[Freelance] Love In Danger (Chapter 1)

love danger

Title: Love In Danger (Chapter 1)

Author : Randika Jung (@RandikaOh)

Main Cast:

Kim Jong In (EXO K)

Shin Ah Jung (OC)

Xi Luhan (EXO M)

Other cast :

All Member EXO

Krystal Jung ( F(x) )

Length : Chapter

Genere : Romance, sad, angst, School life,kekerasan

Rating : 17+

Disclaimber :

Huah lumayan banyak juga yang coment J karena banyak yang komen jadi aku semakin cepet buat nglanjutinnya.maaf engga bisa bales komennya satu-satu kemaren.. tapi aku ucapin terimakasih banget, beberapa ada yang bisa nebak alur cerita saya J.. Semoga kalian suka dengan ini.. don’t be seders and plagiator guys.. paling tidak hargai karya saya.. ingat semuanya cuman fiction .. Enjoy with my imagination guys

 

Teaser

 

Happy Reading!!

___oOo___

Pria ini baru saja memasuki oekarangan rumanhnya yang cukup luas, mukanya terdapat bebrapa luka lebam, namun luka itu sama sekali tidak membuat laki-laki berparas tampan ini jelek justru membuatnya semakin terlihat..err.. menggoda dan terlihat manly. Ie menghembuskan nafasnya berat, ketika melihat mobil audi hitam milik ayahnya. Ia yakain ayahnya tengah bermesraan dengan perempuan yang berbeda dari tempo hari. Rumah ini layaknya neraka bagi pria ini, rumah tanpa kehangatan sedikitpun, di langkahkan kaki jenjangnya untuk memasuki rumah. Iaa sedikit tercengan dengan apa yang dirinya lihat, ayhnya sama sekali tidak mmebawa wanita di rumah pada malam ini, ada yang sedikit berbeda menurutnya, bahkan ayahnya tersenyum manis menyambut dirinya yang baru saja datang. Namun tak berlangsung lama senyuman itu hilang.

“Kenapa muka mu? Apa kau berkelahi lagi?”

Diam. Pria ini hanya diam ketika ayahnya mengajukan pertanyaan seputar mukanya yang lebam, justru dia malah mengacuhkannya dan degan angkuhnya melewati pria paruh baya yang ada di hadapannya tanpa memberi jawaban.

“Kim Jong In! Berhenti! Apa seperti ini caramu memperlakukan ayahmu?! Sopanlah sedikit!”

“Siapa yang kau sebut  ayah?! Kau kah? Cih, bahkan kau tidak pernah becus mengurusi anakmu, dan aku juga tidak pernah melihat seorang ayah yang tega mengusir kedua anak perempuannya. Ah aku lupa ada satu hal lagi aku tidak pernah memiliki seorang ayah yang dengan teganya mengusir orang yang telah melahirkanku”

“Kau..”

Plakk…

Tamparan keras mendarat di pipi Jong In, menambah lukanya. Ia membenci ayahnya, ayah yang tega mengsur kedua noonanya dan ibu kandungnya. Senyuman sinis menghiasi wajah tampannya, ini pertama kali ayahnya menampar dirinya.

Ayah Jong In, Kim Jong Kook benar-benar mengeri kenapa putranya bisa bersikap acuh seperti ini padanya, ia akui dirinya memang berengsek. Selama ini ia selalu menahan amarahnya pada Jong In karena ini salahnya. Namun tadi semuanyameluap begitu saja, di saat dirinya ingin memperbaik hubungan anak dan ayah tapi putranya memperlakukannya seolah dia adalah musuhnya.

“Kau menamparku? Apa ini pantas di sebut ayah?! Kau mau menamparku lagi hm? Atau kau mau melemparku keluar dari rumah ini seperti Jung Mi Noona, dan Jang Ri Noona?! Ah salah apa kau mau membunuhku?!”

“Kim Jong In! Siapa yang mengajarkanmu berkata seperti itu?!! apa pendidikan moralmu begitu rendah sehingga berbicara dengan ayahpun kau tidak memakai sopan  santun! Kurasa seharusnya kau ku kirim ke amerika saja memperbaiki sikapmu disana!”

