[Freelance] The Dark Rose Part III

the-dark-rose-part-iii

|| Author : Deerexo( http://www.deerexo17.wordpress.com ) ||

|| Title : The Dark Rose Part III ||

|| Length : Chaptered ||

|| Rated :WARNING! PG-17||

|| Main Cast : EXO’s Byun Baek Hyun and Kim Hye Ra OC ||

|| Minor Casts : EXO and SM Family ||

||Theme : School Life, Family problem, Hate-Love, Romance ||

|| Credit Poster : PhonixfromBusan at HSG||

|| Disclaimer : The characters are belong to God and themselves. I only have the storyline and don’t copy-paste or remake it. ||

|| Author’s note : Please leave your comment after you read this, dan satu lagi, part ini sedikit berbahaya.||

|| Previous :Prologue | Part 1 | Part II ||

|| Summary :

“Harusnya namamu ByunTae Baekhyun!”

“Jadi hanya karena itu kau menganggapku mesum?”

“SANGAT!!!!” ||

Happy Reading!

Bel berbunyi nyaring menandakan jam istirahat telah habis. Semua murid langsung memasuki kelasnya dengan terburu-buru karena tidak ingin ketinggalan pelajaran atau lebih tepatnya menghindari hukuman karena telat masuk. Begitu juga dengan Baekhyun, Min Seok—Xiumin—Lay dan Kyungsoo yang memasuki kelas 3-1.

Pintu kelas yang sedikit berderit dan terlihat rusak itu menarik perhatian Lay.

“Hey, kenapa pintu ini?”

Kyungsoo yang sedang membaca buku sambil berjalan langsung menghentikan aktifitasnya dan memandang pintu itu,”Aneh.Sebelum istirahat tadi pintu ini baik-baik saja.”

Tersangka kasus pintu itu hanya diam dan memasuki kelas dengan raut wajah yang bisa dikategorikan kesal dan bersalah sekaligus. Moodnya sedang hancur total untuk bercanda atau mengobrol. Baekhyun mengambil tempat duduk di deretan pojok belakang dan langsung menyandarkan dirinya pada kursi.Dia sangat tidak bersemangat untuk pelajaran hari ini.Hatinya menolak mengakui bahwa ini ada hubungannya dengan gadis bernama Kim Hyera.

“Selamat siang semua,” Kang seosangnim memasuki kelas dengan pakaian paling rapi yang pernah dilihat Baekhyun, oh mungkin saja karena Kang seosangnim merupakan Kepala Sekolah jadi dia harus menunjukkan yang terbaik.

“Kita mulai pel—“ ucapan Kang seosangnim terhenti begitu saja ketika alunan lagu Girls Generation yang berjudul Gee terdengar di penjuru kelas. Semua murid saling bertatapan mencari siapa pemilik nada dering itu.

Dan akhirnya dengan malu-malu Kang seosangnim mengeluarkan ponselnya.

Dibangkunya Lay sudah terbahak-bahak. Kang seosangnim memakai lagu seperti itu untuk nada dering? Yang benar saja! Kalau yang memakai nada dering itu seorang remaja atau setidaknya berumur 20tahun mungkin itu masih pantas tapi Kang seosangnim? 45 tahun?

“Yeoboseyo?Saya dengan Kang Gi Soo. Ya..”Kang seosangnim mengerutkan dahi,”Kim Hyera?Kelas 3-2?”

Mendengar nama itu membuat Baekhyun langsung menatap sepenuhnya pada kepala sekolahnya. Ini tentang Hyera, batinnya.Dia menajamkan telinga untuk memperoleh info selengkapnya.

“Oh, dia sakit?Baik.Baik. Ya akan saya sampaikan pada Humas sekolah.”

***

Demam di musim dingin benar-benar membuat siapa saja pusing dan malas melakukan sesuatu.Hyer salah satunya.Sudah berjam-jam ini Hyera meringkuk di atas tempat tidur ditemani dengan selimut super tebal yang menggelung tubuhnya.Dia demam.Suhunya mencapai 39 derajat dan karena itu dia tidak pergi ke sekolah hari ini.Dia sudah meminta bibi Jung untuk menelpon ke sekolahnya.

