[Freelance] The Dark Rose Part IV

thedarkrose

|| Author : Deerexo( http://www.deerexo17.wordpress.com ) ||

|| Title : The Dark Rose Part IV ||

|| Length : Chaptered ||

|| Rated :WARNING! PG-17||

|| Main Cast : EXO’s Byun Baek Hyun and Kim Hye Ra OC ||

|| Minor Casts : EXO and SM Family ||

||Theme : School Life, Family problem, Hate-Love, Romance ||

|| Credit Poster :GIRIKWONART||

|| Disclaimer : The characters are belong to God and themselves. I only have the storyline and don’t copy-paste or remake it. ||

|| Author’s note : Please leave your comment after you read this, PART INI BAHAYA.||

|| Summary :Entah mengapa Hyera baru merasakan detak jantung yang tidak beraturan hari ini. Hari dimana Baekhyun terlihat seperti seorang pahlawan dan penjahat sekaligus. Pahlawan yang menolongnya dari rasa sakit hati ketika orang tuanya bertengkar dan penjahat yang seenaknya menciumnya.||

|| Previous :Prologue | Part 1 | Part II | Part III ||

Happy reading!

Ini satu dari sekian hal yang Hyera benci mengenai laki-laki jika sudah lepas kendali.Mereka bisa menyerang gadis manapun untuk menumpahkan keinginannya.Keinginan untuk menyentuh lebih dalam dan semakin dalam.

Di mobil ini Baekhyun menciumnya dengan terburu-buru dan terkesan sedikit kasar.Bibir Baekhyun yang penuh mencoba memasuki celah bibirnya untuk menjadikannya ciuman yang lebih panjang dan bergejolak.Hyera menolak, tentu saja. Dia tak bisa menerima kalau harga dirinya dilecehkan begitu saja oleh seorang lelaki seperti Byun Baekhyun.

“Ber…hen………………..ti”

Permainan bibir mereka semakin menggila ketika Baekhyun dengan sengaja mengigit bibir bawah Hyera karena Hyera sama sekali tidak membalas ciumannya. Terlebih lagi ada hal yang menuntut dari dalam dirinya untuk melakukan hal yang lebih jauh lagi dengan gadis itu.

Tapi Hyera juga tak tinggal diam.

Segala upaya dilakukan Hyera agar bisa terlepas dari lelaki yang sedang menciuminya seperti orang gila. Mulai dari mendorong dada Baekhyun sampai menendang kakinya.Usahanya tidak membuahkan hasil, tenaga Baekhyun lebih besar darinya.

Baekhyun melonggarkan genggamannya pada leher Hyera yang sengaja Baekhyun sentuh untuk memperdalam ciumannya dengan gadis itu.Dan alih-alih ciuman itu semakin dalam justru Hyera memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan diri.

Sebuah tamparan melayang ke pipi Baekhyun setelah Hyera berhasil mendorong Baekhyun hingga punggung lelaki itu menabrak pintu mobil.

“Lelaki brengsek!”

Baekhyun terdiam mendengar ucapan itu keluar dari bibir Hyera. Dalam hatinya ego laki-lakinya sedang berperang apakah dia harus meminta maaf atau bersikap stay calm atas situasi ini. Dibanding merasa bersalah Baekhyun justru merasa ada sesuatu hal yang asing yang memasuki celah hatinya.Sesuatu yang hangat atau perasaan yang samar-samar yang tidak bisa dijelaskannya.

“Sudah aku buktikan bahwa aku seorang laki-laki, benar bukan?”

Kalimat itu meluncur begitu saja tanpa sengaja. Bisa dipastikan jika gadis itu akan marah. Well, Hyera memang sudah marah besar kali ini.

“Kau laki-laki tidak waras”

Hyera bergerak turun dari mobil dan membanting pintu mobil Baekhyun dengan kencang. Tak peduli jika mobil itu rusak, Hyera akan menggantinya. Dua kali lipat kalau perlu.

Sialan!

Baekhyun memukul setir mobilnya sendiri lalu menyandarkan dirinya pada kursi setir.Matanya terpejam dan tangannya terkepal. Ini sudah kedua kalinya dia lepas kendali didepan gadis itu. Rasa bersalah mendominasinya sekarang.Dia tak ingin Hyera membencinya, hubungan mereka sudah membaik tadi siang namun Baekhyun menghancurkannya dengan seketika.

This is double damn.

Aku tak bisa membiarkannya pergi.

