[Freelance] MATH vs PHYSICS (Part 10)

cover

MATH vs PHYSICS ( 10 )

AUTHOR :  AKIKO

GRUP CAST : Boyfriend

CAST : YoungMin as main character

Lisa as his rival

JeongMin as Lisa’s brother

KwangMin as YoungMin’s sibling

Genre : Romance, School life, Friendship and Comedy

PLEASE DON’T BE SILENT RIDERS!

Author hanya meminta sedikit apresiasi para pembaca untuk meninggalkan komentar di setiap FF yang telah di post-kan. Mungkin sebuah komentar tak akan berarti bagi kalian namun setiap komentar yang ada akan sangat membantu Author untuk meningkatkan semangatnya dalam menulis FF. Harap pengertian dan kerja sama kalian demi kebaikan kita bersama 😀 ( maaf kalau bahasanya agak formal karena Author tak ingin menyinggung perasaan pembaca dengan adanya tulisan ini)

Gomawo..

Happy Reading ^^

 

 

 

 

Author pov

“ jangan katakan hal seperti itu dengan nada serius.” Sangkal Lisa yang salah tingkah dengan ucapan YoungMin ditambah lagi kini YounMin tengah menggenggam tangannya.

“ aku benar-benar mengatakan yang sebenarnya,.”

“ tak mudah bagiku untuk menjadikan JoonSu sunbae seperti layaknya orang asing.”

“ aku mengerti ini tak mudah bagimu, namun apakah kau pernah berpikir jika hubunganmu dengan JoonSu sunbae akan berakhir indah jika kau pertahankan? Sedangkan kau sendiri sama sekali tak mengerti bagaimana dia? Apakah kau benar-benar mempercayainya? “ YoungMin bertanya pada Lisa seolah-olah ia dapat membaca seluruh pikiran gadis yang kini duduk di sebelahnya. Matanya menatap gadis itu dalam-dalam, pandangan yang terasa sulit untuk dijelaskan karena sang pemilik mata itu pun tak tahu mengapa ia dapat berbuat sejauh ini untuknya.

“ aku mengerti , jika hubunganku telah tak terselamatkan lagi, namun aku….masih belum  mempercayai kenyataan jika semuanya telah berakhir walaupun beribu kali logikaku mengatakannya, perasaanku tak dapat berjalan beriringan dengan apa yang tengah kupikirkan.” Balas Lisa dengan menundukkan kepalanya.

“ semua hanya masalah waktu, terkadang seseorang yang kita inginkan sebenarnya bukanlah seseorang yang kita butuhkan. Terkadang kita harus terluka sebelum menemukan cinta yang sesungguhnya. Bersemangatlah, kau tak dapat membiarkan dirimu berlarut-larut dalam halusinasi. Hadapi kenyataan, lalu putuskan apakah kau ingin maju atau mengakhiri segalanya.”

“ YoungMin ah? Apakah tadi itu benar-benar ucapanmu??” tanya Lisa yang terkejut dengan segala perkataan yang baru saja YoungMin ucapkan.

“ mungkin pengalamanku tak dapat dibandingkan dengan tragedi percintaanmu dengan JoonSu sunbae namun pada intinya adalah di dalam kehidupan selalu ada kemungkinan berhasil dan gagal. Sekarang kau sedang melewati fase dimana kau harus bangkit dari kegagalan dan keterpurukanmu, percayalah aku dapat berkata demikian karena sebelum aku sampai pada titik ini aku telah mengalami berbagai macam pasang surut kehidupan. Aku pernah berada di atas keberhasilanku namun kau sama sekali tak mengetahui berapa kali aku jatuh dalam kegagalanku untuk mencapai segala keinginan di dalam hidupku. Tak peduli berapa kali kau terjatuh, tugasmu adalah menghitung seberapa sering kau bangkit dari kegagalanmu. Itulah point terpenting yang ingin kusampaikan padamu.”

“ mianhe, aku pernah mengatakan jika kau sama sekali tak mengenalku namun pada kenyataannya justru aku lah yang sama sekali tak mengenal bagaimana dirimu yang sebenarnya.”

“ lihatlah, “ jawab YoungMin yang secara tiba-tiba mengambil teleskop kecil dari saku celananya dan memberikannya pada Lisa.