“Nona Kim, anda sudah baikan?”

Bibi Jung masuk ke kamar dan duduk di samping ranjang Hyera.Anak majikannya itu terlihat parah dengan wajah memerah dan suhu tubuh yang tidak stabil.

Hyera mengangguk,”Aku tidak apa-apa.”Jawabnya pendek sambil membenamkan wajahnya pada bantal.

“Ini, pakailah syal Nona Kim.Bibi akan pergi ke apotek untuk membeli obat-obatan.”Bibi Jung meletakkan sebuah syal berwarna hitam di samping Hyera lalu keluar pintu.Bibi Jung memang sudah menganggap Hyera seperti anaknya. Biarpun kenakalan Hyera benar-benar diluar batas kewajaran tapi satu hal yang pasti, bibi Jung tahu bahwa Hyera tidak akan berani berbuat macam-macam dengan lelaki manapun.

“Syal?”

Hyera bangkit dari tidurnya dan merasakan ribuan jarum seperti menusuk kepalanya dengan bertubi-tubi.Kepalanya masih pening padahal dia sudah meminum parasetamol.Diraihnya syal hitam itu dan jantungnya langsung berdetak lebih cepat.

Ini syal milik Baekhyun yang dipinjamkannya pagi itu setelah malam Baekhyun menciumnya.

Oh! Bahkan setelah kejadian di taman Hyera harus bertemu dengan lelaki itu lagi? Pipinya memanas.Bayangan kejadian-kejadian bersama Baekhyun berputar jelas di otaknya.

Tapi..lelaki itu sungguh baik. Sangat baik malah.Hanya dia satu-satunya yang menanyakan masalah keluarganya, hanya laki-laki itu yang rela menunggunya sampai malam ketika dia di bar.

Hanya Baekhyun.

Dengan ragu Hyera memakai syal hitam polos itu dan rasa hangat langsung mengelilingi lehernya.

“Byun Baekhyun…” Hyera bergumam.Nama itu membuatnya tersenyum kecil.

Hyera baru saja akan melanjutkan tidurnya ketika pintu bel rumahnya berbunyi. Gadis itu langsung menggerutu dan mengabaikannya.Biar saja bibi Jung yang membukanya.Namun sepertinya tamu tak diundang itu tak menyerah karena dia semakin gencar memencet bel.

Omo!Bibi Jung pergi ke apotek.Sial” rutuknya dalam hati lalu turun dari kasur menggunakan sandal rumah.Dia baru ingat jika bibi Jung pergi, pantas saja tidak ada yang membuka pintunya.Tanpa bersusah-susah melihat intercom siapa yang datang Hyera langsung menyambar pintu, bersiap menampilkan wajah paling dingin yang dimilikinya karena tamu tak di undang itu.

“Mau apa—sedang apa kau disini!!!!!”

“Selamat siang, Kim Hyera.Apakah aku boleh bertamu?”

“Ya! Byun Baekhyun! Kenapa kau disini? Ya! Ya! Kenapa kau masuk seenaknya!”

***

Byun Baekhyun mengedarkan pandangannya ke ruang tamu bernuansa antik di rumah Hyera.Ruang tamu itu tidak terlalu besar, namun siapapun yang melihat ini pasti setuju jika ruang tamu ini terlihat nyaman.Sofa nyaman, meja kayu dari pohon jati dan yang terpenting menghadap ke area kolam ikan di dalam rumah itu.Tapi bukan hal itu yang membuat Baekhyun tertarik melainkan gadis yang duduk di depannya.Gadis itu menatapnya sebal.Sedangkan Baekhyun tersenyum terus.

“Katakan padaku apa maksudmu datang kemari?”

Hyera mendecak sebal dan menyilangkan tangan didepan dada.Laki-laki didepannya ini benar-benar tidak tahu sopan santun.Bukankah dia anak yang sopan itu?