Dengan langkah terburu-buru Baekhyun keluar dari mobil untuk mengejar gadis itu.Beruntungnya ini masih di daerah perumahan Hyera sehingga Baekhyun masih bisa mengejar gadis itu di tengah jalan.

Baekhyun sedikit berlari untuk mengejar seorang gadis didepannya yang sedang berjalan dengan cepat untuk menghindarinya.

“Hyera, tunggu!”

Gadis itu menutup telinganya dengan kedua tangannya yang merupakan aksi bahwa dia tidak mau mendengar penjelasan Baekhyun. Dia tak suka cara Baekhyun mendominasi dirinya. Lagipula bukankah aneh jika tiba-tiba seorang yang begitu pintar dan begitu ramah mendekati seorang Hyera? Hyera mencium hal ganjil disini.

Mungkinkah dia dijadikan bahan taruhan?

Pikiran negatif bermunculan di otaknya tentang Baekhyun. Tak aneh jika Hyera berpikir macam-macam, Hyera adalah gadis yang penuh kecurigaan dan kewaspadaan. Biarpun kecurigaan dan kewaspadaannya itu sama sekali tak berdasar.

Hyera masih meneruskan berjalan cepat untuk menghindar dari Baekhyun. Dia benar-benar tidak mau peduli dan berurusan lagi dengan Baekhyun.

“Hyera, berhenti!”

BRUUK

Kejadiannya berlangsung begitu saja. Dengan cepat Baekhyun meraih lengan kiri Hyera dan menariknya ke dalam pelukannya kembali. Baekhyun berhasil menangkap gadis mungil itu.Tangan kanannya melingkari bahu gadis itu. Dia sama sekali tidak peduli bahwa mereka di pinggir jalan yang banyak dilewati orang-orang.

“Maafkan aku,”

“Lepaskan aku.Kau laki-laki brengsek.”

Hyera meronta dalam pelukan Baekhyun dan itu bukan karena alasan macam-macam melainkan ia tak dapat mengontrol detak jantungnya ketika Baekhyun memeluknya.

Sudah berapa kali Baekhyun menciumnya? Dua kali.

Sudah berapa kali Baekhyun memeluknya? Berkali-kali.

Tapi entah mengapa Hyera baru merasakan detak jantung yang tidak beraturan hari ini.Hari dimana Baekhyun terlihat seperti seorang pahlawan dan penjahat sekaligus. Pahlawan yang menolongnya dari rasa sakit hati ketika orang tuanya bertengkar dan penjahat yang seenaknya menciumnya.

“Aku tak akan mengulanginya lagi”

Baekhyun berjanji—walaupun setengah hati—tidak akan mencium gadis itu lagi asalkan Hyera tidak melakukan sesuatu yang membuatnya tergoda untuk menyentuh gadis itu.

Demi Tuhan Baekhyun! Memangnya Hyera menggodamu?

Hyera terdiam dalam pelukan Baekhyun dan dia sendiri mengakui bahwa pelukan Baekhyun membuatnya aman dan nyaman. Oh! Kemana Hyera yang tidak peduli terhadap orang lain? Hyera yang sekarang terlihat seperti seorang gadis baik yang dengan mudahnya memaafkan orang lain.

Ini tidak benar.

Hyera bukan tipe gadis seperti itu.

Tapi Baekhyun yang merubahnya. Kenapa laki-laki itu dengan mudahnya merubah dirinya?

Hyera menghela napas,”Sudahlah, lebih baik kita tidak usah bertemu lagi Baekhyun.Kau benar-benar keterlaluan.”

Kedua orang itu masih berpelukan di pinggir jalan dan sama sekali mengabaikan tatapan orang yang menaikkan alisnya karena bingung melihat mereka berdua. Bahkan ada beberapa orang yang mengabadikan moment mereka berdua dengan memotretnya.

Baekhyun melepaskan gadis itu dan menatapnya tajam,”Jangan pernah berkata seperti itu lagi padaku.” tegasnya lalu mengenggam erat tangan Hyera seolah tidak mau melepaskannya lagi.

Byun Baekhyun memang masih bingung dengan perasaan yang dirasakannya namun semua ini membuatnya terjebak dalam situasi “terkekang” oleh kehadiran Hyera. Terkekang disini bukanlah dalam artian paksaan melainkan ia terkekang oleh kehadiran gadis itu seolah-olah jika dia tak melihat Hyera seluruh kehidupannya akan hancur berantakan.