“ kau dapat melihat sesuatu yang tak terjangkau olehmu,  dan terkadang kau tak dapat menggapai sesuatu yang justru sangat dekat denganmu. Kau dapat melihat hamparan pantai yang luas, kan? Aturlah pikiranmu seluas hamparan sedang kau lihat, maka kau akan menemukan bahwa kehidupanmu tak sesempit yang kau kira. “

“ kau benar,……aku hanya takut…” ucapan Lisa terhenti karena ia terlalu bingung untuk mengungkapkan apa yang seharusnya ia ucapkan.

“ apa yang kau takutkan?”

“ kebohongan kita…..apakah kita akan baik-baik saja dengan semuanya? Sekali kita berbohong maka kita akan terus menerus melakukan kebohongan.” Ujar Lisa ragu-ragu kini matanya menatap YoungMin dengan penuh kebimbangan.

“ Lisa…” YoungMin dengan tiba-tiba mengubah nada suaranya menjadi lebih serius.

“ ehmm?”

“ lihat aku…”

“ wae??” tanya Lisa penasaran karena kini ia tengah menatap YoungMin dengan pandangan bingung.

“ apakah kau sedang jatuh cinta padaku?”  YoungMin langsung menanyakan pertanyaan yang tak biasa pada Lisa seolah-olah mereka benar-benar dalam situasi dimana mereka sama sekali tak dapat bercanda kembali.

“ mengapa kau mengajukan pertanyaan seperti itu padaku?!” jawab Lisa yang kini tengah mebuang mukanya karena ia takut jika YoungMin mengetahui mukanya kini bersemu merah.

“ tunggu, mengapa wajahmu memerah? “ respon YoungMin yang kini memegangi dagu Lisa agar ia dapat melihat wajahnya dengan jelas.

“ aish..hentikaan!!!” ucap Lisa setengah berteriak karena kini ia hanya dapat menyembunyikan ekspresinya sebaik mungkin.

“ jangan-jangan kau benar-benar….” belum selesai YoungMin berbicara, Lisa telah mendorong YoungMin untuk menjauh darinya namun karena tenaga Lisa yang terlalu besar membuatnya ikut terjatuh dan kini ia terjatuh tepat di atas dada YoungMin.

Pandangan keduanya saling menatap satu sama lain, seolah-olah mereka berusaha keras untuk menterjemahkan pandangan yang kini tengah menatap manik mata mereka. Beberapa saat mereka hanya terdiam dalam kecanggungan. Sebelum akhirnya YoungMin membalik posisi mereka dan kini ia berbisik lembut pada gadis yang kini tengah menatapnya,..

“ dugaanku benar. Kau….telah jatuh kepadaku. Kau tak dapat mengelaknya, aku dapat melihatnya dengan jelas dari tatapan matamu.”

“ jika kau memang mengkhawatirkan tentang kebohongan kita, maka kini kau tak perlu khawatir lagi. Kita sama sekali tak perlu berbohong, karena aku…telah kalah darimu. Kau telah memenangkanku.” Tambah YoungMin singkat lalu ia segera berdiri dan mengulurkan tangannya untuk Lisa.

“ YA!! Apa maksudmu!!!” bentak Lisa setengah jengkel.

“ apakah otakmu kini tak dapat menyerap apa maksud ucapanku??”

“ ki..ta benar-benar?? “ Lisa hanya gugup dan tak percaya pada situasi yang kini tengah melandanya.

“ dengarkan aku baik-baik, jika kau masih tak mengerti juga maka aku akan membuangmu ke laut sekarang juga.” Ucap YoungMin yang kini berjalan mendekati Lisa dan menarik tangan Lisa untuk menjauh dari keramaian.

Setelah mereka sampai di tempat yang cukup sepi, YoungMin segera melepas pegangan tangannya pada Lisa dan ia mulai menatap Lisa dengan tatapan yang sangat lembut.  Lisa kebingungan melihat perubahan drastis dari ekspresi YoungMin kini.

“ kita tak perlu berbohong pada siapapun, aku akan membuatmu berpaling padaku karena kini…… aku telah berhasil mengambil perhatianmu dengan begitu artinya aku telah memasuki kehidupanmu, Lisa. Mungkin aku tak akan mengatakan hal ini pada siapapun namun karena otakmu yang telalu bodoh memaksaku untuk mengatakannya.”