“Kau mengusirku? Baiklah dengan senang hati! Tapi maaf, aku sama sekali tidak berminat untuk pergi ke Amerika, memper baiki sikap kau bilang?! Jika aku harus memperbaiki sikapku lalu kau bagaimana Tuna Kim Jong Kook!?”

“Kim Jong In beraninya kau..”

Plakk…

Satu tamparan mendarat kembali dipipi Jong In, membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah segar, oh lihatlah laki-laki ini tidak gencarnya berdebat dengan ayahnya. Dirinya memang benar, jika ia harus mengubah sikap lalu bagaimana dengan ayahnya? Ayahnya yang suka bermain perempuan membawanya keluar masuk rumah, memberikan sebuah iming-iming berlian, dan dengan mudah mereka mau saja di tiduri oleh ayahnya, dan itu membuat Jong In muak.

“Buah itu jatuh tidak jauh dari pohonnya. Jangan pernah salahkan aku jika sikapku smaa sepertimu AYAH!”

Senyuman sinis itu kembali menghiasi bibirnya, ia melanglkah keluar rumah mengambil mobil sport hitamnya, ia butuh tempat untuk tenang saat ini.

Pria paruh baya ini memijat pelipisnya pelan, kepalanya begitu sakit, dan hatinya seperti terkoyak mendnegar ucapan terakhir dari putranya, dan penekanan pada kata AYAH. Bagaimana bisa putra manisya yang dulu selalu menghormatinya dan menyayanginya sekarang membangkang dan membentak dirinya? Seingatnya Jong In masih kecil dan suka bergelayut manja di pangkuannya meminta di dongengkan saat sebelum tidur, tapi sekarang putra manisnya itu berubah menjadi putra yang begitu menyudutkan dirinya.

“Ya tuhan, anak itu semakin susah di atur, sepertinya aku membutuhkan pengganti JiHyoo agar anak itu bisa di kendalikan”

___oOo___

“Kau bertengkar lagi dengan ayahmu?”

“Seperti yang kau lihat”

Pria bekulit putih pucat ini mendesah mendengar penuturan sahabatnya. Apa sebegitu berantakannya kehidupan kelurganya, bahkan sirinya sellau terombang ambing setiapp malam. Ke rumah-rumah sahabatnya untuk menginap hanya karena alasan yang sama, bertengkar dengan ayahnya.

“Sampai kapan kau akan terus begini Kai? Apa dengan terus bertengkar masalah kalian bisa selesai”

“Kami tidak ada masalah, dia yang sellau menyulut api ketika aku datang kerumah. Carikan aku rumah”

“Apa rumahmu itu kurang besar sehingga meminta ku menyarikan rumah?”

“Tinggal carikan saja Oh Sehun kau tidak perlu berkomentar, dan aku di usir dari rumah”

Tungu di usir? Ini mengada-ada bahkan ayahnya sama seklai tidak mengelurakan sepatah kata yang menegaskan pria ini di usir dari rumah yang seperti istana itu. namun menurut laki-laki ini saat ayahnya mengatakan akan mengasingkan dirinya itu sudha memperjelas baha dirinya diusir.

“Aku harap masalhmu segera selesai”

___oOo___

“Apa yang ingin kau lakukan!?”

“Bersenang-senang dneganmu tentu saja, ibumu sedang pergi berkerja malam ini. Tenanglah ayah akan menjagamu sayang”

Pria ini, pria biadab menodai anak tirinya sendiri ketika istrinya pergi.

“Akh.. jang..hmpp..”

“Bibirmu menggoda, ayo kita lakukan lagi”

Pria ini melanjutkan permainannya pada putrinya, ya walaupun itu putri tirinya. Dirinya begitu bernafsu melihat tubuh indah perempuan ini, tak ada sedikitpun kesempatan yag ia berikan untuk perempuan ini lolos. Justru dirinya membabi buta ketika erangan-erangan kecil tercipta di bibir putrinya. Hentakan tubuh mereka yang begitu menggairahkan di telinganya memebuat di terus melkukan hal yang sangat kotor ini pada putri tirinya.

