[Freelance] Tell Me, Why? (Chapter 2-end)

poster

TELL ME, WHY?

Author                       : Kirana Suksma Illahi / @Kirana_Suksma

Title                            : Tell Me, Why? (Chapter 2-end)

Main Cast                 :  –  Oh Sehun

–         Jung Yoo Ra (OC)

Other cast                :  – Hyera (OC)

–         Lee Taemin (cameo)

Genre                                    : Romance, Hurt, Sad, Fluffy, School Life

Rating                        : PG-15, Teen

Length                       :  Two shoot

Disclaimer                : FF ini original buatan saya. Jika ada kesamaan cerita, itu adalah ketidaksengajaan. Sorry for typos.

A/N : FF ini pernah saya publish di wp pribadi saya, Disini.

 

-PREVIEW-

Hyera terdiam menutup mulutnya dengan telapak tanganya. Pandangannya kosong.  Entah apa yang dirasakanya saat ini. Karena hyera kira yoora sudah tahu bahwa ia dan sehun berpacaran. Hatinya terasa tersayat dengan pisau yang baru di asah. Ia bingung harus berbuat apa.

Tell Me, Why?

CHAPTER 2-end

 

 

Ia tidak mungkin memutuskan sehun secepat ini. Usia hubunganya baru seumur jagung. Tapi di sisi lain, ia tidak mungkin menghianati sahabatnya. Lagipula jika orang-orang mengetahui status hubungan hyera dengan sehun, mereka juga akan berpikiran bahwa hyera seorang penghianat. Hyera tidak tahu harus berbuat apa.

********

Hari ini yoora pulang hanya ditemani oleh sehun. Entah kenapa, akhir-akhir ini hyera sering sekali menghindar dari mereka berdua. Kira-kira sudah dua minggu terakhir ini hyera menghindar.

.

.

.

1 tahun berlalu…..

Hari ini adalah hari kelulusan Sehun. Seharusnya ini hari bahagia untuk sehun, namun kenyataan itu bukan fakta yang sebenarnya. Sehun termenung saat dirinya berfoto dengan yoora. Pasalnya, baru genap 11 bulan hubungannya dengan hyera, namun faktanya semalam hyera memutuskan sehun lewat pesan singkat tanpa keterangan yang jelas. Dan saat ini sehun tidak melihat tanda-tanda ada hyera di hari kelulusanya ini.

“Oppa.. hyera mana? Kenapa dari tadi tidak kelihatan..?” Tanya yoora polos.

“ahh.. mollayo..” sehun kehilangan semangatnya hari ini. Bahkan untuk menjawab pertanyaan dari yoora pun ia malas. Terlebih yoora menanyakan pertanyaan yang tidak penting –menurutnya—.

‘hufft, dia tidak tahu apa, semalam kami baru saja putus. Cihh..’ pikir sehun dalam hati. Wajah sehun menampakkan bahwa ia sedang tidak baik-baik saja. Mata sedikit sembab serta layu, rambut berantakan seperti belum disisir, seragamnya. . entahlah, sebenarnya yang sehun pakai bukan lagi seragam namanya, bisa dibilang compang-camping.

“Oppa, mengapa tidak menelponnya saja—Hyera—? Bukankah itu ide yang bagus? Eoh?” Yoora teru saja membicarakan tentang hyera di depan sehun. Dan tentu saja, sehun semakin panas dibuatnya. Otaknya berasa seperti ingin meledak. Bahkan mendengar nama itu –hyera— saja sudah membuatnya pusing.

Sehun terus mengamati gerak-gerik yoora. Saat yoora ingin memencet tombol hijau untuk menelpon hyera, sehun segera merebut ponsel yoora dan membantingnya.

“eo! Apa yang kau lakukan oppa?!”

Ponsel yoora tidak pecah, hanya saja berantakan dengan baterai yang sudah keluar dari tempatnya. Tentu saja sehun refleks melakukan itu. Karena ia tidak ingin mendengar suara orang yang telajh menghianatinya dengan alasan yang tidak jelas itu. Entah kenapa sehun menjadi marah karena hal itu. Ia marah pada hyera.

“Mian” ya, sesudah membanting ponsel yoora, hanya satu kata itu saja yang dilontarkan sehun dari mulutnya. Kepalanya tertunduk lesu.

