[Freelance] Compensation -Chapter 4-

jj1

Title                 : Compensation –Chapter 4-

Author             : Shin Haeng Jin -@ketrinm23

Main Cast        :

  1. Park Ji Yeon
  2. Oh Sehun
  3. Choi Min Ho
  4. Krystal Jung
  5. Choi Min Ji

Genre              : Marriage life, romance, angst

Rating              : PG-17

Length             : Chapter

Disclaimer       : All story is mine. I hate plagiat! This story was based on my imagination. So fiction is still fiction.

Hai-hai chingudeul

Pertama-tama tapi bukan paling utama ‘-‘ minta maaf karena di chapter 3 pendek sekali. Author senang karena ada reader yang masih mau ngikutin alur cerita yang aneh dan amburadur ini. sekali lagi author juga minta maaf kalau ff ini kurang greget. Maka dari itu author butuh banget komentar kalian terhadap ff ini.

FF Compensation Chapter 4 ini lebih panjang dibandingkan yg sebelum-sebelumnya, jadi mian kalau cukup membosankan dan bikin kalian semakin bingung, kekeke~

Bagi yang bertanya sebenarnya Ji Yeon bakal sama siapa, itu rahasia author xD. Jadi tetap ikutin alur cerita ff ini ya ^^, SARANGHAE!

—–Happy Reading and Dont Forget To Comment, Gomawo—–

COMPENSATION

-CHAPTER 4-

“Min Ho-ssi”

Min Ho dan Ji Yeon saling melepas pelukan mereka. Akhirnya mereka menyadari akan kehadiran 2 orang yang sebenarnya saat ini tak pantas untuk hadir.

Sehun sebenarnya sudah ingin menarik tangan Krystal untuk pergi. Tetapi karena gadis itu menegur kedua orang itu, ia pun menghentikan niatnya. Ia berusaha bertingkah biasa-biasa saja.

Annyeonghaseyo, lama tidak berjumpa”

Min Ho pun hanya tersenyum kecil yang nyaris tak terlihat, “Apa kalian saling mengenal?”

Ne

“Apa dia calonmu, setelah aku?”

Setelah aku? Apa maksud laki-laki ini, batin Sehun.

Krystal hanya terdiam dan Sehun pun secara perlahan menggenggam tangannya.

“Dia calon istriku. Aku pasti akan mengundang kalian nantinya”

Ji Yeon mengangkat kepalanya. Ia kaget mendengar perkataan Sehun.

“Me—menikah?” tanya Ji Yeon tidak percaya.

“Tentu saja aku juga perlu menikah. Apa kau tidak tahu bahwa kita diwajibkan menikah jika kebutuhan biologis sudah diujung tanduk? Seharusnya kau memberi tahunya, Min Ho-ssi. Jadi, kalian tidak perlu berpelukan di tempat umum seperti ini.”

Ji Yeon hanya menunduk malu. Sedangkan Min Ho sudah mulai kesal dengan ucapan yang dilontarkan oleh Sehun.

“Apa tempat kuburan itu sangat bagus untuk dijadikan tempat kencan?” tanya Sehun dengan sinisnya.

Perlahan Sehun mengalihkan pandangannya ke batu nisan yang ada di dekat Ji Yeon. “Choi Min Ji, apa itu anak kalian? Jadi benar yang ku dengar tentang suamimu yang mengacuhkanmu.“ Sehun tetap mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hati Ji Yeon tanpa rasa bersalah.

“Ji Yeon-ssi, dari dulu kau memang yeoja yang bodoh. Apa kau tidak sadar kalau kau itu tidak menarik, maka dari itu dia membuangmu? Harusnya kau sadar itu”

Min Ho ingin sekali menarik Ji Yeon pergi untuk menghindari sakit di hatinya yang lebih dalam lagi. Tapi sayangnya Ji Yeon lebih memilih untuk melepaskan genggamannya.