Dan gadis itu bilang apa tadi? Tidak usah bertemu lagi?

Lebih baik Baekhyun mendapatkan sebuah Ipad dan mobil baru dibanding tak bertemu Hyera.

Baekhyun membentuk jarinya menjadi huruf V—tanda damai—lalu berkata,”Ini untuk yang terakhir.Kau mau memaafkanku?Bagaimana kalau kita berteman?” tanyanya lembut dan kali ini Baekhyun tersenyum.

Hyera bimbang oleh opsi itu. Memaafkan Baekhyun sama saja dengan membuka hatinya untuk berinteraksi dengan seseorang. Dia masih ragu untuk memulai pertemanan dengan siapapun.Dia terlalu ketakutan untuk itu. Takut jika dia sudah memiliki teman maka temannya itu akan meninggalkan dan mencampakkan dirinya—seperti orang tuanya.

Hyera menahan napas sebelum menjawab,“Aku tidak bisa.”

“Kenapa?”

“Aku…tidak biasa berteman dengan siapapun.”

Mendengar jawaban Hyera membuat Baekhyun memutar bola matanya.Gadis satu ini perlu diajari bagaimana caranya bersenang-senang dengan seorang teman rupanya.

“Ayo, kita kembali ke rencana awalku.”

Diraihnya tangan gadis itu dan Baekhyun sedikit menyeretnya karena benar-benar gemas dengan gadis satu ini. Tapi tempat apa yang dituju Baekhyun sekarang?

“Kemana? Department store?”

Baekhyun semakin gemas dengan Hyera. Gadis ini terlalu polos atau memang cara berfikirnya lamban?

“Tentu saja bukan!”

“Lalu kita mau pergi kemana?”

“Sudahlah ikut saja.”

Akhirnya dengan terpaksa Hyera mengikuti kemanapun laki-laki itu membawanya. Awas saja jika lelaki itu membawanya ke tempat aneh-aneh seperti laut atau kolam renang di musim dingin seperti ini.

Namun…ada rasa hangat yang menjalari kedua tangan mereka yang saling terpaut satu sama lain. Hyera tak bisa menjelaskannya namun segalanya terasa lebih mudah dan menyenangkan ketika Baekhyun mengenggam tangannya seperti ini.

Oh, apakah sekarang dia mulai membuka hatinya untuk berteman dengan orang lainatau…untuk Baekhyun sendiri?

Pertanyaan dalam otaknya itu membuat pipinya memanas. Dan baiklah, Hyera akan mencoba membuka hatinya untuk pria yang sedang mengenggam erat tangannya dengan lembut ini.

Byun Baekhyun, kau teman pertamaku.

***

“Ini namanya Game Center.”

“Kalau sekedar Game center saja aku sudah tahu tapi untuk apa kita kesini?”

Baekhyun membawa gadis itu ke Game Center di daerah Cheongdam-dong. Mungkin terkesan sedikit aneh jika Baekhyun bukan membawanya ke taman romantis atau taman hiburan untuk bersenang-senang melainkan ke Game Center seperti ini. Tapi Baekhyun tahu Hyera pasti senang disini.

Baekhyun mengajak Hyera masuk ke dalam Game Center yang tidak terlalu penuh itu,”Ayo masuk.” Baekhyun berjalan ke arah meja operator untuk memesan jam bermain dan Hyera mengikutinya.

Game Center itu segera menarik perhatian Hyera yang baru pertama kalinya ke tempat ini.Deretan komputer, deretan meja dan kursi dan begitu banyaknya earphone di meja.Game center itu tidak berbentuk room melainkan dipisahkan oleh sekat-sekat kayu antar satu komputer yang satu dengan yang lainnya.Dan parahnya hampir 90% penghuninya adalah laki-laki.Hanya 2 orang wanita disini yaitu dirinya dan seorang operator game center itu sendiri.

Hyera mengernyit ketika seorang ahjussi mengerling nakal padanya.Hyera menarik lengan baju Baekhyun.”Kau yakin kita akan disini?”

Baekhyun mengangguk,”Mm..kenapa? Apa kau tak suka bermain game?”

“Tidak.Hanya saja aku tak suka dengan tatapan para laki-laki disini terhadapku.”

Setelah mendengar penuturan Hyera, Baekhyun langsung mengedarkan pandangannya pada para lelaki yang sedang menatap Hyera penuh arti—dalam konteks hal buruk. Rasa marah tak tertahankan membanjiri otaknya ketika dia melihat seorang lelaki dengan sengaja mengedipkan matanya pada Hyera.