“ aku menyukaimu…” ujar YoungMin pelan namun suaranya terdengar layaknya lonceng yang berdenting sangat merdu di telinga Lisa.

Lisa hanya dapat memundurkan langkahnya karena ia sendiri  dilanda ketakutan yang sangat besar.

“ apa yang harus kulakukan? “ ucap Lisa pada dirinya sendiri.

“ yang harus kau lakukan adalah bacalah perasaanmu dengan baik, aku tak mungkin mengatakan hal seperti ini tanpa pertimbangan sebelumnya. Aku telah memperhatikanmu sejak lama dan yang kutahu setiap kali kau memandangku, aku selalu dapat melihat kelembutan dari dalam hatimu. Apakah kau tak menyadarinya?” balas YoungMin yang berusaha meyakinkan Lisa yang hanya dapat terdiam tanpa suara didepannya.

“ YoungMin, kurasa kita tak perlu melangkah terlalu jauh lagi.” Sangkal Lisa yang mulai berjalan menjauh dari YoungMin namun dengan cepat YoungMin menahannya.

“ kau yang melangkah terlalu jauh Lisa, bukan aku. “ jawab YoungMin serius dan kini Lisa mulai khawatir jika kegamangan perasaannya semakin membuatnya terombang-ambing antara masa lalu dan perasaan yang tengah menderanya kini.

“ aku membenci saat dimana kita berdua hanya bertengkar mempermasalahkan JoonSu sunbae, aku membenci diriku sendiri yang sama sekali tak mampu menendangmu jauh-jauh dari mataku, namun pada kenyataannya kita selalu kembali di titik awal dimana kita selalu bertengkar dan berdebat. Aku benar-benar lelah menghadapinya.” Ucap Lisa datar.

“ apakah kau sedang mengakui perasaanmu sendiri?”

“ menurutmu..?”

“ ckck, napeun yeoja. Kemarilah…” YoungMin segera menarik Lisa kedalam pelukannya dan tanpa YoungMin duga Lisa sama sekali tak melawan. Ia hanya dapat diam termenung dalam pelukannya sambil menyembunyikan mukanya dalam-dalam.

“ mianhe,… aku terlalu takut untuk menjalaninya YoungMin ah. Kuharap kau mengerti, aku bukanlah gadis polos yang baru saja merasakan indahnya jatuh cinta, aku hanyalah seorang gadis yang sama sekali tak pandai menutup lukaku sendiri.” Ucap Lisa pelan.

“ Aku tak akan memaksamu, namun aku yakin suatu saat kau akan mengerti siapa orang yang benar-benar kau butuhkan untuk berada di sisimu.” Jawab YoungMin sembari mengeratkan pelukannya.

Angin pantai berhembus melewati tubuh mereka dengan lembut, berharap angin tersebut dapat melunturkan segala kekusutan yang kini tengah melanda gadis yang berada dalam pelukan YoungMin. Beberapa saat Lisa hanya dapat diam membisu sebelum YoungMin menatap matanya lekat-lekat.

“ sudahlah, kita tak perlu terlalu memikirkan bagaimana orang-orang akan menyimpulkan bagaimana hubungan kita yang terpenting sekarang adalah bagaimana cara kita meraih kemenangan untuk olympiade yang akan kita ikuti. “

“ ne, araso. Terima kasih atas pengertianmu YoungMin ah. Mungkin sekarang bukanlah waktu yang tepat bagiku untuk berbicara tentang perasaan. Mianhe ..” Lisa terlihat sangat bersalah dengan ucapannya sendiri namun tak dapat dipungkiri jika perasaannya kini masih terombang-ambing.

“ gwencana…waktu yang akan menjawab segalanya. Yang terpenting adalah kita harus menakhlukkan olympiade ini, apapun usaha kita, kita harus memenangkannya.” Jawab YoungMin optimis dengan senyuman di wajahnya.