Ji Yeon tersenyum kecil lalu mengangkat kepalanya. “Sehun-ssi, apa kau tidak tahu bahwa yeoja disebelahmu lah yang membuatku terbuang?”

Krystal yang merasa tersindir langsung mengarahkan pandangannya lurus ke Ji Yeon.

“Ayo kita pulang” ujar Min Ho sambil menarik tangan Ji Yeon.

Wae? Apa kau takut bertemu dengan mantan kekasihmu?” tanya Ji Yeon dengan melirik sinis ke arah Min Ho

“Apa maksudmu?” tanya Sehun

“Calon istrimu itu telah membunuh anakku” ujar Ji Yeon dengan santainya, “Dan kau adalah seorang detektif yang menikahi seorang pembunuh”

“Aku tidak membunuh anakmu!” bantah Krystal

“Sudahlah Ji Yeon-a, itu hanya kecelakaan” Min Ho berusaha membujuk Ji Yeon untuk menghentikan pembicaraan ini.

“Apa? Kau bilang itu hanya kecelakaan? Bagaimana bisa kau berkata seperti itu pada anakmu yang menjadi korban!” Ji Yeon mulai menangis lagi. Ia sebenarnya sudah berusaha untuk menampung air matanya. Tapi pada akhirnya air matanya pun jatuh juga.

“Dan kau,” Ji Yeon melirik ke arah Sehun “Aku benar-benar membencimu”. Ji Yeon pun langsung pergi meninggalkan tempat itu. Min Ho yang menyadari kepergian Ji Yeon pun langsung menyusul, ia tahu gadis itu tidak membawa kendaraan. Lagi pula di daerah seperti ini tidak ada taksi yang lewat.

Aku benar-benar membencimu, tapi dengan cintaku, batin Ji Yeon.

Aku benar-benar membencimu, kata-kata itu mulai terngiang dipikiran Sehun. Sebenarnya ia tidak bermaksud untuk menyakiti Ji Yeon dengan perkataannya tadi. Tapi, ia hanya bingung bagaimana cara yang baik untuk melontarkan perasaannya.

“Sehun-ssi”

Sehun hanya bergumam mendengar Krystal menyebut namanya.

“Disitu nisan eommaku”

“Ayo pulang”

Krystal terkejut mendengar ajakan Sehun, “Bukannya tadi—“

“Kenapa kau bisa sesantai ini setelah kejadian tadi”

Speechless, Krystal benar-benar terdiam dengan pertanyaan spontan yang dilontarkan Sehun.

A—ani-“

“Aku ingin berpikir ulang mengenai pernikahan kita”

Wae? Bukannya tadi kau bilang—“

“Kita bicarakan lagi nanti, aku ingin pulang”

Sehun berjalan terlebih dahulu. Krystal memandang punggung laki-laki itu sebentar dengan tatapan bingung dan takut. Bingung apa yang akan terjadi nantinya dan takut bahwa laki-laki itu tidak akan menjadi miliknya. Bagaimana pun ia telah jatuh cinta pada laki-laki itu.

            “Gomawo atas tumpangannya”

“Ji Yeon-a soal tadi—“

“Bisakah kita bicarkan nanti saja, aku benar-benar butuh istirahat”

Min Ho pun tersenyum kecil, “Baiklah, sampai ketemu besok di kantor”

“Hati-hati”

Dari spion mobil, Min Ho terlihat melambaikan tangannya. Sebenarnya Min Ho merasa bersalah atas kejadian hari ini. Tapi ia berusaha bersikap biasa-biasa saja agar Ji Yeon tidak semakin merasa tertekan.

Ji Yeon pun masuk ke dalam apartemennya. Ia melempar tubuhnya ke atas tempat tidur dan menutup matanya.

Min Ji-a, apa yang harus eomma lakukan?

Sehun berjalan ke arah ruangan kecil yang berada di dekat ruang kerjanya. Ruangan itu memang hanya berukuraan tiga kali tiga. Tetapi ruangan itu berisi kenangan akan yeoja yang ia cintai dari dulu. Ji Yeon.

