapannya. Apakah ia lupa ucapannya itu bisa membuat Hyemi terancam dari sekolah.

“Drrrtt” kurasakan getaran di saku celana seragamku. Ada pesan masuk. Kulihat nama pengirimnya, Hyemi, tentu saja.

From : Hyemi<3

Sehun Oppaaaa aku ingin makan makanan asam><

Makanan asam? Sudah sebulan ini Hyemi selalu meminta yang aneh aneh padaku. Aku tahu itu biasa untuk seorang wanita yang hamil, maka dari itu aku harus selalu siap siaga.

“Kau yakin chagi kau tidak apa apa?”

“Aku tak apa oppa.. Tahukah kau aku sangat ingin memakannya.”

Aku heran dengan seleranya akhir akhir ini. Tak kusangka makanan asam yang ia maksud adalah jeruk lemon. Lemon memang asam dan segar, dengan catatan jika dibuat menjadi minuman. Tetapi jika kau memakannya begitu saja itu sungguh gila. Rasa asam jeruk lemon bisa membuat lidahmu mati rasa. Hyemi sudah memakannya sebanyak 2 buah. Agak mengerikan melihatnya memang, tetapi mau bagimana lagi? Akan lebih mengerikan jika aku tidak mengabulkannya..

Akhirnya iapun berhenti pada buah ke3. Aku hanya mengerinyitkan dahiku heran.

“Huaaahh ini sungguh segar..” ia tersenyum dengan lebarnya. Senyumnya benar benar menunjukan rasa puas. Aku sangat senang melihat senyumannya yang seperti ini. Akhir akhir ini aku sering melihatnya menderita, tubuhnya tak sekuat dulu, ia sangat sering kelelahan, dan mual mual juga. Jika dibandingkan denganku perjuangannya jauh lebih besar. Jaraklah yang membuatku sukar untuk membantunya. Akhir akhir ini aku sedang memikirkan bagaimana caranya agar kami bisa tinggal bersama. Aku tahu itu tidak mungkin, setidaknya mebuat rumah kami berdekatan itu sudah cukup.

Terkadang di malam hari Hyemi sering menginginkan makanan makanan aneh yang membuatku kerepotan mencarinya. aku tak mengeluh dengan ini semua sungguh aku melakukannya dengan tulus. Aku lebih memlih kecapaian mencari makanannya daripada membayangkannya bersedih tak bisa memakan makanan yang ia inginkan. Aku tak mengerti darimana datangnya rasa tulusku ini?

Pagi ini aku sengaja membawa banyak buah buahan ke sekolah. Tak sengaja tadi aku melihat sekilas cover majalah wanita di pinggir jalan saat aku berhenti di lampu merah. Majalah itu mengatakan bahwa ibu hamil harus banyak memakan buah dan sayuran. Tentu saja aku langsung membeli majalah itu dan langsung membeli berbagai jenis buah buahan untuk Hyemi.

Bel istirahat pun berbunyi aku segera menuju kelas Hyemi membawa buah buahan yang tadi kubeli di tanganku. Tepat saat aku akan menuju kelasnya ternyata Hyemi pun sedang berjalan keluar kelas menuju kantin bersama teman temannya. Ia langsung tersenyum melihatku yang mendatanginya. Lagi lagi perasaan itu.. aku selalu terhipnotis oleh senyumnya yang teduh, akupun ikut tersenyum membalas senyumannya yang manis itu.

Hyemi POV

“Ayo Hyemi-a kajja! Aku sudah sangat lapar..” Sojung menarik tanganku untuk segera menuju kantin.

“Tunggu aku! Aku juga sudah sangat lapar Hyemi-a, Sojung-a.. tega teganya kalian melupakanku..” Hyosung berlari menyusulku dan sojung dengan mukanya yang ditekuk. Ia cemberut karena kami tadi hampir saja meninggalkannya sendiri dikelas. Itu bukan salahku karena anak itu memang lelet. Disaat semua siswa sudah selesai dengan tugasnya ia masih saja berkutat dengan soal soal itu. Sedangkan perutku dan sojung benar benar sudah tidak bisa diajak kompromi.

Baru saja aku keluar dari pintu kelas ternyata Sehun menghampiriku membawa satu kantung belanjaan yang sepertinya berisi buah buahan. Aku senang bukan main dengan kehadirannya. Aku tersenyum memperlihatkan rasa senangku padanya,Sehun pun membalas senyumanku.