Perempuan ini menangis, menatapi  dirinya yang begitu lemas, rambutnya benar-benar berantakan. Ia memperhatikan seorang laki-laki yang tak lain adalah ayah tirinya tengah duduk di bibir ranjang kamarnya memegangi rokok yang baru saja dihisap. Kejadian beberapa tahun yang lalu terulang lagi membuatnya semakin membenci ayah tirinya. Seorang ayah yang hanya mengerti tentang nanfsu, dan bersenag-senag tanpa melihat korbannya.

“Jangan pernah sentuh aku! Aku membencimu! Kau… Kau ayah yang biadab”

Senyuman meremehkan terlukis di bibir pria ini seolah mengatakan. ‘kau bisa apa bahkan tubuhmu saja begitu lemah? Untuk apa melawan dan melarangku menyentuhmu?’

 

___oOo___

Jong In dan ke lima sahabatnya sedang duduk di kap mobil Sport Jong In. Mereka selalu memandangi beberapa gadis yang berlalu lalang di hadapannya tak jarang mereka menggodanya. Mereka terkenal dengan karismanya yang mempesona, sisawa paling tampan dari asrama putih kubu barat, dan berlawananan dengan siswa asrama hitam berkubu selatan.

“Hey Kau lihat dia?”

Pria jangkung ini menyikut perut Jong In, dirinya menunjuk seorang perempuan yang lewat begitu saja di hadapan mereka tanpa melirik, tersenyum atau lebih tepatnya tanpa ekspresi.

“Ya, kenapa aku melihatnya”

“Berani bertaruh? Jika kau bisa menidurinya dalam waktu seminggu akan ku berikan kau sebuah mobil yang ibuku baru saja belikan untuk ku, dan uang 500 won? Bagaimana”

“Oke deal, aku akan mendapatkannya”

“Tapi jika kau kalah maka kau harus memberikanku mobil ini, dan uang di tabunganku dengan jumlah yang sama”

Oh damn!Jong In di perangkap oleh sahabatny sendiri setelah ia mengucapkan kata deal. Hey ini mobil kesayangannya, jadi ia sama sekali tidak akan rela bila harue memberikan nya hanya karena taruhan ini. Sebuah perasaan tak yakin datang begitu saja pada hati laki-laki ini, melihat wajahnya yang dingin saja sudah begitu menyulitkan apa lagi membuatnya menyerahkan tubuhnya, itu sesuatu yang sangat mustahil. Tapi menarik kata-katanya barusan sama saja menjilat ludahnya sendiri dan dia tidak mau menjilat ludahnya sendiri.

“Oh Yeah, kalian dengarkan itu. Baekhyun-ah aku sudah mencium bau kemenanganku”

Pria jangking bernama Park Chanyeol itu seolah mengolok-ngolok Jong In karena ekspresi mukanya yang terlihat berbeda setiap kali mereka mengajak bertaruh, dan sekarang Jong In benar-benar dijebak olehnya.

“Oppa”

Gadis berambut kecoklatan ini datang dan menggamit tangan Jong in dengan begitu mesranya. Dia Krystal Jung, gadis ke 50 yang ia kencani. Dia pintar, cantik, dan seperti selera Jong in memiliki selera fashion yang bagus, tidak seperti gadis yang hampir seperti mayat hidup tadi lewat di depannya tanpa sebuah ekspresi bahkan pakiannya sampai berlapis-lapis. Tapi sayangnya dirinya begitu arogan

“Untuk apa kau menemuiku lagi? Bukankah kemarin sepulang sekolah aku sudah megatakan kita berakhir.”

“Tidak! Aku tidak mau! Kau milikku”

“Sejak kapan? Jangan bermimpi terlalu jauh Krystal Jung”

Dengan kasarnya Jong In menghempaskan tangan Krystal, ia mulai berjalan dan memandang teman-temanya mengisyaratkan untuk segera pergi karena ada gadis pengganggu.