Sehun mengambil suatu kotak yang cukup besar. Ia membuka kotak tersebut dan mengambil sebuah topi baseball yang sudah mulai usang.

Flashback

Sehun-a”

            Sehun pun berbalik mencari sumber suara itu. Ia tidak menjawab panggilan gadis itu, apalagi di depan umum seperti ini.

            “Aku membeli ini, pakailah, kau pasti terlihat tampan”

            Sehun hanya bersikap dingin dan menarik topi yang diberikan gadis itu. Ia sebenarnya senang sekali karena gadis yang ia cintai memberikannya hadiah. Tapi rasa gengsi lah yang menutupi kesenangannya.

           “Sehun-a, jeongmal saranghae” yeoja itu mengatakan kata-kata itu lagi dan itu cukup membuat Sehun risih.

            “Buanglah perasaanmu jauh-jauh. Karena aku tidak mungkin bisa membalas perasaanmu. Dan untuk topinya” Sehun berjalan ke arah tempat sampah, “Aku tidak suka, tapi karena ini sudah jadi milikku, aku boleh membuangnya kan?” lanjut Sehun sambil membuang topi pemberian gadis itu.

           Gadis itu hanya terdiam melihat pemberiannya terbuang. Ia pun langsung berlari meninggalkan tempat itu. Sebenarnya ini bukan hanya kejadian satu atau dua kali saja. Tetapi selalu berkali-kali.

            Ketika gadis itu pergi, Sehun berjalan kembali ke tempat dimana ia membuang topi yang diberikan gadis itu. Ia mengambil topi tersebut dan memakainya. Ia pun membalikkan badannya ke arah jendela untuk berkaca.

            “Gomawo Ji Yeon-a, ini sangat bagus, jeongmal saranghae”

Sehun pun tidak menyadari bahwa ia telah meneteskan air matanya sedari tadi. Ia menyesali atas apapun yang telah terjadi. Ia menyalahkan dirinya karena telah membuat Ji Yeon terluka dengan pria lain, padahal sudah semakin terluka karenanya. Ia semakin menyesal karena kenapa baru sekarang ia mempunyai keberanian menyatakan perasaannya. Ia benar-benar kesal karena memiliki keberanian pada waktu yang salah. Waktu dimana Ji Yeon pernah bersama orang lain.

            Sedari tadi Ji Yeon hanya memejamkan matanya. Ia benar-benar tidak bisa tertidur dengan suasana hati yang seperti ini. Ia berdiri dan berjalan ke arah jendela. Melihat suasana malam seperti ini mengingatkannya saat Sehun mengajaknya pergi ke luar rumah. Ia selalu menganggap itu adalah kencan pertamanya, meskipun tidak ada hubungan apapun di antara mereka.

Flashback

            “Sehun-a”

            Sehun yang berada di bawah jendela berteriak kecil, “Cepatlah, kau bilang kau bosan di rumah”

            Ji Yeon tersenyum senang. Ia senang karena ternyata selama ini Sehun selalu mendengarkan apa yang ia bicarakan, padahal Sehun selalu meresponnya dengan dingin ataupun ketus.

            “Tapi bagaimana aku keluar?”

            “Ya! Apa kau yeoja bodoh ha? Lompat saja, aku tidak mau menangkapmu”

            Ji Yeon pun langsung mengangkat kakinya dan melompat ke luar jendela.

            Brukkk.

            Ternyata Sehun menangkapnya dan sekarang posisi Ji Yeon tepat diatas tubuh Sehun. Wajah mereka berdua pun memerah.

            Menyadari situasi seperti itu, Sehun mendorong tubuh Ji Yeon untuk berdiri. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali dan mengeluh.

            “Yak! Kalau kau mau lompat jangan ke arahku! Kau itu berat! Bagaimana kalau kau tadi langsung menc—-“ Sehun pun langsung berhenti bicara. Ia malu mengucapkan kata “menciumku” pada Ji Yeon.

