[Freelance] Tell Me, Why? (Part 1)

poster

TELL ME, WHY?

Author                       : Kirana Suksma Illahi / @Kirana_Suksma

Title                            : Tell Me, Why?

Main Cast                 :  –  Oh Sehun

–         Jung Yoo Ra (OC)

Other cast                :  – Hyera (OC)

–         Lee Taemin (cameo)

Genre                                    : Romance, Hurt, Sad, School Life

Rating                        : PG-15, Teen

Length                       :  Two shoot

Disclaimer                : FF ini original buatan saya. Jika ada kesamaan cerita, itu adalah ketidaksengajaan. Sorry for typos.

A/N : FF ini pernah saya publish di wp pribadi saya, Disini.

-Yoo Ra pov-

“Pagi yang cerah..”

Hanya kata itulah yang cocok aku ucapkan saat ini. Matahari yang masih enggan untuk menampakan dirinya sehingga hanya menyiratkan sedikit cahaya, burung-burung ramai berkicauan seperti ingin membangunkan sang mentari, udarapagi yang dinginmenyambutku, wangi harum bunga-bunga yang baru mekar membuat kubetah disini. Ya, aku baru saja keluar rumah. Di depan rumahku memang ada taman kecil yang aku buat bersama mendiang Ibuku dulu.

Aku berjalan menyusuri jalan menuju halte, dengan pakaian yang aneh ini. Kemeja putih dan rok hitam yang pendeknya selutut. Dasinya memakai tali rafia, gespernya juga memakai tali rafia yang dikepang. Dipinggul sebelah kanan dan kiri ku sudah terpasang kantung plastic berwarna hitam dan putih. Kaus kaki yang berbedawarna. Dengan rambut yang dekepang sebanyak-banyaknya. Memalukan bukan?

Yah, apalagi? Aku memang sedang menjalani MOS disekolah baruku, School Of Perfoming Arts. Itu nama sekolahku. Dan ini hari ke-2 aku menjalani MOS disekolah itu. Memalukan memang, tapi mau bagaimana lagi? Aku minta antarkan appa-ku, pasti ia tidak mau. Karena appa sudah dimabukkan oleh istri barunya itu. Aku sebal sekali! Yeoja itu mengambil kebahagiaan anak dari ayahnya! Kalau aku minta diantarkan oleh oppa-ku, ahh pasti ia tidak akan mau juga.. lagipula mana mau dia dipermalukan didepan pacarnya karena penampilanku? Ya, dia memang menyempatkan waktunya setiap pagi untuk berangkat kuliah bersama. Mengenaskan memang menjadi diriku.

Tidak lama bus yang kutunggu untuk mengantarku kesekolah tiba. Aku segera masuk kedalam, mencari tempat duduk yang tepat untuk kududuki. Aku duduk dibangku nomer 3 dari depan. Biasanya aku duduk di bangku paling belakang hanya untuk mencari ketenangan, tapi kali ini bus yang kunaiki sudah penuh, jadi mau bagaimana lagi?

Aku duduk disamping namja. Rasa canggung menghinggapiku saat ini. Yaahh, aku memang tidak percaya diri jika berada didekat namja. Sekalipun aku tidak mengenalnya.

“hai, kau anak baru ya?”

DEG.

“eh?” jawabku gelagapan. Apa? Apa yang namja ini katakan? Apa dia berbicara denganku? Apa yang harus kukatan?

“aku bilang, apa kau anak baru? Kau sekolah di SOPA kan?” Tanya namja disampingku. Penasaran.

“eo, yaa.. begitulah.. apa kau sunbaeku?” akhirnya. Aku berhasil menjawab pertanyaanya. Aku akui, aku sangat gugup. Aku masih tidak berani menatap wajahnya. Sedari tadi aku hanya melihat kebawah.

“ohh.. yaa.. perkenalkan aku Sehun. Oh Sehun imnida..“ tanganya terulur kearahku. Meminta berjabat tangan denganku.

“eo, namaku Yoo Ra. Jung Yoo Ra imnida.. Senang berkenalan denganmu Sehun sunbae” jawabku sambil menjabat tanganya.