“Oh aku sama sekali tidak mau ikut campur urusan ini”

Keluh seorang teman Jong In yang memiliki mata bulat.

___oOo___

“Beritaukan pada mereka kita bertemu di gudang belakang sekolah seperti biasa, dan jangan lupa anak asrama putih itu hanya boleh membawa anggota pokoknya saja”

“Baik, semuanya sudah teratur seperti biasanya”

“Bagus”

Laki-laki ini menyeringai puas, kegiatan akhir minggunya berkelahi seperti hari-hari sebelumnya. Membuat lebam pada muka merkea, mematahkan tulang merkea sendiri dan yang lebih penting merke menyakiti diri sendiri.

Dirinya begitu benci denga anak laki-laki beerkulit tan di asrama putih itu. atau lebih tepatnya ia membenci Kim Jong In, menurutnya dialah perebut segalanya yang ia miliki.

___oOo___

Belum lama gadis ini pulang dari sekolahnya, namun sudah ada sebuah keributan dari rumahnya. Ia melihat ibunya yang meronta-ronta pada seorang laki-laki bertubuh kekar. Dapat ia simpulkan pasti itu orang suruhan Tuan Go untuk menagih hutang ayahnya. Perempuan ini benar-benar ketakutan saat ini jika hal yang buruk terjadi pada ibunya, namun saat ia berusaha mendekat tangan seorang laki-laki menyeretnya menuju mobil yang terparkir di halaman rumahnya, ini tangan orang suruhan Tuan Go,

“Cih apa istimewanya dirimu bahkan tubuhmu saja tidak terlihat dengan memakai jaket ini. Aku bingung kenapa ayahmu menyerahkan dirimu untuk melunasi hutang-hutangnya. Jangan heran jika kau akan kelelahan”

Laki-laki ini begitu menyindir gadis yang tengah menundukan kepalanya, rambutnya terurai panjang tidak menampakkan wajahnya, dia benar-benar ketakutan, dan ayahnya meyerahkan dirinya untuk di jadikan pelacur memuaskan nafsu laki-laki seperti binatang itu.

“Ah Jung-ah.. Ah Jung-ah”

Wanita paruh baya ini memekik memanggil nama putrinya saat melihat putrinya begitu ketakutan.

“Tolong jangan bawa anak saya, tolong, saya akan segera melunasi hutangnya”

“Minggir kau! Tidak bisa! Kau tau hutang suamimu itu sangatlah besar dengan apa kau mau membayarnya? Bahkan dengan rumahmu yang kecil ini saja pasti tidak cukup. Lagi pula suamimu sendiri yang menyerahkan anakmu”

Kalimat terakhir itu membuat perempuan setengah baya ini tercengan, setega itukah suaminya menyerahkan anak peremuan mereka untuk melunasi hutang-hutangnya yang sangat besar. Menjadi pelampiasan nafsu laki-laki yang bernafsu seperti binatang. Bahkan sekarang dirinya hanya dapat menatap anaknya dengan menangis.

___oOo___

“Dia barang baru apa kau mencobanya?”

Pria tua yang sering di panggil bos ini menawarkan seorang perempuan cantik yang duduk di paling sudut bar, ia menawarkan pada laki-laki tampan yang tinggi dia bahkan tidak terlihat seperti om-om dia masih muda bisa di simpulkan dia masih mahasiswa.

“Tidak buruk, aku akan mencobanya. Tapi ingat jika dia tidak memuaskan akan ku lukai dia”

“Terserah kau saja, asalakan ada uangnya. Di kamar biasakan?”

“Tentu, akan ku tunggu dia”

____oOo____

Pria ini terus memajukan tubuhnya menyudutkan perempuan di bhadapannya, menurut laki-laki ini perempuan ini begitu menarik, tubuhnya tidak terlalu berlebihan, seperti wanita-wanita lain yang pernah ia tiduri. Baru saja dirinya memajukan mukanya dan tangannya yang nakal akan menarik resleting dress yang perempuan ini gunakan, namun sebuah dorongan keras menghantam pria ini membuat tubuhnya terhuyung kebelakang.