            Ji Yeon hanya menunduk malu, “Mian Sehun-a, pada saat di Jepang aku pasti akan merubah penampilanku. Aku pasti tidak akan seberat sekarang”

            Sehun pun terkejut, “Jepang?”

            “Ne, aku akan kuliah di Jepang, apa kau mengkhawatirkanku?”

            Sehun pun tertawa sinis, “Yak! Memangnya kau siapa sehingga aku harus khawatir padamu?”

            Ji Yeon hanya tersenyum kecil dan berkata “Ne, kau benar, aku kan hanya pesuruhmu. Ayo, kita pergi sekarang sebelum terlalu larut”

 

 

            “Min Ho-a, appa sudah mengirimkan orang tuanya Ji Yeon ke Amerika” kata Appanya Min Ho “Appa ingin ayahnya cepat sembuh”

Min Ho pun yang sedari tadi lagi makan sedikit terkejut dengan ucapan appanya, “Apa appa sudah bilang ke Ji Yeon?”

“Belum, appa takut ia akan menolaknya dan berpikir bahwa ini adalah kompensasi lagi. Sebaiknya di rahasiakan saja. Mereka juga akan kembali 3 bulan lagi”

“Tapi ap­—

“Sudah lakukan saja apa yang appa katakan. Apa kau tidak sadar bahwa appa melakukan ini demi siapa?”

Ne appa, jeongmal mianhae

Appa sudah mengatakan bahwa Ji Yeon adalah gadis yang baik. Tapi kau malah melantarkannya dan lebih memilih yeoja itu” kata appanya, “Dan sekarang kau menyesal kan?”

Min Ho hanya terdiam dan berusaha mencari topik untuk mengalihkan pembicaraan yang membuatnya merasa semakin merasa bersalah pada Ji Yeon dan Min Ji.

“Bagaimana kabar eomma

“Dia baik-baik saja di Canada. Dia sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa lagi”

“Syukurlah”

“Ya, kita harus patut bersyukur. Tapi diluar sana juga pasti ada yang menderita karena kita secara tidak langsung”

Min Ho bingung dengan perkataan appanya, yang menurutnya cukup ngelantur.

“Maksud appa?”

“Selesaikan makananmu, lalu istirahatlah, appa sudah selesai”

            “Eomma, apa disana juga sudah malam?” Kata Krysal pada foto eommanya.

“Tadi aku mengajak calon suamiku ke rumahmu, tapi tiba-tiba ia memintaku untuk pulang”

jeongmal mianhae eomma, mungkin dia ingin pulang karena setelah pertengkaran kecil tadi. Aku tidak menyangka bahwa Ji Yeon menyalahkanku karena kematian anaknya.”

“Apa itu salahku eomma?”

“Orang lain menyalahkan ku karena suatu hal yang bukan aku pelakunya. Tapi bagaimana bisa orang yang membuat eomma dan appa seperti sekarang ini hanya bersikap biasa-biasa saja, bersikap seperti aku lah penjahat dari semua cerita ini”

Tiba-tiba ada tetesan air mata yang jatuh ke atas bingkai foto eommanya.

“Lihatlah eomma, apa aku hanya bisa menangis ketika suasana hatiku seperti ini?”

“Kenapa aku tidak diberkati sebagai gadis yang bisa pura-pura menangis agar orang lain bisa mengkasihani aku?”

“Aku benar-benar sangat mencintai Sehun, eomma. Aku tidak tahu bahwa cinta itu sangat menyesakkan, karena aku berpikir bahwa sebelumnya aku pernah merasakan cinta. Tapi ternyata, itu hanya perasaan yang bersifat formalitas. Perasaan yang hanya merupakan balasan karena ada orang yang mencintai kita”

Flashback

Seorang namja berjalan ke arah Krystal dengan se-bucket bunga yang disembunyikan di punggungnya.