“Oppa apa ini? Banyak sekali buah buahannya.. apa ini untukku semua?”

“Eo.. ini buatmu.. makanlah buah buahan yang banyak.. Ah! Sayuran juga.. kau harus menjaga kesehatanmu Chagi..”

“Benarkah? terimakasih banyak oppa!” kupeluk tubuhnya sekejap dan kuambil kantung buah buahan yang ada ditangannya.

“jangan..” ia menahan tanganku yang berniat mengambil kantung buah buahan itu.

“apa Oppa sedang bercanda saat ini eo?” aku hanya mengerinyit heran.

“Biar aku saja yang membawakannya ke kantin arra? Kantung ini begitu berat kau tahu.. kajja!”

Aku terpaku dengan jawabannya. Ia meraih tanganku menggenggamnya dan menuntunku menuju kantin. Aku segera tersadar dengan Sojung dan Hyosung yang masih diam menggigit bibirnya cemburu oleh perlakuan sehun padaku. Aku hanya tersenyum kaku sambil melambaikan tanganku pada mereka agar segera ikut menyusulku.

Sesampainya di kantin kamipun duduk di salah satu meja dan segera memesan makanan. Saat aku akan beranjak untuk memesan makanan Sehun malah menahan bahuku. Aku semakin heran dengan kelakuannya.

“biar aku saja yang memesankan makanan untukmu. Kau makan saja buah buahan ini arra?”

Aku hanya mengangguk pelan. Kulihat Sojung dan Hyosung masih diam melihatku heran di kursinya masing masing.

“Yak.. Ada apa dengan Sehun eo? Apakah ia begitu karena kau pingsan kemarin eoh?” Sojung mengintrogasiku.

“Huaaaahh apakah kau lihat Sehun tadi Sojung-a? Dia sungguh sangat romantis.. membelikan Hyemi buah buahan, membawakannya, bahkan memesankan makanan untuknya. Aku sangat ingin memilki kekasih sepertinya Hyemi-a… Ah! Apakah Tao dan Kai juga sama dengan Sehun?”

Aku hanya tertawa mendengar pertanyaan Hyosung yang lucu ini.

“Aigoo kau ini! Mana mungkin Kai dan Tao bisa romantis seperti Sehun eoh! Mereka itu playboy sekolah.. kau ini..”

“Siapa yang kau maksud dengan playboy sekolah hah?”

Aku terkejut dan menoleh kearah suara yang tiba tiba saja muncul ditengah tengah percakapan kami.

“Kau bilang kami apa? Playboy? Kau ini sok tahu sekali.. oh ya Hyemi-a apa kau melihat Sehun?”

Aku hanya diam menunjuk seorang pria yang sedang berjalan kearahku membawa nampan berisi makanan. pandangan merekapun tertuju pada arah jariku.

“Sedang apa kalian disini?” Sehun bertanya dingin. Aku sudah biasa melihatnya berlaku dingin pada teman temannya ini. Tidak hanya pada teman temannya, bahkan pada orang orang dirumahnya saja ia berlaku dingin.

“Kau tak suka kami kemari? Ayolah Sehun bukankah kita selalu melewatkan makan siang kita bersama eoh? Apa bedanya kali ini?”

Sehun diam tak menjawab pertanyaan Kai. Ia menyerahkan makanan di nampan kehadapanku.

“Makanlah yang banyak..” ia tersenyum memandangku. Aku hanya membalas senyumannya dan mulai menyuap makananku. Sehun tetap memandangiku yang sedang menyuap makanan dengan lahap.

“Kau tak lapar?” ujarku dengan mulut yang masih berisi makanan. ia hanya menggeleng dan menyuruhku untuk meneruskan makanku tanpa melepaskan pandangannya padaku. Saking asyiknya makan aku sampai lupa dengan keberadaan orang orang disekitarku yang sudah memandangiku dengan syirik, tak terkecuali Sojung Hyosung Kai dan Tao, membuat suasana sekitar menjadi canggung.

“ah! Bukankah kalian lapar? Mengapa kalian belum juga memesan makanan?”

“Kau tahu? Kalian berdua membuatku lupa akan rasa laparku eoh.. aigoo..” Sojung dan Hyosung hanya menggeleng dan beranjak dari kursi kantin untuk segera memesan makanan. Kai tersenyum melihat kedua orang yang cemburu itu.