Baekhyun tertawa kecil,”Aku hanya bertamu, apakah itu tidak boleh?”

“Tidak.”

Suara Hyera terdengar serak dan sedikit berdengung.Itu mungkin efek demamnya yang semakin meninggi sekarang.Dia hanya memakai kaus longgar kebesaran dan celana hitam olahraga plus syal hitam milik Baekhyun.

Syal…milik….Baekhyun.

Seolah ada yang memukul kepalanya dengan palu, Hyera baru menyadari bahwa dia masih memakai syal milik Baekhyun.

Kini Baekhyun yang tertawa puas.Dia sudah tahu semenjak awal bahwa Hyera memakai syalnya, namun reaksi gadis itu ketika menyadarinya benar-benar menggemaskan.Hyera panik dan memegang syal itu kuat-kuat.Andaikan dia bisa lenyap maka dia sudah ingin melenyapkan dirinya sendiri karena malu.

“Hangat?” tanya Baekhyun, lebih untuk menyindir.Gadis ini benar-benar lucu.Baekhyun seperti mendapatkan mainan baru.

“A-aku..” Hyera kesulitan mencari kata-kata yang tepat,”..sebenarnya..aku..” gadis itu menggigit bibirnya gugup. Oh ayolah! Katakan suatu alasan, pikirnya.

Baekhyun tersenyum dan menunggu gadis itu bicara,”Aku apa?”

Sadar bahwa dirinya sedang dijebak dan dipaksa mengaku Hyera berteriak,”Ah sudahlah!”.

Hyera tak bisa lagi menahan malunya dan segera beranjak pergi untuk meninggalkan Baekhyun.Dia tak peduli bahwa sekarang sifatnya yang tidak sopan kepada tamunya sendiri karena meninggalkan tamu itu.

Hyera berjalan dengan langkah lebar-lebar ke kamarnya, namun langkahnya langsung berhenti ketika lengannya di tarik dari belakang.

Lengan Baekhyun menahannya.Baekhyun mengenggam erat pergelangan tangan gadis itu.Dan dengan satu tarikan Baekhyun melingkarkan tangan kirinya ke pinggang mungil Hyera dan menariknya.Punggung Hyera menabrak dada Baekhyun.Ini salah, terlalu dekat.Bahaya.

“A-apa yang kau lakukan?”Hyera bertanya gugup ketika dengan sengaja Baekhyun menundukkan kepalanya dan memiringkannya sedikit untuk mendekati lehernya.Hembusan napas Baekhyun di lehernya membuatnya geli.

Posisi Baekhyun yang memeluknya dari belakang membuatnya ketakutan.Bagaimana kalau bibi Jung pulang dan melihat posisi mereka seperti ini?Belum lagi mereka ada di depan pintu kamar Hyera, oh ya ampun! Hyera mencoba melepaskan diri namun Baekhyun mengeratkan pegangannya pada lengan Hyera.

Tangan kanan Baekhyun masih mengenggam erat tangannya namun tangan kirinya melepaskan pinggangnya. Dia takut tangan itu akan menyentuh tempat yang seharusnya tidak dia sentuh.

Hyera memejamkan mata dan menahan napas ketika tangan kiri Baekhyun menyentuh keningnya dengan amat lembut.

“Apa kau sakit?” tanya Baekhyun dengan suara serak. Dia hanya berniat untuk menanyakan keadaan Hyera kesini tapi hal ini diluar dugaannya.Baekhyun berniat untuk menahannya pergi tadi tapi begitu tangannya menyentuh gadis itu semua akal sehatnya melayang begitu saja.

Beruntungnya Baekhyun masih bisa memegang kendali atas dirinya sendiri.

Hyera hanya bisa mengangguk, pikirannya terlalu blank untuk menjawab.

Pergerakan leher Hyera membuat Baekhyun akhirnya melihat leher itu kembali.Baekhyun masih ingat ketika bibirnya dan leher itu bertemu. Dan, it was amazing sampai-sampai Baekhyun tak bisa melepaskan pikiran randomnya soal leher Hyera itu.