Laki-laki ini memandang perempuan itu marah di raihnya sebuah botol minuman keras yang sudah habis ia tenggak.

Prang..

“Akh.. sakit”

Perempuan ini baru saja di pukul dengan botol minuman keras membuat sebuah luka di kepalanya, darah bercucuran dari kepalanya, ini menyakitkan namun akan lebih baik seperti ini dan nanti dirinya akan mati dari pada menjadi pelampiasan nafsu pria-pria itu.

“Jangan membangkan! Kau sudah ku bayar, seharusnya kau memuaskanku. Cepat buka bajumu!”

“Tidak! Aku tidak mau! Lebih baik kau membunuhku dari pada aku melayani nafsu binatangmu!”

Suaranya begitu bergetar, perempuan ini ketakutan. Bayangan buruknya tentang beberapa tahun yang lalu kembali muncul di pikirannya membuat dia harus berteriak histeris menutup kupingnya. Dia tidak mau mengulangi semua itu, menjadi pelampiasan nafsu pria yang tidak mengenal kata puas.

“Seharusnya aku melaporkanmu pada bosmu sedari tadi”

___oOo___

“Akh…Ma..Akhh..”

Perempuan ini terus saja menjerit kesakitan ketika laki-laki tua berbadan gendut yang ada di hadapanya memukuli tubuhnya dengan rotan, bahkan luka itu sudah menjalar ke seluruh tubuhnya, darah masih berceceran dari kepalanya, sudah begitu banyak darah yang ia keluarkan. Cengkraman kuat dari kedua pengawal pria itu membuat seluruh tubuh perempuan ini lebih ngilu, tak jarang badanany di banting begitu saja, bahkan kakinya di injak dengan kuatnya oleh laki-laki itu.

Ini semua karena ayah tirinya, karena hutang ayahnya menjadikan dirinya seperti ini, seperti tak berbentuk perempuan, warna ungu kebiruan tergambar di tubuh indahnya. Seharusnya yang menjadi seperti ini adalah ayahnya bukan dirinya, harus disiksa dan di jadikan pelampiasan nafsu laki-laki bernafsu binatang.

“Bawa dia masuk kedalam, dia masih berharga untuk ku bunuh. Cepat perban lukamu dan bersihkan tubuhmu. Setelah itu kau harus menghasilkan uang yang banyak untukku, kau sudah membuatku kehilangan 100.000 won ku!”

Pria ini mencengkram kuat pipi perempuan ini membuat perempuan yang ia cengkram merintih kesakitan.

“Hasilkan uang untuk ku atau kau akan ku buat lebih menyedihkan dari ini. Bawa dia pergi”

___oOo___

“Hey Tuan Go. Apa gadis itu milikmu?”

“Tentu, kau mau ambillah. Kali ini harganya lebih tinggi dia barang baru”

“Tidak masalah, seperti biasa. Bisakan?”

“Baiklah akan ku antarkan dia”

Seseorang yang di panggil Tuan Go itu begitu menyukai ini. Perempuan itu walaupun masih memiliki luka lebam yang banyak masih mampu menarik pelanggan untuknya.

____oOo____

Pria ini memandangai gadis di hadapanya dnegan perasaan sedikit ngeri, namun bagaimanapun dia harus melupakan rasa ngeri itu untuk satu misinya. Dia mendekatkan dirinya pada perempuan yang terduduk di tepi ranjang, perempuan itu begitu ketakutan saat tangan pria ini membelai wajahnya lembut. Terdapat luka lebam yang menyeluruh di badannya.

“Siapa namamu hm?”

Ucapan itu begitu sedictivepria itu berbisik dan menghembuskan nafasnya lembut di leher perempuan ini. Aroma yang membuat hatinya hangat, membuatnya menolak dengan apa yang akan dia lakukan. Perempuan ini hampir saja mendorong tubuh laki-laki ini dan menatapnya garang namun terhenti seketika ketika pria itu memekik frustasi.