“eo! Kau kenapa oppa? Haahh.. untung ponsel ku baik-baik saja..”

“mian.. itu.. refleks..” wajah sehun masih tertunduk. Perlahan air matanya keluar. Ia tidak ingin ada yang melihat air matanya itu. Dengan gelagapan sehun mengusap air matanya kasar.

“arraseo oppa.. kau kenapa? Ceritakan kepadaku..” mohon yoora sambil menepuk-nepuk punggung sehun.

“tidak..” ucap sehun lalu pergi begitu saja meninggalkan yoora.

Yoora paham, yoora mengerti sehun hanya butuh sendiri. Jadi ia tidak mengikuti sehun. Ia mencoba menyalakan ponsel nya. Berkali-kali. Namun tidak bisa. Layar ponselnya hanya menampakan  warna putih. Blank.

“haisshh.. sebenarnya dia kenapa sihh.. hufftt.. apa yang terjadi dengan ponselku?” gumam yoora.

“hei.. apa ponselmu rusak?” Tanya seseorang dari arah belakang yoora.

Apa? Siapa? Mana? Mana yang berbicara denganku tadi? Sepertinya suara namja.. apa sehun oppa? Tapi sepertinya bukan. Lalu siapa? Sepertinya aku tau suara ini.

“hei.. jika orang sedang bicara itu tatap wajahnya.. kau sungguh tidak sopan..”

Dengan perlahan yoora menengok kearah belakangnya. Ohh tidak! Apa ia salah lihat?

“eo.. k..k..kk..kau!” dengan segera yoora berdiri. Melihat heran kearah seorang namja yang sedang senyum-senyum sendiri itu. Jari telunjuknya menunjuk kearah tepat di wajah namja itu. Namja itu terus menampakan senyum meremehkan kearah sang yeoja yang saat ini berada didepannya.

“k..k..kenapa  kkau.. kau ada disini? Apa yang kau lakukan disini?”

“aaaaaaaaaaaa!!!!! Bogoshipoyo yoraa-ya!!!!” namja itu langsung memeluk erat tubuh yoora.

Awalnya Yoora bingung. Ia masih membeku dalam keadaan namja itu memeluknya. Perlahan tapi pasti ia mulai melingkarkan tanganya di bahu namja itu. Kedua sudut bibirnya terangkat. Ia tersenyum. Matanya terpejam menikmati kehangatan yang terpancar dari tubuh sang namja.

Setelah beberapa menit, namja itu melepaskan pelukanya. Ahh.. Rasanya seperti sudah berabad-abad mereka tidak dipertemukan.

“nado bogoshipoyo……….. Taemin-ah..”

Entah apa yang yoora rasakan saat ini. Antara senang, sedih, serta serta bingung. Semua menjadi satu di dalam otaknya. Pikirannya menerawang jauh kembali kesaat-saat mereka—Yoora dan Lee Taemin— bersama dulu.

Ya, dulu.

Disaat-saat mereka menjalani suka dan duka bersama-sama. Disaat yoora belum mengetahui apa itu artinya cinta. Hingga saat-saat itu tiba. Saat dimana Taemin pergi meninggalkan yoora dengan segala keganjalan dalam hidupnya. Dia merasa aneh saat meninggalkan yoora sendirian. Seperti tidak ingin terpisahkan.

Semenjak kepergian taemin, pikiran yoora selalu kalut. Yang ada dipikaranya saat itu hanya Taemin, Taemin dan Taemin. Entah apa rasanya saat itu. Ia hanya merasa kehilangan.

Hingga akhirnya sekarang. Taemin tau apa yang ia rasakan saat ia meninggalkan yoora. CINTA. Ya, Taemin akui ia mencintai yoora. Bahkan sangat mencintainya.

Hanya Taemin, tidak dengan yoora. Yoora masih belum tahu bahwa ia mempunyai perasaan kepada Taemin.

*************

Saat ini yoora dan taemin sibuk menghabiskan es krim yang mereka pesan tadi sambil mengobrol.

“taemin-ah.. untuk apa kau kesini?”