“Hyera..”Baekhyun mengerang dan tanpa sadar bibirnya sudah mendekati leher itu dan pikiran randomnya sudah menguasai dirinya sekarang.Namun belum sempat Baekhyun melakukan hal yang lebih jauh, Hyera sudah melepaskan diri.Hyera yakin tadi bahwa hembusan napas Baekhyun memburu yang artinya sangat berbahaya untuknya.

Hyera berbalik dan menatap tajam Baekhyun,”Sudah cukup! Aku tak mau kejadian malam itu terulang lagi!”

“Aku hanya ingin mengatakan lehermu itu bau sekali, kau tidak mandi ya?”

Bohong.Baekhyun sadar sepenuhnya bahwa dia tergoda dengan leher gadis itu lagi.

Hyera membulatkan matanya dan menyilangkan tangan didepan dada,”Apa maksudmu?”

Baekhyun menyeringai,”Tidak ada maksud apa-apa, apa pikiranmu begitu kotor sampai kau mengira aku akan mencium lehermu seperti—“

“Diam!Tidak usah dilanjutkan!”

“—malam itu saat aku dan kau..“

Baekhyun terus saja menceritakan kejadian malam itu dengan santainya.Dan Hyera benar-benar tidak habis pikir bagaimana laki-laki ini bisa dipuji akibat sifat sopan dan ramahnya.Baekhyun yang ada di rumahnya benar-benar Baekhyun yang berbeda yang dilihatnya di sekolah.

“Harusnya namamu ByunTae Baekhyun!”

“Jadi hanya karena itu kau menganggapku mesum?”

“SANGAT!!!!”

Well, aku hanya menceritakan kejadian malam itu saja, bukan mengulangi apa yang malam itu kita lakukan. Jadi bagian mana yang membuatmu berpikir aku mesum?”

Inilah salah satu sifat Baekhyun yang membuat Hyera terkadang sebal.Baekhyun pintar sekali berdebat mengenai berbagai hal.Mulai dari pelajaran sampai hal berbau mesum seperti ini.

“Terserahlah, kau benar-benar menyebalkan.”

“Terima kasih aku memang menawan”

“Sepertinya kau memiliki masalah dengan pendengaranmu”

“Yah..aku juga begitu tampan,”

Hyera menyerah.Laki-laki ini membuatnya gila dan pusing.

Baekhyun tertawa lagi, mendatangi rumah Hyera, menggoda Hyera dan berdekatan dengan Hyera seperti ini membuatnya melupakan moodnya yang hancur total.Bibirnya tak pernah berhenti tersenyum atau tertawa.Entahlah, Baekhyun masih menolak mengakui bahwa dia membutuhkan gadis itu untuk menyembuhkan badmoodnya.

Ini Hyera, si gadis pemarah yang sombong tapi mampu membuat Baekhyun merasakan harinya semakin menyenangkan.

Keceriaan yang Baekhyun rasakan tidak berlangsung lama karena dia mendengar deru mobil di depan rumah. Ada 2 mobil, pikirnya ketika mendengar deru mobil lainnya.

“Orang tuaku!”Hyera mengerjap panik dan langsung menarik lengan Baekhyun masuk ke dalam kamarnya.Bagaimana ini?!Kenapa orang tuanya datang disaat Baekhyun ada disini?!

Hyera menutup pintu dan membawa Baekhyun ke samping meja belajarnya, mereka bersembunyi disamping meja belajar Hyera yang cukup besar untuk menutupi tubuh mereka dari samping. Hyera mulai menyesali mengapa pintu kamarnya terbuat dari kaca marmer yang tembus pandang sehingga orang lain bisa melihat kamarnya lewat kaca di pintunya. Semoga saja orang tuanya tidak masuk kesini.

“Orang tuamu?”