“Akh.. aku tidak bisa”

“Kenapa? Aku jarang melihat laki-laki sepertimu, kenapa nafsumu bisa kau tahan? Ku kira kau akan memukulku seperti laki-laki yang lain saat ku tolak”

“Aku tidak sekejam itu, sebenarnya apa yang membuatmu seperti ini?”

Laki-laki ini menatap perempuan di hadapannya iba, keadaanya begitu buruk, lebam menyeluruh di tubuhnya, perempuan ini bilang lebam ini karena bosya memukuli tubuhnya sampai berwarna ungu kebiruan seperti sekarang. Dan itu membuat pria ini begitu sakit,  entah kenapa tapi melihat tatapan perempuan ini begitu sayu dan menenagkan hatinya. Mendorongnya untuk lebih dekat dengan perempuan ini.

“Ayahku, dia terbelit hutang, dan dia menjadikan ku untuk melunasi hutangnya. Aku.. aku harus berkerja seperti ini setiap hari”

Pria itu menghembuskan nafasnya berat, kenapa ia merasa tidak rela jika perempuan ini harus melayani nafsu orang lain padahal ini pertama kalinya mereka berbicara walau tidap bertatap mata langsung.

“Hah, baiklah akan ku bantu kau melunasi hutang ayahmu”

“Tidak perlu, aku tidak ingin merepotkan orang lain, lagi pula ini hutang ayahku. Oh ya siapa kau?”

“Aku? Apa kau tak pernah melihat ku di sekolah? Aku teman satu sekolahmu. Kim Jong In”

Nama itu membuat gadis ii tercengan, Kim Jong In seseorang yang sudah begitu terkenal di sekolahnya ya walaupun dirinya belum pernah melihat Kim Jong In langsung, itu terlalu tidak penting baginya mencari-cari tentang Kim Jong In, hanya yang dia denga Kim Jong In itu mempesona dan dialah sang Cassanova. Tubuhnya menggigil ketika ia sadar siapa yang ada di hadapannya, bagaimana jika ini akan di sebar luaskan.

“Tidak perlu takut, aku akan membatu mu keluar dari sini. aku tulus, aku tidak ada maksud lain”

Jong In tersenyum hangat pada Ah Jung, ini pertama kalinya melihat seorang laki-laki tersenyum begitu tulus padanya, dan ini merupakan kemajuan besa untuk Jong In. Dirinya mampu tersenyum manis dan begitu tulus pada orang lain selain ibunya. Entah mengapa hatinya merasa begitu hangat saat berada di samping perempuan ini.

___oOo___

Kedua ini sedang berlari-lari  seperti di kejar setan. Segerombilan laki-laki dengan tubuh kekar mengejar mereka. Perempua ini sudah tidak bisa bertahan lagi, kakinya terlalu sakit untuk berlari lagi. Tanpa persetujuan apapun laki-laki ini menggendong tubuh perempuan itu dan emngajaknya bersembunyi.

“Huh, sepertinya aku harus meminta bantuan seseorang”

Jong In mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang.

“Oh Chanyeol-ah bantu aku palli, kerahkan beberapa anak buahmu untuk membantuku aku di kejar-kejar oleh orang-orang tuan Go”

“MWO?! Bagaimana bisa? Kau dimana Kai aku akan segera kesana”

 

“Aku ada di gang dekat bar biasa kita berkumpul palliwa”

‘Tunggu sebentar lagi, beruntung aku juga ,mau ke bar itu. aku matikan telfonnya”

 

Laki-laki bertubuh besar itu tepat berada di hadapan mereka menyudutkannya, dirinya tidak akan menang melawan 6 orang ini dan bahkan satu orang pengawal Tuan Go itu bertubuh dua kali dari dirinya. Bayangkan saja membawa kabur seorang perempuan yang di jadikan tawanan, di kejar-kejar dan sekarnag di kepung. Sedangkan dirinya harus melindungi perempuan ini.

“Tetap di belakang ku Ah Jung-Sshi”

“Berikan dia pada kami atau akan ku patahkan tulang-tulang mu”

“Tidak akan! Siapa kalian apa kalian ayah dan ibunya? Dia bukan hak kalian”

“Kau..”