“tadi aku kerumah mu, tapi kata appa mu kau sedang ke sekolah.. eh, ngomong-ngomong siapa wanita yang dirangkul appa mu tadi?”

“ohh.. dia.. ibu tiriku.. “ jawab yoora sambil menundukan wajahnya.

Hening…

“Taemin-ah.. kau kemana saja? Bukankah saat itu kau bilang kau tidak akan pergi lama? Kenapa lama sekali?” yoora menanyakan sederet pertanyaan kepada Taemin.

“haha.. seharusnya kita sudah bertemu sejak setahun yang lalu.. tapi karena aku mengalami kecelakaan besar, jadi mau tidak mau aku harus kembali lagi ke Amerika untuk penyembuhan ku.”

“MWO!! Kau kecelakaan? Kenapa kau tidak bilang padaku?” raut wajah yoora menampakan kekagetan serta kecemasan.

“eeyyhhh… bagaimana aku akan menelponmu jika mataku saja tidak bisa terbuka? Tsk.. Kau ini..”  taemin berusaha menghibur yoora yang nampaknya agak cemas.

“ahahaa.. iya..ya.. hehe” yoora hanya cengengesan(?).

“ASTAGA!! Aku lupa..” ucap yoora sambil menepuk dahinya. Yoora langsung berlari tanpa memperdulikan taemin yang memanggil namanya.

“YOORA-YA!! YAAA!! KAU MAU KEMANA EOH?” teriak taemin.

************

‘Astaga yaa Tuhan.. Sehun oppa.. aku sampai melupakannya.. ‘ pikir yoora

Setelah ia mencari-cari keberadaan sehun yang entah ada dimana, akhirnya yoora melihat sehun yang sedang menelpon di bawah pohon maple yang rindang.

“ahaahaaa.. gomawoyo.. karena telah mengerti ku..”

“…”

“aku tutup telponya..”

“…”

“annyeong…”

Yoora bisa pastikan sehun sedang senang sekarang. Karena setelah menutup telpon tadi sehun tidak henti-hentinya menampakan senyumnya.

Raut wajahnya sudah berubah. Tidak kusut seperti tadi ia terakhir liat. Penampilanya juga sudah berubah, terlihat lebih rapih.

Sudut bibir yoora tertarik. Melihat sehun tersenyum seakan ada magnet sehingga membuat yoora ikut tersenyum melihatnya.

Yoora segera menghampiri sehun.

“kau seperti orang gila oppa.. hahaha..”

“eo.. haha.. eh? Apa kau bilang tadi? Enak saja… aku bukan orang gila.. tapi aku tidak waras..”

“gyahahahaha..”

“kau kenapa oppa? Sepertinya kau lagi senang? Ya kan?”

“eo.. kau tidak lihat? Kau bisa lihat sendiri..”

“baiklah.. kau sedang senang sekarang.. memangnya ada apa eoh?”

Sehun nampak berfikir, wajahnya terlihat sedang menahan sesuatu. Dan sedrtik kemudian . . .

“KYAAAAAAAAAAAAAA!!!! Kau benarr!! Aku sedang senang sekarang.. sangat-sangat senang…”

Sehun refleks memeluk yoora sambil melompat-lompat kecil. Tidak dipungkiri bahwa yoora sangat-sangat senang sekarang. Melebihi ‘sangat-sangat senang’ ala sehun. *ngerti nggak?*

****************

Seakan semua pemikiran tentang taemin hilang di dalam otaknya setelah sehun melepas pelukannya tadi. Tidak ada taemin lagi dipikarannya saat ini. Padahal di dalam hatinya, ruang yang biasa di isi oleh sehun sedikit memudar karena kembalinya taemin. Dan sedikit demi sedikit terisi nama Taemin disana. Lagi. Untuk kedua kalinya.

Saat ini, mereka –sehun dan yoora— sedang duduk di bangku taman sekolah. Mereka meminum Bubble Tea bersama. Sehun yang membelikannya tadi. Entah ada angin darimana. Tidak biasanya sehun mentraktirnya –walaupun hanya segelas bubble tea— . saat yoora bertanya kenapa, pasti sehun menjawabnya ‘karena aku sedang senang’. Alasan aneh.

Yoora mulai berpikir yang aneh-aneh. Ia tidak sabar dengan ini. Ahh.. ia tidak bisa menahannya lagi..

