[Freelance] I Love You Noona (Chapter 17)

PicsArt_1376825616484

I Love You Noona Chapter  17

Cast :    Lee Seungki

Kim Woo Bin

Lee Dae Hee as Naomi Lee

Han Hyo Joo as Han Sena

Lee Jongsuk

Rating : M

Genre : Romance, drama

Author : Vinna Lee

NO BASING, NO PLAGIATOR, NO SILENT READER

Jongsuk melangkah ke dalam apartemennya, ia terlihat lelah dan sedikit kacau. Seungki yang sedang membuat kopi di dapur pun memandang heran pada adiknya “Jongsuk ah kenapa wajahmu seperti itu? Apa sesuatu yang buruk terjadi?“ tanyanya khawatir

“Aku tidak apa-apa hyung, tak perlu khawatir“ jawab Jongsuk.

Ia baru saja hendak masuk ke kamarnya, tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat sebuah map coklat di atas meja makan, dengan rasa penasaran ia berjalan menuju meja makan, mengambil map itu dan membaca apa yang tertulis disana, terlihat keterkejutan di wajahnya saat ia melihat isi dari map itu. Tapi ia tersentak saat Seungki secara kasar menarik map itu dan menutupnya.

Hyung apa kau membayar hutang Sena Noona?“ tanya Jongsuk, terlihat gurat kekecewaan di wajahnya

“Itu bukan urusanmu. Lebih baik kau istirahat saja di kamar“ Seungki mencoba menghindari pertanyaan Jongsuk

“Benar ini memang bukan urusanku. Tapi ini akan menjadi urusanku jika aku melihat hyungku bertindak gegabah“ Suara Jongsuk mulai meninggi

Seungki menatap tajam pada Jongsuk “Apa maksudmu aku bertindak gegabah?“

“Apa Kau masih menyukai Han Sena? Kenapa kau begitu serius membantunya? Atau apa dia yang memintamu membayar hutangnya?“

“Ini tidak seperti apa yang kau pikirkan. Sena bahkan tidak tahu kalau aku membayar hutangnya. Aku hanya ingin membantunya, karena ia meminjam uang ini untuk biaya perawatan mendiang ibunya“

Jongsuk menyeringai “Bahkan Sena juga tidak ingin kau membantunya. Hyung,apa kau tak sadar kenapa Sena tidak ingin kau membantunya?“ Jongsuk kemudian menatap Seungki tajam “Itu karena ia tidak mau Naomi salah paham. Ia tidak mau hatinya tergerak lagi olehmu, makanya dia tidak ingin hyung membantunya“

Mendengar ucapan adiknya, tiba-tiba saja Seungki teringat saat Sena memintanya untuk tidak ikut campur dalam masalahnya. Ia ingat saat itu Sena memohon padanya

“Karena kau akan membuatku salah paham. Kau akan membuat hatiku goyah lagi. jadi kumohon jangan lakukan apapun“

 

                Melihat Seungki yang tampak memikirkan sesuatu, Jongsuk pun melanjutkan “Aku tidak pernah melarangmu untuk membantu Sena, tapi seharusnya hyung juga menghargai perasaan Naomi, karena Sena adalah bagian dari masa lalumu. Dan seharusnya kau meminta pendapatnya dahulu sebelum membuat keputusan karena bagaimanapun juga Naomi adalah tunanganmu dan dia berhak untuk tahu“ Hening sebentar “Aku merasa kalauhyung masih memiliki perasaan pada Sena“

Seungki menaruh map yang sedari tadi dipegangnya ke atas meja. ia kemudian berjalan mendekati Jongsuk, tampak guratan emosi di wajahnya. Saat mereka sudah berhadapan ia berkata “Jangan pernah berpikir macam-macam. Niatku hanya untuk membantu Sena karena ia adalah partnerku dan sahabatku. Apa kau mengerti?“

Jongsuk memandang kesal pada Seungk i“Aku sama sekali tidak mengerti. Karena sikapmu ini sudah lebih dari sekedar rekan kerja. Hyung, apa kau masih tidak sadar juga kalau kau masih menyukai Sena?“ Jongsuk menatap lekat-lekat mata Seungki “Aku tidak sepenuhnya menyalahkan Naomi jika ia telah melakukan sesuatu yang akan menyakitimu. Karena itu semua terjadi akibat ulahmu sendiri“

Habis sudah kesabaran Seungki. Dengan kasar ia meraih kerah baju Jongsuk dan membuat pemuda itu tersentak “Jangan mengatakan hal-hal yang membuatku marah. Ucapanmu sudah keterlaluan“

Jongsuk memegang lengan Seungki di kerahnya dan menyentakannya kasar “Pikirklan kata-kataku baik-baik hyung. Aku mengatakan ini karena aku sayang padamu“ Jongsuk kemudian berjalan keluar apartemen dan membanting pintu dengan kasar. Ia benar-benar merasa kesal karena sikap Seungki yang tidak tegas, dan tidak bisa mengambil keputusan dengan bijak.