            “Krystal-ssi”

            Krystal sebenarnya sudah tahu bahwa namja itu akan menyatakan perasaan kepadanya. Teman-temannya memberi tahunya bahwa namja itu selalu memperhatikannya. Tapi, ia berusaha bersikap seakan-akan tidak tahu apa-apa.

            “Ne? Ada apa?”

            Acting yang buruk Krystal!, batin Krystal mengeluh pada dirinya sendiri. Ia ingin sekali menunjukkan kepada namja ini bahwa ia bukan gadis gampangan. Tapi sepertinya itu tidak berhasil.

            “Aku ingin kau menjadi pacarku”

            Entah mengapa, Krystal merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Aneh, itulah yang ia rasakan. Ia sudah mengetahui hal ini tapi mengapa harus terkejut?

            Namja itu melangkahkan kakinya dan memeluk erat tubuh Krystal yang masih mematung.

            “Apa kau mau menerimaku?” tanya namja itu

            “N—ne, Min Ho-ssi”

            Min Ho melepaskan pelukannya dan berkata, “Panggillah aku Min Ho oppa, karena mulai sekarang kau adalah yeojachinguku”

Eomma, kenapa tidak ada namja yang ingin melindungiku seperti appa

I found a person, a person that i shouldn’t love

One day, we saw each other for the first time

Suddenly, i’m out of breath and my painful memories

Have all disappeared

(Tears Stole The Heart – Ailee)

 

 

            “Tadi aku sempat melihat Sehun yang menatap ku dengan aneh”

“Maksud seonsaengnim

“Aku rasa dia melihat sesuatu, apa dia memperhatikan handphoneku? Aku tidak bisa mengartikan tatapannya” kata Jung Yong Hwa sambil berjalan ke arah luar jendela.

“Aku takut anakku akan sakit hati lagi karena pria. Aku akan melakukan apapun demi anakku, karena aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain dia”

Ne, seonsaengnim. Tapi apa rencana anda selanjutnya”

“Kita lihat saja nanti”

            “Ini sudah dua minggu, apa ada orang tua korban yang kesini?” tanya Sehun kepada receptionist Choi Law Firm. Sebenarnya ini bukan waktu yang tepat baginya untuk membahas kasus yang membelit ini. Tapi ia berpikir jika kasus ini cepat selesai, maka ia tidak akan menemui Ji Yeon lagi.

Profesional Oh Sehun, batin Sehun pada dirinya sendiri.

“Tidak ada seonsaengnim

“Tidak ada sama sekali?”

Ne, seonsaengnim

Bagaimana bisa orang tua yang melapor kesini tidak menanyai perkembangan kasus ini? Apa mereka semua tidak khawatir pada anaknya?, Sehun bertanya-tanya sendiri dalam pikirannya. Ia sungguh bingung dengan kasus yang ditanganinya ini.

            “Ji Yeon-a”

Wae?”

“Berdirilah”

Ji Yeon pun menuruti perintah Min Ho yang menyuruhnya untuk berdiri.

“Ada apa?”

Tiba-tiba Min Ho mengeluarkan sebucket bunga bougenville berwarna putih. Tentu saja Ji Yeon terkejut dan senang, bagaimanapun bunga itu adalah bunga kesukaannya.

“Darimana kau tahu—“

Min Ho langsung memeluk Ji Yeon dengan eratnya dan berkata, “Bukankah sudah ku katakan bahwa aku ingin memulai segalanya dari awal? Tapi, kenapa kau tetap bersikap acuh padaku?”

Min Ho-a, aku bahagia sungguh. Tapi entah, perlakuanmu ini seperti membuat hatiku merasa kosong. Apa aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padamu lagi?, batin Ji Yeon.

Tiba-tiba pintu ruangan tersebut pun terbuka.

 

­–

            “Apa Choi Min Ho dan Park Ji Yeon ada di ruangan?”

Ne seonsaengnim, silahkan masuk”

Ketika Sehun hendak membuka pintu, ia mendengar Min Ho berbicara kepada Ji Yeon.