“Kau cemburu eoh? Segeralah mencari kekasih agar kalian tidak kesal melihat orang yang sedang bermesraan eo.. kau tahu? Wajahmu itu terlihat mengenaskan saat melihat kemesraan mereka.. hahahahah” Kai mengejek Sojung yang baru akan pergi memesan makanan.

Sojung hanya menggeram kesal dan sepertinya malas untuk menanggapi ejekan kai.

Aku hanya menggeleng melihat kelakuan mereka.

“Siang ini kau ada waktu? Aku ingin membawamu ke suatu tempat.. atau bagaimana jika kau pulang bersamaku siang ini? Bagaimana? Kau mau?”

Aku mengangguk senang mendengar ajakan Sehun.

Aku memandangi langit diluar jendela mobil Sehun. Aku tak tau kemana Sehun akan membawaku, tetapi aku tak khawatir, kemanapun ia membawaku asal ia tetap disampingku aku tak masalah. Entah ini pengaruh kehamilanku atau bukan tetapi akhir akhir ini melihat wajah Sehun sangat membuatku candu.

Sehun pun memberhetikan mobilnya di Supermarket. Aku hanya diam dan menoleh pada sehun heran. Ia hanya tersenyum dan mengajakku untuk keluar dari mobil. Akupun segera mengikutnya dan memeluk lengannya. Aku sangat senang bergantung dilengannya yang kekar itu. Memeluk lengannya sungguh membuatku nyaman. Ia hanya melihatku sebentar dan menuntunku kedalam Supermarket itu. Ia membawakan trolley dan memasukan banyak bahan makanan kedalamnya. Aku hanya diam mengikutinya.

“Aku membaca majalah ibu hamil pagi tadi. Aku ingin kau mulai serius untuk merawat kehamilanmu Hyemi-a..”

Setitik air matapun keluar dari pelipis mataku. Sehun terkejut dan segera menghapus air mataku.

“Mengapa kau..”

“Maafkan aku Oppa yang terlalu cuek dengan bayi kita. Sungguh aku tak percaya ternyata kau lebih memperhatikannya daripada aku.. aku sungguh terharu dengan semua ini Oppa..” Potongku sambil mengusap lagi air mata yang mulai berlomba lomba keluar dari pelupuk mataku.

Sehun pun menghapus air mataku lagi. Ia tersenyum padaku, aku hanya diam memandangnya, senyumnya benar benar menghilangkan rasa sedihku dengan seketika dan menggantinya dengan rasa nyaman.

Ia membawa semua kantung belanjaan yang cukup besar itu sendiri. Dasar Sehun bodoh.. beberapa kali aku menawarkan bantuan padanya tetapi ia bersikeras kalau aku tidak boleh membawa barang barang berat. Ia bahkan menyumpalku dengan es krim agar aku tak ribut, tentu saja aku tak bisa menolak es krim.

Sehun membawaku menuju rumahnya. Ia mengeluarkan isi belanjaannya dan memberikanku 5 kotak susu ibu hamil. Aku terkejut melihatnya yang begitu berlebihan.

“Yak! Mengapa kau membeli susu sebanyak ini! Aku tidak mau meminumnya, tidak mau!” Aku mengerecutkan bibirku kesal.

Ia menarikku dan mendudukanku diatas pahanya dengan paksa. Tangannya menahan pinggangku dan memeluku erat agar aku tak kabur dari pelukannya. Ia memandangku dingin, aku sangat takut dengan kilatan matanya saat itu. Mengingat saat itu wajahnya begitu dekat dengan wajahku. Aku hanya meronta berusaha melepaskan pelukannya. Tapi itu merupakan usaha yang sia sia karena pelukannya tak melonggar sedikitpun di pinggangku.

“Lepaskan Oh Sehun! Apa yang akan kau lakukan hah!”

“Kau harus meminum susu itu Kang Hyemi kalau tidak aku tidak akan membiarkanmu keluar 1 sentipun dari rumahku hm bagaimana?”

“Ancaman apa itu.. Kau mau menculikku hah!” Ia hanya tersenyum licik.

“Baiklah.. aku akan meminum itu semua Oh Sehun kau puas?”

“Belum sampai kau memanggilku dengan sebutan Oppa..”