Baekhyun panas.Terbakar.

“Kami pilih 2 komputer paling ujung.1 jam.” Baekhyun mengeluarkan ATM card miliknya kepada si operator yang duduk di depan komputer yang sedang memandang Baekhyun dengan pandangan miring.Pasti berpikir yang tidak-tidak.

Namun si operator wanita itu tidak bertanya lebih jauh lagi.Dia mengangguk dan Baekhyun mengambil ATM cardnya kembali dan langsung menarik Hyera menjauh dari meja operator itu—untuk menghindari tatapan para lelaki yang semakin menjadi ketika melihat gadisnya.

Gadisnya?

Oh lupakan pikiran Baekhyun tadi. Dia hanya berhalusinasi ketika mengatakan bahwa Hyera adalah gadisnya.

Benarkah hanya berhalusinasi?

Hyera menempati komputer paling ujung dan disebelah kiri Baekhyun.Baekhyun sendiri sengaja menempatkan Hyera di tempat paling ujung agar tak ada yang melirik gadis itu lagi. Deretan komputer di sebelahnya kosong. Hanya ada 1 orang laki-laki dan itu bagus. Baekhyun dan Hyera membutuhkan privasi.

Baekhyun sudah memakai earphone-nya dan bersiap memainkan game perang berjudul Point Blank ketika Hyera hanya duduk di kursi dan memainkan mouse komputer itu. Melihat itu semua Baekhyun menegurnya.Dia menatap Hyera dari samping.

“Kau bosan disini?”

“Ya.Karena aku tidak bisa bermain game apapun.”

“Kenapa kau tidak membuka akun SNS atau Cyworld?”

Hyera menggeleng,”Aku tak punya akun di sosial media manapun.”

Yah.Mana mungkin seorang Hyera yang begitu menutup diri memiliki akun-akun seperti itu.

Baekhyun melepas earphone yang dipakainya dan berdiri lalu menghampiri Hyera.Kali ini laki-laki itu mau berbuat apa lagi?

Baekhyun berdiri di belakang Hyera yang sedang duduk di kursi dan sedang menghadap ke komputer. Dia meraih mouse komputer itu dengan tangan kanannya.Hal itu membuat Hyera menahan napas. Baekhyun meraih mouse komputer itu melewati bahunya dan tangan kirinya berpegangan pada meja komputer. Otomatis mengurung kepala Hyera dari belakang.

“Hmm…bagaimana kalau bermain Angry Bird?”

Baekhyun menyarankan permainan itu sambil tersenyum cerah.Mungkin inilah permainan yang cocok untuk Hyera disini, dia tak mungkin menyarankan permainan perang atau zombie padanya.

Hyera tak tahu harus berkata apa karena yang pasti tingkah laku Baekhyun yang seperti ini seolah mengintimidasinya. Apa Baekhyun sadar jika secara tak langsung kalau dia mengurung Hyera dengan kedua telapak tangannya?

“Bagaimana?” Baekhyun mengulang pertanyaannya.

Seakan kedua tangan Baekhyunyang mengurungnya dari belakang belum cukup, keadaan diperparah dengan Baekhyun yang menundukkan wajahnya dan menatapnya dari samping. Dan karena itu Hyera makin tidak bisa menteralisir degup jantungnya. Jarak mereka begitu dekat saat ini. Mungkin jika ada orang jahil yang mendorong kepala Baekhyun maka bibir mereka akan bertemu.

“B-baiklah.”Hyera akhirnya bisa mengeluarkan kata itu walaupun diikuti nada gugup.Semoga saja Baekhyun tak menyadari ada kegugupan dalam suaranya.

Akhirnya Baekhyun mengalihkan pandangannya pada layar monitor. Dia membuka permainan Angry Bird dan kemudian munculah berbagai macam burung-burung aneh di layar yang membuat Hyera mengerutkan dahi.

“Apa yang kita lakukan dengan burung-burung aneh itu?”

Oh Tuhan, apa Hyera begitu out-of-date sampai-sampai permainan Angry Bird saja tidak tahu? Baekhyun menghembuskan napas pasrah, sepertinya keputusannya untuk membawa Hyera kesini adalah kesalahan.

“Begini cara mainnya..”Baekhyun masih mengurung kepala Hyera dengan tangan kanan dan kirinya. Dia sama sekali tak menyadari kedekatan mereka, dia hanya terfokus pada layar monitor yang ada di hadapannya.