Tunggu dulu, inikah tangan seorang namja? Ya Tuhaann… tanganya lembut sekali, tidak sepertiku, tanganku sangat kasar karena aku sering mencuci. Ibu tiri itu sering menyuruhku mencuci pakaian akhir-akhir ini.

Aku menatap tanganku dan tanganya yang masih berjabatan, OMO! Tanganya putih sekali!!

Karena penasaran, aku memberanikan diriku untuk melihat wajahnya. Perlahan. Dannnn…

DEG..

Oh God! Apakah namja disampingku ini manusia? Kurasa bukan. Dia lebih terlihat seperti malaikat yang barusaja turun kebumi. Pemikiranku berlebihan memang. Tapi inilah kenyataanya.

Dia tampan.

Sangat tampan.

Dia manis.

Dia baik.

Berbagai pemikiran tentang namja yang baru beberapa detik ku kenal ini berkecamuk di otakku.

Tunggu dulu. Tautan? Tangan? OMO!

Aku segera melepas tautan tanganku yang sedari tadi masih bertautan.

BLUSH.

Nampaknya gelagat kegugupanku terbaca jelas olehnya. Dia tersenyum melihat pipiku yang memerah.

DEG.

OMO! Senyumnyaaaa… manis sekali..

Sepertinyaaa… sepertinyaa.. sepertinya aku falling in love at the first sight dengan namja ini. Dan dia adalah sunbaeku. Aaaaaaaaaaaaaaa!!! Aku senang sekali. Bukankah kami akan sering bertemu? Hahaha..

-Yoo Ra pov end-

************

-Author pov-

Sesampainya di sekolah tadi, Yoo Ra segera masuk kekelasnya diantar oleh kawan barunya. Oh tidak. Mungkin pujaan hatinya. Oh Sehun.

Semua orang melihat mereka berjalan bersama dengan pandangan bertanya-tanya.

‘Apa yeoja itu adiknya?’

‘apa mereka sepasang kekasih?’

Begitulah pemikiran orang-orang yang melihat mereka berjalan bersama.

Saat ini, Sehun dan Yoora sedang berada di kantin, menikmati hidangan yang telah disajikan. Saat bel istirahat tadi, tidak sengaja Sehun melihat Yoora sedang berjalan kearah kantin sendirian. Karena merasa tidak sopan jika kita mengenal orang tapi kita mengacuhkanya, sehun mengajak Yoora makan bersama di kantin. Dan pastinya dengan senang hati yoora menerima ajakan sehun.

Pandangan orang-orang disekitar mereka semakin yakin bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Karena dari tadi mereka tidak menampakan tanda-tanda sebagai kakak-adik.

******

KRIIIINGGGGG…..

Waktu bergulir begitu cepat, tidak terasa bel pulang ternyata sudah berbunyi. Yoora dan Hyera segera keluar dari kelas yang menyesatkan itu. Ya, hyera adalah teman barunya, bahkan mungkin akan menjadi sahabat jika hubungan mereka lebih dekat lagi. Dan mereka sepakat bahwa para OSIS di sekolah ini sangat menyusahkan. Pasalnya, dari tadi mereka berdua selalu dihukum hanya karena masalah yang sepele. Dan mereka memberikan nama kelas barunya adalah ‘kelas yang menyesatkan’. Aneh bukan?

Yoora sedang menunggu bus untuk pulang kerumahnya di halte bersama hyera. Rumah mereka memang satu arah. Saat yoora sedang asyik bercanda tawa dengan hyera, dia merasakan bangku yang mereka duduki sedikit bergoyang. Saat yoora melihat siapa yang menduduki bangku tersebut, yoora sedikit terlonjak. Jantungnya bergetar hebat, meronta-ronta ingin keluar dari tulang rusuknya. Senyumnya mengembang begitu saja. Tanpa sadar, tangan sebelah kirinya meremas pergelangan tangan milik hyera, sedangakan tangan kanannya meremas ujung rok hitamnya sendiri. Tanpa sepengetahuannya, hyera sedang menahan rasa sakit sekaligus berusaha melepaskan cengkeraman tangan yoora di pergelangn tanganya. Wajahnya meringis sekaligus bertanya-tanya ‘ada apa dengan teman baruku ini?’.

“Awwww!!” pekik hyera, tidak tahan lagi dengan cengkeraman yoora ditangannya.