“oppa…” panggil yoora manja.

“yaa? Eo! Apa ponselmu tidak apa-apa? Mian..”

“hehe.. tidak apa-apa oppa.. eumm.. oppa.. ada yang ingin aku tanyakan padamu..”

“apa? Tanyakan saja..”

Yoora mengambil napas dalam-dalam.

“Maukah kau menjadi namjachinguku?”

Huffft.. akhirnya.. ada rasa lega tersendiri saat yoora berhasil mengucapkan itu dengan sekali tarikan napas.

“huh?”

“mau tidak?”

“emmm.. m..m..mian.. aku sudah punya kekasih..” sehun tampak menyesal.

DEG!

 

Dengan susah payah yoora menelan ludahnya.

Kata-kata itu yang paling ia benci saat ini. Yang hanya akan membuatnya sakit hati.

“eo.. s-s-s-siapa?” gugup. Itulah yang yoora rasakan saat ini.

“hyera.. dia yeojachinguku..”

JLEB!

Hatinya tersayat. Sakit.. sakit sekali.

“s..s..sejak kapan?”

“mm.. sebenernya kami sudah lama berpacaran, namun kami putus.. Lalu tadi kami baru berbalikan lagi..” sehun takut. Sehun takut yoora menjauhinya dan hyera.. ia tau mungkin hyera dicap sebagai ‘penghianat’ oleh yoora.

“huh?”

*flashback on*

-Sehun pov-

 

Aku masih setia berada di bawah pohon ini sejak aku meninggalkan yoora tadi. Pikiran ku kalut, semua tentang hyera, hyera dan hyera. Aku mencoba menghubungi hyera. Tapi selalu di re-ject.

 Sampai akhirnya…

 

Hyera menelponku.. HYERA MENELPONKU!!

 

“yeoboseyo?  Hyera-ah.. aku akan menjelaskan kepa-“

“tidak ada yang perlu dijelaskan oppa.. aku yang akan menjelaskan kepadamu..”

“hah?”

“ma’af oppa.. semalam aku memutuskanmu secara sepihak. . . aku hanya terbawa emosi…”

“hah?”

“apa? Kenapa hanya ‘hah’ saja yang kau ucapkan? Apa tidak ada kata lain apa?”

“hah?”

“sekali lagi bilang ‘hah’ telponya akan ku matikan oppa..”

“ha-  ohh maksudku… a-apa? Apa maksudmu?”

“aku tidak ingin kita berpisah…”

“eo! Benarkah? Baguslah jika kau sadar.. hhh.. maukah kau menjadi yeojachinguku lagi?”

“tentu saja..”

“ahaahaaa.. gomawoyo.. karena telah mengerti ku..”

“ne oppa..”

“aku tutup telponnya..”

“ne.. annyeong oppa..”

“annyeong..”

 

Huuhhh… bahagianya aku saat ini.. hyera kembali padaku…!!!!!!

Huahahaha.. tapi aku masih tidak mengerti kenapa semalam dia memutuskanku?

Ahh.. itu tidak penting saat ini.. yang terpenting sekarang adalah, AKU BAHAGIA!!!

 

-Sehun pov end-

 

*flashback off*

Yoora lelah. Ia lelah dengan semua ini. Jadi ini jawabannya. Jawaban atas pertanyaan ‘kenapa hyera menjauhiku’. Apa karena hyera sakit hati karena kemarin yoora mengatakan yang sebenarnya?

Pasti. Itu sudah pasti.

Yoora berusaha mati-matian menahan air matanya. Namun nihil. Semua yang ia tahan dari tadi hanya sia-sia. Buktinya yoora sekarang tengah terisak dalam diam. Menundukkan kepalanya dalam-dalam. Pundaknya bergetar. Dia tidak mau terlihat bahwa ia sedang menangisi seorang namja yang berada di depannya saat ini. Sedangkan sehun, terlihat bingung saat ini. Entah apa yang harus ia lakukan untuk menenangkan yeoja ini.

Yoora tidak mau terlihat menangisi namja brengsek yang-

Tidak. Penilaianya salah. Sehun bukanlah namja brengsek. Sehun tidak pantas disebut namja brengsek. Yoora menyadari bahwa sehun berhak memilih siapa saja yang akan menjadi kekasihnya. Yoora tidak boleh egois.