Baekhyun menggerakan mouse itu untuk menunjukkan bagaimana cara membuat burung-burung itu terbang di layar komputer.

Dan Hyera menemukan dirinya menatap wajah Baekhyun dari samping.Wajah laki-laki itu begitu simetris dengan rahang yang tegas.Rambut coklat yang dipotong rapi dan bibir laki-laki yang tergolong penuh. Dia masih ingat ketika bibir itu menyapa bibirnya secara lembut, menekan bibirnya secara penuh dan…Oh stop! Kenapa dia jadi memikirkan hal aneh begitu?Ini pasti karena efek lelah.

“Mengerti kan?”

Sial. Karena terlalu asyik memperhatikan Baekhyun, Hyera tak sempat mencerna ucapan Baekhyun sama sekali.Syukurlah pandangan laki-laki itu masih terfokus pada layar, Hyera mendesah lega dalam hati, kalau Baekhyun memergoki dirinya sedang menatapnya itu akan menjadi masalah besar.

Hyera hanya bisa mengangguk saja.”Ya. Aku..mengerti.”

“Kalau begitu coba mainkan.”

APA?Menyimak ucapan Baekhyun saja tidak bagaimana mungkin dia bisa memainkan burung-burung berwarna-warni itu? Hyera langsung memperhatikan layar monitor di depannya dan mencoba menggerakan mouse itu.

Tidak ada perubahan.Burung-burung itu kelihatan diam padahal Hyera sudah mengklik-nya di layar.

Baekhyun tersenyum simpul melihatnya. Gadis ini tidak memperhatikannya tadi, lalu kemana perhatian gadis itu saat dia menjelaskan cara bermain game ini? Apakah ke laki-laki lain yang ada disini? Pikiran itu membuatnya kesal.

Baekhyun meletakkan telapak tangannya di atas lengan Hyera untuk menuntun gadis itu menggunakan mousenya.Hyera tersentak ketika mendapati Baekhyun melakukan skinship untuk yang kesekian kalinya.

“Kau harus klik kiri lalu tahan dan terbangkan seperti ini agar burung itu bisa terbang..”

Dan apa yang dipikirkan Baekhyun benar. Bahwa Hyera memang senang disini. Bukan..bukan karena akhirnya dia mengerti cara bermain Angry Bird melainkan sifat Baekhyun yang amat manis padanya—minus ciuman kasar dari Baekhyun di mobil tadi.

Sekarang Hyera sudah bisa bermain Angry Bird dengan lancar dan Baekhyun sudah kembali duduk di bangkunya. Dia memakai earphonenya kembali dan membiarkan gadis itu memainkan burung-burung aneh itu. Diam-diam Baekhyun melirik Hyera dari ekor matanya, gadis itu terlihat senang dan dia tersenyum kecil ketika burung-burung itu berhasil menang. Baguslah jika Hyera tersenyum. Sudah lama sekali dia tak bisa tersenyum lepas seperti ini.

Oh, tapi ada yang mengganjal dalam hati Baekhyun. Hyera tidak tersenyum untuknya tapi karena senang memainkan game.

Berhenti bersikap seperti anak kecil Baekhyun!

Entah kenapa pemandangan Hyera tersenyum pada game Angry Bird membuatnya merasa iri atau…cemburu mungkin? Oh Baek, ini hanya game. Baekhyun tahu itu namun Hyera tetap tidak tersenyum untuknya tapi pada game itu.Oh shit!Ternyata masih ada saja laki-laki yang memperhatikan Hyera disini.

Aku ingin dia tersenyum padaku.

Karena terlalu kesal akhirnya Baekhyun memutuskan untuk pergi ke tempat lain.

“Kita pergi dari sini.”

***

Mobil Aston Martin milik Baekhyun sedang meluncur di jalan raya Gwanghwamun square dengan kecepatan pelan. Mobilnya itu dibiarkan terbuka agar Hyera bisa melihat pemandangan kota Seoul di sore hari.

Udara dingin menerpa wajah Hyera dan membuatnya sedikit kedinginan.Hyera masih tak mengerti kenapa Baekhyun tiba-tiba mengajaknya pergi tadi dari Game Center.Tapi tak ada yang bisa dilakukan Hyera selain mengikuti lelaki byuntae itu.

Dasar Byuntae Baekhyun.