***

Naomi sedang berjalan santai menuju pintu apartemennya saat ia mendengar suara seseorang memanggilnya. Karena terkejut, secara reflek Naomi menjatuhkan kantung yang dibawanya sehingga semua obat-obatan di dalamnya berhamburan ke lantai. Naomi kemudian berjongkok dan dengan tergesa-gesa memasukan semua obat-obatan yang berserakan.Tapi gerakannya berhenti saat ia mendengar Woo Bin berkata sesuatu padanya

Noona obat apa ini?“ tanyanya seraya memperlihatkan sekotak obat yang dipegangnya.

Mata Nomi melebar karena terkejut. Dengan gerakan cepat Naomi langsung mengambil kotak obat itu dan memasukannya ke dalam kantung. Ia kemudian berdiri dan berkata “Bukan apa-apa. Ini…ini titipan teman kerjaku“ Naomi kemudian mendongkak menatap Woo Bin “Kalau begitu aku masuk duluan“ Naomi kemudian berjalan melewati Woo Bin yang masih berdiri mematung. Ia berusaha menjaga sikapnya tetap tenang, walau sebenarnya seluruh tubuhnya bergetar hebat.

***

Woo Bin baru saja keluar dari lift saat ia melihat Naomi yang sedang berjalan menuju Apartemennya. Rasa rindu langsung merayapi tubuhnya. Sudah satu minggu ini ia belum bertemu Naomi karena ia sibuk mengurus tugas-tugas kuliahnya.

Noona“  teriak Woo Bin

Woo Bin sangat heran saat melihat Naomi menjatuhkan kantung yang sedang dibawanya sesaat setelah ia memanggilnya. Kenapa Naomi sangat terkejut saat mendengar ia memanggilnya? Dengan langkah panjang Woo Bin berjalan mendekati Naomi dan mencoba untuk membantu Naomi memunguti obat-obatan yang berhamburan di lantai. Tapi Matanya melebar saat ia mengambil sebuah kotak obat yang terlempar agak jauh dari yang lainnya. Ia melihat tulisan di depan kotak obat itu, tulisan yang menjelaskan kalau itu adalah vitamin bagi wanita hamil. Woo Bin merasa heran dan terkejut, sensasi aneh yang sulit dijelaskan tiba-tiba menjalar di seluruh tubuhnya. Karena rasa penasarannya memuncak, Woo Bin pun menatap ke arah Naomi dan bertanya “Noona obat apa ini?“ tanyanya

Naomi mendongkak menatapnya, Woo Bin dapat melihat keterkejutan di mata gadis itu. Dengan terburu-buru Naomi langsung mengambil obat itu dari tangannya dan memasukannya ke dalam kantung “Bukan apa-apa. Ini…ini titipan teman kerjaku“ ujar Naomi

Woo Bin dapat mendengar suara Naomi yang bergetar saat ia mengucapkan kata-kata itu. Bergetar karena takut? Karena menyembunyikan sesuatu? karena terkejut? Sakit? Atau…Entahlah. Woo Bin masih menatap heran ke arah Naomi. Berbagai pertanyaan tiba-tiba memenuhi otaknya. Ia baru saja hendak membuka mulutnya saat Naomi berkata “Kalau begitu aku masuk duluan“

Woo Bin merasa aneh dengan sikap Naomi yang menurutnya tidak biasa. Ia masih terdiam di tempatnya saat Naomi berjalan melewatinya, dan masuk ke dalam apartemennya. Kenapa saat Naomi melihatnya ia sangat terkejut seperti melihat hantu? Apa ia telah melakukan kesalahan pada gadis itu? Woo Bin memegang dagunya dan mencoba berpikir keras.Tapi ia tersentak kaget saat Jongsuk memegang bahunya

Yaa…apa yang kaulakukan disini?“ tanya Jongsuk heran

Woo Bin menengok ke samping dan menghela napas lega “Jangan muncul mendadak seperti itu. kau membuatku terkejut“ gerutu Woo Bin

“Baiklah maaf“ ujar jongsuk

Woo Bin kemudian menatap sahabatnya dengan tatapn heran kemudian melihat jam tangannya “Sudah jam 10malam. Kenapa kau kemari?“ tanya Woo Bin curiga

Jongsuk tersenyum lebar dan melingkarkan lengannya di bahu Woo Bin kemudian berkata “Malam ini aku akan menemanimu agar kau tak kesepian“

Secara spontan Woo Bin langsung melepaskan diri dari sahabatnya “Yaa…aku masih Normal“ kemudian ia berjalan cepat menuju apartemennya sambil menggerutu “Aigoo….kenapa Tuhan mengirimkan makhluk seperti itu padaku“

Jongsuk tertawa puas melihat reaksi Woo Bin, kemudian ia berjalan mengejar sahabatnya itu.