“Baiklah Sehun Oppa kau puas?” ia tersenyum mengacak acak rambutku dan mencium dahiku lalu akhirnya ia melepaskan pelukannya padaku. Ia pun pergi menuju dapur dan mulai membuat masakan dari bahan bahan yang tadi kami beli di supermarket. Aku mengikutinya dan duduk menunggunya di meja makan, aku baru tahu kalo laki laki dingin itu bisa masak..

Aku terkejut dengan masakan masakan di atas meja ini. benarkah ini semua buatan Sehun? Wanginya sungguh menggugah selera. Mataku membulat tak mengerjap melihat masakan buatan Sehun.

Sehun menduduki kursi disebelahku. Ia mengusap puncak kepalaku dan menyuruhku untuk segera makan.

“Aku ingin kau memakan makanan sehat setiap hari. Dan jangan lupa dengan susu yang kuberikan. Aku akan selalu mengingatkanmu untuk meminumnya arra?”

Aku tak menjawab pertanyaannya aku hanya fokus memakan makanan yang ada di depanku ini. ucapnnya tadi hanya bagaikan kicauan buatku.

Akhirnya semua makanan habis kulahap. Rasanya memang tak seenak buatan ibuku dan buatan Jung Ahjumma, tetapi ini bisa dibilang lumayan mengingat Sehun adalah pria dingin dan cuek.. ah! dan anak tunggal yang di layani sana sini.

“Oppa kau bisa membuatku gemuk kalo memasaki masakan enak seperti ini”

“Bukankah aku sudah membuatmu gemuk hm?”

“Yak!” aku memukul lengannya dengan sekuat tenaga menahan malu. Apa yang ia maksud dengan gemuk.. dasar Sehun bodoh dan mesum.. mukaku tampak merah menahan malu saat ini.

Ia hanya tertawa melihat mukaku yang memerah.

Sehun menarik tanganku menuju kamarnya di lantai 2. Ia membukakan pintu kamarnya dan mempersilahkanku masuk terlebih dahulu. Aku hanya diam memandangnya ragu. Entah mengapa aku agak sedikit takut.

“Ayolah Kang Hyemi aku tidak akan melakukan apapun padamu aku berjanji.”

Akupun mengangguk dan memasuki kamarnya. Wangi kamarnya begitu khas wangi vanila maskulin wangi favoritku.. Aku sangat menyukai wangi tubuhnya yang maskulin itu.

Aku berjalan menuju balkon kamarnya. Kulihat pemadangan di bawah balkonnya terdapat kolam renang dan taman taman kecil yang sejuk. Kuraskan angin menyapu permukaan tubuhku. Anginnya begitu sejuk menerpa tubuhku.

Sehun mengalungkan tangannya di pinggangku dan mengecup tengkuk ku. Aku terlonjak geli.

“Oppa lepaskan.. geli..”

Ia melepaskan bibirnya di tengkukku dan mendekatkan bibirnya dibelakang telingaku.

“Temani aku tidur..” ucapnya seduktif di telingaku.

“Yak!” Aku terlonjak melepaskan pelukannya.

“Hanya menemaniku Chagi mengapa kau marah hm? Apakah kau berfikir yang bukan bukan?”

Aku tercekat dengan perkataannya.. Oh Sehun bodoh mesum! Lagi lagi ia mempermainkanku. Mukaku memerah lagi. Ini sudah kedua kalinya astaga..

Sehun menarikku ke atas tempat tidur. Ia membenarkan bantalnya dan mengajakku untuk berbaring disebelahnya. Aku terdiam ragu.

“Kemarilah Kang Hyemi.. Kau tidak sedang berfikiran macam macam tentangku kan? Atau kau menginginkan aku berbuat macam macam?”

“Mwo??!!!” kuraih bantal untuk memukul wajahnya. Tetapi pergerakanku kalah cepat olehnya ia lebih dulu menarikku keatas badannya dan memelukku erat. Aku meronta diatas tubuhnya. tetapi cengkraman tangannya begitu kuat dan rontaanku hanya pergerakan yang sia sia.

“Tak bisakah sebentar saja kau menemaniku tidur? Aku merindukan pelukanmu Hyemi-a.. aku ingin tertidur didalam pelukanmu.”

Akhirnya aku berhenti meronta dan terdiam pada posisiku yang berada diatasnya. Sehun yang menyadariku berhenti langsung mengubah posisiku kesamping tubuhnya dan mengalungkan lengannya dipinggangku. Ia menarikku agar semakin erat dengan tubuhnya dan menenggelamkan wajahku di dadanya. Aku hanya diam pasrah mengikuti kemauannya. Kufikir ini tak ada salahnya selama ia tak melakukan hal yg macam macam padaku. Lagipula aku juga begitu nyaman dengan posisi ini. dekapannya begitu hangat.