Kau itu aneh sekali.Disaat semua orang menghindariku kau justru mendekat dan bertingkah seolah-olah aku ini gadis paling menyedihkan di dunia yang butuh teman. Kenapa kau bersikap sangat baik dan manis padaku?Waeyo?Nan mollaseyo.

Hyera menyandarkan punggungnya ke sandaran mobil.”Sebenarnya atas dasar apa kau mendekatiku akhir-akhir ini Baekhyun?” tanyanya lirih. Dia masih tidak mengerti motif apa Baekhyun mendekatinya. Hyera terus-menerus berpikir bahwa dia adalah bahan taruhan.

“Entahlah,” Baekhyun menatap lurus ke depan sambil menyetir, pertanyaan Hyera membuatnya bingung setengah mati. Berawal dari kenakalan Hyera yang pergi ke bar lalu ciuman kecelakaan dan kejadian-kejadian intim yang terjadi. Baekhyun sadar jika dia penasaran dengan gadis itu ketika pertama kali melihatnya di taman sekolah, Hyera seperti magnet kuat dan Baekhyun seperti alumunium yang begitu mudah tertarik pada magnet.

“Akan aku beritahu jawabannya jika aku sendiri sudah menemukannya.”

Baekhyun mengangkat bahu dan tak berani memandang Hyera yang menatapnya dari samping.

“Aku ini gadis nakal.Bahkan kau sudah melihatku pergi ke bar, belum lagi reputasiku sebagai murid paling mengerikan.Aku bingung padamu.”

Yah..aku juga bingung dengan diriku sendiri Hyera.

“Percayalah.Aku tulus ingin berteman denganmu.”

“Aku belum menganggapmu teman.”

Jangan bermain-main dengan lelaki seperti Baekhyun, Kim Hyera. Laki-laki dengan IQ 200 sepertinya pasti punya berbagai macam cara untuk mengalahkan musuhnya termasuk wanita.

Baekhyun menjingitkan alis mendengarnya. Bagaimana mungkin gadis itu belum menganggapnya sebagai teman padahal mereka sudah menghabiskan waktu bersama di Game Center tadi? Gadis ini memang menyebalkan tak heran laki-laki di sekolahnya menjauhinya.

“Baik,” Baekhyun mengangguk lalu menyeringai,”aku akan memberimu sesuatu dan kau harus berjanji kalau setelah itu kita berteman.”

“Memberi apa?”

Baekhyun tidak menjawab sama sekali melainkan tersenyum misterius. Tsk, Hyera takut laki-laki itu akan berbuat macam-macam padanya. Seharusnya dia katakan saja kalau dia mengakui bahwa Baekhyun temannya jadi tidak akan serumit ini.Dia hanya bercanda soal tadi.

Hyera mulai panik ketika mobil Baekhyun berhenti di depan studio musik yang lumayan sepi.Tempat pilihan Baekhyun benar-benar tak terduga. Hyera buru-buru bertanya pada Baekhyun ketika laki-laki itu turun dari mobil setelah memakirkan mobilnya di depan studio musik tersebut.

“Untuk apa kita kesini? Ini tempat yang sepi!”

“Jangan berpikir hal kotor Nona Kim.”

Dengan jarinya Baekhyun menepuk dahi Hyera lalu melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu sebelum kemudian menariknya hingga tubuh Hyera menabrak Baekhyun.Lelaki itu membisikkan sesuatu.

“Kim Hyera, bersiaplah kau akan terpesona pada Byun Baekhyun.”

Setuju. Laki-laki ini memang gila. Gila karena seorang Kim Hyera.

“Lepaskan aku!”

Hyera dengan cepat melepaskan diri.”Dan asal kau tahu aku tak akan terpesona padamu.”

“Kita buktikan setelah ini.”

Studio musik itu berukuran lumayan besar mungkin sebesar ukuran rumah Hyera sendiri. Di dalamnya terdapat berbagai macam alat musik mulai dari drum sampai biola. Bahkan ada sebuah microphone dan kursi-kursi penonton. Untuk ukuran sebuah studio, studio ini tergolong mewah dilihat dari berbagai macam kualitas alat musik dan lainnya. Tapi itu semua tidaklah penting untuk Baekhyun yang sedang menarik paksa Hyera ke dekat grand piano berwarna putih di tengah-tengah studio.

Baekhyun menyuruh Hyera duduk disampingnya dengan pandangan tajam. Gadis itu terus-menerus menolak kesini.