Author PoV end

JoonSu Pov

Hari demi hari harus kulalui bahwa aku harus menghilangkan bayangannya dari pikiranku. Setidaknya aku harus menghapusnya walau itu semua hanya sebuah sandiwara karena bagaimanapun perasaanku selalu saja menolak untuk menggesernya dari tahta tertinggi hatiku. Aku masih begitu menyayanginya, bahkan perasaanku padanya nyaris membuatku kehilangannya. Tidak! Aku telah kehilanganya. Aku telah melepaskanya. Setidaknya itu adalah cara terbaik untuk melindunginya dari segala kekuasaan keluarga Rchel yang sangat berpengaruh di sekolahku. Aku bisa saja melawan segala tindak tanduk Rachel padaku, mungkin aku bisa saja menolaknya namun aku sama sekali tak ingin Lisa menanggung segala akibat dari penolakanku pada Rachel. Yang dapat kulakukan untuk rachel hanyalah berusaha menjadi tunangan yang baik baginya. Baik disini bukan berarti aku harus menyerahkan perasaanku padanya, namun inilah caraku agar Rachel sama sekali tak menyentuh Lisa. Aku tak ingin Rachel merusak masa depannya, aku tak ingin ia terus menerus menangis karenaku.

“ Lisa.., gadis yang kukenal dulu adalah gadis yang ceria, namun karena ia mengenalku, senyuman di wajahnya lenyap seketika. Mianhe..” batinku dalam diam.

Akhir minggu ini kuhabiskan dengan berdiam diri di kamar, membaca seluruh buku-buku yang belum selesai kubaca. Lalu sebuah buku tebal berwarna coklat jatuh tepat di depan mataku. Perlahan kubuka halaman depan sebuah buku yang benar-benar kusimpan dari siapapun di dunia ini.

“ Happy Birthday oppa..^^. Aku tak tahu apakah hadiah ini pantas untukmu, namun aku menghabiskan waktuku dengan memikirkanmu sepanjang waktu ketika menuliskan semua kisah kita. Kuharap kau menyukainya oppa ^^

Walaupn aku tahu kau memiliki ingatan yang hebat, namun aku takut jika aku yang akan melupakan kisah kita karena kemapuan menghafalku tak sebaik dirimu. Maka dari itu kutuliskan seluruh kisah kita dalam buku ini agar kita dapat membacanya bersama kelak. Katakan padaku jika kau menyukainya ketika kau bertemu denganku besok ^^

❤ Lisa (^__^)b

Dua tahun telah berlalu sejak ulang tahunku. Dimana Lisa memberikanku sebuah hadiah yang sama sekali tak pernah kuduga sebelumya. Bagaimana dapat aku melupakan semua itu jika kau sendiri mengakui jika aku memiliki ingatan yang sangat bai. Yah harus kuakui jika ingatanku memang baik bahkan terlalu baik hingga ia sangat menyiksaku dengan semua kenanganku tentangnya.

“Bagaimanapun caranya, aku akan mengusahakan cara apapun untuk membuatmu bahagia Lisa.” Ucapku pelan sembari menutup kembali buku coklat tersebut kedalam sebuah rak kecil yang kusembunyikan tepat dibalik almariku. Buku itu adalah satu-satunya hartaku yang paling berharga, mungkin aku telah membacanya ribuan kali ketika aku merindukannya namun kusadari jika aku telah memulai membacanya dalam pikiranku tanpa harus membuka buku tersebut.

Tringg…

Tiba-tiba HandPhoneku berbunyi dan dapat kulihat jika Rachel yang menelepon. Dengan malas kuambil HandPhoneku dari atas kasur.

“ yoboseyo.” Jawabku datar.

“ oppa,.. apakah kau lupa dengan janji makan malam kita??” rachel kembali mengingatkanku pada sebuah acara makan malam yang membosankan dan sejujurnya aku sama sekali tak ingin mengikutinya.

“ aku akan datang tepat waktu, kau tak perlu khawatir”

“ YA! Bagaimana kau bersikap seperti ini padaku! Aku tak akan tahan jika kau terus menerus memikirkan gadis itu, kesabarankupu memiliki batas oppa!” Rachel kembali mengucapkan hal yang tak seharusnya ia ucapkan padaku. Aku benar-benar membencinya jika ia telah menyandingkan Lisa dan dirinya dalam satu kalimat. Ia sama sekali tak pantas jika disandingkan oleh Lisa.

“ aku akan menjemputmu sebelum acara makan malam dimulai dan satu hal yang perlu kau tanamkan baik-baik di dalam pikiranmu. Jangan pernah membawa masalah pribadiku dalam hubunga kita. Aku tak menyukainya.” Kini aku telah berusaha lebih bersabar untuk menghadapinya namun sepertinya dugaanku meleset.