“Aku akan bekerja mulai besok Hyemi-a..”

“Kau akan bekerja? Dimana?”

“Diperusahaan ayahku Hyemi-a.. Ayahku memiliki perusahaan kecil di sekitar Gangnam, aku sudah meminta izin padanya untuk mengurus perusahaan itu, ia mengizinkanku untuk permulaanku belajar bisnis. Lagipula lambat laun akupun harus meneruskan bisnis ayahku, apa salahnya sekarang aku mulai lebih awal?”

“Kau akan kelelahan kalau begitu.. jangan memaksakan tenagamu Oppa aku tidak mau kau sakit karena kurang istirahat.. cukup urus saja sekolahmu dulu Oppa..” aku sangat khawatir jika ia bekerja dan sekolah secara bersamaan.. ia tidak akan memiliki waktu istirahat jika ia mem push kan dirinya seperti itu..

“Aku harus Chagi.. Aku ingin membeli apartemen kecil untuk kita dan bayi kita tinggal, apartemen kecil yang cukup untuk keluarga kecil kita bagaimana? Kau tidak keberatan kan Chagi? Ah.. aku ingat aku juga harus mempersiapkan biaya persalinan dan biaya hidup untuk kita bertiga..”

Aku terkejut mendengar penjelesannya. Tak kusangka ia begitu memikirkannya hingga mengorbankan tubuhnya disaat seharusnya ia bersenang senang menikmati masa mudanya. Aku merasa beruntung ternyata Sehun benar benar bertanggung jawab atas semua ini.

“Kau… Kau tak akan apa apa kan? Aku sangat senang ternyata kau memikirkannya Oppa..”

Aku mulai terisak dan semakin menenggelamkan wajahku di dadanya.

“Oppa aku teringat dengan satu hal.. bagaimana dengan Orang tuaku dan Orang tuamu? Bagaimana cara kita menjelaskan kehamilanku? Dan.. apakah mereka akan menerima kehamilanku?”

TBC

Maaf buat typonyaaa>< *bow* gimana ceritanya? Makin ancurkah? Mian kalo ceritanya makin jelek soalnya aku masih belajar><. Cerita ini pure buatanku kalo ada kesamaan mungkin hanya kebetulan. Makasih buat yang mau ngasih jejak di chapter sebelumnya. Berkat kalianlah chapter ini bisa terbuat *deep bow* kritik dan sarannya sangat dibutuhkan ya. Buat chapter selanjutnya itu tergantung dari komentar para reader.. Gomawo^^

170 responses to “[Freelance] Young Parents (Chapter 3)

  1. jadi mau nonton jeni juno deh —
    helehh gapengertian banget sama jomblo :”
    jadi perhatian banget hun nya suka deh :3 wkwkwk
    yaampun udh sebegitu seriusnya tapi blm bilang orang tua ya kalian..
    lanjut yaa 🙂

  2. Tambah suka deh aku sama couple ini, dan juga sehun oppa nya di sini dewasa banget, jadi pengen bisa seperti hyemi punya pacar ganteng , dewasa, perhatian, romantis lagi, suka banget…….sama chapter ini sehun nya perhatian sama hyemi dan liter sehun nya emang apa yang baik ya sehun apa Good Job Author nice fanfiction hwaitting

  3. Kirain di chapter 2 udah nikah atau udah kasih tau orang tua msing” gitu. Eh tnyata blum. Makin penasaran ama chapter 2..
    Sehun so sweet bgt dah ah, pngen pnya pacal kya dia hehe
    Udah pengertian tanggung jawab pula :* 😉

  4. sweet banget, pemilihan kta2ya disini gk dibikin berat,jadi gk terlalu mikir,min aku reader baru nih pengen minta pw-nya dong. asli mim gk boon gabung aja baru beberapA MINggu yang lalu.

  5. Perubahan besar utk Sehun,,,skrg dy jd lbh prhatian dan sikapnya brtambh dewasa dan jgn lupa smkin brtnggng jwb,, Hyemi…kau sgt bruntung,, smga ortu kedua belah pihak stju dan gk mmprsulit mrka yg akan jdi ortu muda sbntr lg…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s