“Duduk diam dan dengarkan aku!” perintah Baekhyun setelah Hyera duduk disampingnya dengan wajah kesal dan melipat kedua tangannya di depan dada.

Jemari Baekhyun mulai menekan tuts-tuts piano itu dengan lincah. Ya, Baekhyun bisa bermain piano dengan cukup bagus meskipun tidak sepintar Lay. Dia memainkan instrumental yang berjudul Reflection I karya pianist terkenal Korea Selatan, Kwang Sik.Instrumental ini sangat cocok untuk Hyera.Kenapa? Baekhyun sendiri tidak tahu jawabannya karena hatinya sendiri yang memilih lagu itu.

Ketika mendengar Baekhyun bermain piano Hyera harus mengakui bahwa Baekhyun benar-benar lelaki berbakat.Pintar, tampan dan mahir dalam bermain piano. Dia sama sekali tidak tahu bahwa Baekhyun cukup bagus dalam hal seni. Yang Hyera tahu di sekolah mereka hanya Lay dan Kai yang berpotensi baik dalam seni seperti ini.

Instrumental itu membuat mereka terdiam.Baekhyun menampilkan wajah datar dan pandangannya tertuju pada tuts piano sedangkan Hyera menunjukkan wajah nyaman. Instrumental itu benar-benar seperti lullaby yang mengalun indah.

Oh, ini benar-benar instrumental yang indah. Sungguh.

Hyera memejamkan mata untuk menikmati instrumental ini. Saat Baekhyun memainkan instrumental itu Hyera mengingat masa-masa kecilnya yang begitu menyenangkan. Bersama Ibunya, ayahnya, dan neneknya. Sayangnya itu sudah lama berlalu, dunia indah penuh harapan digantikan dengan dunia penuh kegelapan dan keputusasaan.

Tapi semenjak Baekhyun hadir perlahan-lahan Hyera merasakan harapan yang dulu dibuangnya jauh-jauh muncul kembali ke permukaan hatinya.

Harapan untuk mencintai dan dicintai seutuhnya.

“Hyera?”

Terkejut karena lamunannya buyar oleh suara Baekhyun yang memanggilnya, refleks Hyera menolehkan wajah pada Baekhyun. Namun itu adalah hal yang amat-amat salah karena Baekhyun sedang mendekatkan wajahnya pada Hyera ketika dia melihat gadis itu memejamkan mata.

Bibir mereka bertemu.LAGI.Dan ini benar-benar ketidaksengajaan.

Keduanya bagaikan dibekukan oleh es dari Kutub Utara. Tak bergerak dan sama-sama membulatkan mata begitu menyadari bahwa bibir mereka saling menyatu saat ini.Hyera mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. Ia berusaha melepaskan bibirnya tapi tubuhnya benar-benar menolak berkompromi.

Sensasi bibir hangat Hyera yang menempel pada bibirnya membuatnya pusing. Sepertinya langit dan bumi benar-benar berkonspirasi untuk membuatnya hilang kendali di depan gadis ini lagi. Oh ayolah, Baekhyun sudah 2 kali menciumnya dan semuanya benar-benar ciuman yang sama sekali tidak lembut.

Terlambat. Rasa asing dan panas dalam diri Baekhyun sudah menguasainya sekarang.

Perlahan Baekhyun memejamkan matanya dan tangannya merangkak naik dari lengan Hyera ke leher jenjang gadis itu. Hyera yang merasakan bibir Baekhyun mulai melumatnya langsung mendorong dada Baekhyun.

Hyera menolak ciuman itu lagi.

“Sudah ku bilang aku tak suka diperlakukan seperti itu!”Hyera berteriak marah dengan napas yang memburu. Dia harus berterimakasih pada pikiran rasionalnya kalau tidak dia bisa terhanyut dalam ciuman manis yang diberikan Baekhyun.

“Laki-laki mana yang tidak tergoda jika mendapati diri mereka berciuman dengan gadis karena ketidaksengajaan? Bibirmu terlalu menggoda untukku semenjak malam ciuman pertama kita!Kau harusnya mengerti bahwa kau hanya perlu membalas ciumanku!” Baekhyun menggeram kesal dan sedikit membentak Hyera. Emosi sedang bergemuruh dalam dadanya dan berkobar hebat saat ini.Dia kelepasan bicara dan mau tak mau ucapan Baekhyun sangatlah keterlaluan tadi.