“ohh, begitu ya.. haha.. hey! Yeojachingumu memutuskanmu karena aku. Hehe.. mian..” yoora memaksakan senyumannya. Dia terus tersenyum getir. Namun tidak bisa. Bulir bening itu keluar lagi, membasahi pipi mulus milik yoora. Yoora menundukan kepalanya lagi.

“c-ch-chukkae..”  sambung yoora. Ia gugup untuk mengatakan itu. Satu kata yang dapat menyayat hatinya. Satu kata yang seharusnya mengisyaratkan kesenangan, tapi tidak untuk yoora.

Yoora langsung pergi dari tempat itu. Ia melangkahkan kakinya tak tentu arah. Sampai akhirnya. . .

Brukk.

 

Semua gelap.

****************

“hyera.. maafkan aku..”

Taemin, yang sejak tadi menunggu yoora di dalam ruangan serba putih ini sambil tertidur, perlahan mengangkat kepalanya. Karena telinganya barusan menangkap suara yang tak lain dan tak bukan adalah suara yoora. Yoora saat ini sedang terbaring lemas tak berdaya di dalam kamar rumah sakit tentunya.

Entahlah apa yang ada di pikiran taemin saat itu. Tiba-tiba perasaanya tidak enak, dia segera mencari yoora , dan benar saja, yoora sedang jatuh tak sadarkan diri di taman sekolah. Dan dengan segera taemin membawa yoora kesini. Ke rumah sakit.

“sehun-ah.. aku minta maaf..”

Taemin mengernyitkan alisnya. Bingung. Sehun? Siapa itu sehun? Lalu tadi, dia menyebut-nyebut nama hyera. Siapa lagi hyera?

Perlahan yoora membuka matanya. Melihat sekeliling. Nampak berbeda dari biasanya.

Dimana?

Dimana aku?

Yoora menatap ke samping kanan. Dan mendapati taemin yang sedang tersenyum.

“kau sudah siuman ternyata.. gwenchana? Apa kepalamu sakit? Kau tau? Aku sangat khawatir mendapatimu sedang tersungkur di rerumputan.. kukira kenapa? Ternya-“

“hiks.. hiks.. taemin-ah.. hiks..”

“kau kenapa? Kenapa menangis?” taemin tidak tega melihat yeoja yang dicintainya menangis seperti itu. Dengan cekatan taemin memeluk yoora erat-erat.

“kau kenapa, eum? Ceritakan kepadaku..” ucap taemin lembut tepat di telinga yoora.

“taemin-ah.. sehun..  hiks.. sehun menolakku.. hiks..”

“sehun? Siapa sehun?” taemin menahan gejolak yang ada pada dirinya. Hatinya melengos. Sakit.

‘ Apa katanya tadi? Sehun menolaknya? Sungguh keterlaluan namja yang bernama sehun itu. Sudah bagus-bagus ada yeoja yang mencintainya. Sampai-sampai yeoja ini yang menyatakan cintanya terlebih dahulu. Tapi apa? Namja itu malah menolaknya. Kurang ajar. Apa namja itu sudah gila? Jika aku menjadi namja itu, siapa tadi namanya? Se-sehun? Ya, jika aku menjadi sehun, aku pasti akan menerimanya dan menjaga perasaanya baik-baik.. tapi apa? Namja itu jahat sekali… berani-beraninya dia-‘   lamunan sehun terhenti.

“dia menolakku karena.. hiks.. karena dia memiliki kekasih.. hiks.. dan-“

“sudahlah.. tidak pantas menangisinya..”

“bukan begitu taemin-ah.. hiks.. “

“sudah-“

“TAEMIN-AH! Hiks.. tidak bisakah kau dengarkan aku dulu? Hiks..”

“mian..”

“dan.. dan.. dan kekasihnya itu adalah sahabatku.. hiks.. hiks.. hiks..” kini tangis yoora pecah lagi. Dan dengan susah payah taemin berusaha menenangkan yoora.

“sabar.. sabar yoora-ya.. itu adalah takdir..”