“ aku telah menunggumu selama hampir 3 tahun oppa, dan apakah ini semua adalah jawaban yang pantas untukku?”

“ mianhe.. setelah ini aku akan menjemputmu. Aku akan menutup telponnya.” Ucapku mengakhiri pembicaraanku dengannya.

30 menit kemudian, aku telah sampai di depan sebuah rumah besar berwarna kuning gading yang terlihat mewah. Beberapa orang pelayannya membukakan pintu mobilku untukknya, sedangkan aku hanya berdiam diri di dalam mobil dengan wajah datar.

“ bagaimana? Apakah aku terlihat cantik?” tanyanya tepat setelah ia masuk kedalam mobilku.

“ ne…gaun itu pantas untukmu.” Jawabku pelan sambil menyalakan mesin mobilku dan bergegas untuk pergi ke restoran dimana acara makan malam tersebut digelar.

Sepanjang perjalanan aku lebih banyak diam dan tak banyak berbicara, sedangkan Rachel selalu mengajukan berbagai pertanyaan yang membuat kepalaku semakin pusing dan tiba-tiba ia melingkarkan tangannya pada lenganku sehingga membuatku sedikit kaget dengan sikapnya. Namun aku hanya diam dan tak memperdulikan apa yang ia lakukan padaku.

“ oppa, …aku tahu jika kau sama sekali tak mnyukaiku. Namun apakah kau tak bisa sedikit mebuka perasaanmu untukku? Walaupun itu semua hanya sebuah belas kasihan..” ucapnya pelan sambil menyandarkan kepalanya di bahuku.

“ aku perlu waktu Rachel, kau tahu itu. Jadi kumohon kau jangan mempersulit segalanya. Apakah kau tak cukup puas ketika aku mengikutimu untuk belajar di Belanda tahun lalu? Pikirkanlah semua itu baik-baik dan sebaiknya kau tak perlu menuntut secara berlebihan padaku. Karena aku bukanlah orang yang tepat untuk memenuhi segala permintaanmu.” Balasku dengan nada yang sangat biasa karena aku kini tengah mengemudikan mobilku.

“ bagaimana aku dapat memaklumimu jika aku tahu bahwa hatimu bukanlah milikku, oppa” jawabnya dengan nada sedih. Sebetulnya aku sedikit merasa kasihan padanya namun perasaanku kini jauh lebih terluka daripada semua yang ia rasakan sekarang.

“ mianhe… mungkin aku bukanlah orang yang baik untukmu Rachel.”

“ kau dapat mengusahakannya oppa, kau hanya perlu memberiku kesempatan untuk menyukaimu.”

“ mianhe…” Aku hanya dapat menjawab seluruh perkataannya dengan satu kata yang mungkin menurutnya sama sekali tak membantu melegakan perasaanya karena kini pun aku sama sekali tak tahu apa yang harus kukatakan padanya.

Setibanya di trafic light, tanpa kuduga lampu merah menyala dengan cepat sehingga kurem mobilku secara mendadak hingga Rachel hampir terjerembab ke arah depan. Refleks tanganku segera menyangganya agar ia tak jatuh kedepan.

Ketika pikiranku sedang terfokus pada kemudi mobilku dan tanganku masih berada di depan badan Rachel, secara tak sengaja penglihatanku tertuju pada seorang yeoja yang sangat kukenali.

Matanya tampak berkaca-kaca ketika melihat padaku dan Rachel, dengan cepat kualihkan tanganku untuk menjauh dari Rachel namun apa daya, air matanya telah menitik dan wajahnya mengekpresikan sebuah kekecewaan yang sama sekali tak sanggup kujelaskan oleh kata-kata.

Ketika seluruh kegugupan, kesalah pahaman, dan waktu yang tidak tepat bercampur baur menjadi satu maka disitulah kekecewaan berawal, setidaknya itulah yang dapat kusimpulkan.

Belum selesai air matanya terus menitik, tangan putihnya telah beralih pada sebuah lengan namja yang juga kukenal dan kini ia tengah meletakkan tangan gadis itu di lengannya serta membawanya untuk hilang dari pandanganku.

“ Lisa….Mianhe. Mungkin benar apa yang pernah kau katakan dahulu padaku, jika kita berdua hanya dapat saling menyakiti dan melukai satu sama lain ketika kita berusaha mempertahankan segalanya” batinku ketika pandanganku sama sekali tak dapat teralihkan dari kepergian Lisa yang kini tengah berada dalam gandengan YoungMin.