Hyera menatap Baekhyun penuh amarah dan dia berkata dingin.”Jangan pernah temui aku lagi. Kau memang lelaki brengsek! Harusnya aku tidak semudah itu untuk mempercayaimu!”

Setelah berkata begitu Hyera keluar dari studio musik dengan wajah menunduk menahan air mata yang sebentar lagi akan turun. Perkataan Baekhyun benar-benar menyakitinya.

Kau teman pertamaku yang langsung menyakiti hatiku Baekhyun.

“Hyera, tunggu! Bisa aku jelaskan itu tadi hanya salah paham.”

Baekhyun terlambat mengejar gadis itu.Hyera sudah menghilang dibalik taxi berwarna kuning. Sialan, Sialan, dan sialan! Baekhyun terus saja mengeluarkan kata sumpah serapah dalam otaknya. Dia menghampiri mobilnya dengan pandangan paling menyeramkan yang pernah dilihat orang-orang. Tak ada kesan lucu dan menarik lagi, digantikan dengan image bad boy yang kelewat gila.

Saat emosinya berkobar hebat, ponselnya berdering. Dan ternyata sebuah pesan dari Kyungsoo.

Aku melihat semuanya. Temui aku di sekolah besok pagi. Kita harus bicara.

Baekhyun semakin emosi ketika membaca pesan singkat itu dan dengan tenaga penuh dia membanting ponselnya ke jalanan dan menarik perhatian orang-orang yang melewatinya.Layar ponsel itu langsung pecah dan hancur seketika.

GODDAMN IT!

Baekhyun mengucapkan kata-kata kasar lalu menaiki mobilnya dan membanting pintu mobilnya sekencang yang ia bisa. Dia terlalu kesal saat ini. Mungkin tak banyak yang tahu jika Baekhyun sangatlah tempramental jika dia sudah tak bisa mengontrol emosinya.

Lelaki itu pun mengambil kacamata hitam dari dasbor mobil dan memakainya. Dan Baekhyun terlihat sangatlah keren memakai kacamata itu, sayangnya wajahnya memaparkan wajah dingin sedingin es. Dia menyalakan mesin mobil dan melesat dengan kecepatan gila-gilaan.

Baekhyun mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Kerja bagus Baekhyun, kau melakukan kesalahan 2 kali hari ini” keluhnya pada diri sendiri.

TBC
Thankyou:))

Bocoran Part V :

“Aku menyukai Kim Hyera, Baekhyun”

“Kau gila!”

“Berhenti melakukan ini padaku!”

“Kenapa harus aku?”

Ketemu lagi sama aku hehe:D

Gimana part ini? Puas kan? Hyera sama Baekhyun moment doang loh! Aku sengaja bikin mereka sweet karena suatu alasan hahahaha/smirk evil/ maaf ya kalau kelamaan:3 aku cuman nunggu posternya aja waktu itu hehe

Tau kan yang Baekhyun ngurung kepala Hyera pake kedua tangannya? Sweet ya:3 Pokonya adegan sweet Hyera sama Baek disini aku dapet idenya pas lagi denger lagu EunHae yang Still You. Langsung ide mengalir deras hahaha

Buat instrumental Reflection I itu beneran ada loh, aku tau instrumental itu dari teaser EXO yang bagian Suho-D.O. Bener-bener instrumental yang keren dan dalem banget!

Ohya aku minta maaf kalau gabisa bales komen kalian satu-satu ya/bow/ aku cuman mau bilang terimakasih udah mau komen ya readers;-; aku benar-benar terharu sama komen kalian apalagi sampe ada yang bilang ‘daebakk’ gilaa itu aku gatau kenapa langsung “Aaaaa senengnya…”.

Buat readersku tersayang, jangan lupa komentar,kritik dan sarannya ya^^

Buat sidersku, maukan tinggalin komentar? Sekedar next juga gapapa tau:)) Soalnya di part yang lebih berbahaya bakal aku kasih password loh:p Kkkkkk~

Buat admin SAY from Korean Fanfiction, makasih banyak udah mau post ff-ku ini yaaa:D Berkat kalian sekarang ada yang mengakui karyaku! 😀

Last, though I was late, #HappyJonginDay and #HappyKyungsooDay also #HappyKaiSooDay

Yang Kaisoo shipper mana? Cung!

911 responses to “[Freelance] The Dark Rose Part IV

  1. Omegat so sweett aduh baek aku juga mau dong diajarin main game,, ngebayangin gue ada di posisinya hyera, aduh jadi shy shy cat sendiri kkkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s