“Sstt..kau bisa diam tidak?” Hyera masih menatap pintu kamarnya dari samping. Takut kalau pintu itu akan dibuka.

Kedua orang itu masih tidak menyadari bahwa posisi mereka terlalu dekat.Mereka berdempetan karena tempat itu sangat kecil untuk ditempati dua orang.Ditempatnya, Baekhyun menatap gadis itu dan rambut coklatnya yang tergerai membuatnya menelan ludah.

Hyera menoleh ke arah Baekhyun dan pandangan mereka bertemu.Jarak mereka hanya 2 jengkal lengan dengan posisi tubuh saling menempel. Jantung Hyera berdegup kencang sekali sampai ia takut kalau Baekhyun akan mendengarnya.

Tangan Baekhyun terangkat naik dan menyentuh pipi kanan gadis itu dan membuat Hyera terkesiap.Hyera tak bisa bergerak sama sekali karena begitu sempitnya tempat ini.Tangan Baekhyun turun ke bibir gadis itu dan dengan jarinya Baekhyun mengusapnya.

Bibir yang ia rasakan waktu itu…kelembutannya masih sama.

Mereka masih saling menatap dan jantung mereka masih berdetak dua kali lebih cepat.

Keheningan mereka berdua dipecahkan oleh suara keributan dari ruang tamu.Kedua orang tua Hyera sedang bertengkar hebat dan Baekhyun mendengar suara gebrakan meja.

“Aku akan menggugat cerai,” suara wanita dewasa terdengar sangat tajam dan dingin.

Hyera langsung menundukkan wajah.Itu Ibunya—Lee Hye Soo. Dia takut sekali pertengkaran orang tuanya menyayat hatinya.

Suara lelaki dewasa, ayahnya—Kim Min Jo, menggebrak meja lalu menggeram marah,”Aku sudah muak dengan keluarga ini! Baik! Kita akan bercerai! Dan kau yang mengurus Hyera!”

Baekhyun merasakan ada emosi yang meledak dalam dadanya. Lelaki macam apa yang tega sekali berkata begitu tentang keluarganya?!

Dan kemudian yang terdengar adalah suara tamparan yang kencang.

“Kau benar-benar ayah yang tidak bertanggung jawab! Aku tak bisa mengurusnya! Kau tahu clientku banyak!”

“Baik! Kita serahkan ini ke pengadilan dan biarkan pengadilan yang memutuskan dengan siapa Hyera akan ikut. Aku sudah muak dengan ini.”

Orang tua Hyera lalu berlalu pergi karena suara pintu yang terdengar dan mobil yang pergi.

Aku sudah muak..

Aku sudah muak..

Kata-kata itu terngiang di telinganya bagaikan sebuah pisau yang ditusukkan langsung ke jantungnya.Terlalu sakit untuk didengar remaja 17 tahun seperti Hyera.

Tangan Baekhyun yang masih berada di wajah Hyera langsung basah akibat tangisan gadis itu yang tiba-tiba turun.Hyera menangis dan Baekhyun membawanya ke dalam pelukannya.

“Jangan menangis..”Baekhyun menaruh kepala Hyera tepat ke dadanya dan tangannya mengusap lembut rambut gadis itu. Dia rela melakukan apa saja agar Hyera berhenti menangis. Baekhyun akhirnya tahu masalah seperti inilah yang Hyera hadapi setiap harinya.

Oh andaikan dia tahu bagaimana cara menolong Hyera, dia pasti akan melakukannya.

“Aku lelah, bunuh aku” Hyera memeluk Baekhyun tanpa sadar, Baekhyun ada disini dan itu membuatnya sedikit kuat karena ada orang lain bersamanya.Lengan gadis itu memeluk pinggang Baekhyun seerat yang dia bisa.Hatinya sudah sangat sakit untuk mendengar semua pertengkaran orang tuanya.