****************

Waktu begitu cepat berlalu. Tidak terasa, sudah tiga bulan setelah kejadian itu. Yoora sudah bisa melupakan sehun karena kehadiran taemin. Yoora tidak pernah bertemu dengan sehun dan hyera lagi. Dikarenakan sehun yang sudah lulus dan.. yahh, yoora tidak tahu apa yang terjadi. Kata orang-orang hyera pindah sekolah. Yoora tau ini salahnya. Dia menyadari itu. Hyera pergi setelah mengirimkan pesan singkat. Sangat singkat.

‘Maaf’

Hanya itu yang di katakan oleh hyera lewat pesan singkat dua bulan yang lalu.

“yaahh.. itulah takdir..”

Dan kalimat itu yang selalu taemin ucapkan setiap yoora bertanya ‘kenapa’. Tsk. Menyebalkan.

“Yoora-ya.. kita jadi jalan-jalan kan?” ucap taemin di sela-sela lamunanku.

“eo.. t-tentu saja.. hehe..” jawab yoora gugup.

Yoora tidak tahu kenapa setiap taemin berada dekat dengannya ia selalu gugup. Detak jantungnya yang mendadak berdetak lebih cepat.. dan.. entahlah itu.

‘Kurasa.. rrrr.. aku mulai jatuh cinta kepada taemin.’

Bukan. Bukan mulai. Yoora yakin, perasaan itu sudah lama ia rasakan. Namun ia baru menyadarinya. Ya, yoora baru menyadarinya sekarang. Kau terlambat yoora.

“geurae.. kajja!” ajak taemin.

Taemin memegang erat tangan yoora seakan yoora tidak boleh pergi barang sedetik saja. Egois. Yahh, biarlah taemin egois hanya untuk kali ini saja. Taemin berusaha mati-matian untuk mendapatkan yoora. Karena itu, jalan satu-satunya adalah, keegoisan.

Setelah berjalan mengitari taman, yoora dan taemin duduk di ayunan. Entah kenapa suasana canggung menyelimuti mereka.

Hening.

Tidak ada satupun dari mereka yang membuka mulut.

-Yoora pov-

Tuhan.. tolong aku.. untuk kali ini saja.. biarkan aku mendapat kebahagiaan.. kumohon..

Aku harus mengatakannya. Ya, harus.

Semoga kali ini berhasil. Amin.

“eheemm..”

Kudengar taemin berdehem pelan. Aku tau apa maksudnya itu. Baiklah, ini saatnya.. semoga taemin mau.

“emm, taemin-ah..” huuhh… aku gugup sekali, semoga kegugupanku tidak terbaca.

“eum?”

Ahh sial. Dia hanya meresponku dengan gumaman. Tsk.

“eumm..”

“eum apa yoora-ya?”

Hah. Sial. Dia meremehkanku.

Bakilah.. tarik napas.. buang.. huufftt..

“hh… taemin-ah, would you be my-“

“would you be my girlfriend?”

MWO? Apa yang dia bilang tadi? Apa aku salah dengar? Jadi dia memotong ucapanku untuk bicara itu?  Oh God.. apa yang harus aku lakukan..

“heyy! would you be my girlfriend?” ulangnya lagi

“hah.. are you kidding me?” aku berusaha mencairkan suasana.

“no. I’m serious..”

Oh My God! Dia menatapku seperti itu. Ahh.. kujamin pipiku memerah sekarang.

“but… tell me why?”

“because it’s destiny.”

Ukhh.. selalu saja..

“C’mon… I know you want to say this, right? Aku tidak ingin yeoja yang aku cintai menyatakan cintanya duluan kepadaku.. so-“

“of course” jawabku sambil tersenyum.

“ahh really? Thank you so much yoora-ya.. I love you..”

“Love you too..”

END

15 responses to “[Freelance] Tell Me, Why? (Chapter 2-end)

  1. waah…kasian yoora…hyera pindah gitu aja tanpaa pamit…tapi untungnya ada taemin…tapi ceritanya kurang panjang….kalo ada sequel pasti tambah seru…^^

  2. need sequel need sequel .
    walau enggk sama sehun ,seenggaknya yoora udh ada taemin .. coba aja taemin enggk ada psti kasian sehun dan hyera nya juga .. good job thor 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s