***

Woo Bin meletakan dua cangkir teh yang masih panas di atas meja “Terima kasih“ ujar Jongsuk seraya mengambil salah satu cangkir itu dan menyesap teh yang disiapkan oleh sahabatnya itu.

Woo Bin mengangguk dan tersenyum pada Jongsuk, kemudian ia berjalan menuju lemari dapur untuk mengambil beberapa snack. Jongsuk melihat sebuah amplop putih diatas meja dengan logo Departemen Pertahanan di atasnya. Rasa penasarannya mendorongnya untuk mengambil amplop itu dan membaca isinya. Mulutnya menganga tak percaya saat membaca isi amplop itu.

“Kau sudah melihatnya?“ tanya Woo Bin yang baru saja datang dari dapur sambil membawa beberapa makanan ringan di tangannya.

Jongsuk menatap Woo Bin sambil memegang amplop itu “Apa maksudnya dengan ini?“ tanyanya

Woo Bin kemudian duduk dihadapan Jongsuk “Aku mendaftarkan diri untuk mengikuti wajib militer“ Woo Bin menarik napas panjang sebelum melanjutkan “Seperti yang kau lihat. Aku akan segera cek kesehatan, dan jika lolos aku akan mulai pelatihan dasar bulan depan“

“Tapi kenapa kau melakukannya? Bukankah kita sudah berjanji kalau kita akan mendaftar militer bersama-sama setelah lulus kuliah?“  tanya Jongsuk kesal

“Maaf. Aku memutuskan untuk masuk lebih awal?“

“Apa karena Naomi Noona? Apa karena dia lebih memilih Seungki hyungdaripada dirimu?“ Jongsuk memegang kepalanya yang hampir meledak karena kesal

Woo Bin menyeringai “Mungkin“ hening sebentar sebelum ia melanjutkan “Aku rasa aku tak akan sanggup jika melihat Naomi Noona bersama hyungmu. Apalagi mungkin mereka akan segera menikah. Aku sudah berusaha semampuku untuk melupakannya tapi aku tidak bisa“

“Jadi kau melarikan diri dengan masuk militer?“ Jongsuk tertawa mengejek “Seandainya kau tahu apa yang terjadi, mungkin kau akan membatalkan niatmu untuk masuk militer dalam waktu dekat“

Woo Bin menatap Jongsuk dengan tatapan terkejut sekaligus bingung “Apa maksudmu?“

Jongsuk menghela napas dan berkata “bukan apa-apa. Hanya saja setelah kupikir-pikir, kau lebih pantas untuk Naomi daripada Seungki hyung

Woo Bin yang duduk di hadapan Jongsuk pun menatap heran pada sahabatnya dan menyeringai “Apa aku tidak salah dengar? Bukankah selama ini kau tidak pernah mendukungku?“ tanya Woo Bin

“Tapi aku juga tidak pernah melarangmu. Aku hanya memberimu saran agar kau tidak terluka“

“Lalu apa yang membuatmu berubah pikiran?“ Woo Bin menyipitkan matanya dan bertanya dengan hati-hati “Apa kau bertengkar dengan hyung mu?“

Jongsuk menarik napas kesal “Benar, aku bertengkar dengannya. Aku kesal dengan sikapnya yang tidak bisa tegas, dan tidak bisa mengambil keputusan dengan bijak“

“Mungkinkah ini ada hubungannya dengan Naomi Noona?“ tanya Woo Bin curiga. tiba-tiba saja ia mengkhawatirkan Naomi. Ia takut Naomi akan terluka untuk kedua kalinya dan ia tak akan membiarkan hal itu terjadi.

“Bahkan mungkin hyungku yang akan jauh lebih terluka daripada Naomi?“ Jongsuk tersenyum ganjil.

“Aku tidak mengerti apa maksudmu?“ tanya Woo Bin. ia merasa Jongsuk menyembunyikan sesuatu darinya

Jongsuk bangkit dari duduknya dan menguap “Aku mengantuk. Aku akan tidur lebih dulu“ ucap Jongsuk seraya berjalan menuju kamar. Tapi beberapa detik kemudian ia berbalik dan menatap Woo Bin “Suatu hari nanti aku yakin kau akan mengerti apa yang aku maksud “ ia kemudian berbalik lagi dan masuk ke dalam kamar meninggalkan Woo Bin yang masih duduk diam di tempatnya.

TBC

7 responses to “[Freelance] I Love You Noona (Chapter 17)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s