“Kau tahu? Kau hanya perlu membuka diri pada orang-orang yang peduli terhadapmu,” Baekhyun mencium puncak kepala gadis itu dengan penuh perasaan seorang..seorang apa? Baekhyun tak mau memikirkan lebih jauh. Dia hanya ingin menolong gadis kesepian ini dengan rasa…rasa apa? Demi Tuhan! Dia sama sekali tidak tahu jawabannya.

“Tidak ada orang yang peduli padaku” Hyera masih nyaman menyembunyikan wajahnya di dada bidang Baekhyun.

“Ada. Aku dan segelintir orang lainnya sangat peduli padamu.”

“Sebagai apa?”

Baekhyun terdiam. Sebagai apa? Logikanya mengatakan bahwa dia harus mengatakan dia peduli sebagai seorang teman.Tapi hatinya menolak semua itu.

“Sebagai…” ada jeda cukup lama ketika Baekhyun mengatakan ini, namun dia harus tetap mengatakannya,”..sebagai seorang teman.” Mungkin itu kata yang salah untuk Baekhyun tapi untuk segelintir orang lainnya kata teman mungkinlah benar.

Sekarang giliran Hyera yang terdiam.Perkataan Baekhyun membuatnya sedikit lebih baik.

“Terima kasih..”

Kata-kata itu keluar dari bibir Hyera dengan tersipu-sipu.Pipinya memerah dan dia makin menyembunyikan wajahnya di dada Baekhyun.

Tunggu! Hyera baru menyadari sesuatu.

“Kyaaaa!!”

Hyera berteriak karena baru sadar jika dia sudah berpelukan dengan lelaki itu.Kenapa dia bisa memeluk laki-laki itu? Ah tidak! Ini bahaya besar!

“Kenapa kau memelukku?!Kenapa?!Lelaki mesum!”

“Hey! Tapi kau yang memelukku duluan!”

Apa-apaan lelaki itu?Dia berkata seenak jidatnya dan mengatakan Hyera memeluk Baekhyun duluan?Bukankah Baekhyun yang menariknya ke dalam pelukannya ketika Hyera menangis tadi?

Hyera terlihat lucu ketika mengerucutkan bibirnya karena kesal.Baekhyun lagi-lagi tertawa dengan aksi Hyera yang terlihat begitu menggemaskan untuknya.Tapi Baekhyun lebih suka melihatnya tersenyum dan tertawa dibanding seperti itu.Sejauh ini Baekhyun belum pernah melihat Hyera tersenyum atau tertawa didepannya.

Siapa yang bisa tersenyum jika setiap harinya mendengarkan pertengkaran yang tiada hentinya?

Baekhyun tahu itu.Hyera hanyalah korban dari pertengkaran kedua orang tuanya. Dia akan menolong Hyera agar gadis itu bisa tersenyum.

“Hey, kau mau ikut denganku?”

***

Game center merupakan surga dunia bagi anak-anak remaja yang bosan dengan rutinitas hariannya di sekolah.Sehun, Kai dan Luhan salah satunya. Mereka bertiga sedang menghabiskan waktu pulang sekolah mereka di game center di Cheongdamdong untuk sekedar me-refresh otak mereka yang sudah panas karena berbagai macam pelajaran yang mereka terima hari ini.

“Berhenti menganggu mobilku Luhan!”

Sehun menggerutu ketika Luhan dengan sengaja menyerempet mobilnya di layar sehingga bemper depan mobilnya itu rusak. Luhan tertawa dan Kai ikut meledek,”Kau bukan ahlinya dalam game balap mobil seperti ini Sehun. Jadi menyerahlah sebelum aku mengalahkanmu!”

Kai membawa mobilnya melewati mobil Luhan dan Sehun di layar.Sehun yang melihatnya mendesis,”Dalam mimpimu, Kai!”

“Kalian tidaklah sehebat aku!”Luhan menyeringai lalu menyalip di tengah-tengah mobil Kai dan Sehun.

Sehun dan Kai tidak tinggal diam, mereka mulai menyerang mobil Luhan dan menjepit mobil itu dari arah kiri dan kanan. Luhan menekan tombol-tombol di stick game-nya agar bisa melepaskan diri namun yang terjadi adalah sebuah ledakan bom yang menghancurkan mobil mereka bertiga.