JoonSu PoV end

44 responses to “[Freelance] MATH vs PHYSICS (Part 10)

  1. Kata-kata Youngmin bikin terharu, kata-kata begitu indah dan nyampek banget ke hati
    Kapan Lisa menyadari perasaanny kepada Youngmin, padahal Youngmin udah mengakuiny?
    next chap ditunggu^^

    • mungkin chap berikutnya author agak panjangin :D,

      iya chingu kasian adminya kalau diproteksi terus jadi Author percaya ke kalian saja kalau tdk akan jd siders

  2. Walau aku ketinggalan 2 part karena di protect, tidak apa. Yang pnting masi dapat baca part selanjutnya.
    Keep writing author!! 🙂 😉

  3. Yah ko jadi pendek gni critax tor,^^. Eiy youngmin nyatakan prasaan ya,huuuuu tmbah seru ceritax. ^^ aih next tor. 😀

  4. terlalu pendek….

    next chapnya jngn lma” thor… n next chapnya jngn trllu pendek

    keep writing …!!!!!!!~

  5. duuh.. niat nyaau komen di part sblumnya.. cuma gg conect* dr td..

    m’f bgt yya.. sbnernya aku gg mau jd silent reader tp masalah koneksinya itu loh yg berat.. jd bisa komen di part ini..

    tp beneran.. nih cerita bagus bgt,, meski aku blum bca part 8 ma 9nya tp aku akuin ini ky sungguhan..

  6. kurang panjang 😦
    eonnie, panjangin lagi ya 😀
    FF nya bagus kok, suer 😀
    #KeepWriting 🙂
    And Next Chapt. nya jangan lama² ya… 😉

  7. Aigo aigo tambah melodrama sekali ini ff ckck
    Ikutan nyesek bacanya, emang susah bgt ngelupain org yg udah kita sayang hemm
    Aku menunggu lanjutannya 😉

  8. Ckck chap yg ini nyelip dah ,,
    aku td lngsng bca chap 11 ,,
    btw youngmin so sweet pke bgt ,,
    lnjut chap 12 dst yah ,,

  9. kirain td ketabrak lisanya, twnya lampu merah toh dan cuma slng liat”an aja…
    4 jempol buat author yg udh bikin, ceritanya seru

  10. wah… youngmin – lisa mulai buka perasaan dan mrendahkan gengsi masing2….
    suka ma sikap youngmin yg g memaksa lisa tp justru memberi lisa waktu tuk menata hatinya…

  11. Dari chapter 7 langsung baca yg chapter 10, entahlah chap 8&9 jalan ceritanya gimana..

    Kenapa lisa nangis terus sih kalo liat sang mantan?
    Gece lah move on ke youngmin

  12. daebak thor…. suka bgt ff ini…. tapi part 8 sama 9 di password… boleh minta password gak thor.. kalo g boleh gpp sih.. hehe.. Gomawo udah bikin ff ini… author jjang…kenalin chonen kamila imnida.. line 00 alias kelahiran 2000

  13. wow…wow….wow…

    so sweet bangt youngmin…
    akhirnya mreka pcaran…tapi buangan masalalunya masih mengganggu lisa….
    keren…..q mnta pw yg part 8 & 9 kok g d kasih tuo.udah pnsrn bgt dg klnjutannya

  14. Kak, jebalyo~ kasih aku pw-nya yg chapter 8 dan 9 ya 😦
    ma’af aku gk bisa maen email2an, hehe^^
    aku udah comment di chap2 sblumnya kok.
    Jebal kak, kirimnya via sms aja ke 085706627585 ato gk pm fb “Novida Parawansya”
    gomawo~ kalo gk di kasih jga no what what kak 🙂

  15. Yah gx trasa tbc lagi,,,chapter ini agak pendek ya thor,,,d tunggu chap selanjutnya,,,yg agak panjang hehe😀

  16. Hahahahahahahahaha, say korean fanfiction, jadi nama asli kamu itu akiko? Apakah kamu seorang eonni? Akhirnya kamu membuat author’s note juga. Kekekekekeke. Oh ya, kenapa di part 8 sama 9 dikunci? Gak ada pemberitahuan lagi. Aku jadi bingung tiba-tiba YoungSa udah baikan. Hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s