“Bukankah sudah ku katakan bahwa aku ingin memulai segalanya dari awal? Tapi, kenapa kau tetap bersikap acuh padaku?”

Deg. Beberapa detik telah dilalui dan Sehun tidak mendengar jawaban Ji Yeon. Apa yeoja itu mengangguk. Karena kesal, Sehun pun langsung membuka pintu ruangan tersebut.

Min Ho dan Ji Yeon serentak kaget akan kedatangan Sehun. Mereka pun langsung menghindar satu sama lain.

Mian, apa aku mengganggu?” Sehun bertingkah seolah-olah ia kaget dan tidak tahu apa-apa.

“Tidak, masuklah” jawab Min Ho.

“Apa ini yang kalian lakukan di kantor? Aku bersyukur calon istriku tipe orang yang tidak suka pamer kemesraan”

“Apa itu tujuanmu kemari?” tanya Ji Yeon dengan ketus dan langsung duduk di kursi kerjanya.

“Tentu saja tidak, melihat kalian tadi malah membuat hasratku naik turun. Apa aku harus menelpon calon istriku untuk kemari?”

Ji Yeon merasa malu mendengar Sehun yang mengatakan hasratku naik turun. Dari dulu sampai sekarang, namja ini paling pintar mengejek orang secara tidak langsung.

“Ajaklah kalau dia mau” jawab Min Ho dengan santai

“Min Ho—“

“Siapa tahu kita bisa double date

Sehun tersenyum sinis ke arah Min Ho, “Baiklah, tapi kita selesaikan kasus ini terlebih dahulu. Karena aku ingin cepat-cepat mengakhiri kerja sama kita”

Mengakhiri kerja sama kita, Ji Yeon sedikit tersinggung dengan kata-kata itu. Ia kesal dengan gaya bicara Sehun yang selalu memojokkannya.

Atau hanya aku yang merasa seperti itu?, batinnya.

Selagi Sehun menghubungi Krystal untuk double date nanti malam, Min Ho pergi ke ruang appanya. Seusai Sehun menghubungi Krystal, ia langsung masuk ke dalam ruangan dan kaget jika di ruangan itu hanya ada dia dan Ji Yeon. Mereka berdua sama-sama merasakan suasana yang penuh kecanggungan itu. Pada akhirnya, seperti dulu Ji Yeon lah yang mulai membuka pembicaraan.

“Apa kau ingin minum” tanyanya ragu-ragu sambil melihat ke arah Sehun yang sedang membaca beberapa lembar kertas.

“Tidak usah”

“Baiklah” Ji Yeon sebenarnya ingin berhenti berbicara. Tapi rasa ingin tahunya mengenai pernikahan Sehun dan Krystal, ia pun mulai bertanya lagi.

“Kau kenal Krystal darimana?”

Sehun melirik kesal ke arah Ji Yeon yang mulai bertanya lagi, “Apa hubunganmu dengan dia?”

“Dia pernah berpacaran dengan mantan suamiku” jawabnya “dan ia orang yang beruntung karena telah diselamatkan suamiku, dibandingkan anakku”

“Aku dan Min Ho dijodohkan oleh kedua orang tua kami. Padahal orang tua kami bukanlah teman lama atau pun sejenisnya. Min Ho selalu mengacuhkanku dan tetap berpacaran dengan Krystal meskipun sudah menikah denganku. Hingga akhirnya aku hamil dan anakku sudah mulai menjadi gadis kecil yang manis”

“Min Ho selalu ketus kepada anakku. Tapi anakku selalu sayang padanya. Sampai suatu saat Min Ho mengajak Krystal untuk menjemput anakku dari sekolah. Tiba-tiba ada mobil yang menabrak mobilnya dari arah yang berlawanan. Pada saat itu saksi mengatakan bahwa mobil itu sudah mulai terbakar. Tapi sayangnya ketika Min Ho berhasil keluar, ia hanya menyelamatkan Krys—“

Sehun berjalan cepat ke arah Ji Yeon dan mengunci bibir yeoja itu dengan bibirnya. Mata Ji Yeon nyaris membulat. Ji Yeon benar-benar hanya bisa terdiam dan tidak bergerak sama sekali pada saat itu.