Sehun melepaskan earphone yang digunakannya,”Dasar bodoh! Ini semua gara-gara ulahmu!” tuduhnya pada Luhan.

“Kalian berdua yang menjepit mobilku!”Luhan ikut membuka earphone yang digunakannya dan menunjuk Kai sebagai sumber masalah.

Kai memutar bola mata,”Ayo kita bertanding lagi.”

***

“Kemana kita pergi?”

Hyera sudah menanyakan hal ini berulang kali pada Baekhyun yang sedang mengemudikan mobilnya.Untunglah mobil Baekhyun di parkir sedikit jauh dari rumah Hyera sehingga saat orang tuanya tadi datang, mereka tak melihat mobil Baekhyun.

Baekhyun masih merahasiakan tempat tujuannya karena takut gadis itu akan menolak mentah-mentah rencananya.”Kau juga nanti tahu.”Dalam hatinya Baekhyun bersyukur karena Hyera mau pergi bersamanya walaupun dia butuh waktu 20 menit untuk membujuk gadis itu.Hyera sendiri terpaksa pergi karena diancam akan dicium sampai kehabisan napas oleh Baekhyun jika menolak pergi.

Laki-laki mesum.

ByunTae Baek Hyun.

Sangat menyebalkan.

“Cepat beritahu!”

Baekhyun menyeringai,”Kita akan berbelanja ke department store.”

Tentu saja bukan itu tujuan Baekhyun, mana mungkin Baekhyun mau mengajak seorang gadis berbelanja.Dia bukan laki-laki yang bertingkah seperti perempuan.Dia berniat membawa Hyera ke game center di daerah Cheongdamdong.

“Mengajak berbelanja?Aku ragu kau itu laki-laki apa bukan.”

Perkataan Hyera itu sedikit melukai egonya sebagai lelaki.Tidak seharusnya Hyera berkata begitu.

Baekhyun memakirkan mobilnya ke tepi jalan dan menatap Hyera tajam lalu membuka sabuk pengaman yang dipakainya.Dilihatnya gadis itu mundur ketakutan akibat tatapannya dan gerakannya yang tiba-tiba.

“Mau apa kau?”

Kau membangkitkan sisi liarku, Kim Hyera.

“Akan ku buktikan bahwa aku seratus persen laki-laki di hadapanmu,”

Sebelum Hyera sempat berkata apapun, Baekhyun sudah mencengkeram kedua bahu Hyera dengan kuat dan mencium bibir gadis itu dengan bergairah.

TBC

Thank you:))

Haloooo readers! Bagaimana bagaimana? Maaf ya di part II moment BaekRa sedikit banget soalnya emang sengaja:)) karena di part III ini yaaa you know lah kkkk~

Udah panjang kan?

Moment Hyera sama Baekhyun banyak kan?

Buat readers, jangan lupa komentar dan like ya dan I love you so much:* /cium satu-satu/ Enjoy with my imagination ya:))

Biat siders, makasih udah mau baca dan aku harap kalian mau komentar:))

Buat admin SKF, terimakasih udah mau publish FF-ku ini:)) Aku benar-benar menghargai usaha keras kalian(y)

Dan aku bakal post part IV secepat yang aku bisa yaaa, readers!

Silahkan mention aku di : @laniaarr , kalau ada yang mau kenal aku. Atau mau baca FF-ku yang lain? Visit http://www.deerexo17.wordpress.com

Annyeong~

861 responses to “[Freelance] The Dark Rose Part III

  1. Yaampun kasihan bgt hyeranya, itu org tuanya nggak bertanggung jawab bgt sih mereka. Baek mesum bgt lagi.

  2. Orang tua macam apa mereka yang lebih mementingkan pekerjaan daripada anaknya. Untung ada baek yg bisa ngehibut hyera kalau gak bisa bunuh diri tu anak

Leave a Reply to Christine Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s