Mendengar suara rintihan seperti kesakitan, Sehun langsung mencarinya kearah sumber suara.

“eo.. hyera-ah kau kenapa?” Tanya sehun kebingungan.

Mendengar cara memanggil sehun kepada hyera, sepertinya mereka sudah saling mengenal. Karena seakan tersadar apa yang telah dilakukannya, yoora buru-buru melepas cengkeraman tanganya.

“eo, maafkan aku hyera-ah..” yoora jadi serba salah. Dia gugup.

“hehe, tidak apa yoora-ya..” lebih baik hyera mengalah daripada mereka berdua akan bertengkar di depan namja itu. Karena image nya akan luntur begitu saja.

“hyera, kau sekolah di SOPA juga? Kenapa aku baru tahu?” Tanya sehun lebih kepada dirinya sendiri.

“haha, sehun oppa! Kau ketinggalan jaman..!” sahut hyera.

“hey! Mana aku tahu? Kau tidak memberi tahu kepadaku..” sehun  tidak mau kalah. Mereka tidak sadar bahwa ada orang yang sedang kebingungan melihat tingkah mereka berdua.

“Ya! Aku kan popular.. masa kau tidak tahu? Berarti kau tidak up to date dong..!!”

“enak saja.. aku ini namja paling ter up to date tahu!”

Yoora bingung akan keakraban mereka berdua. Karena saat tadi yoora membicarakan kepada hyera tentang sehun, hyera tidak menampakkan bahwa dirinya mengenal sehun. Hyera terlihat biasa-biasa saja. Bahkan dia tidak menoleh sedikitpun kearah yoora. -Yoora tidak tahu bahwa saat itu Hyera sedang memakai earphone-

 

Seperti biasa, di pikiran yoora kini ada banyak hal-hal yang negatif tentang sehun dan hyera. ‘apa mereka berpacaran?’ pikirnya.

“eo.. itu bus nya sudah datang..” teriak sehun.

Mereka segera memasuki bus itu, bangku yang kosong hanya tersisa tiga orang, saat itu –sangat— kebetulan hyera duduk di bangku agak depan, dia duduk dengan nenek tua. Sedangkan sehun dan yoora, mereka berdua duduk bersebelahan di bangku belakang. Lagi.

Yoora sangat gugup. Hanya sekedar bertanya basa-basi dengan sehun saja ia tidak bisa. Seakan ada lem yang mengunci bibir yoora hanya untuk sekedar bicara saja. Entah kenapa sedari tadi sehun hanya melihat kearah depan, seperti mencari-cari seseorang di depan sana.

“eheem.. hhmm.. s-s-sehun s-sunbae.. hhmm, a-aku  . . .” ucap yoora gugup.

Belum selesai yoora berbicara, namun sehun sudah berdiri dari tempat duduk nya. Mata yoora pun mengikuti setiap gerakan sehun. ‘Sepertinya sehun sedang terburu-buru’ pikir yoora.

“ehh- mian yoora-ssi, aku duluan..” ucap sehun sambil menyunggingkan senyum.

“baiklaahh..”

 

DEG.

Ahh.. kenapa.. disaat seperti ini jantung yoora selalu berdebar hebat.

Yoora masih setia melihat sehun yang  sedang turun, ketika yoora melihat kearah luar dari kaca, ia melihat hyera di bawah sana sedang melambaikan tangannya pada yoora. Yoora tersenyum bingung. ‘kenapa hyera juga turun?’

Ketika sehun sudah menuruni bus, ia segera merangkul pundak hyera mesra. Namun sayang, saat itu yoora tidak melihatnya. Ia sedang sibuk mengangkat telepon dari eomma nya.

******

Tidak terasa, sebulan sudah yoora bersekolah di SOPA.  Yoora, Hyera dan juga sehun, mereka menjalin hubungan persahabatan hingga saat ini. Dan tentu saja ini sangat menguntungkan bagi yoora. Karena ia bias semakin dekat dengan namja yang di sukainya –tidak— mungkin yang dicintainya.

Kali ini, mereka bertiga sedang berada di perpustakaan. Seperti biasa, jika yoora dan hyera mendapat tugas dari Kang seosangnim, mereka selalu mengerjakannya secara diam-diam di perpustakaan, sekaligus meminta bantuan sehun. Mereka memang pintar memanfaatkan orang pintar. Haha. Itulah mereka.