Dua orang suruhan Tuan Go mendekatkan dirinya pada Jong In, mereka merasa kesal diremehkan begitu saja. Tanpa perduli rontaan yang terjadi dan teriakan minta tolong dari perempuan itu mereka masih memukuli Jong In dengan mmebabi buta, ini pertama kalinya Jong In merelakan hal seperti ini membiarkan tubuhnya kesakitan demi melindungi perempuan lain selain Noona dan ibunya.

“Hentikan… Akhh”

Perempua itu terpental cukup jauh  karena seseorang menorongnya begitu kuat, beruntung tubuhnya tidak sampai jatuh di lantai , tapi rasa sakit karena di pukuli masih menjalar begitu kuat di tubuhnya. Ada seseorang yang menangkapnya, ia begitu ketakutan jika itu salah satu laki-laki yang memukuli Jong In.

“Kau tidak apa-apa?”

Bukan ini sama sekali bukan suara yang tegas seperti orang suruhan Tuan Go ini, suara ini lebih terdengar lembut.

“Tolong”

“Ya tuhan, Kai!”

Laki-laki ini berlari, menuju kearah segerombolan orang yang tengah memukuli seseorang.

“Berhenti!”

Pria ini berteriak, namun sama sekali tidak ada yag mendengarnya, ini membuatnya harus menarik mereka menjauh dari Jong In. Pikiran pertama yang laki-lak ini muncul adalah betapa malangnya Jong In bahkan sudah banyak lebam di tubuhnya dan sekarang harus di pukuli membabi buta seperti ini oleh orang suruhan Tuan Go.

“Apa yang kau lakukan hah! Apa kau mau bernasib sama seperti dia?”

“Harusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan? Lepskan dia, dia temanku. Apa kau tidak mengenaliku?”

Orang suruhan Tuan Go itu hanya menatap laki-laki yang ada di hadapannya remeh, mereka hanya berfikir bahwa itu hanya laki-laki biasa.

“Kalian tau Park MinYeol?”

“Kami tau wae?”

“Aku anaknya, cepat pergi dan jangan tunjukan muka kalian. Memukuli sahabatku itu sudah sangat salah sebenarnya. Aku bisa saja membuat kalian melebihi ini”

Ya. Dia Chanyeol, dia datang selang beberapa menit Jong In menelfon, awalnya ia terkejut mendapati orang yang selalu ia juluki patung hidup ketakutan dan meminta tolong. Namun ia mengerti kenapa perempuan itu minta tolong, itu karena sahabatnya, Jong In sedang di pukuli.

Mereka menyeret Ah Jung dengan kasar berusaha meninggalkan kedua laki-laki itu, ia terus saja memberotak tidak mau di bawa kembali ke tempat menjijikkan itu. namun semuanya hanya sia-sia dia hanya perempuan yang tenaganya tidak seberapa.

“Berhenti! Lepaskan dia”

“Tapi..”

“Sekarang dia tawananku”

TBC

Nah loh kenapa TBC 😀 buat part 1nya segini dulu besok yang part 2 aku panjangin deh.. karena apa pikiran udah mepet banget ini. Semoga kalian suka yaJ semakin banyak yang komen semakin cepet aku nglanjutinnya. Tapi mungkin aku akan sedikit lama nglanjutinnya soalnya kenapa aku udah sibuk mau sekolah lagi 😀 anggap aja ini hadiah sebelum liburan ku berakhir dan akan jarang banget mnyentuh Ms.Word ku. makasih ya kemarin yang udah pada komen di teasernya.

303 responses to “[Freelance] Love In Danger (Chapter 1)

  1. Walaupun banyak typo tetapi ceritanya masih bisa dipahami kok,
    Ahjung kasian banget,
    Aku suka sama karakternya Kai ,dia itu sebennrnya baik bgt

  2. thor q d teasernya udah komen loh, tapi kok ilang ya komennya 😟
    di chap 1 ini ayahnya ah jung jahat banget sih. tapi q suka thor…
    walaupun banyak typo, semoga d chap selanjutnya makin sedikit ya typo nya, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s