“Kau terlalu banyak omong” ujar Sehun dengan santainya seakan-akan tidak terjadi apa-apa, “Sampai ketemu nanti malam”

Sehun pun pergi meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan Ji Yeon yang masih terdiam kaku di tempat duduknya. Perlahan tangan Ji Yeon menyentuh bibirnya. Hatinya benar-benar terasa meletup-letup tanpa ada alasan yang jelas.

TENG-TENG-TENG-TENG

Author akan hiatus beberapa bulan, mengingat author akan Ujian Nasional. Doakan ya! ^^ Author berharap kalian gak akan melupakan cerita yang amburadur dan aneh ini.

DON’T BASH AND GIVE YOUR COMMENT

SARANGHAE CHINGUDEUL!

68 responses to “[Freelance] Compensation -Chapter 4-

  1. yg satu gengsi, yg satunya udh ninggalin trs minta balikan. kasian jiyeon:( aaaa pokoknya makin suka sama ff ini. keep writing, thor~~

  2. Aha~ aku tau sekarang,
    Ternyata appa nya krystal pura2 sakit tohh utk balas dendam, dasar licik..
    Next thor, keep writing yaa ff nya baguuuuusss bingitttt

  3. Ayahnya krystal dalang dari semua ini? Bukannya dia sakit? Atau cuma pura pura?:o

    daebak thor makin seruu

  4. aahhhh aku kasian sama jiyeon,,,
    tp di sini gak ada yang bisa di salah kan sama2 egois semua (kecuali jieyon sma minji ) 😀
    jooahh thor 🙂

  5. Aku masih bingung sm bapa2 yg ngomong minho , kristal, sehun,ji yeon
    Sebenernya dia siapa ?
    Sehun kaya punya kepribadian ganda

  6. Woah daebak!! Jeongmal daebak!! Ige mwoya? Mwohaneun goya oh sehun? Woah main cium jiyi.. aigo minji sbnrx bkl balik apa jiyi sm sehun sih? Appa krystal bnr2 penjahat cih.. trs minho mnysal di blkg.. kno ada ortu lbh mlh slmtkan org lain drpd drh dagingx?

  7. Ohh jdi gra2 krystal disakitin minho toh pantesan ajaa
    Jiyeon juga kalo appanya krystal lebay ihh
    Sebel

  8. aigoo knpa ayah nya krystal dendam bgt sama ayah nya minho. kan waktu itu juga bukan salah ayah nya minho masalah donor jantung itu. pihak rs lah aturannya yg salah knpa mereka malah ngasih jantung nya ke ibu nya minho.
    huaaa gitu toh cerita ttg minji nyampe kehilangan nyawa nya.
    apa kira2 yg bakal sehun lakuin ke jiyi? apakah sehun bakal mulai terang2an kalo dia suka sama jiyi??
    mana tadi sempet main cium2 segala pula. ckckck

  9. aigoo knpa ayah nya krystal dendam bgt sama ayah nya minho. kan waktu itu juga bukan salah ayah nya minho masalah donor jantung itu. pihak rs lah aturannya yg salah knpa mereka malah ngasih jantung nya ke ibu nya minho.
    huaaa gitu toh cerita ttg minji nyampe kehilangan nyawa nya.
    apa kira2 yg bakal sehun lakuin ke jiyi? apakah sehun bakal mulai terang2an kalo dia suka sama jiyi??
    mana tadi sempet main cium2 segala pula.

  10. Minho sma sehun kykx gk ada yg bisa di pilih,, sehun klu ngomong tu kayk silet , tajam bnget.. Oia aq penasaran sma kaki tngan appax kristal tuh spa ya?? Sumpah pas jiyeon cerita tentang msa lalunya bkin aq mewek,, ksian bnget jiyeon ;(;(

Leave a Reply to kristika park Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s