“sehun oppa, apa kau tahu soal yang ini? Aku tidak mengerti..” rajuk yoora manja kepada sehun.

“yang mana? Oohh.. ini caranya adalah . . . . . . .”

Sebenarnya yoora sudah tahu jawaban dari soal itu, ia hanya ingin melihat wajah sehun dari dekat saja. Karena yoora pikir itu menyenangkan.

Oh, tidak! Ternyata hyera mengetahui bahwa sedari tadi yoora memperhatikan sehun.

Yoora tenang-tenang saja. Karena yoora pikir hyera telah mengetahui bahwa ia menyukai sehun.

*di kelas*

“Jung Yoora! Tolong kerjakan didepan soal nomer 3!” suruh Kang seosangnim.

“Ne, sam” jawab yoora enteng.

Sedangkan hyera sedang gelisah karena ia pikir yoora tidak mengetahui jawabannya. Karena mereka belum menanyakan soal nmer 3 kepada sehun.

Hyera menunduk, tidak berani melihat –jika saja— yoora dihukum oleh guru killer itu karena tidak bias mengerjakan soalnya.

Hyera mengangkat kepalanya ketika mendengar suara tepuk tangan, dan mendapati yoora sudah duduk disebelahnya dengan aman. Hyera bingung.

KRIIINGGG…!!!

Bel istirahat berbunyi, yoora dan hyera bergegas ke kantin bersama.

“sehun oppa mana?” Tanya yoora.

“hey! Bukankah tadi dia berbicara bahwa dia ada keperluan sehingga tidak bisa istirahat bersama kita?” tegas hyera.

“ohh.. iya aku lupa.. hehe..” yoora tersenyum polos.

“hey.. kau tahu? Tadi aku pikir kau tidak bisa mengerjakan soal itu..” hyera akhirnya menanyakan hal yang sedari tadi berkecamuk dipikiranya.

“apa? Eyyhh.. tentu saja aku bisa mengerjakanya, aku kan pintar.. bahkan jika disuruh mengerjakan semua soal, aku bisa mengerjakanya..” yoora menyombongkan dirinya.

“eoh? Lalu kenapa tadi di perpustakaan kau menanyakan semua soal kepada sehun oppa?” Tanya hyera polos.

“eo.. i..itu.. a.. aku..” jawab hyera gugup.

“jadi kau—”  ucap hyera sambil menunjuk yoora dengan jari telunjuknya.

“kau menyukai sehun oppa ne?” lanjut hyera.

“ap-apa? T-t-tentu saja.. aku kan sudah pernah bilang padamu waktu itu.. kau lupa eoh?” jawab yoora agak gugup.

“hah?” hyera bingung. Pasalnya awalnya ia hanya ingin mempermainkan yoora, tapi ternyata yoora malah dengan lantang mengatakan bahwa ia menyukai sehun, kekasihnya.

“jadi kau benar-benar lupa? Haisshh.. kau sama saja seperti Lay.. baiklah akan kutegaskan lagi kepadamu. Aku. Jung Yoora. Mengaku bahwa aku menyukai, oh tidak. Bahkan aku mencintai… Oh Sehun.” Yoora mengatakan itu dengan suara yang lumayan keras.

Astagaa! Ia baru menyadari bahwa ia sedang berada dikantin. Yoora diam seribu bahasa. Ia tidak berani menatap orang-orang yang baru mengetahui rahasia terbesarnya.

Hyera terdiam menutup mulutnya dengan telapak tanganya. Pandangannya kosong.  Entah apa yang dirasakanya saat ini. Karena hyera kira yoora sudah tahu bahwa ia dan sehun berpacaran. Hatinya terasa tersayat dengan pisau yang baru di asah. Ia bingung harus berbuat apa.

To Be Continue..

17 responses to “[Freelance] Tell Me, Why? (Part 1)

  1. omegat!:o knpa jdi gitu yaa..
    ternyata sehun ama hyera pacaran.. -_- gimana ama yoora yaa klo dia tau?? -_-

  2. yaaah..kenapa jadi ribet gini y..harusnya hyera bilang dari awal kalo dia pacaran sama sehun…jadi yoora g miris gitu…daebaaak author…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s